“Di Rumah Bapa-Ku Banyak TEMPAT TINGGAL” berarti ISTANA WAKTU (bukan bangunan!) Bersama Bapa Sorgawi

 

Analisis Alkitabiah Yohanes 14:1-3

 

Oleh Pdt. Hotma Saor Parasian Silitonga, M.A., M.Th., Ph.D

Spesialis Pendalaman/Pemahaman Alkitab

Universitas Advent Indonesia, Bandung

PENDAHULUAN

Yohanes 14:1-3 adalah salah satu ayat terkenal yang sering dikumandangkan melalui khotbah, seminar, renungan ataupun pembicaraan kebaktian kebangunan rohani di mana-mana.  Topik yang sering dibicarakan sehubungan dengan teks ini adalah soal “Sorga” sebagai “tempat” yang sering dihubungkan dengan “istana” dalam arti sebuah “kota yang agung dan mulia—Yerusalem Baru” seperti yang dinyatakan di kitab Wahyu 21.  Memang bilamana seseorang membaca teks itu begitu saja dan tidak memperhatikan semesta pembicaraan atau konteks yang sedang berlangsung di ruang atas setelah upacara Perjamuan Tuhan di malam sebelum Yesus Kristus disalibkan, pengertian seperti yang disebutkan inilah yang terjadi.  Semua situasi dan kondisi jalan ceritanya patut diperhatikan dengan seksama, barulah pembaca dapat memahami makna yang mudah, tepat dan dinamis.  Yang pasti ilmu yang patut diperoleh bukanlah ilmu bangunan, atau ilmu waktu atau ilmu ruang melainkan “Ilmu keselamatan sebagai ilmu dari segala ilmu” (2 Timotius 3:14-17).

 

Berdasarkan pemikiran ini, kita akan mendalami dan memahami Yohanes 14:1-3 dengan tuntunan “Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran yang juga Roh Penolong ataupun Roh Nubuat” (Yohanes 14:26; 16:13; 2 Petrus 1:19-21).  Fokus pemikiran yang ingin diarahkan adalah memahami makna Alkitabiah ungkapan DI RUMAH BAPAKU BANYAK TEMPAT TINGGAL sebagai SEBUAH ISTANA WAKTU BERSAMA BAPA SORGAWI.  Singkatnya, PENGERTIAN SORGA BERDASARKAN ALKITAB BUKANLAH SEKEDAR TEMPAT MELAINKAN PRIBADI ALLAH SENDIRI.

 

PEMBAHASAN KHUSUS

 

Marilah kita membaca dengan seksama dan teliti Yohanes 14:1-3 dari Alkitab Terjemahan Baru sebagai berikut:  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”

 

Kali ini mari kita baca ulang teks itu dengan menyisipkan beberapa pertanyaan atau pernyataan yang dapat menghubungkan ide satu dengan yang lain.  Atas dasar ini, kita dapat membuat struktur teksnya berdasarkan cerita aslinya.  Kalimat “Janganlah gelisah hatimu” adalah sebuah nasehat dari Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya yang sedang susah hati berdasarkan cerita di Yohanes 13.  Oleh sebab itu, obat gelisah yang Yesus Kristus tawarkan adalah “Percayalah kepada Allah sebagai Bapa Sorgawi yang selalu mengasihi umat-Nya.”  Bagaimanakah caranya seseorang dapat percaya kepada Allah sebagai Bapa Sorgawi?  Kalimat berikut menjawabnya, itulah sebabnya: “Percayalah juga kepada-Ku [yaitu Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Guru].  Mengapakah kita harus “Percaya kepada Bapa Sorgawi melalui Percaya kepada Yesus Kristus?”  Yesus Kristus memberikan suatu janji yang pasti yaitu “Di Rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.”  Itulah sebabnya Yesus Kristus memastikannya dengan berkata: “Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu [murid-murid-Nya].  Kemudian Yesus Kristus memberikan penjelasan secara rinci alasan kepastian Janji-Nya itu.  Yesus Kristus berkata: “Sebab Aku [Yesus Kristus] pergi ke situ [Rumah Bapa-Ku] untuk menyediakan tempat bagimu [murid-murid-Nya].  Apakah maksud ungkapan Yesus Kristus tentang “Rumah Bapa” dan “tempat bagi murid-murid-Nya?”  Kalimat berikut menjelaskan: “Apabila Aku [Yesus Kristus] telah pergi ke situ [Rumah Bapa-Ku] yang tujuannya adalah telah menyediakan tempat bagimu [murid-murid-Nya],” Yesus Kristus menegaskan janji-Nya yang pasti dan berkata: “Aku [Yesus Kristus] pasti datang kembali.”  Untuk apa Yesus Kristus datang kembali?  Yesus Kristus kemudian menjawab: “Untuk membawa kamu [murid-murid-Nya] ke tempat-Ku [Rumah Bapa-Ku].”  Apakah tujuan utama kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya untuk membawa umat-Nya ke Rumah Bapa Sorgawi?  Kalimat terakhir Yohanes 14:3 menegaskan: “Supaya di tempat di mana Aku [Yesus Kristus] berada, kamu pun [murid-murid-Nya] berada.”  Bukankah ungkapan DI RUMAH BAPA-KU BANYAK TEMPAT TINGGAL yang Yesus Kristus janjikan dengan pasti di Yohanes 14:1-3 adalah SEBUAH ISTANA WAKTU BERSAMA BAPA SORGAWI?  Singkatnya, HOME AT LAST!!!  Suatu pertemuan abadi dengan Bapa Sorgawi dalam sebuah ISTANA WAKTU YANG TIDAK TERBATAS YAITU HIDUP KEKAL SELAMA-LAMANYA (Yohanes 17:3—Definisi hidup kekal versi Yesus Kristus).

 

Apakah Anda masih penasaran bahwa RUMAH BAPA yang dimaksud adalah Allah sendiri sebagai Bapa Sorgawi?  Pengertian “Rumah Bapa” dalam ayat ini bukanlah bangunan Allah melainkan “Rumah Tangga atau Keluarga Allah” (Efesus 2:19-22).  Demikian juga dengan “banyak tempat tinggal” yang dimaksudkan bukanlah ilmu bangunan melainkan ilmu hubungan sosial berdasarkan ilmu keselamatan karena barangsiapa yang percaya kepada Allah melalui Yesus Kristus oleh tuntunan Roh Kudus diberi hak untuk menjadi “Anak-anak Allah” (Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1-5; Roma 8:14).  Pengertian “banyak tempat tinggal” berdasarkan ilmu keselamatan adalah “banyak kesempatan yang indah untuk bersekutu dengan Bapa Sorgawi antara anak dan Bapa” (Wahyu 21:1-3).  Tidak heran makna Alkitabiah ungkapan DI RUMAH BAPA-KU BANYAK TEMPAT TINGGAL adalah SEBUAH ISTANA WAKTU YANG ABADI BERSAMA BAPA SORGAWI DI EDEN YANG DIPULIHKAN (Wahyu 21-22).

Apakah Yesus Kristus memberikan dasar pengertian alkitabiah selanjutnya dalam Yohanes 14?  Oh, sudah pasti!!!  Itulah sebabnya, mari kita baca Yohanes 14 mulai ayat 4 dan seterusnya sampai akhir.  Cara membacanya adalah sebagai berikut:

 

14:4 Yesus Kristus selanjutnya berkata: “Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ (Rumah Bapa-Ku).”  14:5 Kata Tomas [salah seorang murid Yesus Kristus yang sering bimbang] kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau [Yesus Kristus] pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ [Rumah Bapa-Ku]?”  14:6 Kata Yesus Kristus kepadanya [Tomas]: “Akulah [satu-satu] jalan kebenaran yang dapat menuju hidup [kekal yang sejati dan abadi]. [Sebab di kolong langit ini] Tidak ada seorang pun yang datang kepada [Rumah] Bapa [yaitu Allah sendiri sebagai Sorga, kalau tidak melalui Aku [Yesus Kristus]” (Kisah 4:12; Daniel 4:26).  Sebagai penjelasan sebutan yang mutakhir dan spektakuler ini, Yesus Kristus menyatakan: 14:7 “Sekiranya kamu [murid-murid-Nya] mengenal Aku [Yesus Kristus], pasti kamu juga mengenal [Rumah] Bapa-Ku [Allah sendiri sebagai pribadi yang sama dengan SORGA].  Sekarang ini kamu mengenal Dia [Rumah Bapa-Ku = Sorga itu sendiri = Allah]” yang artinya bahwa “kamu telah melihat Dia [Rumah Bapa-Ku = Sorga itu sendiri = Allah].”

 

14:8 Kata Filipus [salah seorang murid Yesus Kristus yang lain] kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah [Rumah] Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”  Untuk menegaskan kenyataan yang sudah terjadi karena sudah bersekutu dengan Yesus Kristus selama pelayanan-Nya di bumi ini.  14:9 Kata Yesus Kristus kepadanya [Filipus]: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.  14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.”

 

Selanjutnya, Yesus Kristus mengalihkan pikiran murid-murid-Nya kepada jaminan yang pasti di Yohanes 14:1 di mana Yesus Kristus berkata: 14:11 “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”

 

Begitulah dalam pembicaraan itu Yesus Kristus menegaskan: 14:12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa [peristiwa ini ada hubungannya dengan saat Yesus Kristus naik ke Sorga untuk berfungsi sebagai Imam Besar yang menjadi Pengantara bagi umat-Nya (baca seluruh Surat kepada Orang Ibrani); 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku [ini adalah ibadah melalui doa yang umat Allah panjatkan sehari-hari], Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.  14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”  Inilah basis yang Yesus Kristus maksudkan agar umat-Nya BERDOA DALAM NAMA YESUS KRISTUS YANG ARTINYA BERDOA KARENA PERCAYA KEPADANYA SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT SEHINGGA UMATNYA AKAN BEKERJA ATAU BERSAKSI BAGI ALLAH SEUMUR HIDUPNYA.  Ibadah sejati adalah sebuah budaya hidup dengan tuntunan Roh Kudus berdasarkan kebenaran Firman Allah (Yohanes 4:19-24).

Bagaimanakah seluruh budaya hidup Sorgawi ini dapat dijalankan dengan prima sesuai kehendak Allah yang menjadi Bapa Sorgawi umat-Nya?  Yesus Kristus menghubungkannya dengan Yohanes 13:31-35.  Itulah sebabnya Yesus Kristus menegaskannya kembali dan berkata: 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.  14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dalam arti tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Immanuel).”

Itulah sebabnya, Yesus Kristus menegaskan makna Matius 28:20 sebagai berikut: 14:18 “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.  14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.  14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

 

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

 

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot [salah seorang murid Yesus Kristus yang lain yang menulis Surat Yudas], berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami [umat Allah yang percaya], dan bukan kepada dunia [umat manusia yang tidak percaya kepada Allah]?”  14:23 Jawab Yesus Kristus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.  14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.  14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.  14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu [Ungkapan Yoh 14:1 diulangi lagi].”

 

Janji-Nya yang pasti ditegaskan ulang: 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.  14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.  14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.  14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

 

PENUTUP

 

Marilah kita baca ulang Yohanes 14:1-3 dan kali ini sebagai rangkuman dan kesimpulan dari semua yang sudah dianalisis berdasarkan situasi dan kondisinya pada malam di saat acara Perjamuan Kudus.  Makna Alkitabiah teks tersebut adalah sebagai berikut:

 

Dilatarbelakangi oleh situasi dan kondisi nasehat Yesus Kristus yang didata di Yohanes 13, sehingga kesebelas murid-Nya mengalami suasana sedih dan duka yang mendalam “Karena Yesus Kristus akan berpisah dan pergi kepada Bapa,”  Yesus Kristus dengan penuh kasih sayang berkata: “Janganlah gelisah hatimu atau janganlah susah hatimu karena kita akan berpisah, karena hal ini hanya untuk sementara waktu saja]; [Itulah sebabnya masing-masing patut memiliki budaya hidup Sorgawi untuk bersekutu dengan Bapa Sorgawi, yaitu: “Percayalah kepada Allah [yang menjadi Pencipta dan pemelihara hidup.  Semuanya ini hanya dapat dilakukan melalui] kepercayaan [umat-Nya kepada Yesus Kristus [sebagai Sahabat, Saudara, Pengantara, Imam Besar dan Pembela di Bait suci Sorgawi].  Mengapa umat Allah patut memiliki budaya Sorgawi itu? Perlu ditegaskan bahwa  “Di rumah tangga atau di keluarga Allah, Bapa Sorgawi umat Allah terdapat banyak tempat tinggal dalam arti kesempatan yang agung untuk menjadi anak-anak Allah oleh tuntunan Roh Kudus/Roh Kebenaran dan juga Roh Penolong.  Jika tidak demikian, tentu Yesus Kristus pasti memberitahukannya atau mengatakannya kepadamu. Sebab Yesus Kristus pergi ke situ yaitu pergi ke takhta Allah yang sama dengan Bait Suci Sorgawi sebagai Imam Besar umat manusia untuk menyediakan tempat bagi umat-Nya dalam arti memastikan dan menegaskan hubungan sebagai anak-anak Allah. Dengan demikian, apabila Yesus Kristus telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu yang artinya telah menyelesaikan pelayanan pengantaraan-Nya sebagai Imam Besar di Bait Suci Sorgawi yang terjadi pada saat pintu pengasihan tertutup, setelah itu: Yesus Kristus pasti datang kembali untuk kedua kalinya sebagai “Raja Segala raja dan Tuan dari semua yang dipertuan” (Wahyu 19).  Pada saat yang berbahagia itu Yesus Kristus akan membawa seluruh umat tebusan ke tempat-Ku dalam arti MENIKMATI SEBUAH ISTANA WAKTU YANG ABADI DAN SEJATI BERSAMA BAPA SORGAWI UNTUK SELAMA-LAMANYA.  Itulah sebabnya ungkapan HOME AT LAST terkabul yang sama artinya dengan “supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”  SUASANA EDEN YANG SUDAH DICIPTAKAN DI KEJADIAN 1-2 AKAN DINIKMATI DALAM SUASANA EDEN YANG DIPULIHKAN DI WAHYU 21-22.

 

Makna Kota Yerusalem Baru di Wahyu 21-22 adalah SUASANA EDEN YANG DIPULIHKAN.  Cara membaca ceritanya adalah sebagai berikut:

 

KOTA dalam arti Masyarakat umat Allah yang sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus ITU PENUH DENGAN KEMULIAAN ALLAH yang artinya seluruh budaya hidupnya selagi hayat di kandung badan adalah penuh belas kasihan Sorgawi.  Situasi dan kondisi ini digambarkan dengan CAHAYANYA SAMA SEPERTI PERMATA YANG PALING INDAH, BAGAIKAN PERMATA YASPIS, JERNIH SEPERTI KRISTAL.  TEMBOKNYA BESAR LAGI TINGGI.  Dua belas suku Israel ada hubungannya dengan Alkitab Perjanjian Lama dan dua belas rasul ada hubungannya dengan Perjanjian Baru.  Umat Allah ini membudayakan hidupnya berdasarkan Alkitab sebagai Firman Allah yang berkuasa.  Semuanya hanya menggambarkan SUASANA YANG AGUNG, MULIA DAN SPEKTAKULER SERTA TIDAK ADA BANDINGANNYA (Wahyu 21:11-21).  Singkatnya SEBUAH ISTANA WAKTU YANG ABADI DAN SEJATI BERSAMA BAPA SORGAWI.

Pdt. H.S.P. Silitonga, M.A., M.Th., Ph.D

Dosen Fakultas Theologia UNAI

Leave a Reply