Edisi 22 Nov 13

November 26, 2013 - Buletin Bait

Rapat Akhir Tahun Uni Indonesia Kawasan Timur
Di Laporkan Oleh: Tim BAIT

Manado [BAIT]. Dengan dihadiri oleh seluruh pimpinan organisasi, lembaga, institusi, konferens, mission, field dan distrik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia Timur, Rapat Akhir Tahun 2013 telah dibuka dengan Kebaktian Pagi yang dipimpin oleh Pdt. Alberto Gulfan MPH, Ketua Divisi Asia Pasifik Selatan. Pembicaraannya menekankan kepada kesetiaan dan komitment didalam tugas. Sekarang ini ada berbagai pendapat dan padangan baru yang dapat mengguncangkan iman seseorang bahkan merongrong gereja dan untuk itu perlu diwaspadai, kata Pst. Gulfan dalam khotbahnya. Selanjutnya beliau mengingatkan bahwa walaupun Jemaat tidak sempurna tapi di jemaat inilah mata Tuhan tertuju.

Rapat yang berlangsung mulai tanggal 17 – 19 November 2013 di Kantor Uni Jl. Sarapung Manado, dihadiri oleh seluruh utusan Indonesia Timur. Nampak hadir Direktur Hope Channel Indonesia Pdt. Dr. Michael Palar dari Jakarta, disamping itu utusan dari Divisi yang datang adalah Pdt. Dr. Jonathan Catolico, Dr. Max Langi, Pdt. Kevin Costello, Mr. Mickey Bankhead dan Ketua Divisi Pdt. Alberto Gulfan MPH.

Acara rapat akhir tahun menjadi rutin dilaksanakan setiap tahun untuk mengevaluasi pencapaian tahun berjalan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai tahun 2014 baik dibidang evangelisasi maupun sasaran dibidang keuangan termasuk penggajian, budget dan remunerasi.

Officers UIKT memimpin rapat akhir tahun

Pemuda Advent RSA Manado
Dilaporkan oleh: Tim BAIT, Manado

Manado [BAIT]. Acara Pemuda Advent mesti menarik dan bermamfaat. Hal ini penting agar tidak monoton dan membosankan. Pimpinan Pemuda Advent Jemaat RSA Manado Edmund Antou pada sabat kemarin menampilkan sebuah acara yang sangat menarik dan dihadiri oleh banyak pemuda dan mereka yang berjiwa muda.

Sabat 16 Nopember 2013 menjadi sangat berkesan dan membangkitkan semangat seluruh anggota PA RSA Manado untuk memahami kasih Tuhan dan membangkitkan semangat evangelisasi.

Sore itu mengetengahkan acara Drama yang dipentaskan oleh tiap bagian pelayanan di RSA Manado. Dari bagian keuangan menyampaikan acara “Dari Pinaras ke Kumelembuai” mengambil cerita perjalanan seorang Yahudi yang dirampok lalu mendapatkan pertolongan dari orang Samaria. Kelompok Unit Gawat Darurat mempersembahkan cerita tentang sepuluh anak dara.

Dari kelompok Penunjang Non Medis membawakan mengenai Yusuf dan istri Potifar. Dari station Jasmine memperagakan tentang Raja yang memberikan undangan kepada orang-orang terpandang tetapi tidak ada yang datang lalu mengundang semua yang di lorong-lorong. Teman-teman dari kebidanan menceritakan mengenai pentingnya kerjasama ibara pohon yang terdiri dari daun, batang dan akar. Pementasan ditutup oleh kelompok gabungan yang mengangkat kisah Hosea dengan istrinya Gomer. Cerita ini dilakonkan sangat menarik dengan setting rumah prostitusi dan istri (Tante Mer) serta suami (Om Ose).

Bakat terpendam yang dipunyai para orang muda ditumpahkan dalam acara Pemuda Advent. Orang muda memang harapan Jemaat dan pemimpin hari esok.

Kunjungan Balasan BWA Distrik Balikpapan Ke BWA Kota Medan
Dilaporkan oleh Youla Butarbutar Jemaat Agape Balikpapan

Balipapan [BAIT] Tgl 13-20 November 2013 BWA Distrik Balikpapan dengan beberapa teman-teman BWA dari beberapa distrik di DKKT melakukan kunjungan balasan ke BWA Kota Medan. Rombongan yang terdiri dari 21 orang berangkat melalui Jakarta dan Kuala Lumpur.

Kedatangan kami disambut oleh Ketua BWA Kota Medan Ibu Mestika Siagian dengan teamnya dan langsung di antar ke Mess PT Inalum Asahan Medan. Pagi hari Jumat kami dibawah tour dalam kota medan yaitu ke Pajak Ikan & Istana Maimun. Untuk Vesper Jumat malam kami BWA Balikpapan yaitu Ibu Linda Sandy, Ibu Youla Butarbutar, Ibu Formi Pasaribu, Ibu Hermin Roring dan Pdt P. Pasaribu dibagi ke 5 Jemaat yang ada di kota medan untuk melayani dalam acara vesper. Rombongan dibagi 4 orang di setiap titiknya.

Untuk acara sabat acara gabungan BWA kota Medan diadakan di Aula Sekolah Parulian Medan. Kami melayani dari acara Sekolah Sabat sampai Khotbah. Sekolah sabat dibuat menarik dalam bentuk Berita BWA Distrik Balikpapan, Diskusi Panel Sekolah Sabat & Pelayanan Perorang dalam bentuk fragmen “Hitam & Putih”. Khotbah di bawakan oleh Direktur BWA Daerah Kalimantan Kawasan Timur – Ibu Asnah Pakpahan dengan Judul “Kaca Mata Iman”. BWA kota Medan sungguh bersemangat sehingga mereka semua tidak pulang dan langsung di lanjutkan acara sabat sore berupa drama dari BWA Balikpapan dengan Judul “Antara Aku dan Dia” & drama dari BWA kota Medan dengan Judul “ Nabal & Abigail” dan selanjutnya di lanjutkan dengan diskusi bersama mengenai cerita tersebut untuk menjadi pelajaran bagi para wanita sekarang ini. Acara Tutup sabat di tutup dengan renungan oleh Pdt. Marbun.

Setelah tutup sabat diadakan acara malam budaya berupa lagu dan tarian dari budaya-budaya dari sumatera utara dan tarian dayak yang dikemas dalam acara yang berjudul “Miss WOW 2013” oleh Ibu Hermin Roring, Ibu Silvanita Mandey & Diane Cellose. Acara ditutup dengan manortor dan pemberian ulos oleh ibu-ibu bwa kota medan kepada semua rombongan dari balikpapan. Sungguh suata kehormatan bagi kami dari balikpapan. Selanjutnya acara dilanjutkan ke Jemaat Air Bersih untuk acara malam minggu. Hari Minggu jam 6 pagi kami sudah di jemput untuk melakukan tour bersama-sama dengan beberapa ibu-ibu bwa kota medan. Suatu rute yang panjang di mulai dari Pagoda di Karo, Gundaling di Berastagi, Taman Iman di Dairi, Simalem Resort Parapat dan berakhir dengan makan malam sekaligus menginap di Daerah Kerja PT Inalum Asahan Siguragura. Keesokan harinya hari senin kami dibawah ke Bendungan Asahan, PLTA Tangga & Masuk ke terowongan Siguragura untuk melihat bagaimana proses kerja PLTA siguragura. Hari Senin kami ke Danau Toba & Pulau Samosir dan berakhir dengan makan malam dan penginapan oleh ibu Direktur BWA Daerah Sumatera Utara – Ibu Nainggolan beserta staff daerah. Hari Selasa dilanjutkan dengan tour seputaran pematang siantar dan Perguruan Tinggi Advent Sumatera Utara dan malamnya balik ke medan dan di jamu oleh Kel Siburian.

Suatu perjalanan yang diberkati dengan penuh sukacita. Kami sangat berterima kasih untuk semua pelayanan yang telah kami dapatkan selama berada di kota medan dan sekitarnya. Sungguh umat-umat Tuhan yang sangat di berkati dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi kami. Terima kasih kami sampaikan untuk Direktur BWA Daerah Sumatera Utara – Ibu Nainggolan, Direktur BWA Kota Medan – Ibu Mestika Siagian & Team, Seluruh BWA Kota Medan, Keluarga Siburian, Keluarga Siagian dan semua yang terlibat untuk menerima kedatangan kami dalam pertukaran pelayanan ini. Tuhan memberkati dengan limpahnya dan mari kita maju bersama dalam pelayanan BWA.

Serah Terima Jabatan Direksi Rumah Sakit Advent Bandung
Dilaporkan oleh : Bredly Sampouw, BAIT Bandung

Bandung [BAIT]. Bertempat di Gedung Serba Guna Rumah Sakit Advent Bandung telah diadakan acara serah terima jabatan staf direksi yang baru Rumah Sakit Advent Bandung. Acara diadakan pada hari Selasa, 19 November 2013. Dengan dihadiri oleh dewan pembina, pengurus, pengawas Yayasan, Officer Uni Indonesia kawasan Barat berserta anggota PSP dan tamu dari Dinkes Kota Banudng. Acara dimulai jam 10.00 pagi. Adapun rangkaian acara terbagi tiga pertama ibadah dan sambutan pimpinan Uni sebagai ketua pembina Pdt. DR. J.S. Peranginangin, kemudian doa buka oleh Bpk. Frans Zebedeus selaku anggota pengawas. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan didahului pembacaan surat keputusan Yayasan dibacakan oleh Benny Pasuhuk,MBA selaku sekretaris Yayasan. Surat keputusan Yayasan untuk pengangkatan Direktur dan wakil-wakil direktur. Sesudah itu serah terima dilaksanakan dengan menandatangani berita acara serah terima jabatan mulai dari direktur kemudian wakil direktur yang dalam hal ini khusus untuk wakil direktur umum dengan disaksikan oleh pimpinan Yayasan, Officer Uni serta bagian Legal Tina Gerung, SH. Sesudah itu sambutan-sambutan dimulai dari Dr. Jay. M. Tombokan, MBA selaku direktur yang lama.

Dalam kata sambutannya beliau mengatakan selamat datang kepada pimpinan yang baru selamat melanjutkan estafet kepemimpinan, dimana beliau telah memimpin institusi kesehatan Rumah Sakit Advent Bandung selama 19.5 tahun suatu masa jabatan yang panjang, banyak pencapaian dan banyak tantangan juga tetapi kita patut memuji Tuhan atas pimpinannya selama kurun waktu yang cukup panjang semoga semangat kebersamaan dilanjutkan oleh pimpinan yang baru. Dilanjutkan sambutan Direktur yang baru yaitu Dr. Roy David Sarumpaet, Sp.THT-KL , dalam sambutannya dia mengatakan inilah kali pertama dia berdiri sebagai pimpinan rumah sakit,karena beliau anak pendeta yaitu mantan ketua Uni Barat tahun 1976 yaitu Alm. Pdt. R.I. Sarumpaet jadi dia anak pendeta dilahirkan di Bandung, dibesarkan di IPH cimindi Bandung, sewaktu kecil dia sudah tahu rumah sakit Advent Bandung tetapi sudah beda sekarang dengan bangunannya yang megah. Dalam kata sambutannya belaiu mengharapkan kerjasama semua pihak untuk kemajuan rumah sakit serta mengedepankan visi dan misi pelayanan dengan kasih. Dilanjutkan kata sambutan mewakili Dinkes Kota Bandung yaitu Dr. Yenny dalam sambutannya beliau memberikan pujian kepada Rumah Sakit Advent Bandung atas peran serta didalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bandung terlebih bagi yang kurang mampu melalui pelayanan Jamkesmas, salah satu rumah sakit type B yang ada di Bandung, nama rumah sakit Advent sudah dikenal didalam pelayanannya di kota Bandung dan jabar pada umumnya. Beliau mengharapkan peningkatan didalam pelayanan kedepan dibawah kepemimpinan yang baru serta mengundang pimpinan baru untuk bersilaturahmi ke Gubernur, Walikota serta Kepala Dinkes kota Bandung biar dikenal. Sambutan terakhir mewakili GMAHK Uni Barat oleh Pdt. Wendel Mandolang. S.Th. selaku sekretaris Uni. Dalam sambutannya beliau memberikan ucapan terimakasih kepada Dinkes kota Bandung atas sambutan dan perhatiannya kepada rumah sakit Advent Bandung. Dengan harapan diwaktu mendatang akan lebih terjalin kerjasama yang lebih erat lagi.

Setelah acara sambutan dan serah terima jabatan dilanjutkan dengan pemberian cendramata kepada mantan pimpinan/direktur oleh Yayasan kepada Dr. Jay.M. Tombokan, MBA dan Tri Wahyono mantan wakil Direktur Umum. Berikut ini susunan staf Direksi yang baru untuk masa jabatan lima tahun yaitu (tahun 20142018) : Direktur, Dr. Roy David Sarumpaet, Sp.THT-KL, Wadir Medis Dr. Charles Suoth, Wadir Perawatan Ns. Merry Nusawakan, MSN, Wadir Keuangan Johanson Hutapea, BA, dan Wadir Umum Yoppy Syahailatua, MM. Dilanjutkan dengan foto bersama mulai dari officer, Pembina, pengurus dan direksi. Doa penyerahan dibawakan oleh Pdt. DR. Sutrisno Cakrapawira selaku anggota pembina dan ketua Konfrense Jabar.

Acara diakhiri dengan ramah tamah bersama undangan yang hadir dan tamu dari Uni, anggota PSP acara ramah tamah berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan, kebersamaan didalam menyambut pimpinan yang baru. Itulah berita acawra serah terima jabatan pimpinan baru Rumah sakit Advent Bandung. Visi RSAB : “Menjadi yang terbaik didalam pelayanan kesehatan”

Bwa Kanaan Pondokmas Membawakan Lagu Pujian Pada Acara Hari Doa Wanita Se-Asia Di Cimahi
Dilaporkan oleh : Bredly Sampouw, BAIT Bandung

Bandung [BAIT]. Dalam rangka menyambut hari doa wanita se –Asia, maka PGIS (Persekutuan Gereja Injil sepenuh) kaum wanita se kota Cimahi telah mengadakan acara pada hari selasa sore tanggal 19 November di gereje GPIB Pasir Kumeli Cimahi Bandung. Dihadiri oleh ibu-ibu dari gereja-gereja Kristen se Kota Cimahi, acara didahului ucapan selamat datang panita pelaksana kemudian liturgi acara dan pembicara dibawakan oleh Pdt. Bawole, gembala GPIB adapun judul pembicaraannya adalah : Wanita dan Gender materi disampaikan melalui power point tema utama pembicara beliau adalah Vitamen C yang artinya HURUF C adalah Cium. Dalam pesan penting yang dibawakan beliau ialah biarlah vitamin C lebih mesrah lagi antara pasangan siami dan anak-anak sampai ada istilah kren Cipiki-Cipika(cium pipi kiri, cium pipi kanan) Cihi (cium hidung), Cida (cium dagu), Cibir (cium bibir) bukankah semua ini masih ada sampai sekarang? Beliau sempat melontarkan pertanyaan kepada hadirin yang hadir dua pertanyaan pertama ialah: siapa diantara ibu-biu yang hadir disini memberikan ciuman kepada anak-anak sebelum kesekolah? Yang angkat tangan sedikit ada yang malu-malu, kedua siapa diantara ibu-ibu yang ada disini memberikan ciuman kepada suami sebelum kekantor? Kembali hanya satu yang angkat tangan itupun malu-malu. Wanita sangat istimewa dalam beberapa hal dan keistimewaan mereka tidak ada pada kaum Adam antara lain wanita umur lebih panjang, tahan stres, dalam penelitian lebih banyak kaum ibu yang menjanda dari pada bapa yang menduda.

Selama acara berlangsung telah diselingi juga dengan lagu-lagu dari ibu-ibu dari gereja Kristen antara lain ibu-ibu gereja GPIB, Kristen Toraja, HKBP, Advent, Gereja Kristen Pasundan, Tabernakel dll. Pada acara ini ibu-ibu BWA dari jemaat Kanaan Pondokmas telah turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu. Kebetulan salah satu panitia acara dan juga sebagai pengurus PGIS Kota Cimahi adalah ibu Frida Sampouw dan sebagai koordinator BW jemaat. Lokasi ibadah di Gedung Gereja Protestant Indonesia Barat (GPIB) gerejanya besar, sangat megah dan luas serta memiliki gedung serba guna, gereja ini menjadi pusat gereja Kristen di kota Cimahi berada di kompleks militer jadi aman dari gangguan. Acara PGIS rutin diadakan di kota cimahi, pada bulan September lalu acara diadakan di Gereja Advent Kanaan Pondokmas. Biarlah keterlibatan kaum wanita Advent pada PGIS kaum wanita kota Cimahi dapat dikenal dan menjadi terang kepada orang lain sesama umat Kristiani yang ada di kota Cimahi.

Ultah Jemaat Airmadidi Bawah Dan Kegiatan Jemaat Lainnya
Dilaporkan oleh: Handry Sigar, BAIT Minahasa Utara

Airmadidi [BAIT]. Pada tanggal 16 November 2013, kebetulan hari itu adalah hari sabat dimana Jemaat Airmadidi Bawah mengadakan perayaan Ulang Tahun ke-8 mengingat Jemaat ini telah diorganizir pada tanggal yang sama delapan tahun yang lalu tepatnya 16 November 2005. Awalnya, Jemaat Airmadidi bawah merupakan cabang sekolah sabat dari Jemaat Centrum Airmadidi yang diprakarsai oleh Prof. D. Kambey.

Sebagaimana biasanya kegiatan Syukuran Ulang Tahun didahului dengan kebaktian Sekolah Sabat dimana diskusi Pelajaran Sekolah Sabat telah disatukan oleh Pdt. Wicliff Laoh mewakili GMAHK Distrik Minut Bitung. Sdr. Andries Tombeng, salah satu ketua Jemaat membacakan Sejarah Singkat Berdiriya Jemaat Airmadidi Bawah, disusul dengan beberapa pengumuman jemaat baik dari Airmadidi Bawah maupun Dembet.

Prof. Daniel Kambey dalam khotbahnya yang berjudul “Kunci Sukses” yang diambil dari Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37 memberikan beberapa kunci untuk mencapai sukses antara lain; harus memiliki iman, sehati sejiwa walau punya latar belakang yang berbeda sekalipun, menjual harta demi kepentingan bersama. Ny. White berkata bahwa Setan tau bahwa dia tidak ada kuasa apabila Umat Tuhan bersatu. Oleh sebab itu umat Tuhan harus bersatu dan senantiasa menjadi saluran berkat surge untuk sesama.

Kebaktian syukuran ini selain dimeriahkan oleh beberapa kelompok nyanyi seperti Koor SMA Klabat, B Voice, Trio Faithful dan Gema Pengharapan, dihadiri pula oleh beberapa pejabat pemerintahan antara lain Bp. Max Silinaung mewakili Bupati Minahasa Utara, Bp. Berty Kapoyos sebagai Ketua DPRD Minut juga Lurah Airmadidi Bawah.

Setelah acara kebaktian khotbah, dilanjutan dengan pemotongan Kue Ulang Tahun Jemat yang disaksikan oleh para tamu kehormatan baik dari pemerintah dan organisasi kita. Kegiatan kebaktian diakhiri dengan resepsi santap bersama yang dihadiri oleh seluruh tamu undangan dan anggota jemaat Airmadidi Bawah.

Sebagaimana biasanya, acara kebaktian Pemuda Advent diisi dengan Pesta Lagu-Lagu Rohani yang dimeriahkan oleh beberapa kelompok nyanyi dari Jemaat Airmadidi Bawah dan sekitarnya.

Selain dari kegiatan di Jemaat Airmadidi Bawah, ada dua kegiatan lain lagi yang belum sempat dilaporkan dalam kolom Plakat yaitu pelayanan Pengurus BWA wilayah Airmadidi di Jemaat Kanaan Airmadidi dan kunjungan pelayanan Jemaat Kanaan Airmadidi ke Jemaat Kenangan Rantung Malingkas Ratahan yang dikoordinir oleh Hans Mangkey sebagai pemimpin AP Jemaat Kanaan.

Pelayahan Pengurus BWA wilayah Airmadidi telah berlangsung pada sabat tanggal 9 November 2013 dimana seluruh acara kebaktian sabat dari acara Rumah Tangga, Sekolah Sabat sampai kebaktian khotbah telah dibawakan oleh seluruh pengurus BWA wilayah.

Khotbah telah dibawakan langsung oleh Ibu Sumarauw Pangkey sekaligus mengajak semua anggota jemaat terutama ibu-ibu dan kaum wanita pada umumnya untuk berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan pekerjaan Tuhan. Kegiatan pelayanan pengurus BWA wilayah diakhiri dengan acara potlak yang diikuti oleh seluruh anggota jemaat serta para tamu.

Demikian juga pada sabat sebelumnya, tanggal 2 November 2013 seluruh anggota jemaat Kanaan yang ingin berpartisipasi dalam pelayanan ke Jemaat Kenangan Ratahan sudah berkumpul di sekitar kompleks gereja jam 05.30 dan dengan menggunakan beberapa bus carteran tepat jam 06.00 rombongan sudah berada dalam bus untuk bertolak menuju Ratahan. Sekitar jam 08.00 sebagian besar anggota jemaat sudah tiba di Ratahan, depan gedung gereja Jemaat Kenangan Rantung Malingkas Ratahan.

Tidak perlu berlama-lama sebab sarapan pagi sudah siap dilantai bawah ruang pertemuan jemaat Kenangan, semua anggota jemaat Kanaan langsung duduk manis disana dan sesudah doa, mereka langsung menyerbu makanan yang sudah disiapkan oleh ibu-ibu dari Jemaat Kenangan Ratahan. Wow, makanannya terasa lesat sekali, maklum belum sarapan pagi ditambah dengan kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Airmadidi ke Ratahan.

Tepat jam 09.00 kebaktian sekolah sabat dimulai dan setelah diskusi sekolah sabat yang dibawakan oleh beberapa anggota jemaat Kanaan antara lain Sdr. Sakul, Sdr. Marten Repi dan beberapa anggota yang lain. Sebelum acara Pelayanan Perorangan, Koor AP Kanaan mengumandankan sebuah lagu pujian yang berjudul “Pergi ke S’luruh Dunia”

Beberapa kelompok nyanyi telah memeriahkan acara kebaktian khotbah antara lain Koor Jemaat Kenangan, Koor Jemaat Kanaan, Charity Vocal Group, Suara Amaran dan Koor AP Kanaan.

Sebelum acara kebaktian khotbah, salah satu Ketua Jemaat Kenangan telah memberikan ucapan selamat datang serta sejarah singkat berdirinya Jemaat Kenangan dan kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung di Jemaat Kenangan Rantung Malingkas Ratahan.

Khotbah telah dibawakan langsung oleh Gembala Jemaat Kanaan Pdt. Fanny Wawondatu. Walaupun ruangan gereja penuh sesak oleh kehadiran anggota Jemaat Kenangan dan Kanaan serta para tamu, tapi mereka tetap tenang mendengarkan khotbah yang dibawakan dengan sangat bersemangat itu sampai selesai.

Setelah kebaktian khotbah, kembali seluruh anggota jemaat berbondong-bondong menuju ruang pertemuan untuk santap siang. Baru beberapa jam lalu mereka menikmati sarapan pagi, sekarang bagaikan di sulap tiba-tiba makanan sudah siap diatas meja. Wah, ini benar-benar kejutan tapi apa boleh buat, setelah beberapa saat, santap siang dimulai setelah doa oleh salah satu ketua jemaat Kanaan.

Beberapa acara menarik telah berlangsung di sore hari dalam acara Pemuda Advent yang dipandu langsung oleh Sdr. Franky Rapalawa. Acara pertama telah dibawakan oleh Mikles Badrun yang telah mengajak beberapa pasang suami istri berpartisipasi untuk menebak apa kesukaan masing-masing suami dan istri. Kemudian Melvin Boyoh dengan acara Surat Cinta yang dikutip dari kalimat-kalimat dalam Lagu Sion peserta harus menebak lagu-lagunya serta nomor lagu tersebut dalam buku Lagu Sion.

Setelah lagu pujian dari AP Kanaan, acara dilanjutkan dengan seminar musik yang berjudul “Struktur Musik Yang Baik” yang dibawakan oleh penulis sendiri. Acara terakhir adalah sebuah Fragmen yang berjudul “Kehidupan Yusuf” yang dilakonkan oleh Adventist Pria Kanaan. Walaupun hanya berlatih secara singkat tapi mereka telah membawakan fragmen ini dengan sangat memukau apalagi diiringi dengan pembacaan narasi yang dibawakan langsung oleh Gembala Jemaat Pidt. Fanny Wawondatu.

Seluruh kegiatan hari sebat diakhiri dengan renungan tutup sabat yang dibawakan oleh Pdtm. Mangkey sebagai Gembala Jemaat Kenangan Ratahan. Pamitan pulang…..eh jangan dulu! masih ada acara penting sebelum pulang ke Airmadidi. Agar tidak kelaparan di jalan, ibu-ibu sudah menyiapkan makan malam dengan qualitasnya sama dengan makan pagi dan siang, wah…wah…wah….dengan agak malu-malu tapi bersemangat, Ketua Jemaat Bernhard Lompoliu bertekad untunk membalasnya nanti ketika kunjungan balasan Jemaat Kenangan Ratahan ke Jemaat Kanaan Airmadidi tahun depan 2014.

Nda apa-apa, masih banyak waktu untuk persiapan. Yang penting kunjungan pelayanan ini boleh mendatangkan manfaat rohani bagi kita semua baik Jemaat Kanaat Airmadidi maupun Jemaat Kenangan Rantung Malingkas yang di kunjungi. Kita semua lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan pekerjaan Tuhan dimanapun kita berada.

Jemaat Vila Indah Permai Sebagai Jemaat Ke 155 Di Konferens DKI Jakarta
Dilaporkan oleh: pdt. Andrey Daymbani, DKI Jakarta

Jakarta [BAIT]. Puji Tuhan oleh karena penyertaan-Nya, pada hari ini, Minggu, 17 November 2013 telah “lahir” satu jemaat yang baru, yaitu jemaat Vila Indah Permai sebagai jemaat ke 155 di konferens DKI Jakarta dan sekitarnya. Jemaat ini tadinya merupakan cabang SS dari jemaat Taman Wisma Asri. Selama 5 tahun cabang SS ini berjalan, sempat menemui hambatan bahkan harus ditutup selama beberapa bulan. Kemudian dibuka lagi pada sekitar tahun 2010 sampai akhirnya diorganisir menjadi sebuah jemaat yang mandiri.

Dalam khotbah pengorganisiran yang diambil dari I Korintus 1:1-3, Pdt Rony Wenas, Sekretaris konferens mengingatkan jemaat yang baru ini, bahwa sebagaimana halnya jemaat Korintus dalam perjalanan pelayanannya juga menemui masalah, maka jemaat Vila Indah Permai (VIP) janganlah merasa takut bilamana berhadapan dengan masalah, oleh karena yang diandalkan adalah Allah, bukannya kekuatan kelompok seperti halnya yang terjadi di Jemaat Korintus. Dalam kesempatan ini juga Pdt Wenas mengingatkan bahwa hal hang terpenting adalah bukanlah berapa banyak talenta yang dimilikipara anggita jemaat, tetapi berapa banyak talenta itu digunakan bagi pekerjaan Tuhan. Kita berharap dengan renungan ini akan boleh menjadi bekal bagi jemaat VIP maupun juga bagi Jemaat Taman Wisma Asri sebagai Jemaat Induk.

Kita ucapkan selamat atas diorganisirnya jemaat Vila Indah Permai (VIP)sebagai jemaat yang ke-155 di konferens DKI Jakarta. Kita doakan semoga jemaat ini dapat berkembang menjadi jemaat yang sehat dan bertumbuh menjadi jemaat yang besar secara jumlah maupun kuat secara rohani di masa yang akan datang.

Karunia Menobatkan, Mrs Masye Bawa Jiwa Dibabtiskan Di Pantai Malalayang
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Tidak ada rumus baku dalam penginjilan. Kalau roh kudus sudah berkuasa, semua pasti akan bertekuk lutut datang menyembah Tuhan. Hal inilah yang menjadi keyakinan Mrs. Masye Salindeho-Dien dalam menceritakan kabar selamat kepada siapa saja. Tak pelak, awal bulan ini, anggota bekerja yang meneladani mendiang Freddy Wondal (anggota GMAHK Ranotana Karombasan Manado), meyakinkan Mrs. Eby yang akhirnya dibabtiskan di Pantai Malalayang Manado Sulawesi Utara (Sulut) oleh Pdt. Jimreavess Rawung.

Dilandasi oleh hubungan baik dan pernyataan berpengaruh tentang kebenaran, Mrs. Eby akhirnya memutuskan untuk menerima Yesus secara pribadi dengan bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Sedunia. Hampir-hampir saja Mrs. Masye kecewa, karena sudah berupaya menghubungi pendeta pelayanan agar membabtiskan jiwa tersebut tapi dianggap tidak serius. Tapi karena kasih Kristus, upaya memerdekakan Mrs. Eby lancar dilakukan. “Mohon didoakan. Sebab, banyak kali harus dengan paksaan agar orang lain bertobat. Berbeda 180 derajat, Mrs. Eby sudah meminta-minta dibabtiskan” kata istri kekasih Cornelius Salindeho itu, sembari menyatakan bahwa keluarga Mrs. Eby semuanya non Advent.

Diberkati, 41 Jiwa Bertobat Di Sorong Papua Dan 2 Jiwa Di Prapatan Balikpapan
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Pekerjaan Tuhan di mana saj benar-benar terberkati. Termasuk yang dialami oleh umat-umat Tuhan di Sorong Papua. Melalui menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ‘Berbagai Hubungan yang Sehat’ di SMK YPK Imanuel Sorong dengan Pembicara DR Miriam L. Andres selaku Direktur Rumah Tangga dan Pelayanan Anak-anak GMAHK Divisi Asia Pacific Selatan, belum lama ini, ada sebanyak 41 Jiwa dimenangkan kepada Kristus.
Babtisan yang dilakukan di Mariat Hotel berlangsung lancar dan sangat berkesan itu awalnya membabtiskan 37 orang. Beberapa waktu kemudian, bertambah menjadi 41 orang. Menurut Henry Lombogia, anggota-anggota gereja menyambut dengan sukacita jiwa-jiwa baru yang baru saja ditobatkan. “Puji Tuhan. Harapan kami, kita semua dapat mendoakan mereka agar bertahan sampai kesudahan” kata pria low profile tersebut pada Rabu (20/11).

Tidak sampai di situ, di wilayah lainnya yakni di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), lewat KKR Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Prapatan Balikpapan Tahap II, ada 2 jiwa yang menerima babtisan yang suci. “Mohon doa agar kita tetap setia sampai Yesus menjemput kita” pinta Pdt. Gadner Abineno.

Dari Bitung Oma Corneles Bawa Masuk Advent Di Atoga, Tentara Advent Masuk Pioneer Ratahan Dari Wioy
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Perjuangan para perintis gereja harus terus dihargai dan diteladani. Sebab, tanpa pengorbanan mereka, pekerjaan Tuhan tidak akan berkembang pesat. Perintisan kabar baik inilah yang kembali mengharukan bagi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Atoga Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulut. Sejalan dengan itu, keberanian pahlawan gereja sama persis semangat laskar negara, dalam hal ini Tentara yang masuk desa.

Pekabaran Advent bertumbuh di Desa Atoga sejak Tahun 1984 karena perjalanan sejarah Oma Corneles dari Bitung. Jemaat sangat terkesan dengan semangat penginjilan yang ditunjukkan oma. “Kami sangat terharu. Semoga jiwa rohani dan keberanian selalu kami teladani”, kata seorang anggota jemaat yang meminta namanya tidak ditulis.

Di sisi lain, Bernadus Seno Hadi Pandawa yang belum beberapa lama menerima kebenaran Sabat (sebelumnya Khatolik) dan berdinas di sebagai tentara di Kota Manado, sangat bersemangat mengikuti program TNI masuk Desa. Pelayanan kemasyarakatan mereka tepatnya di Desa Wioy Ratahan. Sambil melayani di kampung, para tentara ini melayani juga di GMAHK Jemaat Pioneer Ratahan.

Demi Menghidupkan Orang Lain, Rawung Rally ‘Tumou Tou’ Ke Sonder, Jakarta Dan Kkr Pemuda Buha Kasuratan
Dilaporkan Oleh : Jenry & Jeremy

Filosofi sederhana Pahlawan Nasional Indonesia asal Sulut Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, atau biasa disebut Sam Ratulangi yakni “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang artinya ‘manusia baru dapat disebut manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia lain’, memang sangat relevan dengan keberadaan dunia modern.

Karenanya, J. J. Rawung sampai pekan lalu, melakukan rally ‘Tumou Tou’ ke Sonder Minahasa, Jakarta dan finish di Buha Kasuratan. Rally tersebut semata-mata merupakan upaya kampanye Kesehatan Jiwa kepada masyarakat di ranah religi, sebagai bentuk memotivasi sesama anak bangsa.

Sabat (2/11), anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Se-Wilayah Sonder (masing-masing Jemaat Sawangan, Kauneran, Tounelet, Kolongan Atas dan Leilem) dimotivasi di GMAHK Tumou Tou Sendangan yang kali itu memperingati HUT Ke-2 sekaligus digulirkannya Sabat Pendidikan SD/SMP Advent Sonder.

Selanjutnya, pada Sabat (9/11) bersama Ev. Max Makahinda, Rawung menyatakan pentingnya jiwa yang sehat kepada anggota-anggota GMAHK Jemaat Tumou Tou (Menara Imperium Kuningan) Jakarta.

Akhirnya, selama lebih kurang satu minggu (11-15/11), giliran anak-anak muda di GMAHK Jemaat Buha Kasuratan Politeknik Manado, dibekali materi ‘Kesehatan Jiwa, Keluarga Bahagia dan Kepribadian yang Utuh’ di sela-sela pagelaran KKR Pemuda ‘Yesus Temanku Menghadapi Krisis Global’.

Seumur-Umur, Mambu Pimpin Paduan Suara
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Biasanya, kerjaan Dr. Moldy Mambu hanya berhubungan dengan urus-urus uang (di bagian keuangan/perbendaharaan kantoran) ataupun khotbah (di atas mimbar). Namun berbeda, pada Sabat (16/11) lalu, seumur-umur Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Advent (RSA) Manado ini, menjadi conductor yang memimpin paduan suara di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat RSA Manado.

Setelah dirunut, ternyata Ketua I GMAHK Jemaat RSA Manado ini memang sementara melayani melalui pembicaraan khotbah Sabat siang. Berkenaan dengan materi Firman yang dibahas adalah soal Harmonisasi Musik, maka ayahanda Ika, Ira dan Ian dan opa dari empat orang cucu ini, beberapa kali mengajak jemaat untuk bernyanyi secara koor. “Rupanya berbakat memimpin koor, torang pe bos (pimpinan kita)” sebut seorang ibu yang dari awal khotbah hampir tidak pernah berkedip saking antusianya mendengarkan pelajaran.

Mailangkay (Juga) Layani Bunaken Sampai Tahuna
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Tokoh masyarakat Bumi Nyiur Melambai yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Prov. Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH tidak henti-hentinya melayani berbagai gereja. Ini dimaksudkan untuk memasyurkan kabar selamat termasuk membumikan program-program pemerintah.

Di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Bahowo Tongkaina Bunaken Daratan, Mailangkay mewartakan pekabaran ‘Duta Surga’. Selanjutnya bersama dengan Kepala Badan Keuangan dan Aset Kabupaten Minahasa Utara Drs. Max Silinaung, M.Si, pria rendah hati ini melayani GMAHK Manalu Tahuna.

Roh Kudus Bekerja Di Balestier Road Singapura, Diri Seutuhnya Diserahkan Di Dumoga Sulut
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Selalu dan selalu, bilamana roh kudus bekerja, tak ada kuasa apapun yang dapat menahannya. Demikian Firman Tuhan yang dibentangkan di Balestier Road Seventh Day Adventist Church dan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Dumoga Bolaang Mongondow Sulut.

Pdt. Mark Chan yang melayani di Balestier Road Singapura, menceritakan kembali Babtisan roh kudus yang merubah keadaan Saulus, bertobat menjadi rasul Kristus. Seperti pernyataan Ellen Kairupan, Chan mengulas tuntas soal ‘Touched by the Holy Spirit’ yang diangkat dari buku Kisah 9:15-18.

Pernyataan Pastor Chan tersebut, sepertinya dikuatkan oleh Pdt. Nelsen Siwu yang melayani GMAHK Jemaat Dumoga. Menurut kekasih Mrs. Marinny Tendean ini, jika hati kita sudah dikuasai roh kudus dan diserahkan seutuhnya kepada Yesus, maka semua yang ada pada kita, akan diberikan kepada-Nya, termasuk jiwa dan roh.

Pandang Yesus Di Eklesia Jakarta Dan Kejujuran Di Makalisung Minahasa
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Pola hidup orang Kristen bagaikan ‘buku yang tak pernah habis-habisnya dibaca’. Kenapa? Karena kehidupan sebagai manusia biasa, tidak ada apa-apanya, kecuali Kristus Yesus yang memberikan kemampuan. Hal ini, dapat digambarkan oleh kegiatan-kegiatan peribadatan Sabat yang berlangsung di beberapa tempat, belum lama berselang.

Misalnya di seperti saat berlangsungnya kebaktian di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Eklesia Jakarta yang lokasi beribadahnya ada di Menara Imperium Kuningan. Dr. Peggy Iskandar Wowor menyatakan bahwasanya Yesus yang harus dilihat bukan sesama manusia. “Pandanglah Yesus, jangan kita memandang kekurangan orang lain” katanya, seperti yang dikutip Esther Oroh.

Di kesempatan yang sama namun di tempat yang berbeda, Glenny Loing yang melayani anggota GMAHK Jemaat Makalisung Minahasa, menceritakan kisah Raja Salomo dengan dua orang ibu yang meminta kebijaksanaan Raja soal anak kekasih. Artinya, kata Glenny seperti dikutip oleh Esther Sangari, jika berlaku jujur maka kita akan memperoleh kebenaran yang nyata, cepat atau lambat.

Orang Olobaru Meminta Dan Dikabulkan, Orang Kotamobagu Yakin Allah Sanggup
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Ketergantungan kepada kasih Kristus adalah kekuatan kita bersama.Hal inilah yang terus dipraktikan oleh anak-anak Tuhan yang mau berjalan bersama Dia setiap saat. Adalah Mrs. Jeinny Kosegeran-Waha di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Olobaru Sulawesi Tengah dan Mrs. Gladys Damping di GMAHK Pioneer Kotamobagu Sulawesi Utara yang mengungkapkan beberapa waktu lalu.

Mrs. Jeinny meminta doa kepada Tuhan agar anak kekasih mampu melayani jemaat melalui khotbah Sabat siang “Tuhan tolong sanggupkan anak hamba membawakan Firman-Mu pada Sabat yang indah dan diberkati ini. Amin”. Permintaannya dikabulkan ketika sang putra sukses membahas Sabda Tuhan. Tidak itu saja, pada Minggu (17/11) lalu, pembangunan GMAHK Jemaat Olobaru telah dimulaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan oleh Pdt. Franky Barahama, S.Th.

Di kesempatan berbeda, Mrs. Gladys Damping dikuatkan dengan Firman Tuhan yang dikhotbahkan Pdt. S. Gosal yang merinci tulisan II Korintus 9:9. Usai menyimak materi tersebut, anggota-anggota gereja semakin diteguhkan soal kesanggupan Allah yang Maha Kuasa menolong dan membuka jalan bilamana ada masalah yang dialami oleh jemaat secara pribadi maupun secara umum.

Sabat Pujian : Khotbah Dalam Lagu Di Kerit Timika, Vg Di Talaitad, Kolintang Di Tumumpa, Dalam Hati Di Danpuas Serta Koor Di Sentrum Airmadidi
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Hari yang indah, diberkati dan mulia, sejatinya dipenuhi dengan puja dan puji, seperti yang dialami oleh segenap anggota-anggota Jemaat di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Kerit Timika, GMAHK Jemaat Talaitad Minahasa, GMAHK Jemaat Tumumpa Manado, GMAHK Jemaat Danpuas Minahasa Utara (Minut) dan GMAHK Jemaat Sentrum Airmadidi Minut.

Menurut Hinggins Runturambi, Mr. Wilar menjadi pembicara dalam khotbah melalui lagu-lagu di Kerit Timika. Sementara Megalia Kaseger bersama dengan Charity Voice Singers melayani di Talaitad. Kalau Pola Philip, memimpin anak-anak di Tumumpa Kota Manado memainkan musik Kolintang (alat musik tradisional Minahasa). Jane Dungus, justru semangat berbakti dengan menyanyi dalam hati di Danpuas sembari menyatakan “di dalam kaabah-Mu menyembah, memuji dan memuliakan-Mu”. Terakhir Joseph Kambey bernyanyi bersama Koor Jemaat Airmadidi Sentrum senandung “Ajaiblah Yesus Juruslamatku”.

Resep Jitu : Percaya Diri Kairupan, Sabar Kirojan Dan Senang Toalu
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Setiap orang akan merasakan kepuasan bathin bilamana aspek-aspek kepribadian yang dimilikinya dapat dimaksimalkan. Hal inilah yang dibuktikan beberapa umat Tuhan yang ber-Sabat di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Perkamil Manado sampai Jakarta Pusat.

Mrs. Frida Kairupan yang merupakan istri kekasih Ketua GMAHK Daerah Konferens Kota Manado dan Provinsi Maluku Utara Pdt. Ferry Rattu, MA menyatakan semangat dan kepercayaan diri dalam melayani, di GMAHK Jemaat Perkamil Manado. “So tua sayang, mar tetap melayani (meski dikata sudah lanjut usia, tapi tetap semangat)”, katanya.

Di kesempatan lain, Bobby Kirojan menyatakan salah satu kiat untuk menjadi pribadi yang sabar adalah mewartakan firman “Berkhotbah dan mengajar injil, adalah salah satu bidang yang paling sulit untuk melatih kesabaran”. Tidak berbeda, Farland Toalu yang bergereja di Jakarta Central SDA Church, Pacific, merasa sangat senang menikmati Hari Sabat.

Dari Tidak Bergereja, Sampai Merayakan Dengan Banyak Tamu Dari Pondok Kopi Jakarta Di Motoling Minsel
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Hari kesukaan tetap diimani sebagai momen berkat-berkat tak terukur. Apapun keadaan kita atau dengan siapa kita merayakan kesucian hari Sabat. Pengalaman ini juga dialami oleh dua anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Ranotana-Karombasan Manado yakni Laura Mundung dan Reinmer Rendly Gorianto.

Khusus bagi Mundung, menyatakan tetap bersukacita meski anak kekasih menderita sakit dan tidak sempat berbakti di rumah gereja. “Absent ke gereja hari ini, Preslie sakit, Dod please heal my son. Semoga cepat sembuh”, pintanya. Sebaliknya, GoriantoRenmer Rendly bersyukur karena bisa bertemu sekaligus berbagi kesaksian dengan saudara seiman dari GMAHK Jemaat Pondok Kopi Jakarta di GMAHK Jemaat Motoling Minahasa Selatan.

Lingkaran Bakti Di Bengkol Dan Kanaan Manado, Pinaras Tomohon, Kakas Dan Lewet Minahasa, Sungguhminasa Makassar, Kalvari Tembagapura, Wamena, Jayapura, Kenangan Popontolen Dan Cibubur.
Dilaporkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Selebrasi perayaan puncak penciptaan dunia yakni Hari Sabat, diperingati setiap pekan dengan penuh semangat dan sukacita iman. Justru itu, bertambah bahagia kita bersama jika mengetahui anak-anak Tuhan membuat lingkaran bakti di jemaat-jemaat seanteru tanah air tercinta.
Mulai dari Bramy Koapaha yang beribadah di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Bengkol Kota Manado, Christa Karundeng di GMAHK Jemaat Kanaan Manado, Cyntia Warouw di GMAHK Jemaat Pinaras Tomohon, Ferlly Komaling di GMAHK Jemaat Sentrum Kakas Minahasa, dan Bakti Wanita Advent Rayon II Abigail Daerah Konfrens Minahasa yang berbakti di di GMAHK Jemaat Lewet Tondano.

Seterusnya Nefig Armedi yang berbakti di GMAHK Jemaat Sungguhminasa Makasar, Jerry Pangkey di GMAHK Jemaat Kalvari Tembagapura, Stephen Ruhupatty Mc Arthur, Olfiane Van Gobel di GMAHK Jemaat Kenangan Popontolen Minsel, Jenneth Menengkey bersama di Jayapura yang beribadah di kantor Jiwasraya, Adriana Pulu di GMAHK Jemaat Galilea Kota Wisata Cibubur (Ruko Sentra Eropa), Freyke Tumengkol di GMAHK Jemaat Wamena dan Meidy Pangau di GMAHK Jemaat Agape Tumaluntung.

SUKACITA MELODI BEVERLY MAKATITA
Dilaporkan oleh: Moldy Mambu, BAIT Manado

Manado [BAIT]. Berkat Tuhan dalam keluarga perlu di syukuri. Itu sebabnya kehadiran sang putri Melodi Beverly Makatita di keluarga Makatita-Kunu oleh mama papa dan omanya membuatkan syukuran HUT yang pertama. Acara yang berlangsung di Resto Big Fish dihadiri oleh seluruh keluarga dan sahabat. Pada kesempatan itu Pdt. Noldy Sakul, Ketua Uni Timur telah mendoakan khusus untuk Melodi bersama orang tuanya dan oma tercinta Milka Salindeho.SH MH.

Nampak hadir seluruh Bendahara di uni Timur dan Ketua Daerah yang sementara mengikuti acara Komite akhir tahun Uni Indonesia Bagian Timur.

Yesus Berkata: Diam dan Tenanglah
Oleh Pdt. R. Kesaulsya

Tenggelamnya kapal mewah Titanic pada tanggal 15 April l912 merupakan malapetaka kelautan terburuk dalam sejarah di abad 20 yang lalu. Reruntuhan Titanic ditemukan oleh Robert Ballard tahun 1985. (National Geopgraphic, Dec. 1986; Houston Post, Oct. 3, 1994, p. A-5).

Berat kapal 46 juta kg. Panjangnya 264,60 m. Lebar 27,6 m dan tinggi 31,2 m dari lunas. Kapal Titanic dibuat dengan menghabiskan 20.000 ton baja. Kekuatan mesinnya 50.000 TK. Dindingnya dibuat berkonstruksi baja setebal 5 cm dengan 16 ruang kedap air. Berat jangkarnya 1.500 kg dan memerlukan 20 ekor kuda untuk menarik kereta bermuat jangkar tersebut. Kapal Titanic dibuat di galangan kapal di Belfast Irlandia oleh 16 insinyur terkenal dengan perancang kapal Thomas Andrews.

Thomas Andrews berkata: “Kapal ini paling sempurna buatannya yang dapat dipikirkan otak manusia”. Kemudian ia tambahkan bahwa: “Kapal ini tahan hantaman ombak dan gelombang bahkan Tuhan Allah sendiri tak dapat menenggelamkannya”. Tanggal 10 April 1912 Titanic siap diberangkatkan dari London menuju New York dengan membawa 2.300 penumpang. Begitu yakinnya mereka akan kehebatan kapal ini sehingga disediakan hanya 20 sekoci untuk 1.250 orang.

Kapten Edward J. Smith yang sudah mengantongi pengalaman berlayar selama 43 tahun dipercayakan menakhodai pelayaran perdana Titanic. Ini adalah pelayaran terakhir menjelang pension. Kecepatan ditambah menjadi 22 knot per jam untuk memecahkan rekor pelayaran London-New York. Jalur yang akan dilayari kapal Titanic saat itu dipenuhi dengan gunung es terapung.

Dalam bukunya “The World’s Greatest Mistakes, halaman 63-70 Nigel Blundel mengatakan bahwa berbagai amaran radio disiarkan oleh kapal-kapal yang turut melayari lautan tersebut. Sejak tanggal 14 April 1912 amaran-amaran radio di teruskan ke kapal Titanic dari: (1) Kapal Baltic pada jam 7:15 malam. (2) Kapal Messaba pada jam 9:40 malam. (3) Kapal Californian yang berhenti 8 mil dari sebuah gunung salju besar. Namun semua amaran tersebut diabaikan saja oleh operator radio Titanic dengan keyakinan bahwa kapal ini termasuk yang terhebat, terbesar dan tak dapat ditenggelamkan oleh apapun.

Operator radio begitu yakin sehingga amaran-amaran tidak diperhatikan dan tidak dijawab baik melalui kode morse ataupun lampu sorot. Semua amaran yang ditelegramkan sebanyak 6 kali mengatakan: “Awas, hati-hati. Ada banyak gunung salju di jalur pelayaran anda.” Amaran ke 7 dijawab oleh operator radio yang sementara menikmati musik di radionya dengan mengatakan: “Tutup mulut, saya lagi sibuk.”

Perwira jaga di malam naas itu bernama Fredrick Fleet melihat sebuah bayangan gelap yang besar tepat di jalur kapal. Dengan segera ia perintahkan perwira Murdock di ruang kemudi untuk hentikan mesin dan segera mundur. Tetapi kecepatan kapal tak dapat ditahan. Kapal Titanic menghantam sebuah gunung salju dengan ketinggian 27 meter pada jam 11:40 malam, 30 menit setelah amaran ke 7. Dinding kapal sepanjang 60 meter terrobek dan Titanic terpatah dua.

Para penumpang di kapal hanya merasakan sedikit goncangan tetapi tidak menyadari bahwa haluan kapal bagian kanan telah terrobek sepanjang 60 meter dan air mulai menyerbu ke dalam palka kapal. Ketika para perwira dan operator radio menyadari keadaan barulah kesibukan mengirim berita SOS mulai dikirim. Kapal Californian yang berada paling dekat ke kapal Titanic hanya sekitar 12 mil. Tetapi karena amaran-amaran yang dikirim tidak dijawab oleh operator radio Titanic, mereka kemudian mematikan radio mereka dan mulai beristirahat.

Ketika lampu-lampu mulai padam dan menyala berulang kali, para perwira Californian berpikir bahwa Titanic sementara merayakan pelayaran perdananya. Itulah sebabnya ketika balon lampu ditembakkan ke udara mereka juga berpikir bahwa itulah puncak perayaan Titanic. Tetapi mereka tidak tau bahwa sebenarnya Titanic dalam keadaan bahaya. Sampai pada saat seluruh lampu tidak lagi kelihatan baru mereka di Californian sadar bahwa Titanic sudah tenggelam. Dalam pengadilan kelautan, kapten kapak Californian dipersalahkan mengapa tidak kirim bantuan, dijawab oleh kapten seperti yang diceritakan di atas.

Dalam Markus 4:35-40 menceritakan pengalaman Tuhan Yesus bersama murid-muridNya di laut Galilea. Markus 4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Berbeda dengan kapal Titanic. Ini hanya sebuah perahu kayu kecil bermuatan 13 orang, tanpa sekoci, alat-alat navigasi, mesin, atau listrik dihantam gelombang besar disertai angin kencang pada malam itu. Dari peristiwa ini kita mendapatkan sejumlah pelajaran penting yang kami peroleh dari seri buku ”Alfa dan Omega” jilid V halaman 358-368:

1.”Kekuatan sendiri dan ketangkasan kita tidak berarti apa-apa dalam menghadapi kekuatan alam”. Para murid ini telah biasa hidup di danau itu serta mahir mengemudikan perahu mereka dengan selamat melalui angin ribut, namun saat itu mereka tidak berdaya.

Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 2 Korintus 10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

2. ”Murid-murid lupa Tuhan Yesus”. Pepatah Cina: ”Bila sudah minum air, jangan pernah lupa akan sumbernya.”

Yesaya 51:12 Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut…..51:13 sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi,… Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Yesaya 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

3. ”Belum pernah ada satu jiwa yang berseru kepadaNya dilalaikan.”
Injil Matius membahas dalam Matius 8:25 “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Markus 4:38 “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Lukas 8:34 ”Guru, guru, kita binasa.”.
”Ketika kilat memancar mereka melihat Yesus sementara tidur nyenyak, tidak terpengaruh oleh angin ribut.”
Mazmur 107:19 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, Yoel 1:14 Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.

4. ”Yesus berharap pada kuasa Bapa.”
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

5. ”Mereka kurang percaya.”
Epesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

6. ”Dosa membinasakan kedamaian.” Apabila diri tidak ditaklukkan, kita tidak akan memperoleh kesentosaan.
Yesaya 59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

7. ”Kemurahan Kristuslah yang telah memperdamaikan jiwa kepada Allah.”
Mazmur 107:29 dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. 107:30 Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

Yesus Kristus adalah sumber keselamatan kita. Hari ini Ia mengajak anda dan saya untuk datang kepadaNya dalam doa dan permohonan. Ia berkuasa mendiamkan angin ribut, yaitu menyelesaikan gejolak hidup kita. Ia berkuasa menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan memberi makan mereka yang lapar. Ia berkuasa mengampuni dosa seberapa besarnya dosa kita. Yesus sumber keselamatan. Sebagaimana Ia telah menyelamatkan murid-muridNya di malam yang gelap penuh topan dan gelombang, maka Ia dapat menyelamatkan kita dari dunia ini menuju hidup kekal nanti di Surga.

Selamat SABAT

Ellen White &
Ilmu Pengetahuan
Oleh : Pdt. Robert Walean, Jr.

\

Sejak awal dari gereja kita Ny. Ellen G. White telah menaruh perhatian pada anak-anak dan orang muda. Berbicara mengenai orang muda, ia menuliskan, “The Lord directed our minds to the importance of the educational work. We saw the need of schools, that our children might receive instruction free from the errors of false philosophy, that their training might be in harmony with the principles of the word of God.”(TM 27).

Pada tahun 1884, pada tulisannya yang berjudul “Science and the Bible in Education” (ST March 20,1884), Ny. Ellen G. White memulaikan tulisannya dengan sebuah penyataannya, “The foundation of all right education is a knowledge of God.” Tidak seperti yang banyak orang tua pikirkan bahwa intelektual yang terlatih dengan baik adalah lebih penting dari pengenalan akan Allah, ia mengajak para orang tua dan guru-guru untuk menempatakan Allah sebagai yang pertama.

Tujuan yang benar dari pendidikan, ia katakan adalah menempatkan kita untuk cocok bagi pelayanan pada Allah, tetapi setan berusaha untuk menyerang akan hal ini dengan memperkenalkan suatu pendidikan yang salah. Kemudian ia merujuk pada hal-hal ilmiah yang menempatkan teori evolusi sebagai sesuatu yang memiliki kuasa yang besar dan alam ini berjalan sesuai dengan hukum yang ditetapkan sedemikian rupa sampai-sampai Allah sendiri tidak dapat merubahnya.

Mengenai ilmu pengetahuan alam ini, Ny. Ellen G. White menuliskan “nature is not self-acting; she is the servant of her Creator. Nature is not an inherent power that guides the planets and keeps them in position, but the hand of God. Parents and teachers, therefore, should aim to impress the young minds with the beauty of truth. They should realize that the safety of the young depends upon combining the religious culture with general education.” (ST, March 20, 1884).

Ny. Ellen G. White menyampaikan suatu pemikiran yang mendasar dan mendominasi semua tulisan-tulisannya mengenai ilmu pengetahuan, bahwa semua ilmu pengetahuan yang benar adalah selaras dengan pekerjaan Allah. “Science opens new wonders to our view; she soars high and explores wonderful depths, but she brings nothing from her research that conflicts with divine revelation . . .
the book of nature and the written word do not disagree, each sheds light on the other.” (ST, March 20, 1884).

Pada tahun 1896, di General Conference, salah satu dari tanggung jawab kita, ia katakan adalah sekolah-sekolah kita bagi orang-orang muda kita. Dalam sekolah-sekolah ini para pelajar bukan hanya mempelajari kehendak Allah, tetapi juga menjangkau cabang-cabang ilmu pengetahuan yang paling tinggi untuk dapat mengerti pekerjaan Allah dengan lebih baik (GCB Oct. 1, 1896). Ia mendorong orang tua dan para pelajar untuk berusaha mencapai yang tertinggi.

Pada tgl 18 Januari 1894, Ny. Ellen G. White menuliskan pada W. W. Prescot “All who engage in the acquisition of knowledge should aim to reach the highest round of progress. Let them advance as fast and as far as they can; let their field of study be as broad as their powers can compass” (2MR 211). Namun pada waktu yang sama dia mengingatkan bahwa mereka harus membuat Tuhan sebagai dasar kebijaksanaan mereka.

Pada kesempatan yang lain Ny. Ellen G. White menuliskan bahwa “too often the minds of students are occupied with mens theories and speculations, falsely called science and philosophy.” (COL 25). Itu sebabnya ia mendesak para guru untuk membawa murid-murid mereka dalam hubungan yang dekat dengan alam. “Let them learn that creation and Christianity have one God. Let them be taught to see the harmony of the natural with the spiritual.” (Ibid.).

Sehubungan dengan ilmu pengetahuan alam mengenai bumi disekolah-sekolah, Ellen G. White telah secara tegas mengamarkan untuk melawan teori-teori yang salah di kelas-kelas. Ia menuliskan “Before the theories of men of science are presented to immature students, they need to be carefully sifted from every trace of infidel suggestions.” (CT 390), ia juga menasihatkan “One tiny seed of infidelity sown by a teacher in the heart of a student may spring up and bring forth a harvest of unbelief.” (Ibid.). Bahkan buku-buku sekolah tidaklah lepas dari perhatiannya, ia juga mengamarkan “We need to guard continually against those books which contain sophistry in regard to geology and other branches of science.” (Ibid.). Ia Melihat semua ini dalam kerangka suatu pertentagan yang besar dan mengindikasikan bahwa setan adalah yang telah memulaikan teori-teori ini, itu sebabnya “Therefore, let our teachers beware lest they echo the falsehoods of the enemy of God and man.” (Ibid).

Amaran Terhadap Kepura-puraan
Kisah Para Rasul – Ellen G. White

S
ementara murid-murid memasyhurkan kebenaran Injil di Yerusalem, Allah memberikan kesaksian atas perkataan mereka, dan orang banyak pun percayalah. Banyak dari orang-orang percaya yang mula-mula ini dengan segera dikucilkan dari keluarga dan sahabat-sahabat mereka oleh kefanatikan dari orang-orang Yahudi, dan perlu menyediakan bagi mereka makanan dan perlindungan.

Catatan mengatakan, “Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka,” dan itu menceritakan bagaimana keperluan itu dipenuhi. Di antara orang-orang percaya yang mempunyai uang dan harta mereka dengan senang hati mengorbankannya untuk memenuhi keadaan darurat. Setelah menjual rumah dan tanah mereka, mereka membawa uang itu dan meletakkannya di kaki rasul-rasul “lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.”

Kedermawanan di pihak orang-orang percaya adalah akibat kecurahan Roh Kudus. Orang-orang yang bertobat kepada Injil adalah dari “satu hati dan satu jiwa.” Satu minat yang umum mengendalikan mereka–kemajuan dari tugas yang dipercayakan kepada mereka; dan sifat loba tidak mempunyai tempat dalam kehidupan mereka. Kasih mereka untuk saudara-saudara mereka dan pekerjaan yang telah mereka dukung, adalah lebih besar daripada kasih mereka akan uang dan kepunyaan. Pekerjaan mereka menyaksikan bahwa mereka memperhitungkan jiwa manusia lebih tinggi daripada kekayaan dunia.

Demikianlah akan terjadi bila Roh Allah memiliki kehidupan. Mereka yang hatinya diisi dengan kasih Kristus, akan mengikuti teladan dari Dia yang untuk kepentingan kita menjadi miskin, supaya oleh kemiskinan-Nya kita boleh dijadikan kaya. Uang, waktu, pengaruh–segala pemberian telah mereka terima dari tangan Allah, mereka akan menilai hanya sebagai suatu alat untuk memajukan pekerjaan Injil. Demikianlah adanya pada sidang yang mula-mula; dan bila dalam sidang dewasa ini kelihatan bahwa oleh kuasa Roh anggota-anggota telah mengambil kasih mereka dari perkara-perkara dunia, dan bahwa mereka rela mengadakan pengorbanan supaya sesama manusia boleh mendengar kabar Injil, kebenaran yang dimasyhurkan akan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pendengar-pendengarnya.

Dalam perbedaan yang nyata kepada teladan kedermawanan oleh orang-orang percaya, menunjukkan sikap Ananias dan Safira yang mereka alami, telah meninggalkan noda hitam pada sejarah sidang yang mula-mula. Dengan orang-orang lain, orang-orang yang mengaku murid-murid ini telah mendapat kesempatan untuk mendengar kabar Injil yang dikhotbahkan oleh rasul-rasul. Mereka telah hadir dengan orang-orang percaya yang lain apabila rasul-rasul selesai berdoa, “goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” Kisah 4:31. Keyakinan yang dalam menguasai semua yang hadir, dan di bawah pengaruh langsung dari Roh Allah, Ananias dan Safira telah mengadakan perjanjian untuk memberikan kepada Allah hasil penjualan dari harta tertentu.

Sesudah itu, Ananias dan Safira mendukakan Roh Kudus oleh menyerah kepada perasaan tamak. Mereka mulai menyesali perjanjian mereka dan tidak lama kemudian hilanglah pengaruh yang manis dari berkat yang telah menghangatkan hati mereka dengan kerinduan untuk melakukan perkara-perkara yang besar demi pekerjaan Kristus. Mereka pikir mereka telah terlalu tergesa-gesa, sehingga mereka harus mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Mereka membicarakan kembali persoalan itu, dan mengambil keputusan untuk tidak memenuhi perjanjian mereka. Tetapi mereka melihat bahwa orang yang memberikan harta miliknya untuk mencukupi keperluan saudara-saudara yang lebih miskin, dihormati di antara orang-orang percaya; dan malu bila saudara-saudaranya mengetahui bahwa jiwa mereka yang cinta diri sendiri merasa iri terhadap sesuatu yang mereka telah serahkan dengan sungguh-sungguh kepada Allah, mereka mengambil keputusan untuk menjual harta mereka dan pura-pura memberikan segala penghasilan ke dalam dana umum, tetapi sebenarnya menahan sebagian besar untuk mereka sendiri. Dengan demikian mereka dapat menjamin penghidupan mereka dari simpanan umum dan pada waktu yang sama mendapat penghormatan yang tinggi dari saudara-saudara mereka.

Tetapi Allah membenci kepura-puraan dan kepalsuan. Ananias dan Safira menjalankan penipuan dalam perlakuan mereka kepada Allah; mereka berdusta kepada Roh Kudus, dan dosa mereka diganjar dengan hukuman yang cepat dan ngeri. Bila Ananias datang dengan persembahan, Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus, dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu dan setelah dijual, bukankah “hasil-hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu. Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

“Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.”

“Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu?” Petrus bertanya. Tidak ada pengaruh di luar batas yang ditanggungkan ke atas Ananias untuk memaksa dia untuk mengorbankan harta miliknya demi kebaikan umum. Ia telah bertindak karena pilihan. Tetapi dalam mencoba memperdayakan murid-murid, ia sudah berdusta kepada Yang Mahakuasa.

“Kira-kira tiga jam kemudian masuklah istri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Kata Petrus kepadanya, Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu, kamu jual? Jawab perempuan itu, Betul, sekian. Kata Petrus, Mengapa kamu bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar. Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.”

Hikmat Ilahi yang tak terbatas menunjukkan tanda bahwa manifestasi murka Allah perlu untuk menjaga sidang yang baru dari kehilangan semangat. Jumlah mereka dengan cepat bertambah. Sidang akan terancam jika dalam pertambahan yang cepat akan orang-orang percaya, pria dan wanita yang telah ditambahkan yang sementara mengaku menyembah Allah, sedang memuja Mamon. Pehukuman ini membuktikan bahwa manusia tidak dapat menipu Allah, dan Ia mendapati dosa-dosa yang tersembunyi dalam hati, dan bahwa Ia tidak dapat diolok-olok. Hal itu ditentukan sebagai amaran kepada sidang, untuk memimpin mereka menjauhkan kepura-puraan dan kemunafikan dan berjaga-jaga dari merampok kepunyaan Allah.

Bukan hanya kepada sidang yang mula-mula, tetapi juga kepada semua generasi yang akan datang, teladan dari kebencian Allah akan ketamakan, penipuan dan kepura-puraan, diberikan sebagai tanda bahaya. Ketamakanlah yang mula-mula digemari Ananias dan Safira. Keinginan untuk menahan bagi diri sendiri sebagian dari apa yang mereka telah janjikan kepada Tuhan, memimpin mereka kepada penipuan dan kepura-puraan..

bersambung…
Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

Paham Pemeliharaan Hari Minggu
lanjutan ….

B
erakhirnya Siksaan Dahysat Masa Supremasi Paus (1260 Tahun). Di dalam Matius 24:29 disebutkan, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” Pertanyaan dapat dimunculkan adalah, apakah Sebutan “Siksaan yang dahsyat” dalam Injil Matius 24 ada korelasinya dengan “Masa Kesukaran” dalam Daniel 12:1?……Jawabannya adalah tidak ada korelasi baik secara waktu peristiwa penggenapan dalam sejarah.“Tribulasi” (siksaan yang dahsyat) sering dibingungkan dengan “masa kesukaran” yang dibicarakan di dalam Daniel 12:1, yang mana akan terjadi di hari-hari terakhir. Dua periode secara nyata dipisahkan lebih dari 200 tahun. Kata “tribulasi” menunjukkan satu penganiayaan terhadap umat Allah. “Tribulasi“ yang dibicarakan oleh Yesus sudah terjadi, selama zaman kegelapan. “Masa kesukaran,” pada satu sisi, akan menjadi periode dari murka Allah ke atas mereka yang benar-benar menolak rahmat-Nya. “Hari-hari itu” di dalam Matius 24:29 (KJV) adalah satu rujukan kepada nubuatan 1260 hari / tahun (538-1798 TM). “Tribulasi dari hari-hari itu” adalah bagian dari nubuatan di dalam mana umat Allah dianiaya. Peristiwa yang paling signifikan untuk membawa penganiayaan kepada sebuah akhir adalah pendirian negara Amerika Serikat sebagai satu negeri dari kebebasan.

Pada tahun 1776, Deklarasi Kemerdekaan negara itu ditandatangani, menyatakan bahwa “semua manusia diciptakan sederajat, bahwa mereka dianugrahi oleh Pencipta mereka dengan hak-hak tertentu yang tak dapat diambil orang lain, bahwa di antara hak-hak ini adalah hak kehidupan, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan.” Amerika membuka pintu-pintunya kepada semua yang mencari kebebasan beragama, menjaminkan hak terhadap semua orang untuk beribadah menurut hati nurani mereka. Dengan demikian penganiayaan pada hari-hari itu dipersingkat demi umat pilihan (Matius 24:22).

Oleh karena itu, Yesus, secara tepat mengidentifikasi kapan matahari akan menjadi gelap: “Tetapi pada hari-hari itu (538-1798 TM), sesudah masa tribulasi (sesudah tahun 1776), matahari akan digelapkan, dan bulan tidak akan memberikan cahayanya.” (Markus 13:24).Itu terjadi sesaat sesudah tahun 1776, dan sebelum tahun 1798. Benar untuk ramalan Kristus, matahari digelapkan pada tanggal 19 Mei 1780.

c. Masa Kesukaran Di Akhir Zaman (Wahyu 7:13, 14)
Rasul Yohanes menulis tentang keberadaan masa kesukaran menjelang kedatangan Kristus kedua kali (Wahyu 7:13, 14) yang berbunyi sebagai berikut: “Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: ‘Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?’ Maka kataku kepadanya: ‘Tuanku, tuan mengetahuinya.’ Lalu ia berkata kepadaku: ‘Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.’” Kalau begitu, kapankah Masa Kesukaran Di Akhir Zaman Itu? Masa kesukaran menjelang kedatangan Kristus kedua kali dalam kitab Wahyu secara jelas akan terjadi di dalam konteks waktu setelah masa pemeteraian umat-umat Allah yang tergabung ke dalam kelompok 144.000 (Wahyu 7:4-8). Memang ayat-ayat ini tidak menyebutkan secara harafiah terkait waktu kapan masa kesukaran di akhir zaman akan terjadi dan apakah orang yang dimeteraikan hanya berjumlah 144.000. Akan tetapidengan tidak mengabaikan kapan dan berapa jumlah orang-orang yang dimeteraikan ini, pekabaran keseluruhan dari Wahyu pasal 7 ini jelas mengindikasikan bahwa orang-orang yang dimeteraikan itu akhirnya akan berada di sorga. Mereka yang berada disorga ini dilihat oleh Yohanes “berdiri di hadapan Anak Domba dengan memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka” (ayat 9). Mereka boleh berada di antara sekumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya karena mereka telahdari “kesusahan besar” (ayat 14).

Pertanyaan Sekali Lagi, Kapan Masa Kesukaran Besar Ini Akan Terjadi? Alkitab pasti memiliki jawabannya sendiri. Kitab Daniel menunjukkan masa kesukaran di akhir zaman. Dalam Daniel 12:1 menunjukkan waktu bahwamasa kesukaran itu akan terjadi ketika Mikhael berdiri. Ungkapan berdirinya Mikhael ini ditempatkan di bagian lain dalam Daniel 11 untuk merujuk kepada seorang raja yang mengambil tahta atau mulai pulsa (11:2-3). Perhatikan di sini bahwa Yesus berdiri(di bilik maha kudus di sorga) menanggalkan jubah keimamatan dan menggantinya dengan jubah kerjaan dan mulai untuk memerintah sebelum masa kesukaran.Mikhael berdiri di sorga pada awal masa kesukan atau masa kepicikan Yakub. Ini harus berarti bahwa Yesus akan menerima kerajaan di sorga pada penutupan pintu kasihan sebelum Ia kembali di akhir masa kesukaran besar.Ini sesuai secara sempurna dengan Daniel 7 di mana Yesus pergi menghadap Yang Lanjut Usia (Allah Bapa) untuk menerima kerajaan tetapi hanya menyerahkan itu kepada umat-umat-Nyapada kedatangan-Nya kedua kali ke bumi. Ini pastilah waktu ketika Ia menggantikan jubah keimamatan-Nya dengan jubah kerajaan-Nya, seperti yang Ellen G. White tuliskan berikut ini: “Kemudian saya melihat bahwa Yesus belum hendak meninggalkan Bilik Maha Kudus, sampai setiap kasus diputuskan baik untuk keselamatan maupun untuk kehancuran: dan bahwa murka Allah tidak akan dapat datang sampai Yesus sudah menyelesaikan pekerjaan-Nya di Bilik Maha Kudus—menanggalkan jubah keimamatan-Nya dan memakaikan kepada-Nya Sendiri jubah pembalasan. Kemudian Yesus akan melangkah keluar dari antara Bapa dan manusia, dan Allah akan tetap lagi akan berdiam; tetapi mencurahkan murka ke atas mereka yang sudah menolak kebenaran-Nya. Saya melihat bahwa amarah bangsa-bangsa,murka Allah dan waktu untuk mengadili orang mati, adalah peristiwa-peristiwa terpisah , satu mengikuti yang lainnya. Saya melihat bahwa Mikhael belum berdiri, dan bahwa masa kesukaran, seperti yang belum pernah terjadi, belum dimulai. Bangsa-bangsa sekarang sedang marah, tetapi ketika Imam Besar kita sudah menyelesaikan pekerjaan-Nya di kaabah, Ia akan berdiri, mengenakan jubah pembalasan, dan kemudian tujuh malapetaka akan dicurahkan. Saya melihat bahwa empat malaikat hendak menahanan empat mata angin sampai pekerjaan Yesus sudah dilakukan di Kaabah, dan kemudian akan mendatangkan tujuh malapetaka terakhir.”{Ellen G. White, Review and Herald,1 Agustus 1849, parag. 14}.

Lebih lanjut White menulis: “Saya melihat malaikat-malaikat ke sana kemari di sorga. Seorang malaikat kembali dari bumi dengan satu tanduk berisi tinta penulis di sisinya, dan melapor kepada Yesus bahwa pekerjaannya sudah dilakukan, bahwa orang-orang kudus sudah dihitung dan dimeteraikan. Kemudian saya melihat Yesus, yang sudah melayani di hadapan tabut yang berisi 10 hukum, menjatuhkan pendupaan. Ia mengangkat tangan-Nya ke atas, dan dengan suara keras berkata, ‘Sudah Dilakukan.’ Dan semua malaikat menanggalkan mahkota mereka saat Yesus membuat pernyataan yang khidmat, ‘Ia yang jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; ia yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan ia yang benar, biarlah ia terus menjadi benar; ia yang kudus, biarlah ia terus kudus!’” {Spiritual Gifts, vol. 1, hlm. 197, parag. 2}.

bersambung …..

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh Max Kaway

‘Ibu Pergilah, Selamatkan Dirimu’
(Kisah Sedih Topan Haiyan Pilipina, dirangkum dari berbagai Sumber)

S
iang itu, tepatnya hari Kamis, tanggal 7 November 2013 terdengarlah sebuah pengumuman dari Presiden Filipina, Benigno Aquino III melalui siaran televisi dan radio ” Diberitahukan kepada semua orang, kita sedang menghadapi bahaya serius, kita akan menghadapi angin raksasa, angin topan Haiyan yang akan melewati kota kita yaitu kota Tacloban, mari kita bersia-siap, saling membantu untuk menyelamatkan diri kita”

“Ibu…Ibu…” teriak seorang gadis kecil, Corry mencoba untuk menceritakan apa yang telah dilihat dan baru saja di dengar melalui televisi “ Angin raksasa akan datang, kita harus bersiap-siap” kata Corry kepada Ibunya. Ibunya bernama Bernadette Tenegra adalah seorang guru sekolah menengah, Ibunya mencoba menenangkan dan menyiapkan makanan dan pakaian, mereka pun segera bersiap-siap untuk melindungi diri mereka. Di malam yang hening terdengar semua orang bersedia untuk menghadapi badai yang tidak lama lagi akan melewati kota mereka,

Jam-jam kepanikan berlalu dengan cepat, tiba-tiba di pagi hari pada hari berikutnya terdengar deruh angin yang sangat kencang, begitu dasyatnya badai topan yang sangat mengerikan itu telah datang begitu cepat, pohon-pohon tumbang, rumah-rumah rusak, Corry dan ibu dan ayahnya bersama kakaknya mencoba untuk melindungi diri mereka namun angin dan badai terlalu dasyat sehingga mereka harus terpisah.

Dalam kondisi angin yang dengan ganasnya menghantam kota itu, Ibu dan Corry memang ketakutan. Namun ibunya berusaha membawa dan melindungi putri bungsunya itu. Saat itu Corry sudah penuh luka akibat terkena serpihan kayu dari pohon dan bangunan.

Namun kalian tak akan menduga apa yang dikatakan gadis itu, “Ma, pergilah tinggalkan aku. Selamatkan dirimu.” Sang ibu berkeras membawa dan menyelamatkan putrinya. Sebagai seorang ibu mencoba untuk melindungi sang anak lebih besar daripada rasa takutnya pada badai tersebut.

“Aku memeluknya dan memintanya untuk terus bertahan., Aku berkata akan membawanya pergi dari situ, namun ia akhirnya menyerah kata Ibunya setelah ia diselamatkan. Corry seolah sudah mengetahui bahwa ia tak akan hidup lebih lama dan meminta ibunya untuk menyelamatkan dirinya saja.

Badai itu menggulingkan rumah, menyapu apapun yang ada di hadapannya. Termasuk ayah dari Corry dan kakaknya yang lain. Namun mereka masih bisa berusaha mencari perlindungan. Hanya Corry yang terjebak dalam pusaran kuat air dan angin yang menjadi satu.

Sebagai seorang ibu, ia berusaha membuat Corry tetap bertahan. Ia terus berteriak memanggil namanya…Corry…..! Corry….! Ibu mencintaimu…., namun sang putri kelihatan terlalu lemah untuk terus hidup. “Akhirnya ibunya meninggalkannya sambil berurai air mata. Tak terbayangkan betapa sedihnya hati seorang ibu ketika kehilangan putri yang ia cintai.

Badai ini memang menjadi salah satu badai terkuat di dunia dan sudah ‘menyapa’ beberapa negara. Dan sedihnya, Ibu Corry, bukan satu-satunya seorang ibu yang kehilangan sanak keluarganya akibat badai ganas ini. Banyak orang yang nampak berusaha mengenali jenazah yang bergelimpangan untuk mencari kerabat mereka yang hilang.

Setelah badai berhenti, anak-anak yang masih selamat namun telah kehilangan ayah dan ibu bahkan saudara-saudarnya, mereka mencoba menuliskan kisah mereka, mereka tak habis akal. Agar bisa diberi bantuan sekaligus untuk memberitahu bahwa mereka masih hidup dan selamat pasca topan, mereka menulis pesan di secarik kertas dan memberikan kepada para penyelamat yang barangkali akan menemukan ayah atau ibu mereka.

Semoga pertolongan dan segala yang terbaik, bisa menyertai para korban topan Haiyan yang ditinggalkan oleh keluarganya.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. “ Yakobus 1:12.

Inpirational Story

Nila Kebenaran
OLeh : Bredly Sampouw

Yah Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar dan memiliki sifat baik. Pada suatu hari, ketika sedang bertugas, ia melihat satu toko kain yang dikerumuni banyak orang. Ia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak, “3 x 8 = 23, kenapa kamu bilang 24?” Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata, “Sobat, 3 x 8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.”

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata : “Siapa minta pendapatmu?” kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.” Yan Hui menjawab, “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?” Pembeli kain pun melanjutkan, “kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku akan aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?” “kalau saya yang salah, jabatanku untukmu,” ujar Yan Hui. Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.

Setelah Confusius mengetahui duduk persoalannya, ia berkata kepada Yan Hui sambil tertawa, “3 x 8 = 23, Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.” Selamanya, Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius berkata bahwa ia salah, dia menurunkan topinya lalu memberikannya kepada si pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Memang, Yan Hui menerima penilaian Confusius, tetapi hatinya tidak sependapat. Ia merasa bahwa Confusius sudah tua dan pikun sehingga tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui meminta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius mengetahui isi hati Yan Hui dan memberi cuti kepadanya.

Sebelum berangkat, Yan Hui berpamitan. Confusius memintanya untuk cepat kembali setelah urusannya selesai. Confusius memberi Yan Hui dua nasihat, “Apabila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon dan jangan membunuh.” Yan Hui berkata, “Baiklah.” Ia kemudian meninggalkan gurunya untuk pulang. Dalam perjalanan, tiba-tiba angin kencang disertai petir muncul. Tampaknya hujan lebat segera turun. Yan Hui ingin berlindung dibawah pohon, tetapi tiba-tiba ingat nasihat Confusius, lalu berpikir dalam hati untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Iapun meninggalkan pohon itu.

Belum lama ia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasihat gurunya yang pertama sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang? Ketika Yan Hui tiba dirumahnya, waktu sudah larut malam. Ia tidak ingin mengganggu tidur isterinya. Ia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, ia meraba dan mendapati ada dua orang di atas ranjang, seorang di sisi kiri dan seorang lagi di sisi kanan. Ia sangat marah dan mau menghunuskan pedangnya. Pada saat hendak menghujamkan pedangnya, ia teringat nasihat confusius, jangan membunuh. Ia menyalakan lilin, ternyata yang tidur di samping isterinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yun Hui kembali ke Confusius. Ia bertelut dan berkata, “Guru, bagaimana guru tahu yang akan terjadi?” Confusius berkata, “Hari kemarin sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh.”

Yan Hui berkata, “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.” Confusius pun berkata, “Aku tahu kamu meminta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu berpikir. Kemarin guru bilang 3 x 8 = 23 adalah benar kamu kalah dan kehilangan jabatanmu, tetapi jika guru bilang 3 x 8 = 24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa lebih penting?”

Yan Hui sadar kesalahannya dan berkata, “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.” Sejak itu, kemana pun Confusius pergi, Yan Hui selalu mengikutinya.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan. Ada pilihan mudah, ada pula yang sukar; ada yang mengandung konsekuensi kecil, misalnya hari ini hendak makan apa, tetapi ada yang mengandung konsekuensi seumur hidup, misalnya memilih pasangan hidup. Nah, jika Anda harus memilih di antara berbagai pilihan buruk, pilihlah yang terbaik diantara yang buruk.

Untuk Dilakukan : “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” Markus 8 : 36
Sering kali, kita tidak mau mengalah untuk hal-hal sepele yang sebenarnya justru membuat kita kalah dalam hal-hal yang lebih besar, kehilangan sahabat. Karena itu selalu berpikir sebelum bertindak, sebelum memutuskan pilihan, karena keputusan yang kita buat disaat kita sedang marah dan emosi akan selalu berakibat fatal dikemudian hari. Ketika pikiran kita kalut, kacau susah mengambil keputusan bertanyalah kepada orang lain yang lebih tua, pengalaman dan yang terpenting bertanyalah kepada Tuhan. Janganlah menganggap sepele hal-hal kecil yang memerlukan keputusan kita, karena mungkin justru itu menentukan nasib kita diwaktu mendatang. Apalagi ketika keputusan kita menyangkut perinsip hidup atau mati atau menyangkut keselamatan, kita perlu berhati-hati. “Pikir dua kali sebelum bertindak sekali, dan selalulah bertanya ketika kita sukar untuk mengambil keputusan”

Pathfindr Club

Jejak Binatang

1. Ketahui sepuluh jenis jejak, termasuk dua
jenis jejak burung. Buat lima cetakan gips
dari antaranya.
2. Sebutkan paling kurang tiga hal yang diterangkan
oleh jejak binatang kepada kita.
3. Ikuti beberapa jejak binatang, jika mungkin, kenali binatangnya, dan beritahukan apakah binatang itu berlari atau berjalan. Ukur jarak antara jejak seekor binatang ketika dia berlari dan berjalan.
4. Pelihara pangkalan pencarian jejak untuk paling kurang tiga hari dengan melakukan yang berikut:
a. Pilih tempat datar yang terbuka di beberapa tempat yang sepi dekat tempat perkemahanmu atau dekat rumahmu.
b. Lembutkan tanah, pasir lumpur dll.
c. Berikan makanan sebagai umpan untuk binatang-binatang liar.
d. Periksa setiap hari apakah ada jejak dan ganti makanan umpan jika diperlukan.
5. Sebutkan dua binatang untuk masing-masing kelompok jejak.
a. Kaki datar (flatfoots)
b. Berjalan dengan jari kaki
c. Berjalan dengan kuku jari kaki
d. Meloncat atau kaki belakang panjang
6. Sebutkan empat tanda kehadiran binatang menyusui.
7. Bedakan jejak kelinci dan tupai, serta jejak keluarga anjing dan keluarga kucing.
8. Sebutkan dua kelompok binatang (menyusui, burung, serangga, dll.) yang meninggalkan jejak berbau.
9. Sebutkan dua burung untuk masing-masing jenis jejak berikut:
a. Melompat
b. Berjalan

10. Disamping jejak, berikan dua tanda lain dari kehadiran burung-burung.
11. Sebutkan dua burung yang dikenal dari bentuk terbang mereka.

Referensi
Tracks and Trailcraft and Wildwood Wisdom, Ellsworth Jaeger, the MacMillan Co.
A Field Guide to Animal Tracks, Olaus Murie, 1945, Houghton Mifflin Co., Boston.
Animal Tracks, George F. Mason, 1943, William Morrow and Co., New York.
AY Pathfinder Field Guide, Lawrence Maxwell.
Field Guide to Tracks of North American Wildlife, Myron and Charles Chase, 1969, Nasco,, Fort Atkinson, Wisconsin.

Tingkat Ketrampilan 2

Rumah Tangga

“KEBAHAGIAAN SEPENUHNYA”
Oleh : Pdt. H.W. Suawah

Bishop Ryan sedang menjalankan upacara pengesahan kepada serombongan anak-anak muda, bertanya kepada seorang anak yang gugup: “Bagaimana katakismus menerangkan tentang matrimony (ikatan perkawinan?)
“Itu adalah keadaan siksaan yang sangat mengerikan, dimana mereka dipaksa mengalami suatu waktu untuk melayakkan mereka bagi dunia yang lebih baik.”
“Bukan, bukan,” sela pendeta wilayah. “Engkau sudah salah artikan definisi purgatory (penyucian dosa).”
“Biarlah,” senyum bishop. “Bagaimana dua orang imam seperti engkau dan saya mengetahui bahwa anak itu tidak benar?.”
Mungkin lebih dari 30% ia benar karena dikatakan ada fakta statistic bahwa di Amerika Serikat sekarang ini satu diantara 3 perkawinan berakhir dengan perceraian. Lihat, baca dan saksikan juga apa yang terjadi dengan perkawinan dinegara kita – para selebritis kawin cerai mewakili gaya hidup masyarakat kita dewasa ini. Kita sedang hidup dalam satu masyarakat yang sakit – suatu masyarakat yang sudah ditulari kuman-kuman yang kotor dalam yang ditunjukkan dalam bioskop, televise, CD, DVD, dalam berates-ratus buku dan majallah, dan diajarkan disekolah-sekolah. Berjuta-juta perkawinan merasa frustasi dan tidak bahagia. Mereka seakan-akan robek dalam jahitannya.
Kemungkinan aspek yang paling menyedihkan dari keadaan itu adalah pandangan yang menyedihkan dari 3 juta lebih anak-anak dimana orang tuanya bercerai. “Keluarga-keluarga Amerika berada dalam kesusahan-kesusahan yang begitu dalam dan mengancam hari depan bangsa itu,” kata seorang pengusaha kepada Gedung Putih untuk anak-anak. “dapatkah keluarga itu hidup lebih lama? Mahasiswa-mahasiswa pemberontak, pasangan-pasangan yang belum menikah tinggal bersama (kumpul kebo)” – semua ini menyengsikan arti dan struktur unit keluarga yang stabil sebagaimana dikenal oleh masyarakat kita.” Kata seorang anthropologist yang terkenal.
Orang-orang lain member amaran: “Tidak ada masyarakat yang dapat bertahan setelaj kehidupan keluarga memburuk.” Perkawinan, sebagai dasar hubungan keluarga, dapat menjadi suatu berkat besar atau ‘malapetaka yang mengerikan’, itu tergantung pada sikap kedua orang yang masuk dalam perkawinan itu.

BAGAIMANA MENCEGAH PERCERAIAN
Kami berikan daftar sederhana dari hal-hal yang negative yang biola dituruti dengan teliti, dapat membawakanhasil yang positif.

BUAT PRIA
Jangan mengawini seorang wanita yang tidak percaya, tidak(suka) berdoa.
Jangan mengawini wanita yang pemarah dan suka cemburu.
Jangan mengawini wanita yang senang dengan tempat-tempat pelesir lebih dari rumah (tangga)nya sendiri.
Jangan memilih wanita yang tidak tahu memasak kecuali anda cukup kaya untuk menggaji seorang pembantu yang ‘pintar’ memasak. – atau kecuali ia banyak uang.

BUAT WANITA
Jangan mengawini seorang pria yang tidak percaya.
Jangan mengawini seorang pria yang mempunyai sifat-sifat yang tidak baik.
JAngan mengawini seorang pria yang selalu mengunci diri didalam bilik atau ditempat pekerjaan ayau klub yang khusus untuk pria saja.
Jangan mengawini seorang pria yang congkak.
Jangan mengawini seorang pria yang mempunyai standard moral yang rendah.
o (Anda bisa tambahkan banyak hal lainnya, tapi poin-point diatas adalah pokok).
Sebuah slogan yang terkenal berkata: “Keluarga yang berdoa bersama-sama, tinggal bersama-sama.” Berbahagialah rumah tangga yang dapat berkata, “Kristuslah kepala rumah tangga ini, tamu yang kelihatan pada setiap jam makan, pendengar yang diam pada setiap percakapan.”

Ragam
Lebih dekat dengan Jemaat Gritma
Lokasi Penyelenggaraan KKR dalam rangka HUT BAIT ke-6
Bukan oleh kuat dan gagah tetapi oleh Roh
Oleh: Departemen Komunikasi GMAHK Gritma

P
erumahan Griya Tugu Mapanget Asri yang lebih dikenal dengan GRITMA, terletak tidak jauh dari bandara udara internasional Sam Ratulangi Manado. Letaknya yang berdekatan dengan airport menjadi pilihan bagi pekerja maupun pengguna airport. Betapa tidak, dari perumahan ini, airport dapat dijangkau dalam waktu lima menit dengan naik ojek. Inilah salah keunikan keunikannya. Meski saat ini fasilitas ini tidak disediakan lagi oleh developer, namun perumahan ini juga dikenal dengan air panasnya.

Seperti keunikan perumahan, demikian pula keunikan jematnya. Di Perumahan dengan rumah sekitar 500 unit ini, berdiri empat rumah ibadah. Gereja MAHK Jemaat Gritma yang gedungnya berlokasi di tengah perumahan tepat di jalan utama juga terbilang unik, karena dua blok kintal gedung merupakan satu-satunya hibah dari developer oleh karena umat Advent yang lebih dahulu penuhi persyaratan. Selain itu, para anggota jemaat juga terbilang unik, karena terdiri atas pendeta dan pengerja pimpinan di Uni maupun Konfrens bahkan serta dari UNKLAB. Tak heran dalam banyak ibadah Sabat, para pengerja tidak dapat hadir di jemaat karena harus mengunjungi jemaat. Karenanya, paling banyak anggotanya ibu-ibu pendeta yang suaminya harus menjadi anggota di tempatnya melayani.
Di tengah keunikan jemaat ini, dua hal utama yang istimewa dan mulai dikenal oleh jemaat sekitar, yakni menu potluck vegetarian serta pemraktek program 777 yang setia. Sejak berdiri, jemaat ini sudah komit untuk menyajikan makanan vegetarian dalam setiap kegiatan jemaat dan sejak tahun 2012 lalu rutin menjalankan puasa berjemaat setiap awal triwulan.

Program revivalpun semakin terasa dengan program Kebaktiak Kebangunan Rohani “SEMUA KARENA CINTA” yang akan berlangsung mulai tanggal 24 hingga 30 November mendatang. Persatuan dan kesatuan sangat terasa selama persiapan KKR, di mana sejak dua bulan lalu jemaat melakukan kerjabakti bersama untuk pematangan lahan gereja dan ruang ibadah dalam gedung. Tidak itu saja, satu bulan terakhir, doa penyerahan untuk KKR rutin dilakukan di gereja; dini hari di saat libur dan malam hari di hari kerja. Hasilnya, puji TUhan. Dia menjawab umatnya yang berdoa meminta janjinya.

“Jiwa-jiwa yang sudah lama menjauh dari gereja mulai datang. Ada yang muncul karena didekati secara langsung, adapula yang bergabung karena pertemanan. Doa minta jiwa rutin dilakukan jemaat dan hasilnya, jiwa datang dengan sendirinya,” ungkap Lucky Mangkey, ketua Jemaat Gritma.

Ada tiga komponen penting dalam meminta janji Tuhan. Yang pertama, kita meminta; kedua kita musti yakin bahwa TUhan sudah menjawab permohonan kita; dan ketiga kita bersyukur dan berterima kasih karena jawabannya. Demikian diulang-ulangi Pendeta Jantje Tumalun yang secara rutin memimpin doa penyerahan dalam bentuk Doa Plus, yakni doa dan meditasi di jemaat Gritma. Program doa jemaat Gritma tidak saja akan berlangsung selama KKR namun akan dijadikan sebagai pola hidup. “Pagi-pagi benar, sebelum fajar menyingsing, Yesus berdoa kepada Bapanya dalam mazmur dan kidung pujian,” demikian Pdt. Jantje Tumalun mengingatkan pola hidup yang seharusnya dijalani umat TUhan yang menanti kedatangan Yesus Yang Kedua Kali. “Berdoa supaya kita boleh bawa jiwa bagi Tuhan,” ingatnya.

Meski terpisah-pisah di berbagai jemaat, tetapi kerukunan umat Advent di perumahan Gritma tetap terpelihara . Dibentuknya Rukun Advent Gritma (RAG) yang juga menjadi penyokong utama KKR “Semua Karena Cinta” nanti membuktikannya. Mari doakan agar kerukunan ini akan terpelihara terus, menjadi terang yang menyinari masyarakat sekitar. Doakan pula KKR
“Semua Karena Cinta” yang akan digelar bersama BAIT Ministry dan Voice of Hope selama satu minggu ke depan agar terlaksana sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan.

Leave a Reply