Aneka Tulisan Kadnet Jan. 4

January 5, 2014 - Kadnet Rebuska

nature perahu
RENUNGAN MENGAKHIRI TAHUN 2013 DAN MEMASUKI TAHUN BARU 2014

OLEH PDT. PDT. NOLDY SAKUL

Tanpa disadari kita telah berada pada akhir tahun 2013 dan memasuki Tahun Baru 2014. Secara kerohanian apakah pertumbuhan kedewasaan kerohanian kita tetap, menurun , atau naik, dibanding dengan tahun tahun sebelumnya.
8 Momen penting di thn 2013 di dunia IPTEK.
Banyak momen penting yang terjadi sepanjang tahun 2013 , seperi di bidang teknologi dengan beberapa penemuan antara lain:
-Penemuan Samsung Galaxy S4-sebagai saingan terbesar iPhone karena sudah dilengkapi dengan pengontrol suara dan kamera yang lebih baik.
-Penemuan iOS 7-Bulan September,-pengguna tidak hanya diberikan desain yang manis, tapi juga disajikan berbagai fitur baru yang belum pernah ada di iOS sebelumnya.
-BBM- BBM resmi hadir multiplatfrom untuk Android dan iPhone. Perusahaan membawa semua fitur BBM pada ponsel BlackBerry. Bahkan, dalam seminggu, BBM mendapat 20 juta pengguna baru dari berbagai platform.
Sementara kita merenungkan perubahan perubahan yang telah terjadi di bidang IPTEK, dll , mari kita hubungkan dengan kehidupan kita pribadi sehubungan dengan pertumbuhan kerohanian kita. Dalam 1 Korintus 2:14,15 , Rasul Paulus berkata: ..”Tetapi MANUSIA DUNIAWI tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah..Tetapi MANUSIA ROHANI menilai segala sesuatu, .Kemudian dalam 1 Korintus 3:1-4 ,..Manusia yang BELUM DEWASA DI DALAM KRISTUS, (EVEN AS UNTO BABES IN CHRIST) atau dengan kata lain masih Infant atau bayi, (Gr.Nepios artinya belum dewasa padahal arti sebenarnya adalah “bayi” yang sejak dulu minum susu terus dan tidak dapat menerima makanan keras. Hanya tinggal dalam pengajaran dasar firman Tuhan dan tidak menerima pengajaran lanjutan. Hanya menerima Yesus Kristus tetapi tidak terjadi perubahan tabiat.
Paulus kembali ke Jemaat Korintus sesudah kunjungan terakhirnya selama 5 thn yang silam tetapi ia kecewa sebab jemaat yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka, seharusnya sudah mengakhir masa Balita (Bayi di bawah 5 thn). Namun didapati Jemaat itu masih minum susu , bukan makanan keras. Artinya Rasul Paulus mengharapkan seharusnya telah terjadi pertumbuhan iman dan karakter, yaitu dari minum susu beralih ke makanan keras agar tubuh menjadi dewasa dan mampu mengunyah makanan keras walau mengalami tantangan , kesukaran, bahkan aniaya sekalipun , tetap memiliki pertumbuhan kerohanian yang lebih matang atau dewasa. Namun yang terjadi adalah sebaliknya..
Ayat 2 b- Rasul Paulus berkata sebab kamu belum dapat menerimanya. Mengapa? Jawabannya pada ayat 3 yaitu : Karena kamu masih manusia duniawi.
Pertanyaan berikut: apa bukti bahwa jemaat Korintus masih duniawi atau masih minum susu.. dan tidak menerima makanan keras.Jawabannya dalam ayat 3- Sebab , jika diantara kamu ada IRI HATI dan PERSELISIHAN bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? Masih memiliki Iri Hati ( Gr. Zelos) dan perselisihan ( Gr Eris.” Eris terjadi karena ada Zelos.Masih ada favoritisme terhadap pemimpin. Mereka memilih pemimpin tertentu sesuai keinginan mereka dan menyerang pemimpin yang lain. Ini terbukti dalam ayat 4-5- Karena masih ada anggota di dalam jemaat Korintus yang mengatakan aku dari golongan Paulus , dan yang lain berkata : aku dari golongan Apolos..Ayat 6 mengatakan : Paulus yang menanam, Apolos yang menyiram dan Tuhan yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
Mengakhiri thn 2013 ini, sementara memasuki thn baru 2014- marilah kita benar benar bertumbuh dalam Kristus, mengalami perubahan tabit, seperti dalam Roma 12:2- dikatakan :”..janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia,tetapi berubahlah oleh Pembaharuan budimu..” Revival (Kebangunan) yang benar akan menghasilkan Reformasi sejati.Pembaharuan atau Metamorphoo, atau metamorphosis, artinya berubah secara total, dari caterpilar menjadi kupu – kupu, dan bukan perubahan ular yang hanya ganti kulit thn 2013, dan di Tahun baru 2014 ganti kulit baru tetapi tetap Ular. Metamorphoo bukan Perubahan Ular ganti kulit tetapi perubahan Caterpilar menjadi kupu – kupu..Perubahan total bagi manusia hanya dapat melalui kuasa Roh Allah .
Dari tahun ke tahun kita mengalami perubahan tahun lama ke tahun baru, dan selalu mengatakan “Selamat Tahun Baru” . Perlu direnungkan: apakah kita hanya meninggalkan tahun yang lama tetapi tetap memiliki tabiat yang lama yang masih duniawi?Bahkan banyak yang telah menjadi orang Kristen untuk puluhan tahun tetapi dari segi kerohanian masih minum susu . Artinya bukan manusia duniawi, (1 Korintus 2:14 ) dan bukan manusia rohani (1 Korintus 2:15) tetapi manusia yang belum dewasa dalam Kristus. Lamanya kita menjadi orang Kristen bukanlah jaminan sudah dewasa, tetapi apakah kita telah meninggalkan manusia bayi menuju ke manusia yang dewasa secara rohani. Dalam Roma pasal 8-Untuk menjadi dewasa rohani yang hidup di dalam roh, kita harus tinggalkan manusia daging (manusia yang belum dewasa yang hidup menurut daging) … ,sebab keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah. (Roma 8:7).1 Korintus 8: 9: Tetapi kamu tidak hidup di dalam daging, melainkan dalam Roh jika memang Roh Allah diam di dalam kamu.. dengan mematikan dosa dan hidupkan kebenaran.Akhirnya :Selamat Hari Natal dan Selamat Tahun. Maju terus di dalam pertumbuhan Iman sampai Tuhan datang adalah doa dan harapan kami. Amen.

[KET: PDT. NOLDY & IBU SAKUL BESERTA CUCU-CUCUNYA]

AT GOD’S APPOINTED TIMEWITH CHRIS
BY MRS. ELLEN G. WHITE

At God’s Appointed Time
When the fulness of the time was come, God sent forth his Son, . . . to redeem them that were under the law, that we might receive the adoption of sons. Gal. 4: 4, 5.

In heaven’s council the hour for the coming of Christ had been determined. When the great clock of time pointed to that hour, Jesus was born in Bethlehem. . . . Providence had directed the movements of nations, and the tide of human impulse and influence, until the world was ripe for the coming of the Deliverer. . . .
The deception of sin had reached its height. All the agencies for depraving the souls of men had been put in operation. The Son of God, looking upon the world, beheld suffering and misery. With pity He saw how men had become victims of satanic cruelty. He looked with compassion upon those who were being corrupted, murdered, and lost. . . . It was demonstrated before the universe that, apart from God, humanity could not be uplifted. A new element of life and power must be imparted by Him who made the world.
With intense interest the unfallen worlds had watched to see Jehovah arise, and sweep away the inhabitants of the earth. . . . But instead of destroying the world, God sent His Son to save it. . . . At the very crisis, when Satan seemed about to triumph, the Son of God came with the embassage of divine grace. Through every age, through every hour, the love of God had been exercised toward the fallen race. Notwithstanding the perversity of men, the signals of mercy had been continually exhibited. And when the fullness of the time had come, the Deity was glorified by pouring upon the world a flood of healing grace that was never to be obstructed or withdrawn till the plan of salvation should be fulfilled.
Satan was exulting that he had succeeded in debasing the image of God in humanity. Then Jesus came to restore in man the image of his Maker. None but Christ can fashion anew the character that has been ruined by sin. He came to expel the demons that had controlled the will. He came to lift us up from the dust, to reshape the marred character after the pattern of His divine character, and to make it beautiful with His own glory.
From God’s Amazing Grace – Page 10

SISTEM PEMURIDAN TUHAN YESUS
Andreas Martin .S

Tuhan Yesus, yang sendirinya adalah Allah, ketika ia turun ke dunia dan setelah dibaptiskan dengan kuasa Roh Kudus, mempunyai kapasitas tak terbatas dalam mengajar dan memuridkan orang. Tetapi mengapa Ia memilih hanya 12 orang saja untuk menjadi rasul-rasul-Nya? Mengapa tidak 24 rasul, 48, atau 120 orang? Apakah karena Israel punya 12 suku dan mereka kelak akan menghakimi setiap suku Israel? Saya tak tahu apakah ada arti yang lain angka 12 itu tetapi saya percaya itu adalah jumlah maksimal yang amat efektip untuk melatih suatu team untuk melakukan pekerjaan pelayanan. Bila lebih dari 12 akan menjadi terlalu banyak, sukar mengawasi pertumbuhan rohani atau juga sukar membimbing team menjadi kompak.
Dengan melatih ke 12 murid itu setiap hari, mereka mengenal cara hidup, cara berfikir Tuhan Yesus, karakter-Nya dan juga segala rahasia kerajaan Allah dari Tuhan Yesus dengan lengkap. Juga Ia memberi “makan” dan “mencuci” murid-murid-Nya setiap hari dengan Firman yang hidup. Selain mereka, Tuhan juga memilih 70 orang murid lain untuk diutus ke desa-desa yang akan dikunjungi-Nya. Jadi ada lingkaran-lingkaran bertingkat-tingkat diantara murid-murid Tuhan. Ini adalah sistim multilevel ! (Sebenarnya multilevel marketing yang sekarang sedang ramai dipakai orang untuk menjual barang-barang exclusive tak lain adalah tiruan dari sistim Tuhan Yesus.)

Ia bukan hanya mentransfer pengetahuan hal kerajaan Sorga kepada mereka, tetapi lebih dari itu Ia ingin mentransfer hidup-Nya sendiri, atau seluruh Roh-Nya, seluruh Roh Kudus dan seluruh Roh Allah Bapa ke dalam hidup murid-murid-Nya dan di lain pihak Ia hendak membuang semua hal kedagingan atau seluruh kemanusiaan murid-murid-Nya sampai “bersih”, agar Ia boleh bermanifestasi sepenuhnya di dalam mereka.
Joh 14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa–Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Joh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting–rantingnya. Siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa–apa.
Pada akhir pelayanan-Nya kepada mereka Ia dapat berkata bahwa mereka telah seluruhnya dibasuh oleh Firman yang diucapkannya:
Joh 13:10 Kata Yesus kepadanya, “Siapa saja yang telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”
Joh 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Pada awal pelayanan-Nya Ia memanggil murid-murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Sesudah itu mereka menjadi manusia luar biasa, urapan Roh Kudus yang berasal dari Tuhan Yesus menyertai mereka. Transfer kuasa Tuhan Yesus itu adalah sementara sifatnya, karena Ia masih berkata bahwa mereka akan menerima Kuasa dari tempat Tinggi bila Ia telah meninggalkan mereka setelah kebangkitan-Nya.
Luk 24:49 “Lihatlah, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa–Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
Mengapa Ia memberi kuasa sementara ini kepada mereka, sambil menunggu yang sesungguhnya, yang akan diberikan kepada mereka kalau Roh Kudus turun khusus bagi mereka? Itu hanya sebagai contoh (free sample) untuk bahan latihan, bahan pelajaran memakai urapan Roh Kudus. Tetapi saya melihat ada maksud yang lain mengapa urapan itu diberikan. Setelah urapan Roh Kudus itu melekat di dalam mereka, dengan segera iman mereka naik pesat tetapi juga daging mereka menjadi sangat berani. Itu perlu sekali sebab tanpa urapan Roh Kudus, karakter daging itu tak pernah muncul kepermukaan karena diselimuti oleh kerendahan hati palsu, hasil ajaran tradisi baik dari manusia. Padahal sifat-sifat daging itu ada di dalam daging, tetapi tertekan dan terkendali karena kultur (adat/pendidikan). Dengan adanya urapan Roh Kudus maka sifat-sifat daging mereka diberanikan dan naik kepermukaan, dengan maksud agar dapat di “cuci bersih” oleh kuasa Firman Tuhan.
Tiga peristiwa ini memberi gambaran cukup bahwa kedagingan mereka meningkat karena dirangsang oleh hadirnya urapan kuasa Roh Kudus di dalam mereka:
. Adanya pertengkaran siapa yang terbesar diantara mereka. Lukas mencatat dua kali hal ini terjadi, bahkan sampai saat terakhir Tuhan mau diangkat, mereka masih bertengkar juga.
Lu 9:46 Kemudian timbullah pertengkaran di antara murid–murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.
Lu 22:24 Terjadilah juga pertengkaran di antara murid–murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
. Bila kepentingan mereka terhambat oleh orang lain, emosi naik dan tak segan-segan memper-gunakan kuasa urapan itu untuk menghukum orang lain tanpa belas kasihan.
Lu 9:54 Ketika dua murid–Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
. Urapan membangkitan kepercayaan diri sendiri, bahkan cenderung menjadi berlebihan, atau overconfidence sampai menjadi amat sombong. Pernyataan-pernyataan Petrus ketika Tuhan mengatakan bahwa Ia akan ditangkap dan dibunuh orang Farisi mencerminkan hal ini.
Luk 22:33 Jawab Petrus kepada–Nya, “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama–sama dengan Engkau!” 34 Tetapi Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal bahwa engkau mengenal Aku.”
Satu hal lagi kita lihat bahwa sekalipun Yudas menerima urapan yang sama seperti yang lainnya, urapan itu tak merubah sifat-sifat dasar Yudas, ia seorang pencuri dan tidak percaya semua perkataan Tuhan dari awal sampai akhir. Sekali lagi, dengan tegas: Urapan Roh Kudus di atas daging manusia, tidak merubah sifat kedagingan orang itu menjadi kudus, sebaliknya merangsang sifat dagingnya bermanifestasi lebih nyata.

Jadi memang dalam proses mengubah manusia beriman itu menjadi seperti Allah, perlu diberi urapan (yang sifatnya sementara) agar kedagingannya muncul, agar Firman Allah (dan kuasa Roh Kudus) boleh mengoperasinya sehingga dari manusia itu di buang kemanusiaannya, sampai tinggal rohnya yang dibaharui oleh persatuan dengan Roh Tuhan Yesus itu, dapat menjadi seperti Allah. Baru setelah itu Kuasa dari tempat mahatinggi boleh memenuhi mereka dan menjadikan mereka seperti Kristus-Kristus yang berjalan di atas bumi lagi tetapi dalam jumlah yang amat banyak.
Agar hal itu dapat terjadi harus ada seorang guru, yang membina seperti zaman Tuhan Yesus dahulu. Tuhan Yesus mengawasi murid-muridnya, memelihara dan melindungi mereka sampai akhir, sehingga mereka “jadi” seperti yang direncanakan Tuhan. Bila mereka kedagingan, Ia mencuci mereka dengan Firman-Nya. Itu sebabnya Tuhan memerintahkan agar semua murid-Nya memuridkan orang lain.
Mat 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid–Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Karena itu sistim yang Tuhan perintahkan yang sebenarnya bukanlah menghimpun banyak-banyak orang di dalam suatu gedung gereja, walaupun itu boleh saja dilakukan kalau memungkinkan, tetapi sistim pemuridan multilevel adalah sistim dasar yang tak tergantikan oleh sistim yang lain.

Agar proses pemuridan ini dapat berlangsung dengan sempurna, harus ada penundukan diri dari murid-murid kepada gurunya. Penundukan diri atau submission adalah penting karena Tuhan memang mau bekerja dengan cara demikian. Mereka yang mengikuti seorang guru yang benar-benar takut akan Tuhan, akan dibawa kepada pengenalan akan Tuhan dengan lebih cepat daripada mencari-cari sendiri melalui “trial and error”. Ada jalur otoritas dan kuasa dari Tuhan Yesus melalui guru-guru untuk disalurkan kepada murid dan kemudian ke murid-murid dibawahnya. Bila seorang murid mulai kedagingan dan tak mau mendengar teguran sang guru, bagian guru itu adalah memperingatkan dan menegur menurut kebenaran Firman saja, selebihnya murid itu akan diganjar melalui kejatuhan atau kegagalan, dan kalau ia bertobat, Roh Kudus akan ubah pengalaman itu menjadi berkat bagi kematangan si murid. Bagian seorang guru adalah berjaga-jaga dengan doa agar bila jatuh muridnya tidak kehilangan imannya. Seorang guru yang menjalankan fungsinya dengan baik akan didukung oleh wibawa Kristus sepenuhnya. Ia sendiri juga harus mengawasi ajarannya dan menundukkan diri dibawah koreksi Roh Kudus dan guru di atasnya yang membimbing dia.
Luk 22: 31 “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara–saudaramu.”
Jas 3:1 Saudara–saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kamu tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
1Ti 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Jika Anda tida bisa terbang, maka berlarilah. Jika Anda tidak bisa berlari, maka berjalanlah. Jika Anda tidak bisa berjalan, maka merangkaklah. Tetapi ingatlah, apapun yang Anda lakukan, tetaplah melangkah maju.
Masa lalu adalah pelajaran buatmu. Saat ini adalah hadiah buatmu. Masa depan adalah motivasi buatmu. Untuk menjadi sangat termotivasi pada masa depan yg lebih baik, yang diperlukan hanyalah Keyakinan!

Ketika Anda merasa depresi, Anda hidup di masa lalu. Ketika Anda merasa cemas, Anda hidup di masa depan. Tapi bila Anda merasakan kedamaian, berarti Anda hidup di masa kini

Apakah Benar Bahwa Kasih Allah Tidak Ada Kondisinya Dan Tanpa Ada Penyebabnya Diluar Allah Itu Sendiri? 1 JOHN 4:8

ANGEL MANUEL RODRIGUEZ, BIBLICAL RESEARCH INSTITUTE, GENERAL CONFERENCE

Is it correct to say that God’s love is unconditional and without any cause outside God Himself?
So much has been written about God’s love that we can hardly begin to summarize the results of those studies. The most important text is obviously 1 John 4:8: “Whoever does not love does not know God, because God is love” (NIV).

John’s purpose was not to speculate concerning the nature of God, but to motivate Christians to love one another. Yet in the process he made this remarkable statement in which he suggested that if we explore the very nature of God, we will find only love, and that divine activity is motivated and determined by pure love.

1. Unconditional? Can we use the term unconditional to refer to the expression of God’s love toward His creatures? If God is by nature love, if the essence of His being is self-giving expressed in concern for the well-being of others, then we must recognize that nothing outside God Himself can move Him to love us. Unconditional is appropriate if understood in terms of our inability to make ourselves lovable before Him. In fact, it is totally unnecessary for us to become lovable, because God by nature loves us.

His love is not elicited by our physical or moral attractiveness. He loved us when we were still sinners (Rom. 5:8). In practical terms this means He loves Americans and Iraqis, Adventists and Hindus, sinners and saints, etc., with the same intensity. When it comes to God’s love for His creatures and His offer of salvation, God makes no distinctions.

2. Causeless? Since God does not expect us to meet certain conditions before we can be objects of His love, some have concluded that no reason can be offered for His love toward us except love itself (He loves me because He loves me). Accordingly, to go beyond love itself is to rob it of its spontaneity.

God’s love, they say, cannot be grounded on any particular reason except the fact that God is love. This is an attractive idea, but theologically damaging to the biblical view of God. It defines God and the nature of God’s ultimate reality as essentially irrational. It is not that love transcends reason, but that reason and love are perceived as incompatible because to provide a reason for love is to condition it. This overlooks the fact that from the biblical point of view the reason God loves us is that He created us. After we sinned, He continued to love us, because Christ died for us, although we were sinful and rebellious.

3. Indifferent? Since God continues to love us in spite of our sin, does that not suggest that He loves us no matter what we do? We should be extremely careful not to give the impression that divine love is like human love, sentimentally born out of irrational emotions accompanied by elements of psychological guilt for personal failures in our interpersonal relations.Love and permissiveness are incompatible. When we say, “God loves me no matter what I do,” we are indeed saying that God is indifferent to what we do. The opposite of love is not anger, but indifference.

The Bible states that God reacts to what we do or do not do, that what we do evokes a reaction from God because He takes us seriously. It is because He loves us that He becomes angry when we rebel against Him. God’s wrath and His love are not incompatible. Divine wrath is God’s love seeking to express its pain while offering reconciliation. God’s love is tough love.

4. Creative: God’s love for us is determined, not by our real or presumed value, but by the fact that He created and redeemed us. However, we should not conclude that we are valueless objects. When God makes us objects of His love, we become extremely valuable. Love moved God to create us, and what He created was valuable, good, very good (Gen.1:31).

We lost that value through the Fall, but when the Son of God became poor in order for us to be enriched, divine love restored our value. We are now children of the King of the universe!John wrote: “Dear friends, since God so loved us, we also ought to love one another” (1 John 4:11, NIV). Did you get the point?

TANDA PADA DAHI DAN TANGAN
OLEH: SAM KAMUH, TK NEW ENGLAND

Kebanyakan orang mengartikan tanda binatang pada dahi dan tangan sebagai keputusan pemerintah untuk menanamkan microchip komputer dibawah kulit tangan dan dahi. Apa benar demikian? Lalu apa artinya mendapatkan tanda pada dahi dan tangan? Mari kita mulai.
Kata “tanda binatang” hanya ditulis 8x dalam Alkitab dan semua ada di buku Wahyu pasal 13-20. Satu hal yang penting dari tanda binatang ini terdapat dalam Wahyu 19:20, yaitu mereka yang telah menerimanya telah disesatkan. Apa artinya disesatkan? Artinya adalah “tanda binatang” ini tidak akan diumumkan pada saat dipaksakan pelaksanaannya, karena kalau diumumkan maka itu tidak lagi menyesatkan. Lebih istimewa lagi, tanda binatang ini adalah suatu sandi yang diberikan bagi kita umat Kristen, supaya kalau itu terjadi, kita sudah tau apa yang harus kita lakukan. Dunia tidak akan tahu, pemerintahanpun tidak akan sepenuhnya sadar dan jelas hal ini tidak akan disebutkan sebagai “tanda binatang.” Apapun tanda itu, itu adalah tanda yang akan menyesatkan.
Pekabaran malaikat yang ketiga yang terdapat dalam Wahyu 14:9-12 adalah sebagai berikut:
(9) Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: ”Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, (10) maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. (11) Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.” (12) Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.Ini adalah amaran agar kita tidak mendapatkan tanda itu oleh karena bila kita mendapatkan tanda itu, maka kita akan meminum anggur murka Allah dan akan binasa.
Apa arti “dahi” dan “tangan” pada Wahyu 14:9? Apakah itu berarti akan ditanamkannya mikrochip komputer dibawah kulit dahi dan tangan, seperti yang dipercayai sebagian besar umat Kristen saat ini?
Wahyu 14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Pada dahi 144.000 orang yang selamat, ada tertulis nama Yesus dan nama Bapa. Kontras dengan ayat diatas, Wahyu 14:9 menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan “tanda binatang” itu akan binasa.

Wahyu 17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: ”Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.
Di dahi perempuan Babel itu ada tulisan “ibu dari wanita-wanita pelacur”
Wahyu 22:3,4 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, (4) dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
Nama Yesus tertulis di dahi hamba-hamba-Nya.
Jadi, pada akhirnya semua orang akan mendapatkan sesuatu di dahi mereka entah itu nama Allah bagi yang selamat atau tanda binatang bagi yang binasa. Kalau kita melihat lebih jauh kebelakang, sebetulnya istilah dahi dan tangan sudah ada sejak perjanjian lama.

Coba kita lihat Ulangan 6:4-8 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,(7) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.(8) Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
dan Ulangan 11:18. Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Jelas sekali kata dahi dan tangan adalah lambang. Dahi melambangkan pikiran dan tangan melambangkan perilaku. Allah mau agar perkataan-Nya masuk dalam pikiran, itulah arti nama-Nya tertulis di dahi dan tidak berhenti disitu, Allah mau agar apa yang ada dalam pikiran itu dihidupkan/dilakukan, itulah arti nama-Nya ada tertulis di tangan. Dengan kata lain, Dia mau agar kebenaran yang kita tau itu dipraktekkan dalam tingkah laku kita.

Sebaliknya, bagi yang menerima tanda binatang pada dahi dan tangan mereka, itu berarti bahwa mereka telah disesatkan/ ditipu/ diperdaya oleh ajaran-ajaran yang menyimpang/ tidak sesuai dengan Alkitab dan tidak sampai disitu, merekapun tidak segan-segan untuk menurutinya/ mempraktekkannya.

Kesimpulannya, kita sebenarnya tidak berhadapan dengan masalah microchip komputer, melainkan kita berhadapan dengan masalah pikiran dan perilaku. Harapan dan doa kami agar kiranya Yesus boleh menanamkan kebenaran-Nya dalam pikiran kita, agar kita boleh menghidupkannya dalam tingkah laku kita. Minggu depan kita akan melihat lebih dekat lagi tentang tanda binatang ini. Selamat tahun baru 2014!

SEMANGAT 2014
LAPORAN: ERRYLINE MALLUA

MADIUN, JAWA TIMUR [KADNET] – Kebaktian tutup tahun 2013 dan buka tahun 2014 begitu meriah diadakan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh jemaat Kalasan Madiun tanggal 31 Desember 2013, tepat pukul 17.00 WIB. Diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdtm. Dale Sompotan selaku gembala Jemaat didampingi oleh Bp. Yonathan Triwidiarso selaku ketua jemaat dan ibu Eni Windarti selaku sekretaris jemaat. Khotbah yang penuh semangat dibawakan oleh gembala jemaat Pdt. Dale Sompotan begitu mengangkat jiwa seluruh hadirin. Gereja dipadati oleh seluruh jemaat dan tamu sekitar 260 orang yang ingin mendapatkan berkat di penghujung tahun 2013.

Setelah kebaktian dilanjutkan dengan acara tahun baru yang dipandu oleh MC serba bisa Ibu Dorce Lomo dan yang membuat acara ini hidup adalah semua panitia memakai topi Santa Clauss. Diawali dengan kata sambutan oleh ketua panitia Bpk. Supriyanto. Lalu nyanyian dari kelas Kindergarden, Primary dan Power point pimpinan Ibu Erryline Mallua. Selanjutnya 10 nomor doorprize putaran pertama pun dibagikan.

Dilanjutkan dengan reward kepada anggota jemaat dengan kategori yang luar biasa kenapa? Karena kategori yang tidak lazim lain daripada yang lain yaitu kategori Pdt yang pertama mengajarkan IT ke jemaat, kategori Chorister yang paling banyak melayani, kategori anggota jemaat yang paling setia sepanjang tahun, kategori yang paling banyak melayani songservice, kategori anggota yang paling nyaman berada di gereja, dan yang paling menguntungkan yaitu kategori yang berulangtahun tepat tgl. 1 Januari. Yang semuanya itu membuat suasana semakin meriah. Dilanjutkan pemutaran kaleidoskop tahun 2013 yang dirancang oleh Pdt. Dale Sompotan dan Sdr. Julian. Yang paling ditunggu-tunggu adalah pembagian hadiah kepada lansia secara simbolis yang dipimpin oleh Ibu Endang Sukesi dan anak-anak yang dipimpin oleh Ibu Ramini.

Acara puncak diisi oleh PA Kalasan yang menggelar drama operet bercerita tentang penciptaan sampai kelahiran yesus. Berkostumkan orang-orang zaman dahulu dari bahan-bahan seadanya menambah suasana semakin bersukacita. Setelah drama anak-anak muda ini minta didoakan khusus oleh Pdt. Dale Sompotan, memohon pimpinan Tuhan kepada mereka semua. Doorprize putaran 2 dan 3 dilanjutkan menghabiskan stock hadiah yang sudah disiapkan panitia dan sponsor. Sangat mengesankan karena hampir semua tamu yang hadir mendapatkan hadiah, puji Tuhan. Acara berakhir tepat pukul 20.00 WIB, seluruh anggota jemaat dan tamu pulang dengan membawa makanan yang sudah disediakan dan tentunya dengan wajah berseri-seri dan sukacita meliputi mereka. Tahun baru semangat baru. Dari kota pecel Madiun Jawa Timur, Indonesia, kami ucapkan Happy New Year 2014 – God Bless you all!

BERITA AWAL TAHUN DARI MANADO & SEKITARNYA

DILAPORKAN OLEH: JEINNER J. RAWUNG, TK MANADO
KKR AGUSTUS 2013 TANPA BABTISAN, SELANG BEBERAPA BULAN KEMUDIAN, PARINDING MINTA DIBABTISKAN DI PANTAI ATEP OKI MINAHASA
Dikirimkan Oleh: Jeinner J. Rawung

Dengan penuh semangat, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Atep Oki Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang hanya dalam hitungan jari jumlahnya, menyelesaikan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ‘Kebahagiaan Sejati’. Sayang, dipuncak acara, tidak ada satupun jiwa yang datang menyerahkan diri.

Surprise!!! Belum lama ini, atau lama waktu berselang setelah KKR selesai, seorang muda Eksen Parinding mengaku dikuasai roh kudus dan meminta dibabtiskan oleh gembala Jemaat Atep Oki Pdt. Jimreeves Rawung yang juga menjadi pembicara tunggal KKR Bulan Agustus. “Waktu KKR beliau hadir tapi tidak bersuara sedikitpun. Jauh setelah KKR berakhir Sdr. Parinding meminta sendiri untuk dibabtiskan” kata Rawung melalui saluran telepon Rabu (1/1-2014).

MUMU, MARAMIS DAN RAHARJO DIMENANGKAN GMAHK JEMAAT LEILEIM SONDER MINAHASA
Dikirimkan Oleh: Jeinner J. Rawung

Bermodalkan doa yang sungguh dan kerja keras Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Leilem Sonder Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara sukses memenangkan sebanyak 3 Jiwa kepada kasih Kristus dan dibabtiskan Sabat (30/11), belum lama ini.

Setelah menggulir Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ‘Kuyakin Saat Tuhan Berfirman’ di Balai Desa Leilem Satu, yang juga dirangkaikan dengan kegiatan Sabat pendidikan, para waris kerajaan Allah itu dibabtiskan. “Selamat bergabung dengan GMAHK Sedunia Bapak Tar Mumu, Sdr. Steven Maramis dan Sdri. Dinda Raharjo. Tuhan Memberkati” kata gembala Jemaat Pdt. Relly Arce Ngeloh.

DI ROKO TOBELO MALUT, SAMPOUW BABTISKAN 2 JIWA
Dikirimkan Oleh: Jeinner J. Rawung

Perawakan Pdt. Djuan Sampouw yang kecil dan lembut, menjadi lengkap sebagai alat Tuhan. Ada 2 Orang Roko (Penduduk Asli) Tobelo Maluku Utara (Malut), yang menyerahkan diri dibabtiskan usai Pertemuan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Se-Distrik Tobelo Malut, pada Sabat (21/12) medio bulan lalu.
Sebelum menggulir upacara babtisan, saudara dekat TK Boldwin Sampouw ini mengupas Ibrani 13:20, 21. “Berjalan bersama-Nya, berinvestasi dengan Dia, memandang kepada-Nya, Mengasihi Dia dan umatNya”, kata hamba Tuhan yang sebelumnya menggembalakan GMAHK Jemaat Gritma Paniki Mapanget Manado, di akhir pembicaraanya.
“Puji Tuhan Sabat itu ada dua Jiwa di Desa Roko menyerahkan diri untuk dibabtiskan. Tolong doakan jiwa-jiwa yang sudah dibabtis “ tulis salah seorang anggota GMAHK di Tobelo yang mengaku bernama Rafles, melalui SMS dari nomor HP 085340924475 miliknya.

KERINDUAN JEMAAT, BUPATI RESMIKAN GEDUNG GMAHK SANGAJI NYEKU HALBAR MALUT
Dikirimkan Oleh: Jeinner J. Rawung

Saluran berkat dari Tuhan yang mengalir melalui hamba Tuhan yang setiawan Pdt. Jemmy Nayoan, diterima oleh anggota-anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Sangaji Nyeku Kecamatan Tabaru Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara pada 17 Desember 2013.

Ya, gedung gereja baru yang representatif akhirnya diresmikan oleh Bupati
Halbar yang didampingi langsung Ketua GMAHK Daerah Konferens (DK) Kota Manado dan Provinsi Maluku Utara (Malut) Pdt. Ferry Rattu, MA. Kerjasama dan iklas ini sudah dilakukan oleh anggota gereja yang digembalakan Pdt. Jemmy Nayoan dan dibantu oleh Ketua Salmon Ronga dan Sekretaris Veki Ronga.

2013, PRONAS KORPRI DI SULUT SUKSES KARENA LUKAS, SANG ARSITEK ANAK TUHAN
Dikirimkan Oleh: Jeinner J. Rawung

Daerah ‘Bumi Nyiur Melambai’ sebutan Provinsi Sulawesi Utara, lebih khusus lagi Kota Manado lagi menjadi buah bibir rakyat Indonesia. Pasalnya, beragam hajatan internasional sukses di gelar -mulai sejajar dengan Bali. Malah PON Mini, dalam hal ini Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sukses digeber di sulut, oleh tangan dingin anak Tuhan Ir. Yani Lukas, M.Si.

Kepala sekretariat Korpri Prov. Sulut yang juga anggota setia di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Sario Sentrum Manado dipercayakan langsung sebagai arsitek suksesnya hajatan tersebut. “Ya, Pak Yani memang orang pekerja yang rendah hati.
Tanggung jawabnya sungguh besar. Apalagi ini demi nama baik Sulut. Saya percaya, karena Tuhan yang meneguhkan beliau” sebut Mrs. Femmy Weku, PNS Prov. Sulut anggota GMAHK Jemaat Tikala Manado, sekalian bangga karena Lukas merupakan satu-satunya orang Advent di Sulut yang menjabat satu tanggung jawab tingkat eselonering yang relatif tinggi.

TUNA KOMBOS MALAH KEBANJIRAN, WAYAME AMBON CANTIK DAN SIAP DITAHBISKAN
Dikirimkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Kebaktian Sabat (28/12) terakhir di Tahun 2013 yang lalu, disemua jemaat memang disambut antusias oleh segenap anggota. Apalagi momen-momen Sabat akhir memang sangat berkesan bagi setiap insan.

Kalau saja umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Tuna Kombos Manado tetap bersukacita, meski gedung gereja diterjang banjir, maka anggota GMAHK jemaat Wayame Ambon, sedang menunggu penahbisan/peresmian gedung Gereja yang baru. “Gereja sangat megah dan siap ditahbisakan” kata pentolan Serve Him Music Ministry Samuel Sangari, yang merencanakan secara khusus.

SAFARI PERJAMUAN BMG-RANOTANA-TANDURUSA BITUNG-PAAL II MANADO, JEMAAT KHUSUK DAN MEMOHON BERKAT
Dikirimkan Oleh : Jeinner J. Rawung

Yesus sendiri memberikan perintah memberkati yaitu agar umat-Nya melakukan Perjamuan sampai Dia datang lagi. Karenanya, kegiatan Sabat (28/12) lalu, diwarnai dengan upacara Perjamuan yang kudus.

Sebelumnya pada Senin (23/12) Perjamuan dilaksanakan khusus untuk pengerja (pendeta, guru, penginjil litertur, dll) di wilayah Pelayanan Field Bolaang Mongondow dan Gorontalo (BMG) dan dipimpin langsungKetua Daerah Pdt. N. Kaumpungan
Sementara itu pada Sabat siang, anggota-anggota khusuk beribadah dan tak putus-putusnya memohon berkat. Pdt. Christ Manoppo (pensiunan) melayani di GMAHK Ranotana Karombasan. Selanjutnya di Tandurusa Bitung dipandu oleh Pdt. Ferry Rattu, GMAHK Paal II oleh Pdt. Roneel Ike Mamarimbing.

Leave a Reply