DILEMA KEHIDUPAN UMAT ALLAH HARI INI

July 8, 2017 - Stevanus S. Widjaja

“Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” Hagai 2:8

Sabat pagi ini, saya share mengenai beberapa dilema dan tantangan persoalan hidup yang banyak sedang dialami dan dirasakan oleh umat Allah saat ini, yang oleh Pena Inspirasi dalam buku Para Nabi dan Bapa, dituliskan sebagai berikut :

1. Kecemasan, padahal itu akan menganggu kesehatan, dan kebahagiaan sejati yang hakekatnya kecemasan berlebihan cendrung akan mengoda orang itu untuk mengabaikan pengharapan kepada Tuhan

” Janganlah kita memanjakan kecemasan yang hanya akan mengganggu serta merusak diri kita, tetapi tidak menolong kita untuk menahan ujian-ujian itu. Jangan berikan tempat di dalam diri kita kepada sikap tidak berharap kepada Allah, sikap ini akan menuntun kita untuk menjadikan persiapan menghadapi kebutuhan masa depan sebagai sesuatu yang terutama di dalam hidup kita, seolah-olah kebahagiaan kita itu terdiri dari perkara-perkara duniawi. Bukanlah kehendak Allah agar umat-Nya itu dibebani oleh urusan-urusan hidup. Tetapi Tuhan tidak pernah mengatakan kepada kita bahwa tidak akan ada bahaya di jalan kita. Ia tidak bermaksud untuk mengambil umat-Nya keluar dari dunia yang jahat dan berdosa ini, tetapi Ia menunjukkan kepada kita satu perlindungan yang tidak pernah gagal ” PNB, 280

2. Umat Allah (rohani) sering lupa merenung kembali segala ujian yang telah mereka lalui lewat pertolongan Tuhan; makanya hari ini Tuhan kembali menghimbau agar setiap umatNya memiliki sifat kerendahan hati dan sikap mau diajar

” Pengalaman orang Israel yang beraneka ragam itu adalah satu sekolah persiapan untuk memasuki rumah yang telah dijanjikan bagi mereka di Kanaan. Allah menghendaki agar umat-Nya pada zaman sekarang ini dengan rendah hati dan sikap yang mau diajar merenung-renungkan kembali akan segala ujian yang telah dilalui oleh Israel kuno itu agar mereka memperoleh pelajaran untuk menyediakan diri bagi Kanaan semawi itu. ” PNB, , 279

3. Sikap bersungut-sungut dan atau suka menunjukan sikap tidak berterima kasih seperti pengalaman bangsa Israel sering terulang kembali dilakukan oleh umat Tuhan (rohani) hari ini

” Banyak orang yang menoleh kembali kepada bangsa Israel dan merasa heran terhadap sikap mereka yang tidak mau percaya dan bersungut-sungut, sambil merasa bahwa mereka sendiri tidak akan memanjakan sikap tidak tahu berterima kasih seperti itu; tetapi bilamana iman mereka ini diuji, sekali pun oleh cobaan yang kecil saja, mereka tidak menunjukkan iman atau kesabaran sebagaimana halnya orang Israel dahulu. ” PNB, 279

4. Umat Allah wajib utk menghidupkan Agama yang benar yang selaras dengan Hukum Allah, dan yang menyucikan pertimbangan, oleh karena agama yang benar itu, cendrung akan menyehatkan atau memperpanjang umur dan menikmati kebahagiaan yang tidak pernah kering

” Agama yang benar membawa manusia kepada keselarasan dengan hukum-hukum Allah, secara jasmani, pikiran dan akhlak. Itu mengajarkan pengendalian diri, ketenangan dan pertarakan. Agama meluhurkan pikiran, menghaluskan perasaan, dan menyucikan pertimbangan. Ia menjadikan jiwa turut ambil bagian akan kesucian surga. Iman dalam kasih Allah dan pimpinan-Nya meringankan beban kecemasan dan urusan hidup. Itu memenuhi hati dengan kesukaan dan kepuasan di dalam keadaan hidup yang tertinggi dan yang terendah. Agama secara langsung cenderung untuk menyehatkan, memperpanjang hidup, dan menambahkan kesukaan kita akan segala berkat-berkatnya. Itu membukakan kepada jiwa kita satu sumber kebahagiaan yang tidak pernah kering ” PNB, 601

Kiranya Tuhan memberkati kita semua….. 🙏🙏🙏

Leave a Reply