Banyak Uang Tidak Berarti Bahagia

Kebanyakan orang biasanya beranggapan bila banyak uang pasti akan bahagia. Namun nyatanya, banyak uang tak selalu mendatangkan kebahagiaan. Sebuah penelitian menemukan bahwa kebahagiaan orang tidak selalu meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan mereka.
Peneliti menguji kaitan antara pertumbuhan ekonomi dan kebahagiaan di 37 negara selama minimal 10 tahun dan dengan rata-rata responden berusia 22 tahun. Negara-negara itu termasuk negara kaya dan miskin.
“Baru-baru ini diklaim bahwa ada hubungan positif antara kebahagiaan dan pendapatan, namun ternyata, tidak ada hubungannya,” ujar penulis penelitian Richard Easterlin, profesor ekonomi di University of Southern Callifornia dalam rilis berita USC seperti dilansir HealthDay News, Rabu (15/12).
Easterlin mencontohkan di negara Cile, Cina, dan Korea Selatan. Pendapatan per kapita di negara-negara itu berlipat ganda dalam 20 tahun terakhir ini, tapi survey menunjukkan kepuasan hidup di negara-negara itu sedikit menurun.
“Jika pertumbuhan ekonomi bukan hal utama untuk kebahagiaan yang lebih besar, lalu apa? Kita mungkin perlu memfokuskan kebijakan lebih tepat pada kepentingan pribadi yang mendesak seperti kesehatan dan kehidupan keluarga, dari pada materi,” kata Easterlin.
Hasil penelitian ini mengingatkan pada kisah orang kaya yang bodoh di Lukas 12:13-21. Orang yang kaya raya ini berlimpah harta dan terus menumpuk kekayaannya sambil berkata pada dirinya sendiri, “Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!”
Apakah orang kaya itu bahagia? Adalah suatu kebodohan jika dalam kehidupan ini kita hanya memikirkan kekayaan duniawi dan melupakan kekayaan rohani atau jiwa yang nilainya jauh lebih berharga, kata Yesus.
Kekayaan duniawi ini dapat hilang atau akan rusak dan setiap manusia akan mati tanpa membawa harta bendanya menghadap Pencipta. Menjadi kaya bukanlah salah atau dosa, namun bodohlah kita jika hanya dalam dunia ini saja kita kaya, tetapi tidak kaya di hadapan Allah.
Kebahagiaan yang sejati adalah ketika hidup kita berkenan di hadapan Allah. Pengamsal mengatakan, siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan. Orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

Leave a Reply