APA PENYEBAB UTAMA PERPECAHAN ANGGOTA JEMAAT ???

July 23, 2017 - Stevanus S. Widjaja

Sebelum dijawab, sebaiknya kita membaca dahulu satu ayat dibawah ini :

“Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Yohanes 8:22

Oh, rupanya ada perasaan kebencian, tidak senang, tidak percaya dan merasa terhina dengan ucapan Yesus yang penuh kuasa sebagai Mesias, makanya mereka berkata dan bersikap demikian kepada Yesus.

Bukankah ucapan orang orang Yahudi diatas adalah menggambarkan tabiat buruk dari orang orang di zaman Yesus yang sukar sekali untuk percaya kalau Yesus adalah Mesias. Makanya setiap tindakan dan ucapan Yesus selalu dinilai negatif.

Misalkan saja ketika Yesus ingin menumpang dirumah Zakheus, maka dengan sikap yang tidak suka, mereka katakan Yesus menumpang dirumah orang berdosa (Lukas 19:1-10).

Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa secara umum sifat orang-orang Farisi dan Saduki itu sombong dan selalu ber-prasangka buruk kepada setiap orang yang mungkin saja lebih unggul dari mereka dalam hal ilmu pengetahuan, rohani dan materi dan apa sajalah itu namanya…

Dan yang menyedihkan lagi adalah sifat2 seperti itu masih ada di zaman akhir ini ; dan bisa jadi (mungkin) lebih buruk lagi daripada apa yang diperkirakan dan tidak mustahil prilaku seperti cemburu, iri hati dan berprasangka buruk itu juga masih ada di kalangan umat Allah saat ini.

Dan jangan heran gejala dan prilaku seperti dibawah ini dapat saja menimbulkan perpecahan di kalangan sesama anggota Gereja, antara lain soal :

๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ GOSSIP, KABAR ANGIN, BERPRASANGKA, KECEMBURUAN

” Kabar angin yang tersiar sering merupakan perusak persatuan di antara saudara bersaudara……

Pintu pikiran harus ditutup terhadap ” Mereka katakan “atau ” saya dengar ”

Mengapakah kita tidak boleh, gantinya membiarkan kecemburuan atau sangkaan jahat masuk ke dalam hati kita, pergi kepada saudara-saudara kita, dan setelah dengan tegas tetapi dengan ramah mengutarakan ke hadapan mereka hal-hal yang kita dengar merusak tabiat dan pengaruh mereka, berdoa dengan dan untuk mereka ?

Sementara kita tidak dapat bergaul dengan mereka yang adalah musuh pahit Kristus, kita harus menumbuhkan roh kelemahlembutan dan kasih yang menandai Guru kita ; kasih yang tidak memikirkan kejahatan, dan tidak mudah terhasut …. ” TM, 504,3

Nah, apakah solusi untuk mengatasi hal demikian ?

๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ * SOLUSINYA DATANGI DAN BERDOA BUAT MEREKA SUKA MENG-GOSSIP DLL ITU*

Kiranya Tuhan memberkati kita semua di hari Minggu ini….. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Leave a Reply