Apakah Semua Binatang Halal? Apakah Doa Ucapan Syukur Menghalalkan Makanan?

December 21, 2012 - Doug Batchelor

Banyak orang menggunakan khayal kain lebar Petrus (Kisah Para Rasul 10:9-28) untuk menghalalkan memakan binatang haram. Mereka mengatakan itu membuktikan bahwa Yesus mengajar murid-murid-Nya bahwa memakan setiap makhluk hidup itu diperbolehkan.
Namun, setiap kali kain lebar itu turun dan Petrus diminta untuk menyembelih dan memakan hewan najis itu, ia menjawab, “Tidak Tuhan, sebab aku tak pernah memakan segala sesuatu yang haram.” Kisah 10:14. Perhatikan bahwa, bahkan setelah tiga setengah tahun mendengarkan ajaran Yesus, Petrus tidak menerima sedikit pun kesan bahwa memakan makanan haram itu diperbolehkan. Menarik juga untuk dicatat bahwa dalam khayal ini, Petrus tidak pernah mengambil apa pun untuk dimakan dari khayal kain lebar itu.
Visi kain lebar Petrus, tidak pernah dimaksudkan untuk menguduskan makanan hewani yang haram itu. Petrus sendiri menjelaskan makna khayal itu dalam ayat 28: “Allah telah menunjukkan kepada saya bahwa saya tidak harus menggolongkan orang manapun juga sebagai haram.” Sekali lagi dalam ayat 34, Petrus meringkaskah penekanan khayal tersebut ketika ia berkata, “Tentang kebenaran, saya sekarang mengerti bahwa Allah tidak membedakan manusia.”
Pesan Tuhan kepada Petrus berhubungan erat dengan pembenaran manusia, bukan binatang. Khayal ini diberikan untuk mengamarkan murid murid Yesus bahwa mereka tidak harus menggolongkan orang-orang kafir sebagai haram/najis, dan bahwa Injil haruslah bebas diwartakan kepada semua bangsa di dunia.

Apakah Doa Ucapan Syukur Menyucikan Makanan?
Peringatan dalam 1 Timotius 4:1-5 terhadap kemurtadan akhir zaman melibatkan sejumlah ajaran sesat pengikut setan, larangan untuk menikah, dan perintah untuk menjauhkan diri dari makanan tertentu. Mungkin kesalahpahaman terbesar muncul pada ayat 4, dimana dinyatakan bahwa “setiap makhluk ciptaan Allah adalah baik.” Ayat ini berarti bahwa setiap ciptaan dijadikan untuk suatu tujuan. Tetapi beberapa orang mengartikan bahwa setiap hewan dapat dimakan jika sungguh-sungguh telah didoakan dan diberkati oleh doa ucapan syukur. Ini akan berarti bahwa berdoa untuk elang, kecoa, lalat atau kelelawar akan membuatnya layak untuk dimakan. Penafsiran semacam itu tidak masuk akal dan berbahaya. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Galatia 6:7.
Untuk mencegah kita mengambil kesimpulan yang salah, Paulus menambahkan: “Karena itu dikuduskan oleh firman Allah dan doa.” Ayat 5. Jadi Firman Tuhan harus terlebih dahulu menjadi landasan kebenarannya, barulah kemudian doa syukur akan menguduskannya untuk dimakan.
Patut diketahui bahwa kata “daging” dalam bahasa aslinya, tidak terbatas pada makanan daging. Kata Yunani “Broma” (daging) berarti “makanan.” Kita dapat mengetahui bahwa pembicaraan Paulus tidak melibatkan hewan yang Alkitab katakan haram, karena daging yang telah dilarang oleh sebagian orang adalah makanan “yang Allah telah ciptakan, yang oleh pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.” Ayat 3.
Sangat mudah untuk menemukan penjelasan dalam Alkitab tentang makanan yang diciptakan Allah, yang patut diterima dengan ucapan syukur (Kejadian 1:29; 3:18 Imamat 11:1-22). Pasal ini ditulis untuk orang-orang yang “percaya dan tahu kebenaran.” Firman Tuhan adalah kebenaran. Hanya mereka yang “percaya dan tahu” Firman-Nya akan dipimpin kepada hal-hal yang “dikuduskan” dan diciptakan untuk “diterima dengan ucapan syukur.” Mereka yang “menyucikan dirinya” namun terus memakan daging haram, akan dibinasakan pada waktu Kristus datang pada kali yang kedua (Yesaya 66:15-17).

Understanding Peter’s Vision
Many have tried to use Peter’s vision of the great sheet (Acts 10:9-28) to justify eating unclean animals. They say it proves that Jesus taught His disciples it was acceptable to eat any living creature.
However, each time the sheet came down and Peter was asked to kill and eat the unclean animals, he responded, “Not so, Lord for I have never eaten any thing that is common or unclean.” Acts 10:14. Notice that even after three and a half years of listening to Jesus’ teaching, Peter had not received the slightest hint or impression that eating unclean food was permissible. It is also interesting to note that in his vision, Peter never took anything to eat from the sheet.
Peter’s vision of the sheet was never intended to sanctify the eating of unclean animals. Peter himself explains the meaning of the vision in verse 28: “God hath showed me that I should not call any man common or unclean.” Again in verse 34, Peter summarized the point of the vision when he said, “Of a truth I perceive that God is no respecter of persons.”
God’s message to Peter had to do with cleansing people, not animals. This vision was given to impress the Jewish disciples that they should not call the Gentiles unclean, and that the gospel was to be freely proclaimed to all peoples of the world.

Does Prayer Purify Food?
The warning in 1 Timothy 4:1-5 against a latter-day apostasy involves a number of heresies following devils, forbidding to marry, and commanding to abstain from certain foods. Perhaps the greatest misunderstanding has arisen over verse 4, where it is stated that “every creature of God is good.” This verse means that every created thing has been made for a purpose. But some suppose it means that every animal is fit to be eaten if it is earnestly prayed over and blessed by the prayer of thanksgiving. This would mean that praying over a buzzard, cockroach, mole, or bat would make it good for food. Such an interpretation would be absurd and dangerous. “Be not deceived God is not mocked: for whatsoever a man soweth, that shall he also reap.” Galatians 6:7.
To prevent us from drawing any wrong conclusions, Paul hastened to add: “For it is sanctified by the word of God and prayer.” Verse 5. So the Word of God must first approve it, and then the prayer of thanksgiving will sanctify it to be eaten.
It is helpful to note that the word “meats” in the original language is not limited to flesh foods. The Greek word “broma” simply means “food.” We can know that Paul’s discussion does not involve biblically unclean animals, because the meats that some had forbidden were foods “which God hath created to be received with thanksgiving of them which believe and know the truth.” Verse 3.
It is easy to find in the Scriptures a description of the food God created to be received with thanksgiving (Genesis 1:29 3:18 Leviticus 11:1-22). This passage was written to those who “believe and know the truth.” God’s Word is the truth. Only those who “believe and know” His Word will be led to those things that are “sanctified” and created to “be received with thanksgiving.” Those who “sanctify themselves” while continuing to eat unclean meats will be destroyed at Christ’s second coming (Isaiah 66:15-17).

Oleh Doug Batchelor

› tags: doa ucapan syukur / halal / khyal petrus / makanan haram /

Leave a Reply