Advent & Kekecewaan 22 Oktober

172 tahun yang lalu William Miller menyimpulkan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia ini untuk yang kedua kali pada tanggal 22 Oktober 1844. Namun di tahun itu Yesus tidak datang untuk yang kedua kali sampai dengan sekarang ini. Sehingga menimbulkan kekecewaan besar bagi Miller dan para pengikutnya.

Ajaran tentang Bait Suci adalah “pekabaran yang telah menjadikan kita umat yang diasingkan, dan telah memberi watak dan kuasa bagi pekerjaan kita” (Evangelism, hlm. 225), maka kita harus mengetahui alasan-alasannya. Jika tidak, kita akan terseret kepada lautan mimpi di mana kita tidak merasakan kemendesakan khusus atau sesuatu yang membedakan kita sebagai satu umat. Alasan atas keberadaan kita sebagai suatu umat akan menjadi benar-benar kabur jikalau kita melupakan implikasi kekhasan dari ajaran tentang Bait Suci.

Meskipun ribuan pengikut Miller berbalik dari pengalaman yang berharga yang menyatukan mereka kepada satu sama lain dan kepada Tuhan mereka setelah hari Kekecewaan Besar, namun ada orang-orang lain yang tidak menanggalkan keabsahan pengalaman mereka, dan mereka terus mempelajari Alkitab, berusaha untuk memahami secara lebih jelas makna dari Daniel 8:14.

Selama beberapa bulan, Hiram Edson, Owen R.L. Crosier, dan Franklin B. Hahn mempelajari kembali ajaran tentang Bait Suci. Crosier menerbitkan hasil-hasil awal dari pelajaran-pelajaran tersebut di tahun 1845 dan pelajaran yang lebih mendalam antara 1846-1847. Dalam artikel-artikel dan surat-surat tersebut, ditekankan bahwa Bait Suci surgalah satu-satunya Bait Suci yang ada ketika nubuatan 2300 tahun berakhir di tahun 1844; maka hanya Bait Suci inilah yang harus dipulihkan pada waktu itu. Pandangan Crosier, yang juga mewakili pandangan Hahn dan Edson, segera diterima oleh dua orang lainnya yang bernama James White dan Joseph Bates. Ini dipuji sebagai “terang yang sejati, tentang pemulihan Bait Suci.” (SDA Encyclopedia, edisi yang diperbaharui (1976), hlm. 1281).

Kesalahan dalam menginterpretasikan nubuatan dalam kitab Daniel 8 terkait dengan Wahyu 10 menyatakan bahwa pengalaman tidak akan semuanya menyenangkan. Yohanes memakan kitab itu sesuai perintah, dan terasa manis di mulut tetapi pahit di perut. Yohanes berdiri sebagai simbol bagi umat yang menghayati kitab Daniel. Gambaran nubuatan ini, kita percaya, telah digenapi dalam pergerakan Miller, yang bangkit pada paruh pertama abad ke sembilan belas di tengah minat besar seluruh dunia pada peristiwa-peristiwa akhir zaman. Hal ini juga menggambarkan pengalaman pahit mereka yang mengerti bahwa nubuatan-nubuatan berdurasi panjang dalam Daniel mengacu ke zaman mereka, tetapi bukan seperti yang mereka pikirkan pertama. Nubuatan “dua ribu tiga ratus petang dan pagi” tidaklah menandakan kembalinya Kristus, melainkan, dimulainya penghakiman agung yang digambarkan oleh Daniel 7. Tepat sesudah pengalaman pahit itu, Yohanes diberitahu supaya “bernubuat lagi kepada banyak bangsa, dan kaum dan bahasa dan raja” (Why. 10: 11). Hal ini telah digenapi ketika gereja Advent mengkhotbahkan ” Injil yang kekal” ke seluruh dunia.

Kekecewaan bukanlah sesuatu yang asing bagi orang Kristen, khususnya bila mereka salah menafsir arti suatu peristiwa. Tentu pengalaman murid-murid antara kematian Guru mereka dan kebangkitan-Nya adalah suatu kekecewaan. Begitu juga pengalaman pengikut-pengikut Miller tahun 1844. Bagaimanakah kita menangani kekecewaan tanpa kehilangan iman? Janji Alkitab apakah yang dapat saudara jadikan pegangan selama masa-masa kekecewaan Anda sendiri?

Salam dari kami,
Redaksi BAIT

Leave a Reply