Buah-Buah dari Penglihatan-Penglihatan Yang Salah

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Matius 7:19, 20.

Sebagian orang yang sekarang hidup adalah skeptis, tidak memiliki keyakinan tentang karunia-karunia yang dimiliki oleh gereja, tidak beriman di dalam kebenaran, sama sekali tidak beragama. Orang-orang yang demikian, sebagaimana telah ditunjukkan kepada saya, adalah buah-buah yang pasti dari penglihatan-penglihatan yang palsu……. 158.1
Setan……. sedang terus-menerus menekankan perkara yang palsu—untuk menuntun keluar dari kebenaran. 158.2
Penipuan terakhir dari Setan akan berupa melenyapkan pengaruh kesaksian Roh Allah. “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat” (Amsal 29:18). Setan akan bekerja dengan cerdik, dalam cara-cara yang berbeda dan melalui agen-agen yang berbeda, untuk meruntuhkan keyakinan umat yang sisa milik Allah dalam kesaksian yang benar. Ia akan membawakan penglihatan-penglihatan yang palsu untuk menyesatkan, dan akan mencampurbaurkan yang salah dengan yang benar, dan dengan demikian membosankan orang-orang sehingga mereka akan menganggap segala sesuatu yang mengatasnamakan penglihatan-penglihatan sebagai sejenis fanatisisme; tetapi jiwa-jiwa yang jujur, yang mempertentangkan yang salah dan yang benar, akan dimampukan untuk memisahkan diri dari mereka……. 158.3
Tidak ada yang lebih merugikan pada kepentingan jiwa, kemurniannya, kebenaran dan pemikiran-pemikirannya yang suci, dan yang berasal dari perkara-perkara yang murni dan abadi, selain daripada memberi hormat dan meninggikan sesuatu yang tidak berasal dari Allah secara terus menerus. Ia itu meracuni hati dan merendahkan pemahaman. Kebenaran yang murni dapat ditelusuri pada Sumber ilahinya, dengan pengaruhnya yang meninggikan, menghaluskan, dan menguduskan tabiat si penerimanya. Sang Penulis dari segala kebenaran itu telah berdoa kepada BapaNya, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:20,21). 158.4
Perkara-perkara akan secara terus-menerus muncul untuk menimbulkan perpecahan, untuk menarik dari kebenaran. Penghakiman yang mempertanyakan, mengkritik, mencela dan menyingkirkan ini atas orang-orang lain, bukanlah merupakan sebuah bukti karunia Kristus di dalam hati. Ia itu tidak menghasilkan kesatuan. Pekerjaan yang demikian telah dilakukan di masa lalu oleh orang-orang yang mengklaim diri mereka memiliki terang yang ajaib, padahal mereka berada jauh di dalam dosa. 158.5

May 30 – The Results of False Visions
Every tree that bringeth not forth good fruit is hewn down, and cast into the fire. Wherefore by their fruits ye shall know them. Matt. 7:19, 20.
Several now living [1890] are sceptics, have no belief in the gifts of the church, no faith in the truth, no religion at all. Such, I have been shown, is the sure result of spurious visions. . . . 158.1
Satan is . . . constantly pressing in the spurious–to lead away from the truth. 158.2
The very last deception of Satan will be to make of none effect the testimony of the Spirit of God. “Where there is no vision, the people perish” (Prov. 29:18). Satan will work ingeniously, in different ways and through different agencies, to unsettle the confidence of God’s remnant people in the true testimony. He will bring in spurious visions to mislead, and will mingle the false with the true, and so disgust people that they will regard everything that bears the name of visions as a species of fanaticism; but honest souls, by contrasting false and true, will be enabled to distinguish between them. . . . 158.3
There is nothing more detrimental to the soul’s interest, its purity, its true and holy conceptions of God, and of sacred and eternal things, than constantly giving heed to and exalting that which is not from God. It poisons the heart, and degrades the understanding. Pure truth can be traced to its divine Source, by its elevating, refining, sanctifying influence upon the character of the receiver. The Author of all truth prayed to His Father, “Neither pray I for these alone, but for them also which shall believe on me through their word; that they all may be one; as thou, Father, art in me, and I in thee, that they also may be one in us: that the world may believe that thou hast sent me” (John 17:20, 21). 158.4
Things will be constantly arising to cause disunion, to draw away from the truth. This questioning, criticizing, denouncing, passing judgment on others, is not an evidence of the grace of Christ in the heart. It does not produce unity. Such work has been carried on in the past by persons claiming to have wonderful light, when they were deep in sin. 158.5

Leave a Reply