Benarkah Yesus adalah Allah Jehovah?

PENJELASAN ALKITABIAH TENTANG KEILAHIAN YESUS KRISTUSlord-jesus-christ

Apakah Yesus adalah Allah? Pertanyaan ini sering kita dengar, dan bahkan senantiasa terdengar saat ini. Pertanyaan ini perlu dijawab. Sebagai orang Kristen, pengikut Kristus, haruslah memahami apa yang kita percayai, termasuk ajaran Alkitab tentang Trinitas, agar dapat menolong memberikan jawaban tentang ke-Tuhanan Yesus, maupun pertanyaan-pertanayaan lain yang berhubungan dengan iman dan kepercayaan Kristen.

Secara historis, gereja Kristen telah memproklamasikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah, Terang Dunia, Anak,” dan berbagai gelar Kristus yang lain. Namun tidak dapat disangkal bahwa sebagaimana ajaran-ajaran Kekristenan lainnya, Trinitas mendapat “serangan” dari berbagai arah, baik dari pihak mereka yang tidak menerima Alkitab sebagai dasar iman, bahkan dari mereka yang menerima Alkitab sebagai dasar iman sekalipun. Mereka mengatakan bahwa Yesus Putra Maria telah disamakan – disejajarkan dengan Allah – dijadikan Allah.

Perdebatan sehubungan dengan ke-Ilahian Kristus bukanlah suatu yang baru. Hal ini sudah terjadi sejak abad ketiga Masehi hingga sekarang ini, namun tetap saja tidak menghasilkan suatu pendapat yang baru.

Ada yang mengatakan bahwa di dalam Alkitab tidak terdapat kata Trinitas. Pernyataan ini benar, tetapi adalah juga benar bahwa Alkitab menggunakan kata ke-Allahan “theotes,” dan Yesus Kristus berhak menyandang gelar Yehovah. Kata Yehovah itu sendiri sebenarnya adalah tetragramaton,yaitu empat huruf Ibrani YHWH atau YHVH yang ditambahkan vowel sehingga dibaca YAHWE atau YEHOVAH.

Orang Kristen percaya bahwa eksistensi Allah adalah sama dalam tiga oknum kekal, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus yang adalah satu dalam kuasa, maksud, dan karakter.

Para penganut paham Arian mempunyai sudut pandang bahwa Bapa sendirilah yang kekal, karena Ia sajalah yang adalah Yehovah. Putra, menurut pandangan mereka, adalah ciptaan, yang diciptakan di suatu waktu di kemudian hari. Jika pendapat ini benar maka Yesus bukanlah Yehova, sehingga tidak kekal. Jika demikian, apakah arti nama Allah Yehovah bagi kita? Tidak ada nama Yehovah di dalam Alkitab. Hal ini jelas.

Kata Yehovah itu sendiri baru muncul pada akhir abad pertengahan, ketika para pelajar tulisan Ibrani gagal untuk mengerti Masoretic Text, yaitu “Tradisi yang disusun oleh para scholars Yahudi pada tahun 1900an atau lebih awal, berkenaan dengan naskah yang benar dari Alkitab Ibrani,” kemudian mereka menambahkan pada keempat huruf Ibrani itu dengan vowel yang diduga diambil dari kata“Adonai,” yang berarti Tuhan. YHWH adalah nama Ilahi yang dianggap terlalu suci untuk diucapkan. Kata Yehovah yang kini dianggap bahwa ucapan aslinya ialah Yahwe, dijelaskan di dalam Keluaran 3:13, 14, sebagai “AKU.” Dengan memilih nama ini, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai yang kekal, sautu Oknum yang ada dengan sendiri-Nya, tanpa awal atau akhir (baca Mazmur 90:2).

Bukti apa yang bersumber dari Alkitab yang dapat gunakan untuk mengatakan bahwa Yesus juga adalah Yehovah, sama dengan Allah?

Satu petunjuk yang dapat menolong kita dalam mempelajari nama Yehovah (diterjemahkan sebagai “Tuhan”) ialah cara yang juga digunakan di kebanyakan Alkitab Perjanjian Lama versi bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia. Ketika nama “Tuhan” diterjemahkan dari kata Yahwe atau Yehovah, ditulis dalan huruf kapital besar dan kapital kapital kecil seperti ini: TUHAN. Nama lain dari Allah yang diterjemahkan sebagai “Tuhan” dimulai dengan huruf kapital dan diikuti dengan huruf-huruf kecil. Perbedaan ini nampak jelas di dalam Yesaya 22:12, 14, 15, di mana kata “Tuhan” diterjemahkan dari kata Adonai. Ingat bahwa petunjuk penulisan ini hanya dapat ditemukan di dalam Perjanjian Lama. Hai ini merupakan informasi penting untuk mengecek asal kata dari dua Konkordansi Alkitab yang terkenal, yaitu Young’s Concordance dan Strong’s Concoradaance.

Yesus adalah Allah Yehovah

Marilah kita membandingkan tulisan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru untuk melihat sesuatu yang pasti, yang sebenarnya tidak harus diperdebatkan, yaitu mengenai Yesus adalah Yehovah.

1. Perintis jalan: “Ada suara (perintis jalan) yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” ” (Yesaya 40:3 Perjanjian Lama ) PL.

“Jawabnya (Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan): “Akulah suara yang berse-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan bagi Tuhan seperti yang telah dikatakan oleh nabi Yesaya” (Yohanes 1:23 Perjanjian Baru) PB.

2. Yehovah Pencipta: “Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan langit dan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya” (Yesaya 40:28) PL.

“Ia (Firman, atau Yesus) telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Yohanes 1:10) PB Pencipta dunia datang ke dunia yang telah diciptakan-Nya sendiri tetapi dunia tidak menerima Dia. Jika Yesus bukan Yehovah, tentu saja Ia bukanlah Pencipta. Lebih jauh lagi, nabi Yesaya menyebut Pencipta sebagai “Allah yang kekal.”

3. Yang Mulia: “Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemashuran-Ku kepada patung” (Yesaya 42:8) PL.

“Oleh sebab itu ya Bapa, permuliakan Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu, sebelum dunia ada” (Yohanes 12:5) PB.

Sebagai Anak yang taat, haruskah Yesus meminta kepada Bapa-Nya kemuliaan yang Yehovah sendiri katakan bahwa Ia tidak akan berikan kepada siapapun yang lain? Tentunya Yesus berhak atas kemuliaan karena Ia juga adalah Yehovah, satu bersama Allah.

4. Gunung Batu (atau) Batu Karang: “Sebab nama TUHAN akan diserukan: Berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia” (Ulangan 32:3, 4) PL.

“Dan mereka semua (orang Israel yang keluar dari Mesir) minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari Batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan Batu Karang itu ialah Kristus” (1 Korentus 10:4) PB. Yehovah dinyatakan sebagai Gunung Batu dan Paulus menunjuk Gunung Batu atau Batu Karang itu sebagai Kristus. Tentu Kristus adalah Yehovah.

5. Gembala: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1) PL.

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba dombanya”(Yohanes 10:11) PB.

6. Yang Awal dan Yang Akhir: “Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; Tidak ada Allah lain selain dari pada-Ku”(Yesaya 44:6) PL.

“Sesungguhnya Aku datang segera dan membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:12 baca juga Wahyu 1:17, 18) PB. Yehovah mengatakan bahwa Ia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia yang akan segera datang untuk memberikan upah (Matius 16:27) menyatakan diri-Nya sendiri sebagai Yang Awal dan Yang Akhir.

Seorang yang telah mati dan kini telah hidup kembali selama-lamanya menyatkan bahwa Ia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Tidak dapat diabaikan dan diremehkan bahwa Yesus yang mati untuk kita, Yang Awal dan Yang Akhir, tidak lain adalah Yehovah.

7. Yesus, Ke-TuhananNya yang mutlak dan abadi: “Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku”(Yesaya 45:5) PL. “Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal (Yesaya 44:8)PL.“Aku dan Bapa adalah satu. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: Banyak pekerjaan yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Jawab orang-orang Yahudi itu: bukan karena satu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah” ” (Yohanes 10:30-33)PB.Yehovah secara pasti mengatakan bahwa tidak ada Allah lain selain Dia. Ketika Yesus berkata bahwa Ia dan Bapa adalah satu, Ia membuat suatu penegasan tertinggi yang dapat dibuat. Orang-orang Yahudi mengerti tentang pernyataan itu. Dalam benak mereka hanya ada satu Allah, dan nama-Nya adalah Yehovah. Yesus secara jelas membuat pernyataan bahwa Ia adalah Allah Yehovah itu, dan pernyataan Yesus inilah yang membuat mereka bertekad untuk melempari-Nya dengan batu.

8. Penebus: “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, yang Maha Kudus, Allah Israel, Juruselamatmu. … Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku” (Yesaya 43:3, 11) PL. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12 PB.

Ayat-ayat Alkitab ini menjadi semacam benteng pertahanan terhadap apa yang kita percayai, yaitu Trinitas. Nabi Yesaya adalah nabi Mesianic yang besar. Ia mengagungkan Mesias yang akan datang sebagai Yehovah tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi berulang kali. Banyak sekali bukti-bukti Alkitbiah bahwa Yesus adalah Yehovah.

Dalam seluruh ajaran-Nya mengenai kerendahan hati, secara pribadi Yesus tahu bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih mulia daripada merendahkan diri-Nya sebagai namusia. Ia secara tetap dan terus menerus memperkenalkan bahwa Dia sendiri adalah Tuhan, dan pada waktu yang sama Ia senantiasa menunjuk diriNya adalah manusia. Dalam memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia adalah Tuhan, Ia mengatakan “Akulah Roti Hidup, Terang Dunia, Pintu, Gembala, Kebangkitan dan Hidup, Jalan dan Kebenaran dan Hidup,” Ia bahkan menyatakan bahwa diriNya adalah “Tuhan.” Ia tidak mengatakan “Aku mempunyai hidup,” tetapi Ia justru mengatakan “Aku hidup!” Jika benar bahwa Yesus bukanlah Yehovah atau Tuhan, kita tentunya tidak akan memperoleh kehidupan yang kekal melalui Dia, karena Ia tidak dapat memberikan apa yang tidak dimiliki-Nya. Ia justru mengatakan bahwa Ia adalah sumber dari sgala hidup, yaitu Yehovah.

Para nabi berkata, “Dengarlah kepada kami maka kami akan mengatakan siapa Allah itu,” tetapi Yesus berkata, “Lihatkah Aku dan kamu akan melihat Allah, karena Akulah Allah Yehovah.”

Pendapat Yang Ditolak

Semua pendapat atau ajaran yang menentang ke-Allahan Yesus, serta menyerang ajaran Trinitas kami menolaknya. Berikut ini pendapat tersebut, dan jawaban kami:

1. Yehovah hanya nama diri untuk Allah. Pendapat ini tidak benar. Ada banyak nama Allah di dalam Alkitab. Adalah benar bahwa Yehovah sering digunakan. Setiap nama neyatakan satu segi dari kepribadian Allah, dan bahwa kita dapat melihat Dia dalam kesempurnaanNya. El atau Elohimmenyatakan kuasa Allah. Nama ini dapat dijumpai di dalam Kejadian 1:1, yang mana kuasa-Nya didemonstrasikan melalui penciptaan. El Shaddai, artinya Allah yang perkasa. Nama ini menggambarkan keperkasaan Allah yang tetap, yang berhubungan dengan kekuasaan-Nya. Adonai, adalah bentuk plural dari Adon, yang digunakan oleh manusia, menunjuk kepada dirinya sebagai tuan di rumahnya sendiri. Adonai, menunjuk kepada Allah yang memegang kekuasaan.

2. Ada satu Trinitas di setiap agama kafir. Kekristenan telah menjadi kafir oleh memperkenalkan Trinitas. Adalah benar bahwa setiap agama kafir mempunyai satu dewa trinitas. Babilon dan Mesir sebagai contoh. Namun Setan selalu merusak, meniru, dan mengaku bahwa dialah yang benar. Pertanyaan yang peru ditanyakan ialah apakah gereja atau Alkitab mengadopsi konsep trinitas kekafiran, atau memeiliki konsep Trinitas yang asli, yang kemudian diubah secara mirip, atau dipalsukan oleh Setan? Yang jelas, Setan telah memalsukan konsep Trinitas yang asli.

3. Semua orang tahu bahwa seorang Ayah lebih tua dari putranya. Hanya Bapa yang adalah Allah Yehovah yang kekal. Putra diciptakan kemudian dan tidak dapat menjadi Yehovah. Pendapat demikian menunjukkan ketidaktahuan tentang rencana keselamatan Allah bagi manusia yang ditulis di dalam Alkitab. Hubungan Bapa dan Putra harus selalu dimengerti dalam terang berdasarkan peristiwa Betlehem. Satu-satunya Putra yang lahir di dunia ini, yang lahir dengan sifat Ke-Tuhanan lebih dari seorang manusia, adalah Yesus. Bapa adalah “Putra,” menunjuk kepada waktu penjelmaan-Nya ke dalam dunia, dan tentunya cara ini sama sekali tidak memungkiri asal-usul ke-Ilahian-Nya. Dalam Perjanjian Lama banyak sekali terdapat referensi tentang ke-Ilahian Yesus Kristus, tetapi semua referensi itu senantiasa masih dalam penantian akan penjelmaan-Nya.

4. Yesus sendiri mengaku bahwa Bapa lebih mulia daripada-Nya berdasarkan Yoahnes 14:28. Yesus mengatakan hal yang benar, bahwa Bapa lebih mulia. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus ketika berada di dalam dunia, memalui kuasa pengendalian Bapa (baca Yohanes 14:10). Tetapi mereka yang memunculkan pendapat bahwa Yesus bukanlah Allah, atau lebih rendah dari Allah, tidak mengerti rencana keselamatan Allah bagi manusia. Ketika oknum kedua ke-Allahan menjelma menjadi manusia, Ia mengesampingkan kesetaraan-Nya dengan Allah, dan mengambil posisi, bahkan derajad yang lebih rendah dengan menggunakan kuasa memilih-Nya (baca Filipi 2:5-11). Pada kebangkitan-Nya, Yesus mendapatkan kembali tempat-Nya yang pantas di sebelah kanan Allah Bapa.

5. Alkitab secara jelas mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah saja, dan bukan tiga. Memang benar bahwa bukan tiga Allah. Alkitab mengajarkan bahwa hanya satu Allah atau ke-Allahan theōtes terdiri dari tiga pribadi. Perjanjian Lama dan Perjanjuian Baru menyokong prluralitas pribadi dalam satu ke-Allahan. Dalam Kejadian 1:1 Allah telah mempekenalkan diri dalam bentuk plural(jamak) dengan menggunakan kata Elohim. Kata ganti bentuk plural juga dapat ditemui di dalam kitab Kejadian dan bahagian lain dari Alkitab, dengan menggunakan kata “kita,” atau “kepunyaan kita.” Ketika Allah berfirman, “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita…” (Kejadian 1:36), mempunyai makna yang sama dengan pernyataan Yesus: “Aku dan Bapa adalah satu”(Yohanes 10:30).

6. Yohanes 3:16 versi bahasa Inggris secara jelas mengatakan bahwa Putra adalah begotten atau begotten Son (KJV). Ini adalah kata yang sama untuk menjelaskan ide “melahirkan,” atau “mengadakan.” Begotten adalah kata yang patut disayangkan darimonogenēs, yaitu kata ayang tidak dilestarikan oleh para penerjemah

Alkitab dewasa ini. Monogenēs artinya “unik, yang lain dari jenis yang sama.” Kata “only begotten” dapat dikatakan menggunakan kata Grika yang berbeda.

Mengapa para penerjemah King James Version (KJV) menggunakan anak kalimat “only bergotten?” Mereka akui bahwa karya mereka sesuai dengan terjeamahan Latin, Vulgate oleh Jerome. Jerome hidup pada waktu ke-Tuhanan Kristus resmi diperdebatkan. Gantinya menerjemahkan kata monogenēs ke dalam kata Latin “Unicus,” yang berarti “Only,” atau “Unique,” Jerome berpikir untuk membela kebenaran dengan memilih kata “Unigenitus,” yang berarti “Only begotten..” Ia semata-mata ingin memperkuat ajaran Alkitab bahwa Putra dan Bapa adalah satu substansi, namun tindakan Jerome ini kemudian jadi bumerang. Para pengikut Arian kemudian dengan cepat memanfaatkan “kesalahan” ini. Gantinya susunan kata Jerome ini difocuskan pada ke-Tuhanan Yesus, mereka menggunakannya untuk membuktikan bahwa Kristus mempunyai asal mula. Suatu tindakan yang jauh dari maksud yang sebenarnya namun agaknya masuk akal, telah digunakan oleh Setan untuk menyebarkan kesalahan.

7. Kolose 1:15, 18, dengan jelas mengatakan bahwa Yesus adalah yang sulung dari ciptaan (prōtotokos). Kata Prōtotokos digunakan untuk beberapa maksud: 1. Putra sulung Maria (Matius 1:25; Lukas 2:7). 2. Anak sulung orang Israel di Mesir yang terhindar dari kutuk (Ibrani 11:28; 1:6; Wahyu 1:5). Arti yang diterapkan oleh Yesus harus dilihat dan ditafsirkan berdasarkan konteks agar tidak menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Sehubungan dengan Kolose 1:15, 18, kita tidak harus menitikberatkan hanya pada kedua ayat ini saja, tetapi harus melihat konteks secara keseluruhan dari ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, agar obyektifitasnya murni dan dapat dipercaya. Bukti bahwa Yesus adalah Yehovah ialah “karena di dalam Dia telah diciptakan segala sesuatu yang ada di sorga dan di bumi” (Kolose 1:16). Hal yang senada dikatakan oleh Yohanes bahwa “segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang dijadikan” (Yohanes 1:3), dan “Ia telah berada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Yohanesi 1:10). Oleh sebab itu Prōtotokos sebagai suatu ekspresi figuratif menggambarkan Yesus sebagai urutan pertama, figur yang digambarkan sebagai yang turun dari takhta kemuliaan dan lahir sebagai ank sulung dalam keluarga manusia, atau lebih tepat, Anak Sulung dari keluarga Raja. Posisi Krsitus adalah unik, berwibawa, dan mutlak. Kepada-Nya telah dipercayakan hak istimewa serta kekuasaan di sorga dan di bumi. Sulung mempunyai hak dan keistimewaan melebihi yang lain. Ia mendapatkan posisi warisan berganda (Ulangan 21:17; Kolose 1:12). Sulung, dapat juga diartikan sebagai “yang pertama bangkit dari kubur” (Kolose 1:18; Wahyu 1:5). Hal ini tidak berarti bahwa Dia yang pertama bangkit secara pribadi dari kematian, dari antara orang mati yang pernah bangkit. Musa, putri Yairus, dan yang lain lagi, telah lebih dahulu bangkit dan hidup kembali sebelum kebangkitan Yesus. Tetapi arti Kolose 1:18 dan Wahyu 1:5 ialah bahwa mereka yang telah lebih dahulu bangkit ini, kebangkitan mereka tidak berarti jika dibandingkan dengan kebangkitan Yesus; tidak berarti tanpa kemenangan Kristus yang mulia atas kematian. Demikian juga dengan Kolose 1:15 menekankan keunggulan Kristus lebih dari sekedar kemanusiaan-Nya. Mereka yang mengaplikasikan sebaliknya akan kehilangan maksud yang sebenarnya.

Dasar dari permasalahan ini dimunculkan oleh Lucifer, Setan itu, sehubungan dengan posisi Yesus. Tidak dapat dibantah, bahwa Lucifer adalah ciptaan, dan ia ingin duduk bersama Allah di atas takhta-Nya (baca Yehezkiel 28:15; Yesaya 14:12-14). Lucifer akhirnya ditolak karena ia tidak mempunyai kwalitas yang sama dengan Allah. Allah tidak dapat memberikan jabatan-Nya kepada ciptaan-Nya. Hanya mereka yang sama dalam posisi, derajad, dan kwalitas, yang boleh saling memberikan jawaban. Tuhan Yesus Kristus duduk bersama dengan Bapa di atas takhta (Ibrani 1:3) karena Ia adalah Allah, setara dengan Allah (Filipi 2:6).

Jika Putra Allah adalah ciptaan, atau diciptakan kemudian, maka walaupun Ia adalah yang lebih dahulu diciptakan, dan seberapa dekatpun saat Ia diciptakan dengan kekekalan, Dia tetap adalah ciptaan. Dapatkah makhluk ciptaan duduk di atas takhta Allah, setara dengan Allah, sementara Lucifer, yang juga adalah ciptaan, ditolak dari jabatan istimewa ini? Tentunya Allah bersalah untuk tindakan diskriminasi seperti ini, karena Ia menunjukkan rasa hormat kepada makhluk ciptaan-Nya, sementara pada saat yang sama Ia sendiri telah berdosa untuk ketidakadilan-Nya menolak Lucifer untuk menduduki jabatan yang diduduki oleh Yesus (baca Yakobus 2:9). Tentunya Lucifer mempunyai alasan yang kuat dan benar secara yuridis untuk memberontak melawan Allah.

Yang sebenarnya ialah bahwa kejatuhan Lucifer itu sendiri karena tersandung oleh keinginannya sendiri untuk menjadi sama dengan Allah.

Penutup

Demikianlah Setan telah berusaha sedapat mungkin untuk merusak prinsip-prinsip kebenaran sehubungan dengan ke-Ilahian Kristus, dengan negelabui dan memutarbalikkan fakta-fakta Alkitab serta mengajarkannya secara luas, namun Alkitab memberikan jawaban yang benar tentang hal ini. Tujuan utama dari Setan ialah agar umat manusia tidak mempercayai Yesus Kristus Juruselamat dunia dan menolak Dia, sehingga tidak memperoleh hidup yang kekal.

Inilah yang kami percayai, bahwa Yehovah yang kekal dan berkuasa turun ke dunia dan menjadi satu dengan kita – sama dengan kita – sehingga membuka jalan bagi kita kepada Bapa. Satu saat nanti, saat yang sudah tidak lama lagi, kita akan berdiri di hadapan takhta-Nya dan bersama-sama dengan Dia di sebelah kanan Allah Bapa, kita akan memuji nama-Nya yang mulia, Yesus Kristus, Allah Yehovah.

2 thoughts on “Benarkah Yesus adalah Allah Jehovah?

  1. maaf, sy mau bertanya apakah sama allah yg disembah teman2 kita( saudara tiri kita kaum ismail) dengan Tuhan yg kita sembah? atau apakah sama TUHAN/YHWH dengan Allah ( al-illah)? tk

Leave a Reply