1000 Tahun dan Kebinasaan Orang Jahat

November 1, 2012 - Steve Wholberg

Wahyu 20:6 menjelaskan tentang umat Allah yang kudus dan berbahagia adalah mereka yang dibangkitkan pertama kali dan peristiwa ini merupakan awal dari masa 1000 tahun, masa dimana mereka akan memerintah bersama Allah. 1 Tesalonika 4:16,17 mengatakan bahwa kebangkitan pertama orang-orang yang mati dalam Kristus ini atau umat-umat Allah, tejadi pada waktu Tuhan turun dari Sorga, mengangkat umat-Nya untuk tingal bersama-Nya. Yohanes 14:1-3 mengatakan bahwa Yesus akan membawa umat-umatnya kerumah Bapa, atau ke Sorga, supaya dimana Dia berada disitu juga umat-Nya berada. Semua itu terjadi di awal masa 1000 tahun, lalu apa yang terjadi bagi mereka yang tidak terangkat?
Pada waktu Yesus datang pada kali yang kedua (1 Tes. 4:16,17) akan ada kelompok yang diangkat dan ada kelompok yang ditimpa kebinasaan (1 Tesalonika 5:2,3). Tentu Saudara ingin tahu bagaimana luasnya kebinasaan itu. Kalau Saudara baca Lukas 17:26-30, Yesus menyamakan hari kedatangan-Nya sama seperti pada zaman Nuh, dimana Air Bah datang secara masif dan global dan hanya Nuh dan keluarganya saja yang selamat. Yesus juga menyamakan hari kedatangan-Nya sama seperti pada zaman Lot, api dan hujan belerang membinasakan mereka semua, kecuali Lot dan keluarganya. Jadi ketika Yesus datang, semua yang tertinggal akan dibinasakan, karena umat–umat Allah sudah diangkat ke Surga.
Berikut ini beberapa ayat lain yang menjelaskan tentang rincian kebinasaan total yang akan menimpa orang-orang jahat. 2 Tesalonika 1: 7,8 Datang dalam api yang menyala-nyala dengan pembalasan kepada mereka yang tidak mau mengenal Yesus dan mentaati Injil-Nya: “dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, (8) dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita”. Wahyu 6:14-17 Kedatangan-Nya akan menyusutkan langit dan menggeser gunung dan pulau, orang jahat akan memohon untuk mati ditimpa batu: “Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. (15) Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. (16) Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: ”Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.” (17) Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” Wahyu 16:17-21 Situasi kedatangan-Nya akan diikuti oleh kilat, guruh, gempa bumi, kota terbelah dan runtuh, pulau dan gunung lenyap, hujan es seberat 100 pon: “Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: ”Sudah terlaksana.”(18) Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.(19) Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (20) Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (21) Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.” Baca Jeremiah 4:23-26, inilah keadaan bumi seperti yang disaksikan oleh Jeremiah ketika Yesus datang: “Aku melihat kepada bumi, ternyata campur baur dan kosong, dan melihat kepada langit, tidak ada terangnya. 24 Aku melihat kepada gunung-gunung, ternyata goncang; dan seluruh bukit pun goyah. 25 Aku melihat, ternyata tidak ada manusia, dan semua burung di udara sudah lari terbang. 26 Aku melihat, ternyata tanah subur sudah menjadi padang gurun, dan segala kotanya sudah runtuh di hadapan TUHAN, di hadapan murka-Nya yang menyala-nyala!” Jadi bukan main murka Allah bagi orang-orang jahat di seluruh bumi!

Ada lagi yang menarik bila Saudara membaca kedua ayat berikut ini yaitu akan ada 2 perjamuan, yaitu perjamuan bagi umat Allah dan perjamuan bagi orang jahat: Wahyu 19:9 “Lalu ia berkata kepadaku: ”Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: ”Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Dan Wahyu 19:17,18 “Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: ”Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, 18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.”
Kalau Saudara cermat, Saudara akan mengerti mengapa Setan tidak dapat lagi menyesatkan bangsa-bangsa selama masa 1000 tahun, oleh karena pada saat itu umat-umat Allah telah diangkat ke Sorga dan orang-orang yang jahat, telah mati. Ingat ada perjamuan besar di bumi, dimana burung burung akan memakan daging orang-orang jahat dan ini semua tejadi pada waktu Yesus datang kali yang kedua, yang manandai awal dari masa 1000 tahun.
Pertanyaan bagi Saudara dan Saya, dimanakah kita berada pada masa 1000 tahun itu? Apa Saudara ikut dalam perjamuan kawin Anak Domba di Sorga? Ataukah Saudara mati dan menjadi hidangan burung-burung pada perjamuan besar di dunia ini? Semoga Tuhan menolong kita agar kita bisa selamat bilamana Dia datang dan bukan tertimpa oleh kebinasaaan.

Leave a Reply