Edisi 14 Sept 2013

Memberitakan Kristus karena Dengki
Pdt. Jacky Runtu

Filipi 1:15 “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.”

– Menginjil bukan karena motivasi kasih tetapi motivasi dengki dan perselisihan.
– Membangun gereja bukan karena motivasi kasih tetapi motivasi dengki dan perselisihan.
– Buka cabang SS bukan karena motivasi kasih tetapi motivasi dengki dan perselisihan.
– Menyumbang dana bukan karena motivasi kasih tetapi motivasi dengki dan perselisihan.

Apa upahnya ? Sesuai dengan tujuannya. Kalau motivasinya adalah karena dengki dan perselisihan, maka tujuannya tentu saja meninggikan diri dan ingin menunjukkan diri kepada orang lain saingannya, lihat apa yang sudah saya lakukan dan apa yang sudah kamu lakukan ? tentunya karena itu tujuannya dan sudah dia dapatkan maka tidak ada lagi upah dari Tuhan.

Matius 6:2 “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”

Matius 6:5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”
Matius 6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”

Motivasi yang benar adalah karena dorongan kasih Kristus. Tidak mencari penghargaan manusia, tidak menghitung untung rugi, hanya berharap Tuhan menerimanya. Tidak juga bergantung pada hasil, tetapi berharap bahwa Tuhan menilai hatinya yang iklas dan Tuhan berkenan menerimanya. Filipi 1:18 “Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,”

Sekalipun motivasi salah namun rasul Paulus menekankan tidak mengapa dan memang kita lihat jalan saja. Gedung gereja terbangun, pekerjaan injil jalan, cabang SS kemudian diorganisir menjadi jemaat.. Banyak orang bersukacita, tetapi bagi mereka yang berdedikasi dengan motif keuntungan diri, maka dia sudah ambil bagiannya tanpa mengharapkan berkat Tuhan dan kelihatannya memang tidak mengharapkannya karena sudah terpuaskan dengan ambisi pribadinya.

2 Korintus 5:14 “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.” Harusnya motivasi kita adalah kasih Kristus. Mereka yang dikuasai Kasih Kristus, mereka di dorong untuk menginjil, untuk membuka cabang SS, untuk membantu dana pelayanan apapun dan lain-lain bentuk dukungan pada pekerjaan Injil. Tanpa mencari keuntungan kebanggaan diri tetapi semata-mata melakukannya untuk Kristus.
Mari kita selidiki hati kita. Mintalah juga Tuhan membantu kita menyelidiki hati kita dengan jujur.
Mazmur 139:23 “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;”

Menarik ketika membaca sebuah tulisan di salah satu sudut Pertokoan Senayan City, “Mereka yang mengatakan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan hanyalah karena mereka belum mengunjungi mall ini”. Uang memang sangat powerful. Boleh menjadi berkat membahagiakan ditangan mereka yang dapat mengatur tetapi akan menjadi alat menjerumuskan di dompet mereka yang gagal mengendalikannya. Setiap orang mempunyai kebebasan mengurus keuangannya sendiri. Apalagi di jaman yang serba “Wah” seperti sekarang ini. Disaat semua sudut ruang jalanan ada iklan menawarkan kemudahan berbelanja melalui caption yang memanggil-manggil, pikiran diarah kepada suatu kegembiraan berbelanja, spending time di mall. Tawaran melalui pesan singkat di HP, Televisi, Media Cetak dan teman sekantor lama kelamaan menjadi akrab dikehidupan modern. Tinggal terserah kita, apa mau saja dihanyutkan dengan sifat konsumerisme yang tidak akan ada hujungnya atau bijaksana dalam berbelanja. Memang banyak yang ditawarkan namun belilah sebatas kemampuan sesuai perencanaan.

Adalah sangat menyenangkan berkunjung dengan keluarga ke suatu Pertokoan yang baru dibuka, segala kebutuhan sudah tersedia disatu atap. Sudah pasti interiornya baru dengan design terakhir apalagi semua gerai menawarkan diskon yang menarik dengan harga menawan. Kenyamanan seperti ini walaup hanya window shopping terasa sangat menyenangkan. Sekarang ini sepertinya tidak ada perbedaan lagi berada di Ontario Mills, JC Penny, Marshall, Ross, Cabazon outlet di California dan di Grand Indonesia, Pondok Indah Mall, Tanah Abang, Mangga dua yang ada di Indonesia. Semuanya hampir sama, ruangan yang sejuk, penataan yang khas, warna warni ceriah, fashion terkini ditambah dengan bonus ataupun layanan purna jual.

Mengunjungi Pusat perbelanjaan sekarang tidaklah sebatas pada mendapatkan kebutuhan sehari hari ataupun bulanan berupa belanjaan saja tetapi kebutuhan bersosial juga membutuhkan sebuah tempat seperti Mall untuk melepaskannya. Reuni kecil-kecilan, ketemu sanak keluarga sambil makan bercanda ria di Café sekaligus santai “cuci mata” di pameran seperti telah menjadi kebutuhan sekarang ini. Belum lagi anak-anak yang perlu sekali dua mengunjungi dunia fantasi atau Time zone dan kemudian acara ditutup dengan memanjakan selera dengan menikmati penganan vegetarian ala Itali-Pizza Hut. Bukan main, semua bentuk kemudahan ini tersedia untuk siapa saja disemua lapisan masyarakat.

Apakah semua ‘sophisticated’ ini akan memperdaya pikiran anda untuk menyerah pada kesukaan sehingga uang akan cepat berpindah tangan ke kasir Mall atau uang itu akan tetap aman di saving kadang menjadi pergumulan banyak orang. Sayang sekali karena banyak orang yang gagal ataupun ‘mengagalkan diri’ dalam godaan ini sehingga menunda untuk menabung dan luluh pada keinginan mata serta selera. Apa boleh buat, barang itu murah lagipula diskonnya besar kadang kita berkilah padahal kalaupun tidak dibeli tidak menjadi soal. Kadang muncul kilah seperti ini “Sebenarnya kita hanya mampir saja, tidak berencana untuk beli sih! tapi nggak enak kalau ke mall lalu tidak membeli apalagi kan tidak selalu kita kesini”. Kalimat-kalimat ini hanyalah untuk membenarkan pemborosan yang tidak perlu terjadi. Keadaan tidak disiplin dalam pengaturan uang biasanya akan selalu berulang dan berujung kepada tidak cukupnya uang di minggu terakhir dalam bulan. Tapi untung ada teman atau koperasi yang dapat menolong, kemudian kita meminjam uang dengan bunga uang yang tinggi.

Meminjam uang untuk digunakan secara komsumtip artinya membeli barang yang bukan keperluan tetapi keinginan pada gilirannya akan sangat memberatkan. Kalaupun akan meminjam maka itu berada dalam keadaan darurat karena memerlukan biaya pengobatan ataupun perjalanan mendadak. Meminta panjar gaji ataupun kas bon menunjukkan betapa kurang bijaksana seseorang dalam mengatur belanja Rumah Tangganya. Bila kedodoran yang belanja berkelanjutan maka nantinya akan menyulitkan dirinya sendiri.
Uang sesungguhnya adalah sebuah alat. Ia mempunyai tiga fungsi: 1. Sebagai alat pembayaran yang sah juga sering disebut sebagai alat tukar yaitu menukar uang dengan suatu barang yang dianggap senilai (medium of exchange). 2. Suatu alat untuk menyimpan kekayaan (store of value) dan 3. Uang adalah alat hitung (unit of account). Sangat penting untuk selalu diingat bahwa uang itu adalah sebuah alat bukanlah sebagai Tujuan.

Untuk mendapat hasil maksimal dari alat yang bernama uang maka berlaku ungkapan ‘the man behind the money’ yaitu manusia dibalik pengaturan uang. Bukan sebaliknya uang yang mengatur manusia. Dengan demikian maka uang adalah suatu hal yang diatur bukan pengatur. Dengan kata lain uang itu berstatus menunggu perintah sebagai hamba bukan sebagai Tuan yang memerintah. Firman Tuhan sangat jelas bahwa mereka yang hamba uang tidak dapat bergabung dalam rombongan pengerja – 1 Timotius 3:3; 2 Timotius 3:2; Ibrani 13:5. Pengerja Tuhan sebagai pengguna, pemakai alat yang bernama “uang” perlu berhati-hati untuk menempatkan uang pada proporsinya yang utama yaitu sebagai alat.

Memang benar bahwa untuk kelancaran segala sesuatu maka uang sangat diperlukan. Namun bila segala sesuatu kerap di ukur dengan uang dan selalu berujung kepada pertanyaan berapa anggaran, berapa uang honor, berapa yang akan menjadi bonus maka awas! Jangan-jangan kehidupan kita telah menjadi hamba uang.

Pengaturan uang dalam sebuah rumah tangga yang anggotanya mempunyai kesamaan pandang mengenai income dan expenses akan menjadi lebih mudah. Setiap rumah tangga Kristen yang berserah kepada Tuhan maka tingkap-tingkap dilangit akan dibukakan sehingga tidak terjadi kekurangan didalam anggaran belanja rumah tangga. Kesamaan pandang dalam soal berbelanja, menabung serta memberi sangat diperlukan oleh sebuah rumah tangga***

LATIHAN BAGI DUA BELAS MURID
Kisah Para Rasul – Ellen G. White

Untuk melakukan pekerjaan-Nya, Kristus tidak memilih orang terpelajar atau yang fasih dari Sanhedrin orang Yahudi atau kuasa Roma. Mengabaikan guru-guru Yahudi yang membenarkan diri sendiri, Pekerja yang Agung itu memilih yang rendah hati, orang yang tidak terpelajar untuk memasyhurkan kebenaran yang akan menggerakkan dunia ini. Orang-orang ini Ia maksudkan untuk dilatih dan dididik sebagai pemimpin-pemimpin sidang-Nya. Mereka sebaliknya harus mendidik orang-orang lain dan mengirim mereka dengan pekabaran Injil. Supaya mereka memperoleh kemajuan dalam pekerjaan Tuhan, mereka harus diberi kuasa Roh Suci. Bukannya dengan kuasa manusia atau dengan kebijaksanaan manusia Injil itu harus dimasyhurkan, tetapi dengan kuasa Allah.

Selama tiga setengah tahun murid-murid mendapat petunjuk dari Guru yang terbesar yang pernah dikenal dunia. Oleh perhubungan pribadi dan pergaulan, Kristus melatih mereka untuk pekerjaan-Nya. Setiap hari mereka berjalan dan bercakap-cakap dengan Dia, mendengarkan perkataan-Nya yang menghibur orang yang lelah dan yang berbeban berat, dan melihat kenyataan kuasa-Nya untuk kepentingan orang sakit dan yang dirundung malang. Kadang-kadang Ia mengajar mereka, duduk dengan mereka di lereng gunung; kadang-kadang di tepi pantai atau sementara berjalan, Ia menyatakan rahasia kerajaan Allah. Di mana saja hati terbuka untuk menerima pekabaran Ilahi, Ia membukakan kebenaran untuk jalan keselamatan. Ia tidak memerintahkan murid-murid-Nya untuk melakukan ini atau itu, tetapi mengatakan, “Ikutlah Aku.” Dalam perjalanan-Nya melalui negeri dan kota-kota Ia membawa mereka serta-Nya, supaya mereka melihat bagaimana Ia mengajar orang banyak. Mereka mengadakan perjalanan dengan Dia dari tempat ke tempat. Mereka mengambil bagian dari makanan-Nya yang sederhana dan seperti Dia kadang-kadang lapar dan sering lelah. Di jalan-jalan yang ramai, di tepi danau, di padang pasir yang sunyi, mereka beserta dengan Dia. Mereka melihat Dia pada setiap segi kehidupan.

Adalah pada pengurapan keduabelas bahwa langkah yang pertama sudah diambil dalam pengorganisasian gereja yang sesudah kepergian Kristus harus melanjutkan pekerjaan-Nya di dunia ini. Tentang pengurapan ini catatan itu mengatakan, “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.” Markus 3:13, 14.

Lihatlah pada pemandangan yang mengharukan. Lihatlah kemuliaan surga yang mengelilingi keduabelas murid yang telah dipilih-Nya. Ia telah mengasingkan mereka untuk pekerjaan mereka. Oleh alat yang lemah ini, dengan perantaraan perkataan dan Roh-Nya, Ia merencanakan untuk menaruh keselamatan yang dapat dijangkau oleh semua orang.

Dengan kegirangan dan kesukaan, Allah dan malaikat-malaikat memperhatikan pemandangan ini. Allah mengetahui bahwa dari orang-orang ini terang surga akan bersinar; bahwa perkataan yang diucapkan oleh mereka sementara mereka bersaksi untuk Anak-Nya, akan bergema dari generasi kepada generasi sampai akhir zaman.
Murid-murid itu harus keluar sebagai saksi-saksi Kristus, apa yang mereka telah lihat dan dengar tentang Dia. Kedudukan mereka amat penting untuk mana umat manusia telah dipanggil, hanya kedua dari Kristus Sendiri. Mereka harus menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan Allah untuk keselamatan manusia. Sebagaimana dalam Perjanjian Lama dua belas kepala keluarga berdiri sebagai wakil bangsa Israel, jadi keduabelas rasul berdiri sebagai wakil Injil gereja.

Selama pelayanan-Nya di dunia ini Kristus mulai merubuhkan tembok pemisah antara Yahudi dan orang Kafir, dan untuk mengkhotbahkan keselamatan kepada segala manusia. Meskipun Ia seorang Yahudi, Ia bergaul dengan bebas dengan orang-orang Samaria, meniadakan kebiasaan-kebiasaan Yahudi dengan mengindahkan orang yang terhina ini. Ia tidur di bawah atap mereka, makan pada meja mereka, dan mengajar pada jalan-jalan mereka.

Juruselamat rindu untuk membukakan kepada murid-murid-Nya kebenaran mengenai merubuhkan “tembok pemisah” antara Israel dan bangsa-bangsa yang lain–kebenaran bahwa “orang-orang bukan Yahudi” dengan orang Yahudi “turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.” Efesus 2:14; 3:6. Kebenaran ini dinyatakan terpisah pada waktu Ia memberi pahala pada iman penghulu seratus di Kapernaum dan juga pada waktu mengkhotbahkan Injil kepada penduduk Sikhar. Lebih jelas lagi hal itu dinyatakan pada kesempatan kunjungannya ke Fenisia, bila ia menyembuhkan anak perempuan dari perempuan Kanani. Pengalaman ini menolong murid-murid untuk mengerti bahwa di antara mereka dianggap oleh banyak orang seperti tidak layak untuk keselamatan, ada jiwa-jiwa yang lapar akan terang kebenaran.

Jadi Kristus mencoba mengajar murid-murid-Nya bahwa kebenaran dalam kerajaan Allah tidak ada garis pemisah, tidak ada kasta, tidak ada keningratan; bahwa mereka harus pergi kepada segala bangsa, membawa kepada mereka kabar keselamatan tentang kasih Kristus. Tetapi tidak lama kemudian mereka menyadari sepenuhnya bahwa Allah “telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.” Kisah 17:26, 27.

Dalam murid-murid yang pertama telah dikemukakan perbedaan yang nyata. Mereka harus menjadi guru-guru duniawi, dan mereka mempersembahkan dengan luas berbagai-bagai tabiat. Dengan maksud agar supaya mereka berhasil sesuai panggilan mereka, orang-orang ini berbeda dalam ciri-ciri bawaan dan dalam kebiasaan kehidupan, perlu datang kepada persatuan perasaan, pikiran dan perbuatan. Persatuan ini adalah tujuan Kristus untuk mencapainya. Kepada tujuan ini Ia harus berusaha untuk membawa mereka ke dalam persatuan dengan diri-Nya sendiri. Beban tugas-Nya bagi mereka ialah menyatakan dalam doa-Nya kepada Bapa-Nya, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita;” “agar dunia tahu, bahwa Engkau yang mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Yohanes 17:21, 23. Doa-Nya yang tetap bagi mereka ialah supaya mereka boleh disucikan oleh kebenaran; dan Ia berdoa dengan kepastian, mengetahui bahwa Yang Mahakuasa telah diberikan sebelum dunia ini dijadikan. Ia mengetahui bahwa Injil kerajaan itu akan dikabarkan kepada segala bangsa untuk satu kesaksian; Ia mengetahui kebenaran itu dilengkapi dengan Yang Mahakuasa dari Roh Kudus, akan menang dalam pertempuran dengan kejahatan, dan pada suatu hari bahwa Panji yang berlumuran darah itu, akan berkibar dengan penuh kemenangan atas pengikut-pengikut-Nya. Sementara pekerjaan Kristus di dunia ini berakhir, dan Ia menyadari bahwa Ia harus segera meninggalkan murid-murid-Nya untuk melaksanakan pekerjaan tanpa pengawasan pribadi-Nya, Ia berusaha untuk memberanikan mereka dan menyediakan mereka untuk masa depan. Ia tidak menipu mereka dengan pengharapan yang palsu. Sebagai suatu buku yang terbuka Ia membaca apa yang harus ada. Ia mengetahui bahwa Ia hampir akan berpisah dari mereka, untuk meninggalkan mereka sebagai domba di antara serigala. Ia mengetahui bahwa mereka akan menderita penganiayaan, bahwa mereka akan dibuang dari rumah sembahyang, dan akan dimasukkan ke dalam penjara. Ia mengetahui bahwa untuk bersaksi bagi-Nya sebagai Mesias, beberapa dari mereka akan menderita kematian. Dan beberapa dari hal ini diceritakan-Nya kepada mereka. Dalam berbicara tentang masa depan mereka, Ia jelaskan dan memastikan bahwa dalam ujian yang datang mereka akan mengingat perkataan-Nya dan dikuatkan untuk percaya kepada-Nya sebagai Penebus.

Ia mengucapkan kepada mereka juga perkataan pengharapan dan keberanian. “Janganlah gelisah hatimu” katanya; “percayalah kepada Allah, dan percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Yohanes 14:1-4. Untuk kepentinganmu Aku datang ke dalam dunia ini; karena engkau Aku telah bekerja. Bila Aku pergi Aku masih akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk engkau. Aku datang ke dunia ini untuk menyatakan diri-Ku kepadamu, supaya engkau boleh percaya. Aku pergi kepada Bapa-Ku dan engkau bekerja sama dengan Dia untuk kepentinganmu.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.” Yohanes 14:12. Oleh keadaan ini, Kristus tidak maksudkan bahwa murid-murid-Nya akan mengadakan lebih banyak usaha daripada yang diadakan-Nya, tetapi bahwa pekerjaan mereka akan mempunyai lebih banyak usaha. Ia tidak maksudkan hanya pekerjaan mukjizat, tetapi kepada semua yang akan terjadi di bawah pengaruh Roh Kudus. “Jika Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang,” kata-Nya, “yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Yohanes 15:26, 27.

Dengan ajaibnya perkataan-perkataan ini digenapi. Sesudah kecurahan Roh Kudus, murid-murid sangat dipenuhi dengan kasih-Nya dan bagi mereka untuk siapa Ia mati, sehingga hati dilebur oleh perkataan-perkataan yang diucapkan dan doa yang dipersembahkan oleh mereka. Mereka berbicara dalam kuasa roh; dan di bawah pengaruh kuasa itu, beribu-ribu orang telah bertobat.

Sebagai wakil Kristus rasul-rasul harus memberikan kesan yang menentukan kepada dunia. Kenyataan bahwa mereka adalah orang-orang yang hina tidak akan mengurangkan pengaruh mereka, tetapi menambahkannya; karena pikiran para pendengarnya akan dibawa dari mereka kepada Juruselamat, yang meskipun tidak kelihatan, masih bekerja untuk mereka. Ajaran yang ajaib dari rasul-rasul, perkataan keberanian dan kepercayaan mereka, akan memastikan kepada semua orang bahwa bukanlah dalam kuasa sendiri mereka bekerja, tetapi dalam kuasa Kristus. Merendahkan dirinya sendiri, mereka akan menyatakan bahwa Ia yang sudah disalibkan oleh orang-orang Yahudi adalah Putra Kehidupan, Anak Allah yang hidup, dan bahwa dalam nama-Nya mereka melakukan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya.
Dalam percakapan perpisahan-Nya dengan murid-murid-Nya pada malam sebelum penyaliban, Juruselamat tidak menyinggung penderitaan yang harus ditanggung dan dipikul-Nya. Ia tidak berkata tentang penghinaan yang ada di hadapan-Nya, tetapi berusaha membawa pikiran mereka kepada sesuatu yang menguatkan iman mereka, memimpin mereka untuk memandang kepada kesukaan yang menunggu orang yang menang. Ia bersuka-suka dalam kesadaran yang diperoleh dan Ia akan membuat lebih banyak lagi para pengikut-Nya daripada yang telah dijanjikan-Nya; dan daripada-Nya akan mengalir dan perasaan kasihan-Nya, membersihkan bait suci jiwa, dan menjadikan manusia seperti Dia dalam tabiat-Nya; bahwa kebenaran-Nya, dilengkapi dengan kuasa Roh, akan ke luar untuk mengalahkan dan menang.

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33. Kristus tidak gagal, juga tidak putus asa; dan murid-murid-Nya harus menunjukkan suatu iman yang sama sifatnya. Mereka harus bekerja sebagaimana Ia telah bekerja, bergantung kepada-Nya untuk kekuatan. Meskipun jalan mereka dihalangi oleh berbagai hal yang mustahil, namun oleh rahmat-Nya harus maju, tidak putus asa dan mengharap segala sesuatu.

Kristus telah menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan kepada-Nya untuk dilakukan. Ia telah mengumpulkan mereka yang harus meneruskan pekerjaan-Nya di antara manusia. Dan Ia berkata: “Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.” “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, . . . Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Yohanes 17:10, 11, 20-23.

Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN
lanjutan …..

Penjelasan terkait Purgatori dalam Katekhismus Katholik baru adalah eksplisit bahwa itu adalah proses pemurnian ‘secara menyeluruh berbeda dari penghukuman yang terkutuk.’ Griffith Thomas menginformasikan bahwa ‘adalah telah diketahui dengan baik, dan, memang, secara universal telah diakui bahwa tidak ada doktrin Purgatori yang diajarkan di ‘gereja primitif.’ Gereja Romasendiri mengakui bahwa doktrin Purgatori ini dirumuskan di Konsili Florence (1439) danKonsili Trente (1545-63), dan bahwa itu didasarkan baik pada tradisi maupun pada doa untuk orang mati.

Di dalam Katekhismus Baru dari Gereja Roma Katholik yang mana mendefinisikanindulgensia sebagai sebuah pengampunan di hadapan Allah dari hukuman semawi yang disebabkan karena kesalahan dosayang sudah diampuni, yang mana orang Kristen setia yang sepatutnya ditentukan berada di bawah kondisi-kondisi tertentu yang menentukan melalui tindakan Gereja, yang mana sebagai pelayan penebusan, menyalurkan dan menerapkan dengan kewenangan perbendaharaan dari kepuasan-kepuasan terhadap Kristus dan orang-orang kudus. Satu fakta sejarah menyatakan bahwa penjualan indulgensia-indulgensia adalah penyebab mula-mula dari Reformasi. Apakah itu berlebihan, itu bukan hanya perlakuan-perlakuan kejam Zaman Pertengahan yang menyebabkan keprihatinan yang dalam. Orang Kristen datang untuk melihat, sejalan dengan dugaan purgatori,satu doktrin yang secara menyeluruh dibangun di atas landasan yang tak dapat dipertahankan.

Betapapun, menurut Paul Juris, dalam bukunya The Other Side of Purgatory bahwa berkenaan dengan Purgatori, adalah sungguh sangat sedikit yang diajarkan oleh Gereja Katholik secara pasti untuk dipercayai. Salah satu dari kepastian-kepastian ini, betapapun, adalah kebenaran bahwa jiwa-jiwadi Purgatori dapat ditolong oleh doa-doa dan perbuatan-perbuatan baik mereka di atas bumi. Inilah yang layak untuk mengingat kembali karena malah dewasa ini mungkin ada sejumlah kesalah-pahaman, seperti yang terjadi di masa lampau. Ajaran Gereja resmi adalah agaknya seimbang dan dan terbatas. Gereja tidak mengajarkan bahwa doa-doa dan perbuatan-perbuatan baik diberikan untuk jiwa tertentu atau kelompok dari jiwa-jiwa tidak akan terhindarkan dan secara sempurna membantu jiwa-jiwa ini di dalam Purgatori secara umum.Gereja tidak memiliki kepastian, baik bagi mereka yang berdoa yang memiliki kepastian bahwa doa-doa mereka akan sempurna membantu jiwa tertentu ini atau yang itu untuk siapa doa-doa itu dilayangkan, maupun bagi mereka yang akan sempurna mencapai satu efek langsung. Doa-doa itu berada di dalam bentuk permohonan sungguh-sungguh memohonkan Allah di dalam rahmat dan kasih-Nya yang tak terbatas untuk menolong jiwa-jiwa ini, jikalau sesuai dengan kehendak-Nya yang suci.” (Lihat“Purgatory”The Knights of Colombus PamphletNo. 75, pages 14, 15, dikutip dalam Paul Juris, The Other Side of Purgatory, hlm. 32, 33). Pada satu sisi, sebelum masa Reformasi Protestan, Gereja Katholik sudah mulai mengajarkan Indulgensia (penghapusan siksa) bahwa itu bukan saja menghapuskan hukuman Gereja yang harus ditanggung di dalam hidup ini, tetapi juga meniadakan siksa-siksa yang harusdiderita dalam api penyucian (purgatori). Oleh sebab itu orang di zaman itu ingin sekali mendapatkan indulgensia yang dijanjikan oleh Gereja itu, karena ketakutan mereka yang mendalam terhadap api penyucian itu. Praktek indulgensia ini lebih meluas pada saat penghapusan siksa itu bukan saja boleh didapat berdasarkan amalan jasa manusia, tetapi kemudian boleh pula dibeli dengan uang.. …sehingga tidak heran bahwa penjualan penghapusan siksa itu kemudian dijadikan perdagangan Gereja secara internasional; teristimewah tatkala dimaklumkan oleh gereja bahwa selain dari siksa diri dari yang bersangkutan dalam api penyucian itu, maka siksa keluarga yang sudah meninggal pun dapat dikurangi. Entah berapa tahun orang yang sudah meninggal itu perlu untuk menebus hutangnya dalam api itu tak dapat diketahui dan dipastikan di bumi ini. Dengan segera umat Katholik menyamakan penghapusan siksa itu dengan pengampunan dosa, karena sudah tentu bahwa kedua perkara itu berhubungan erat. Akhirnya orang menyangka bahwa penyesalan yang benar tidak perlu lagi, asal saja dibayar dengan uang yang cukup untuk indulgensia itu. Dengan jalan demikian maka pembebasan manusia dari dosanya amat dipermudah. Sebenarnya anggapan ini tak pernah diadakan dan disahkan oleh Gereja Roma, akan tetapi dalam prakteknya pandangan sesat itu tidak dilawan gereja itu dengan tegas, dan kesalahan memakai indulgensia itupun tidak diberantas.Lebih buruk lagi maka percobaan teologia Gereja itu untuk membenarkan indulgensia itu sempat terjadi. Menurut Gereja itu bahwa Yesus sudah memperoleh jasa yang tak terhingga besarnya, oleh pekerjaan dan kematian-Nya. Orang-orang kudus juga sudah mengumpulkan jasa lebih dari kebutuhannya sendiri untuk keselamatan yang kekal (Lukas 17:10). Jasa Kristus dan orang kudus itu merupakan “harta amalan yang lebih,” yang dimiliki Gereja dan yang dipegang dan diurus oleh Paus. Berdasarkan “saldo” sorgawi itu, paus dapat memberi “surat cek-indugensia” kepada siapa saja yang perhitungan semawinya masih menunjukkan amalan dan jasa. Mulai tahun 1343, inilah yang menjadi ajaran resmi gereja. Dan bahkan salah satu cara menolong jiwa-jiwa dalam Purgatori yang telah dipraktekan oleh gereja Katholik hingga saat ini adalah melalui perbuatan baik seseorang yang masih hidup untuk mengurangi siksa anggota keluarganya yang sudah meninggal dan berada di Purgatori yakni dengan melunasi saldo hutang dosa-dosanya yang belum diakui dan dihapuskan ketika ia masih hidup. Pelunasan saldo hutang dosa itu dilakukan di hadapan para imam berupa sedekah-sedekah. Inilah paham yang berhubungan dengan doktrin Penitensiayakni penebusan dosa dengan amal. Namun pemahaman ini berusaha ditutupi oleh pihak gereja Katholik agar tidak diketahui oleh pihak non Katholik dengan cara mengalihkan isyu dan fakta sejarah bahwa Indulgensia yang pernah digunakan oleh Gereja dalam bentuk “Surat Cek-Indulgensia” secara Internasional untuk diperjual-belikan demi membebaskan seseorang dari siksaan di dalam Purgatori atau dapat digunakan oleh keluarga yang masih hidup untuk mengurangi siksaan dari anggota keluarga lain yang sudah berada di Purgatori setelah ia meninggal dunia. Pengalihan isyu ini dilakukan demi untuk mempertahankan kewibawaan dan martabat Gereja Roma itu sendiri pada dewasa ini dengan cara mengemukakan beberapa ulasan baru secara teologis.

Sebagai contoh, Paul Juris menyatakan bahwa sebuah indugensia adalah satu pengampunan yang dijaminkan oleh Gereja terhadap hukuman semawi oleh karena dosa-dosa yang sudah diampuni, namun betapapun Gereja Katholik tidak pernah mengajarkan bahwa indulgensia dapat dibayar. Memang, untuk melakukan secara sengaja hal itu adalah dianggap untuk menjadi satu dosa dari simoni—memperjual-belikan atau memberi di dalam menukarkan perkara semawi dengan perkara rohani. Seringkali memberikan sedekah adalah bagian dari pekerjaan baik seseorang memberikan kepuasan jasa bagi diri sendiri atau demi untuk mereka di dalam Purgatori. Mereka yang menerima sedekah tersebut tidak dapat menggunakan sedekah itu untuk mengumpulkan harta milik pribadi karena uang diberikan untuk menopang Gereja dan kebutuhan-kebutuhan bagi orang miskin.

Menjelang Reformasi di abad ke-16 praktek Simoni (memperjual-belikan atau menukarkan hutang dosa dengan uang) telah menjadi hal yang biasa saja di antara para penganut Katholik saat itu. Peristiwa utama yang menyebabkan bergulirnya Reformasi di Jerman adalah pada saat Uskup Agung bernama Albrecht dari Mainz mengambil dua daerah keuskupan yang lain yang pada waktu itu tidak ada uskupnya, sehingga ia menerima pendapatan tiga kali ganda. Paus Leo X tidak mengijinkannya, kecuali kalau Albrecht membayar sejumlah uang besar kepada Paus. Banyaknya uang tebusan yang diminta Paus saat itu adalah kurang dari 10.000 uang keping emas. Jumlah itu dipinjam Albrecht dari bank Fugger di Ausburg, tetapi kemudian susah baginya untuk melunasinya. Lalu Paus menyarankan kepadanya untuk memperdagangkan surat pengampunan siksa (indulgensia) secara besar-besaran di Jerman. Separuh dari hasil perdagangan ini boleh dipakai Albrecht untuk membayar hutangnya, dan separohnya lagi harus dikirim ke Roma untuk pembanguan gedung gereja St. Petrus, yang sangat besar dan indah itu.Demikianlah apa yang dilakukan dalam permufakatan antara Paus Leo X dan Uskup Albrecht, tetapi perjanjian itu tidak diketahui oleh umat; Luther pun tidak mengetahuinya. Tetapi cara menjalankan hal itu pasti menimbulkan pertanyaan dan curiga. Surat kuasa yang diberikan oleh Albrecht kepada para penjual surat penghapusan siksa itu menimbulkan sangkaan bahwa indulgensia bukan hanya menghapuskan siksa, tetapi juga menebus dosa. Syarat indulgensia yakni penyesalan yang sungguh-sungguh tidak disebutkan lagi pada saat Tetzel mengadakan progaganda besar-besaran dalam mengosongkan pundi-pundi warga Jerman untuk mengisi pundi-pundi Albrecht dan Leo X.

Bersambung …..

Artikel Rohani

Bulan September Berlalu Tanpa Kebangunan
Oleh : Jerry Mamahit

Dibanyak jemaat yang pernah penulis kunjungi, hampir semua menunjukkan bahwa, apa yang dimaksud dengan “Kebangunan dan Pembaruan” belum sepenuhnya dimengerti, dengan demikian maka apa yang menjadi tujuannya tidak sepenuhnya dipahami. Tidak sampai disitu saja, hampir semua belum mengerti apa yang dimaksud dengan “hujan akhir” dan apa pula tujuannya. Situasi ini sangat berbahaya bagi umat GMAHK. Nabi Hosea mengingatkan bahaya dari kurangnya pengetahuan sebagai berikut; “My people are destroyed for lack of knowledge: because thou hast rejected knowledge,” Hosea 4:6. Keadaan ini menyebabkan program “Kebangunan dan Pembaruan” yang dimulai tanggal 1 Januari 2011, jumlah pesertanya yang sungguh sungguh berpartisipasi tidak melebihi dua puluh persen. Hal ini nyata dari kegiatan seperti “united prayer”, “doa tujuh tujuh tujuh” dan kegiatan lain yang berhubungan dengan itu dilakukan seperti kegiatan biasa saja dan tidak juga sungguh-sungguh dilakukan untuk memohon kecurahan kuasa “Roh Suci”, yang menjadi tujuan utama dari “Kebangunan dan Pembaruan.” Sebaliknya satu hal yang kita perlu menyadari bahwa dibawah permukaan yang tidak kelihatan oleh mata, walaupun jumlahnya tidak banyak, masih ada umat GMAHK yang dengan sungguh-sungguh mengikut kegiatan “Kebangunan dan Pembaruan” dan dengan demikian mereka akan menerima kecurahan “Roh Suci” dalam kerangka “hujan akhir” untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan dan disusul kemudian dengan kedatangan Jesus untuk kedua kali, yaitu penggenapan nubuatan di Matius 24:14

Organisasi GMAHK menyelenggarakan banyak kegiatan dalam rangka mempersiapkan umatnya bagi kecurahan “Roh suci” dalam kerangka “hujan akhir” diantaranya; belajar firman Tuhan setiap hari, doa tujuh tujuh tujuh, sepuluh hari berdoa, kegiatan doa dan puasa setiap Sabat pertama dari triwulan baru, membagikan buku Kemenangan Akhir, puasa setiap bulan sekali oleh setiap anggota, akan tetapi kegiatan ini tingkat partisipasi anggotanya sangat sedikit. Persoalannya mungkin karena motor utama penggeraknya tidak aktif. Satu contoh menarik adalah tentang anjuran kepada umat GMAHK untuk membaca kembali buku Kemenangan Akhir ditahun 2012 dan kemudian membagi-bagikan buku tersebut kepada handai tolan ditahun 2013. Bilamana ditanyakan kepada umat GMAHK berapa yang mengikuti anjuran ini, yaitu membaca buku Kemenangan Akhir di tahun 2012, maka bisa jadi jumlah umat yang melakukannya tidak sampai dua persen, bahkan mungkin saja ada yang tidak tahu tentang kegiatan ini. Kalau mau jujur sebagian besar pembaca tulisan ini juga belum tentu membacanya, sehingga bisa saja terjadi bahwa mereka yang menerima buku tersebut dari kita akan selamat karena membacanya dan berubah, sementara kita sendiri yang membaginya adalah yang sebaliknya.

Penulis mengangkat kembali isu ini oleh karena ikut sertanya setiap umat dalam program ini, menunjukkan bahwa mereka adalah serius didalam urusan kehidupan yang kekal. Semua kegiatan yang dianjurkan organisasi seperti yang diutarakan diatas bilamana sungguh-sungguh dilakukan akan membuat setiap umat bersedia untuk menerima “hujan akhir” dan hal ini berarti termeterai untuk hidup kekal. “Kebangunan dan Pembaruan” adalah untuk mempersiapkan setiap umat menerima “Hujan Akhir” dan setiap umat yang menerima “Hujan Akhir” berarti dia disiapkan untuk pertama, turut dalam rombongan yang akan menyelesaikan pekerjaan Tuhan, seperti yang dimaksud Injil Matius yaitu, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya,” Matius 24:12 dan yang kedua, akan tahan terhadap masa kesesakan besar yang akan menimpa manusia diakhir zaman, suatu masa kesukaran yang oleh Daniel ditulis, “dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.“ Daniel 12:1.

Kedua hal itulah yang menjadi tujuan dari “Hujan Akhir”, sehingga barang siapa tidak menerima nya berarti mereka tidak ikut serta dalam penyelesaian pekerjaan Tuhan dan yang kedua mereka tidak akan tahan menderita bilamana kesesakan besar yang akan menimpa seluruh muka bumi. Dengan kata lain kehidupan kekal tidak menjadi bagian mereka. Bagian terakhir ini yang diamarkan di Wahyu 14: 9,10 “Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.” Isu ini seharusnya dengan jelas dipahami oleh setiap umat GMAHK. Karena itu kegiatan “Kebangunan dan Pembaruan” seharusnya ditanggapi dengan serius oleh setiap anggota karena isu ini adalah soal mati atau hidup setiap umat, karena inilah sarana untuk menyiapkan diri setiap umat GMAHK untuk peristiwa pada waktu nubuatan di Wahyu 14 dan Daniel 12 tersebut menjadi kenyataan. Roh Nubuat menulis sebagai berikut; “Sebelum dilangsungkan penghakiman Allah yang terakhir atas dunia ini, diantara umat Tuhan akan terjadi suatu kebangunan rohani, yang belum pernah disaksikan sejak zaman para rasul. Roh dan kuasa Allah akan dicurahkan keatas anak-anakNya. Pada saat itu banyak orang akan memisahkan diri dari gereja gereja dimana kasih terhadap dunia telah menggantikan kasih kepada Allah dan firmanNya. Baik para pendeta maupun orang orang awam banyak yang dengan senang hati akan menerima kebenaran besar itu yang diperintahkan Allah untuk dimasyurkan pada saat ini untuk mempersiapkan suatu umat bagi kedatangan Kristus kedua kali” (Kemenangan Akhir, h. 436).

Sementara ini, pada waktu tulisan ini diturunkan, ada kegiatan yang penting yang sedang berlangsung dalam kerangka “Kebangunan dan Pembaruan” yaitu diikut sertakan pembahasan topik ini di pelajaran “Sekolah Sabat-SS” di kwartal yang ketiga. Pelajaran SS kwartal ketiga sekarang intinya terdapat di pelajaran pertama, pelajaran kedua dan pelajaran ketiga. Memang tingkat keseriusan setiap umat hanya Tuhan yang mengetahuinya, akan tetapi dari kebiasaannya dapat memberi indikasi awal tentang hal ini, dan kebiasaan setiap umat inilah yang menjadi kesaksiannya bagi orang lain. Ada hal yang serius yang dapat dilihat dari sikap setiap umat terhadap SS kwartal ini. Bilamana rancangan penyusunan SS kwartal ketiga ini diikuti dengan sungguh-sungguh, maka pelajaran pertama tentang Jemaat Laodikia akan menyadarkan setiap umat GMAHK sekarang ini, bahwa mereka adalah dalam keadaan seperti yang dicatat di kitab Wahyu ; “….., karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang” Wahyu 3:17. Dan setiap umat yang sungguh-sungguh menyadari keadaan mereka seperti yang dinyatakan oleh Saksi yang Setia di Wahyu 3:17 ini, akan menuruti dengan sungguh-sungguh pelajaran yang kedua dan ketiga, yaitu mereka akan meluangkan waktu yang signifikan setiap hari untuk datang kepada Tuhan dalam doa dan firmanNya, yang pada waktu sebelumnya mereka tidak lakukan. Seharusnya yang terakhir ini akan dilakukan oleh setiap umat GMAHK karena mereka telah mempelajarinya pelajaran ini selama tiga bulan, oleh karena itu bila tidak demikian yang terjadi, maka pelajaran apalagi yang diperlukan mereka untuk menyadarkan mereka tentang betapa pentingnya “Doa dan Firman” untuk keselamatannya, dan keadaan inilah yang dimaksud penulis dengan judul dari tulisan ini, yaitu “Bulan September Berlalu Tanpa Kebangunan.” Sementara “Kebangunan” akan membawa “Pembaruan”, karena tidak ada “Pembaruan” tanpa “Kebangunan.”

Mempertimbangkan tulisan Rasul Paulus di Roma 8:28; “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah,” maka pelajaran SS kwartal ketiga adalah mungkin merupakan kesempatan terakhir, yaitu selama tiga bulan, yang Tuhan sediakan bagi kita untuk menyadari tentang sangat pentingnya mengadakan persiapan supaya kita layak menerima “Roh Suci” dalam kerangka “hujan akhir”.

Penulis mengajak semua pembaca untuk “bangun dan berubah” dalam konteks seperti yang diuraikan diatas. Karena demikianlah jalan satu-satunya untuk mempersiapkan diri untuk menerima kuasa “Hujan Akhir.” Penulis menyakini bahwa Tuhan akan mencurahkan “Roh Suci” dalam kerangka “Hujan akhir” dalam waktu dekat ini, karena kegiatan yang dilakukan untuk hal itu yang diprogramkan oleh organisasi adalah sesuai dengan janji-janji Tuhan seperti dicatat di Kitab Suci yaitu sebagai berikut; “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” Lukas 11:13. ***

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh : Max Kaway

RAJA TAMPAN YANG BODOH
1 Samuel 8-16

Samuel, hakim dan pemimpin Israel sudah menjadi tua, Dia menjadikan anak-anaknya sebagai hakim atas Israel, untuk menggantikan tempatnya di dalam melayani Tuhan, Tetapi anak-anak Samuel jahat mereka menciantai uang dan menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan uang dengan tidak jujur.

Orang-orang Israel menderita karena kejahatan anak-anak Samuel. Pengadilan mereka tidak jujur. Orang-orang harus membayar kepada anak-anak Samuel tiap kali mereka membutuhkan pertolongan.

Sesuatu harus terjadi. Suatu hari, tua-tua Israel berkumpul bersama dan meminta Samuel untuk menolong. “Berikan kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” tua-tua itu meminta. Mereka tidak ingin anak-anak Samuel yang jahat memerintah mereka. Mereka menginginkan seorang raja seperti bangsa-bangsa lain di sekitar mereka.

Samuel marah. Israel sudah mempunyai Raja. Allah yang Maha Tinggi, yang Kekal, penguasa Israel. Bertahun-tahun yang lalu, Dia membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, membelah Laut merah untuk membebaskan mereka. Kemudian Dia memberikan kepada Israel tanah yang indah.

Saat Samuel berdoa, Tuhan menjawab, “Bukan engkau yang mereka tolak tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. Mereka meninggalkan Aku dan beribadah kepada Allah lain, Dengarlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka.” Tuhan mengatakan kepada Samuel untuk memperingatkan orang-orang bahwa raja dunia mereka akan mengambil uang sebagai pembayaran pajak; menolong dirinya sendiri untuk membajak landangnya; memerintahkan anak-anak laki-laki mereka dalam pasukannya; dan memerintahkan anak-anak perempuan mereka untuk bekerja baginya namun orang-orang Israel itu tetap menginginkan seorang raja.

Tuhan memimpin Samuel kepada seorang muda yang sangat tampan, sangat pemalu dan sangat Tinggi-sebahu lebih tinggi dari pada orang-orang lainnya. Namanya Saul. Saat Samuel melihat Saul, Tuhan berkata, “ Orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umatKu.” Dengan taat, Samuel mengurapi Saul sebagai Raja atas Israel. Saat dia memperkenalkan Saul kepada oran-orang Israel, mereka bersorak “Hidup Raja!

Segera Raja Saul dicobai. Orang-orang Amon yang membenci Israel, mengepung kota Israel dan mengancam akan mencungkil mata kanan setiap orang Israel. Suatu rencana yang sangat jahat! Berita itu sampai kepada Raja Saul. Dia mempersiapkan pasukannya. Saat kedua pasukan itu bertemu, Saul mengalahkan orang-orang Amon dan menyelamatkan kota itu. Raja Saul memberikan pujian kepada Tuhan dengan berkata “…hari ini Tuhan sudah mewujudkan keselamatan atas Israel.” Tuhan memberikan kepada Saul kemenangan besar pada hari itu. Tetapi Saul tidak selalu menghormati Tuhan. Suatu hari, sebelum berperang melawan orang Filistin, Saul memberikan persembahan kepada Tuhan. Dia tahu bahwa itu adalah pekerjaan Samuel. Dia tahu bahwa dia harus menunggu sampai Samuel datang untuk melakukannya. Tetapi Saul tidak menaati Tuhan!

Saat Samuel tiba, dia berkata kepada Saul, “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan Allahmu. Sekarang kerajaanmu tidak akan tetap.” Mungkin Saul berpikir itu hanyalah satu dosa kecil. Tetapi tidak taat kepada Tuhan itu adalah dosa yang serius.

Di waktu yang lain, Tuhan memerintahkan untuk menghancurkan orang-orang Amalek yang jahat. Tetapi Saul dan orang-orannya membiarkan Raja Agag dari Amalek tetap hidup. Mereka juga menyimpan barang-barang yang berharga, domba dan lembu. Saul mengatakan bahwa dia menyimpan semua itu untuk dipersembhakan kepada Tuhan. Samuel berkata kepada Saul, “Sesungguhnya mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan. Engkau telah menolak Firman Tuhan, maka Ia menolak engkau sebagai raja.” Saul sangat menyesal atas dosanya. Tetapi sudah terlambat. Akhir dari hidupnya tidak bahagia karena tidak menaati Tuhan. ***

Inpirational Story

BATU CINTA
OLeh : Bredly Sampouw

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah. Sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, tetapi si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas. Ia melempar uang 1000 an yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut uang tersebut dan melanjutkan pekerjaannya. Sang mandor akhirnya melemparkan 100.000, lalu berharap si pekerja mau menengadah sebentar ke atas, tetapi si pekerja hanya melompat kegirangan karena menemukan uang 100.000 dan kembali bekerja. Pada akhirnya, sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan, si pekerja menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Hal-hal apakah yang menurut Anda justru membuat Anda berada di area kenyamanan dan melupakan Tuhan? Berkat? Posisi? Pasangan Kesenangan? Apa pun itu, apakah Anda ingin menukar semua itu dengan Tuhan sendiri? Ataukah Anda menunggu sampai Dia melemparkan batu kecil untuk menarik perhatian Anda?.

Untuk Dilakukan : “Selanjutnya: dari Ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya.” Ibrani 12 : 9 – 10

Rasa sakit yang ditimbulkan saat jari kita terpukul Palu sebenarnya adalah saranah Tuhan untuk mengingatkan kita agar segera menarik tangan kita agar tidak hancur. Jangan menunggu sampai kita terkapar baru sadar atas nasihat orang terlebih nasihat Tuhan. Biarlah kita pekah atas setiap nasihat yang kita terima dari orang lain demi kebaikan kita apalagi nasihat dari Tuhan. Sering karena ketidak pedulian kita atas semua nasihat akibat kita terlalu bergantung atas kesenangan sementara yang tidak kekal. Sadarlah bahwa semua yang kita nikmati di dunia itu sementara, tidak ada yang kekal dan dibawah ke akhirat, jadi ketika kita diberi nasihat sadarlah dan tengoklah ke atas karena semuanya demi keselamatan kita. Sering kali Tuhan membiarkan kita merasakan kepedihan hidup ataupun kesusahan hidup demi menyadarkan kita akan kehadiran Tuhan dan rencanaNya yang lain buat hidup kita. “God’s Love and Care”
Rumah Tangga

10 PRINSIP DASAR PERNIKAHAN
Disadur dari RTK Oktober 2007 – RANDY MAXWELL

Semua pernikahan diciptakan untuk bahagia. Adalah kehidupan bersama setelah pernikahan itu yang menyebabkan timbulnya berbagai masalah.

Berikut ini ada sepuluh prinsip mendasar tentang POLA KEHIDUPAN KELUARGA ALLAH. Yang akan menolong suatu pernikahan yang baik tetap langgeng.

Pertama (1) BERDOA BERSAMA-SAMA
Kapanpun saya mendengar tentang suatu pernikahan dalam kalangan umat Tuhan yang nyaris mengalami berceraian, pertanyaan yang pertama muncul dalam pikiran saya ialah:
”Kapan mereka berhenti berdoa bersama”?
Barangkali tidak ada kekuatan yang lebih besar bagi kebaikan di dalam sebuah perkawinan daripada suami dan istri yang bertelut bersama-sama di ahdapan Allah dan berdoa demi kepentingan satu dengan yang lain.

Jangan minta supaya Allah mengubah pasangan anda. Mintalah Dia agar memberkati suami atau isteri dengan setiap berkat rohani dan menolong anda menjadi pendukung yang terbaik dalam mengejar tujuan-tujuan atau impian-impian sanga suami atau isteri.

Kedua (2) … SAYANGILAH PASANGAN ANDA
Sebuat pepatah kuno mengatakan, Tujuan utama dari pernikahan ialah : ” mengenal pasangannya masing-masing” dan saling menyayangi selamanya. Jangan hanya hidup bersama, tetapi juga bermain bersama! Lakukanlah hal-hal yang biasa secara bersama-sama.

Kadang – kadang saya mencuci piring hanya semata-mata karena saya ingin supaya berada dekat dengan istri saya, dan kadang-kadang sementara saya sedang menyiangi rumput, istri saya sambil memegang penghias benang masih sempat membersihkan rumput di sepanjang pagar padahal ia didalam rumah sedang melakukan sesuaut yang menyenangkan, separti menjahit, Saya suka berada bersama-sama dengan dia, begitu pula dia senang berada bersama-sama dengan saya.

Ketiga (3) … SALING TUNDUK SATU SAMA LAIN.
Prinsip ini sangat mendasar untuk digunakan selamanya.
Untuk menghilangkan dugaan yang salah bahwa salah satu pasal dari Kitab Suci ditulis untuk menakut-nakuti atau untuk menggertak kepada istri kedalam situasi yang pasrah sama sekali.

Bila para istri akan hormat kepada para suami mereka, maka para suami agar mengasihi istri mereka sama seperti Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri Nya baginya, Petunjuk kepada para suami ialah: Memberikan kepastian bahwa tidak seorang pun dapat dimanfaatkan dalam hubungan pernikahan.

Saling tuntuk satu dengan yang lain merupakan tujuan yang dicarai di sini. Saling melayani dan memenuhi kebutuhan masing – masing pasangan.

Keempat (4) .. SALING MENGASIH
Ketika Tuhan memerintahkan agar para suami mengasihi istri mereka, sebagaimana Ia telah mengasihi jemaat , I a mengatakan kepada mereka bahwa mereka perlu memiliki kemauan dan kerelaan untuk mengorbankan kehdiupan mereka bagi pasangan mereka.

Untuk mengorbankan kehidupan seseorang melibatkan, bahkan lebih dari kematian, kemauan untuk mengorbankan keinginan atau kepentingan sendiri untuk mengasihi dan memelihara orang lain.

Jadi hendaklah mengasihi satu dengan yang lain, sebagaimana Kristus menasihi Anda. Anda bisa , sebagaimana yang telah Kristus lakukan. ”mati” dalam prosess namun suatu ”kebangkitan” yang mulia sedang menunggu kalau anda mau mengikuti teladan –Nya.

Kelima ( 5) .. BERBICARALAH
Hal ini bisa menjadi sebuah perjuangan yang sungguh-sungguh bagi kebanyakan pria. Berbicara membuat kita bosan, kebanyakan kita lebih suka sekadar mengidentifikasi masalah dan tiba kepada sebuah solusi.

Para wanita dengan kata lain, mengadakan proses bagaimana mereka merasakan beberapa situasi dengan cara berbicara, jadi buatlah kompromi. Para pria, mendengar lebih dahulu. Baru kemudian mengambil keputusan.

Dan ingatlah, doa adalah bentuk komunikansi yang baik yang memelihara anda tetap berhubungan dengan Allah dan dengan pasangamu, serta orang lain.

Keenam (6) .. ULANGI KEBIASAAN AWAL YANG MEMBANGUN
Pelihara api cinta yang pertama agar tetap menyala oleh melakukan berbagai hal yang mula-mula yang telah anda lakukan, selama masa – masa romantis saat berpacaran, di mana dengan spesial anda dan pasangan dapat memasuki ruangan dan makan malam dibawah cahaya lilin, berjalan dibawah terang bulan, duduk mesra di depan teras rumah orang tua anda, pintu-pintu dibiarkan terbuka, dan kursi-kursi ditarik keluar. Lakukan kembali hal-hal tersebut, dan lihatlah hasil yang luar biasa.

Ketujuh ( 7) … BERTUMBUHLAH
Berapa banyak pernikahan berakhir dengan perceraian karena satu atau kedua pasangan masih belum matang. Senantiasa berselisih paham atas hal hal yang tidak berarti dan ngotot selalu berada di pihak yang benar.

Usia dan kematangan tidak perlu searti. Adalah tidak penting untuk memenangkan setiap argumen.

Pernikahan bukanlah sebuah kontes; melainkan itu adalah sebuah sekolah untuk mengasihi. Belajarlah untuk mengatakan : Maafkanlah saya saya yang salah. Makin cepat anda mengatasi hal ini, semakin cepat anda akan melihat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

Kedelapan (8) DAPATKAN PERTOLONGAN
Jika menurut anda masalahnya terlalu sulit untuk diatasi, carilah pertolongan. Anda bisa mendapatkan pertolongan dari seorang rohaniawan, sahabat anda yang dapat dipercaya, tahu penasihat profesional. Jangan menunda, Tidak perlu merasa malu karena membutuhkan pertolongan dari orang lain.

Kesembilan (9) HUBUNGAN PRIBADI DENGAN ALLAH
Tempatkanlah kehendak Allah sebagai yang pertama dan terutama, dan sukacita yang muncul dari pengalaman anda dengan Dia akan terpancar kepada semua orang yang ada di sekitar anda, termasuk suami atau istri anda.

Ketika masing masing pasangan nikah dengan tekun mencari di hadapan Allah untuk melihat kesalahan kesalahannya sendiri, mengenali dosa dosanya, dan meminta pengampunaan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain, masalah masalah yang terjadi dalam pernikahan tidak ada lagi. Jadikanlah Allah yang pertama dalam hidupmu, dan Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Kesepuluh ( 10) JANGAN BERHENTI
Sejauh hal itu ada dalam kuasa anda untuk melakukan hal hal yang demikian, mengembangkan sikap mengampuni, mengusahakan perdamaian, berdoa untuk mencari pertolongan ilahi, maka tetaplah pelihara komitmen anda untuk menasih.

Untuk mengasihi seumur hidup membutuhkan doa, kerja keras, pengorbanan, dankeputusan untuk memecahkan persoalan menurut cara Allah. Hanya dengan cara inilah, jangan pernah berhenti mengusahakannya, satu satunya hal yang bisa dicapai untuk mendapatkan HIDUP BERSAMA dalam pernikahan anda dan menjadi bagian terbaik dalam pernikahan anda pula.

Jemaat Zhen Li – Jakarta Menuai Lagi
Dilaporkan oleh: Pdt. Jacky Runtu – BAIT DKI

Sabat tanggal 07 September 2013 diadakan baptisan dari Jemaat Zhen Li MT Haryono II Jakarta. Baptisan terasa istimewa meskipun hanya satu orang. Mengapa istimewa ? Karena yang dibaptis adalah Vika Tjokronegoro. Siapa dia ? Memang dia adalah seorang dokter. Memang dia dokter yang sedang ambil spesialis. Memang spesialisasi yang diambil adalah dokter spesialis penerbangan di Universitas Indonesia yang mana hanya 5 universitas di dunia ini yang membuka kedokteran spesialis penerbangan.
Keistimewaan baptisan bukan karena siapa tokoh yang dibaptis, karena Tuhan akan kumpulkan umatNya di dalam satu kandang ini dan bagi Tuhan semua manusia adalah sama. Keistimewaan baptisan terletak pada bagaimana proses penyerahan diri kepada Yesus itu terjadi.

Sudah beberapa kali ikut KKR. Pernah sekolah berasrama di sekolah Advent. Latar belakang keluarga Advent. Tapi itu semua tidak mampu melembutkan hatinya untuk menerima Yesus melalui baptisan. Ketika Zhen Li Youth Ministry Tour (ZLYMT) untuk pelayanan ke Sanggau, Kalimatan Barat kesulitan memenuhi tantangan pelayanan untuk 4 titik pelayanan dalam 4 hari sedangkan hanya mengandalkan seorang perawat yaitu Imelda. Pertolongan datang dari klinik Advent Pontianak yang mana Plt. Direktur kliniknya Sdr Ramedida bisa membantu, tetapi hanya bisa dua hari pertama. Disamping itu Imelda belum punya pengalaman dalam pemberian obat. Sangat dibutuhkan tenaga dokter saat itu.

Satu minggu sebelum pelayanan yang dilakukan dari tanggal 4-11 Agustus 2013 kondisi keuangan kurang Rp 30 juta rupiah. Dalam pergumulan mencari dana yang kurang ini, ada usulan untuk mengajak seorang dokter. Tetapi dengan iman dan semangat dalam melayani maka tanpa pikir panjang usulan untuk mengajak seorang dokter dalam pelayanan ini. Terlebih dokter tersebut sudah menyatakan kesediaannya dan masih muda juga dimana yang mau melayanipun 90 % adalah orang muda. Disinilah letak keistimewaan itu. Dalam pelayanan dokter Vika merasakan kekompakan, keakraban dan suasana kekeluargaan. Tanpa memandang jarak dan mencari keuntungan, semua pelayanan didorong oleh kasih kepada Kristus. Hal inilah yang akhirnya membuat Vika mengambil keputusan menyerahkan diri untuk menyerahkan diri kepada Yesus melalui babtisan. Keputusan sudah diambil saat dalam pelayanan di Sanggau dimana saat itu juga diadakan KKR dengan pembicara Pdt Jimmy Havelaar, tetapi pelaksanaannya baru dilaksanakan Sabat tanggal 07 September 2013.

Adalah Pdt Jimmy Havelaar yang adalah paman dari Vika yang mengambil kesempatan istimewa ini untuk membaptiskan keponakannya sendiri. Sebenarnya Pdt Jimmy Havelaar harus menjadi pembicara di kampus 1000 Missionary Movement di Kawangkoan, tetapi moment ini lebih istimewa yang tidak mau dilewatkan begitu saja. Baptisanpun dilaksanakan di kolam renang milik keluarga dr Harris yang terletak di jalan Cendana yang bertetangga dengan keluarga besar Soeharto dan jendral Ahmad Yani. Puji Tuhan, segala pelayanan dalam pekerjaan Tuhan tidak sia-sia melainkan menambah iman dan sukacita.

MENJANGKAU WILAYAH BARU DENGAN KKR
“PENGHARAPAN DI TENGAH KRISIS”
Dilaporkan oleh: TIM BAIT

Lamasi Pantai adalah sebuah desa yang terletak di Kab. Luwu yang berjarak kira-kira 30 km dari Kotamadya Palopo. Penduduknya yang bertani dan nelayan dan memiliki komunitas beragam suku serta agama, namun hidup dengan damai. Pdt. Imanuel Lisupdang, STh. Sebagai Pendeta Jemaat di GMAHK Lamasi Pantai sudah lama merindukan akan adanya Kebaktian Kebangunan Rohani di tempat ini karena sebelumnya belum pernah ada KKR di desa ini.

Pada tanggal 1-7 September 2012 akhirnya impian itu terwujud, dengan Bpk. Hartoyo Tismail, bersama-sama mengadakan. KKR dengan dana dari sponsor-sponsor. Pengarapan di Tengah Krisis adalah Tema yang sudah di pilih untuk KKR ini dengan Panitia dari Anggota Jemaat Lamasi Pantai di pimpin langsung oleh Bpk. Enos sebagai Ketua Jemaat dan ketua Pelaksana KKR. KKR ini juga didukung oleh Jemaat Tanete, Jemaat tetangga yang merupakan Jemaat yang digembakan oleh Pdt. Imanuel Lisupadang. Walaupun letak Gereja agak jauh dari Pusat Desa Lamasi Pantai, namun pengunjung datang menghadiri KKR ini dengan antusias. Tercatat tamu-tamu hadir dari beberapa Desa sekitar yaitu: Mauris, Seba-seba, Pongrakka, Tanete, Rantai Damai.

Sejak malam Pertama Pembukaan KKR tamu-tamu memenuhi Gedung Gereja, dari berbagai agama dan usia. Banyak orang tua yang menghadiri setia setiap malam, tercatat dari yang berumur 70 thn hingga anak-anak. Ruangan Gereja tidak mencukupi dan banyak tamu terutama Bapak-bapak yang mendengarkan dari luar Gedung dan di jalan-jalan.
Judul Pembahasan yang sudah dibagikan mulai malam pertama hingga Penutupan KKR yaitu: Sumber Pengharapan Sejati, Pengharapan yang Berbahagia, Pengharapan Hidup yang Berkelimpahan, Cermin Pengharapan Abadi, Pengarapan untuk Hidup Sehat, Pengharapan untuk Hidup Baru dan Pengharapan akan Kemenangan yang abadi. Selain Pembahasan Firman Tuhan ada juga Seminar Kesehatan setiap malam yang sudah dibawakan bergantian oleh Pdt. Imanuel Lisupang, Hartoyo Tismail dan Irma Hartoyo.

Setiap hari juga diadakan APTA yang diikuti oleh sekitar 70 anak yang dipimpin oleh Ibu Lisupadang dan Ibu Hartoyo. Anak-anak begitu bersemangat datang memenuhi Gedung Gereja dimana mereka sudah diajarkan menyanyi, mendengar cerita-cerita Alkitab dan kegiatan menggambar. Pada Jumat malam diadakan Penamatan APTA dimana anak-anak ini tampil di mimbar dengan menyanyikan lagu-lagu yang sudah mereka pelajari, menhafalkan ayat, menghafalkan Buku-buku dalam Alkitab juga menghafalkan Penciptaan Dunia. Di akhir acara diadakan pemilihan Raja dan Ratu APTA, yaitu anak-anak terbaik yang paling aktif di setiap kegiatan.

Pada penutupan KKR diadakan di Gereja Advent Tanete dan puji Tuhan 1 jiwa datang kepada Tuhan melalui babtisan yang suci di kolam babtisan Gereja. Brigtu Dandy memang sudah lama mempelajari Alkitab dan melalui pendalaman Firman Tuhan meyakini akan kebenaran Sabat dan memutuskan untuk dibabtis sesuai dengan ajaran yang benar.

Firman Tuhan sudah ditebar dan banyak jiwa yang masih rindu mendengarkan Firman Tuhan dan mengikuti akan ajaran yang sudah Yesus berikan. Di masa-masa mendatang akan lebih banyak lagi yang akan datang menerima Yesus dengan mempelajari FirmanNya dengan sungguh-sungguh.

KKR ini adalah permulaan di Desa Lamasi Pantai, banyak yang sudah mendengarkan dan Roh Suci sedang bekerja di hati mereka yang rindu kepada kebenaran. Terima kasih khusus kepada Pimpinan GMAHK Dsitrik Luwu Tana Toraja yang sudah mendukung KKR ini, Pdt. Marthen Luther Saluy, Bpk. Jonathan Palangan, Pdt. Jebba, juga terima kasih atas dukungan Pimpinan Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Pdt. N. Sakul, yang sudah menjadi sponsor utama, Daerah Misi Papua, dan keluarga-keluarga yang sudah berkorban untuk suksesnya KKR Lamasi Pantai ini: Kel. Tumangkeng, Kel. Pua, Kel. Polii, Kel. Danun, Kel. Lumbangaol dan Ibu S. Tjandra.

SEMINAR ISLAMOLOGI “UCOK PANGABEAN AJAK BERANI MATI DALAM PENGINJILAN”
Dilaporkan oleh: Herschel Najoan – BAIT Manado

Di sela-sela pelatihan 1000 Missionary Movement, Hotmatua “Ucok” Panggabean yang sudah ke 11 kalinya diajak menjadi salah satu instruktur diundang untuk mengambil bagian pada pertemuan wilayah Tawarik di Distrik Minahasa Utara. Pertemuan yang dihadiri oleh empat jemaat pada hari sabat tanggal 9 September 2013 ini, bertempat di jemaat Tatelu.

Ucok yang dijemput dari kampus 1000 Misionary Movement, Tompaso Dua pada hari jumat tengah malam ini, sempat menginap di Eden Way Wellness Center Warukapas. Setelah beristirahat hanya beberapa jam, pagi hari sebelum kebaktian mulai, Ucok sudah berada di gereja Warukapas bersama pendeta jemaat Warukapas, pdt. Baltasar Lerebulan.

Sejak acara promosi penginjilan perorangan, Ucok sudah membuat mata anggota jemaat terbelalak dengan dorongan penginjilan yang dibuatnya. Sabat siang itu Ucok diberikan kesempatan berkhotbah dan dilanjutkan dengan seminar yang diadakan setelah makan siang. Pada sabat itu Ucok mengingatkan kembali perintah Tuhan dalam Matius 28:19.20 supaya semua anggota jemaat terlibat aktif dalam penginjilan, tidak boleh malu-malu apalagi takut. Tuhan akan berikan kuasa bilamana kita mau menginjil, tegasnya. Yang terpenting adalah “mau” dan harus berani bahkan siap mati demi Kristus. Ucok mengingatkan bahwa semua kita memiliki karunia dalam penginjilan, bilamana dia memiliki karunia dianiaya maka pasti dia akan mengalaminya, bilamana dia memiliki karunia mati sahid maka itupun akan dia alami tetapi bilamana seseorang tidak memiliki karunia dianiaya atau mati sahid, biarpun dia berhadapan dengan berbagai macam ancaman, Tuhan pasti akan melindungi dia.

Pada sore harinya, Ucok memberikan banyak kesaksian pengalaman penginjilan, di berbagai tempat. Ucok juga memberikan pengalaman ketika terlibat dalam dialog lintas agama seperti yang pernah diikuti di kantor pusat Muhamadiyah di Menteng Jakarta. Herschel Najoan beberapa kali diminta konfirmasi oleh Ucok apa yang terjadi waktu itu di mana Herschel juga hadir pada pertemuan yang sempat berakhir panas. Salah seorang peserta bahkan sempat mengajak adu otot, berbagai kata hujatan, kutukan bahkan seorang peserta dari mayoritas ketika itu memberikan sumpah serapah bahwa dalam 3 hari akan mati mengerikan namun puji Tuhan sampai saat ini dalam keadaan sehat walafiat dan masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk terlibat dalam penginjilan.

Beberapa pertanyaan sempat diberikan oleh anggota jemaat sore hari itu, namun karena waktu sudah tidak menginjinkan lagi, anggota jemaat yang merasa masih ingin untuk melanjutkan menyatakan akan mengundang kembali Ucok pada waktu mendatang. Sore hari itu Hotmatua Panggabean diantar kembali oleh pendeta Lerebulan ke kampus 1000MM di SLA kawangkoan berhubung sudah ditunggu untuk kegiatan yang lain.

40an Anggota Gereja Membangun Gereja Untuk 200-an Orang
Oleh : Herschel Najoan – BAIT Manado

Jemaat Warukapas, distrik Minahasa Utara yang berdiri sejak 5 tahun yang lalu dalam dua tahun terakhir membuat terobosan untuk pembangunan gerejanya. Setahun sejak jemaat ini diorganisir, jemaat ini sudah memiliki gedung gereja yang dapat menampung sekitar 80 orang anggota jemaat. Lokasi gereja ini sekitar 200 meter dari jalan raya. Jemaat merasa tempat ini kurang strategis kemudian dibelilah sebidang tanah yang lokasinya sekitar 50 meter dari jalan raya. Di atas tanah ini terdapat rumah yang sejak itu dijadikan tempat ibadah sementara. Pada bulan Maret 2013, rumah tempat ibadah dibongkar dan mulailah dibangun gedung gereja dengan ukuran 14×20 meter yang diperkirakan dapat menampung sekitar 200 anggota jemaat.

Hari Minggu tanggal 1 September 2013, kembali jemaat ini mengadakan kerja bakti untuk melakukan pengecoran lantai. Hari minggu pagi itu, setelah doa subuh yang diadakan pukul 5.00 pagi, selanjutnya langsung disambung dengan kerja bakti. Pagi itu, ibu-ibu membawa makanan ringan sementara bapak-bapak dengan penuh semangat bekerja bakti. “Nyanda sangka torang pe pendeta boleh jo bacampur” , tidak menyangka, pendeta kita bisa juga mengaduk semen, demikian seloroh salah satu anggota jemaat yang melihat pendeta B. Lerebulan yang menggantikan anggota jemaat lainnya mengaduk semen karena kelelehan.

Tanpa dikomando, tanpa ada yang mengatur, secara spontan sekitar 20 orang laki-laki bekerja dengan melihat apa yang bisa dikerjakan, mulai dari yang mengangkat pasir, mengangkat domatu, mengangkat air dari sumur, mengaduk semen dan pasir sampai yang meratakan adonan semen di lantai. Sekitar pukul 9 pagi, semangat anggota jemaat Warukapas untuk bekerja bakti semakin meningkat setelah mendapat kunjungan dari jemaat-jemaat sekitar yaitu jemaat Tatelu, Wasian dan Klabat.

Pengecoran lantai ini selesai sekitar pukul 5 sore dengan disaksikan oleh pendeta wilayah, pendeta Kalangi. Meskipun terlihat capek namun terlihat kegembiraan di wajah semua anggota jemaat. “So ndak mo ba abu komang torang pe capatu deng calana kalo datang di gereja”, komentar ketua Tombeng dengan senyuman.

PERJAMUAN SUCI 4 JEMAAT WILAYAH TAWARIK
Dilaporkan oleh: Herschel Najoan – BAIT Manado

Empat jemaat di wilayah Tawarik distrik Minahasa Utara pada hari sabat tanggal 7 September 2013 mengadakan perjamuan suci bersama di jemaat Tatelu. Perjamuan suci yang tidak biasanya dilakukan dengan beberapa jemaat ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kekompakan di antara jemaat di wilayah ini.

Perjamuan suci ini diatur oleh pendeta B. Lerebulan dan dipimpin oleh pendeta Kalangi. Perjamuan suci ini dihadiri sekitar 200 anggota jemaat yang memenuhi jemaat Tatelu. “uh pe stenga mati kalu perjamuan suci banya orang” komentar salah satu anggota jemaat. Perjamuan ini terlihat berjalan lambat berhubung peralatan perjamuan yang terbatas sehingga harus mengantri.

Selesai perjamuan suci, dilanjutkan dengan perjamuan kasih (potluck) dimana makanan dibawa oleh anggota jemaat dari wilayah Tawarik (Tatelu, Warukapas, Wasian, Kalabat).

FISDAC ADVENTURE VISIT TURTLE BACK ZOO
Dilaporkan oleh: Jufrie Wantah, BAIT USA

S
etelah mengadakan camping pada weekend Sabtu (24/8) di Spruce Run Recreation Area of Hunterdon County, Union & Clinton, New Jersey, maka pada Minggu (8/9) FISDAC Adventure berkunjung ke Turtle Back Zoo (South Mountain Recreation Complex) of Essex County, West Orange, New Jersey. Kebetulan tahun ini Turtle Back Zoo dari Essex County sedang memperingati anniversary yang ke 50 (1963-2013) tidak heran masih terpampang pada spanduk dan foto serta ucapan selamat dari Chris Christie selaku Governor dan Joseph DiVicenzo, Jr., selaku Essex County Executive.

Para anggota FISDAC Adventure ditemani oleh para orang tua dan guru seperti antara lain Evi Ferreira (Coordinator), Meylinda Tirok, Sandra Wuisan, Yelli Dien, Susana Liem, Wulan Kawuwung, Seisy Manopo, Daisy Kaligis sangat menikmati acara ini. Menyaksikan binatang ciptaan Tuhan mengingatkan kita akan Allah sebagai Pencipta sungguh ajaib ciptaannya. Antara lain seperti sea lion, komodo dragon, alligator, bear, jaguar, penguin, fox, groundhog, wolf, bison, leopards, hawks, swan, turtle, python, di samping beraneka ikan dan burung.

Para orang tua dan guru terhenti sebentar menyaksikan kesalahan dari pengelolah yaitu pada lokasi komodo dragon ditaruh tulisan bahwa binatang tersebut berasal dari Malaysia seharusnya berasal dari Indonesia. Selain tersedia zoo café dan gift shop, juga tempat untuk makan yaitu picnic area. Ada pertunjukan seperti sea lion pada jam yang ditentukan dan pengunjung dapat memberi makan seperti pada ikan stingray. Sebelum kembali robongan sempat menikmati mini train mengingatkan masa lalu ketika tansportasi ini mulai digunakan orang.
Rev. Dan Mattews Datang, Sulawesi Utara Bakal Dibakar GOF September Ini
Dikirimkan Oleh : Jeinner Jenry Rawung – BAIT Manado

Pekerjaan penginjilan beruntun memberkati Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara. Pasalnya, baru saja diramaikan dengan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di berbagai tempat, selama lebih kurang satu minggu ke depan akan di gulir REVIVAL CRUSADE 2013 oleh Global Outreach Fellowship (GOF) yang diawaki oleh banyak Pendeta/Kaum Awam asal Indonesia di America, akan memberkati daerah ini 13-21 September 2013. Tema utamanya adalah ‘Knowing Jesus’.

Yang luar biasa lagi, tiga mantan Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT), yakni Pdt. Alex Rantung, MA, Pdt. Reinhold Kesaulya MPh dan Pdt. B. J. Sepang, langsung turun gunung menjadi juru bicara di KKR yang dilaksanakan di tiga daerah pelayanan yakni Konferens Manado dan Provinsi Maluku Utara, Distrik Minahasa Utara dan Kota Bitung serta Konferens Minahasa. Pncak acaranya akan menghadirkan Rev. Dan Mattews di Gedung Pertemuan Advent Tompaso II Kawangkoan pada Sabat (21/9) mendatang.

Berikut daftar nama Panitia Pelaksana kegiatan beserta dengan para pelayan yang akan melayani langsung :

OFFICERS
Advisors : East Indonesia Union Officers
Co-Chairmen : Pastor Sepang
Pastor S. Wullur
Secretary : Pastor H. Soetomo
Treasurer : Mr. Edwin Lasut

Accomodation/Transportation : Mr. Stenly Rangingisan
Supply/Equipment : Pastor Brian Sumendap
Communication/Documentation : Pastor Salainti
Translator : Pastor A. Dien
Health : Dr. E. Antou
Program Coordinator (in GPA) : Pastor F. Rachman
Music Coordinator (in GPA) : Pastor B. Sumendap

SITES Speakers and Coordinators
A. Manado-Maluku Utara Conference Coordinator: Pastor F. Rachman
1. Jemaat Lapangan : Pastor R. Kesaulya
2. Jemaat Maasing : Pastor Ch. Pakpahan
3. Jemaat Tikala Baru : Pastor B. J. Sepang
4. Jemaat Teling I : Pastor A. Rantung
5. Jemaat Ranotana : Dr. Daniel Injo

B. Minahasa Conference Coordinator: Pastor A. Dien
1. Jemaat Belang/Kasuratan : Pastor Y. Sangari
2. Jemaat Tombatu : Pastor E. S. Kartagi
3. Jemaat Ratahan : Pastors Y. Bojoh/C. Behrman
4. Jemaat Pinaling : Pastor A. Tambingon (Declined)
5. Jemaat Rerer/Langowan : Pastor A. Welley

C. Minahasa Utara-Bitung District. Coordinator: Pastor S. Wullur
1. Jemaat Omega : Pastor Y. Wauran
2. Jemaat Madidir : Pastor Y. Tumbarante
Dan Matthews
3. Jemaat Airmadidi : Pastors J. Mamanua/H. Mamanua
4. Jemaat Pongkor Suwaan: Pastor A. Legoh
5. Jemaat Tetey : Pastor S. Rumayar

Persis Bapak Dan Anak, Perbincangan Kapolres Madiun dan Sompotan Hangat
Dikirimkan Oleh : Jeinner Jenry Rawung – BAIT Manado

Kapan lagi menjangkau para pembesar, kalau bukan sekarang. Perintah menginjil dilakoni Gembala Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Kalasan Madiun Pdtm. Dale D. Sompotan. Sompotan yang dikenal sebagai pelayan kreatif ini, menjangkau Kepala Kepolisian Resort Kota Madiun AKBP Anom Wibowo pada Senin (9/9) awal minggu ini.

Perbincangan mereka berdua bagaikan hubungan seorang ayah dan anak yang sangan akrab dan hangat. Setelah berbincang-bincang sosok nomor satu di jajaran Kepolisian itu didoakan langsung oleh Pastor Dale –sapaan dekatnya, di ruang kerja Wibowo. “Kami bermaksud untuk mengundang beliau untuk bisa hadir di KKR Pdt. JS Peranginangin (Ketua Uni Barat) yang bakal dilaksanakan mulai hari Minggu (15/9 – 21/9) di Hotel Merdeka Madiun.

Memberkati Pernikahan Purna Praja IPDN dan Mantan Penatua GMIM, Mambu : “Katakan dan Buat Yang Baik-Baik Untuk Pasangan”
Dikirimkan Oleh : Jeinner Jenry Rawung – BAIT Manado

Predikat Hamba Tuhan yang tidak pernah lepas dari pundaknya, Pdt. DR. Moldy Mambu, MM., MCLA menjadi saluran berkat bagi pasangan yang baru menikah, yakni purna praja Institus Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jeivie Windy Koho, SSTP dengan mantan Penatua Pemuda Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM –denominasi Kristen terbesar di Sulut yang baru saja menerima babtisan) Juwita Arlina Samadi, pada Kamis (12/9), kemarin.

Wakil Direktur Rumah Sakit Advent Manado ini, menjadi Pendeta yang mengurapi kedua mempelai menjadi suami istri di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Paal II Kota Manado. Tidak itu saja, suami kekasih Mrs. Gladys Mambu-Basri ini diminta langsung kedua mempelai untuk memberikat nasehat pernikahan di Aula Santu Joseph Manado pada acara resepsi, bersama-sama dengan Direktur RS Advent Manado Dr. Eddy Antou, MBA-H serta KaBandiklat Prov. Sulut DR. Dr. F. D. Rotinsulu. Menurutnya, dalam menjalani perkawinan, komunikasi itu menjadi ikatan yang kuat. Istilahnya “Nyambung. Katakan dan buat yang baik-baik untuk pasangan”, katanya sambil tersenyum.

Leave a Reply