Cuci Otak

April 23, 2014 - Amazing Facts

Pada tanggal 4 Februari 1974, Patricia Hearst, 19 tahun, diculik dari apartemennya di Berkeley, California, oleh Tentara Pembebasan Symbionese, atau SLA. Penculikan dilakukan untuk tujuan menukar Hearst dengan salah seorang anggota SLA yg ada dipenjara. Namun ketika upaya itu gagal, SLA meminta agar keluarga Patricia memberikan makanan senilai $ 70 untuk setiap orang yang membutuhkannya di California. Sebagai informasi, Patricia Hearst berasal dari keluarga yang sangat kaya. Dia adalah cucu dari pemilik perusahaan penerbitan raksasa, William Randolph Hearst, dan cicit dari jutawan George Hearst.

Setelah ayahnya memberi $ 6.000.000, sesuai nilai makanan bafi fakir miskin di Bay Area, SLA masih menolak untuk melepaskan Patricia (karena menurut mereka makanannya berkualitas buruk). Tapi Kemudian pada tanggal 3 April 1974, Patricia Hearst mengumumkan melalui rekaman suara bahwa dia telah bergabung dengan SLA dgn nama alias “Tania.” Dapatkah Anda bayangkan betapa terkejut dan sakit hati ayahnya ketika setelah dua bulan di culik dan sudah mengeluarkan $ 6 juta dolar, Patricia memutuskan untuk tinggal dengan penculiknya?

Patricia kemudian membantu SLA dalam perampokan bank dan ditangkap bersama anggota SLA lainnya. Selama persidangan ia diwawancarai oleh psikolog, yang percaya bahwa dia telah dicuci otaknya oleh karena menunjukkan gejala klasik Stockholm Syndrome. Namun Patricia tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 35 tahun penjara. Hukumannya kemudian diringankan
tujuh tahun dan kemudian diubah lagi oleh Presiden Jimmy Carter. Pada tanggal 1 Februari 1979, dia dibebaskan dan kemudian diberi pengampunan penuh oleh Presiden Bill Clinton.

Sementara dalam tahanan, penculik mencuci otaknya dengan membawanya ke dalam alam pemikiran mereka. Dapatkah Saudara bayangkan bagaimana perasaan Bapa surgawi ketika kita menolak menerima kebebasan, hidup kekal dan rumah surgawi yang Dia tawarkan? Apalagi setelah mengirimkan anaknya Yesus sebagai tebusan dan mati bagi dosa-dosa kita?

“bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. “(Ibrani 2:3, 4).

Ayat Kunci
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
– 2 Timotius 1:7

An Amazing Fact: On February 4, 1974, 19-year-old Patricia Hearst was kidnapped from her Berkeley, California, apartment by a violent urban guerrilla group called the Symbionese Liberation Army, or the SLA. Efforts were made to swap Hearst for jailed SLA members, but when that failed, the SLA asked that Patricia’s family give $70 worth of food to every needy person in California. Patricia Hearst comes from a very wealthy family. She is the granddaughter of the publishing giant William Randolph Hearst and great-granddaughter of millionaire George Hearst.

After her father immediately gave $6 million worth of food to needy people in the Bay Area, the SLA still refused to release Patricia (since the food was supposedly of a poor quality). Then on April 3, 1974, Patricia Hearst announced on an audiotape that she had joined the SLA and took on the name “Tania.” Can you imagine her father’s shock and heartache when, after two months in captivity and giving out $6 million dollars, she decided to stay with her captors?

She later assisted the SLA in a bank robbery and was captured with other SLA members. During her trial she was interviewed by psychologists who believe she was brainwashed and exhibited classic symptoms of Stockholm Syndrome. Patricia was still found guilty and sentenced to 35 years’ imprisonment. Her sentence was later commuted
to seven years and later commuted again by President Jimmy Carter. On February 1, 1979, she was released and later given a full pardon by President Bill Clinton.

While being held, her kidnappers brainwashed her into thinking she was better off with them. Can you imagine how our heavenly Father must feel when we neglect to accept the freedom of eternal life and mansions He is offering us? Especially after sending his only son Jesus as the ransom to die for our sins?

“How shall we escape if we neglect so great a salvation, which at the first began to be spoken by the Lord, and was confirmed to us by those who heard Him, God also bearing witness both with signs and wonders, with various miracles, and gifts of the Holy Spirit?” (Hebrews 2:3, 4).

KEY BIBLE TEXTS
For God hath not given us the spirit of fear; but of power, and of love, and of a sound mind.
– 2 Timothy 1:7

› tags: Patricia hearst /

Leave a Reply