70 minggu dari Khayal Daniel

70-weeks

(Bab 5 dari buku “Exploding Israel Deception Karya Steve Wohlberg)

Pada tahun 1945, setelah melewati waktu-waktu pergumulan yang sulit, Presiden Harry Truman akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan bom atom ke Jepang. Benar ataupun salah, tujuan dari keputusan ini adalah untuk mengakhiri Perang Dunia II dan mencegah kematian jutaan manusia. Maka, tanggal 6 Agustus, sebuah bom yang dinamakan “Little Boy” jatuh di Hiroshima. Tiga hari berikutnya, bom lain yang dinamakan “Fat Man” dijatuhkan di Nagasaki. Kira-kira 130.000 orang langsung menguap. Banyak yang mendebatkan benar tidaknya untuk menjatuhkan bom tersebut. Tetapi dalam pikiran si pembuat keputusan, hal ini adalah untuk kebaikan Amerika.

Saudara, adalah juga untuk kebaikan dari pekerjaan penginjilan di seluruh dunia maka Tuhan menjatuhkan “bom kebenaran” mengenai khayal nubuatan besar yang dipercayai jutaan orang sekarang ini. Sekarang saatnya untuk menjatuhkan “little Boy”, sedangkan “Fat Man” untuk bab berikutnya.

Alkitab berkata “Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan” Daniel 9:27

Pernahkah Saudara mendengar tentang “periode tujuh tahun kesusahan besar”? Keseluruhan ide hal tersebut berasal dari dua kata di dalam ayat di atas! Dua kata tersebut adalah “satu minggu”. Periode “satu minggu” tersebut diterapkan pada masa tujuh tahun kesusahan besar di akhir jaman. Saat ini, di seluruh muka bumi, dalam buku-buku, majalah, video, radio, seminari-seminari, internet dan konferensi-konferensi nubuatan Alkitab, umat Kristen membicarakan mengenai kejadian-kejadian yang mereka percayai akan muncul pada masa tujuh tahun kesusahan besar tersebut.

Menurut penafsiran yang populer dari Daniel 9:27, kata “ia” menunjuk kepada seorang Antikris yang akan datang yang nanti akan mengadakan perjanjian, atau kesepakatan damai, dengan bangsa Yahudi selama masa tujuh tahun kesusahan besar. Pada “pertengahan” dari masa tersebut, Antikris akan “menghentikan korban sembelihan dan korban santapan”. Kalau upacara korban tersebut dihentikan, berarti ada masanya upacara korban itu dimulai kembali. Jadi, menurut penafsiran modern, harus ada pembangunan kembali Bait Allah Israel di Yerusalem (cat: upacara korban hanya boleh berjalan di Bait Allah -red)

Sebuah majalah Kristen terkenal menyatakan masa akhir jaman sebagai berikut: “Tiga setengah masa setelah perjanjian dengan bangsa Yahudi (Israel) diteguhkan (oleh Antikris). Bait Allah yang ketiga harus sudah selesai dibangun dan upacara-upacara korban tengah berlangsung. Kita ketahui hal ini karena Daniel 9:27 menyatakan bahwa pada pertengahan masa tujuh tahun, Antikris akan menghentikan upacara korban.”

Dunia kekristenan saat ini memperdebatkan apakah Yesus akan datang menjemput umatNya sebelum masa 7 tahun (pandangan pre-tribulation), ditengah-tengah masa 7 tahun (pandangan mid-tribilation), atau pada akhir masa 7 tahun (pandangan post-tribulation). Namun pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah “apakah penafsiran “masa 7 tahun kesusahan besar” adalah penafsiran yang benar dari Daniel 9:27″?

Berdasarkan sejarah, sarjana-sarjana Alkitab Protestan sama sekali tidak pernah menerapkan Daniel 9:27 kepada masa kesusahan yang akan datang! Begitupun, mereka tidak pernah menerapkan kata “ia” kepada Antikris! Sebaliknya, mereka menerapkan itu kepada Yesus Kristus. Perhatikan apa yang dikatakan “Bible commentary (tafsiran Alkitab) yang terkenal di dunia, yang ditulis oleh Matthew Henry menyatakan “Dengan mempersembahkan diriNya menjadi korban untuk satu kali dan selamanya, dia (Yesus) akan mengakhiri segala korban-korban keimamatan.” Bible commentary lainnya yang terkenal yang ditulis Adam Clarke, mengatakan bahwa selama “masa tujuh tahun”, Yesus akan “meneguhkan atau meratifikasi suatu perjanjian yang baru dengan umat manusia.” Yang terakhir, suatu komentari yang sudah tua dan dihormati, menyatakan “Dia akan meneguhkan perjanjian – Kristus. Peneguhan perjanjian ditugaskan padaNya”

Sepuluh butir di bawah ini memberikan alasan yang logis dan bukti yang meyakinkan bahwa ” satu minggu” yang dibicarakan dalam Daniel 9;27 sama sekali tidak dapat diterapkan kepada periode tujuh tahun kesusahan. Sebaliknya, masa nubuatan besar ini sudah dipenuhi pada masa yang lalu!

1. Keseluruhan nubuatan Daniel (:24-27 meliputi periode “tujuh minggu”. Periode ini harus diterapkan pada satu urutan waktu yang komplit. Nubuatan ini dimulai pada masa kerajan Persia dan berakhir pada masa Mesias.

2. Logika mengharuskan bahwa minggu ke-70 terjadi segera setelah minggu ke-69. Kalau tidak demikian, tidak bisa dikatakan nubuatan 70 minggu!

3. Tidaklah logis memasukkan jarak/jurang pemisah selama 2000 tahun antara minggu ke-69 dan minggu ke-70. Tidak ada petunjuk mengenai jurang pemisah ini dalam nubuatan tersebut. Tidak ada pemisah antara 7 minggu pertama dan 62 minggu yang mengikutinya. Mengapa kini dipisahkan antara minggu ke-69 dan minggu ke-70?

4. Daniel 9:27 tidak mengatakan mengenai masa 7 tahun kesusahan, atau mengenai Antikris

5. Fokus dari nubuatan ini adalah Mesias, bukan Antikris. Penafsiran modern menerapkan “rakyat seorang raja” akan “memusnahkan kota dan tempat kudus” (ayat 26) kepada Antikris. Sebenarnya ayat tersebut tidak menyatakan demikian. Pada masa lampau, ayat ini telah diterapkan kepada bangsa Roma, di bawah Pangeran Titus yang memang telah “memusnahkan kota dan tempat kudus” pada tahun 70 Masehi.

6. “Ia akan meneguhkan perjanjiaan.”. Yesus Kristus datang untuk “meneguhkan janji-janji yang telah dibuat kepada nenek moyang kita” Roma 15:8. Tidak pernah ada dalam Alkitab bahwa Antikris pernah berkata untuk meneguhkan perjanjian dengan siapapun! Kata “perjanjian” selalu diterapkan kepada Mesias, tidak pernah kepada Antikris.

7. “Ia akan membuat perjanjian menjadi berat (perjanjian teguh – Alkitab Bahasa Sehari-hari) dengan banyak orang”. Yesus berkata “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Matius 26:28. Yesus menggunakan kata yang sama, sebab Ia tahu bahwa Ia sedang menggenapi Daniel 9:27.

8. “Pada pertengahan 7 masa, ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan”. Masa 7 minggu itu berlangsung dari tahun 27 sampai 34 Masehi. Setelah tiga setengah tahun, Kristus mati tahun 31 M, “pada pertengahan minggu itu”. Pada saat kematianNya, “tirai di Bait Allah robek terbelah dari atas ke bawah” Matius 27:51. Tindakan Allah ini menyatakan bahwa persembahan korban pada saat itu berakhir nilainya. Korban Yang Agung telah dipersembahkan!

9. “Di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.” Yesus secara jelas menerapkan “kekejian yang membinasakan, yang disebut oleh Daniel” (Matius 24:15) kepada masa dimana pengikut-pengikutnya harus meninggalkan Yerusalem sebelum kehancuran dari Bait Allah yang kedua tahun 70 M.

Yesus memberitahukan 12 muridNya, “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara (tentara Roma yang dipimpin Pangeran Titus), ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Lukas 21:20, penekanan ditambahkan. Murid-murid tersebut benar-benar “mengerti” mengenai peritiwa yang dimaksud. Perkataan Kristus yang terakhior sekali kepada orang-orang Farisi dari dalam Bait Allah adalah ” Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.” Matius 23:38. Dengan demikian nubuatan Daniel mengenai Yerusalem menjadi “musnah/ sunyi” diterapkan secara tepat tahun 70 M!. Yesus mengerti hal ini dengan sempurna.

10. Gabriel berkata bahwa nubuatan 70 minggu secara khusus diterapkan kepada bangsa Yahudi (Daniel 9:24). Dari tahun 27 sampai 34 M, murid-murid hanya pergi “kepada domba-domba yang terhilang dalam bangsa Israel.” Matius 10:6. Pada akhir dari 70 minggu, tahun 34 M, Stefanus dirajam oleh Sanhedrin Yahudi (Kisah Rasul pasal 7). Sehingga kemudian Injil mulai diberitakan kepada bangsa-bangsa lain. Dalam pasal 9, Saulus menjadi Paulus, “rasul dari bangsa-bangsa bukan Yahudi” Roma 11:13. Kemudian dalam Kisah Rasul pasal 10, Tuhan memberikan Petrus penglihatan yang mengungkapkan bahwa sudah saatnya sekarang untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kisah Rasul 10:1-28). Baca juga Kisah Rasul 13:46.

Bukti-bukti yang menggegerkan sedang meledak! Butir demi butir, peristiwa 70 minggu telah dinyatakan tergenapi pada masa lampau! Delapan kata berikut ini ditemukan dalam Daniel 9:27: “meneguhkan …perjanjian…banyak (orang)…pertengahan…korban…menghentikan…kekejian…pemusnahan”: semua ditemukan dengan penggenapannya dengan sempurna dalam Yesus Kristus dan awal sejarah keKristenan.

Salah satu alasan kenapa bangsa Yahudi gagal secara bangsa untuk menerima Mesias adalah karena para pemimpin dan pelajar Alkitab mereka gagal untuk memperbaiki penafsiran dari 70 minggu nubuatan. Mereka gagal melihat Yesus Kristus sebagai Mesias yang mati di pertengahan dari 70 minggu.

Hal yang sama juga terjadi saat ini! Anehnya, sarjana-sarjana Alkitab masa kini justru salah menafsirkan hal yang sama. Keseluruhan teori “periode 7 tahun kesusahan besar” merupakan khayalan belaka. Mungkin menjadi kesalahan penafsiran terbesar dalam dunia penginjilan di abad 20! Dapat dibandingkan dengan balon udara yang panas gembung dan besar. Di dalamnya tidak ada apa-apa, hanya udara. Segera setelah Daniel 9:27 dimengerti dengan benar dan peniti kebenaran ditusukkan, balon itu akan meletus. Faktanya, tidak ada teks atau ayat dalam dalam Alkitab yang mengajarkan tentang “periode 7 tahun kesusahan besar”. Kalau Saudara mencarinya, Saudara akan berakhir seperti Ponce de Leon, yang kelelahan mencari air mancur terkenal yang dapat membuat usia menjadi muda, tetapi tidak pernah menemukannya.

Debat yang terjadi saat ini mengenai “pre-tribulation”, “mid-tribulation” ataupun “post-tribulation” sebenarnya adalah asap dari musuh yang mengaburkan/menyembunyikan masalah yang sebenarnya. Apa masalah yang sebenarnya? Kita akan temukan bila kita mempelajari apa yang buku Wahyu sebenarnya ajarkan mengenai Israel, bait suci, Misteri Babel dan Armagedon.

Sumber: dianweb.org70-weeks

Leave a Reply