A i r

Oleh
Prof. Dr. Albert M. Hutapea, MPH, PhD, AIFM

Ada pernyataan yang mengatakan: “Tidak cukup minum air, semua fungsi fisiologis dalam tibuh akan terganggu.” Mungkin kita telah bosan mendengar pernyataan ini. Namun memang tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa air, entah itu bakteri yang hanya terdiri dari satu sel, ataupun gajah yang terdiri dari ratusan milyar sel. Manusia pun bukanlah suatu pengecualian.
Air membentuk sekitar 60–70% dari berat tubuh. Ini berarti bahwa hampir 50 kg dari tubuh seseorang yang beratnya 70 kg adalah air. 83% dari darah, 75% dari otot-otot, dan 85% dari otak adalah air. Bahkan tulang pun, 22 % dari beratnya adalah air. Air sangat vital bagi kehidupan karena memang air diperlukan oleh setiap fungsi dalam tubuh. Kita dapat hidup hampir dua bulan tanpa makanan. Tetapi tanpa air, kita hanya dapat hidup selama beberapa hari.
Tanpa air yang selalu membasahi permukaan luar bola mata, kita tidak akan dapat mengedipkan mata dengan leluasa. Tanpa lapisan tipis air ini, permukaannya akan menjadi kering, kemudian meradang dan akhirnya buta. Air (air mata) juga ”meratakan” permukaan kornea sehingga memperjelas penglihatan.
Air juga perlu bagi kelangsungan proses pernapasan. Seluruh permukaan jaringan paru-paru yang terpapar ke udara yaitu sekitar 70 meter persegi selalu berada dalam keadaan basah. Setiap tahunnya, setiap orang dewasa menghirup sebanyak 2–5 juta liter udara. Oksigen yang terdapat pada udara ini memasuki sekitar 300 juta kantong-kantong udara dalam paru-parunya.
Tanpa air yang membasahi permukaan kantong-kantong udara ini, maka oksigen tidak akan dapat menerobos dindingnya untuk masuk ke pembuluh darah yang menyelimutinya. Karbon dioksida pun tidak dapat keluar dari dalam darah itu untuk dibuang. Jika hal ini terjadi pada paru-paru seseorang maka dia akan mati lemas. Cairan (surfaktan) juga membuat paru-paru menjadi lentur sehingga dapat mengembang dan mengempis dalam proses pernapasan.
Sekitar 83% dari darah adalah air. Darah adalah sarana pengangkutan berbagai zat gizi ke semua sel dalam tubuh, dan sarana pengambilan sampah-sampah (racun) dari sel-sel tersebut untuk dibuang ke luar tubuh. Sedikitnya jumlah air yang masuk ke dalam tubuh akan mengurangi volume darah yang beredar, dengan demikian akan menurunkan efisiensi fungsinya sebagai pengedar zat gizi dan oksigen dan sebagai pengangkut sampah.
Di samping kotoran yang berasal dari luar yang masuk melalui makanan, minuman dan udara, tubuh juga menghasilkan limbahnya sendiri. Penimbunan racun-racun ini dalam tubuh dapat menimbulkan rasa letih, penyakit dan bahkan kematian sekalipun. Sebagai contoh, asam urat dan urea harus terlebih dahulu dilarutkan dalam air sebelum dapat dibuang oleh ginjal dalam bentuk air kencing. Proses pembuangan limbah dari dalam tubuh membutuhkan air yang cukup agar tetap dapat “memandikan” setiap sel dalam tubuh.
Kulit kita pun membutuhkan banyak air. Kulit memiliki kurang lebih 2,5 juta kelenjar keringat yang senantiasa membasahinya dengan keringat yang kelihatan maupun tidak kelihatan untuk mencegahnya dari kekeringan. Ini membuatnya tampak lembut dan tidak retak-retak. Air keringat juga sangat penting dalam proses pendinginan tubuh sewaktu suhunya meningkat karena cuaca yang panas, maupun karena olahraga. Suhu tubuh yang terlalu tingi sangat berbahaya bagi tubuh.
Tanpa air kita tidak akan dapat mendengar maupun berdiri tegak. Di bagian dalam telinga kita terdapat dua buah kanal yang disebut kokhlea dan kanal setengah lingkaran. Masing-masing kanal ini berfungsi sebagai alat pendengaran dan alat keseimbangan tubuh. Kedua organ ini tidak dapat berfungsi tanpat cairan yang terdapat di dalamnya yang disebut perilimfe.
Sistem pencernaan membutuhkan air untuk membentuk cairan-cairan pencernaannya. Air liur yang keluar sewaktu mengunyah makanan membuat makanan tersebut lebih mudah ditelan dan dicerna. Air liur yang dihasilkan oleh kelenjar air liur lalu dituangkan ke dalam mulut dapat berjumlah sampai 1000 cc (1 liter) setiap harinya. Di samping itu, lambung, usus, hati, dan pankreas mengeluarkan sekitar 7500 cc (7,5 liter) cairan pencerna per hari untuk mencerna makanan tersebut lebih lanjut.
Dr. Howard Flaks, seorang spesialis obesitas (kegemukan) dari Beverly Hills, California mengatakan bahwa dengan tidak meminum cukup air, maka tubuh seseorang akan terlatih untuk menahan air lalu membuatnya “gemuk air”. Anehnya, masalah ini akan dapat dihilangkan dengan meminum banyak air. Menurut Dr. Donald Robertson, direktur satu pusat nutrisi obesitas di Scottsdale, Arizona, (AS), tidak cukup meminum banyak air akan mempersulit tubuh untuk membakar lemak, sehingga menjadi kendala dalam usaha untuk melangsingkan tubuh.
Apa yang telah diuraikan di atas hanya menggambarkan sebagian kecil saja dari sekian banyak peran penting yang dimainkan oleh air dalam tubuh. Ini membuktikan betapa pentingnya air bagi tubuh. Nah, sekarang berapa banyakkah air yang dibutuhkan tubuh kita setiap harinya untuk memelihara eksistensi tubuh?
Jangan tunggu sampai merasa haus baru minum. Sebab rasa haus bukanlah pengukur yang tepat akan kebutuhan air bagi tubuh. Waktu minum yang terbaik adalah 1–2 jam setelah makan dan 10 – 15 menit sebelum makan. Seseorang yang sehat membutuhkan paling sedikitnya 6 – 8 gelas per hari, dan lebih banyak dari itu jika berkeringat karena olahraga, dan sebagainya.
Memang agak sulit untuk meminum air sebanyak itu sekaligus. Tetapi, tidaklah menyusahkan jika kita membiasakan diri untuk meminum paling sedikit 1 gelas setelah bangun pagi, masing-masing dua gelas pada jam-jam sebelum makan siang dan malam, dan 1 gelas sebelum tidur malam. Sehingga akhirnya dalam satu hari kita telah meminum sebanyak 6 gelas air.
Selanjutnya, jenis air minum yang manakah yang terbaik bagi tubuh Anda? Hanya ada tiga jenis air minum yang terbaik sebagai pengganti air minum ini yaitu: (1) Air bening (2) Air bening, dan (3) Air bening.

-ALBERT M. HUTAPEA
UNIVERSITAS ADVENT

Leave a Reply