Allah tidak memandang muka..

July 31, 2017 - Renungan

Dicatat di dalam kitab Galatia “mengenai mereka yang dianggap terpandang itu — bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka…” (Galatia 2:6)

Apa maksudnya?
Ini artinya bahwa kebenaran tidak bergantung pada manusia karena kebenaran asalnya dari Tuhan.

“Baik nama maupun banyaknya orang, tidak dapat dipakai untuk menentukan kebenaran. Kebenaran tidak lebih berkuasa atau lebih layak diterima bilamana dikemukakan oleh 10.000 pangeran daripada bila disampaikan oleh seorang buruh kasar yang rendah hati. Dan tidak ada pendapat yang lebih gegabah daripada anggapan bahwa 10.000 orang pasti lebih benar daripada satu orang.” (E.J. Waggoner-Kabar Kesukaan, hal. 62)

Jadi, kebenaran tidak memandang apakah dia orang yang berpengaruh di dalam masyarakat atau gereja. Tidak memandang bahwa suara terbanyaklah yang pasti benar.

Jika demikian, bagaimana kita bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah?

“… firman-Mu adalah kebenaran.” (Yohanes 17:17)

“The Bible is the standard by which to test the claims of all who profess sanctification.” (5BC 1147.1)

Terjemahan bebas: Alkitab adalah standar untuk menguji pengakuan seseorang, apakah pengakuan kesuciannya itu benar.

Karena “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16)

Tuhan dapat dan memang menggunakan manusia sebagai alat untuk menyalurkan kebenaran itu kepada orang lain, tetapi ingat lagi bahwa hanya DIA pemberinya, DIA adalah sumbernya.

Jadi, jangan pernah lupa untuk menyelidiki kitab suci secara pribadi disertai dengan doa dan penuh kerendahan hati dalam mencari kebenaran seperti orang Berea dimana “… setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” (Kisah Para Rasul 17:11)

Selamat pagi dan TUHAN memberkati.
#YNWA

Leave a Reply