Ambisi Howard Hughes

April 19, 2014 - Amazing Facts

http://s3.amazonaws.com/evancarmichael/images/Famous/howard-hughes.jpg
Howard Hughes lahir di Humble, Texas, pada malam Natal 1905. Tapi, sebagai orang muda, dia berambisi untuk menggapai segala sesuatu tapi sayangnya dia tidak ingin memiliki sifat rendah hati. Dia ingin menjadi seorang produser film terkenal, penerbang, memiliki restoran, dan menjadi orang terkaya-dan ia berhasil mendapatkan semuanya! Dimulai pada awal tahun 20-an, ia menghasilkan beberapa film pemenang penghargaan dan masuk dalam serangkaian bintang Hollywood. Sebagai penerbang, ia mencatat beberapa rekor kecepatan pesawat yang dia sendiri ikut membantu merancangnya. Ia juga membantu merancang dan membangun perahu terbang terbesar di dunia, HL-4 Hercules, yang dijuluki “Spruce Goose” (meskipun itu benar-benar dibangun dari kayu). Hughes juga menjadi sangat kaya. Pada berbagai titik dalam hidupnya, ia pernah memiliki sebuah perusahaan peralatan studio film, sebuah lembaga penelitian medis, kasino, sejumlah besar real estate dan hotel di Las Vegas, beberapa penerbangan, dan pabrik pesawat terbang.

Hughes menjalani hidupnya dalam jalur cepat sampai 1946; pada saat uji terbang pesawat prototipe, ia jatuh dan hampir mati. Sementara dalam pemulihan, Howard Hughes menjadi tergantung pada obat penghilang rasa sakit. Seiring waktu, perilakunya menjadi semakin tidak menentu, misalnya menjadi pertapa eksentrik, tinggal empat bulan lamanya di ruangan gelap screening studio tanpa memakan apa-apa selain cokelat, ayam, dan susu, dan hanya menonton film.

Pada 1966, pada usia 60, ia adalah orang terkaya di dunia, tetapi ia hidup dalam ketakutan akan penyakit menular. Karyawannya harus sering mencuci tangan mereka dan mengenakan sarung tangan putih. Dia akan menggunakan alat untuk mengambil barang-barang, dan membakar pakaiannya, takut terkontak dengan kuman. Menjelang akhir hidupnya, ia menyuntikkan codeine kedalam tubuhnya setiap hari. Tingkat kebersihan tubuhnyapun menurun: dia jarang mandi atau menggosok gigi dan membiarkan kukunya tumbuh panjang. Tinggi badannya yang tadinya 6-kaki-4-inch menyusut menjadi hampir 90 pon. Dalam perjalanan ke rumah sakit di Houston pada tahun 1976, iapun meninggal karena gagal ginjal. FBI bahkan harus mengambil sidik jari untuk mengkonfirmasi bahwa tubuh yang menyedihkan ini adalah memang Howard Hughes yang legendaris itu.

Dalam Matius, Yesus bertanya apakah seseorang benar benar menang jika dia mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya? Kehidupan Hughes adalah amaran bagi kita bahwa satu-satunya cara yang benar untuk hidup adalah untuk mati bagi keinginan diri sendiri dan mengikuti Kristus dengan rendah hati.

Ayat Alkitab Kunci
Untuk apa seseorang mendapatkan keuntungan, jika ia akan memperoleh seluruh dunia, dan kehilangan jiwanya sendiri? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
– Matius 16:26

Humble Ambitions
Posted: 17 Apr 2014 12:00 AM PDT
An Amazing Fact: Howard Hughes was born in Humble, Texas, on Christmas Eve, 1905. But, as a young man, his ambitions were anything but humble. He wanted to be a top film producer, a top aviator, and the richest man alive—and he managed all three! Starting in his early 20s, he produced several award-winning films and dated a string of Hollywood stars. As an aviator, he set several speed records in planes that he helped design. He also helped design and build the world’s largest flying boat, the HL-4 Hercules, which was nicknamed the “Spruce Goose” (though it was actually built of birch). Hughes also became incredibly wealthy. At various points in his life, he owned a tool company, a motion picture studio, a medical research institute, gambling casinos, vast amounts of real estate and hotels in Las Vegas, several airlines, and an aircraft company.

Hughes was living life in the fast lane until 1946; while test flying a prototype, he crashed and nearly died. While recuperating, Howard Hughes became dependent on pain relievers. Over time, his behavior became increasingly more erratic. He became an eccentric recluse: for one four-month stretch he stayed in the darkened room of a screening studio, eating nothing but chocolate bars, chicken, and milk, and obsessively watching movies.

By 1966, at the age of 60, he was the world’s wealthiest man, but he lived in constant fear of contagious disease. His employees had to wash their hands frequently and wear white gloves. He would use tissues to pick up items, and burned his clothing, fearing he’d had some contact with germs. Towards the end of his life, he was injecting codeine daily. His hygiene rapidly declined: he rarely bathed or brushed his teeth and allowed his nails to grow grotesquely long. His once-strapping 6-foot-4-inch frame shrank to barely 90 pounds. While flying to a hospital in Houston in 1976, he died of kidney failure. The FBI insisted on taking fingerprints to confirm that this pitiful shell of a man was indeed the legendary Howard Hughes.

In Matthew, Jesus asks what a man really wins if he gains the entire world but loses his soul. Hughes’ life is a sad reminder that the only true way to live is to die to self and humbly follow Christ.

KEY BIBLE TEXTS
For what is a man profited, if he shall gain the whole world, and lose his own soul? or what shall a man give in exchange for his soul?
– Matthew 16:26

› tags: howard hughes / rendah hati /

Leave a Reply