Antikristus dan Bait Allah

October 15, 2012 - Steve Wholberg

 

Oleh karena banyak sekali orang yang percaya akan buku ke-9 dari seri buku fiksi “left Behind” yang berjudul “Desacration”, yang direlease  pada musim gugur 2001, maka saya menganggap perlu untuk menjelaskan topik ini. Inti dari ajaran buku Desacration itu adalah: “Bait Suci akan dibangun kembali pada akhir zaman. Upacara korban akan dimulaikan kembali. Antikristus akan masuk kedalam Bait Suci tersebut lalu duduk didalamnya dan menyatakan diri sebagai Allah. Hal ini akan membawa dunia kepada perang Armagedon dan menandai hari-hari terakhir sejarah dunia sebelum kedatangan Yesus Kristus.”

Mari kita lihat apa yang sebenarnya dikatakan oleh Alkitab. Ayat yang menjadi persoalan terdapat di dalam 2 Tesalonika 2:4: yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. Pengertian doktrin Left Behind adalah Antikristus akan memasuki Bait Suci, sebuah bangunan fisik/literal yang ada di Timur Tengah.

Apa sebetulnya pengertian “bait” menurut Paulus? Paulus menggunakan istilah “naos” untuk “bait”. Dalam 1 Korintus 3:16: Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian, Paulus menggunakan kata yang sama. Kita tau Paulus sedang menulis surat kepada Jemaat di Korintus. Jadi kita lihat “bait” disini mengacu kepada gereja. Coba kita lihat Efesus 2:9-21 yang dituliskan kepada jemaat di Efesus. Jelas sekali “bait” mengacu kepada gereja dan bukan kepada bangungan literal/bangunan fisik. Hampir semua istilah “bait” yang digunakan Paulus mengacu kepada gereja Kristen. Kalau kita baca dengan seksama, bukan “bait” saja yang tertulis tapi “Bait Allah”, jadi bait ini milik Allah. Artinya Bait Suci/gereja  milik Allah yang dimasuki oleh Antikristus.

Pada tahun 70 AD, bait suci Israel sudah dihancurkan oleh bangsa Roma. Di Yerusalem saat ini cuma ada “The Dome of the Rock”, tidak ada lagi bait suci disana. Kalau orang Israel berhasil membangun bait suci dan memulaikan kembali upacara korban seperti konsep/doktrin Left Behind, apa yang akan diserukan orang-orang Israel tersebut pada saat upacara korban kepada Bapa di sorga? Kita tau ketika Yesus mati di kayu Salib, Dia menyatakan “sudah selesai”, tirai di bait sucipun terbelah dua dan Yesus adalah korban yang terbesar dan yang terakhir.

Tentunya seruan orang Israel pada saat melakukan upacara korban pada saat itu akan merupakan pengakuan penolakan Yesus sebagai korban/Mesias, yang jelas-jelas kematian-Nya telah menggenapi nubuatan. Bagaimana mungkin bait suci dengan pengertian diatas menjadi acuan Paulus ketika menuliskan ayat inti diatas? Jadi jelas bait suci yang akan dibangun itu bukanlah bait Allah karena upacara korbannya adalah penolakan terhadap Yesus sebagai korban/Mesias!

Kita perhatikan kembali ayat  4 diatas. ”Akan duduk di bait suci” ini diartikan literal oleh mereka yang menganut doktrin left behind. Artinya, secara fisik Antikristus akan duduk di kursi didalam gedung literal/fisik, yang akan dibangun mereka. Alkitab katakan ketika naik ke surga, Yesus (Ibrani 1:3 dan Mazmur 110:1) akan duduk disebelah kanan tahta Allah. Bukan berarti Yesus akan duduk terus 2000 tahun tidak kemana-mana. Duduk disini bermakna “posisi kekuasaan”. Jadi “Ia duduk di bait Allah” artinya Antikristus akan muncul dalam gereja dan memiliki posisi kekuasaan tertinggi yang akan melawan kekuasaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lalu bagaimana dengan pengertian “mau menyatakan diri sebagai Allah?” Menurut pengertian buku Desacration, Antikristus akan membuka mulutnya dan menyatakan diri sabagai Allah. Kalau kita baca baik-baik lagi 2 Tesalonika 2:4, sebetulnya tidak demikan. Jadi sesuai dengan ayat ini, duduk di Bait Allah artinya: Antikristus akan masuk ke Bait Suci yaitu gereja Allah dan memiliki posisi kekuasaan yang akan melawan kuasa Yesus Kristus/menggantikankekuasaan Yesus Kristus. Dan “mau menyatakan diri sebagai Allah” artinya, dia mau menunjukkan dirinya, oleh aksi dan tuntutannya, bahwa dia sendiri adalah Allah, walaupun dia tidak akan secara terbuka menyampaikannya.

Jadi kesimpulannya, Antikristus akan menunjukkan diri sebagai Allah, dia akan melawan kekuasaan Tuhan kita Yesus Kristus, dia akan memiliki kekuasaan didalam gereja Allah dan aksi-aksi serta tuntutannya akan menunjukkan sikap sebagai Allah tanpa menyatakannya secara terbuka. Reformator –reformator Protestan seperti Martin Luther, John Wesley, john Wicklif, Huss and Jerome, Spurgeon and Calvin dan masih banyak yang lain, semua mengartikan ayat ini seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Mereka mengartikan Antikristus bukan nanti muncul dimasa datang, sesuai dengan doktrin Left Behind, yang katanya akan memasuki Bait Suci literal sesudah rapture. Namun reformator-reformator  ini mengartikan sesuatu yang lebih riil yakni, Antikristus sudah masuk kedalam gereja sejak dari zaman mereka hidup dan telah mengambil otoritas Tuhan kita Yesus Kristus, yang adalah satu-satunya Imam Besar, satu-satunya Mesias bagi gereja-Nya/umat-Nya. Yang terjadi sekarang ini adalah perang antara kebenaran melawan penipuan. Perang antara interpretasi yang benar melawan yang salah. Doktrin Left Behind walaupun dianut ole pengajar-pengajar yang tampak jujur, telah membuat orang terfokus pada bait suci yang akan dibangun di masa depan di Timur Tengah. Mereka telah menyalah-artikan hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus yang adalah sangat penting dan menjadi dasar untuk bisa mengerti nubuatan tentang Antikristus.

› tags: antikristus dan bait Allah /

Leave a Reply