Bukan Masa Lalunya, Tetapi Masa Depannya…

July 4, 2017 - Renungan

Ingatkah kita dengan kisah orang yang sudah lumpuh selama 38 tahun di tepi kolam Bethesda itu?

Perhatikan proses kesembuhannya diawali dengan pertanyaan Yesus, “…Maukah engkau sembuh?” (Yohanes 5:6) padahal kalimat sebelum pertanyaan Yesus ini sudah jelas bahwa Ia (Yesus) tahu keadaan orang itu: “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu…” (Yohanes 5:6)

Apa pelajaran menarik dari kisah ini?
Ya, Tuhan memang mengetahui keadaan kita, Dia bisa saja merancang damai sejahtera, hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11), keadaan yang terbaik untuk kita, tetapi sesungguhnya kesembuhan, keadaan baik seseorang, dan segala sesuatu yang baik itu juga bergantung pada pilihan yang dibuat oleh pribadi masing-masing.

Kesembuhan terjadi pada orang lumpuh itu karena dia mau dan dia mengikuti “instruksi Yesus” Coba saja ketika Yesus bertanya, “Maukah engkau sembuh?” itu tidak ada respon darinya karena merasa sudah terlanjur kecewa dengan realita keadaannya saat itu, kecewa dengan masa lalunya, bayangkan 38 tahun! Waktu yang sangat lama dan menyedihkan.

Tapi mendengar pertanyaan Yesus ini, membuatnya melihat masa depannya dan bukan masa lalunya! Yesus memberi sesuatu untuk masa depannya bukan untuk masa lalunya.

Begitulah Tuhan… Ia selalu berpikir untuk masa depan kita bukan untuk masa lalu kita, sehingga dikatakan di Alkitab: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Jadi, ikuti Tuhan dan serahkan hidup kita kepada-Nya, maka kita akan memiliki masa depan yang penuh harapan yang tidak dapat diberikan oleh dunia, tetapi ini adalah masa depan hingga pada kekekalan. Berharaplah selalu pada-Nya!

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.
Roger Massie

Leave a Reply