Dua Israel

 

Sebagian besar umat Kristen berpikir bahwa hanya ada 1 Israel yaitu negara yang saat ini terdapat di Timur Tengah. Mereka juga berpikir bahwa di Israel inilah pusat penggenapan nubuatan Alkitab dan sekaligus lokasi peristiwa-peristiwa akhir zaman. Apakah benar demikian? Pada saat kita mempelajari nubuatan, sangat krusial bagi kita  untuk mengacu kepada Israel yang sebenarnya.

Mari kita lihat lebih mendalam. Dalam Perjanjian Baru, ada 2 Israel yang disebutkan. Roma 9:6 “Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel.” Jadi jelas bukan cuma satu pengertian Israel melainkan ada 2. Mari kita baca 1 Korintus 10:18 “Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?” Dari sini kita dapatkan definisi pertama yakni Israel daging, yakni orang Yahudi yang bisa mengurut keturunan mereka hingga ke Abraham atau keturunan darah Abraham. Dari Roma 9:3 “Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” Kita juga dapati bahwa  Paulus adalah orang Israel daging. Mari kita lihat Galatia 6:14 “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.” Kita bisa lihat dengan jelas pengertian Israel disini (yang bersunat itu Yahudi dan tidak bersunat itu Non-Yahudi) yakni “ciptaan baru” artinya hati yang telah berubah, tidak harus berasal dari Israel daging. Galati 6:16 “Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.” Israel milik Tuhan Allah itu berpusat pada Kristus, termasuk orang kafir yang percaya kepada Yesus, tidak harus berasal dari Israel literal. Galati 3:29 “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Artinya, orang kafir bisa menjadi turunan Abraham melalui iman mereka kepada Yesus.

Berbicara tentang nubuatan, dalam buku Wahyu banyak istilah yang berhubungan dengan bangsa Israel literal. Israel yang mana yang dimaksudkan? Israel literal atau Israel rohani? Wahyu sangat jelas mengacu kepada Israel milik Allah. Coba kita baca Wahyu 11:19 “Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.” Ini berbicara tentang Kaabah Allah di Surga, bukan kaabah Israel pada zaman nabi Musa. Wahyu 21:10 “Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.”  Ini menyangkut kota Jerusalem Baru yang akan turun dari Surga, bukan dari kota Yerusalem yang sekarang berada di Israel. Wahyu 3:12 “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.” Ini juga mengacu kepada Kaabah Allah di Surga dan Jerusalem Baru yang turun dari Sorga.  Wahyu 14:1 “Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.” Ini adalah orang-orang yang selamat, yang berdiri di bukit Sion sorgawi, lebih jelasnya baca Ibrani 12:22 “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah”, Orang Kristen dan orang Yahudi yang percaya pada Yesus telah datang ke gunung Sion surgawi dan Jerusalem Baru sorgawi, sama sekali tidak mengacu kepada Israel literal yang ada di Timur Tengah. Buku Wahyu berbicara tentang Kaabah Tuhan di Sorga dan Jerusalem Baru dan Israel milik Allah yang terpusat pada Yesus Kristus. Kalau kita mengasosiasikan ayat-ayat diatas dengan Israel di Timur Tengah atau Israel literal/daging, lalu membuatnya sebagai pusat penggenapan nubuatan, maka akan terjadi  misinterpretasi perjanjian baru yang fundamental.

Sangat jelas bahwa ada dua Israel. Pertanyaan, Israel yang mana yang sesungguhnya yang diacu dalam nubuatan Alkitab tentang akhir zaman? Pastikan kita mengacu kepada Irael rohani, yaitu mereka yang percaya kepada Yesus Kristus tidak perduli apakah mereka orang Yahudi maupun non-Yahudi.

Leave a Reply