“BEZALEEL” (Keluaran 31)

July 12, 2017 - Raymond Lohonauman

Dari Surabaya dalam program “Follow The Bible KJKT” kami ucapkan selamat pagi all. Pagi ini kita teruskan pembahasan dari pasal ke pasal dari buku Keluaran dan hari ini kita tiba pada pasal 31 khusus tentang membahas dua orang penting yang ditunjuk oleh Allah dalam melaksanakan berbagai pekerjaan khusus dalam pembuatan kaabah. Tapi hari ini kita hanya membahas Bezaleel

BEZALEEL, seorang dari suku Yehuda, anak dari Uri dan cucu dari Hur. Perlu diperkenalkan disini secara khusus bahwa kakek dari Bezaleel ini adalah Hur, nah catatan Alkitab menyebutkan, Hur ini adalah seorang yang sangat berperan penting ketika peperangan antara orang Israel melawan orang Amalek (Baca Kel 17:8-16). Tugasnya kelihatan sepele, bersama Harun pada waktu itu mereka berdua hanya sekedar mengangkat tangan Musa, tapi disitulah kuncinya, sebab Alkitab mengatakan bahwa setiap kali tangan Musa turun, justru mereka kalah, dan Musa terpaksa menurunkan tangannya karena lelah, tetapi agar supaya tangannya tetap kuat terangkat, Harun dan Hur membantu menopangnya diatas bukit itu, satu di kiri dan satu di kanan dan ini mereka lakukan berjam-jam Alkitab menyebutkan sampai matahari terbenam (Kel 17:12). Siapa sangka justru dari anak-anak dan cucu-cucu kedua orang inilah, Tuhan memilih mereka untuk melakukan tugas-tugas khusus. Anak cucu Harun dan bahkan seluruh keturunannya dipercayakan untuk menjadi petugas penting kaabah, yakni imam-imam yang bertugas melaksanakan upacara-upacara khusus. Sedangkan cucu Hur yakni Bezaleel, diberi kepercayaan untuk memimpin para pekerja khusus untuk membuat perkakas-perkakas penting kaabah. Jadi keduanya, Harun dan Hur bisa berbangga bahwa akhirnya anak cucu mereka diberi kepercayaan khusus oleh Tuhan dalam hal tugas pelayanan dan dalam hal menyediakan perlengkapan.

Catat disini, Harun dan Hur hanya sekedar menopang tangan Musa, tapi berkat mereka berdua luar biasa bahwa ternyata dengan membantu seorang hamba Tuhan, Musa dalam tugasnya memberi berkat luar biasa. Disinilah hal penting perlu disimak. Hari ini begitu banyak orang muncul bukan sebagai penopang tugas para hamba Tuhan, tapi lebih banyak muncul sebagai pengeritik para hamba Tuhan. Catatan Alkitab memberi informasi bahwa peristiwa perang melawan Amalek baru terjadi beberapa bulan sebelumnya, kemungkinan Bezaleel ikut berperang disana, dan dia lihat kakeknya diatas bukit itu membantu Musa sang pemimpin mengangkat tangan. Kesan bahwa kakeknya adalah seorang yang sangat loyal membantu hamba Tuhan tentu melekat dipikirannya. Ingat sebagai orang tua, apa yang kita perbuat, sedikit banyak menjadi pelajaran yang sangat kuat melekat dalam ingatan anak cucu kita. Jika kita penunjang pekerjaan Tuhan, maka janganlah heran jika anak cucu kita akan melakukan hal yang sama, tapi sebaliknya jika kita penghasut, pengeritik, bahkan penghambat pekerjaan Tuhan dan hamba-hambaNYA, jangan heran jika nanti satu saat anak-anak cucu kita melakukan hal yang sama bahkan lebih karena teladan siapa yang paling kuat melekat bagi mereka? Dan ingat, Tuhan itu selalu fair melihat segala sesuatu, bukan hanya manusia yang selalu melihat “bibit, bebet, bobot” untuk menjadi anak mantunya, Tuhan juga sering melakukan hal yang sama. Dia memilih Salomo karena mengingat Daud ayahnya, Dia memilih Bezaleel karena memperhitungkan Hur yang loyal itu.

Keluaran 36:2 menyebutkan, “Lalu Musa memanggil Bezaleel dan Aholiab dan setiap orang yang ahli, yang dalam hatinya telah DITANAM TUHAN KEAHLIAN, setiap orang yang tergerak hatinya untuk datang melakukan pekerjaan itu.”

Bayangkan opanya, kakeknya, opungnya Hur, hanya sekedar mengangkat tangan Musa, tapi cucunya Bezaleel Alkitab katakan, DITANAM TUHAN KEAHLIAN. Oh luar biasa adilnya Tuhan itu, mengaruniakan seorang anak dengan kemampuan istimewa, padahal kakeknya hanya melakukan hal yang kelihatan sepele. Pernahkan kita perhatikan ini, seorang anak yang hari ini begitu sukses, suka membantu pekerjaan Tuhan, begitu diberkati oleh Tuhan dalam pendidikan, karir dan keluarganya dan setelah kita amati, ternyata ayahnya hanyalah seorang kostor yang setia, atau diakon yang sungguh-sungguh, atau hanya sekedar ketua jemaat di gereja kecil tapi sangat setia dan sungguh-sungguh dalam pelayanannya, atau hanya seorang penjual buku biasa tapi ulet dan setia, atau hanya Pendeta biasa-biasa saja tapi sungguh-sungguh dan setia bekerja melayani Tuhan puluhan tahun. Jangan pernah langsung menuntut upah dari Tuhan untuk sebuah kesetiaan dan kesungguh-sungguhan melayaniNYA karena Allah tidak pernah menutup mata kepada seorang yang setia dan sungguh-sungguh. Bukan tidak mungkin karena kesetiaan kita, anak-cucu kita menerima berkat lebih. Tuhan itu selalu fair dalam segala sesuatu.

Hasil karya Bezaleel dan rekan-rekannya tetap bertahan hampir 500 tahun kemudian saat Raja Salomo menggunakannya untuk meminta petunjuk Tuhan. II Tawarikh 1:5 berkata, “mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN. Sebuah barang yang dibuat dengan bahan yang baik, oleh tangan ahli dan dibuat dengan sangat teliti dan serius, tentu menghasilkan kualitas yang terbaik dan bisa bertahan lama. Tapi yang mengagumkan adalah, tidak pernah ada catatan Alkitab khusus membahas bahwa pernah Bezaleel atau keturunannya menyombongkan diri atas karyanya yang luar biasa itu, tidak, tidak pernah. Disinilah kita melihat siapa Bezaleel, ternyata Tuhan tidak salah memilih orang, karena Dia memilih seseorang yang betul-betul tidak hanya terampil tapi juga melakukan pekerjaannya dengan kualitas terbaik sehingga itu bertahan lama, tapi juga seorang yang sangat rendah hati dan tahu diri meskipun pernah menghasilkan karya besar, dia sadar bahwa dia hanyalah petugas biasa, alat Tuhan. Arti nama Bezaleel adalah “in the shadow (protection) of God” ayahnya tidak salah memilih namanya karena nama itu tercermin dari hasil karyanya dalam kaabah dan tentunya dalam karakter dan riwayat hidupnya yang sangat humble, bersahaja dan loyal pada tugas tanggung jawabnya.

Dari Surabaya kami ucapkan, selamat pagi all, Tuhan memberkati kita semua.

Leave a Reply