“BEJANA PEMBASUHAN” (Keluaran 30)

July 10, 2017 - Raymond Lohonauman

Dari Surabaya dalam program “Follow The Bible KJKT” kami ucapkan selamat pagi. Pagi ini kita teruskan pembahasan dari pasal ke pasal dari buku Keluaran dan hari ini kita tiba pada pasal 30:17-21, yakni tentang bejana pembasuhan.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya. Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya mereka jangan mati.

Mengenai bahan-bahan pembuatan bejana ini, disebutkan dalam buku Kel 38:8 demikian:
“Dibuatnyalah bejana pembasuhan dan juga alasnya dari tembaga, dari CERMIN-CERMIN para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan” beberapa terjemahan menyebutkan demikian: BBE: “the washing-vessel of brass on a brass base, using the polished brass looking-glasses” CJB: “the basin of bronze with its base of bronze from the mirrors.”

Yang menarik untuk ditanyakan disini adalah, mengapa bejana itu bahannya itu nampak seperti cermin kaca? Dan mengapa posisinya persis di depan kemah pertemuan? Dan mengapa ritual ini HARUS dilakukan dan bila tidak dilakukan akibatnya sangat fatal, KEMATIAN? Untuk menjawab semua ini, kita perlu simak ini dulu,

PERTAMA, bejana ini fungsinya adalah sebagai wadah tempat air pembasuhan. Disaat para imam akan mencuci wajah dan tangan mereka, dengan wadah yang nampak seperti cermin yang mengkilat itu akan menunjukkan terlebih dahulu wajah mereka dan sementara mereka mencuci, mereka akan melihat seperti apa wajah mereka saat itu, kotor bersih, rapi atau tidak dan lain sebagainya. Namun lebih dalam dari itu, dengan nampaknya wajah mereka sendiri di depan bejana itu, seakan-akan memberitahukan pada imam itu, siapa dirinya sebenarnya. Cermin itu “seakan-akan” berbicara secara pribadi terhadap yang bersangkutan apakah dia layak atau tidak dalam bertugas. Sungguh Luar biasa makna “cermin” pada bejana ini, karena diri kita tidak bisa berdusta dengan diri kita tentunya, saat melihat wajah kita sendiri. KEDUA, Air di bejana itu adalah sarana pembersihan diri. kebersihan tubuh dan tabiat adalah hal mutlak bagi para imam dalam melayani di kaabah. Buku Gospel workers 1892, hal 162,163 memberi alasan demikian: “….ini adalah untuk menunjukkan kepada umatNYA bahwa setiap butir debu HARUSLAH DIBERSIHKAN sebelum mereka dapat datang kedalam hadirat Allah; Karena Ia sangat tinggi dan suci sehingga kecuali mereka mengikuti aturan ini, kematian akan terjadi.” Dengan demikian maka seharusnya tidak ada motif-motif tidak baik disana, tidak ada ambisi-ambisi duniawi disana, tidak ada “permainan kotor” disana, tidak ada intrik-intrik politik disana, tidak ada! Semua yang buruk itu harus di tanggalkan di luar sebelum masuk pada tempat yang suci. KETIGA, dengan posisi bejana itu diluar dan bukan didalam atau di tengah kemah suci, menunjukkkan bahwa segala sesuatu harus bersih diluar sebelum masuk ke dalam, semuanya harus dibereskan di luar dan bukan di dalam, di dalam bukan lagi tempat untuk urusan pribadi, tapi di dalam adalah tempat pelayanan. Para imam diingatkan bahwa “Jangan pernah membawa masalah pribadi kedalam kemah suci, saat melaksanakan tugas suci”

Ada cerita dalam 1 Samuel 4, kisah tentang kematian Hofni dan Pinehas anak-anak imam Eli. Peristiwa itu sangat buruk, karena selain dua anak imam Eli, juga 34 ribu orang Israel juga mati, SDA BC Vol 2 hal 471,472 menjelaskan penyebab dari malapetaka ini, bahwa kedua orang anak imam Eli inilah yang memimpin orang Israel mengambil tabut perjanjian secara semberono di bait suci untuk maksud menjadikan tabut itu sebagai “pelindung” atau “jimat” bagi mereka saat berperang dengan orang Filistin. Sebelumnya mereka sudah sempat berperang dengan orang Filistin tapi kalah 4000 orang tewas, jadi pikir mereka dengan mengambil tabut itu dari kemah suci, di bilik Maha Suci, mereka akan menang, tapi justru lebih parah lagi yang terjadi, 30,000 orang mati termasuk Hofni dan Pinehas. Betul catatan Alkitab menyebutkan kedua anak Eli ini bukanlah petugas-petugas kaabah yang baik, tapi hari itu mereka mengijinkan sesuatu yang lebih fatal sehingga menyebabkan kematian untuk mereka dan orang Israel. Mengapa hal itu terjadi? Perhatikan penjelasan diatas? Kemungkinan besar yang mengambil benda suci ini, bukan petugas khusus dan tidak dengan cara yang khusus, dan kemungkinan besar, mereka semuanya melewati bejana itu dan tanpa sedikitpun menyentuh airnya disana dan melakukan seperti yang biasanya dilakukan para imam sebelum masuk ke kemah suci itu. Mereka buru-buru mengambil benda suci itu tanpa memperhatikan ritual penting ini, membersihkan tubuh mereka di depan bejana itu. Fatal akhirnya akibatnya.

Jika kita adalah pemerhati pelajaran kaabah, kita faham bahwa saat ini kita hampir mendekati kemah suci, saat kedatangan Tuhan hampir tiba. Renungkanlah makna pembasuhan di depan bejana itu sebelum kita masuk ke kemah suci. Dari Surabaya, kami ucapkan selamat pagi all, Tuhan kiranya memberkati kita semua.

Leave a Reply