APAKAH KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA SEPERTI PENCURI ?

theft

“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” II Petrus 3:10
Mereka yang mempercayai pengangkatan secara rahasia, menyatukan teks ini dengan penampakan Kristus secara rahasia (tidak terang-terangan). Tapi pernahkah Saudara menjadi korban pencurian? Bila pernah, maka Saudara akan mengerti dengan baik alasan dari Petrus, Paulus, dan Tuhan kita menggunakan analogi ini.

Sewaktu berbicara kepada murid-muridNya, Tuhan Yesus berkata, “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Lukas 12:33-40.

Seorang pencuri mendekati tempat sasarannya dengan diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Malangnya bagi si korban, kehadiran pencuri biasanya diketahui setelah pencurian terjadi.Meskipun kemunculan pencuri tersebut seperti hantu yang datang dan pergi, dia bukanlah tidak nampak atau tidak terlihat. Kedatangannya, adalah nyata dan secara fisik, namun selalu tidak diketahui dan diduga, dia datang pada saat yang tidak disangka-sangka.

Dalam ayat Alkitab lainnya, Yesus berkata, “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” (Wahyu 16;15). Kembali, Dia katakan, “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” (Wahyu 3:3). Tuhan tidak menggunakan contoh ini untuk menggambarkan karakter/ tabiat yang dimilikiNya; Dia adalah kudus, adil dan baik. Bukan juga Dia menggunakan contoh ini untuk menunjukkan bahwa kedatanganNya adalah tidak terlihat, tetapi yang Dia maksud, seperti pencuri yang memakai elemen “kejutan, tak disangka-sangka, tanpa pemberitahuan sebelumnya , begitu juga kedatanganNya yang kedua.

Menekankan fakta ini, Rasul Paulus menulis, “Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.” (I Tesalonika 5:2). Bersamaan dengan waktu kedatangan Tuhan yang seperti pencuri pada waktu malam, Paulus menghubungkannya dengan kebinasaan tiba-tiba sebagai akibat dari kedatangan Tuhan. Dia menulis, “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput..” (I Tesalonika 5:3).

Rasul Petrus juga menyatakan hal yang sama, yaitu terdapat kesatuan antara kedatangan Kristus yang seperti pencuri dengan datangnya kebinasaan tiba-tiba. Dalam II Petrus 3: 10, kita membaca, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.”

Inilah elemen “kejutan” yang dimaksud. Sedangkan peristiwa kedatanagn Tuhan Yesus sendiri, seperti rasul Petrus katakan, akan disertai kejadian alam yang sangat dahsyat, yang sudah pasti diketahui orang banyak. Dengan demikian istilah ‘pencuri’ bukanlah menggambarkan cara Tuhan yang mengambil milik kepunyaan-Nya dengan ‘diam-diam’ dan ‘rahasia’, tetapi adalah ‘waktunya yang TIDAK diketahui’ yang ditekankan di sini. Lalu dari mana timbulnya doktrin “Pengangkatan Rahassia (Secret Rapture)”, silakan membaca di sini.

Hal ini sama dengan kehancuran dari orang-orang yang tidak berjaga-jaga pada jaman Nuh dan Lot. Hukuman yang dahsyat datang tanpda disangka-sangka. Seperti pencuri, kebinasaan yang amat buruk itu datang tanpa belas kasihan terhadap generasi yang jahat. Kebalikannya, dari pendapat bahwa kedatang Yesus adalah tidak terlihat, perkataan Yesus sendiri, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24: 37), membuat jelas bahwa kedatanganNya adalah nampak, nyata dan “menghancurkan” seperti air bah yang membanjiri bumi.

Tidak diragukan, akibat dari kedatangan Yesus akan melampaui kedahsyatan air bah, dan juga kehancuran Sodom dan Gomorah. Segala sesuatu yang ada di bumi akan terpengaruh. Seperti Nuh dan orang-orang di jamannya mengalami air bah, maka baik orang benar maupun orang jahat juga sama-sama mengalami pada waktu momentum tersebut datang.

Namun bagaimanapun, akan ada perbedaan besar pada waktu kedatangan Tuhan kita: Tidak seperti setelah jaman Nuh dan Lot, dimana dosa dibiarkan berakar lagi dan mengkontaminasi bumi, kedatangan Yesus yang kedua akan mengakhiri segala sesuatu.

Untuk mengamarkan kita akan kedatangan Tuhan yang tak disangka-sangka, dan juga konsekwensi-konsekwensi yang akan dihadapi dari kejadian ini, Rasul Petrus menulis, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (II Petrus 3:11-14)

——————————————————-

Diterjemahkan dari www.Bibleinfo.com : As a thief?
(c)2000, Louis Torres. Published by Remant Publications. This material is taken from the book Left Behind or Sincerely Taken and is used by permission of the author. You may order the full book by calling 1-800-658-4533. MasterCard and Visa accepted.

Sumber: dianweb.org

Leave a Reply