Berita Rebuska

med

JOGJA MISSION TRIP DAYC SURABAYA
Dilaporkan oleh Dale Sompotan, TK Madiun

Jawa Timur [KADNet] – Diponegoro Adventist Youth Choir (#dayc) mengadakan Pelayanan ke Jogja (#jogjamissiontrip). Jumat 4 November 2016 Rombongan berangkat dengan 2 grup yang pertama dari Surabaya sore hari dan grup kedua berangkat malam. Tiba di Jogja tengah malam dan Subuh Sabat 5 November 2016, langsung beristirahat sebentar di penginapan.

Pelayanan di GMAHK Jogjakarta dilaksanakan dengan baik mulai dari Acara Sekolah Sabat hingga Kotbah, lagu – lagu pujian dibawakan sepanjang Sabat dari #dayc, Vocal Grup, Instrument, Solo dll. Beracara PA bersama hingga tutup Sabat dan makan malam bersama.

Malamnya Rombongan #dayc Jemaat Diponegoro Surabaya kembali ke penginapan dan beracara bebas di Jogja, hingga besok Minggu 6 November 2016 sore kembali ke Surabaya dan tiba dengan selamat. Pelayanan ke Jemaat lain ini sangat berkesan rohani yang mendalam bagi anak-anak muda karena baru pertama kali dijalankan sejak #dayc terbentuk beberapa bulan silam.

Terima kasih kepada GMAHK Jogjakarta yang sudah menerima pelayanan #dayc Pdt. D. Marbun dan semua jemaat, Dalam pelayanan kali ini sponsor yang ikut bersama #dayc adalah Kel. Johnny Ibrahim, Kel. Sunarto, Kel. I Wayan Pudjita, Kel. Palit, Kel. Gulltom dan Kel. Gembala Jemaat. Kehadiran pada orang tua dan sponsor memberikan support yang luar biasa bagi Cello Dkk dari #dayc.

PELAYANAN KESEHATAN OLEH UNKLAB MEDICAL MINISTRY (UMM) DI TAMPUSU, MINAHASA

Dilaporkan oleh Glen Rumalag, TK Timor Leste

MINAHASA [KADNET] – Pada hari Minggu, tanggal 30 Oktober 2016, Mahasiswa Universitas Klabat (Unklab), Airmadidi, yang tergabung dalam kelompok pelayanan kesehatan Unklab Medical Ministry (UMM) mengadakan pelayanan kesehatan di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Tim UMM dibantu oleh tim Medical Missionary dari Yayasan Eden Way Indonesia.

Setelah pengurus UMM melalui Romel Tumandang, berkoordinasi dengan Gembala Jemaat yang bertugas di GMAHK Jemaat Tampusu, yakni Pdt. Andrew Momongan, pelayanan ini diadakan. Adapun anggota jemaat yang berada di desa Tampusu, menyambut pelayanan ini dengan sangat antusias serta berpartisipasi dalam pelayanan ini.

Setelah berkoordinasi dengan Hukum Tua (Kepala Desa) di desa Tampusu, pelayanan diadakan dan disepakati akan dibuat di Balai Desa Tampusu. Pada hari Minggu pagi, Hukum Tua mengunjungi gereja-gereja yang beribadah hari Minggu untuk mengumumkan dan mengundang anggotanya untuk mengikuti pelayanan yang dibuat oleh gereja Advent.

Setelah selesai ibadah, masyarakat kemudian datang mengikuti pelayanan ini. Pelayanan diadakan sampai sore hari, dan sekitar 50 orang masyarakat datang mengikuti pelayanan ini. Mereka mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi kesehatan dan kerohanian, didoakan, dan terapi pijat.

———————————————————————
Seperti Oasis Bagi Warga Indonesia Advent di Dalian
Dilaporkan Oleh: Janette Najoan, TK Dalian.

Kami warga perkumpulan orang Advent Indonesia yang bermukim di Dalian China (Indo-Dalian SDA Community) yang terdiri dari 20 orang dewasa dan 7 orang anak-anak, awal October lalu kebagian berkat yang Indah, istilahnya seperti Oasis di tengah gurun pasir, mengapa demikian? Karena selama ini kerinduan untuk memenuhi lapar dan haus akan Firman Tuhan akhirnya dijawab oleh Tuhan. Pdt. Hokgie Kurniawan Kabanga yang akrab dipanggil Pendeta Irwan, beliau dan keluarga berkesempatan mengunjungi kami di Dalian pada tanggal 30 September hingga 12 October.

Pada Hari Sabat, bersama-sama mengikuti kebaktian Hari Sabat di Gereja MAHK Dalian dan anak sulung Pdt. Kabanga yaitu Eva Kabanga berkesempatan mempersembahkan lagu pujian dengan judul “I Thank God” sebagai ucapan syukurnya kepada Tuhan karena bertepatan saat itu Eva genap berulang tahun ke-9.

Bagi kami dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini maka pada Hari Sabat tanggal 1 October setelah kembali dari kebaktian Sabat, kami pun meminta beliau untuk membagikan Firman Tuhan pada saat kebaktian tutup Sabat yang bertempat di rumah Keluarga Paul Somopawiro.

Pembahasan Firman Tuhan diambil dari Buku Nasihat Bagi Sidang yang sementara dibahas dan saat itu sudah berada di Bagian II Bab 4 Organisasi Sidang. Terlalu seru dan banyaknya pertanyaan yang selama ini belum terjawab karena tidak mempunyai narasumber maka tidak terasa kebaktian tutup Sabat yg dimulai pukul 17:00 berakhir di pukul 21:30. Semua merasa senang dan bisa dipuaskan dengan Firman saat itu.

Tanggal 8 October pun ketika Ibadah vesper di rumah Keluarga Priyanto-Mangowal, Pendeta Kabanga melanjutkan dengan pembahasan Buku Nasihat Bagi Sidang, Bagian II Bab 5 Rumah Allah. Dan di akhir kebaktian semua sepakat untuk mengadakan kebaktian Tutup Sabat, kali ini dengan konteks yang berbeda yaitu “Bible Study”.

Hari Sabat, 8 October dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan juga, male quartet meminta Pdt. Kabanga untuk bersama-sama menyanyikan salah satu lagu dari album Homily Quartet yaitu “A Step Away” di kebaktian PA Sabat sore.

Setelah kebaktian selesai semua langsung menuju ke rumah Keluarga Sarwan-Adam untuk mengikuti Bible Study pada pukul 17:00, di sana Pendeta membagikan step-step cara belajar Alkitab yang efektif, yaitu:
1 Personal prayer.
2 Baca ayat/perikop 5 kali.
3 Garis bawahi kata penting.
4 Buat pertanyaan dari yang digaris bawahi.
5 Cari jawabannya.
6 Aplikasikan apa yang sudah dibaca.

Pendeta juga menekankan bahwa doa pribadi adalah seperti nafas kehidupan kerohanian kita, jika empat menit saja kita tidak bernafas maka kita akan mati, demikian juga kehidupan kerohanian kita, agar iman kerohanian kita tetap hidup maka minimal setiap empat menit kita harus berdoa/bicara dengan Tuhan. Ini juga akan melatih hubungan pribadi kita dengan Tuhan.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23:00, masih banyak pertanyaan tapi mengingat waktu maka sesi Bible Study untuk saat ini harus diakhiri dan akan dipikirkan bagaimana nanti kedepannya.

Sebelum Pendeta Kabanga dan keluarga meninggalkan Dalian, maka Sdr. Arnold Bunga dan Pendeta Kabanga berbincang-bincang bagaimana jalan keluar bagi kami di sini agar bisa tetap melanjutkan Bible Study ini dengan Pendeta sebagai narasumber. Akhirnya sampai pada satu kesepakatan bahwa karena jaringan internet di China dan juga di Philippines lumayan stabil jadi tetap akan diadakan Bible Study online antara kami di Dalian dan Pendeta di AIIAS, dan waktu yang pas untuk saat ini adalah Sabat sore pukul 17:00-19:00 dimana kami di Dalian sudah kembali dari gereja dan Pendeta juga sudah selesai dengan kegiatan-kegiatan kerohanian di AIIAS. Dan untuk saat ini fasilitas online untuk video call yang terpikirkan adalah Skype atau WeChat.

Setelah Keluarga Pendeta Kabanga bertolak dari Dalian ke Beijing tanggal 12 October dan akhirnya dari Beijing ke Manila tanggal 16 Oktober, maka selang waktu itu Sdr. Arnold mencoba mencari fasilitas online yang kira-kira bisa digunakan untuk Bible Study ini.

Jika Skype atau WeChat sepertinya tidak terlalu stabil, kemudian Sdr. Arnold ingat Crowdcast yang digunakan oleh Sdr. Michael Mangowal dengan Pdt. H. Muskita untuk sessi online diskusi Alkitab, tapi sesuai pengalaman agak tidak stabil juga. Kemudian Sdr. Arnold teringat ketika beberapa kali video conference dengan client di kantor mereka menggunakan fasilitas “Zoom” selain stabil maka semua peserta bisa join dari rumah masing-masing dengan menggunakan laptop/desktop/tablet/handphone.

Akhirnya dicoba dulu sessi trial antara beberapa user di Dalian dan di AIIAS dengan Pendeta Kabanga dan berhasil/mulus, maka dengan pertolongan Tuhan tanggal 22 October pada saat Warga Advent sedunia mengenang peristiwa “Kekecewaan 1844” maka kami launch perdana “Online Bible Study Indo-Dalian SDA Community”.

Saat ini berkembang semakin luas, yang mengikuti Online Bible Study via zoom bukan hanya kami di Dalian tapi ada saudara-saudara di tempat lain yang rindu bergabung dan belajar bersama-sama dengan kami via online. Saat ini pun ketika Pendeta Kabanga sedang berada di Indonesia sehubungan dengan kedukaan yang dialami karena salah satu kakak dari Pendeta meninggal, tapi Pendeta tetap melayani Bible Study Online buat kami di sini “I can’t say no to give the Bible Lesson even the hardest time” itulah ucapan beliau.

Ketika dalam keadaan duka pun dan pada saat acara pelepasan jenazah kakak tercinta, kerinduan hati sebagai manisia yang berduka untuk mendengarkan nasihat Firman Tuhan dan kata-kata penghiburan dari Hamba Tuhan, tapi di saat itu pun beliau masih dimintaian untuk membawakan langsung Firman Tuhan untuk khotbah penghiburan, “I can’t say no to preach the Gospel”.

Puji Tuhan malam ini adalah Online Bible Study via Zoom yang ke-4 dan semoga akan berlanjut hingga Yesus datang kedua kali. Semoga walaupun hanya via online tapi bisa memenuhi kebutuhan kerohanian kami di tempat ini, menjadi berkat dalam kehidupan sehari-hari dan terutama bisa menjadi terang ditempat dimana kami berada saat ini.

Tuhan kiranya memberkati kita semua dalam menanti kedatangan Yesus pada kali yang ke-dua. Amin.
—————————————————————

Leave a Reply