Budaya peti mati

August 8, 2017 - Stevanus S. Widjaja

Bagi org tionghoa, Peti mati seperti ini yg dibuat dari satu batang pohon yg memang dipesan sebelum meninggal sudah menjadi tradisi tetapi sekarang sudah tidak mesti lagi setelah menjadi orang kristen.

Dan kalau di jkt sdh tersedia peti mati spt ini dengan harga Rp 999.998.000 ( mendekati rp 1 M ) saat ini. Dan tidak tahu tahun berikutnya karrna harga kayu semakin mahal setiap tahun krn langkah.

Saya tahu sebab waktu mak meninggal mau dipakai peti mati seperti itu oleh anak-anak kami, tetapi saya melarang anak-anak karena resiko waktu masukan dalam kubur, sebab tidak sembarang org bisa mengangkat peti semacam itu.

Kalau dulu 45 tahun silam harganya masih murah sekitar Rp 20 juta, karena papa saya meninggal pakai peti mati spt itu, satu batang pohon spt gambar itu dan untuk mengangkat peti mati itu perlu 25 orang lebih, karena berat sekali.

Peti itu di cat dengan gambar bunga teratai dan melati…. Pengecatan atau menggambar peti itu sementara jenazah sdh dimasukan di dalam peti dan disemayamkan selama 7 hari 7 malam baru selesai pengecetan ( minimal 5 hari baru selesai mengecat )

Demikian seklias ttg budaya peti mati 🙏😃

Leave a Reply