Edisi 24 Agustus 2013

Konga
Oleh: Pdt. D. Sompotan

Pada suatu kali seorang sahabat mengirimkan kepada saya sebuah pesan seperti ini : Great people talk about ideas, Average people talk about things, Small people talk about other people. Tapi untuk kalimat terakhir diganti dan diplesetkan “Low people bicara KONGA.” Ketika membaca pesan ini tentunya kita tertawa karna lucu tapi sebenarnya punya maksud yang dalam. Dalam bahasa Manado Konga adalah ujung-ujung kulit padi yang akan beterbangan apabila beras ditapis menggunakan sosiru, tidak berguna lagi sebab itu terbuang, dan orang tidak mau makan yang namanya Konga, bisa dibayangkan kalau beras tidak ditapis dan banyak konga maka tidak terlalu selera mau makan karena harus mengeluarkan konga-konga yang sudah bercampur bersama nasi. Walaupun saat ini sudah jarang beras yang ada konga, karena kebanyakan beras yang dibeli di super market sudah bebas dari konga.

Kembali ke pesan dari teman saya, maksud dari pesannya adalah betapa bodohnya seseorang apabila berbicara sesuatu yang sudah tidak berarti lagi, atau tidak ada gunanya, alias berbicara omong kosong. Terlalu banyak dalam hidup kita ini kita berbicara omong kosong, yang sebenarnya tidak berdampak baik dalam kehidupan kita malahan akan berdampak buruk, seperti apa bicara omong kosong itu ? itu tak lain adalah gemar membicarakan kejelekan orang lain, gemar menggosipkan perkara-perkara yang kecil yang kemudian dibumbui sana-sini akhirnya menjadi besar, ataupun bahkanpun merespon akan hal hal yang sebenarnya tidak perlu untuk direspon.

Sejak zaman penciptaan, Tuhan sudah merangkai manusia dan indera-inderanya dengan sangat sempurna, Dia sudah menempatkan 2 telinga dan 1 mulut, bukan satu kebetulan, ada maksudnya. Firman Tuhan katakan : “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,…” Yakobus 1:19. Mendengar harus lebih cepat dan lebih penting karna itu terdapat 2 telinga dari pada berbicara yang hanya ada 1 mulut. Kebanyakan orang yang sudah terlalu banyak berbicara akhirnya bicaranya sudah tidak membangun, disini pentingnya untuk menjaga agar mulut yang Tuhan sudah karuniakan kepada kita. “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” Amsal 10:19. Ada pengaruh dan keterkaitan yang erat antara menahan bibir dari berbicara “konga” dengan konsep Alkitab yang diperkenalkan disini sebagai orang yang berakal budi. Orang yang menahan diri adalah orang yang bijak sebaliknya dalam Pengkotbah 10:14 “Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?”

Terlalu banyak bukan, disekitar kita orang yang gemar berbicara “konga” untuk hal hal yang sebenarnyapun dia tidak mengetahui dengan pasti tapi karna terdorong untuk gemar berbicara akhirnya menyebarkan gosip bahkan berujung pada fitnah, dan untuk hal ini diberi label khusus sebagai orang bodoh. Sangat tajam Firman Tuhan berbicara kepada kita. Disisi yang lain berupaya menahan diri untuk tidak merespons orang orang yang gemar berbicara “konga” merupakan pergumulan tersendiri, tetapi Firman Tuhan yang ditulis seorang Ayah dan Anak yang berhikmat yaitu Raja Daud dan Soleman, anaknya, berturut-turut mengingatkan kita : “Pikirku: “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.” Mazmur 39:1. “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Amsal 16:32. Mari kita semua menjadi Great People yang setia kepada Tuhan selalu mendapatkan inspirasi sorga berbicara hal-hal positif serta mengenai ide-ide untuk kemajuan pekerjaan Tuhan, sanggup menahan diri dan menguasai diri terhadap segala perkara.

Rencana Keselamatan dari Allah mencakup seluruh dunia serta diuntukkan bagi seluruh umat manusia. Selain itu, Alkitab mengatakan bahwa Rencana Keselamatan Allah itu sudah ada sebelum dunia ini diciptakan. Sebelum menciptakan dunia ini Allah yang Mahatahu sudah mengetahui apa yang akan terjadi lama sebelumnya hal itu terjadi. Untuk membedakan diriNya dari ilah-ilah palsu yang disembah bangsa-bangsa kafir, Tuhan Allah berkata bahwa hanya Dialah yang mengetahui apa yang terjadi dari awal mulanya.

“Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan.” (Yesaya 46:9, 10)

Apakah rencana keselamatan dari Tuhan Allah itu hanya terbatas kepada orang Yahudi saja? Tentu saja tidak. Yohanes 3:16 berbunyi :
“Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Rencana keselamatan Allah tidak terbatas hanya kepada bangsa Yahudi saja, melainkan bagi semua umat manusia diseluruh muka bumi. Dia mengasihi ISI DUNIA. Bukan hanya orang Yahudi saja. Sebelum ada orang Yahudi, sudah ada ISI DUNIA, atau penduduk dunia ini sejak Adam dan keturunannya. Henokh adalah keturunan yang ketujuh dari Adam. Kalau kita menghitung secara deret hitung saja. Adam dan Hawa, lalu Kain dan isterinya, Set dan isterinya. Itu yang hanya disebutkan dalam Alkitab yang dituliskan oleh Musa sebagai orang Yahudi saja. Tapi tentu saja, selain Kain dan Habil dan Set, harus ada anak-anak yang lain dari Adam dan Hawa, sehingga ada isteri dari Kain dan isteri dari Set, yang adalah juga anak-anak Adam dan Hawa. Hanya karena Alkitab itu adalah sebuah buku yang dituliskan oleh nabi2 yang semuanya adalah keturunan Abraham, Isak dan Yakub yang kemudian dinamakan bani Israel, atau bangsa Yahudi, sebagai Umat PilihannNya, maka hampir seluruhnya peristiwa-peristiwa yang dicatat disitu adalah yang berhubungan dengan bangsa Yahudi itu.

Tapi bukanlah rencana Tuhan sama sekali bahwa keselamatan itu hanya terbatas untuk orang Yahudi saja.
Dengarkanlah apa yang Dia katakan mengenai hamba-Nya, Messias yang akan menjadi Juru Selamat semua manusia:
“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (Yesaya 49:6)

Jelas pada kedua ayat tadi dalam Injil Yohanes dan dalam kitab nabi Yesaya, dikatakan bahwa rencana keselamatan Allah itu mencakup isi seluruh dunia bagi segala bangsa-bangsa dari seluruh muka bumi.

Kalau begitu, adakah dalam Alkitab disebutkan nabi lain diluar bangsa Yahudi?

Tentu saja ada. Henokh adalah seorang nabi yang pertama menubuatkan mengenai kedatangan Yesus, dan dia bukanlah seorang Yahudi. (Yudas 1:14,15)
“Maka atas mereka itu juga Henokh, keturunan yang ketujuh daripada Adam, sudah bernubuat, katanya: “Tengoklah, Tuhan telah datang dengan berpuluh-puluh ribu orang sucinya, hendak memutuskan hukum-Nya atas orang sekalian, dan hendak menjatuhkan hukum ke atas segala orang fasik di dalam hal segala perbuatannya yang fasik itu, yang telah dilakukannya dengan fasiknya, dan di dalam hal segala kekerasan yang dikatakan oleh orang berdosa yang fasik ke atas-Nya.”

Kemudian pikirkan Nabi Nuh. Apakah dia seorang Yahudi? Sekali-kali tidak. Dia adalah nenek moyang dari semua manusia yang ada di dunia sekarang ini. Dia nenek moyang dari segala bangsa!

Apakah Dia bernubuat bagi Tuhan. Yes, dia bernubuat paling lama dari semua nabi-nabi yang disebutkan dalam Alkitab, dan kepada paling banyak orang. Selama 120 tahun dia bernubuat tentang rencana Tuhan Allah kepada semua manusia yang ada di dunia pada zamannya, tapi hanya 7 orang yang mempercayai nubuatannya, menerima rencana keselamatan Tuhan untuk masuk kedalam bahtera, dan kemudian menjadi nenek moyang dari semua manusia yang ada di dunia sampai sekarang.

Bagaimana dengan Abraham, apakah dia seorang Yahudi? Tidak. Dia bukan orang Yahudi. Dia adalah orang Kaldea, dari tanah Ur. Memang benar dia adalah nenek moyang dari bangsa Yahudi, tapi bukan hanya dari bangsa Yahudi saja. Dia juga adalah nenek moyang dari bangsa Yahudi, Arab, Midian, bangsa Edom, Heti, Sheba, Elam, Yebus, dan lain2 bangsa.

Sekarang perhatikan tulisan Ellen G White dari buku The Desire of Ages, Kerinduan Segala Zaman, “ “Diluar dari bangsa Yahudi ada orang-orang yang meramalkan tentang munculnya seorang guru ilahi. Orang- orang ini mencari kebenaran, dan Ilham Roh Kudus telah diberikan kepada mereka juga. Satu persatu mereka bermunculan bagaikan bintang-bintang ditengah kelamnya malam. Kata-kata nubuatan mereka menimbulkan pengharapan dalam hati dari ribuan orang-orang dari bangsa-bangsa diluar bangsa Yahudi didunia.” Desire of Ages, p.33

Di tahun 570 ada seorang Chinese yang bernama Laozi, yang dianggap oleh mereka sebagai salah satu dari 3 orang yang dianggap sebagai orang suci dan nabi-nabi. Laozi menuliskan sebuah buku yang berjudul Tao Te Ching. Dalam buku itu dia menuliskan tentang “Tao” (“Dao”, menurut ejaan Mandarin modernnya. Dao/Tao itu berarti “jalan/perkataan/firman/ajaran”. Sekarang perhatikan kutipan dari buku Tao Te Ching itu: “Something mysterious was already there, Existing (living) before heaven and earth in the silence and the void, Standing alone and unchanging, Ever present in constant (cyclic) motion. Perhaps He is the source of myriads of things, I do not know His name. Call Him Dao. For lack of a better word, I call Him ‘the Almighty.’” — Gia FuFeng and Jane English, Translation of Lao Zi, Tao Te Ching (Toronto: Vintage Books, RandomHouse,Inc. 1989),Ch.25,p.255)
[“Sesuatu yang penuh keajaiban/rahasia sudah ada, berwujud/hidup sebelum adanya langit dan bumi, dalam kesunyian dan kehampaan, berdiri sendiri dan tak berubah, selalu hadir dalam gerakan berputar. Mungkin dia itu sumber dari segala sesuatu yang ada di alam. Aku tidak tahu namanya. Aku sebutkan saja dia itu Dao. Karena kurangnya kata-kata yang lebih baik, aku memanggil dia ‘yang Mahakuasa’”]

Seorang Taois pernah membaca artikel saya di Facebook dan menyerang saya dengan mengatakan bahwa saya memelintirkan arti kata Dao itu. Dia katakan bahwa arti sebenarnya dari kata Dao dan tulisan Laozi diatas, bukanlah “yang Mahakuasa” tapi “yang penuh misteri”, dan yang dimaksudkan dengan itu adalah kuasa2 Alam, atau Nature. Semuanya terjadi karena kuasa kegaiban, misteri atau rahasia. Itu adalah Yin dan Yang. Dua kuasa yang berlawan dan membentuk tenaga gaib atau enerji yang menciptakan semua kehidupan dalam alam ini.

Saya menjawab, “Itu adalah hak anda untuk mengatakan begitu. Tapi saya juga berhak untuk menafsirkan arti kata Dao itu adalah, Jalan, Firman, dan Yang Mahakuasa yang telah menciptakan langit dan bumi dan sekalian isinya. Kalau anda mempunyai kesusahan dan dalam bahaya, dan anda mau berdoa: “Oh, Yin dan Yang, atau Oh yang penuh misteri, tolonglah aku!”, itu juga adalah hak anda sepenuhnya. Tapi saya lebih suka untuk berdoa: “Oh, Tuhan Yang Mahakuasa, Pencipta semesta alam, Engkau yang adalah Jalan dan Kebenaran dan Kehidupan, Allah Yang Mahakuasa, Yang tidak pernah berubah dari dulung sampai sekarang, tolonglah luputkan aku dari bahaya ini.”

Dia menjawab lagi bahwa saya seorang bodoh bahkan gila. Saya katakan saya berterima kasih karena itu membuktikan Alkitab saya benar karena dalam 1 Korintus 1:23 Rasul Paulus menuliskan: “tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.”

Nah, terserah apa yang hendak anda katakan. Mungkin saya salah, dan mungkin orang-orang penganut ajaran Taoisme itu benar, bahwa sesuatu yang Misterius, atau dua enerji yang berlawanan, Yin dan Yang, menciptakan semuanya. Tapi saya lebih merasa aman dan berbahagia untuk mempercayai bahwa “Dao” Jalan, Firman, Kebenaran itu, tidaklah lain dari Yesus Kristus yang adalah satu-satunya manusia yang berani mengaku, bahwa “Akulah Jalan, dan Kebenaran dan Hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku… barang siapa yang percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. (Yohanes 14:6,12,13,14).

Hanya ada dua kemungkinan disini. Yesus Kristus adalah gila atau Dia adalah benar-benar Pencipta dan Penguasa Semesta Alam yang Mahakuasa, dan orang Kristen didunia ini adalah orang-orang yang benar-benar berbahagia dan yang mempunyai satu-satunya pengharapan didunia yang makin suram, dan mendekati kehancurannya ini.

Mungkin ada diantara saudara-saudara yang pernah mendengarkan khotbah2 dari Professor Walter Veith, atau pendeta2 kita lainnya, tentang penggenapan2 nubuatan tentang Ambruknya peradaban dunia, dan rencana keji dari Tatanan Dunia Baru, yang mau menghancurkan bumi ini dan membunuh semua orang beragama, dan dari kekacauan dan kehancuran itu mendirikan suatu Dunia Baru dimana akan ada kebahagiaan dan kemewahan dibawah kekuasaan para elite yang disebut Illuminati. Yang belum pernah, silahkan membuka websitenya dan dengarkan khotbah ini:

dan juga silahkan simak video ini:

Sungguh suatu penghiburan yang terbesar dan tunggal, bahwa kalau kita percaya kepada Dia Yang digambarkan dalam Yesaya 9:5 dan 6 sebagai “Penasihat Ajaib, Allah Yang Mahakuasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaanNya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaanNya, karena Ia mendasarkan dan mengkokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.”

Saudara-saudara yang terkasih. Dalam waktu yang singkat didepan kita saudara akan mendengar berita2 yang menakutkan dan menyaksikan peristiwa2 yang mengerikan sehingga banyak yang akan ketakutan dan putus asa, serta rebah mati dalam kegentaran. Ini dinubuatkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Tapi kita yang percaya kepada Anak itu, sang Jalan dan Kebenaran dan Hidup, tidak perlu gentar sedikitpun. Dia sudah berjanji sedang menyediakan rumah-rumah kediaman. Istana-istana mahligai kencana, didalam Ibu Kota Kerajaan Allah, Kota Yerusalem Baru, yang permukaan jalan-jalan dan lantainya saja dibuat dari emas murni. Dia akan datang meluputkan kita dari kehancuran yang direncanakan hati dan tangan2 orang jahat di dunia ini. Kemuliaan bagi Allah Bapa kita dan Kristus Yesus Mesias yang dinubuatkan oleh nabi-nabi di Alkitab dan juga nabi-nabi Tionghoa.

Tuhan Yesus memberkati.

(Artikel ini hanyalah merupakan pendahuluan dari artikel-artikel lainnya tentang Nubuatan-nubuatan mengagumkan dari orang-orang yang dianggap suci oleh bangsa Tionghoa, dan ternyata sangat sesuai dengan nubuatan-nubuatan nabi-nabi Alkitab.)

PEMBAHARUAN (REFORMASI) DI PERANCIS — 12
Kemenangan Akhir – Ellen G. White

Lanjutan ….

Pada usaha berikutnya, dipilih alat yang lebih sederhana — seorang pemuda yang berpenampilan sederhana, sehingga ia disambut dingin bahkan oleh mereka yang mengaku sahabat-sahabat pembaharuan. Tetapi apalah yang bisa dilakukan oleh orang yang seperti itu, dimana Farelpun sudah ditolak? Bagaimanakah mungkin seorang yang kurang berani dan kurang pengalaman dapat menahan topan dimana seorang yang paling berani dan paling kuat sekalipun telah terpaksa melarikan diri? “Bukan dengan keperkasaan, dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam.”( Zakaria 4:6). “Apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan yang kuat.” “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia, dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.” (1 Kor. 1: 27, 25).

Froment memulai pekerjannya sebagai guru sekolah. Kebenaran yang diajarkannya kepada murid-murid di sekolah, diulangi oleh murid-murid itu di rumah mereka. Tidak lama kemudian para orang tua datang untuk mendengarkan Alkitab diterangkan, sehingga ruang kelas penuh dengan pendengar-pendengar yang aktif. Buku Perjanjian Baru dan risalah-risalah dibagikan dengan cuma-cuma, bahkan sampai juga kepada orang-orang yang tidak berani datang dengan terang-terangan untuk mendengarkan ajaran baru itu. Tidak lama kemudian pekerja inipun terpaksa juga melrikan diri. Tetapi kebenaran yang diajarkannya telah mengambil tempat dalam pikiran orang-orang. Pembaharuan (Reformasi) sudah ditanamkan dan terus semakin kuat dan semakin meluas. Para pengkhotbah kembali ke Geneva, dan melalui usaha-usaha mereka akhirnya perbaktian Protestan ditetapkan di Geneva.Kota itu telah dinyatakan bagi Pembaharuan pada waktu Calvin memasuki pintu gerbangnya, setelah melalui berbagai pengembaraan dan perubahan. Waktu kembali dari kunjungannya yang terakhir ke tempat kelahirannya, ia pergi ke Basel. Ketika didapatinya jalan yang langsung diduduki oleh tentara Charles V, ia terpaks mengambil jalan keliling melalui Geneva.

Dalam kunjungan ini, Farel menyadari pertolongan tangan Allah. Meskipun Geneva telah menerima iman yang dibaharui, namun pekerjaan besar masih harus dilakukan disana. Bukan sebagai masyarakat, tetapi sebagai perorangan orang-orang ditobatkan kepada Allah. Pekerjaan regenerasi atau pembaharuan hidup harus dilaksanakan di dalam hati dan dalam hati nurani seseorang oleh karena kuasa Roh Kudus, bukan oleh dekrit-dekrit konsili. Sementara orang-orang di Geneva telah meninggalkan kekuasaan Roma, mereka belum begitu bersedia untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tumbuh subur dibawah kekuasaannya. Untuk mendirikan prinsip-prinsip Injil yang murni disini, dan untuk mempersiapkan orang-orang ini mengisi kedudukan mulia kepada mana Allah tampaknya memanggil mereka, bukanlah suatu tugas yang mudah.

Farel yakin bahwa ia telah menemukan Calvin sebagai seorang yang bisa bersatu dengan dia untuk melakukan pekerjaan ini. Dalam nama Allah, ia memohon dengan sungguh-sungguh agar evangelis muda itu tinggal dan bekerja di situ. Calvin mengundurkan diri dengan ketakutan. Sebagai seorang pemalu dan yang cinta damai, ia takut berhubungan dengan orang-orang Geneva yang pemberani, yang bebas, dan bahkan yang mempunyai semangat yang keras. Kesehatannya yang buruk, ditambah dengan kebiasaannya yang rajin belajar, membuat ia mencari tempat untuk mengasingkan diri. Percaya bahwa melalui tulisan-tulisannya ia bisa melayani pekerjaan pembaharuan itu, ia ingin mendapatkan satu tempat retrit yang tenang untuk belajar. Di sana, melalui percetakan, ia mengajar dan membangun gereja-gereja. Tetapi nasihat Farel yang datang kepadanya sebagai satu panggilan dari Surga, ia tidak berani menolaknya. Tampaknya kepadanya, katanya, “bahwa tangan Allah direntangkan dari Surga, dan memegangnya, dan menetapkannya tanpa bisa dibantah ke tempat kemana ia akan pergi.” — D’Aubigne, “History of the Reformatin in the Time of Calvin,” b. 9, ch. 17.

Pada waktu ini pekerjaan dan kepentingan Protestan diliputi oleh bahaya besar. Kutukan paus menggeledek terhadap Geneva, dan bangsa-bangsa yang kuat itu mengancam untuk membinasakan. Bagaimana mungkin kota kecil ini dapat menahan hirarki yang begitu kuat yang telah sering memaksa raja-raja dan kaisar-kaisar untuk tunduk? Bagaimana mungkin ia bisa bertahan melawan tentara dari penakluk besar dunia?

Sepanjang sejarah Kekristenan, Protestantisme diancam oleh musuh-musuh yang menakutkan. Kemenangan pertama Pembaharuan berlalu. Roma membentuk pasukan baru, dengan harapan agar dapat membinasakan musuh-musuhnya. Pada waktu ini ordo Yesuit dibentuk, pembela-pembela kepausan yang paling kejam, yang bertindak semaunya dan sangat berkuasa. Mereka terputus dengan ikatan duniawi dan kepentingan manusia, mati terhadap kasih sayang alami. Pertimbangan dan suara hati nurani telah dibungkemkan seluruhnya. Mereka tidak mengenal aturan, tidak ada ikatan, kecuali dengan ordonya sendiri. Dan tidak ada tugas-tugas lain selain yang berhubungan dengan ordonya sendiri. — Lihat Lampiran. Injil Kristus telah menyanggupkan pengikut-pengikutnya untuk menghadapi bahaya dan menanggung penderitaan, tidak cemas menahan dingin, kelaparan, kerja keras dan kemiskinan, untuk meninggikan panji-panji kebenaran di atas para-para, di penjara bawah tanah dan di atas tiang pembakaran. Untuk melawan kekuatan ini, Yesuitisme mengilhami pengikut-pengikutnya dengan fanatisisme yang menyanggupkan mereka untuk menahan bahaya-bahaya dan menentang kuasa kebenaran dengan segala senjata penipuan. Tidak ada kejahatan yang terlalu besar untuk mereka lakukan, tidak ada penipuan yang terlalu keji merendahkan martabat untuk dilaksanakan, dan tidak ada penyamaran yang terlalu sukar untuk dikerjakan. Berjanji untuk terus menerus miskin dan hina, tujuan pelajaran mereka adalah mengumpulkan harta dan kuasa, dan bertekad untuk menggulingkan Protestantisme, dan mendirikan kembali supremasi kepausan.

Bilamana mereka tampil sebagai anggota ordonya, mereka memakai pakaian jubah kesalehan; mengunjungi penjara-penjara dan rumah-rumah sakit, melayani orang-orang sakit dan orang-orang miskin, mengaku sudah meninggalkan keduniawian, dan membawa nama Yesus yang kudus pergi melakukan kebajikan. Akan tetapi di balik penampilan luar yang tidak bercela ini sering tersembunyi maksud-maksud yang paling jahat dan paling mematikan. Adalah prinsip dasar dari ordo ini bahwa tujuan menghalalkan segala cara. Dengan kode atau prinsip ini, berdusta, mencuri, bersumpah palsu, dan membunuh, bukan saja bisa diampuni, tetapi patut dihargai, bilamana dilaksanakan demi kepentingan gereja. Dengan berbagai penyamaran mereka berhasil menduduki jabatan-jabatan pemerintahan negara, menjadi penasihat raja-raja dan membentuk kebijakan-kebijakan negara. Mereka menjadi hamba untuk memata-matai tuan mereka. Mereka mendirikan perguruan-perguruan tinggi untuk para bangsawan, dan sekolah-sekolah bagi rakyat jelata. Dan anak-anak orangtua pengikut Protestan diharuskan untuk mengikuti upacara-upacara kepausan. Semua kemegahan penampilan luar dan seragam perbaktian Romawi dilakukan untuk membingungkan pikiran dan untuk mempesona dan memikat imaginasi. Dengan demikian kebenaran yang diperjuangkan oleh orangtua dengan susah payah telah dikhianati oleh anak-anak mereka. Dalam wktu yang singkat kaum Yesuit telah menyebar ke seluruh Eropa, dan kemana saja mereka pergi maka kebangkitan kembali kepausan terjadi di tempat itu.

Untuk memberikan wewenang yang lebih besar kepada mereka, maka paus mengeluarkan satu perintah resmi untuk membentuk kembali lembaga Pemeriksaan (Inquisition) (Lihat Lampiran). Walaupun kebencian merajalela dimana-mana mengenai lembaga Pemeriksaan ini, bahkan di negeri-negeri Katolik sendiri, pemeriksaan kembali dibentuk oleh penguasa-penguasa kepausan, dan kekejaman-kekejaman yang sangat mengerikan dilakukan di terang hari, di ulangi kembali dilakukan di penjara-penjara bawah tanah yang dirahasiakan. Di beberapa negera, beribu-ribu bunga bangsa yang paling murni dan paling agung, yang paling intelek dan berpendidikan tinggi, pendeta-pendeta yang saleh dan berdedikasi, warga yang rajin dan patriotik, sarjana-sarjana yang brilian, seniman-seniman berbakat, pekerja-pekerja yang mahir, telah dibunuh atau terpaksa melarikan diri ke negeri lain.

Beginilah cara-cara yang dilakukan oleh Roma untuk memadamkan terang Pembaharuan itu, menarik Alkitab dari tangan orang-orang, mengembalikan kebodohan dan ketakhyulan Zaman Kegelapan. Tetapi dengan berkat-berkat Allah dan dengan kerja keras orang-orang yang mulia, yang telah dibangkitkan oleh Allah untuk menggantikan Luther, Protestantisme tidak bisa digulingkan. Bukan kepada persenjataan para pangeran ia berhutang budi untuk kekuatannya. Negeri yang paling kecil, bangsa yang paling sederhana dan paling lemah kekuatannya, menjadi benteng Pembaharuan. Kota Geneva yang kecil itulah, di tengah-tengah musuh-musuhnya yang perkasa, yang merencanakan kehancurannya; Negeri Belanda sendiri, yang berpantai pasir di laut sebelah Utara, yang berjuang melawan tirani Spanyol, kemudian paling besar dan makmur dari antara kerajaan-kerajaan; Swedia yang suram dan tandus itulah yang memperoleh kemenangan Pembaharuan.

Hampir selama tiga puluh tahun, Calvin bekerja di Geneva. Mula-mula mendirikan gereja yang mengikuti moralitas Alkitab, kemudian untuk memajukan Pembaharuan di seluruh Eropa. Tugasnya sebagai pemimpin masyarakat bukan tanpa kesalahan, bahkan doktrin-dotrinnya bukan tanpa kesalahan. Tetapi ia adalah suatu alat yang sangat penting untuk menyebarluaskan kebenaran pada zamannya, untuk mempertahankan prinsip-prinsip Protestantisme melawan gelombang balik kepausan yang cepat datangnya, dan untuk memajukan kesederhanaan dan kemurnian hidup di dalam gereja-gereja yang telah dibaharui, sebagai gantinya kesombongan dan kebejatan yang berkembang di bawah ajaran-ajaran Roma.

Dari Geneva, bahan-bahan cetakan keluar menyebarkan ajaran-ajaran yang telah dibaharui. Sampai sejauh ini, negeri-negeri yang telah mengalami penganiayaan terus mencari petunjuk, nasihat dan dorongan. Kotanya Calvin menjadi tempat perlindungan bagi para Pembaharu yang terus diburu diseluruh Eropa bagian Barat. Para buronan yang melarikan diri dari badai yang mengerikan, yang berlanjut selama berabad-abad, datang ke Geneva. Dalam keadaan lapar, luka-luka, kehilangan rumah dan keluarga, mereka disambut dan dipelihara dengan baik penuh kelemah-lembutan. Mereka mendapat rumah di sini. Mereka memberkati kota yang telah menerima mereka, dengan kecakapan, ilmu dan kesalehan mereka. Banyak dari mereka yang telah berlindung di sini kembali ke negeri mereka untuk melawan kelaliman Roma. John Knox, Pembaharu Skotlandia yang berani, banyak dari orang-orang Puritan Inggeris, Protestan Negeri Belanda dan Spanyol serta orang-orang Huguenots Perancis, membawa obor kebenaran dari Geneva untuk menerangi kegelapan di negeri mereka masing-masing.

Artikel Rohani I

Oleh: Pdt. Drs Reinhold Kesaulya, MPH

RANJAU DOSA BERKOMPROMI

lanjutan ……

Mari kita kembali kepada cerita penyelamatan dari kota Sodom dan Gomorah. Baca Kejadian 19:4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. 19:5 Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.”

Semua laki-laki, tua dan muda dari seluruh kota itu datang mengepung rumah Lot. Mereka meminta supaya kedua malaikat itu diserahkan kepada mereka untuk disodomi. Hubungan homoseksual sudah merajalela di Sodom sedemikian pula di jaman kita. Semua pria, besar kecil bahkan seluruh kota telah menderita homosex. Di kota ini Lot dan keluarganya tinggal. Permulaannya hanya berkemah dekat-dekat Sodom, sekarang sudah di dalam kota. Kompromi itu dimulai dengan mendekatkan diri, dan lama kelamaan terperangkap dalam dosa umum yang telah mewabah.

Rasul Paul telah menyatakannya dalam Roma 1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Tidak heran jika Tuhan membinasakan mereka. Anda boleh buka internet, Wikipedia dan sumber data di computer, maka anda akan dapati bahwa dosa Sodom (sodomi) ini sudah mewabah ke seluruh pelosok dunia. Itu berarti tidak lama lagi Yesus akan datang dengan api yang menghanguskan. Segera setelah dosa sodomi sudah memenuhi kota Sodom dan Gomora, maka api Surga menghancurkannya. Coba periksa dengan teliti Yesaya 1:9 Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.

Dunia Lot penuh dengan dosa sodomi dan dunia dewasa ini pula sudah penuh dengan dosa yang sama. Murka Allah akan segera dituangkan. Apakah kita adalah bagian dari “sedikit orang yang terlepas” itu? Puji Tuhan karena sebab kitalah maka dunia ini belum menjadi seperti Sodom dan seperti Gomora. Roma 1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Roma 1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Tuhan telah berikan bagi kita moral kompas di dalam hati agar kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Kesamaan ketiga (3) ialah: bahwa dunia kita telah didominasi dengan imoralitas, bahkan homosex dan lesbian sudah populer. Itulah sebabnya timbul berbagai penyakit kelamin sebagai efek sampingan antaranya STD = Sexual Transmitted Diseases, AIDS = Acquired Immuno Deficiency Syndrome dan sejenis lainnya.

Para pedosa abad 21 adalah masyarakat yang telah rusak moralnya.Ephesus 5:12 Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Dosa-dosa tersebut di atas dewasa ini sudah bukan menjadi rahasia lagi. Imoralitas mendominasi, homoseksual semakin menjadi-jadi popular dan mental pun sudah rusak total. Lihat di Internet beberapa contoh berikut ini bahkan ribuan yang akan anda temukan. Khusus perhatikan berita mengenai Gereja Presbiterian di USA mengijinkan pendeta mereka yang homoseks diurapi:

1. From the Internet: 11 countries where gay marriage is legal
By Keith Wagstaff | 2:35pm EST; April 16, 2013
2. Following Jesus While Rejecting the Bible? Yet Another Tragedy in Mainline Protestantism. AlbertMohler.com (Link) – Albert Mohler (May 11, 2011)
Yet another denomination has voted to ordain openly homosexual candidates to its ministry. Yesterday, the Presbyterian Church (USA) presbytery of the Twin Cities in Minnesota voted to approve a change to the church’s constitution that will allow the denomination’s 173 presbyteries to ordain persons without regard to sexual orientation.
3. How many people are lesbian, gay, bisexual, and transgender? by Gary J. Gates, Williams Distinguished Scholar

Ilustrasi: Beberapa tahun lalu di Amerika Selatan ditemukan sebuah kalung leher yang dibuat tahun 1368. Di bagian tengah kalung berbentuk ular ini tergantung sebuah batu permata yang di bagian tengah batu permata tembus pandang itu di tempatkan sebutir biji pohon “acacia”. Ketika ditemukan pada tahun 1968 batu yang sudah berumur 600 tahun itu dipecahkan dan biji pohon ditanam, bertumbuh, berbunga dan berbuah. Sedemikian pula dengan janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya. Walaupun telah beribu tahun berlalu, Firman Tuhan tetap tumbuh subur di hati yang mau menerimanya dengan sukacita. Yesus berkata: Lukas 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” 21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Banyak orang dewasa ini menunda-nunda dan berlambat-lambat untuk mencari Tuhan. Sama seperti Lot dan keluarganya sehingga mereka harus ditarik oleh malaikat untuk segera berlepas diri. Terimakasih kepada Tuhan karena malaikat-Nya masih menarik tangan Lot, isterinya dan kedua anaknya segera keluar dari kota Sodom. Apakah ada di antara kita yang menunda-nunda keselamatan? Tidakkah kita sadari bahaya yang sedang mengancam dunia dewasa ini? Ini bukan bahaya Perang Dunia III, bukan juga bahaya banjir, gempa bumi, perang nuklir, terorisme dan lain-lain. Tetapi perang yang membahayakan jiwa kita yang tidak sungguh-sungguh bertobat, bahkan yang masih berkompromi dengan dosa. Tidakkah kita sadari bahwa pehukuman dari Tuhan sudah akan dicurahkan? Tidak tahukah kita bahwa Tuhan sementara menarik kita dengan kasih-Nya? Tidak sadarkah kita bahwa Anak Allah telah menawarkan kasih dan kemurahan-Nya ketika Ia disalibkan agar saya dan saudara boleh selamat?

bersambung …..

Artikel Rohani II
Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

lanjutan …..

kalau tindakan dibaptiskan bagi orang mati mendapatkan kecaman dari rasul Paulusdan sudah pasti secara implisit ia pun mengecam dan tidak sepakat dengan ajaran yang bakal timbul di dalam sejarah gereja sesudah zaman para rasul bahkan di zaman pertengahan untuk mempraktekkan doa-doa bagi orang-orang kudus di Purgatori.
Para teolog Jesuit pada akhir dari abad-abad pertengahan, seperti St. Robert Bellarmine, secara umum berpegang pada anggapan bahwa di dalam beberapa cara penderitaan Purgatori adalah lebih hebat dari pada mereka yang di atas bumi. Paling tidak secara objektif kehilangan khayal sukacita kudus sesudah kematian, lebih buruk dari pada tidak memiliki harta apa-apa sekarang ini. Tetapi pada sisi subjektif, itu adalah satu pertanyaan terbuka. Mungkin penderitaan-penderitaan di dalam purgatori secara lambat laun berkurang, sehingga di dalam tahapan selanjutnya seseorang tidak dapat membandingkan penderitaan di atas bumi dengan keadaan jiwa yang sedang mendekati khayal Allah. Paham Purgatori yang mengajarkan para amat Katholik untuk berdoa bagi jiwa-jiwa dari orang yang sudah mati yang berada api penyucian itu adalah tidak Alkitabiah. Paham ini nampaknya dengan mudah mengikatkan diri dengan paham pengangkatan rahasia di dalam sekolah penafsiran futuris yang amat digandrungi oleh gereja-gereja Kharismatik bahkan sudah ada gereja Katholik Kharismatik,sehingga itu sudah berada di antara sekian banyak teori tentang Purgatoriantara lain: teori utama Katholik; kepercayaan utama Protestant di dalam satu peristiwa seketika dan tanpa menderita; teori Left Behind, yang mana menyatakan bahwa seseorang mati maka ketidak-sempurnaannyatelah ditinggalkan di atas bumi; bahkan ada teori “Allah Kedua berada di Neraka”, yang mana mengatakan purgatoribenar-benar menyakitkan tetapi hanya sesaat; dan banyak lagi teori lainnya.
Karena bereaksi terhadap doktrin Purgatori dari Roma Katholik, Luther padasuatu kesempatan menjelaskan keadaan intermediate sebagai satu jenis tidur. Pada kematian orang percaya tidur di dalam kubur menantikan Penghakiman Akhir dari pada sekedar menderita purgatori. . . . di dalam keadaan jiwa itu adalah kurang dari kesadaran penuh . . . Luther tidak dogmatis pada isyu ini, dan dalam tulisan-tulisan kemudian, ia muncul telah melunakkan posisi ini. Pernyataan revolusioner berani Luther bahwa “orang mati tidak tahu apa-apa” bertahan di dalam perlawanan yang tajam di masanya di mana jiwa-jiwa Kristen ditempatkan di beberapa intermediate state antara Firdaus dan Neraka. Bagi Luther, semua yang mati di dalam iman memiliki tempat mereka di dalam firman Allah dan di dalam janji Kristus. Jiwa-jiwa itu “beristirahat” dan “tidur” di pangkuan Kristus.
Beberapa teolog mengikuti Luther, menggunakan metafora “tidur” untuk menjelaskan kondisi manusia antara kematian dan kebangkitan. Jiwa tidur, sebagaimana yang diistilahkan pandangan ini, menikmati popularitasnya di antara banyak teolog. Memakai metafora yang dijumpai di dalam Perjanjian Baru itu sendiri (Kisah 7:60; 13:36; 1 Korintus 15:51; 1 Tesalonika 4:13-15, NRSV), Luther mempertahankan bahwa pada kematian seseorang masuk ke dalam tidur yang dalam dan tanpa bermimpi. Betapapun teori ini gagal untuk mempertimbangkan secara serius penggalan uraian Alkitab yang merujuk kepada eksistensi pribadi yang sadar sesudah kematian (band. Lukas 23:34). Memang Paulus nampaknya mengindikasikan bahwa pada saat kematian orang percaya dibawa secara langsung ke dalam hadirat Kristus (Filipi 1:21, 23). Namun inipun Paulus menggunakan ungkapan berlebih-lebihan untuk menjelaskan kerinduannya untuk segera bertemu Yesus seandainya Kristus mengijinkan dirinya langsung bangkitkan pada saat ia mengalami kematian.
Lebih lanjut, adalah keharusan untuk menarik berbedaan antara doktrin Roma Katholik tentang Purgatori dan satu kepercayaan umum di dalam gagasan maju atau pembersihan di dalam intermediate state dan kebangkitan yang mana beberapa teolog Protestan gambarkan. Walaupun Alkitab mengajarkan bahwa pada waktu orang sudah mati, kondisi pikirannya sudah tidak tahu apa-apa, jiwanya juga sudah mati (Pengkhotbah 9:5), namun para penganut Katholik percaya bahwa sesudah orang mati maka jiwanya akan masuk ke dalam api penyucian (purgatori) dan jiwa itu tidak akan pernah dapat keluar dari siksaan purgatori dan berpindah ke sorga kecuali ia dibebaskan oleh doa-doa orang yang masih hidup. Dr. Joseph Faa di Bruno mendefinisikan Purgatori sebagai berikut:

“Purgatori adalah keadaan penderitaan setelah kehidupan ini, di mana untuk sementara jiwa-jiwa ditahan, yang meninggalkan hidup ini sesudah dosa-dosa mereka yang mematikan telah diampuni atau dihapuskan sebagai noda dan kesalahan mematikan dan sebagai kesakitan kekal yang ditanggungkan kepada mereka, tetapi sebagai akibat dari dosa-dosa tersebut masih ada hutang hukuman duniawi yang harus dibayar, sebagaimana juga jiwa-jiwa yang meninggalkan kejahatan duniawi hanya yang bisa diampuni.”
Sedangkan definisi menurut Kamus Teologi, intermediate state adalah keadaan sementara jiwa seseorang yang eksis antara kematian dan kebangkitan secara universal, lalu doktrin Intermediate State(keadaan intermediate)berurusan dengan kondisi manusia antara kematian dan kebangkitan. Walter A. Elwelmencatat bahwaKekristenan secara umum merumuskan bahwa akan ada satu kebangkitan tubuh di akhir zaman. Sebab banyak orang secara fisik mati sebelum akhir zaman itu, di dalam apakah keadaan mereka eksis sampai pada masa itu? Keadaan itu disebut satu “intermediate state” (keadaan intermediate = keadaan antar waktu yang sementara) sebab keadaan itu berdiri antara keadaan kita sementara masih hidup di atas bumi dan keadaan akhir kita yang akan mencakup satu tubuh yang dibangkitkan. Di dalam Perjanjian Lama sedikit dinyatakan oleh Allah berkenaan dengan hal-hal spesifik kehidupan sesudahnya. Orang-orang percaya di dalam pengharapan terhadap apa yang Allah di dalam rahmat-Nya masih akan lakukan bagi mereka. Kepercayaan mereka adalah di dalam Allah yang akan pada akhirnya menebus mereka, dan jikalau hal-hal spesifik dari apa yang hendak berlangsung sesudah kematian belum jelas, iman mereka di dalam Allah dan dari kebangkitan ini sebuah jaminan yang Allah tidak akan mengabaikan mereka di dalam kegelapan. Di dalam beberapa contoh iman mereka mengambil tempat bentuk nyata, seperti dalam Mazmur 49:15, “Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka, ” atau di dalamAyub 19:25-27, “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.” Kebangkitan masa depan dibicarakan dalam Daniel 12:2. Tetapi apa pernyataan yang seksama dari mereka yang mati tidak akan disingkapkan secara terperinci. Menurut Walter A. Elwell, bahwa di dalam Perjanjian Baru, Yesus meneguhkan kepastian dari kebangkitan yang akan datang (Matius 22:23-30; Lukas 14:14 ; Yohanes 5:28-29) yang mana menurutnya, tentu saja, menuntut eksistensi sebuah keadaan intermediate. Dia mengutip penggalan-penggalan uraian yang menurutnya memberikan terang bagi paham ini, seperti dalam Matius 22:31-32, menurutnya Yesus menegaskan kebangkitan kedua orang mati, tetapi kemudian mengatakan tidak seorang pun benar-benar sudah mati, yaitu, menghabisi eksistensi. Sebab menurutnya Allah berkata, “Akulah Allah Abraham, Allah Israel dan Yakub, ” mereka belum mati, namun masih hidup. Lukas16:19-31 mengatakankita dua orang yang menahan kesadaran sesudah kematian mereka dan pencuri itu dikatakan di dalam Lukas 23:43, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

bersambung …..

Artikel Rohani III

Oleh : Sam Kamuh
BAIT, New England, US.

Tiga Cawan
.
Ada 3 cawan misterius yang akan dipakai minum oleh manusia hingga akhir zaman. Cawan yang pertama berisikan anggur Babilon, cawan yang kedua berisikan murka Allah dan cawan yang ketiga adalah cawan pengampunan yang ditawarkan Yesus Kristus melalui darah-Nya yang telah tercurah di kayu salib. Cawan manakah yang akan saudara pakai minum?

Mari kita buka Wahyu 14:8 Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: ”Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.’

Babel disini adalah sistim agama yang salah yang telah menyesatkan dunia sepanjang sejarah hingga pada akhir zaman. Anggur identik dengan ajaran atau doktrin. Yesus dalam Markus 2:22 mengatakan, anggur baru harus dituang kedalam bejana yang baru, artinya ajaran Yesus tidak boleh dicampur dengan ajaran orang-orang Farisi/Saduki/Pemimpin-pemimpin agama pada saat itu. Dengan kata lain, ajaran Yesus harus mendapatkan tempat yang baru yaitu hati yang baru agar bisa dicerna dengan baik.

Wahyu 17:2 menjelaskan tentang anggur yang sama yaitu anggur percabulan Babel. Jadi anggur Babilon adalah ajaran atau pandangan yang menyimpang dari Alkitab. Mereka yang meminum anggur ini sedang meracuni tubuh mereka sendiri yang pada akhirnya akan membawa mereka kepada kematian kekal. Anggur Babilon adalah ajaran yang bertentangan dengan 10 hukum Allah. Anggur Babilon menolak keselamatan lewat pengampunan dosa akibat melanggar hukum Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Kebanyakan orang meminum anggur ini tanpa sadar. Itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk mempelajari Alkitab secara pribadi agar kita tidak terjerumus dalam kontrin yang salah yang tidak sesuai dengan Alkitab. Seluruh dunia sedang meminum anggur ini. Inilah anggur yang paling laku dibeli orang. Jauhilah cawan ini.

Cawan yang kedua terjdapa tdalam Wahyu 14:10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.

Inilah sebetulnya jantung pekabaran tiga malaikat. Kalau saudara baca dengan seksama, mereka yang meminum anggur Babilon (Wahyu 14:8) akan juga meminum anggur ini yaitu anggur murka Allah. Jadi ada cawan yang berisi ajaran-ajaran yang sesat dan ada cawan yang berisi anggur murka Allah. Cawan yang kedua ini juga yang Yesus minum pada malam sebelum Dia mati. Saudara bisa baca Matius 26:39. Dia sangat mengasihi kita sehingga Dia lebih suka meminum dari cawan ini dan mati, agar kita yang seharusnya meminumnya, bisa selamat. Ini adalah cawan yang berisikan anggur murka Allah terhadap dosa seluruh dunia dimana hukum Allah telah dilanggar.

Cawan yang ketiga terdapat didalam Mat 26:27,28
(27) Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: ”Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. (28) Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Cawan ini berisikan darah Yesus yang merupakan cawan pengampunan dosa, ditawarkan kepada umat manusia agar semua pelanggaran mereka boleh dibasuhkan dengan darah Anak Domba. Cawan yang berisikan kuasa pengampunan dosa ini sangat mahal harnganya.

Kiranya Allah menolong kita agar kita boleh menolak anggur Babel, menolak anggur murka Allah, namun meminum sebanyak-banyaknya dari cawan yang berisikan darah pengampunan Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib agar kita bisa memperoleh kehidupan yang kekal.

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh Max Kaway

Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah
Kisah Para Rasul 8 & 9

Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar melalui umatNya pada gereja mula-mula. Seorang laki-laki, bernama Filipus, dia sangat sibuk menceritakan kepada banyak orang di kota-kota mengenai Yesus. Tetapi Tuhan mengirim dia ke padang gurun. Mengapa? Tuhan tahu ada seorang yang sedang dalam perjalanan di padang gurun, seorang pembesar di bawah pemerintahan Ratu Sri Kandake dari Etopia. Dia dalalm perjalanan pulang dan sedang mambaca sebuah Buku yang istimewa. Bisakah kamu menebak buku apakah itu? Saat Filipus manaati Tuhan, Tuhan memimpin dia langsung kepada pembesar yang sedang membaca Firman Tuhan tanpa mengerti artinya. Dia mengundang Filipus untuk bergabung dengannya. “Apakah artinya ini?” Pembesar itu bertanya kepada Filipus. Selama kereta itu tergoncang-goncang di sepanjang perjalanan di padang gurun, Filipus mulai berbicara dari ayat-ayat Firman Tuhan itu, dia berkhotbah tentang Yesus kepadanya.

Dengan segera pembesar Afrika itu mempercayai pesan Alkitab, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Sampai di sebuah mata air, dia berkata, “Apakah halangannya jika aku dibabtis?” Kemudian Filipus berkata, “ Jika tuan percaya dengan segenap hati boleh.” Saat pembesar itu menjawab, “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” Kemudian Filipus membawa dia ke air dan membaptiskan dia.
Segera setelah mereka kaluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus, dan pembesar dari Afrika itu tidak melihat dia lagi. Ia kembali ke Etiopia dengan sukacita! Tetapi beberapa orang membenci orang-orang Kristen. Stefanus, salah satu teman Filipus, dibunuh oleh orang-orang yang marah yang tidak menginginkan dia menceritakan tentang Yesus. Seorang laki-laki bernama Saulus dari Tarsus membantu untuk membunuh Stefanus. Saulus, berkobar-kobar hatinya untuk mengancam dan membunuh orang-orang Kristen, dia pergi kepada Imam Besar dan meminta surat kuasa darinya untuk menahan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Yesus.
Saulus dari Tarsus yang malang! Dia tidak tahu bahwa saat dia melukai umat Tuhan, sesungguhnya dia menyakiti Tuhan Yesus sendiri. Tuhan harus menghentikan Saulus. Tetapi bagaimana?

Tuhan “menahan” Saulus! Sementara Saulus dalam perjalanan ke kota Damsyik, Tuhan memperlihatkan suatu sinar yang luar biasa dari Surga. Saulus jatuh ke tanah. Kemudian terdengarlah satu suara. “ Siapakah Engkau Tuhan?” Saulus bertanya. “Akulah Yesus yang kau aniaya.” Dengan gemetar dan keheranan, Saulus menjawab, Tuhan, apa yang Engkau ingini untuk aku lakukan?” Dan Tuhan berkata kepadanya, “Bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat.”

Orang-orang yang besama Saulus juga mendengar Suara, tetapi tidak melihat seorangpun. Saulus bangun dari tanah- dan mendapati dirinya menjadi buta! Mereka manuntun dia masuk ke Damsyik.

Di dalam kota, Saulus selama tiga hari tidak dapat melihat dan juga tidak makan dan minum. Mungkin dia menggunakan waktunya untuk berdoa kepada Tuhan Yesus yang menemuinya di Damsyik.

Tuhan merencanakan semuanya. Di Damsyik ada seorang murid yang bernama Ananias. Tuhan mengirimkan dia untuk menolong Saulus. Ananias merasa takut. Tetapi dia menaati Tuhan. Saat dia menumpangkan tangan diatas Saulus, kebutaannya disembuhkan-dan Saulus dipenuhi dengan Roh Kudus.

Saulus dibabtis. Kemudian mereka makan, Dan saat dia selesai makan di merasa kuat. Saulus membutuhkan kekuatan. Dia mempunyai sesuatu yang sangat penting untuk dikerjakan. Dengan segera Saul berkhotbah tentang Kristus di rumah-rumah ibadah, dengan mengatakan bahwa Dia adalah anak Allah.

Kemudian semua orang yang mendengar menjadi heran, dan berkata, “Bukankah dia ini yang ingin membinasakan orang-orang Kristen?” Dan beberapa rencana disusun untuk membunuh Saulus.

Sejak saat itu Saulus si penganiaya orang Kristen hidup sebagai pengikut yang beriman kepada Tuannya yang baru yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Cerita Alkitab ini mengatakan pada kita tentang Allah kita yang hebat yang telah menciptakan kita dan ingin kita mengenal Dia. Allah tahu kita telah berbuat hal yang buruk, yang Ia sebut dosa. Hukum dosa ialah maut, tapi Allah sangat mengasihi kita. Ia mengutus putraNya, Yesus, untuk mati di kayu salib dan dihukum karena dosa-dosa kita, kemudian Yesus hidup kembali dan pergi ke Surga! Jika kamu percaya pada Yesus dan minta Dia mengampuni dosa-dosamu, Ia akan melakukannya! Ia akan datang dan tinggal di dalam kehidupanmu sekarang, dan kamu akan hidup bersama Dia selamanya.***

Inpirational Story

Mewariskan
Nilai Kehidupan
OLeh : Bredly Sampouw

Warren Buffet, pada tahun 2008, dinobatkan menjadi orang terkaya nomor satu di dunia. Bagaimana gaya hidupnya sebagai orang terkaya di dunia?

Ia mendonasikan 31 milliar dolar untuk kemanusiaan.
Ia masih tinggal dirumah lamanya di Ohama, rumah kecil dengan 3 kamar yang dibelinya 50 tahun lalu setelah menikah, rumah tanpa pagar dan tembok besar. Warren Buffet berkata, “Jangan membeli lebih daripada yang sungguh-sungguh Anda butuhkan dan dorong anak-anakmu untuk berpikir dan melakukan hal yang sama.”
Ia menyetir mobil sendiri tanpa sopir dengan mobil Volvo lamanya, tanpa pengawal dan bodyguard. Warren Buffet berkata, “Jadilah Anda apa adanya!”
Ia tidak pernah menggunakan pesawat jet walaupun memiliki salah satu perusahaan jet terbesar. Warren Buffet berkata, “Selalu pikirkan bagaimana anda bisa mencapai kesuksesan secara ekonomi.”
Gaya hidupnya sederhana, pulang ke rumah setelah bekerja, membuat Pop corn, lalu menonton Televisi, dan tidak pernah berkumpul dalam pertemuan society yang glamour. Ia tidak pernah menggunakan handphone, apalagi membeli model-model terbaru. Laptop tidak pernah ia pakai. Warren Buffet berkata, “Jangan pamer, jadilah diri sendiri dan nikmati hal yang Anda lakukan.”

Apa yang Warren Buffet wariskan bagi anak-anaknya?

Manusia terkaya di dunia 2008, Warren Buffet, memanggil ketiga anaknya sebelum merelakan 31 miliar dolar untuk disumbangkan ke Yayasan sosial. Terjadi “Transfer of Wealth” dengan penyerahan hak luar biasa. Siapa saja anaknya?
Howard Graham Buffet : Businessman, politikus, ahli pertanian, fotographer, Konservatori (perlindungan hewan) dan penulis buku.

Peter Buffet : Musikus, komposer, produser lagu, dan film.

Susie Buffet : Pengelola Buffet foundation.
Ketiga anaknya ini bekerja dan tidak ada yang menganggur untuk menikmati harta kekayaan orangtuanya yang belimpah. Ketiganya setuju melepas sebagian besar hak waris mereka kepada badan sosial untuk kemanusiaan.

Mengapa Warren Buffet melakukan hal ini? Harta yang seharusnya dapat diwariskan lebih untuk anak-anaknya, tetapi ia memutuskan untuk memberikan sebagian besarnya justru kepada badan sosial.?

Warren buffet berkata, “Saya mau memberikan kepada anak-anak saya secukupnya sehingga mereka bisa melakukan segalanya. Saya tidak memberi mereka terlalu banyak sehingga mereka merasa tidak perlu melakukan apa-apa.”

Manusia terkaya di dunia tidak hanya berhasil membangun dan mewariskan kekayaan secara fisik, tetapi berhasil mewariskan nilai-nilai yang benar tentang kekayaan kepada anak-anaknya, yang rela melakukan penyerahan hak waris atas kekayaan ayahnya kepada yang lebih membutuhkan.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Apa yang seharusnya kita wariskan kepada anak-anak kita? Apakah gaya hidup kita menjadi teladan yang baik bagi mereka? Apakah kita memakai barang-barang yang melebihi kemampuan kita untuk membeli? Apakah kita merasa bangga dengan barang-barang itu?

Untuk Dilakukan : “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah aku maka kamu akan memakan yang lebih baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” Yesaya 55 : 2

Warisan yang bernilai kekal akan bertahan dari generasi ke generasi, sementara warisan yang fana hanya akan membuat hidup merana. Sering kali kita mewariskan kepada anak-anak kita hal yang fana, sementara karena kita menginginkan agar anak kita sama dengan kita malah melebihi kita! Dari sudut pandang dunia sering orang tua menginginkan agar anak menjadi kaya, terhormat dan dikenal oleh dunia. Tetapi sudahkah kita berpikir hal surgawi dengan mereka? Jika keinginan orangtua agar anak diwariskan harta duniawi tanpa bekerja niscaya klak dihari kemudian akan menghadapi kesusahan ketika orang tua tiada! Tidak sedikit keluarga berantakan gara-gara masalah warisan. Untuk itu wariskanlah sekarang kepada anak-anak kita hal-hal surgawi bukan duniawi. Janganlah gara-gara warisan duniawi kepada anak kita, membuat kita tidak bertemu anak kita didalam kerajaan surga.

“Warisan surga kekal selamanya”

KKR “Pengharapan di Penghujung Sejarah” di Palopo
Dilaporkan oleh: Irma Pakasi – BAIT Palopo

Palopo [BAIT]. Bertempat di Hotel Mulia Indah Jl. Mangga No. 24 Kotamadya Palopo telah diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani “Pengharapan di Penghujung Sejarah” pada tanggal 11-17 Agustus 2013. Selama seminggu KKR ini mendapat perhatian besar bagi masyarakat di Luwu dan Kota Palopo, terlihat dengan antusias para pengunjung yang memenuhi Ballroom setiap malam.
Pdt. Dr. Jimmy R. Havelaar, MPH. sebagai Pembicara Utama KKR ini sekaligus mengadakan Seminar Kesehatan dari malam ke malam. Pada malam Pembukaan di buka oleh Pdt. M. L. Saluy, STh.MPH., Ketua Distrik Luwu Tana Toraja.

Pdt. Jebba selaku Ketua Panitia mengkoordinir jalannya KKR ini dengan baik sehingga baik anggota Jemaat dan Pendeta bisa bekerja sama dengan baik pula. Jemaat Palopo sebagai tuan rumah dipimpin oleh Pdtm. Alvianus Saleppang dan Ketua Paelongan juga sangat bersemangat dalam menerima dan menjamu tamu-tamu sehingga semua yang hadir terasa nyaman dan senang mengikuti acara demi acara.

Julul Pembahasan yang sudah dibawakan yaitu: Masih Adakah Pertolonganku? Masih Adakah Hutangku? Masih Adakah Cara Hidup yang Sehat? Masih adakah Landasan yang Benar? Masih Mungkinkah Itu? Dan “Setia Sampai Mati”. Sedangkan untuk Seminar-Seminar Kesehatan yaitu Pola Hidup Sehat yang hubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain Acara Ruang Persahabatan yang membagikan buku-buku Kemenangan Akhir, ada juga acara door prize yang membagikan hadiah khusus berupa telepon genggam yang diberikan oleh sponsor-sponsor KKR ini setiap malam. Pdt. Imanuel Lisupadang sebagai koordinator Acara mengatur sedemikian rupa sehingga acara dan lagu-lagu dibawakan secara teratur dan tepat jam 9 malam khotbah sudah selesai dan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan dari tamu-tamu dijawab oleh Pembicara baik itu pertanyaan tentang Firman Tuhan maupun tentang Seminar Kesehatan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuka mata hati bagaimana sebenarnya kebenaran Firman Tuhan itu. Penanya bisa mendapatkan rasa puas dan bisa membedakan mana yang benar dan salah. Semua yang sudah bertanya diberikan hadiah oleh Panitia berupa pulsa telepon. Berhubung dengan banyak yang antusias tentang Kesehatan maka pada hari Kamis pagi diadakan Seminar Khusus Kesehatan di Gereja Advent Palopo. Tamu-tamu bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran kesehatan dengan waktu yang lebih lama dan juga bisa bertanya secara langsung.

Pada penutupan KKR, Sabat 17 Agustus 2013 yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia telah menyerahkan diri kepada Yesus 8 jiwa melalui babtisan yang suci yang dipimpin langsung oleh Pembicara di Gereja MAHK Palopo. Pdt. H. Paingi selaku Ketua Tim Perlawatan menyatakan bahwa ada beberapa jiwa lagi yang masih dalam perguluman, semoga pada hari-hari mendatang jiwa-jiwa ini bisa mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebab mereka sudah mengetahui kebenaran Firman Tuhan.

Hari Sabat sore diadakan Konser Lagu-lagu Rohani yang dikoordinir oleh ibu Nita Tompunu dan Seminar Musik yang sudah dibawakan oleh Pembicara KKR. Sesudah tutup Sabat Panitia mengadakan rapat Pembubaran KKR, Pdt. Jebba Ketua Panitia dan Hartoyo Bendahara KKR melaporkan semua jalannnya KKR dan berakhirlah semua rangkaian kegiatan KKR “Pengharapan di Penghujung Sejarah”.

Parade Lagu Rohani “Bhineka Tunggal Ika” Jemaat Agape
Oleh: Beverly Runturambi, BAIT Balikpapan

Balikpapan [BAIT] Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh kaum muda di peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia adalah pentas seni dan budaya. Untuk itulah bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 68 yang jatuh pada hari sabat, Dept. Pemuda Advent Agape pimpinan Sdr. Marky membawakan acara spesial kemerdekaan yakni Parade Rohani Lagu Daerah yang dibawakan oleh anggota jemaat dari berbagai daerah yang ada di jemaat Agape. Daerah-daerah tersebut antara lain Ambon, Bandung, Dayak / Kalimantan, Jawa, Kupang, Medan, Sanger, Toraja, Tapanuli dan dari Manado sendiri terdiri dari berbagai daerah antara lain Bolaang Mongondow, Tondano, Tonsea, Tontemboan, Tombatu- Ratahan, dengan bintang tamu Kolintang Sukacita.

Diawal acara Sdr. Yance Pua Kood. Musik jemaat Agape membuka dengan renungan merdeka. Setelah membawakan puisi “Untukmu Negriku” Sdr. Wycliff Siregar dan Beverly Nangon langsung memimpin acara Parade. Dalam acara ini para anggota jemaat membawakan lagu rohani dengan menggunakan bahasa daerah dan setelah itu secara singkat menceritakan sejarah Advent masuk di daerah mereka. Salah satu tujuan dalam acara ini yakni saling memperkenalkan pekabaran Advent di daerah masing-masing.

Pukul 4 sore acara dimulai. Awalnya waktu yang diperkirakan untuk acara ini sekitar 2 ½ jam namun dalam pelaksanaanya ternyata waktu tersebut tidak cukup, setelah tutup sabat acara masih tetap dilanjutkan. Puji Tuhan semua anggota masih antusis mengikuti acara ini hingga selesai pada pukul 19.30 wita. Dan acara masih berlanjut dihalaman gereja dimana Kolintang Sukacita menghibur anggota jemaat dengan lagu2 daerah lainnya yang telah mereka persiapkan. Walaupun berbeda suku dan bahasa “Torang Samua Basudara”.

GEMA PENGHARAPAN MINISTRY
DALAM PELAYANAN
Oleh: Handry Sigar, BAIT Airmadidi, Minahasa Utara

Minahasa [BAIT]. Melihat tanda-tanda kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat maka kelompok nyanyi Gema Pengharapan yang bernaung dalam GP Ministry ingin berpartisipasi untuk menggemakan pekabaran melalui lagu-lagu pujian bahwa Tuhan segera akan datang.

Dalam kunjungan pelayanan ke jemaat, Gema Pengharapan melalui khotbah dalam lagu pujian selalu mengangkat satu tema yaitu “Ta So Rindu Mo Pulang” sesuai lagu terakhir dari rangkaian lagu-lagu dalam kebaktian khotbah.

Tak dapat dipungkiri, di akhir zaman ini banyak umat Tuhan yang sedang terlena dengan kesenangan dunia, mengumpul harta sebanyak-banyaknya, mengejar jabatan/posisi, berinvestasi dimana-mana sehingga mulai lupa target utama kita yaitu dunia yang baru yang Tuhan sudah sediakan bagi umatNya yang setia padaNya. (Yoh. 14 : 1 – 3)

Beberapa kunjungan pelayanan telah dilakukan oleh GP di pertengahan tahun 2013 antara lain kunjungan ke jemaat Kenangan, Watumea pada hari sabat 22 Juni 2013. Letak gereja yang tepat menghadap danau Tondano menambah kesejukan para anggota jemaat sementara mendengarkan pekabaran melalui rangkaian lagu pujian yang mengajak semua umat Tuhan untuk bersedia menyambut kedatanganNya.

Sebulan kemudian, tepatnya pada hari sabat tanggal 20 Juli 2013, kembali GP mengadakan pelayanan ke jemaat Ranotana, Manado. Pdt. Reintje Boyoh dalam konklusi khotbahnya mengajak seluruh anggota jemaat untuk bersedia setiap saat menyambut kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat. Sesudah jamuan makan bersama dengan anggota jemaat, Gema Pengharapan menyanyikan beberapa buah lagu pengharapan dan dalam perjalanan pulang ke Airmadidi, singgah di RSA Manado untuk menyanyi dan berdoa di kamar Sdr. Joppy Raranta yang kebetulan sedang dirawat disana.
Dua minggu kemudian tepatnya pada hari sabat 3 Agustus 2013, kembali GP mengadakan pelayanan di jemaat Kanaan Airmadidi yang kebetulan pengkhotbahnya adalah Pdt. Reintje Boyoh. Dalam khotbahnya yang berjudul “First Vision” beliau menguraikan suka-duka perjalanan umat Tuhan sampai menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali.
Jemaat RSA Manado menjadi target selanjutnya dalam kunjungan pelayanan Gema Pengharapan pada hari sabat 10 Agustus 2013. Kembali pada judul semula “Ta Sorindu Mo Pulang”, acara khotbah dalam lagu pujian yang dipandu oleh Pdt. Reintje Boyoh di bantu Olsen Sakul dan Melvin Boyoh menjelaskan rangkaian lagu-lagu pujian sekaligus mengajak seluruh anggota jemaat supaya selalu punya kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan, manakala Dia datang untuk menjemput umatNya yang setia.

Kunjungan terakhir Gema Pengharapan di bulan Agustus 2013 ke jemaat Wineru, Likupang Timur. Kebetulan GP diundang oleh jemaat tersebut sehubungan dengan penutupan KKR Pemuda di wilayah tersebut.
Awalnya kelompok nyanyi GP hanya diundang untuk membawakan lagu pujian, tetapi ketika berdiskusi dengan pendeta dan tua-tua jemaat, mereka memohon agar GP mengadakan pelayanan di acara kebaktian khotbah melalui rangkaian lagu-lagu pengharapan. Pelayanan di jemaat Wineru diakhiri dengan santap siang bersama yang telah di siapkan oleh seluruh anggota jemaat Wineru.

Anggota kelompok nyanyi Gema Pengharapan yang aktif dalam rangkaian kunjungan pelayanan ke beberapa jemaat antara lain;

1. Bradly Adolong – 1st tenor, Jemaat Yordan Airmadidi.
2. Sandy Adolong – 1st tenor, Yordan Airmadidi
3. Melvin Boyoh – 2nd tenor, Kanaan, Airmadidi
4. Marthen Repi – 2nd tenor, Kanaan, Airmadidi
5. Handry Sigar – 2nd tenor, Kanaan, Airmadidi
6. Novry Korengkeng – Bariton, Bukit Zaitun, Airmadidi
7. Alex Maramis – Bariton, Wineru, Likupang Timur
8. Jhonson Sumarauw – Bass, Bukit Zaitun, Airmadidi.
9. Olsen Sakul –Bass, Kanaan, Airmadidi
10. Jones Mumek – Bass, Agape, Tumaluntung
11. Edwin Palendeng – Bass, Mokupa, Tanahwangko
12. Winny Maramis – Bass, Tumaluntung

Gema Pengharapan didirikan pada awal bulan November 2010 dan sudah melayani berbagai jemaat di Minahasa Utara, Bitung, Manado, Minsel, Mitra sampai ke Bolaang Mongondow baik dalam kebaktian khotbah maupun acara KKR serta pertemuan jemaat.

Tolong doakan, semoga pelayanan kelompok nyanyi ini boleh terus berlanjut dan mendatangkan manfaat buat umat-umat Tuhan dalam menyambut kedatanganNya.

KKR RING ROAD MANADO
Oleh Tim Bait

Manado [BAIT]. Ruas Jalan Ring Road dibilangan Citra Land menjadi pilihan bagi Grup Peduli Yohanes Rumah Sakit Advent Manado untuk Evangelisasi. Rumah Sakit Advent Manado mempunyai tiga kelompok peduli yakni KP Yohanes, KP Petrus dan KP Yakobus. Judul KKR adalah “Pilihanku, Masa Depan Bersama Dokter Agung”. Acara ini digelar dihalaman parkir pertokoan dan mendapat support dari seluruh anggota Care Group yang telah diadakan pada tanggal 18-20 Agustus 2013.

Menjadi pembicara utama adalah Ev. Helly Maliangkay AMd Kep. SH, Ev. Dr. Larry Langingi dan Ev. Jeinner Rawung S Psi, MPd. Disamping itu acara dari malam kemalam disertai dengan pembahasan mengenai Rumah Tangga dan Kesehatan yang dibawakan berupa Seminar oleh dr. Gerard Langingi, Donny Sahensolar SKep. dan M. R. Mambu Ph.D.

Masyarakat yang datang mendengarkan Firman Tuhan mendapatkan pula pelayanan kesehatan gratis oleh Tim Kesehatan RSA yang dipimpin oleh John Sitorus SKep. Selanjutnya semua peminat yang ingin untuk mempelajari Firman Tuhan lebih lanjut diarahkan ke Gedung Mapalus Kantor Gubernur dalam KKR besar yang diadakan oleh Pimpinan Konferens Minut/Malut.

Pdt. WALEAN REVIVAL DI RSA MANADO
Oleh: Jeiner Rawung, BAIT Manado

Manado [BAIT]. Menghadapi kedatangan Yesus yang ke II kali persiapan Jemaat sangat di perlukan. Dengan maksud itu Pdt. Dr. Robert Walean Jr mengadakan acara Revival dan Reformation di Rumah Sakit Advent Manado bertemakan “7 Jemaat Kuno di buku Wahyu”. Lima pembicaraan yang disampaikan mengupas ke tujuh jemaat yang terdapat didalam Wahyu 2-4 secara mendalam dikaitkan dengan keadaan kerohanian Jemaat diakhir Saman.

“Kami merasa sangat dikuatkan dengan pembahasan yang rinci mengenai Jemaat-jemaat dahulu dikaitkan dengan keadaan iman kami sekarang” tutur Octavia Lensehe, seorang perawat menerangkan. Kita akan mengundang lagi Pdt. Walean diwaktu mendatang memberikan pencerahan ditopik yang lain selanjutnya kata Pdt. Jeff Bakulu, Pendeta RSA Manado.

DIREKTUR RSAM BERBICARA DI FISDAC DAN IPSDAC
Oleh: Jufrie Wantah, BAIT, USA

New Jersey USA [BAIT]. Direktur Rumah Sakit Advent Manado (RSAM), Eddy Antou, MD, berkunjung di First Indonesian Seventh-Day Adventist Church (FISDAC), South Plainfield, New Jersey dan menjadi guest speaker di FISDAC. Dengan ditemani oleh sang isteri Mona Antou, CE, Kepala Maintenance RSAM selain berkhotbah pada Sabat (17/8) bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, juga mengadakan health seminar pada petang harinya. Dalam mengawali khotbahnya antara lain Eddy Antou, MD, menceritakan bagaimana Tuhan memimpin RSAM ini dari 7 orang karyawan pada waktu beliau dipanggil untuk memimpin RSAM (2007) hingga kini telah memiliki karyawan sebanyak 285 orang. Khotbahnya yang berjudul “Kehendak Allah” dilandaskan dalam Roma 9 : 18 sebagai ayat inti beliau. Cuplikan RSAM melalui LCD dipantulkan di layar selama kurang lebih 5 menit mengenai kegiatan RSAM.

Dalam khotbahnya antara lain beliau mengatakan sedikitnya ada 4 hal yang harus kita penuhi agar belas kasihan Tuhan berlaku dalam kehidupan kita yaitu 1) Sungguh-sungguh mendengar firman Tuhan, 2) Berbuat benar di hadapan-Nya, 3) Mendengar dan menurut semua perintah-Nya, 4) Memperhatikan dan menghidupkan semua ketetapan-Nya. Children’s homily dibawakan oleh Jennifer Assa, sedang Special Song oleh Jennifer Lalaki. Ministry in Music berupa duet Febriyando Nainggolan dan Tulus Nainggolan serta The Girls Generation.

Pada petang harinya dalam acara health seminar Eddy Antou, MD, membahas dasar-dasar nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti 1) Carbohydrate, 2) Fat, 3) Protein, 4) Water. Selaiin itu beliau juga mengemukan pentingnya buah-buahan yang harus dikonsumsi karena buah-buahan mengandung 1) Carbohydrate, 2) Fat, 3) Protein, 4) Water, 5) Multivitamin, 6) Phytonutrient. Acara semakin menarik karena dilanjutkan dengan tanya jawab dari hadirin dengan moderator Michael Rotinsulu.

Pada acara Malam Permintaan Doa yang diadakan pada Selasa (20//8) di kediaman salah satu anggota Indonesian Pioneer Seventh-Day Adventist Church (IPSDAC), New Jersey, Eddy Antou, MD, telah memberikan renungannya. IPSDAC kini digembalakan oleh Pdt. Adrie Legoh, DMin, dan menurut rencana Eddy Antou, MD, dan isteri akan meninggalkan New Jersey Rabu (21/8).

GEMBALA FISDAC BERBICARA PADA SABAT PENDIDIKAN DAN MEMORAL SERVICE
Oleh: Jufrie Wantah, BAIT, USA

New Jersey USA [BAIT].Gembala First Indonesian Seventh-Day Adventist Church (FISDAC), South Plainfield, New Jersey yaitu Pdt. Steven Rantung, PhD, berbicara pada Sabat Pendidikan (10/8) dan pada Sabat Memorial Servive (17/8). Dari 8 murid anak anggota yang berpindah ke jenjang kelas yang lebih tinggi 1 murid yang tidak hadir, karena pindah sekolah di negara bagian Colorado. Ke-tujuh murid yang mengikuti acara penamatan di FISDAC adalah 1) Jennifer Lalaki (High School Graduate), 2) Jennifer Assa (High School Graduate), 3) Jason Lalaki (9th Grader), 4) Shawn Rantung (6th Grader), 5) Tiffany Dien (5th Grader), 6) Bryan Tilaar (1st Grader), 7) Naomi Liem (1st Grader). Sedang yang in-absentia adalah Jonathan Assa (9th Grader).

2013 Commencement Exercises dipimpin oleh Elder Charles Dien dengan pembawa Sermon Baccalaureatte oleh Pdt. Steven Rantung, PhD, selaku gembala jemaat, didampingi oleh Elder Julia Sulu dan Anna Rantung mengenakan jubah penamatan. Dalam khotbahnya antara lain Pdt. Steven Rantung, PhD, mengutip Proverb 1: 7 dan tulisan pena inspirasi Ellen G. White dalam Education pp 7 & 8 serta beliau mengelaborite tiga prinsip yaitu: 1) Knowledge, 2) Understanding, 3) Wisdom dan memberikan contoh kehidupan salah satu tokoh dalam Perjanjian Lama yaitu Musa. Ministry in Music oleh Class of 2013 diikuti oleh Primary dilanjutkan dengan tribute to parents oleh Jennifer Lalaki. Yelli Dien selaku pemimpin Departemen Pendidikan memberikan Awards & Recognition kepada semua anak-anak FISDAC yang sedang bersekolah.

Pada acara Memorial Service atas meninggalnya ayah mantu dari Evi Tumanung yaitu Angel Marrero Sr. (10/02/1946-08/09/2013) di New Jersey acara dipimpin oleh Elder Albert Kawuwung. Riwayat Hidup dibacakan oleh Lina Tampubolon dan Khotbah penghiburan oleh Pdt. Steven Rantung, PhD, antara lain beliau mengungkapkan bahwa kira-kira seminggu sebelum Almarhum meninggal beliau sempat melawat dan mendoakan Almarhum serta terkesan dengan satu kata “Glory” yang diucapkan oleh Almarhum yang menjadi topik renungan beliau dalam acara Memorial Service. Kata sambutan mewakili FISDAC oleh Elder Julia Sulu sekaligus dengan lagu pilihan solo dan mewakili Indonesian Pioneer Seventh-Day Adventist Church (IPSDAC) oleh Pdt. Adrie Legoh, DMin, serta ucapan terima kasih mewakili keluarga oleh Elder Ramly Siwi.

Zhen Li Youth Ministry Tour
Pdt. Jacky Runtu, Gembala Jemaat Zhen Li (BAIT Jakarta)

Kalimantan [BAIT]. Ah hanya sekedar ambil judul karena ingat waktu sekolah ada yang namanya Study Tour dimana anak-anak sekolah diajak jalan-jalan menuju tempat-tempat yang bisa dijadikan bahan pelajaran, maka Zhen Li Youth Ministry tour [ ZLYMT ] juga mengajak orangmuda jalan-jalan menuju tempat-tempat yang bisa dilayani. Tempat yang terpilih tahun ini ialah Desa Pana di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Untuk menuju ke tempat ini dari Jakarta dengan pesawat terbang via Pontianak lalu meneruskan dengan jalan darat. Karena jalannya sama sekali tidak tersentuh dampak lebaran, tidak terlihat sama sekali ada perbaikan jalan. Setelah sekitar dua jam jalan mulus maka sisanya sekitar 4 jam dilalui dengan jalan yang sangat buruk.

Berangkat dengan komposisi 2 orang pendeta, satu dokter, satu perawat dan 27 orangmuda lainnya serta seorang anak kecil berusia 3 tahun, dibagi dalam empat Trip. Trip pertama dipimpin oleh Koordinator Project ZLYMT Sdr Maruli Girsang terdiri dari 12 orang yang disebut sebagai 12 Pengintai berangkat terlebih dahulu yaitu hari Jumat tanggal 02 Agustus 13 dan bermalam di guest house salah satu anggota jemaat Samarinda yang punya usaha juga di Pontianak. Selain diberikan tempat bermalam, beliau juga memberikan satu mobil Van untuk kami gunakan selama Ministry Tour ini dan juga bantuan dana untuk Pengobatan Gratis. Kami juga mendapat 2 mobil sejenis Van tambahan yaitu 1 mobil dari kantor Daerah dan 1 lagi dari Klinik.

Berbicara mengenai pencarian dana, ZLYMT menghabiskan dana sekitar seratus dua puluh juta rupiah. Pencarian dana dilakukan dengan cara jualan kaos, payung, handuk, keripik dan yang paling seru adalah Garage Sale dimana kami menerima pakaian ataupun barang-barang yang masih baik tetapi sudah tidak dipakai dan kami jual kembali. Demikian juga terima kasih kepada jemaat Hua An Bandung yang telah memberi kami kesempatan untuk melayani di hari Sabat dan pulang mendapatkan dana bantuan. Bantuan juga kami dapatkan dari Kalbe Farma, UIKB, Daerah Kalimantan Barat, Klinik Advent Pontianak, Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Hamba Allah dari GMAHK maupun denominasi lain dan tentu saja para donator dari jemaat Zhen Li sendiri ditambah uang komitmen masing-masing anggota Tim.

Hari Sabat tanggal 03 Agustus 12 pengintai berbakti di jemaat Agave Pontianak dan meneruskan dengan acara PA sampai tutup Sabat di Tugu Katulistiwa. Hari Minggu pagi dengan didampingi Ketua Daerah yaitu Pdt Yance Fina dan juga Plt. Direktur Klinik Advent Pontianak yaitu Sdr Demisianus Rame Dida yang panggilan akrabnya Bang Aka, keduabelas pengintai berangkat menuju lokasi pelayanan dan tiba sekitar jam 16.00 dan segera bersiap untuk KKR hari Pertama. Pembicara Utama dalam KKR ini adalah Pdt Jimmy Havelaar, Direktur Kesehatan UIKB. Selain KKR Kerohanian juga diadakan Seminar Kesehatan yang dibawakan oleh Gaby Havelaar, Gladyz Doloksaribu, Melati Silalahi, Imelda Batubara dan Maruli Girsang. Demikian juga KKR semakin meriah karena diselingi paling sedikit dua lagu istimewa yang dibawakan oleh Zhen Li Youth Choir yang dilatih oleh Sdr Dony Sihite KKR diadakan di gereja Advent Pana yang letaknya bersebelahan dengan Balai desa. Di Balai desa inilah rombongan tidur dengan beralaskan tikar, sleepingbad, dan kasur angin yang mereka bawa dari Jakarta. Demikian juga dengan mandi, yang biasanya di kamar mandi dengan ruang tertutup maka kini tim harus membiasakan diri mulai sekarang mandi di alam terbuka di sungai. Para wanita yang mandi harus menutupi tubuh mereka dengan sarung sementara pria bisa ala kadarnya saja menutupi bagian tubuh mereka yang harus ditutupi. Kedatangan Trip Pertama ini disambut oleh Pdt Daniel Simanjuntak gembala jemaat distrik Sanggau dan juga Pdt Gerbin Tamba yang adalah Direktur PA Daerah Kalimantan Barat yang sudah datang terlebih dahulu mempersiapkan pelayanan dari Ministry Tour ini. Malam Pertama KKR pun dimulai yang dibuka oleh ibu Kepala Desa setempat.

Trip Kedua yang dipimpin oleh Ketua ZLYMT ini, Sdr Rony Lingga, berangkat hari Minggu tanggal 04 Agustus 13 sebanyak 17 orang yang mana dari bandara Supadio Pontianak sekitar jam 22.00 dengan bus tanpa AC mirip Metromini langsung menuju ke desa Pana Sanggau dan tiba sekitar jam 04.00 pagi hari Senin tanggal 05 Agustus. Sekalipun saat ini sudah bergabung 29 orang namun karena sebagian besar baru tiba maka pelayanan Charity Clinic atau Pengobatan Gratis yang Pertama dari rencana 4 titik tetap harus dijalankan oleh 12 pengintai. Tetapi karena di 12 pengintai ini baru ada 1 dokter yaitu dr Vika Cokronegoro dan 1 perawat yaitu Bang Aka sedangkan koordinatornya adalah perawat Imelda Batubara, baru datang di Trip Kedua maka walaupun belum tidur cukup karena hanya tidur ayam di bus selama perjalanan Pontianak – Sanggau, Imelda harus tetap ikut acara Pengobatan Gratis yang tempatnya pun bukannya dekat tetapi di Kabupaten yang berbeda yaitu Kabupaten Sintang di desa Penyangka Dua dengan lamanya perjalanan 4 jam bukan karena jarak yang jauh tetapi karena jalan yang jelek. Sementara itu rombongan Trip Kedua sudah harus bersiap untuk KKR malam Kedua, datang Trip Ketiga hanya satu orang yaitu Sdr Mario Setia yang bergabung bersamaan dengan Pdt Erinchan Naibaho, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat.

Esok harinya, hari Selasa pelayanan Pengobatan gratis diadakan di desa Engkodi kabupaten Sanggau dengan lama perjalanan 2 jam. Adapun sistem pelayanan Pengobatan Gratis ini berjalan tertib dan teratur karena memiliki banyak petugas yang mengarahkan sehingga lebih banyak yang terlibat. Pasien yang datang akan dikumpulkan dulu untuk penyuluhan singkat tentang Newstart. Setelah berdoa buka, maka pendaftaran dimulai sesuai dengan nomor yang sudah pasien terima. Dari bagian pendaftaran akan ada yang mengantar ke bagian pemeriksaan tensi dan berat badan. Setelah itu akan ada lagi yang mengantar ke pemeriksaan dokter. Setelah diperiksa dokter akan diantar ke tempat tunggu pengambilan obat. Setelah mendapatkan obat, pasien masih akan diantarkan ke bagian pelayanan doa yang dilayani bukan hanya oleh pendeta tetapi juga oleh orangmuda lainnya. Yang bertugas secara berganti di bagian pelayanan doa ini ialah Pdt Jacky Runtu, Pdt Daniel Simanjuntak, ibu Pdt T. Havelaar, Rony Lingga dan Maruli Girsang.

Malam Ketiga hari Selasa KKR berjalan lebih baik. Tamu-tamu yang hadir semakin bertambah, sementara itu Trip Keempat berjumlah tiga orang dipimpin oleh Ketua Jemaat Zhen Li yaitu Daniel Sibuea, tiba di Pontianak dan baru tiba sore hari Rabu karena mereka bermalam di Pontianak dan baru berangkat ke Sanggau hari Rabu pagi.

Pada hari Rabu Pelaksanaan Pengobatan Gratis diadakan di desa Entakai. Jarak tempuh bertambah singkat. Hanya satu jam perjalanan. Tetapi kita tidak bisa menggunakan kendaraan Van yang kita bawa karena jalan sangat rusak dengan lobang-lobang yang besar sehingga kita harus menyewa truk. Makin seru saja Tim ZLYMT ini dengan pengalaman naik truk melewati jalan berlubang. Sepulang dari Pengobatan Gratis, bersiap kembali untuk KKR. Kini sudah masuk Malam Keempat. Semua tamu-tamu adalah orang Dayak dari berbagai denominasi gereja. Malam ini pembahasan begitu keras karena diungkapkan dengan gamblang tentang perintah keempat dan apa yang menjadi kebiasaan Yesus. Maka sebagai pengikut Yesus maka kita harus mengikuti kebiasaan Yesus. Kalau tidak ikut kebiasaan Yesus, maka kita akan mengikut siapa ? Itulah bagaimana Pdt Jimmy Havelaar menantang kita semua yang hadir.

Hari Kamis adalah hari terakhir kita mengadakan Pengobatan Gratis yang kali ini tidak perlu melakukan perjalanan karena diadakan di desa Pana tempat KKR dibuat dan tempat dimana kita tinggal. Sore harinya hujan turun cukup lebat yang pastinya mengganggu KKR karena banyak yang tidak bisa hadir dengan jarak yang jauh dan jalan yang tidak baik dan mereka harus datang dengan sewa truk. Malam ini juga adalah panggilan pertama untuk baptisan. Akhirnya yang maju hanya dua orang. Malamnya tim belum bisa tidur karena kita harus mengevaluasi bagaimana agar KKR berjalan lebih baik lagi. Kita diajak lebih banyak berdoa dan berbeban untuk keselamatan jiwa-jiwa.

Hari Jumat tidak ada pelayanan di pagi hari. Tetapi kelihatannya digunakan oleh para pendeta untuk lebih giat melawat. Selama beberapa hari sebelumnya tim ZLYMT juga turut melawat. Mereka yang tidak kebagian untuk ikut melayani ke Pengobatan Gratis akan turut dalam perlawatan. Tim Perlawatan juga dibantu oleh dua orang TSPM yaitu Pak Silas yang melayani di Entakai dan juga Pak Rang yang melayani di Pana. Hanya di hari terakhir ini perlu juga diisi rekreasi. Rekreasi dibagi dua. Rombongan pertama dengan hanya satu mobil Van isi 8 orang berangkat ke perbatasan Malaysia – Indonesia dan masuk ke wilayah Malaysia sampai ke kota Serian. Sedangkan yang lainnya menikmati rekreasi ke Goa Maria, tidak jauh dari kota Sanggau, suatu tempat untuk berdoa dan meditasi tetapi juga indah karena disini ada air terjun yang dijaga kebersihan dan keindahannya.

Pada malam terakhir KKR, hari Jumat cuaca cerah. Ada tambahan tamu yang memang hanya bisa datang di hari terakhir dan akan bermalam di Pana yaitu dari Sintang yang dibawa oleh gembala jemaatnya yaitu Pdtm. Hutabalian, maka lengkaplah kemeriahan malam terakhir. Di dalam gereja tidak dapat lagi menampung sampai penuh terisi teras halaman luar. Pada acara ini juga ditampilkan peragaan ayat hafalan, lagu pujian dan juga hasil-hasil ketrampilan dari tim pelayanan anak-anak. Tim ini setiap malam juga melayani anak-anak yang diberi nama Acara Pembangunan Tabiat Anak dan pada hari Sabatnya ditamatkan hampir 100 orang anak. Tim ini dibawakan oleh ibu Pdt Nelly Runtu, ibu Pdt T. Havelaar, Melati Silalahi dan Cheryl Liow. Pada waktu panggilan baptisan, gantinya 2 orang sebagaimana yang terjadi malam sebelumnya, kali ini maju 22 orang menyerahkan diri. Puji Tuhan.

Besoknya, setelah selesai kebaktian Sabat maka diadakan baptisan. Sekali lagi terpujilah nama Tuhan, karena ternyata yang datang dibaptis bukan lagi 22 orang tetapi 24 orang. Pdt Jimmy Havelaar sebagai pembicara dan juga Pdt Jacky Runtu berkenan membaptiskan mereka di sungai di belakang gereja. Sehabis baptisan ada kabar bahwa sebenarnya ada lagi 7 jiwa yang mau dibaptis tetapi karena ada halangan kendaraan maka tidak berhasil tiba di lokasi pertemuan. Belum habis lagi berita sukacitanya, karena dokter yang ikut serta dalam ZLYMT ini yang juga belum menjadi anggota gereja Advent, menyatakan diri juga mau dibaptis tetapi akan dilakukan di Jakarta saja untuk menjadi anggota jemaat Zhen Li.

Sehabis makan siang, maka kita mengadakan acara penerimaan kepada 24 jiwa yang dibaptis untuk bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan diberikan kenang-kenangan Alkitab yang diserahkan oleh tim Ministry Tour dari Jakarta. Pada saat itu juga kesempatan dari Tim ZLYMT mengucapkan terima kasih dan memberikan kenang-kenangan tertanda jemaat Zhen Li yaitu payung dan handuk kepada semua yang telah bekerjasama melaksanakan pelayanan ini. Terima kasih kepada officers Daerah Kalimantan Barat Pdt Yance Fina, Bpk Habeahan dan Pdt R. Naibaho. Juga kepada Staff Konferens yaitu Pdt Tamba sebagai direktur PA, ibu Pdt Fina sebagai direktur BWA, serta pelaksana tugas direktur Klinik Advent Bang Aka. Terima kasih juga diberikan kepada Pdt Daniel Simanjuntak, Pdt Hutabalian, TSPM Silas, TSPM Pak Rang, demikian juga ibu Maria yang memasak makanan tim selama pelayanan dan bapak Sitohang yang senantiasa sigap terhadap kebutuhan air dan semua kebutuhan tim lainnya agar tim tidak kekurangan apapun.

Sabat Sore itu juga tim Zhen Li Youth Ministry Tour kembali ke Pontianak diiringi tangisan dan teriakan dari anak-anak: “kakak jangan pulang!” Tetapi segala sesuatu indah pada waktunya dan sekaranglah waktunya untuk pulang. Tiba di Pontianak kami bermalam di rumah Ketua Daerah. Hari Minggu setelah belanja oleh-oleh tim ZLYMT kembali ke Jakarta dan bersiap kembali untuk Pelayanan ke Solo pada tanggal 11-15 Oktober 2013. Ayo Melayani !!! Kapanpun, Dimanapun !!!

Leave a Reply