✅Hari Sabat dan Para Rasul.✅

👉Murid-murid sangat menghormati hari Sabat. Ini terbukti ketika kematian Kristus. Ketika hari Sabat sudah tiba, menjelang persiapan penguburan yang dilakukan mereka dan “pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,” dengan rencana akan melanjutkan pekerjaan persiapan itu pada hari Minggu, “hari pertama minggu itu” (Luk 23:56; 24:1).

👉Seperti yang dilakukan Kristus, begitu pula rasul-rasul, mereka berbakti pada hari Sabat yang ketujuh itu. Dalam perjalanan evangelisasi yang dilakukan Paulus, ia memasuki Sinagog pada hari Sabat dan mengkhotbahkan Kristus (Kis 13:14; 17:1, 2; 18:4).

👉Bahkan orang yang bukan Yahudi pun mengundangnya untuk menyampaikan Firman TUHAN pada hari Sabat (Kis 16:13).
👉Sebagaimana Kristus selalu mengikuti kebaktian hari Sabat yang menunjukkan penerimaan-Nya atas hari ketujuh itu sebagai hari khusus untuk sembahyang, begitu pulalah dengan Paulus.
👉Kesetiaan rasul ini dalam memelihara hari Sabat dengan tegas menunjukkan sikap yang berbeda terhadap upacara-upacara sabat tahunan. 👉Dengan jelas dinyatakannya bahwa orang-orang Kristen tidak wajib memelihara hari-hari perhentian tahunan ini karena Kristus sudah disalibkan bersama-sama hukum keupacaraan itu.
👉Ia berkata, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus” (Kol 2:16, 17). Karena “konteks (dalam wacana ini) berkaitan dengan masalah-masalah keupacaraan, sabat yang dimaksudkan di sini adalah sabat-sabat upacara pesta tahunan Yahudi yang merupakan “bayangan”, atau tipe yang kegenapannya terdapat dalam Kristus yang datang itu. Itulah yg berlaku hingga Yesus tersalib.”
👉Begitu pula di dalam kitab Galatia, Paulus mencela pemeliharaan aturan hukum upacara. Ia berkata, “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia” (Gal 4:10, 11).

👉Banyak orang menyangka bahwa Yohanes menunjuk kepada hari Minggu manakala ia mengatakan ia “dikuasai oleh Roh” “pada hari TUHAN” (Why 1:10). Bagaimana pun, di dalam Kitab Suci, hari yang dianggap suci hanyalah hari milik TUHAN yang khusus, yakni hari Sabat. Kristus berkata, “Hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu” (Kel 20:10); belakangan disebut-Nya “hari kudus-Ku” (Yes 58:13).
👉Dan Kristus menyebut diri-Nya sendiri “TUHAN atas hari Sabat” (Mrk 2:28). 👉Menurut Alkitab, satu-satunya hari yang dikatakan TUHAN sebagai hari-Nya adalah Sabat, hari yang ketujuh, maka wajarlah menyimpulkan bahwa Sabat itulah yang dimaksudkan oleh Yohanes. Tidak ada bukti yang menguatkan di dalam Kitab Suci yang menyatakan bahwa istilah itu digunakan untuk menunjuk hari pertama dalam minggu itu, atau hari Minggu.

👉Tidak terdapat di dalam Alkitab yang menyuruh kita memelihara hari mana saja dalam minggu itu selain dari hari Sabat.
👉Tidak pernah dikatakan hari lain yang diberkati atau disucikan dalam minggu itu, kecuali Sabat. 👉Perjanjian Baru pun tidak menunjukkan bahwa TUHAN telah mengubahnya dengan hari yang lain dari hari-hari dalam minggu itu. 👉Sebaliknya, Kitab Suci menyatakan bahwa TUHAN menginginkan agar umat-Nya memelihara Sabat sampai pada hari kekekalan:
✅💒🙏“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan TUHANku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN” (Yes 66:22, 23).
⏩⏩⏩⏩🙏🙏🙏⏪⏪⏪⏪

🙏INGAT DAN KUDUSKANLAH HARI SABAT – DISURGAPUN KITA AKAN BERSABAT BERSAMA YESUS🙏

Leave a Reply