Apakah yang di tanganmu itu?

Keluaran 3 dan 4 menggambarkan panggilan Tuhan kepada Musa. Tuhan terjamah dengan penderitaan umatNya di tanah Mesir. Mereka berada di dalam tekanan perbudakan dan Tuhan sementara bernegosiasi dengan Musa untuk “Biarkanlah umatKu pergi.” Dengan cara yang sama, Tuhan memanggil semua orang, tua dan muda untuk menjadi anggota dari tim penyelamat. Tuhan memanggil semua orang untuk mengenali penderitaan dunia dan menyelamatkan mereka yang berdalam di dalamnya.
Tetapi di dalam perintah Tuhan ini, Musa mengutarakan ketidak-inginannya dengan membuat alasan-alasan. Pada pasal 3, dan 4, kita mendapati ada empat alasan dan satu permintaan Musa yang kita bisa mengambil pelajaran. Alasan-alasan ini menunjukkan apa yang terdapat di dalam hatinya – keengganan untuk menuruti Tuhan. Tetapi kalau kita memperhatikan, disetiap alasan yang dibuat oleh Musa, Tuhan menyediakan sebuah jalan keluar.

Alasan pertama: Keluaran 3:11, “Siapakah aku ini?”
Merasa lebih kecil – Firaun adalah raja, saya hanyalah seorang gembala domba. Kenyataannya adalah Musa tidak mau untuk mengambil resiko. Ketika kita merasa lebih kecil kita tidak mau mengambil resiko.

Jawaban: Keluaran 3:12, “Aku menyertai engkau”
Jawaban Tuhan dari perasaan lebih kecil adalah “Aku akan menyertai engkau.” Hal yang indah kalau kita dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan sesuatu adalah Tuhan memberikan jaminan penyertaan-Nya. Tuhan tidak pernah meminta kita untuk melakukan sesuatu kemudian membiarkan kita melakukannya sendiri. Oleh karena janji ini dan pengalaman pribadi kehadiran Tuhan, Paulus dengan berani mengatakan, “Segalah perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13), dan Daud ketika dia mengatakan “Kepada siapakah aku harus takut?” (Mazmur 27:1).
Jalan keluar dari perasaan rendah adalah kekuatan dari kehadiran Tuhan di dalam hidup pribadi. Kita tidak mempunyai alasan untuk memberitahukan Tuhan tentang perasaan rendah diri atau kekurangan dalam hidup kita karena Tuhan telah memberikan jalan keluar dari semua masalah itu, “Aku akan menyertai engkau.” Kita hanya perlu untuk berpegang pada Tuhan. Sebagaimana Tuhan memberikan tugas kepada Musa, tugas yang sama juga diberikan kepada kita untuk, “Biarkan umatKu pergi.”
Murid-murid Yesus merasakan hal yang sama ketika Yesus akan terangkat ke Surga. Yesus mengerti perasaan dan ketidak-pastian mereka. Dia tidak menjanjikanuntuk mengirimkan sepuluh ribu malaikat untuk mengelilingi mereka. Tetapi dengan sebuah kepastian, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Alasan kedua: Keluaran 3:13, “Bagaimanakah tentang namaNya?” atau “Siapakah Allah ini?”
Musa sepertinya memiliki pemikiran bahwa bangsa Israel telah melupakan Tuhan. Tetapi Tuhan mengatakan, “Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepadaKu” (ayat 9). Mereka sementara berada dalam tekanan yang hebat. Saya tersentuh dengan penderitaan mereka. Dan Saya akan datang untuk menyelamatkan mereka.

Jawaban: Keluaran 3:14, “AKU ADALAH AKU,” 3:15, “Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.”
Ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari sini.
1. Tuhan mendengar keluh kesah kita dan Dia peduli.
2. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita apalagi melupakan.
Ellen White mengatakan, “Tidak ada tetes air mata yang Dia tidak perhatikan dan tidak ada senyuman yang Dia tidak lihat.”
Hari ini Tuhan mengatakan kepada kita, “Aku adalah Allah dari pendahulu-pendahulu kita, Aku adalah Tuhan dari gereja ini – pergilah dan sampaikanlah kabar baik ini supaya orang-orang akan bersedia.
Tuhan melihat masa depan sama seperti kita melihat apa yang terjadi sekarang ini. “Dia melihat sejarah yang ada jauh dibelakang, dan masa depan yang jauh sama seperti gelas kaca yang bening. Tuhan memberikan kita kesempatan untuk melatih iman dan kepercayaan kepada Tuhan.” MS 6, 1895.

Alasan ketiga: Keluaran 4:1, “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku”
Mereka tidak percaya kepadaku, dan saya sendiri tidak percaya kepada kemampuan diri saya sendiri. Pertama, saya hanyalah seorang gembala domba. Kedua, saya telah lupa apa yang telah saya pelajari di Mesir. Saya tidak mempunyai kuasa memerintah Israel untuk pergi.

Jawaban: Keluaran 4:2, “Apakah yang ada ditanganmu itu?”
Terlalu sering kita tidak bersaksi karena kita berpaku kepada kekurangan kita daripada kebesaran Kristus. Wayne MacDill memberikan tiga kategori ketakutan yang kita alami di dalam memberikan kesaksian:
1. Takut karena kekurangan
2. Takut ditolak
3. Takut gagal
Dia kemudian menjelaskan obat rohani yang sederhana yang diberikan oleh Rasul Paulus dalam 2 Timotius 1:17. Tuhan tidak memberikan kepada kita roh yang berkekurangan tetapi kekuatan dan kasih dan disiplin untuk menjaga kita dari ketakutan.
1. Karunia kuasa Tuhan akan melumpuhkan takut karena kekurangan.
2. Karunia mengasihi akan menghilangkan ketakutan untuk ditolak.
3. Karunia disiplin akan membersihkan ketakutan gagal.

Alasan keempat: Keluaran 4:10, “Aku ini tidak pandai bicara”
Saya tidak tahu berbicara. Musa pernah menjadi komandan jenderal tentara Mesir. Dan sudah pasti dia mengetahui bagaimana berpidato. Tetapi yang menjadi masalah ialah dia takut untuk memberikan dirinya kepada pekerjaan ini.Tuhan, saya memang tidak pandai berbicara, Kamu tahu itu. Saya lamban dalam berbicara, lidah saya terlipat ketika saya berbicara.

Jawaban: Keluaran 4:11-12, “Tetapi Tuhan berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia? Bukankah Aku, yakni Tuhan?””
Aku akan mengatur kata-katanya. Aku akan mengajarkan apa yang harus diucapkan. Aku akan menyediakan kalimat yang harus diucapkan. Oleh karena itu pergilah dan aku akan bersama dengan mulutmu dan akan mengajarkan apa yang harus kamu sampaikan.

Matius 10:19, “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.”

LUKAS 12:11-12,
“Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela diri. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

LUKAS 21:14-15, “Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

Dengan kata lain, Tuhan sementara mengatakan kepada Musa, “pergilah dan Aku-lah yang akan membereskan semua keterbatasan komunikasi yang kamu miliki.”

“Tidak ada batas bagi mereka yang mengesampingkan diri, memberikan ruangan kepada pekerjaan Roh Kudus di dalam hatinya, dan menghidupkan kehidupan yang berserah sepenuhnya kepada Allah” Kerinduan Segala Zaman 250-251.
“Jika orang muda memberikan pikiran dan hatinya kepada pelayanan Tuhan, mereka akan mencapai standart efisiensi dan kegunaan tertinggi. Inilah standart yang diharapkan Tuhan kepada semua orang muda untuk dimiliki” Pelayanan Kepada Orang Muda, 41.

Kelima, Sebuah Permintaan: Keluaran 4:13, “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.
Salah satu alasan kenapa kita tidak mempunyai semangat untuk membagikan Yesus kepada orang lain adalah karena kita tidak mempunyai pengalaman pribadi bersama dengan Dia. Benar bahwa kita mengenal Dia tetapi kita tidak pernah mengalami hubungan yang intim berjalan dengan Yesus.
Alasan-alasan Musa untuk tidak menuruti perintah Tuhan mengindikasikan bahwa dia tidak ingin meninggalkan zona nyaman-nya. Zona nyaman kehidupan sekarang, zona nyaman pekerjaan yang kita miliki, zona nyaman keluarga yang kita miliki dan lain sebagainnya. Musa tidak ini mengambil resiko. Risiko untuk gagal dan dikritik orang lain.
Keluaran 4:2-4, “Tuhan berfirman kepadanya: “Apakah yang ditanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman Tuhan: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. Tetapi firman Tuhan kepada Musa: “Ulurkanlah tanganm dan peganglah ekornya” – Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya.””
Ketika kita melemparkan tongkat yang ada ditangan, Tuhan bisa merubah itu. Ketika Yesaya mendengarkan panggilan “siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Tuhan memanggil semua orang yang memberikan hatinya untuk bersedia walaupun memiliki hidup yang tidak sempurna.
Tongkat itu bisa jadi adalah ketidak-mampuan, kelemahan tubuh, kekurangan pendidikan. Tuhan mengatakan berikan itu kepadaKu dan Aku akan merubahnya menjadi sesuatu yang berguna bagi Hidup. Karena Tuhan memiliki spesialisasi untuk mengambil sesuatu yang patah, busuk, bersalah, cacat dan berkekurangan dan mengubahnya secara keseluruhan menjadi sesuatu yang berharga bagi kerajaan Surga.

Tuhan memberkati.

– JERRY KARUNDENG

Leave a Reply