Berita Sejagat

Banjir Bandang Menerjang Garut, Advent Peduli Bangun Posko

Banjir bandang menerjang Garut. Hari keempat pasca banjir bandang yang melanda, 32 jiwa ditemukan tewas.
“Data sementara sampai pukul 12.00 WIB ditemukan korban meninggal 32 orang,” kata Juru Bicara Badan SAR Nasional Jawa Barat Joshua Banjarnahor pada wartawan, Sabtu (24/9).

Adapun korban hilang mencapai 20 orang. Saat ini tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD dan lainnya terus menyusur ke beberapa titik lokasi. Pencarian di hari keempat difokuskan pada lima titik untuk mencari korban hilang.

Selain korban jiwa tidak sedikit rumah warga yang menjadi korban, mulai dari yang rusak ringan maupun yang rusak berat. Banyak di antara mereka yang kehilangan seluruh barang di rumahnya bahkan rumahnya rata terbawa air.

Melihat keadaan ini, sehari setelah banjir bandang, tim Advent Peduli dari Jakarta yang dipimpin oleh Elvin Bidi menuju Garut melihat secara langsung kondisi di lapangan dan mendorong berdirinya posko bantuan dan dapur umum. Posko dapur umum dibuat di halaman gereja Advent di jalan Pramuka 11 Garut.

Hari kamis (22/9) bantuan dari berbagai tempat mulai berdatangan. Konfrens Jawa Barat mengantar bahan makanan dan meninjau langsung lokasi banjir, hari jumat (23/9) tim dari UIKB juga membawa bantuan dan menyusul dari Konfrens DKI, begitu pula dari jemaat-jemaat seperti jemaat Pamulang, Taman Harapan dan MR. Haryono 1.

Menurut Koordinator Advent Peduli Elvin Bidi, bantuan apapun silahkan kirimkan ke Garut, baik material maupun relawan untuk membantu di posko Advent Peduli di Garut.

KKR Serentak Prisma Ministry di Manado, 78 Jiwa Dibaptiskan

Prisma Ministry Indonesia kembali mengadakan KKR di Manado. Kali ini KKR diadakan serentak di empat titik dengan menghadirkan pembicara para pendeta dari Konfrens DKI dan sekitarnya di mana sebagian di antaranya adalah para pendeta alumnus Universitas Klabat Airmadidi.

KKR yang mengambil tema “Deng Yesus : Hidop Nyanda Cuma di Sini” dimulai pada hari minggu malam tanggal 18 September dan berakhir pada sabat siang tanggal 24 September 2016, diakhiri dengan baptisan yang kudus di kolam renang hotel Sahid Kawanua, di mana sesuai info dari ketua panitia gabungan pdt. Ronny Neman ada 78 jiwa yang dibaptiskan.

KKR serentak di empat titik ini selain disuport oleh founder Prisma Ministry Indonesia, di dukung sepenuhnya pula oleh konfrens DKI dan sekitarnya, di mana dinyatakan oleh kehadiran ketua konfrens DKI dan sekitarnya, pdt. Dr. A.H. Marbun dan tentu juga didukung sepenuhnya oleh pimpinan konfrens Manado dan Maluku Utara.

Kita doakan semoga mereka yang baru dibaptis dapat terus dilayani dengan baik sehingga mereka akan semain kuat dalam iman dan siap untuk menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali.

KUNJUNGAN BENDAHARA UKIKT KE AS
Oleh: Frederik Wantah
Foto: Silvanna Londah

Bendahara Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT) yang bermaskas di Manado, Indonesia mengunjungi Amerika Serikat (AS). Setelah mengikuti rapat di kantor pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), General Conference (GC) yang bermarkas di Maryland, AS, beliau menjadi pembicara tamu di First Indonesian Seventh-Day Adventist Church (FISDAC), New Jersey pada Sabat (17/9). Kebetulan Gembala FISDAC, Pdt. Dr. Steven Rantung dan Isteri sedang berada di New Hampshire setelah mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di sana.

Bagi Ventje Raranta ini merupakan kunjungannya yang pertama bersama sang isteri ke FISDAC. Selain ke New Jersey dan New York, mereka pingin ke negara bagian lainnya selama berada di AS. Alumni Unklab ini, pernah mengecap pendidikan lanjutan di Australia serta berbagai pendidikan dan pelatihan pada bidangnya di tanah air, memilih judul yang berhubungan dengan tema global GC “Reach the World” di mana sub temanya “Total Members Involment” yaitu bertajuk: “Akhir Sebuah Penantian.”

Selain guest speaker pada acara khotbah, beliau juga telah memimpin diskusi pelajaran Sekolah Sabat yang bertopik “Pelayanan Perkotaan di Zaman Akhir.” Antara lain Ventje Raranta merujuk pada perumpamaan sepuluh anak darahdalam khotbahnya ialah tentang lima gadisyang bijaksana dan lima gadis yang bodoh dalam Matius 25:1-13.

Ventje Raranta antara lain mengungkapkan bahwa kesepuluh gadis itu sama-sama memiliki pelita/lampu, sama-sama menunggu datangnya mempelai, sama-sama mengantuk lalu tertidur. Pada tengah malam datanglah mempelai itu, kesepuluh gadis itu terbangun lalu membereskan pelita masing-masing. Lima gadis yang bijaksana pelitanya tetap menyala karena ada persediaan minyak, sedang lima gadis yang bodoh pelitanya padam karena habis persediaan minyak.

Aplikasinya antara lain adalah pelita/lampu melambangkan Firman Tuhan, sedang minyak melambangkan Roh Suci/Kudus. Minyakjuga merujuk pada tabiat/karakter kita yang tidak dapat dipindahkan/dibagikan kecuali atas kuasa Tuhan. Keselamatan adalah bersifat pribadi masing-masing memiliki tanggungjawab dan konsekuensi.

Bulletin Bait

Leave a Reply