Edisi 13 Des 13

Peran Apa yang Anda Mainkan
Oleh Pdt. J. Runtu

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32).

Dalam sebuah film ataupun cerita selalu terdapat peran yang baik dan juga peran antagonis. Kalau tidak demikian maka film atau cerita itu tidak seru.

Bagi pengikut Kristus, ayat inti kita ini menunjuk pada peran yang baik dan bila kita ambil kebalikannya, maka akan menjadi peran antagonis.

Dalam film atau cerita peran antagonis bisa berubah-ubah, suatu waktu sifatnya baik dan di waktu lain sifatnya jahat. Tetapi sifat sebenarnya adalah jahat. Apabila dia melakukan yang baik, itu semata-mata ada sesuatu yang akan dicapai untuk kepentingan pribadinya.

Namun pemeran yang baik akan selalu memainkan peran yang baik. Tidak akan berubah sifatnya. Sekalipun digoda uang, jabatan, wanita atau ancaman-ancaman dan bahkan kesulitan-kesulitan. Peran yang dimainkan adalah tetap sebagai orang yang baik.

Dapatkah kita melihat peran kita sebenarnya ?

Dalam ayat inti kita ada 3 peran yang baik yang harus dimainkan oleh pengikut Kristus:
1. Ramah
2. Penuh kasih mesra
3. Mengampuni

Mari kita lihat kebalikannya yang adalah peran antagonis:
1. Judes
2. Kebencian
3. Menghakimi

Pemeran antagonis dapat saja menjadi ramah atau penuh kasih mesra dan mengampuni. Tetapi bila dia lakukan semata-mata untuk keuntungan atau kepentingan pribadinya. Jadi itu hanya kedoknya saja. Tetapi bagi pengikut Kristus perannya tetap. Dia tidak boleh judes, benci ataupun menghakimi.

Yakobus 3:10,11,17
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Mari kita mainkan peran kita sebagai pengikut Kristus: ramah, penuh kasih mesra dan mengampuni. Jangan pernah berubah dan berganti peran karena berganti peran artinya berganti film yang bisa saja berarti murtad. Bisa jadi !?”

Millennium
Oleh Jufrie Wantah

M
embaca sebuah advertensi yang terpampang di jalan protokol, Edison, New Jersey kata “Millennium” sungguh suatu hal yang menarik bagi penulis. Rupanya advertensi itu ada hubungannya dengan real estate, dengan kata lain advertensi tersebut mengambil nama “Millennium” sebagai nama yang menarik bagi masyarakat yang ingin mendapatkan real estate yang bergengsi. Apa arti kata “millennium” dari sudut pandang Alkitabiah? Dalam kamus Wikipedia “Millennium” berasal dari bahasa Latin yaitu “mille” berati seribu (thousand) dan annus berarti tahun (year), jadi millennium is a period time equal to one thousand years.

Dalam kitab Wahyu 20 : 4 mengatakan “Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.” Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang benar yang diselamatkan dan diangkat ke surga (denominasi lain mengajarkan tentang ‘repture’ yaitu pengangkatan secara diam-diam), sedang paham Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) ialah orang-orang benar (kudus) akan diangkat dan memerintah (menghakimi) bersama Kristus selama masa seribu tahun di surga.

Dalam Alkitab sedikitnya kita mengenal lima judgment yaitu 1) The pre-advent judgment, 2) The first executive judgment, 3) During millennium judgment, 4) During panorama and the third coming judgment , 5) The final executive judgment. Alkitab mengatakan akan terjadi kebangkitan pertama (first resurrection) bagi orang-orang benar saat kedatangan Yesus yang kedua kali. Selama masa seribu tahun bumi ini akan sunyi senyap yang digambarkan setan sedang dirantai. Mengapa setan dirantai? Karena orang-orang benar sudah diangkat ke surga bersama Yesus selama masa seribu tahun jadi tidak ada lagi yang akan digodai, sedang orang-orang jahat belum dibangkitkan.

Sebagian orang beranggapan bahwa masa seribu tahun akan terjadi di bumi ini seperti kita lihat melalui internet. Alkitab mengajarkan bahwa masa seribu tahun akan terjadi bukan di dunia ini, melainkan di surga, di mana hal ini serirama dengan doktrin GMAHK. Pada waktu kedatangan Yesus yang kedua kali, Yesus belum menginjakkan kaki di atas bumi ini, tetapi kita yang terangkat bersama Yesus naik ke surga yaitu mereka yang didapati hidup setia di hadapanNya dan berada pada kelompok orang-orang benar serta juga akan terjadi kebangkitan pertama bagi orang-orang benar.

Apakah yang akan dilakukan oleh orang-orang benar bersama Yesus selama seribu tahun? Ayat 6 dalam kitab Wahyu pasal 20 mengatakan “Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kebangkitan yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.” Orang-orang benar yang diselamatkan selain akan menjadi imam-imam juga akan memerintah sebagai raja dan menghakimi bersama Yesus (Matius 19 : 28) antara lain salah satu tugasnya ialah memeriksa catatan dosa-dosa dari orang-orang yang tidak diselamatkan dalam kerajaan surga yaitu orang-orang jahat termasuk malaikat-malaikat jahat (1 Korintus 6 : 2,3).

Perlu dicatat di sini dalam konsep eskatologis Alkitab bahwa sesudah masa seribu tahun akan ada kedatangan Yesus yang ketiga kali atau boleh dikata kedatanganNya yang terakhir bersama dengan kerajaan surga secara nyata akan terjadi kebangkitan kedua (second resurrection) bagi orang-orang jahat yang akan dibinasakan, dalam doktrin GMAHK yang seirama dengan Alkitab yaitu api dari surga akan membinasakan mereka dan bumi akan dibersihkan dari dosa, inilah yang kita kenal dengan api neraka atau yang disebut dengan the final executive judgment, olehnya kebangkitan kedua bukan lagi untuk orang-orang benar.

Itu sebabnya bagian menghakimi orang bukanlah hak kita, itu adalah hak Tuhan karena Dia adalah Mahakuasa (Omnipotent) dan Mahatahu (Omniscience), olehnya orang-orang yang benar serta orang-orang yang jahat akan dihakimi Tuhan dengan adil. Bagian kita tunggu sampai kedatanganNya yang kedua kali. Bilamana kita setia dan didapati berada pada kelompok orang-orang benar, maka kita akan menghakimi bersama Yesus selama masa seribu tahun. Seribu tahun (millennium) adalah suatu masa yang panjang tertulis dalam Alkitab dan menurut konsep eskatologis Alkitab hal tersebut pasti akan terjadi. ***

Di Hadapan Sanhedrin
Kisah Para Rasul – Ellen G. White

Adalah salib, alat untuk mempermalukan dan penganiayaan, yang membawa pengharapan dan keselamatan kepada dunia. Murid murid adalah orang orang yang sederhana, tanpa kekayaan, dan tanpa senjata kecuali sabda Allah; namun dalam kekuatan Kristus mereka pergi untuk memberitahukan cerita yang ajaib tentang palungan dan salib, dan kemenangan atas segala pertentangan. Tanpa kehormatan atau pengenalan duniawi, mereka adalah pahlawan pahlawan iman. Dari bibir mereka keluarlah perkataan kefasihan Ilahi yang menggoncangkan dunia.

Di Yerusalem, di mana prasangka yang paling dalam itu ada, dan di mana kebanyakan buah pikiran yang kacau berlaku dalam hal Dia yang telah disalibkan sebagai penjahat, murid murid meneruskan untuk berbicara dengan keberanian perkataan kehidupan, menempatkan di depan orang orang Yahudi pekerjaan dan misi Kristus, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Nya. Imam imam dan penguasa penguasa mendengar dengan keheranan kesaksian yang jelas dan berani dari rasul rasul. Kuasa dari Juruselamat yang sudah bangkit sesungguhnya telah berlaku kepada murid murid, dan pekerjaan mereka telah disertai dengan tanda tanda dan mukjizat mukjizat yang setiap hari menambah jumlah orang orang percaya. Di sepanjang jalan di mana murid murid akan lalu, orang banyak membaringkan orang sakit “di atas balai balai dan tilam, supaya apabila Petrus lewat, setidak tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.” Di sini juga dibawa orang orang yang diganggu oleh roh jahat. Orang banyak berkumpul sekeliling mereka dan mereka yang disembuhkan berseru dengan puji pujian kepada Allah dan memuliakan nama Penebus.

Imam imam dan penguasa penguasa melihat Kristus dipuja lebih dari mereka. Sementara orang orang Saduki, yang tidak percaya akan kebangkitan, mendengar rasul rasul menyatakan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati, mereka amat marah, menyadari bahwa kalau rasul rasul dibiarkan untuk mengkhotbahkan tentang Juruselamat yang sudah bangkit, dan melakukan mukjizat dalam nama Nya, doktrin bahwa tidak akan ada kebangkitan akan ditolak oleh semua orang, dan sekte orang orang Saduki tidak lama lagi akan punah. Orang orang Farisi amat marah bila mereka melihat bahwa kecenderungan pengajaran murid murid adalah untuk meruntuhkan upacara upacara orang Yahudi, dan mengadakan upacara upacara pengorbanan yang tidak berarti.

Sampai sekarang segala usaha untuk menekan pengajaran yang baru ini telah sia sia; tetapi sekarang baik orang orang Saduki maupun orang orang Farisi mengambil keputusan bahwa pekerjaan murid murid harus dihentikan, karena hal itu membuktikan bahwa mereka bersalah karena kematian Yesus. Dipenuhi dengan kemarahan, imam imam menangkap Petrus dan Yohanes, dan memasukkannya ke dalam penjara.

Para pemimpin bangsa Yahudi telah gagal memenuhi maksud Allah untuk umat pilihan Nya. Mereka yang telah dijadikan Allah tempat penyimpanan kebenaran telah terbukti tidak setia kepada kepercayaan mereka, dan Allah memilih orang orang lain untuk melakukan pekerjaan Nya. Dalam kebutaan mereka para pemimpin ini sekarang melampiaskan pengaruh yang mereka sebut perang kebenaran terhadap seorang yang mengesampingkan doktrin yang mereka sayangi. Mereka tidak mengakui walaupun kemungkinan bahwa mereka sendiri tidak mengerti dengan benar perkataan itu atau mereka telah salah mengerti atau salah menggunakan Kitab Suci. Mereka bertindak seperti manusia yang telah kehilangan akal. Hak apa ada pada guru guru ini, mereka berkata, beberapa dari mereka hanyalah nelayan, mengemukakan buah pikiran yang berlawanan dengan doktrin yang telah kita ajarkan kepada orang banyak? Mengambil keputusan untuk menekan ajaran dari buah pikiran ini, mereka memenjarakan orang orang yang telah mengemukakan hal hal itu.

Murid murid tidak tertekan atau tunduk oleh perlakuan ini. Roh Kudus membawa pikiran mereka kepada perkataan yang diucapkan oleh Kristus: “Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jika mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jika mereka telah menuruti firman Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.” “Kamu akan dikucilkan, bahwa akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.” “Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” Yohanes 15:20, 21: 16:2, 4 lihat Alkitab.

Allah yang di surga, Penguasa yang berkuasa semesta alam, mengambil perkara pemenjaraan murid murid ke dalam tangan Nya sendiri, karena manusia sedang berperang melawan pekerjaan Nya. Pada waktu malam malaikat Tuhan membuka pintu dan berkata kepada murid murid, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Perintah ini secara langsung berlawanan dengan pesanan yang diberikan oleh penguasa penguasa orang Yahudi; tetapi rasul rasul mengatakan, Kami tidak bisa melakukan hal ini sampai kami telah minta nasihat dari hakim dan menerima izin dari mereka. Tidak; Allah mengatakan, “Pergilah,” dan mereka menaati. “Masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.”

Waktu Petrus dan Yohanes kelihatan di antara orang orang percaya dan menceritakan bagaimana malaikat telah memimpin mereka dengan langsung melalui sekelompok serdadu serdadu penjara meminta mereka untuk meneruskan pekerjaan yang telah dihentikan, saudara saudara itu dipenuhi dengan keheranan dan kegembiraan.

Dalam pada itu imam besar dan mereka yang beserta dengan dia telah “menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis, tua tua bangsa Israel.” Imam imam dan penguasa penguasa telah mengambil keputusan untuk menuduh murid murid atas tuduhan pemberontakan, menuduh mereka telah membunuh Ananias dan Safira, dan mereka bersekongkol untuk menghilangkan kekuasaan imam imam. Mereka berharap demikian untuk membangkitkan orang banyak sehingga hal itu akan berada di tangannya dan berhubungan dengan murid murid sebagaimana hal itu berhubungan dengan Yesus. Mereka sadar bahwa banyak orang yang tidak menerima ajaran Kristus adalah lelah terhadap peraturan sewenang wenang dari kekuasaan Yahudi dan rindu mengadakan beberapa perubahan. Imam imam khawatir bahwa kalau orang orang yang tidak merasa puas ini akan menerima kebenaran yang dimasyhurkan oleh rasul rasul, dan harus mengakui Yesus sebagai Mesias, kemarahan orang banyak akan timbul terhadap pemimpin-pemimpin agama, yang dapat dijadikan untuk menjawab pertanyaan atas kematian Kristus. Mereka mengambil keputusan untuk bertindak tegas kepada yang hendak menghalangi hal ini.

Apabila mereka meminta untuk membawa orang orang tahanan itu ke hadapan mereka, keheranan mereka amat sangat karena kata kata yang dibawa kembali, bahwa pintu pintu penjara terkunci rapat, dan para pengawal tegak berdiri di hadapan mereka, tetapi orang orang tahanan itu tak didapati di mana pun.

Dengan segera laporan yang mengagetkan datang, “Lihatlah, orang orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di Bait Allah, dan mengajar orang banyak. Maka pergilah kepala pengawal serta orang orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau kalau orang banyak melempari mereka.”

Meskipun rasul rasul dengan cara yang ajaib dilepaskan dari penjara, mereka tidak bebas dari ujian dan hukuman. Kristus telah berkata ketika Ia berada dengan mereka, “Tetapi kamu ini, hati hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama.” Markus 13:9. Oleh mengirim seorang malaikat untuk melepaskan mereka, Tuhan telah memberikan kepada mereka tanda kasih Nya dan jaminan kehadiran Nya. Adalah bagian mereka untuk menderita bagi Seorang yang Injilnya sedang mereka khotbahkan.

Dalam sejarah nabi nabi dan rasul rasul, banyak contoh yang mulia tentang kesetiaan kepada Allah. Saksi saksi Kristus telah mengalami sendiri siksaan, dan kematian, daripada melanggar hukum Allah. Catatan yang ditinggalkan oleh Petrus dan Yohanes adalah sama gagah beraninya sebagaimana dalam dispensasi Injil. Sementara mereka berdiri untuk yang kedua kali di hadapan manusia yang tampaknya cenderung pada kebinasaan mereka, tak ada rasa takut atau ragu ragu yang dapat dilihat dalam perkataan atau sikap mereka. Dan waktu imam besar berkata, “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang ini kepada kami.” Petrus menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. “Adalah seorang malaikat dari surga yang melepaskan mereka dari penjara dan meminta kepada mereka untuk mengajar di bait suci. Dalam menurut perintahnya mereka menaati perintah Ilahi ini, dan hal ini mereka harus teruskan walau apa pun yang akan terjadi.

Lalu ilham roh datang kepada murid murid; yang tertuduh menjadi si penuduh, menuduh pembunuhan Kristus ke atas mereka yang membentuk rapat itu. “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus,” Petrus menyatakan, “yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kamilah menjadi saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.”

Begitu marahnya orang orang Yahudi atas perkataan ini sehingga mereka mengambil keputusan untuk menghukum mereka tanpa persetujuan selanjutnya, atau tanpa kuasa dari pegawai pegawai Roma, membunuh orang orang tahanan itu. Sudah bersalah dengan darah Kristus, mereka sekarang rindu menodai tangan mereka dengan darah murid murid Nya.

Tetapi dalam rapat itu ada seorang yang mengakui suara Allah dalam perkataan yang diucapkan oleh murid murid. Inilah Gamaliel, seorang Farisi yang mempunyai nama yang baik dan seorang yang terdidik dan berkedudukan tinggi. Kecerdasan inteleknya menunjukkan bahwa langkah yang keras yang direnung renungkan oleh imam imam akan memimpin kepada akibat yang mengerikan. Sebelum menyapa mereka yang hadir, ia minta orang orang tahanan itu dipindahkan. Ia mengetahui benar unsur unsur yang harus dihadapinya; ia mengetahui bahwa pembunuh pembunuh Kristus tidak akan ragu ragu untuk menjalankan maksud mereka. Bersambung……
Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

Paham Pemeliharaan Hari Minggu
lanjutan ….

Ellen G. White mengingatkan para penganut kebenaran Kristus bahwa, “Satu kebangunan dan reformasi harus mengambil tempatnya, di bawah pelayanan Roh Kudus. Reformasi dan kebangunan adalah dua perkara berbeda[namun terikat secara tak terpisahkan].Kebangunan menunjukkan satu pembaharuan kehidupan rohani, satu percepatan terhadap kuasa-kuasa pikiran dan hati, satu kebangkitan dari kematian rohani. Reformasi menunjukkan satu pengorganisiran kemali, satu perobahan di dalam gagasan dan teori-teoir [cara berpikir], kebiasaan-kebiasaan dan praktek-praktek [cara bertindak]. Reformasi tidak akan membuahkan buah yang baik dari kebenaran kecuali itu terhubung dengan kebangunan Roh. Kebangunan dan reformasi harus dilakukan untuk pekerjaan mereka yang menentukan, di dalam melakukan pekerjaan ini mereka harus berpadu.” (Ellen G. White, Review and Herald,25 Februari 1902).

Pertobatan adalah langkah pertama yang mana harus diambil oleh semua yang hendak kembali kepada Allah. Tidak ada yang dapat melakukan pekerjaan ini bagi kita. Jita harus melakukannya secara individu merendahkan jiwa-jiwa kita di hadapan Allah, dan menanggalkan berhala-berhala kita. Ketika kitaharus melakukan semua yang kita dapat lakukan, Tuhan akan mewujudkan kiepada kita keselamatan-Nya.” {Ellen G. WhiteSigns of the Times, 26 Januari 1882 par. 19}

Ellen G. White menulis bahwa kebangunan harus dilakukan melalui doa yang sungguh-sungguh dan mengadakan pertobatan guna membersihkan kaabah hati: “Allah harus disembah di dalam roh dan kebenaran. Tidak ada penyembahan lain yang Ia terima.Ada satu kebutuhan dewasa ini untuk satu kebangunan sedemikian rupa terhadap agama hati yang benar seperti yang dialami Israel kuno. Kita perlu, seperti mereka, untuk membawa ke depan buah yang memenuhi pertobatan,–menanggalkan dosa-dosa kita, membersihkan kaabah hati yang cemar sehingga Yesus boleh memerintah di dalam. Ada satu kebutuhan doa—doa sungguh-sungguh, doa yang menang. Juruselamat Kita sudah meninggalkan janji-janji berharga untuk si pemohon yang benar-benar mengakui menyesal. Sehingga tidak akan mencari wajah-Nya dengan sia-sia. Ia juga sudah oleh teladan-Nya Sendiri mengajarkan kita keperluan akan doa.” {Signs of the Times, 25 Januari 1882, parag. 18}

Ellen G. White menulis: “Ada di dalam gereja kita yang menganut kebenaran hanya halangan-halangan terhadap pekerjaan reformasi. Mereka adalah penyumbat kepada roda-roda mobil terhadap keselamatan. Kelas ini sering berada di dalam kesukaran. Keragu-raguan, kecemburuan, dan kecurigaan, adalah buah-buah dari kepentingan diri, dan nampaknya terjalin dengan sifat-sifat amat alami mereka. Saya akan menamai kelas ini para penggerutu yang kronis terhadap gereja. Mereka melakukan lebih merugikandi dalam satu gereja dari pada yang dua pendeta dapat lakukan. Mereka adalah pajak bagi gereja dan satu beban berat yang besar bagi para pendeta untuk Kristus. Mereka hidup di dalam atmosfir keragu-raguan, kecemburuan, dan wasangka-wasangka.” {Signs of the Times, 4 September 1879, parag. 13}

Saat Roh Kudus sudah menguasai hati maka umat Allah akan diberanikan untuk menghadapi masa kesukaran besar termasuk penganiayaan-penganiayaan yang akan terulang kembali di akhir zaman. Ellen G. White memberikan keterangan sedikit tentang kapan roh hujan akhir itu akan tercurah: “Sementara pekerjaan penutupan terhadap keselamatan ditutup, kesukaran akan datang ke atas bumi, dan bangsa-bangsa akan menjadi marah, namun itu masih berada di bawah pengawasan sehingga tidak mencegah pekerjaan malaikat ketiga. Pada waktu itu “hujan akhir,” atau penyegaran dari hadirat Tuhan, akan datang, untuk memberikan kekuatan kepada suara nyaring dari malaikat ketiga, dan menyediakan orang-orang kudus untuk berdiri di periode ketika tujuh malapetaka akan dicurahkan” {Ellen G. White, Maranatha: The Lord is Coming, hlm. 259.1}.

Untuk itu ada satu pertanyaan yang dapat ditanyakan ialah kapan bangsa-bangsa akan marah yang menyebabkan kesukaran awal bagi umat Allah?Ellen G. White menulis: “Saya melihat bahwa amarah bangsa-bangsa,murka Allah dan waktu untuk mengadili orang mati, adalah peristiwa-peristiwa terpisah , satu mengikuti yang lainnya. Saya melihat bahwa Mikhael belum berdiri, dan bahwa masa kesukaran, seperti yang belum pernah terjadi, belum dimulai. Bangsa-bangsa sekarang sedang marah, tetapi ketika Imam Besar kita sudah menyelesaikan pekerjaan-Nya di kaabah, Ia akan berdiri, mengenakan jubah pembalasan, dan kemudian tujuh malapetaka akan dicurahkan. Saya melihat bahwa empat malaikat hendak menahanan empat mata angin sampai pekerjaan Yesus sudah dilakukan di Kaabah, dan kemudian akan mendatangkan tujuh malapetaka terakhir.”{Ellen G. White, Review and Herald,1 Agustus 1849, parag. 14}. Pelajaran penting yang harus diingat baik baik berdasarkan pernyataan roh nubuat ini adalah bahwa rupanya amarah bangsa-bangsa akan terjadi sebelum tujuh malapetaka terakhir akan dicurahkan, dan itu akan dicurahkan bagi mereka yang menolak kehendak Allah, menerima tanda binatang (Wahyu 13:12-18; 14:9-11) dan menolak menerima meterai Allah (Wahyu 7:2-3; 14:1-5).
Penggocangan Oleh Amarah Bangsa-BangsaMenjadi Entri PoinWaktu Persediaan Akhir. Amarah bangsa bangsa tidak hanya karena terjadi ketidak-selarasan dan ketidakstabilan hubungan politik dan keamanan secara global di antara bangsa-bangsa karena perbedaan kebijakan luar negeri dan perbedaan ideologi karena konsekwensi dari persaingan dan perlombaan penggunaan teknologi nuklir. Memang akhir-akhir ini ada ketegangan di semenanjung Korea karena gertakan Korea Utara atas kekuatan teknologi informasi dan kekuatan persenjataan nuklir yang negara itu kleim sudah ia kuasai. Boleh jadi amarah bangsa-bangsa akan mewujudkan perang baru tetapi pada ujung-ujungnya marah bang-bangsa itu akan diarahkan kepada para pemelihara hukum-hukum Allah dimana tentu saja termasuk hukum Sabat.Amarah bangsa-bangsa akan menjadi entri poin waktu bagi umat Allah untuk menentukan masa depannya di akhir zaman, apakah dia akan tergolong umat yang diselamatkan atau tidak, apakah dia bersedia untuk akan menerima meterai Allah atau tidak. Ellen G. White menulis: “Saya melihat bahwa kuasa-kuasa bumi sekarang sedang bergoncang dan peristiwa-peristiwa itu datang secara berurutan. Peperangan, kabar-kabar perang, pedang, kelaparan, dan wabah penyakit adalah yang pertama-tama untuk menggoncangkan kuasa-kuasa bumi, kemudian suara Allah akan menggoncangkan matahari, bulan, dan bintang-bintang, dan bumi ini juga. Saya melihat bahwa penggoncangan terhadap kuasa-kuasa di Eropa itu bukan penggoncangan kuasa-kuasa bumi, seperti yang beberapa orang ajarkan, penggocangan kuasa-kuasa langit, tetapi itu adalahpenggoncangan amarah bangsa-bangsa.”—Ellen G. White, Letter no. 2, 1848, dialamatkan kepada “Remnan yang Tercerai-Berai” (lihat juga Ellen G. White,Early Writings, hlm. 41). {Dikutip dalam Biographical vol 1. hlm. 154, parag. 4}

Bersambung …..

Cerita Untuk Anak

YESUS Menyembuhkan
ANAK yang SAKIT
Dikirim oleh Max Kaway

Samedi jatuh sakit, Ia menangis dan menangis. Ia merasa badannya panas dan kerongkongannya sakit. Ia tidak mau makan apapun. Ia ingin ibunya menggendong dan mengayunnya. Ayah dan Ibu Samedi merasa sedih anaknya yang kecil ini jatuh sakit. Kemudian ayah Samedi memanggilkan dokter.

Tidak lama kemudian dokter datang memeriksa Samedi. Dokter mendengarkan napas Samedi. Kemudian ia melihat mulut dan telinga Samedi. Hmm-hmm, “kata dokter. “Di kerongkongan Samedi ada luka. Kita akan memberikan obat untuknya. Kemudian ia akan segera sembuh – bukan hari ini, bukan pula besok, tetapi besok lusanya. Samedi harus banyak minum, banyak istirahat dan harus minum obat ini.”

Ibu Samedi memberi obat untuk diminum oleh Samedi, dan air minum yang banyak. Kemudian ibu mengompres kepala Samedi dengan kain basah yang dingin. Tidak lama kemudian Samedi tertidur. Ayah dan Ibu SAmedi berdoa kepada Yesus memohon supaya Samedi cepat sembuh. Mereka tahu bahwa Yesus mencintai Samedi dan tentu menghendaki Samedi segera sembuh.

Alkitab mengatakan bahwa Ia akan menyembuhkan kita. Yesus dapat menyembuhkan Samedi. Tidak lama kemudian Samedi pun sembuh.

Dahulu kala, ketika Yeus berada di dunia ini, Ia telah menolong menyembuhkan orang-orang yang sakit. Yesus mengasihi semua orang dan ia menghendaki semua orang sehat dan gembira.

Pada suatu hari seorang bapak berlari-lari menghampiri Yesus “ Yesus, Yesus, datanglah ke rumahku,” -katanya. “Anakku laki-laki yang masih kecil jatuh sakit. Tidak seorang pun yang dapat menyembuhkannya-bahkan dokter pun tidak dapat menyembuhkannya! Tetapi aku yakin Engkau dapat menyembuhkan dia. Tolonglah, Yesus. Tolonglah datang sekarang juga sebelum anakku meninggal.”

Yesus mengasihi bapak dan anaknya yang kecil. Yesus ingin anak yang kecil itu sembuh kembali, Ia sangat mengasihinya. Kemudian Yesus berkata kepada bapak itu: “Pulanglah ke rumah. Anakmu sudah sembuh.”

Ayah itu tidak dapat melihat anaknya. Tetapi ia yakin Yesus dapat menyembuhkan anaknya, maka segeralah ia pulang, ia merasa senang. Ia yakin anaknya sudah sembuh.

Ketika bapak itu tiba di rumahnya, anaknya benar-benar sudah sembuh! Sebagaimana yang dikatakan Yesus, keluarga itu dan orang-orang yang lainnya yang tinggal di rumahnya sangat mengasihi Yesus.

Yesus pun mengasihimu. Yesus pun ingin engkau gembira dan sehat selalu. Yesus dapat menyembuhkan engkau apabila engkau jatuh sakit. Yesus merasa senang apabila engkau makan makanan yang menyehatkan, tidur yang cukup, bermain di luar rumah di bawah sinar matahari setiap hari dan minum air yang banyak setiap hari. Dengan demikian engkau akan sehat dan gembira selalu. Engkau tidak akan terserang penyakit, tetapi apabila engkau terserang penyakit, Yesus dapat menolong menyembuhkan engkau. Yesus dapat menolong dokter mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk menyembuhkanmu. Yesus dapat menolong ayah dan ibumu untuk menjagamu apabila engkau jatuh sakit. Yesus mengasihimu dan akan menolongmu apabila engkau membutuhkan pertolonganNya.

“Ia akan menyembuhkan kita” Hosea 6:1

Kirimkan berita, artikel dan kesaksian anda ke redaksi BAIT melalui email redaksi@baitonline.org

Inpirational Story

Perkakas IBLIS yang Paling MAHAL
Oleh : Bredly Sampouw

Seandainya suatu ketika iblis akan menjual perkakasnya dengan memakai iklan, maka di antara perkakas yang akan dijualnya adalah antara lain dengki, iri, dendam, tidak jujur, malas, tidak menghargai orang lain, tidak tahu berterima kasih dan lain-lain.

Namun dari seluruh perkakas yang akan dijualnya ada perkakas yang sederhana namun bernilai jual tinggi. “Alat ini apa namanya?”, “Oh, itu namanya PUTUS ASA.” “Mengapa harganya mahal sekali, kan sangat sederhana ?” “Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Setan lebih mudah masuk hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan perkakas lain. Begitu berhasil masuk, iblis dengan mudah dapat melakukan apa saja yang dia inginkan terhadap manusia tersebut. Barang ini terlihat kuno namun justru karena barangnya yang kuno sehingga bernilai jual tinggi, karena paling sering digunakan hampir semua orang. Kebanyakan manusia tidak tahu bahwa PUTUS ASA itu sebenarnya milik iblis.”

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Saya pernah membaca satu tulisan pendek yang mEnarik. Dalam artikel itu dikatakan bahwa manusia sanggup hidup 40 hari tanpa makan (tetapi minum), 4 hari tanpa air, 4 menit tanpa udara, tetapi tidak tahan 1 detik pun tanpa harapan. Nah, harapan adalah lawan kata yang paling pas untuk keputusasaan. Jika putus asa itu berbahaya, mengapa kita pertahankan?
Untuk Dilakukan : “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Mazmur 42 : 6

Selama ada pelangi, kita seharusnya yakin bahwa Tuhanlah yang mewarnai hidup kita. Jalanilah hidup ini tanpa putus asa. Karena orang yang putus asa sama dengan putus harapan, yang nampak dimuka gelap karena mata hatinya sudah digelapkan perasaan putus asa. Ingat, putus asa adalah milik Setan, dan putus asa inilah yang paling berhasil dibandingkan yang lain sebagaimana kisah cerita diatas. Umat yang berharap selalu kepada Tuhan, berdoa dan bekerja akan terhindar dari perasaan putus asa. Ketika kita diam, tidak sabar, mengomel, mengeluh itulah pintu masuknya perasaan putus asa. Karena itu hidupah dengan Positif Thinking, Tuhan tahu yang terbaik buat hidup kita, hari ini mungkin belum berhasil tetapi bila kita sabar Tuhan jawab di hari berikutnya. Disaat pintu lain tertutup ada pintu yang terbuka di tempat lain. Tuhan tidak pernah menutup semua pintu kepada manusia yang berusaha. Berusahalah niscaya Tuhan menyempurnakan. “ORA ET LABORA” Dont Worry be Happy.!!

ACARA HUT 1 TAHUN JEMAAT TUMOU TOU, PONDOK INDAH JAKARTA SERTA SEJARAHNYA
Oleh : Pdtm. Hesky Wauran Cs

24 Nopember 2006, Kelompok Berbakti Tumou Tou Jakarta diorganisir menjadi GMAHK Jemaat Tumou Tou Jakarta oleh Pimpinan Konfrens DKI & Sekitarnya. Jemaat Tumou Tou Jakarta merupakan Jemaat yang ke 108 di Konfrens DK & Sekitarnya.

Dalam Rencana Strategis Jemaat Tumou Tou, pertumbuhan Jemaat dilakukan antara lain melalui pembentukan Kelompok-Kelompok Kecil (Small Groups) yang dalam istilah Jemaat Tumou Tou, Kelompok-Kelompok Mapalus. Sejak awal, Jemaat Tumou Tou tidak berniat ataupun direncanakan untuk menjadi sebuah Jemaat Besar yang terkonsentrasi di satu tempat Perbaktian di Kota Jakarta. Disaat Pendeta Michael Palar menjadi Gembala Jemaat, pelatihan intensif pembentukan dan penyelenggaraan Kelompok- Kelompok Kecil (Mapalus) mulai berjalan. Konfrensi Jemaat memutuskan Jemaat Tumou Tou merupakan Jemaat Kelompok Kecil (Church of Small Groups).

Kelompok Mapalus “KANAAN” adalah salah satu dari kelompok-kelompok Mapalus yang dibentuk dan beranggotakan keluarga-keluarga yang tinggal dekat Pondok Indah. Misi utamanya adalah agar di wilayah Kebayoran akan dapat dibentuk satu Jemaat baru pada waktunya nanti. Pertemuan kelompok dilakukan secara bergilir dirumah anggota setiap minggu dan terus berlanjut.

Oleh tuntunan ajaib Roh Kudus, dr. Budi Purnama dan istrinya, dr. Emmy, di suatu Sabat pagi pada tanggal 20 Februari 2010 datang berbakti di Jemaat Tumou Tou. Mereka mengenal pekabaran GMAHK lewat jaringan satelit televisi 3ABN. Lalu pada suatu upacara baptisan yang suci yang dilaksanakan di rumahnya di kawasan Pondok Indah, 13 September 2010, bersama enam belas jiwa yang baru dibaptis, dr Budi dan dr Emmy resmi bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ke-tujuh.

Dr Budi sangat bersemangat, dan mengusulkan agar sebuah cabang SS di bentuk di Pondok Indah. Atas dorongan yang terus menerus kepada Sdr Edison Mawikere dan gembala jemaat, yang kemudian disampaikan kepada majelis, maka pada tanggal 28 November 2010, Majelis Jemaat Tumou Tou memutuskan dibentuknya cabang SS di kawasan Pondok Indah. Mapalus Kanaan, dengan dukungan Majelis Jemaat segera bergerak cepat mencari tempat untuk digunakan sebagai tempat Perbaktian.

Pencarian lokasi tempat Perbaktian, oleh tuntunan Roh Kudus, membawa tim pencarian tempat langsung ke tempat dimana saudara-saudara dan saya berada saat ini. Anggota inti Cabang Sekolah Sabat Pondok Indah pun segera dibentuk. Sdr. Winny Maramis sebagai Ketua Jemaat Tumou Tou Bidang Pengembangan, ditunjuk oleh majelis jemaat Tumou Tou sebagai penanggungjawabnya. Majelis menunjuk Sdr. Frank Sigar dan Sdr. Edison Mawikere sebagai pemimpin Cabang Sekolah Sabat Pondok Indah. Pada hari Sabat tanggal 15 Januari 2011 kebaktian pertama di mulai untuk menandai soft openingnya. Pada hari Sabat, tanggal 22 Januari 2011, dilaksanakanlah grand-opening Cabang Sekolah Sabat, atau Kelompok Berbakti, Tumoutou Pondok Indah.

Pada kwartal pertama di 2010 itu Pdt. E. H. Michael Palar, yang baru saja ditunjuk sebagai Direktur Hope Channel Indonesia bertindak sebagai gembala untuk Tumou Tou Pondok Indah. Lalu berdasarkan permohonan Majelis Jemaat Tumou Tou pada tanggal 26 Februari 2011, maka Majelis GMAHK Konferens DKI Jakarta dan sekitarnya menempatkan Pdtm. Hesky Wauran untuk melayani sebagai Pengerja Sukarela. Dan selanjutnya Pdt. Ronny Wenas, yang adalah Sekretaris GMAHK Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya memantau langsung perkembangan Tumou Tou Pondok Indah.

Sejak dimulainya, Tumou Tou Pondok Indah sangat aktif dan bersemangat. Berbagai kegiatan telah dilakukan. Antara lain adalah seperti yang ada di bawah ini.

1. Meningkatkan dan mengefektifkan kegiatan pertemuan Rabu Malam
2. Mengadakan beberapa kali kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, di beberapa tempat di Jakarta dan diluar kota Jakarta
3. Kunjungan Kasih ke penjara-penjara
4. Doa Subuh, Doa semalam suntuk
5. KKR dengan mengundang Pdt Peter Gregory
6. Mengadakan Retreat di Sentul, dan seterusnya.

TTPI – TOMORROW

Pengorganisiran GMAHK Jemaat Pondok Indah pada hari ini 12 Desember 2012 merupakan saat yang berbahagia Dan bersejarah. Hari ini, 12-12-12, dan Lokasi – Pondok Indah, tidak hanya memiliki keistimewaan dan peluang, tapi juga tantangan yang besar bagi Pekerjaan Tuhan. Benar, setiap Jemaat yang ada dimana-mana, memiliki keistimewaan, peluang dan tantangan masing-masing.

Kami tidak bermaksud menjadi Jemaat yang dikenal karena lokasi elite atau gedung yang megah, tapi sebagai “EKKLESIA” atau “SI TOU TIMOU.” Suatu Jemaat yang dengan pertolongan Tuhan, dapat mengaplikasikan alasan keberadaan sebuah Jemaat – Memuliakan Tuhan, Membangun Tubuh Kristus, dan Memperluas KerajaanNya.

Perluasan pekerjaan Tuhan di Konfrens DKI & Sekitarnya membutuhkan kehadiran anggota, Jemaat dan pengaruhnya diseluruh pelosok wilayah ini. Jemaat ini harus Bertumbuh dan Berkembang secara Angka/Bilangan, Lahan/Wilayah, dan Iman/Kerohanian. Itulah makna dari slogan “Si Tou Timou Tumou Tou, yang dalam aplikasi rohani memiliki pengertian “Orang yang dipanggil/ diselamatkan, memanggil/ menyelamatkan orang lain.”

Jemaat Tumou Tou Pondok Indah perlu segera merampungkan Rencana Strategis (Rencana Jangka Panjang) Jemaat termasuk, antara lain, revitalisasi kelompok-kelompok Mapalus, Pengelolaan Keuangan Jemaat, Kerja Sama antar Jemaat Wilayah dan (ini penting, sangat penting) Hubungan Baik dengan Konfrens DKI & Sekitarnya. Menjadi Jemaat Teladan dalam berbagai bidang haruslah menjadi Komitmen dan Tujuan bersama.

Menyangkut salah satu alasan keberadaan Jemaat yaitu memperluas KerajaanNya, Jemaat Tumou Tou Pondok Indah perlu menghayati kata-kata bijak leluhur orang Minahasa berikut ini:

“SA CITA ESA, SUMERAR CITA
SA CITA SUMERAR, ESA CITA”

“KALAU SUDAH BERSATU, BARU MENYEBAR
KALAU SUDAH MENYEBAR, KITA HARUS BERSATU”

Namun, diatas segalanya, kami menyadari bahwa persatuan dan pertumbuhan Jemaat hanya dapat terjadi……”Bukan dengan keperkasaan, dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan rohKu, firman Tuhan semesta alam.” (Zakharia 4 : 6)

Jemaat Tumou Tou Pondok Indah Maju, Konfrens DKI & Sekitarnya Jaya, Tuhan Yesus di Puji dan ditinggikan.

CHARITY CONCERT DRAMA MUSICAL – ROOT OF HEROES
Oleh: Harisbat Haminudin
Jemaat Tumoutou, Imperium – Jakarta

Tumoutou Center Jakarta salah satu jemaat di DKI Konfrens yang berisikan hampir 90 persen anggota jemaat dari Manado/Minahasa, Sulawesi Utara , dan sampai saat ini sudah menghasilkan beberapa jemaat yang baru yang sudah berdiri sendiri sebagai jemaat.

Gema Klabat

Tepat pada tanggal 24 November yang lalu Jemaat Tumoutou telah mengadakan perayaan ulang tahun gereja sejak diresmikan yang tak terasa sudah mencapai umur yang ke 7 pada tahun 2013 . Pdt. Dr. Tommy Mambu sebagai Rektor Universitas Klabat berkhotbah pada Sabat siang itu dengan mengangkat isu tentang menjadi berkat dan saluran berkat, kata yang paling terngiang adalah kalau membantu pekerjaan Tuhan jangan pernah hanya mencedok tapi timba. kata yang digunakan membuat jemaat merasa ada motivasi yang lain yang lebih untuk bisa bekerja lebih bagi Tuhan memberikan diri lebih untuk pekerjaan Tuhan

Mikha Tambayong & The Brothers

Masih dalam rangka Ulang Tahun Tumoutou, Tumoutou Youth menggelar satu pagelaran drama musikal yang luar biasa bercerita tentang Rut dan Pahlawan2 yang muncul dalam Alkitab sampai pada kelahiran Tuhan Yesus. Gema Klabat membawakan beberapa lagu juga disertai Gema Klabat Mix untuk memeriahkan acara tersebut.sangat banyak partisipan yang sangat luar biasa menyokong dalam pelaksanaan acara ini, diantaranya:

1. Adventist Junior Chorale
2. The Brothers
3.Harvey Malaiholo
4.Mikha Tambayong
5.Marsha Pical

Semuanya membuat balutan drama menjadi lebih hidup dan indah di nikmati. Gedung Balai Kartini pun di isi penuh oleh kehadiran para undangan yang membeli tiket. Tidak lupa juga acara malam ini di dedikasikan untuk para anak-anak yatim dan anak-anak mahasiwa yang berkuliah di Universitas Klabat.

Lendhy Maramis as a Show Director berkata bahwa ini show skala profesional yang harus di apresiasi yang bisa dilakukan oleh para anggota jemaat.

Ketua Panitia Abraham Lelemboto juga menambahkan bahwa acara kali ini juga diharapkan jadi motivasi anak-anak muda Tumoutou untuk lebih aktif dan bekerja bagi pelayanan Gereja untuk Tuhan.

MENJALIN KEAKRABAN MELALUI PELAYANAN: POTRET KEHIDUPAN WARGA INDONESIA DI FILIPINA
Oleh : Bruce Sumendap – BAIT Philipina

Di Halaman Gereja Tagaytay

Berada di lingkungan kampus tidak selamanya berarti terus begelut dengan tuntutan membaca dan belajar. Rutinitas akademis memang menghiasi keseharian para mahasiswa dan dosen di kampus AIIAS, Filipina yang sebagian diantaranya bahkan harus melewati hari-hari tanpa kehadiran keluarga yang dicintai. Namun, itu bukan berarti bahwa komunitas Indonesia tidak menikmati hidup di negri orang.
Salah satu cara mengisi waktu mereka adalah dengan melakukan pelayanan dan kegiatan kebersamaan di alam. Inilah kegiatan yang dipilih beberapa pekan lalu oleh sekolompok warga Indonesia yang tergabung dalam Kelompok II Sekolah Sabat Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina yang berbasis di AIIAS dan SSD.

Pada hari Sabat, tanggal 23 November lalu, mereka mengadakan ‘outreach’ ministry ke jemaat Tagaytay yang terletak 12 km arah selatan dari AIIAS.

“Gereja Tagaytay dipilih sebab lokasinya dekat dengan kampus dan pemandangan alam disekitar situ indah sekali,” ujar Pdt. Heince Rusli, ketua PPIF setempat yang juga anggota kelompok.

Di People Park

Gereja di Tagaytay yang dirintis oleh beberapa dosen AIIAS sekitar 15 tahun silan ini tidak terlalu besar, bangunannya kecil dengan kapasitas 50 orang. Tetapi bangunan ini terletak di bukit yang menghadap danau Taal yang mempesona. Perbukitan hijau, gunung Taal di kejauhan, danau membentang luas dan udara sejuk, lokasi yang benar-benar pas untuk menikmati Sabat.

Pelayanan hari Sabat diawali dengan diskusi Sekolah Sabat yang di persatukan oleh Pdt Alfonso Tarigan yang membahas tentang Bait Suci surgawi. Lagu istimewa dipersembahkan oleh Indonesian Male Voice dibawah pimpinan Pdt. Dr. Richard Sabuin. Pelayanan Firman siang itu dibawakan oleh Bruce Sumendap tentang Makna Ibadah dalam konteks Yesaya pasal 6.

Usai ibadah, rombongan bersama jemaat setempat berbaur untuk santap siang bersama sambil bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing . Anak-anak tidak ketinggalan menjalin pertemanan dengan anak-anak anggota setempat.

Kegiatan siang itu berlanjut dengan kegiatan Kuis Alkitab yang berlokasi di People’s Park, sekitar 5 kilometer jaraknya dari jemaat Tagaytay. Sebagai salah satu tujuan wisata alam yang terkenal, Park ini menyajikan pemandangan alam 360 derajat yang memukau sambil menikmati udara dingin.

Indonesian Male Voice di Lantai 2 Gereja, Membelakangi Pemandangan

‘Kuis master’ siang itu yaitu Ronny Manurung dan Raymond Luntungan menampilkan permainan Alkitab yang berkesan dan membuka wawasan. Tebak-tebakan tokoh, benda dan tempat di Alkitab menjadi favorit dan mengundang tawa. Keakraban yang terjalin sore itu seolah tidak terusik oleh rintik-rintik hujan sekalipun. Kegiatan sore itu pun terasa belum cukup, alhasil kebersamaan kelompok ini dilanjutkan dengan kebaktian tutup Sabat bersama di rumah kel. Sumendap di AIIAS ditandai dengan diskusi kelompok, sharing kesaksian pribadi yang dipimpin ketua Kelompok, Pdt. Wilcox Siringoringo sebelum diakhiri dengan renungan dan makan malam bersama.

Demikianlah potret kehidupan mahasiswa dan staff AIIAS/SSD komunitas Indonesia yang penuh dengan jiwa pelayanan serta keakraban.

Leave a Reply