Dosa Sodom

October 17, 2012 - Steve Wholberg

 

Mari kita baca Lukas 17:28-30:
28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
Kemudian kita baca Yehuda 7:
7 Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
Mari kita baca Kejadian 19:24-25
24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
Dalam ayat-ayat diatas, 2 kali diamarkan kepada kita bahwa akan berulangnya dosa-dosa zaman Lot pada zaman akhir, menjelang kedatangan Yesus yang kedua (sekarang ini) dan 3 kali kita diperingatkan akan akibat mengulangi dosa-dosa ini, yakni siksaan api kekal yang akan membinasakan kita.Ketidak-perdulian dan seks adalah ciri-ciri godaan Sodom. Saat ini kita seperti tidak perduli dengan agama lagi, sibuk dengan pekerjaan, hobi dan kegiatan duniawi lainnya. Saat ini juga kita diserang, dikerubuti, dihimpit oelh godaan seks kemana saja kita pergi dan dimana saja kita berada. Beberapa fakta yang menakjubkan, kata “porn” (porno) ada diperingkat pencarian tertinggi keempat oleh anak-anak di bawah umur tujuh tahun, usia rata-rata ketika seseorang pertama kali melihat gambar porno adalah 11 tahun, sekitar 40 juta orang dewasa mengunjungi situs porno setiap hari, hampir separuh dari semua perceraian disebabkan oleh faktor pornografi, lebih dari 11 juta orang Amerika memiliki kecanduan seksual, pornografi anak menghasilkan sekitar $ 3 miliar per tahun, setidaknya 25 persen dari seluruh karyawan melihat gambar porno di tempat kerja.

Memang kalau kita pergi ke toko, kita digoda oleh gambar-gambar pada rak majalah di samping kasir, kalau kita putar Radio, kita akan mendengar lagu-lagu dan lirik-likrik seksual, buka internet, kita akan disuguhi gambar-gambar cabul, yang muncul di sisi kiri/kanan berita yang kita baca, buka FB, terkadang tampil link berita disertai gambar-gambar seronok, pada waktu kita mengendarai mobil atau sedang berkunjung ke tempat wisata, kita tanpa sengaja melihat wanita-wanita dengan pakaian minim, memakai gaun ketat dengan belahan dada yang rendah, bahkan maaf kata, tampak juga didalam gereja. Kita ini adalah generasi yang paling tidakperduli dengan agama oleh karena kesibukan dan paling dibombardir oleh godaan seksual. Kita harus sadar bahwa ini adalah dosa Sodom! Kita harus mengambil langkah-langkah serius untuk tidak membawa diri dalam pencobaan, tidak jatuh dalam godaan ini, melainkan kita harus lari kepada Yesus Kristus, Tuhan kita, atau kepada Firman Allah dan kebenaran-Nya, agar pikiran kita dipagari dari godaan yang sangat fatal ini, yang semuanya bertujuan untuk menjatuhkan kita.

Tapi jangan salah mengerti, seks itu tidak salah dan bukan dosa, oleh karena keinginan seksual itu sendiri diberikan oleh Tuhan.
Mari kita baca Kejadian 2:24-25
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Mereka telanjang dan dipersatukan, tapi tidak ada rasa malu, karena mereka bersatu dalam perkawinan yang merupakan rencana Allah. Kalau kita perhatikan baik-baik ayat ini, bukan perempuan dengan perempuan, bukan laki-laki dengan laki-laki, bukan persatuan antara pacar laki-laki dan pacar perempuan namun adalah persatuan antara suami dan istri, sebab dalam konteks perkawinan, seks adalah berkat yang dirancang untuk memiliki keintiman yang kuat demi terciptanya kebahagiaan sejati. Persatuan ini hanyalah boleh terjadi melalui perkawinan. Mari kita baca Ibrani 13:4
4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Persundalah adalah seseorang yang ada bersama orang lain diluar pasangan perkawinannya. Perzinahan terjadi bilamana orang yang sudah menikah tapi tidak setia kepada pasangannya. Jelas sekali kedua dosa ini akan dihakimi oleh Allah. Budaya yang ada sekarang adalah, bila sama-sama senang, teruskan saja, tida perlu kuatir resikonya, nikmati saja. Namun Yesus secara khusus mengatakan bahwa hal ini sebagai dosa Sodom dan mengamarkan bahwa ini akan terjadi saat ini, saat dimana kita hidup sekarang ini, berlaku secara global, sebelum Dia datang.
Rasul Paulus tidak menutup mata terhadap masalah kecanduan seksual. Dia membuat permohonan untuk kemurnian.
1 Tesalonika 4:3-6:
3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.

Datanglah kepada Yesus, akuilah dosa dosa kita, mohon pengampunan daripada-Nya. Yesus akan menghapus dosa kita, Yesus akan mengampuni kita, Yesus akan menyucikan kita, Yesus juga akan memberikan kita awal yang baru. Ayat yang terakhir,

Kisah 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Setelah itu kita berdoa, meminta kuasa Roh Kudus dalam kehidupan kita setiap hari, maka pikiran kita akan diterangi oleh Roh Kudus dan dengan kekuatan Allah kita akan menang melawan godaan Sodom.

Leave a Reply