Bumi yang Bergolak

May 21, 2013 - Ellen G. White

21 Mei – Bumi Yang Bergolak
Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Wahyu 6:12.

Nubuatan tidak hanya meramalkan cara dan obyek kedatangan Kristus, tetapi juga menyajikan tanda-tanda yang harus diketahui orang-orang tatkala waktunya sudah dekat….. Demikianlah pewahyu itu menggambarkan yang pertama dari antara tanda-tanda untuk mendahului kedatangan yang kedua itu: “Terjadilah gempa bumi yang dahsyat; dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut, dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.” 149.1
Tanda-tanda tersebut telah disaksikan sebelum permulaan abad sembilan belas (19). Dalam penggenapan nubuatan ini ada tampak, dalam tahun 1755, gempa bumi yang sangat mengerikan yang pernah terjadi telah dicatat dalam sejarah. Meskipun secara umum dikenal sebagai gempa Lisbon, ia itu menyebar lebih luas ke benua Eropa, Afrika, dan Amerika. Gempa itu dirasakan di Greenland, Hindia Barat, pulau Madeira, Norwegia dan Swedia, Inggris Raya dan Irlandia. Gempa itu meliputi sejauh tidak kurang dari empat juta mil persegi. Di benua Afrika kekuatan getarannya hampir sama kerasnya dengan di Eropa. Sebagian besar wilayah Aljazair hancur; dan sebuah kampung yang jaraknya dekat dari Maroko, yang berpenghuni sekitar delapan atau sepuluh ribu penduduk telah ditelan bumi. Sebuah gelombang besar menyapu pantai di Spanyol dan Afrika, menelan kota-kota, dan menyebabkan kerusakan besar. 149.2
Adalah di Spanyol dan Portugal getaran gempa itu menunjukkan pengrusakannya yang luar biasa. Di kota pelabuhan Cadiz gelombang laut yang masuk dilaporkan setinggi enampuluh (60) kaki. Gunung-gunung, “sebagian yang terbesar di Portugal, diguncang secara mendadak dari dasar-dasarnya.”……–Sir Charles Lyell, Principles of Geology, p. 495…… “Gempa bumi itu terjadi pada sebuah hari suci, ketika gereja-gereja dan pertemuan-pertemuan dipenuhi orang-orang, yang mana sangat sedikit dari mereka yang bisa melarikan diri.” –Encyclopedia Americana, art. “Lisbon,” note (ed. 1831)….. Diperkirakan sembilan puluh ribu orang tewas pada hari naas itu. 149.3
Betapa seringnya kita mendengar gempa bumi dan badai tornado, kehancuran oleh kebakaran dan banjir, dengan kehilangan nyawa dan harta benda! Tampaknya bencana-bencana ini merupakan wabah yang berubah-ubah dari kekuatan-kekuatan alam yang tidak tertata dan tidak teratur, yang seluruhnya melampaui kendali manusia; namun di dalam semuanya itu, tujuan Allah dapat dibaca. Semuanya itu terdapat di antara agen-agen yang dengannya Dia berusaha membangunkan orang-orang laki-laki dan perempuan untuk menyadari bahaya mereka. 149.4

May 21 – The Violent Earth
I beheld when he had opened the sixth seal, and, lo, there was a great earthquake. Rev. 6:12.

Prophecy not only foretells the manner and object of Christ’s coming, but presents tokens by which men are to know when it is near. . . . The revelator thus describes the first of the signs to precede the second advent: “There was a great earthquake; and the sun became black as sackcloth of hair, and the moon became as blood.” 149.1
These signs were witnessed before the opening of the nineteenth century. In fulfilment of this prophecy there occurred, in the year 1755, the most terrible earthquake that has ever been recorded. Though commonly known as the earthquake of Lisbon, it extended to the greater part of Europe, Africa, and America. It was felt in Greenland, in the West Indies, in the island of Madeira, in Norway and Sweden, Great Britain and Ireland. It pervaded an extent of not less than four million square miles. In Africa the shock was almost as severe as in Europe. A great part of Algiers was destroyed; and a short distance from Morocco, a village containing eight or ten thousand inhabitants was swallowed up. A vast wave swept over the coast of Spain and Africa, engulfing cities, and causing great destruction. 149.2
It was in Spain and Portugal that the shock manifested its extreme violence. At Cadiz the inflowing wave was said to be sixty feet high. Mountains, “some of the largest in Portugal, were impetuously shaken, as it were, from their very foundations.” . . .–Sir Charles Lyell, Principles of Geology, p. 495. . . . “The earthquake happened on a holy day, when the churches and convents were full of people, very few of whom escaped.”– Encyclopedia Americana, art. “Lisbon,” note (ed. 1831). . . It has been estimated that ninety thousand persons lost their lives on that fatal day. 149.3
How frequently we hear of earthquakes and tornadoes, of destruction by fire and flood, with great loss of life and property! Apparently these calamities are capricious outbreaks of disorganized, unregulated forces of nature, wholly beyond the control of man; but in them all, God’s purpose may be read. They are among the agencies by which He seeks to arouse men and women to a sense of their danger. 149.4

Leave a Reply