144.000 ORANG

 

Mari kita baca Wahyu 7:3,4 (3) katanya: ”Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”(4) Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel dan Wahyu 14:1-5 (1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. (2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. (3) Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. (4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. (5) Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.
Banyak pengertian populer tetang 144.000 orang ini, salah satunya adalah ajaran Dispensationalist yang mengartikan bahwa 144.000 ini terdiri dari orang-orang Israel laki laki yang masih perjaka, tidak tercemar dengan wanita, yang akan muncul sesaat sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali, sesuai dengan pengertian literal Wahyu 14:4. Bagi saya ajaran ini sangat sempit, ada baiknya ayat ini dibandingkan dengan ayat-ayat lainnya agar bisa mengambil kesimpulan yang pas.
Kita tau bahwa buku Wahyu banyak menggunakan bahasa lambang. Banyak contoh yang bisa kita baca, misalnya Wahyu 14:1, ini bukan benar-benar malaikat yang akan terbang di langit bagaikan Superman, sambil memberitakan injil kepada manusia di bumi ini, melainkan malaikat-malaikat disini adalah lambang dari umat-umat Allah yang menyebarkan injil ke seluruh dunia. Contoh kedua, Wahyu 12:7, Ular Tua disini, kalau Saudara baca ayat-ayat berikutnya, dijelaskan melambangkan Iblis atau Setan. Contoh ketiga, Wahyu 1:12, disebutkan tentang Tujuh Kaki Dian yang melambangkan Tujuh Gereja, seperti yang dijelaskan pada ayat-ayat berikutnya. Misalnya lagi, dalam Wahyu pasal 3, tentang Izebel, tidak ada Izebel yang hidup pada waktu itu. Yonanes merujuk kepada Izebel dalam Perjanjian Lama. Demikian juga dalam Wahyu pasal 2, tentang Bileam, itu berbicara tentang karakter yang hidup kembali pada zaman Musa. Dan naga dalam buku Wahyu bukanlah reptil besar. Ini adalah symbol untuk Iblis. Anda juga melihat sebagian dari nama-nama dalam kitab Wahyu, mereka adalah simbol. Jadi, buku Wahyu ini penuh dengan nama-nama binatang atau tempat atau benda yang ada pada zaman Israel kuno yang digunakan kembali oleh Rasul Yohanes sebagai lambang bagi pekabaran yang diperuntukkan bagi umat-umat Allah di akhir zaman yaitu saudara dan saya.

Baca lagi Wahyu 14:4 diatas, kata “murni” atau “perawan” adalah juga kata lambang. Memang tidak semua istilah dalam perjanjian baru adalah kata-kata lambang bisa juga berarti literal. Kalau kita baca Matius 25:1-13, “umat Allah” atau “gereja” dilambangkan oleh 10 gadis perawan. Dalam 2 Korintus 11:2, “umat Allah” oleh Paulus diibaratkan sebagai “perawan suci”. Kata “Wanita” dalam Wahyu 14:4 diatas mengacu kepada Wahyu 17:3-5, yaitu “ibu dari wanita-wanita pelacur dari kekejian bumi”. Inilah Babel Besar/Babylon, yang melambangkan gereja sesat, yang mengubah serta mengacaukan Firman Allah. Jadi Wahyu 14:4 sebetulnya menggunakan bahasa lambang yang berarti “orang-orang yang tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang menyimpang dari Firman Allah. Kembali ke Wahyu 7:4 diatas, dikatakan bahwa mereka ini adalah turunan dari suku-suku bangsa Israel. Kalau kita membaca Perjanjian Lama tentang masa Raja Hizkia, Anda akan membaca bahwa kerajaan Utara, yaitu kerajaan Israel, yang merupakan tempat dimana 10 suku berdiam, ditaklukkan oleh bangsa Asyur. Mereka mengungsi, dengan kata lain, semua orang tidak hanya dibunuh, mereka dibawa ke Asyur. Mereka kemudian kawin campur, diperbudak, terserap kedalam kebudayaan bangsa Asyur dan mereka kehilangan identitas mereka sebagai orang Yahudi. Orang-orang Yahudi yang tertinggal sebenarnya adalah kerajaan selatan yaitu kerajaan Yehuda. Ingat ada 12 suku. Pada kerajaan Selatan, Anda memiliki tiga suku yaitu: Yehuda, Benyamin dan Lewi. Levi tidak benar-benar sebagai salah satu suku karena mereka adalah imam. Jadi hanya suku Yehuda dan Benyamin saja yang ada di kerajaan Selatan. Kerajaan Utara terdiri dari 10 suku. Mereka disebut sebagai kerajaan Israel. Mereka ditaklukkan lalu ditawan dan kemudian oleh karena kawin campur yang terjadi diantara mereka dengan bangsa Asyur, merekapun kehilangan identitas sebagai orang orang Yahudi. Orang-orang yang dibawa ke dalam pembuangan ke Babilon adalah orang-orang Yehuda, Benyamin dan Lewi. Mereka datang kembali setelah 70 tahun, tetapi 10 suku kerajaan utara, kerajaan Israel, tidak pernah kembali lagi dan mereka tidak pernah lagi disebut sampai ke pada zaman Yesus. Kata ‘Yahudi’ itu sendiri berasal dari suku Yehuda. Jadi ketika kita berbicara tentang orang-orang Yahudi, kita sedang berbicara tentang Yehuda. Kita tidak berbicara tentang 10 suku lainnya.
Kalau kita baca Galatia 3:29, dikatakan bilamana kita adalah milik/percaya kepada Kristus, maka kita adalah juga keturunan Abraham. Efesus 3:6 menekankan bahwa orang-orang bukan Yahudi, oleh karena pemberitaan Injil, turut menjadi ahli waris dari janji-janji Yesus Kristus. Jadi pengertian Israel disini mengacu kepada dua Israel, Orang Israel/Yahudi turunan Bangsa Israel Kuno dan Israel Rohani, yaitu orang-orang bukan Yahudi yang percaya kepada Yesus Kristus. Satu ayat lagi, Galatia 6:15,16 menuliskan bahwa sunat atau tidak bersunat tidak penting, yang penting menjadi ciptaan baru yang merupakan Israel milik Allah. Paulus mengatakan sekarang di dalam Kristus tidak ada orang Yahudi atau orang bukan Yahudi. Kita semua adalah satu di dalam Kristus. Allah telah membuat semua orang berasal dari satu darah, darah Yesus Kristus yang telah tertumpah di kayu salib demi untuk menyelamatkan kita semua.
Kembali ke Wahyu 14:1, dikatakan bahwa di dahi 144 ribu orang ini tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Kalau kita baca Wahyu 13:16,17, inilah kelompok cemar yaitu kelompok yang mendapatkan tanda binatang pada tangan dan dahi mereka. Jadi ada dua kelompok manusia pada akhir zaman, umat-umat Allah yang murni dan umat-umat Setan yang tercemar. Umat-umat Allah mendapatkan meterai pada dahi mereka, umat-umat Setan mendapatkan tanda binatang pada tangan dan dahi mereka.
Kembali ke Wahyu 7:1, ada 4 malaikat yang sedang menahan 4 penjuru angin. “Angin” disini adalah lambang dari “krisis final”, “puncak konflik”, “7 kutuk terakhir”, “pertumpahan darah”. Wahyu 7:2,3,4 menjelaskan bahwa setelah ke-144 ribu orang ini dimeteraikan, maka “angin” itupun dilepaskan, jadi ke-144 ribu orang ini luput atau dilindungi oleh Allah dari Krisis Final. Bagi saya, mereka adalah orang-orang yang setia, yang tidak mendapatkan tanda binatang dan masih hidup ketika Yesus datang. 144 ribu orang ini adalah lambang dari umat-umat Allah yang berasal dari orang Yahudi yang percaya dan orang-orang bukan Yahudi yang percaya kepada Yesus Kristus. Di dahi mereka ada meterai Allah. Merekalah yang melewati tapi dilindungi dari krisis final dan hidup pada waktu Kristus datang. Mereka juga dilindungi dari tujuh kutuk terakhir sesaat sebelum kedatangan Kristus. Mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Perjanjian Lama, seperti suku-suku bangsa Israel dan percaya kepada Perjanjian Baru, seperti kedua-belas murid Yesus dan mengikuti Anak Domba Allah kemana saja Ia pergi.
Tentu saudara akan bertanya, di kelompok mana umat-umat Allah yang sudah terlebih dulu mati sebelum kedatangan Yesus? Jawabannya ada di Wahyu 7:9. Mereka semua akan dibangkitkan pada waktu kedatangan Yesus.
Dikelompok mana saudara dan saya berada? 144 ribu? Kumpulan besar yang tak terhitung yang memakai jubah putih? Atau berada dalam kelompok orang-orang yang mendapatkan tanda binatang pada dahi dan tangan? Marilah kita mempelajari topik ini dengan baik agar kita bisa menjadi bagian kelompok orang-orang yang diselamatkan.

Leave a Reply