Demam Sebagai Penolong

Oleh
Prof. Dr. Albert M. Hutapea, MPH, PhD, AIFM

Sampai akhir abad ke-19 para dokter percaya bahwa demam yang sedang akan menguntungkan tubuh dalam memerangi kuman-kuman yang memasukinya. Contohnya, tiga ratus tahun yang lalu seorang dokter Inggris yang bernama Thomas Syndenhan menyebutkan demam sebagai “Alat perang alamiah yang digunakan tubuh untuk memusnahkan musuhnya”.
Akan tetapi, sekitar seratus tahun yang lalu, ketika ditemukannya obat penghilang demam (aspirin), pemikiran tersebut mengalami perubahan yang drastis. Sehingga banyak dokter yang menganjurkan penggunaan aspirin sebagai penghilang demam. Akan tetapi, sekarang banyak bukti yang menunjukkan bahwa sesungguhnya, demam menolong tubuh dalam memerangi penyakit, sebagaimana terlihat dalam proses timbulnya demam tersebut. Demam timbul jika suhu tubuh melebihi suhu normal (370C).
Sewaktu virus atau bakeri berhasil menyusup masuk ke dalam tubuh, maka sel darah putih akan diaktifkan untuk menyerang dan menghancurkan penyusup tersebut. Kehadiran kuman ini merangsang sel darah putih untuk melepaskan suatu zat yang disebut Pirogen Endogenus yang terbawa oleh aliran darah ke otak, lalu meningkatkan kadar satu zat yang disebut prostaglandin di bagian hipotalamusnya. Zat prostaglandin ini kemudian akan “memutar” tombol termostat dalam tubuh ke suhu yang lebih tinggi, sehingga seseorang akan merasa kedinginan walaupun suhu tubuhnya adalah normal. Pirogen endogenus sangat ampuh dalam mengubah termostat tubuh sehingga hanya dalam jumlah beberapa nanogram saja (1 gram = 1.000.000.000 nanogram), zat ini dapat menimbulkan demam yang sangat tinggi pada hewan.
Oleh karena sekarang merasa kedinginan, maka tubuh akan menggigil untuk meningkatkan proses pembakaran energinya. Proses meningkatkan pembakaran dalam tubuh ini akan menyerupai apa yang terjadi sewaktu seseorang sedang berolahraga keras. Itulah sebabnya mengapa seseorang merasa lelah sewaktu demam.
Seorang yang menderita demam akan cenderung melakukan kegiatan penghasil panas lainnya seperti mengenakan baju dan selimut yang tebal, dan meminum air hangat. Dengan meningkatnya pembakaran dalam tubuh, maka akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak sehingga pernapasan akan terjadi lebih cepat. Si penderita akan mengalami rasa haus dan tenggorokan kering. Ini disebabkan oleh cepatnya pernapasan serta penguapan air melalui kulit dan rusaknya lapisan lendir pada tenggorokannya.
Terciptanya suhu tubuh yang lebih tinggi ini akan merangsang pembuatan dan pengelepasan dua unsur penting sistem imun (kekebalan) tubuh yaitu: Sel T yang membantu dalam pembentukan antibodi yang akan menyerang kuman yang telah masuk dalam tubuh, dan Interferon yang akan memerangi virus jika kuman yang masuk ke dalam tubuh itu adalah virus.
Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari demam adalah banyak kuman yang sulit berkembang biak pada lingkungan yang bersuhu tinggi. Ini disebabkan karena pirogen endogenus akan mengurangi jumlah zat besi dalam darah. Padahal jika berada dalam lingkungan bersuhu tinggi kuman tersebut memerlukan lebih banyak zat besi agar dapat hidup dan berkembang biak.
Banyak dokter yang telah percaya bahwa demam adalah cara alamiah yang lebih baik dalam memerangi kuman daripada aspirin atau antibiotik. Tetapi, demam tinggi (di atas 38oC) atau demam sedang yang bertahan lebih dari satu atau dua hari tidaklah baik bagi kita.
Di samping itu, demam tinggi juga tidak baik bagi mereka yang sakit jantung, serta bagi mereka yang berusia sangat muda maupun sangat tua. Pada anak-anak kecil demam tinggi dapat menimbulkan kejang tubuh. Demam ini dapat juga mengurangi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. Pada orang tertentu demam dapat menyebabkan pingsan dan mengigau.
Demam adalah indikator penting akan adanya infeksi. Demam tinggi yang berkepanjangan yang disertai oleh gejala-gejala lainnya menunjukkan adanya penyakit sehingga perlu diperiksakan ke dokter.
Lain kali, jika badan terasa sedikit kurang nyaman, berolahragalah. Sebab olahraga adalah salah satu cara yang paling pasti untuk dapat menaikkan suhu tubuh. Jika suhu tubuh anda naik sendiri sampai 38oC tanpa adanya gejala-gejala lainnya, jangan khawatir. Sebab, itu berarti tubuh sedang memerangi kuman-kuman yang sedang menyerangnya.

-ALBERT M. HUTAPEA

Leave a Reply