Aksi Pemahkotaan Penipuan

Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Wahyu 3:10.

Karena kedatangan kedua Tuhan kita Yesus Kristus sudah dekat, maka agen-agen setan sedang bergerak dari bawah. Setan tidak hanya akan muncul sebagai seorang manusia, tetapi dia akan mempersonifikasikan Yesus Kristus; dan dunia yang telah menolak kebenaran akan menerima dia sebagai Tuhan dari segala tuan dan Raja dari segala raja. 276.1
Amarah Setan meningkat karena waktu baginya sudah semakin singkat, dan pekerjaan penipuan dan penghancurannya akan mencapai titik puncak dalam masa kesusahan itu…. 276.2
Sebagai aksi pemahkotaan dalam drama penipuan itu, Setan sendiri akan meniru pribadi dan penampilan Yesus Kristus. Gereja telah lama mengakui menantikan kedatangan Sang Juruselamat sebagai puncak segala pengharapannya. Sekarang si penipu besar itu akan mempertontonkan bahwa Kristus datang. Di berbagai belahan bumi, Setan akan memperlihatkan dirinya sendiri di antara umat manusia sebagai makhluk yang mulia dari terang yang mempesona, menirukan gambaran Putera Allah yang dituliskan oleh Yohanes dalam kitab Wahyu. Wahyu 1:13-15. Kemuliaan yang mengitari dia tidak dapat ditandingi oleh apapun yang dapat dilihat mata manusia fana. Bunyi nafiri bergema di udara: “Kristus sudah datang! Kristus sudah datang!” Orang-orang merendahkan diri mereka dalam menyembahnya, sementara dia mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan berkat atas mereka, seperti Kristus memberkati murid-muridNya ketika Dia dahulu berada di bumi ini. Suaranya lembut dan menundukkan hati, namun penuh irama. Dalam kelemahlembutan nada-nada kasih dia memperdengarkan sebahagian kebenaran ramah surgawi yang pernah diucapkan Sang Juruselamat; dia menyembuhkan penyakit-penyakit orang-orang dan kemudian, dalam pribadi tiruannya akan Kristus, dia menyatakan telah mengubah hari Sabat ke hari Minggu, dan memerintahkan semua orang untuk menghormati hari itu sebagai hari yang dia berkati. Dia menyatakan bahwa orang-orang yang tetap menyucikan hari ketujuh adalah menghujat namanya dengan menolak mendengarkan para malaikatnya yang dikirim kepada mereka dalam terang dan kebenaran. Ini adalah khayalan yang kuat yang bisa saja menundukkan pikiran orang. Seperti orang-orang Samaria yang ditipu oleh Simon Magus, maka orang banyak itu, mulai dari yang paling kecil hingga paling besar, mengindahkan ilmu-ilmu sihir ini dengan berkata: “Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar”. Kisah Para Rasul 8:10. 276.3
Tetapi umat Allah tidak akan keliru. Ajaran-ajaran dari kristus palsu ini tidak akan ditemukan sesuai dengan Alkitab. 276.4

26 September – Tidak Ada Orang Yang Mati Sahid Setelah Masa Kasihan Berakhir
Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Mazmur 91:15.

Umat Allah tidak akan bebas dari penderitaan; manakala dianiaya dan disengsarakan, sementara mereka menahan kemelaratan dan menderita akan kebutuhan makanan maka mereka tidak akan dibiarkan binasa….. 277.1
Namun bagi pandangan manusia umat Allah harus segera menandai kesaksian mereka dengan darah mereka seperti para martir dahulu sebelum mereka. Mereka sendiri mulai takut bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka untuk jatuh ke tangan musuh-musuh mereka. Inilah waktu kesengsaraan yang menakutkan itu. Siang dan malam mereka berseru kepada Allah untuk kelepasan…. 277.2

Pandangan Allah, melihat kepada sejarah, tertuju pada krisis yang harus dihadapi umatNya, ketika kekuatan-kekuatan dunia akan dikumpulkan menentang mereka. Seperti orang-orang buangan yang tertawan, mereka akan takut pada kematian melalui kelaparan atau kekerasan. Tetapi Yang Mahakudus yang membelah Laut Merah di hadapan orang-orang Israel akan memperlihatkan kuasaNya yang besar dan melepaskan perbudakan mereka. “Mereka akan menjadi milik kesayanganKu sendiri, firman Tuhan semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.” Maleakhi 3:17. Seandainya darah dari para saksi Kristus yang penuh iman dicurahkan pada waktu ini, maka darah itu tidak akan seperti darah para martir dahulu, yang bagaikan benih ditaburkan untuk diserahkan pada panenan bagi Allah. Kepercayaan mereka tidak akan menjadi suatu kesaksian untuk meyakinkan orang-orang lain akan kebenaran; sebab hati yang tegar tengkuk telah memukul mundur gelombang-gelombang belaskasihan sampai habis. Seandainya orang-orang saleh saat ini dibiarkan jatuh menjadi mangsa musuh-musuh mereka, maka hal ini akan menjadi sebuah kemenangan bagi pangeran kegelapan itu. Pemazmur berkata: “Sebab ia melindungi aku dalam pondokNya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemahNya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.” Mazmur 27:5. Kristus bersabda : “Mari bangsaKu, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu. Sebab sesungguhnya, Tuhan mau keluar dari tempatNya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.”Yesaya 26:20, 21. Akan menjadi mulia kelepasan orang-orang yang dengan sabar menantikan kedatanganNya dan yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan. 277.3

September 25 – The Crowning Act of Deception

Because thou hast kept the word of my patience, I also will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world, to try them that dwell upon the earth. Rev. 3:10.
As the second appearing of our Lord Jesus Christ draws near, satanic agencies are moved from beneath. Satan will not only appear as a human being, but he will personate Jesus Christ; and the world who has rejected the truth will receive him as the Lord of lords and King of kings. 276.1
The wrath of Satan increases as his time grows short, and his work of deceit and destruction will reach its culmination in the time of trouble. . . . 276.2
As the crowning act in the great drama of deception, Satan himself will personate Christ. The church has long professed to look to the Saviour’s advent as the consummation of her hopes. Now the great deceiver will make it appear that Christ has come. In different parts of the earth, Satan will manifest himself among men as a majestic being of dazzling brightness, resembling the description of the Son of God given by John in the Revelation. Revelation 1:13-15. The glory that surrounds him is unsurpassed by anything that mortal eyes have yet beheld. The shout of triumph rings out upon the air: “Christ has come! Christ has come!” The people prostrate themselves in adoration before him, while he lifts up his hands and pronounces a blessing upon them, as Christ blessed His disciples when He was upon the earth. His voice is soft and subdued, yet full of melody. In gentle, compassionate tones he presents some of the same gracious, heavenly truths which the Saviour uttered; he heals the diseases of the people, and then, in his assumed character of Christ, he claims to have changed the Sabbath to Sunday, and commands all to hallow the day which he has blessed. He declares that those who persist in keeping holy the seventh day are blaspheming his name by refusing to listen to his angels sent to them with light and truth. This is the strong, almost overmastering delusion. Like the Samaritans who were deceived by Simon Magus, the multitudes, from the least to the greatest, give heed to these sorceries, saying: This is “the great power of God.” Acts. 8:10. 276.3
But the people of God will not be misled. The teachings of this false christ are not in accordance with the Scriptures. 276.4

September 26 – No Martyrs After Probation Closes
He shall call upon me, and I will answer him: I will be with him in trouble; I will deliver him, and honour him. Ps. 91:15.
The people of God will not be free from suffering; but while persecuted and distressed, while they endure privation and suffer for want of food they will not be left to perish. . . . 277.1
Yet to human sight it will appear that the people of God must soon seal their testimony with their blood as did the martyrs before them. They themselves begin to fear that the Lord has left them to fall by the hand of their enemies. It is a time of fearful agony. Day and night they cry unto God for deliverance. . . . 277.2
The eye of God, looking down the ages, was fixed upon the crisis which His people are to meet, when earthly powers shall be arrayed against them. Like the captive exile, they will be in fear of death by starvation or by violence. But the Holy One who divided the Red Sea before Israel, will manifest His mighty power and turn their captivity. “They shall be mine, saith the Lord of hosts, in that day when I make up my jewels; and I will spare them, as a man spareth his own son that serveth him.” Malachi 3:17. If the blood of Christ’s faithful witnesses were shed at this time, it would not, like the blood of the martyrs, be as seed sown to yield a harvest for God. Their fidelity would not be a testimony to convince others of the truth; for the obdurate heart has beaten back the waves of mercy until they return no more. If the righteous were now left to fall a prey to their enemies, it would be a triumph for the prince of darkness. Says the psalmist: “In the time of trouble he shall hide me in his pavilion: in the secret of his tabernacle shall he hide me.” Psalm 27:5. Christ has spoken: “Come, my people, enter thou into thy chambers, and shut thy doors about thee: hide thyself as it were for a little moment, until the indignation be overpast. For, behold, the Lord cometh out of his place to punish the inhabitants of the earth for their iniquity.” Isaiah 26:20, 21. Glorious will be the deliverance of those who have patiently waited for His coming and whose names are written in the book of life. 277.3

Leave a Reply