– Buah Yang Memberi Hidup

November 14, 2013 - Ellen G. White

Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Wahyu 22:2.

Buah dari pohon kehidupan yang ada di Taman Eden itu mempunyai keunggulan supernatural. Memakan buah dari pohon itu berarti hidup selamanya. Buah pohon itu adalah penangkal kematian…….. 325.1
Setelah masuknya dosa maka Sang Petani surgawi memindahkan pohon kehidupan itu ke Surga di atas sana. 325.2
Orang-orang kudus yang ditebus, yang telah mengasihi Allah dan memelihara perintah-perintahNya di sini, akan masuk melalui pintu-pintu gerbang kota itu, dan mempunyai hak pada pohon kehidupan itu. Mereka akan memakan secara bebas dari pohon itu sebagaimana orangtua kita yang mula-mula sebelum kejatuhan mereka. Daun-daun dari pohon yang tersebar luas abadi itu akan menjadi bagi penyembuhan bangsa-bangsa. Semua celaka mereka kemudian akan lenyap. Kesakitan, kesedihan, dan kematian tak akan pernah lagi mereka rasakan, sebab daun-daun dari pohon kehidupan itu telah menyembuhkan mereka. Maka Yesus akan melihat dari penderitaan jiwaNya dan menjadi puas, ketika orang-orang tebusan itu, yang telah menjadi pelaku untuk kesedihan, kerja keras, dan penderitaan, yang telah mengerang di bawah kutukan, dikumpulkan di sekeliling pohon kehidupan itu untuk memakan buahnya yang abadi, yang untuknya orangtua kita yang mula-mula itu telah kehilangan semua haknya, oleh sebab melanggar perintah-perintah Allah. Tidak akan pernah ada bahaya akan kehilangan hak mereka pada pohon kehidupan itu lagi, sebab ia yang telah menggoda orangtua kita yang mula-mula pada dosa itu akan dihancurkan oleh kematian kedua. 325.3
Kepatuhan kepada semua perintah Allah adalah syarat untuk makan dari pohon kehidupan itu. Adam telah jatuh karena ketidakpatuhan……. 325.4
Kepatuhan melalui Yesus Kristus memberi kepada manusia kesempurnaan tabiat dan sebuah hak pada pohon kehidupan itu. Syarat-syarat untuk mengambil bagian lagi dalam pohon kehidupan itu secara jelas dinyatakan di dalam kesaksian Yesus Kristus kepada Yohanes: “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga kekuasaan mereka akan ada atas pohon kehidupan itu, dan mereka boleh masuk ke dalam kota itu melalui pintu gerbang.” (Wahyu 22:14 – MILT 2008). 325.5
Setelah dipulihkan pada pohon kehidupan di Eden yang telah lama hilang itu, orang-orang tebusan akan “tumbuh” pada perawakan yang penuh dari bangsa manusia dalam kemuliaannya yang mula-mula. Bekas-bekas yang masih tinggal dari kutukan dosa akan dihapuskan, dan orang-orang beriman milik Kristus akan tampak dalam “keindahan dari Tuhan Allah kita,” di dalam pikiran dan jiwa dan tubuh yang memantulkan citra yang sempurna dari Tuhan mereka. Oh, penebusan yang ajaib! Yang lama telah dibicarakan, lama sudah diharapkan, direnungkan dengan penantian, tetapi tidak pernah seluruhnya dipahami. 325.6

November 13 – Life-Giving Fruit
In the midst of the street of it, and on either side of the river, was there the tree of life, which bare twelve manner of fruits, and yielded her fruit every month: and the leaves of the tree were for the healing of the nations. Rev. 22:2.
The fruit of the tree of life in the Garden of Eden possessed supernatural virtue. To eat of it was to live forever. Its fruit was the antidote of death. . . . 325.1
After the entrance of sin the heavenly Husbandman transplanted the tree of life to the Paradise above. 325.2
The redeemed saints, who have loved God and kept His commandments here, will enter in through the gates of the city, and have right to the tree of life. They will eat freely of it as our first parents did before their fall. The leaves of that immortal widespread tree will be for the healing of the nations. All their woes will then be gone. Sickness, sorrow, and death they will never again feel, for the leaves of the tree of life have healed them. Jesus will then see of the travail of His soul and be satisfied, when the redeemed, who have been subject to sorrow, toil, and afflictions, who have groaned beneath the curse, are gathered up around that tree of life to eat of its immortal fruit, that our first parents forfeited all right to, by breaking God’s commands. There will be no danger of their ever losing right to the tree of life again, for he that tempted our first parents to sin will be destroyed by the second death. 325.3
Obedience to all the commandments of God was the condition of eating of the tree of life. Adam fell by disobedience. . . . 325.4
Obedience through Jesus Christ gives to man perfection of character and a right to that tree of life. The conditions of again partaking of the fruit of the tree are plainly stated in the testimony of Jesus Christ to John: “Blessed are they that do his commandments, that they may have right to the tree of life, and may enter in through the gates into the city.” 325.5
Restored to the tree of life in the long-lost Eden, the redeemed will “grow up” to the full stature of the race in its primeval glory. The last lingering traces of the curse of sin will be removed, and Christ’s faithful ones will appear in “the beauty of the Lord our God,” in mind and soul and body reflecting the perfect image of their Lord. Oh, wonderful redemption! long talked of, long hoped for, contemplated with eager anticipation, but never fully understood. 325.6

Leave a Reply