Edisi 27 Des 13

December 29, 2013 - Buletin Bait

Selamat Tahun Baru
Pdt. M. Mambu

Cuaca kota Manado di akhir tahun 2013 berawan dan hujan. Hujan, basah kemudian cuaca berubah dengan cepat berganti seakan member kesempatan kepada masyarakat untuk beraktifitas di luar rumah menyambut hari Natal Yesus Kristus dan Tahun Baru. Demikian pula dengan kehidupan umat manusia, hujan dan panas, suka dan duka silih berganti menjadi dinamika keseharian kita namun di atas segalanya adakah semua itu telah memperkuat iman kerohanian?

Tahun 2013 segera akan menjadi tahun lama dan kita memasuki tahun baru 2014. Berbagai peristiwa mewarnai perjalanan di tahun yang akan silam ini tetapi di dalam Yesus sudah pasti lebih banyak sukacita telah mengisi pundi-pundi kehidupan kita. “Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita.” (Mazmur 68:20).

Sabat ini adalah hari kebaktian terakhir di tahun yang segera akan berlalu. Sabat depan sudah berada di tahun yang baru. Bulan Januari tinggal beberapa hari lagi. Di banyak jemaat di Sabat istimewa ini digelar acara Perjamuan Suci. Ada yang menginginkan acaranya lebih tenang dan istimewa dengan mengadakannya pada Jumat Malam. Mengenangkan akan pengorbanan Yesus untuk umat manusia “When I stood condemened to death he took my place, Now I live and breathe in freedom, With each breath of life I take, Loved and forgiven, backed with a living, I’m just a sinner saved by grace”. Yesus datang merendahkan dirinya serta memberikan pengampunan kepada manusia, pertanyaan muncul adakah kita pula telah mengampuni sesame saudara kita?

Kaisar Roma Julius Caesar mengganti penanggalan Romawi Kuno dengan penghitungan menurut revolusi Matahari sebagaimana yang dilakukan orang Mesir. Sejak itu perayaan Tahun baru dimulai, tercatat 1 Januari 45 SM. (Wikipedia). Januari (Inggris: January) adalah bulan pertama dalam tahun pada Kalender Gregorius. Kata ini diambil dari bahasa Latin Janus, dewa pintu, gerbang, gapura atau lorong masuk. Dalam mitologi Romawi Kuno, Janus dikenal sebagai seorang dewa berwajah dua. Satu menghadap ke depan dan satunya lagi ke belakang. Untuk menentukanmana yang depanataubelakang, ditandai dengan wajah yang menghadap depan selalu tersenyum dan optimis, sedangkan yang menghadap ke belakang selalu terlihat muram dan sedih.

Dibulan Januari harapan baru terbentang, semangat baru menggelora, kesempatan terbuka lebar untuk semua orang. Kalaupun ada kesedihan dan kemuraman yang terjadi di tahun yang lewat ini, itu sudah terjadi dan telah berada di belakang dan bukan menjadi penghalang. Tersenyum dan optimis adalah jiwa yang bersyukur bahwa satu tahun lagi kita lebih dekat kepada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Kalaupun ada pintu yang tertutup diwaktu lalu yakinlah bahwa bersama Yesus ada banyak jendela kesempatan terpampang lebar di tahun yang baru. Orang yang setia kepada Tuhan akan dicurahkan berkat yang tidak sempat lagi kita taruh. (Maleakhi 3:10).

Tidak keliru bilamana kita mengevaluasi pencapaian perjalanan kerohanian di tahun 2013. Plus atau minus yang diraih merupakan sebuah tonggak memperkokoh tekad kepada sebuah perubahan. Berubah kepada hal yang lebih baik, berubah kepada perilaku yang mendekati Kristus. Jangan sampai, ketika kalender diganti yang terjadi adalah membawa kelakuan lama kekurun baru. Rasul Paulus dengan transparan membuka diri kepada evaluasi.“Jadi bagaimana sekarang: Adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10).

Untuk mengadakan perubahan demi mencapai kemajuan perlu dibuatkan tekad yang dicatat berupa Resolusi Tahun 2014. Banyak orang bertekad untuk hidup lebih baik, hidup lebih dekat dengan Tuhan. Tekad ini sangat baik dan perlu diikuti dengan jabaran sederhana seperti “Tahun 2014 kami sekeluarga akan selalu mengadakan mezbah rumah tangga pagi dan petang”. Keluarga berkumpul dan mendengarkan renungan pagi maupun renungan malam. Ada juga yang bertekad mau membaca Firman Tuhan sepanjang tahun.
Minggu kemarin selesai acara gereja seorang sahabat dengan serius mengatakan tahun 2014 saya berjanji untuk memilih gembira, tidak pernah akan marah kepada istri dan anak-anak. Saya akan lebih bijak menyikapi sebuah situasi. Dengan mata berkaca-kaca dia memohon ampun kepada Tuhan atas kelakuannya selama ini. Mengambil suatu tujuan yang ditekadkan adalah pilihan di antara banyak perkara. Pilihlah bagian yang terbaik di tahun yang baru ini sebagaimana yang telah dibuat Maria “ …tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya” (Lukas 10:42). Dibanding Marta yang memfokus diri padahal yang sementara, disana Maria lebih mengarahkan perhatiannya pada hal rohani, bekal untuk hidup kekal di Surga yang tidak ada lagi perhitungan tahun.

Selamat Tahun Baru, 1 Januari 2014.

Oleh : Redaksi BAIT

Alkitab mencatat ada kurang lebih 35 mujizat yang dibuat oleh Yesus sewaktu ia berada diatas dunia ini. Diantaranya, 23 mujizat kesembuhan, 3 mujizat kebangkitan, 3 mujizat dimana Yesus menyediakan makanan dan minuman, 2 kali mujizat penangkapan banyak ikan, dan 4 mujizat lainnya adalah menenangkan badai, berjalan diatas air, mengutuk pohon ara dan yang terakhir pada waktu Yesus menyuruh petrus memancing ikan dan mendapatkan uang didalam mulut ikan yang digunakan untuk membayar pajak.. Salah satu mujizat yang pernah Yesus buat adalah mujizat yang ditulis oleh Yohanes didalam kitab Yohanes 1:43-51, yaitu mujizat yang dialami oleh Filipus dan Nataniel pada waktu Yesus memanggil mereka berdua untuk menjadi murid-Nya. Alkitab mencatat, pada waktu Yesus berangkat ke Galilea, Ia bertemu dengan Filipus dan memanggil Filipus lalu Filipus mengikut Dia. Setelah bersama-sama dengan Yesus, mengenal Yesus dan menerima Yesus Filipus bertemu dengan Nataniel dan mengajak Nataniel untuk bertemu dengan Yesus. Pada saat Filipus memberitahukan kabar gembira bahwa ia telah bertemu dengan Yesus dari Nazaret. Nataniel pun merespon ajakan Filipus dengan pernyataan kurang percaya. “Mungkin kah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Pada saat itulah keluar kata-kata dari filipus, “ Mari dan lihatlah.”
Pernyataan,“Mari dan Lihatlah,” mengandung arti yang cukup baik yang bisa kita ambil untuk menjadi renungan didalam kehidupan kita. Kata “Mari dan Lihatlah” memiliki bentuk structure didalam bahasa asli Perjanjian Baru: Imperative + Kαι (dan) + Future Indicative atau Imperative. Kalimat yang memiliki structure seperti ini terdapat didalam kitab Perjanjian Baru kurang lebih 20 kali. Kalimat yang memiliki structure seperti ini adalah kalimat perintah yang bersifat conditional. Jadi ajakan Filipus kepada Nataniel adalah, “Jikalau engkau datang engkau akan melihat,” dalam bentuk perintah. Pernyataan Filipus ini bukan hanya bersifat conditional, Filipus tidak hanya sampai pada pernyataan pilihan yang bersifat kondisional tetapi ada perintah yang terkandung didalam pernyataannya. Jadi ada perintah tapi ada juga conditionalnya artinya Filipus memerintahkan Nataniel untuk datang bertemu dengan Yesus dan kalau Nataniel datang pasti dia akan bertemu dan melihat Yesus kalau Nataniel tidak datang dia tidak akan bertemu dengan Yesus dan tidak akan melihat dan merasakan mujizat Tuhan. Jadi Filipus memerintahkan atau mengajak Nataniel untuk bertemu dengan Yesus dan ada jaminan pasti kalau mereka telah bertemu pasti Nataniel akan merasakan mujizat Tuhan dan akan percaya dan menerima Yesus sebagai Mesias, Guru dan Juruselamat pribadinya. Dan memang benar, setelah Nataniel bertemu dengan Yesus, Nataniel melihat Yesus dan merasakan mujizat Yesus pada saat Yesus berkata: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau dibawah pohon ara.” Nataniel percaya karena mujizat ini dimana Yesus mengetahui keberadaan Nataniel sebelumnya. Lalu Nataniel percaya kepada Yesus sebagai Guru dan Juruselamat dan berkata: “ Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel.”
Kalaupun didalam kehidupan kita yang lalu, kita sama seperti Nataniel, kita belum begitu jelas melihat mujizat Tuhan dengan nyata bahkan dengan mata iman kita, marilah kita mengikuti ajakan dan perintah Filipus untuk bertemu dengan Yesus. Perintah Filipus, “ Marilah dan lihatlah, “Jikalau engkau datang engkau akan melihat.” Kita dihadapkan pada pilihan, karena ada pernyataan yang bersifat conditional, tapi itu juga merupakan perintah(imperative) kepada kita, untuk datang bertemu dengan Yesus dan turut merasakan dan menikmati mujizat Tuhan dengan demikian kita bisa percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
Kita telah melewati kurang lebih 361 hari ditahun 2013 ini, 4 hari lagi kita akan mengakhiri tahun 2013. Selama kurang lebih 361 hari kita telah melihat dan merasakan banyak mujizat Tuhan yang luar biasa di dalam kehidupan kita. Kita sama seperti Nataniel, setelah bertemu dengan Yesus dan melihat serta merasakan mujizat Tuhan sepanjang 361 hari ditahun 2013, sudah sepatutnya dan selayaknya kita menerima dan lebih percaya lagi kepada Yesus sebagai Guru, Mesias dan Juruselamat dan mengucap syukur kepada-Nya untuk berkat-berkat dan mujizat-mujizat Tuhan yang telah kita rasakan dan nikmati di sepanjang tahun 2013 .***

Penulis cerpen Amerika terkemuka, O. Henry, menulis sebuah kisah Natal tersohor. Kisah itu adalah tentang sepasang suami istri yang saling mencintai. Natal sudah dekat. Mereka ingin saling memberikan hadiah. Namun, mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah. Maka, mereka masing-masing tanpa saling memberi tahu pasangannya, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga. Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh memotong rambutnya. Ia kemudian menjual potongan rambutnya itu untuk membeli sebuah rantai arloji yang indah untuk suaminya. Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.

Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula-mula mereka menangis terharu, tetapi kemudian keduanya tertawa. Tidak ada lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami dan tidak ada lagi arloji yang memerlukan seutas rantai indah pembelian sang istri. Namun, ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah-hadiah itu. Mereka masing-masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan kepada pasangannya.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Jika anda harus menjual satu-satunya milik Anda yang berharga, Apakah yang akan Anda jual? Mengapa Anda melakukannya? Namun, benarkah itu milik anda yang paling berhaerga? Bagaimana dengan Kristus? Apakah dia tinggal dalam anda yang paling dalam sehingga Anda tidak mau melepaskan untuk apa pun dan siapa pun?

Untuk Dilakukan : “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Yacobus 1 : 17

Hadiah paling mahal justru tidak bisa dibeli dengan uang dan hanya bisa kita peroleh karena anugerah dan kasih karunia semata. Mungkin anda menyediakan hadiah termahal, terindah buat istri, suami, anak-anak, dan keluarga, tetapi ingat hadiah yang termahal adalah kehadiran Krstus Yesus dalam hati dan diberikan lewat perbuatan kita, kepedulian kita terhadap sesama. Ketika hidup kita bersama Yesus niscaya itu menjadi berkat atau hadiah terbesar yang bisa diberikan kepada orang lain. Kehidupan yang paling berharga yang dapat diterima orang lain yaitu perbuatan Kasih yang diamalkan bukan saja di bibir berupa janji. Sudahkah hidup kita dipenuhi dengan anugerah terbesar yaitu kasih Kristus? Bagi yang merayakan natal, mari jadikanlah moment terindah ini untuk menyatakan kasih sayang yang tulus seperti kasih Yesus Kristus yang telah mati di Salib untuk menebus umat manusia. Itulah hadiah Natal yang termahal. “MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR”

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau
Gembala Jemaat Nanasi & Nanasi Timur

LANJUTAN…..
Arti Penggoncangan dan Jawaban Atas Doa-Doa Terhadap Janji Pencurahan Roh Kudus. “Saya menanyakan arti dari penggoncangan yang saya sudah lihat, dan itu ditunjukkan bahwa itu akan disebabkan oleh kesaksian yang tegas dari apa yang disebut nasihat dari Saksi Yang Setiawan kepada orang-orang Laodikia. Ini akan memiliki pengaruh ke atas hati si penerima, dan akan menuntun dia untuk mengagungkan standar dan pencurahan kebenaran yang tegas. Beberapa tidak akan mendengar kesaksian tegas ini. Mereka akan bangkit melawannya, dan ini akan menyebabkan satu penggoncangan di antara umat Allah.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, vol. 1, 181 (1857). {Ellen G. White, Last Days Events, hlm. 175, parag. 3}
Ellen G. White menulis,“Ketika pekabaran malaikat ketiga akan berlangsung dengan suara nyaring, seluruh bumi akan diterangi dengan kemuliaan-Nya, Roh Kudus dicurahkan ke atas umat-Nya. Hasil dari kemuliaan itu sudah berakumulasi untuk pekerjaan penutupan ini terhadap Pekabaran Malaikat Ketiga.Saatdoa-doa yang sudah dinaikkan untuk kegenapan terhadap janji tersebut,maka turunlah Roh Kudus, tidak ada seorang pun yang hilang. Masing-masing doa sudah berakumulasi, dan bersedia untuk melimpahkan dan mencurahkansatu air bah yang menyembuhkan dari pengaruh surgawi dan mengakumulasikan terang ke seluruh dunia.”Ellen G. White, Letter 96a, 1899, hlm. 2. (To Sister Henry, 19 Juli 1899.) White Estate Washington, D. C. August 30, 1950 {Dikutip dalam Ellen G. White,Manuscript Release,vol. 1, hlm. 180, parag. 2}.
Lebih lanjut, White menulis: “Sesudah pencurahan Roh Kudus, ribuan bertobat. Malaikat-malaikat Allah yang melampaui kekuatan berpakaikan dengan kegemerlapan sorga, datang untuk menolong gereja, dan memukul mundur kuasa-kuasa Setan. Pekerjaan Roh Kudus tidak terbatas pada zaman kerasulan; itu tidak dibatasi bagi gereja tertentu, besar atau kecil: ladang pelayanan-Nya adalah dunia. “Ia akan meyakinkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman, dan penghakiman.” Namun perkakas-perkakas melalui mana Roh Kudus bekerja adalah anggota-anggota tubuh Kristus, mereka yang percaya di dalam nama-Nya. Adalah melalui para pengemban terang ini maka Injil harus dibawakan ke seluruh bangsa di bumi.” Ellen G. White, Review and Herald, 20 Januari 1891. Setelah mendapatkan roh hujan akhir maka umat-umat Allah secara individu dipastikan akan memasuki era 144.000. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang sudah mendapatkan pencurahan Roh Kudus.

Siapakah Kelompok 144.000 Dalam Kitab Wahyu?Pertanyaan yang sering ditanyakan adalahsiapakah Kelompok 144.000 itu? Kelompok 144 000 adalah satu kelompok Umat Tuhan yang dimeteraikan sebelum Masa Kesukaran.Tapi sampai saat ini kelompok 144.000 masih terus diperdebatkan. Dan Ellen G. White menasihatkan terkait kelompok 144.000 itu bahwa “berdiam adalah fasih.”Berikut ini adalah surat dari C. C. Crisler, seorang sekretaris utama di kantor Nyonya White, dialamatkan kepada Elder E. E. Andross, ketua Pacific Union Conference, dimintakan lebih lanjut atas permohonan dari dia kepada Nyonya White untuk sesuatu terang yang mungkin ia miliki yang sudah menganut ajaran-ajaran Dr. B. E. Fullmer dari Los Angeles, bahwa 144.000 akan terdiri atas orang-orang Amerika saja, tidak ada satupun berasal dari negeri-negeri lain.Berikut ini adalah bunyi teks surat darisaudara C. C. Crisler yang dikirimkan kepada Elder Andross. Nampaknya Elder E. E. Andross sudah terpengaruh dengan ajaran menyesatkan dari Dr. B. E. Fullmer asal Los Angeles tersebut.Di dalam surat ini terbetik dengan jelas posisi dari Ellen G. White bahwa sebelum surat ini dikirimkan ternyata itu sudah dibacakan lebih dahulu kepada Nyonya White. Bahwa sester White “‘tidak punya terang pada pokok persoalan ini,’ yakni berkenaan dengan 144.000. Sambil mengutip perkataan lisan dari Sester White, maka sebagai sekretaris utamanya, C. C. Crislermenandaskan bahwa ‘pada perihal dari pengertian pasti tentang 144.000 Sester White sudah berulang-ulang menginstruksikan kita bahwa “diam adalah fasih.” Inilah surat dari saudaraC. C. Crisler kepada saudara Andross yang menjelaskan pertanyaa terkait siapakah kelompok 144.000 itu?

“Elmshaven, Sanitarium, California, 8 Desember 1914.
Yang Terkasih Saudara Andross:
Selama beberapa menit yang sisa dari jam tengah hari sebelum penutupan mengadakan surat-menyurat, sesudah menerima surat balasan khusus darimu, Saya mengirimkan kepadamu satu jawaban untuk komunikasimu, menjanjikan perkataan selanjutnya oleh kawat. Malam ini saya mengirimkanmu surat telegraf berikut ini:
“‘Ny. White menginstruksikanku untuk menginformasikan kepadamu ia tidak memiliki terang lanjutan dari pada penyajian terhadap ketidakpastian sebagai kepastian, dan desakan misteri-misteri kebenaran-kebenaran yang dinyatakan, membahayakan dan menuntun kepada kekecewaan. Ia menyarankan membangun atas Kitab Suci, fondasi benar dari pada terkaan pribadi.-C. C. Crisler.’
“Ketika membaca surat Sester White, dan mendengarkan sambuatan-sambutan tanggapannya, Saya bersama dengan saya seorang saksi Elder D. E. Robinson.”‘Saya tidak punya terang pada pokok persoalan ini,’ ia berkata, saat mendengarkan surat itu.’Adalah waktu yang sangat pelik di dalam mana kita sedang hidup –satu waktu ketika kita harus secara individu mencondongkan kepada Tuhan dengan segala kekuatan yang kita punyai secara manusia.’ Ia berkata lebih lanjut: “Mereka yang mendesakkan teori-teori berkenaan dengan perihal-perihal yang tidak dinyatakan, sedang menempatkan mereka sendiri di mana mereka sedang menemui kekecewaan-kekecewaan. “Sembunyikanlah dirimu sendiri di dalam Allah; sembunyikanlah rahasia-rahasiamu di dalam Allah”- perkataan-perkataan ini sudah diulangi sepanjang malam, lagi dan lagi. Sejak pertama, saya sudah diinstruksikan bahwa Tuhan dapat memberikan nasihat yang tidak akan membawa kekecewaan.” “Tolong katakan kepada saudara-saudaraku bahwa tidak pernah dipaparkan di hadapan saya berkenaan dengan lingkungan-lingkungan yang prihatin dengan yang mereka tuliskan, dan saya dapat menyatakan di hadapan mereka hanya yang sudah dipaparkan kepada saya. “‘Ada dari mereka yang mencoba berurusan dengan ketidakpastian-ketidakpastian sebagai kepastian-kepastian; dan ketika mereka mencapai posisi ini, mereka berada di mana itu mungkin bagi musuh untuk menggunakan mereka.
“Saya tidak ada apa-apa untuk ditambahkan kepada itu yang mana saya tuliskan pada siang hari. Ya, tidak ada komentar yang Sester White sudah buat ketika saya sedang membacakan kepadanya suratku ini. Ia mengungkapkan kesukaan terhadap fakta yang saya telah cakupkan di dalam suratku kepadamu kata-kata, ‘Pada perihal dari pengertian pasti tentang 144.000 Sester White sudah berulang-ulang menginstruksikan kita bahwa”diam adalah fasih.“
“Dengan salam terhangat, dan doa semoga Allah memberikan nafas simpati bahkan kejelasan khayal kepada mereka yangterpanggil untuk mengatasi masalah yang mengkhawatirkan ini yang sudah timbul, sama seperti saya pernah ada, Saudaramu, C. C. Crisler.“

Dari Manakah Asal Kelompok 144.000? Ellen White menulis berdasarkan Alkitab: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar (Wah 7:14), mereka telah melewati masa kesesakan seperti yang belum pernah terjadi sejak adanya suatu bangsa. Mereka telah menanggung penderitaan masa kesesakan Yakub.” Mereka ini, menurut Ellen G. White, “setelah diubahkan dari dunia ini, dari antara yang hidup, dianggap sebagai ‘korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu’” (Wahyu 14:4b). Mereka menyanyikan nyanyian kemenangan (Wahyu 15:2b, 3). Ellen G. White menulis bahwa nyanyian yang dinyanyikan kelompok 144.000 itu ialah nyanyian Musa dan Anak Domba ─ suatu nyanyian kelepasan. Tak seorang pun kecuali yang 144 000 orang itu, dapat mempelajari nyanyian itu, karena nyanyian itu adalah nyanyian pengalaman mereka─suatu pengalaman yang tidak pernah dialami oleh kelompok yang lain. Adapun ciri-ciri Kelompok 144 000 dalam Wahyu 14 adalah sebagai berikut:
• Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. (ay. 1).
• Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. (Wahyu 14:3)
• Mereka mengikuti kemana saja Anak Domba itu pergi (ay. 4a).
• Dan mereka tidak menajiskan diri dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. (ay. 4b).
• Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. (ayat 4).
• Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (ay. 5).

Di jaman Alkitab ‘perempuan yang baik’ melambangkan ajaran yang baik, sedangkan ‘perempuan jalang’ melambangkan ajaran yang tidak baik. Kata Yunani partenos, perawan bisa digunakan untuk laki-laki bisa untuk perempuan, juga bisa berarti tidak pernah melakukan hubungan seks.

Garis-Garis Besar Pengalaman Pahit dan Manis Dari Kelompok 144.000. Adapun pengalaman pahit dan manis kelompok 144.000 ini adalah:
• Mereka adalah kelompok yang Melewati Pengalaman Pahit yang disebut Masa Kesesakan Atau Kesukaran Besar (Masa kepicikan Yakub).
• Mereka Tetap hidup sampai Kedatangan Yesus kedua kali.
• Menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba di tepi laut kaca.
• Berdiri di bukit Sion bersama Yesus.
• Di Dahi Mereka Tertulis nama Allah dan Nama Bapa-Nya.

Apakah 144.000 Adalah Bilangan Simbol Atau Arti Secara Harafiah? Bagaimana hubungannya dengan kelompok yang Tak Terhitung Banyaknya?Beberapa Penafsiran mengenai terkait kelompok 144. 000 orang:
1. Ada dua kelompok yang akan selamat, Kelompok 144 000 orang dan kelompok Yang Tak
Terhitung banyaknya (Wahyu 7:9).
2. Ada dua kelompok yang akan selamat, Kelompok yang dilambangkan dengan kelompok 144 000
orang dan kelompok Yang Tak Terhitung banyaknya (Wahyu 7:9).
3. Sebenarnya Kelompok 144 000 adalah juga kelompok Yang Tak Terhitung banyaknya (Wahyu
7:9).

bersambung……………..***

Kirimkan berita, artikel dan kesaksian anda ke redaksi BAIT melalui email redaksi@baitonline.org
Redaksi berhak untuk tidak menerbitkan atau melakukan editing seperlunya terhadap kiriman berita atau artikel atau kesaksian anda.

Oleh : Jerry Mamahit

Dalam beberapa hari lagi tahun 2013 sudah akan berlalu dan kita segera memasuki tahun baru 2014. Bila kita teliti memperhatikan apa yang terjadi dikehidupan keagamaan pada tahun 2013, seharusnya kita sama berkesimpulan bahwa ada sesuatu perubahan yang sangat signifikan telah terjadi dalam kehidupan keagamaan di Gereja Katolik yang berdampak sangat luas di dunia kerohanian pada tahun ini dan lebih luas lagi pada tahun-tahun mendatang, yang menunjukkan bahwa kita berada di babak terakhir sejarah dunia. Maksudnya ialah, paus yang sekarang ini, Paus Fransiskus I, adalah yang terakhir seiring dengan berakhirnya sejarah dunia. Babak terakhir sejarah dunia dimulai ketika Paus Benediktus XVI menyatakan pengunduran dirinya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, sesuatu hal yang tidak biasa oleh karena jabatan tersebut adalah jabatan seumur hidup. Didalam sejarah Gereja Katolik kejadian ini adalah kejadian yang kedua dimana paus mengundurkan diri dari jabatannya, yang biasanya berakhirnya jabatan kepausan adalah oleh karena kematian. Banyak pelajar nubuatan menulis yang Kardinal Jorge Bergoglio yang terpilih pada tanggal 13 Maret 2013 sebagai paus, pada jam 6 liwat 66 menit (666), yang menggunakan nama Fransiskus I untuk pelayanannya sebagai Paus (Bishop of Rome), merupakan paus di babak terakhir dari sejarah dunia, artinya dalam periode kekuasaannya sejarah dunia akan berakhir. Yang menjadi dasar pemikiran tentang kesimpulan ini, diantaranya adalah sebagai berikut;

Yang pertama yaitu pengumuman pengunduran diri dari Paus Benediktus XVI dilakukan pada tanggal 11 Feberuari 2013, yaitu pada ulang tahun ke 84 dari Lateran Treaty. Lateran Treaty adalah perjanjian pengembalian tahkta kepausan pada tanggal 11 Februari 1929, yang oleh GMAHK dikenal dengan sembuhnya luka parah binatang itu yang tercatat di Wahyu 13:3 “Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.” Sejak dikembalikannya takhta kepausan pada tanggal 11 Februari 1929 sampai dengan 11 Februari 2013 yaitu sampai dengan Paus Benedictus XVI menyatakan pengunduran dirinya, terdapat tujuh paus yang berkuasa. Menurut para pelajar nubuatan, tujuh paus yang berkuasa itu adalah sesuai dengan yang dinubuatkan, dan Paus yang sekarang adalah raja kedelapan sesuai dengan yang tercatat di Wahyu 17:9,10,11 “Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja. Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.” Mengapa status dari paus yang kedelapan yang berada diluar nubuatan tujuh gunung yang adalah tujuh raja dan adalah tujuh paus? Ada sekurang-kurangnya tiga alasan yang dikemukakan tentang hal ini yaitu yang pertama paus Fransiskus diurapi sebagai imam setelah Konsili Vatikan II, sementara kelompok tradisionalis menyatakan bahwa ketetapan Konsili Vatikan II tidak sesuai dengan tradisi Gereja Katolik, karena itu imam yang diurapi setelah Konsili Vatikan II adalah tidak sah karena tidak sesuai dengan tradisi Gereja Katolik . Perihal kedua adalah jabatan Paus adalah jabatan seumur hidup jadi tidak diperbolehkan untuk minta berhenti dari jabatan itu. Perihal ketiga adalah Paus Fransiskus I adalah penganut paham modernis yang salah satu pahamnya adalah Pemimpin Gereja Katolik bersifat kolegialitas. Ajaran Katolik mengajarkan yang Allah menciptakan alam semesta dalam jenjang struktural, dimana Dia adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Demikian juga Yesus Kristus dalam ke ilahian kemanusiaannya mendirikan satu-satunya Gereja-Nya yang benar dimana Dia mengangkat Rasul Petrus dan penerusnya sebagai pemimpin tertinggi. Secara tradisionil, para paus, telah melaksanakan hak hukumnya atas setiap lembaga dalam Gereja. Secara moral, doktrinal dan hal-hal ketertiban, apa yang dikatakan paus adalah final karena dia berbicara dengan kuasa langsung dari Kristus. Ajaran kelompok modern tentang kolegialitas religi, beranjak dari pengertian tentang kebebasan dan hak individu yang salah. Ajaran ini menekankan bahwa penyelenggaraan Gereja dalam setiap waktu harus melalui proses demokrasi yang ketat. Paus mempunyai kebebasan untuk mengatakan sesuatu, tetapi para kardinal dan bishop-nya selalu harus diizinkan untuk menyatakan pendapatnya. Demikian juga para bishop didaerahnya dengan para imamnya dan para imam paroki dengan parokinya. Ini adalah satu-satunya jalan, menurut penganut ajaran modern, yang hak individu tidak bisa diganggu gugat dan kebebasan akan dilindungi. Setiap orang karenanya harus belajar bagaimana berkomunikasi, berkompromi, juga bagi paus. Dengan demikian Paus Fransiskus I tidak mutlak melaksanakan kedudukannya sebagai penerus Rasul Petrus karena azas kolegialitas yang diikutinya.

Yang kedua, memperhatikan tulisan di Wahyu 17:11 yang menyatakan “……, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.” Oleh karena raja kedelapan yang dimaksud ayat ini adalah Paus Fransiskus I maka nubuatan ini adalah tentang Paus Fransiskus I yang akan “menuju kepada kebinasaan” atau dengan kata lain pada masanya dunia akan kiamat. Banyak tulisan di internet tentang hal ini diantaranya adalah; dari “International Business Times” http://au.ibtimes.com/articles/444435/20130311/less-36-hours-now-115-cardinal-electors.htm, New Pope 2013: “Countdown to New Pope is Also Countdown to Doomsday? By Esther Tanquintic-Misa | March 11, 2013 1:54 PM EST dan yang kedua http://govtslaves.info/final-pope-already-running-the-vatican/, Final Pope Already Running The Vatican?, Breaking News | February 14, 2013 | 1 Comment.

Yang ketiga Paus Fransiskus I menyatakan siapa berbuat baik akan ditebus termasuk Atheis, yang dapat dibaca di di http://www.ucanews.com/news/pope-says-all-who-do-good-will-be-redeemed-including-atheists/68329, pernyataan yang sama juga dinyatakan oleh Kardinal Pell (Kardinal Pell adalah satu diantara “Francis group of eight reformist cardinals to the Holy See,” yang diangkat oleh Paus Fransiskus untuk merumuskan perubahan-perubahan di Gereja Katolik), pada waktu diadakan debat di tv dengan Atheis Richard Dawkins dengan moderator Tony Jones, sebagai berikut;

Tony Jones : So atheism is not an evil act?
Cardinal George Pell : No, not – well, no, in most cases it’s not
Tony Jones : So I guess to get to the point of question. I suppose – I mean he may be having a little wager here but is it possible for an atheist to go to heaven?
Cardinal George Pell : Well, it is not my business
Tony Jones : You’re the only authorative we have here
Cardinal George Pell : I would say certainly
Tony Jones : yeah
Cardinal George Pell : Certainly.
http://sspx.org/en/news-events/news/“pope-not-modernist”-says-modernist-2723 Pernyataan-pernyataan ini adalah ajaran yang baru yang tidak sesuai dengan ajaran tradisional Gereja Katolik sendiri dan sangat bertentangan dengan Alkitab, yang menunjukkan bahwa sekarang ini nubuatan di 2 Tesalonika 2:3 “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,” sementara digenapi.

Yang keempat adalah nubuatan dari St. Malachy (lihat tulisan terdahulu) menyebutkan bahwa sejak Paus Celestine II (pada waktu St Malachy menerima nubuatan tersebut), akan ada 112 paus sampai kepada paus yang terakhir. Paus Fransiskus I adalah yang ke 112, dengan demikian adalah paus terakhir yang menuju ke akhir dunia sesuai dengan nubuatan St. Malachy. Di nubuatan itu St. Malachy menulis tentang paus ke 112 sebagai berikut: ““In extreme persecution the seat of the Holy Roman Church will be occupied by Peter the Roman… “Who will pasture his sheep in many tribulations and when these things are finished, the city of seven hills will be destroyed, and the terrible or fearsome judge will judge his people.The End.” Nama Petrus Romanus (Petrus dari Roma-Italia) sebagai nama dari paus terakhir di nubuatan ini adalah tepat sesuai dengan nama dari Paus Fransiskus I, yaitu dia adalah keturunan Italia dan nama lengkap dari “St Francis” yang digunakan untuk nama pelayanan dari paus sekarang adalah “Francis Giovani di Pietro”. Pietro adalah Petrus dalam bahasa Italia.
Kita perlu sepakat tentang hal yang pertama dan kedua diatas, sementara perihal yang keempat belum tentu diterima mereka yang sepenuhnya hanya percaya nubuatan yang tercatat di Kitab Suci, akan tetapi bila kita kembali ke program organisasi GMAHK untuk lima tahun mulai tahun 2011 dan akan berakhir di tahun 2015 tentang Kebangunan dan Pembaruan untuk kecurahan Roh Suci dalam kerangka hujan akhir, maka seharusnya kita menyadari bahwa memang benar bahwa kita sedang berada di babak terakhir dari sejarah dunia.

Kita mengerti bahwa dengan program lima tahun ini GMAHK menempatkan posisinya di urutan waktu nubuatan seperti yang dikemukakan oleh Yohanes di pasal 18 dari Kitab Wahyu, yaitu diayat 1-5. “Bumi menjadi terang oleh kemuliaanNya”, yang ditulis di Wahyu 18:1. Nubuatan ini menunjuk kepada kecurahan “Roh Suci” dalam kerangka hujan akhir. Kegiatan yang dilakukan oleh organisasi Gereja MAHK tahun 2011-2015 yang dikenal dengan doa 777 dan “Revival and Reformation” adalah untuk kecurahan “Roh Suci” dan untuk menjadikan Wahyu 18:1 menjadi kenyataan dalam periode program ini.

GMHAK adalah gereja yang dinubuatkan keberadaannya di akhir zaman, sesuai dengan Wahyu 12:17 “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Karenanya kita harus meyakini apa yang kita minta kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengabulkannya seperti yang tercatat di Lukas 11:13 “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Dengan demikian kita bisa mengharapkan yang dalam waktu dekat kuasa hujan akhir akan dicurahkan. Satu hal yang penulis telah ingatkan pada tulisan-tulisan terdahulu bahwa mendahului kuasa hujan akhir yang akan dicurahkan akan lebih dahulu diberlakukan undang-undang hari Minggu di Amerika, dengan demikian kita sangat dekat dengan krisis terakhir yang akan menimpa umat GMAHK. Oleh karena itu, penulis menghimbau kepada saudara-saudari sesama anggota GMAHK untuk dengan sungguh-sungguh mau meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk berdoa dan belajar Firman Tuhan, karena dalam iman kepada Jesus Kristus hal itu akan membawa kita kepada keselamatan, seperti yang dicatat di Kitab Suci, “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus,” 2 Tim 3:15. Akhir kata “Selamat Tahun Baru 2014, Tuhan memberkati.” ***

THE OBSERVANCE OF CHRISTMAS
Oleh : ELLEN G. WHITE
Review and Herald, Dec 9 1884.
Disiapkan oleh : Pdt. Robert Walean, Jr.

Natal telah tiba, natal adalah sesuatu yang disuarakan di dunia kita ini dari timur ke barat dari utara ke selatan. Oleh orang muda, orang dewasa, dan bahkan oleh orang tua, Natal adalah masa kegembiraan secara umum. Tetapi apakah natal itu, itu harus mendapatkan perhatian yang besar.

II. Christ’s Birthday Not Known
Tanggal 25 Desember dianggap sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, dan ketaatan peribadatannya ibadat nya telah menjadi populer dan biasa. Tetapi tidak ada kepastian yang kita sedang memelihara hari yang dijamin kebenarannya tentang Kelahiran penebus kami. Sejarah tidak memberikan kepastian mengenai hal ini. Alkitab tidak memberikan waktu yang tepat.Kalau saja Tuhan menganggap pengetahuan ini penting kepada keselamatan kami, Ia pasti telah berbicara melalui rasul dan para nabi nya, sehingga kita dapat mengetahuinya tentang hal ini….Tidak ada kesucian ilahi yang berada pada tanggal 25 Desember; dan itu tidaklah memuaskan Tuhan yang semua yang berhubungan dengan keselamatan orang manusia melalui pengorbanan Ilahi bagi mereka. Kristus harus merupakan obyek yang tertinggi; tetapi sebagaimana Natal dipelihara, kemuliaan mengarah dari Dia ke manusia yang fana, berdosa, yang karenanya Ia harus datang ke dunia.

III. The Wonderful Theme of the Incarnation
Yesus, Keagungan surga, Raja surga, meletakkan kemuliaanNya, meninggalkan tahta kemuliaanNya, komando tertinggiNya, dan datang ke dalam dunia kita untuk membawa pertolongan Ilahi pada manusia yang kuasa moralnya telah diperlemah dan yang dirusak oleh dosa. Ia membungkus keIlahianNya dengan kemanusiannya, di mana ia dapat menjangkau kepada seluruh kerendahan kemalangan manusia dan kesengsaraan, untuk mengangkat orang manusia yang telah dijatuhkan. Dengan membawa diriNya sendiri pada alam manusia, Ia mengangkat moral manusia. Tema yang besar ini hampir terlalu tinggi, terlalu dalam, tak terbatas bagi, bagi pengertian yang terbatas.

The Gift Season for God’s Cause
Orang tua perlu memelihara hal ini dihadapan anak-anak mereka, dan mengajar untuk menghormati dan menghargai satu dengan yang lain dengan pemberian. Mereka harus diajar bahwa Yesus adalah penebus dunia, pekerjaanNya adalah tema agung yang perlu melibatkan perhatian mereka; bahwa mereka perlu membawa kepadanya hadiah dan persembahan mereka. Inilah yang telah dibuat oleh orang majus dan para gembala.

Making Melody and Praising God
Saudara-saudari, sementara kamu sedang memikirkan hadiah Untuk satu sama lain, aku akan mengingatkan kamu akan “teman surgawi” kita. Teman, [kalau-kalau/ agar tidak] kamu harus pelupa akan klaim nya. Bukankah Ia akan disenangkan karena kita mengingatkan akan Dia. Yesus, Pangeran kehidupan, memberi semua untuk membawa keselamatan di dalam jangkauan kita akan Kristus yang kita menerima tiap-tiap berkat. Marilah, saudara dan saudari, datanglah dengan anak-anakmu, bahkan bayi ditanganmu dan berilah persembahanmu pada Allah sesuai kemampuanmu. Nyanyikan melodi pada Nya dalam hatimu, dan biarlah pujian ada di bibirmu… ***

Yesus Mengasihimu
Lukas 23 : 1-56, 24:1-12
Dikirim oleh Max Kaway

Ketika Yesus hidup di dunia ini, Ia merupakan orang yang paling istimewa. Ia tidak seperti orang-orang biasa. Ia dapat melakukan segala hal yang manusia biasa tidak dapat lakukan. Yesus dapat menyembuhkan orang sakit. Ia dapat menghentikan angin topan yang besar. Yesus dapat melakukan segala sesuatu untuk menolong manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat seperti Dia. Yesus tidak pernah berbuat kesalahan.

Yesus adalah seorang yang sangat istimewa. Sebelum Ia hidup di dunia ini, Ia tinggal bersama Tuhan di Sorga. Ia datang ke dunia ini untuk menunjukkan betapa besar kasihNya kepada kita. Yesus mengasihi semua orang di dunia ini-ibu-ibu, dan semua anak-anak.

Tetapi sebagian orang ada yang tidak menyukai Yesus. Mereka marah karena Ia dapat melakukan segala sesuatu yang tidak dapat dilakukan manusia. Mereka marah karena Ia membuat manusia merasa bersalah atas dosa-dosa yang dibuatnya. Yesus dapat memaafkan mereka. Mereka marah karena Ia mangatakan bahwa Ia datang dari Sorga. Orang-orang jahat ini ingin membunuh Yesus.

Kemudia pada suat hari orang-orang jahat itu menangkap Yesus. Mereka menyiksa Yesus. Mereka menginginkan Ia mati. Dan setelah Yesus mati, kawan-kawanNya yang mangasihi Dia mangambil tubuhNya dan dikuburkan. Mereka mangapani tubuhNya dengan kain yang Indah dan besih. Mereka menutup kubur itu dengan sebuah batu besar. Mereka merasa sedih sekali karena Yeusu telah mati.

Tetapi, tahukah kalian apa yang terjadi kemudian? Tuhan mengutus malaikat-malaikat untuk menjaga kubur Yesus. Banyak pula prajurit yang menjaga kubur itu. Mereka takut ada orang yang mencuri tubuh Yesus. Kemudian cahaya Indah dari soraga turun ke kubur itu. Sinar malaikat-malaikat itu begitu menyilaukan sehingga para prajurit itu tersungkur. Bahkan mereka tidak dapat melihat malaikat-malaikat itu.

Malaikat yang Indah itu menyingkirkan batu yang menutup pintu kubur. Kemudian malaikat berseru : “ Yesus, Anak Tuhan, keluarlah! BapaMu memanggil Engkau!” Saat itu juga Yesus keluar! Ia sudah bangkit.

Sahabat-sabat Yesus tentu merasa senang sekali! Mereka segera memberitahukan kabar kebangkitan Yesus itu kepada semua orang!

Yesus masih hidup! Sekarang Ia berada di Sorga Ia sangat mengasihi kalian. Yesus mengasihi ibumu, ayahmu, kakak dan adik laki-laki dan perempuan, mengasihi nenek dan kakekmu. Yesus mengasihi semua orang. Yesus mengasihi orang yang tidak mangasihiNya. Suatu hari kelak orang-orang yang mangasihi Yesus akan tinggal di dalam Sorga bersama Dia. Sungguh menyenangkan, bukan? Tentu kita semua juga ingin tinggal di Sorga bersama-sama Yesus.

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”. Yohanes 15:12.”**

Tradisi “Pinjam Hari” Tahunan
Oleh : Ellen Manueke

Malam sesudah Natal, (25/12) seorang kenalan diboyong ke Rumah Sakit Advent Manado oleh keluarganya. Ibu paruh baya ini terkena stoke ringan usai melakukan anjangsana Natal ke beberapa kota di Sulawesi Utara. Anak-anaknya menyebutkan bahwa ibu tidak menderita sakit apa-apa dan tiba-tiba ‘telor’ atau lidah menjadi pendek setelah “pasiar” (istilah Manado untuk jalan-jalan beranjangsana-red) Natal. Belum sempat masuk rumah, ibu yang berbadan subur itu harus digotong ke rumah sakit. “Mama kemarin menyantap lahap sate sapi dan sajian daging lainya,” aku dua orang anak saat bertemu di Kamis kemarin.

Di kota Manado dan sekitarnya, fenomena sakit sesudah hari raya sepertinya telah menjadi hal yang lumrah. Kemungkinan untuk makan berlebihan sangat besar karena di daerah ini dikenal istilah “pinjam hari”. Istilah ini memang berarti meminjam bagian hari-hari selanjutnya untuk dilakukan pada hari ini, ya, misalnya itu tadi: makan daging dalam porsi berlebihan untuk takaran sehari, menyantap dalam sehari porsi yang seharusnya untuk dua atau tiga hari ke depan.

Biasanya masyarakat yang bersilahturahmi dan beranjangsana keluar rumah di pagi hari dan makan siang di lokasi tujuan lalu akan pulang di malam hari. Di setiap rumah yang disinggahi, umumnya tersedia berbagai macam sajian makanan dengan menu pesta berupa daging-daging dan tidak termasuk minuman istimewa (mengandung coke dan sejenisnya) serta kue-kue dari telur dan mentega.

Pantang bagi tuan rumah jika seorang tamu mampir tanpa “beking kotor piring” atau mengambil piring dan menikmati nasi serta lauk pauk yang tersaji walau hanya sedikit saja. “Marijo, biar Cuma kase kotor piring,” (ambil saja piringnya dan taruh makanan walaupun tidak dihabiskan-red) begitu jawaban yang sering diberikan tuan rumah bagi tamu yang menolak makan tanpa mempertimbangkan bahwa sang tamu sudah makan di rumah yang lain. Sambil bercerita, sambil makam. “Pinjam hari,” itu yang akan disahut tuan rumah untuk tamu yang mengaku kenyang.

Istilah “pinjam hari” sebenarnya ungkapan yang ‘sopan’ untuk melanggar aturan kesehatan dengan memakan dan minum berlebihan dari yang perut dapat tampung. Firman mengatakan “berilah makanan kami yang secukupnya” tentu tidak berlaku dalam budaya pinjam hari.

Bila dihitung-hitung, dalam setahun, tradisi pinjam hari seperti ini terjadi beberapa kali. Sebut saja, Tahun Baru, Idul Fitri, Hari Raya Ketupat, Hari Raya Imlek, Hari Ulang Tahun, hingga tradisi pesta tahunan di kampung-kampung yang sangat terkenal, “Pengucapan” atau thanks giving. Pada momen-momen ini tersedia makanan yang berlimpah dengan berbagai menu istimewa sehingga setiap tamu sepertinya harus “pinjam hari”.

Kejadian seperti di atas memang sudah menjadi tradisi tahunan selama seseorang hidup. Pasca berpesta, banyak yang masuk rumah sakit karena mengidap stroke ringan maupun penyakit lainnya, sudah menjadi pemandangan biasa. Memang, masyarakat sudah paham bahwa banyak mengkonsumsi daging berbahaya bagi kesehatan.

Hari raya seharusnya dirayakan dengan tujuan menjauhkan keluarga dari kepelisiran orang-orang yang tidak percaya. Pena inspirasi dalam Nasihat Bagi Sidang halaman 309 menasehati bahwa “sekali-kali jangan hari itu yang disia-siakan dalam percakapan yang rendah dan bodoh..” Makanlah secukupnya, dan gunakan hari itu untuk melayani Kristus dan melakukan kebaikan.

Dunia masih menyisakan satu hari lagi tepat di detik-detik pergantian tahun ini nanti, sebuah hari yang menjadi hari raya atau hari besar bagi semua insan di dunia. Bagaimana kita akan melaluinya, tergantung pilihan masing-masing. Selamat menyongsong tahun baru 2014. ***

Di Hari Baik, Gembira Terima Sumbangan BAIT
Dilaporkan oleh: Ellen Manueke, Tim BAIT Manado

Tepat di tanggal cantik, 11-12-13, SMP Advent 6 Pandu menerima bantuan berupa dua buah laptop serta akses internet via modem dari BAIT Ministry dalam rangkaian HUT BAIT ke-6. Bantuan itu disalurkan sekitar pukul 11 hingga 12 siang di kantor sekolah kelurahan Pandu. Di lokasi yang baru beberapa tahun dimekarkan menjadi bagian kota Manado itu, kehadiran dua buah alat teknologi komunikasi itu membuat suasana menjadi segar. Apalagi ketika para siswa diberikan kesempatan mencoba mengakses internet dari lapangan, luar biasa senangnya.

“Hal yang biasa bagi penduduk di perkotaan ternyata menjadi hal yang luar biasa bagi siswa-siswa dan guru-guru di pinggiran kota. Sungguh terharu melihat kegembiraan yang ditunjukkan para guru dan murid ketika mendapat kesempatan mengakses internet dari sekolah mereka.”

“Ini (tersambung ke internet) baru pertama kali bagi saya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan BAIT Ministry yang sudah memberikan sumbangan ini,” ujar bapak Notty, kepala sekolah saat membuka website BAIT Ministry di bulletin.baitonline.org.

Menariknya, ketika laptop dan modem telah dikeluarkan dari kemasan dan siap untuk disambungkan ke internet, para guru segera mencari-cari murid yang diketahui sudah terbiasa mengakses internet. Kemudian, dengan antusias, para siswa menjelajah dunia maya dengan jari-jari mereka.

“Harapan kami, dengan bantuan ini, banyak berita-berita pendidikan, kegiatan jemaat bahkan penginjilan yang akan disebarkan ke seluruh dunia melalui pengiriman berita di bulletin BAIT secara periodik,” harap Lucky Mangkey mewakili tim BAIT.

“Atas nama SMP Advent 6 Pandu, kami menguncapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada BAIT Ministry yang sudah memberikan sumbangan dua buah laptop dan modem untuk akses internet. Kami tidak dapat membalas, namun doa kami semoga TUhan yang Maha Kuasa akan melimpahkan berkatnya kepada Bapak-ibu sekalian para pimpinan BAIT Ministry di seluruh dunia. Terima kasih banyak,” pesan kepala sekolah.

Hingga mobil tim BAIT meninggalkan halaman, para siswa yang tengah menjelajah internet dengan laptop yang baru terus melambai tangan mereka. Terlihat jelas kebahagiaan di wajah mereka.

Persembahkan Musik di Perjamuan Suci Akhir Tahun Kantor UKIKT
Kiprah Gita Gritma diapresiasi Officer Uni
Dilaporkan oleh : Departemen Komunikasi Jemaat Gritma

Kelompok musik Gita Gritma asal GMAHK Jemaat Gritma kembali menuai apresiasi setelah tampil pada Perjamuan Akhit Tahun Kantor Konfrens Uni Indonesia Kawasan Timur, Jumat lalu, (20/12) di kantor pusat gereja di bilangan Sarapung Manado. Hadir pada kesempatan itu, Officer dan pimpinan Departemen dan para staf beserta keluarga masing-masing. Turut membawakan pujian, koor anak-anak kantor Uni dan Darla Sualang. Sebagai pembawa doa penyerahan Pdt. Warouw Polii, MA.

Saat tampil dalam acara pembuka, Gritma yang datang tidak full team, membawakan dua lagu, pertama “Kesukaan Bagi Dunia” dan “Dalam Hati Masuklah Ya Tuhan Yesus” dengan baik. Setelah itu officer Uni, yaitu Pdt. Noldy Sakul MA, Pdt. Y. S. Bindosano, MA dan Herry Sumanti, MBA masing-masing ketua, sekretaris dan bendahara tampil memimpin acara Khotbah. Dalam sesi ini, Gita Gritma membawakan lagu Silent Night dengan menampilkan solo Rose J. Bindosano.

Selanjutnya di acara perjamuan yang dipimpin oleh Pdt. Frangky Sepang, MA didampingi Pdt. S. Wullur dan Pdt. A. Dien dan Pdt. S. Salainti, GIta Gritma tampil sebagai pembawa lagu-lagu penyerahan yakni “Ya Roh Suci Yang Benar”, “Ku Kasih PadaMu” dan Halleluyah dari Handel. Usai acara lagu “Majesty” ditembangkan.

“Kami berterimakasih atas penampilan kelompok music Gita Gritma membawakan puji-pujian. Kelompok ini terdiri atas anak-anak Advent dan non Advent dan telah menjadi sarana penginjilan,” terang Pdt. Yotam Bindosano dalam sambutannya.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dengan sajian utama vegetarian. Selamat menyambut Tahun baru 2014, Immanuel sampai Maranatha.

Ketua Uni Khotbah di Jemaat Gritma
Dilaporkan oleh Departemen Komunikasi Jemaat Gritma

Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Sabat (21/12) Ketua GMAHK Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT), Pdt. Noldy Sakul, MA beserta ibu dan jajaran berkunjung di jemaat Gritma, di bilangan Airport Sam Ratulangi. Jemaat Gritma yang merupakan akronim Griya Tugu Mapanget Asri dan sering dianalogikan dengan Garam Rica Ikan Tempayan Menceritakan Yesus dengan senang hati menyambut kedatangan ayah dari Victor dan David tersebut sejak pagi hari.

“Dari sekian banyak jemaat yang ada di kota Manado, selama enam tahun sebagai ketua ini, baru sekitar enam jemaat yang saya sempat kunjungi termasuk jemaat Gritma,” ungkap Pdt. Noldy, sapaan akrab beliau.

Sejak Diskusi Sekolah Sabat yang dipandu dengan baik oleh Pdt. Ronny Neman, tanggapan Pendeta Noldy sangat dinanti-nantikan anggota jemaat, khususnya para anggota yang baru dibaptis pada KKR “Semua Karena Cinta” yang diadakan tepat sebulan yang lalu.

“Saya yakin jemaat Gritma berdiri karena dilandasi oleh semangat penginjilan para pendirinya. Penginjilan merupakan alasan jemaat itu ada. Dengan kegiatan penginjilan, jemaat akan berkembang,” jelas Pendeta Noldy dalam khotbahnya. Pada kesempatan itu ketua Uni mengapresiasi keaktifan anak-anak kelompok music Gita Gritma yang ia dengar terlibat aktif dalam kegiatan penginjilan.

Sebelum memulai khotbah, Pendeta Noldy juga memimpin Penyerahan Bayi Barley Roulland Neman, putera pertama anak ketiga dari keluarga Pdt. Ronny Neman dan Lersy Kusen, sesaat sebelum memulai khotbahnya. Dengan antusias, jemaat mengikuti acara demi acara yang berlangsung hingga lewat pukul satu siang.

Acara bertambah lengkap dengan peringatan Hari Ibu yang menampilkan renungan tentang peranan wanita dan ibu dalam Alkitab yang patut dicontoh oleh kaum ibu jemaat, oleh ibu Jeanne Sakul MEtusala sesaat sebelum acara Khotbah dimulai. Seluruh ibu, baik anggota jemaat maupun tamu-tamu mendapatkan pemberian kembang dari anak, suami ataupun sahabat terkasih. Selamat Hari Ibu untuk para ibu yang luar biasa di seluruh dunia.

Penghargaan Kepada Penginjil Literatur
Oleh : Janice Losung – BAIT Tomohon

Pekerjaan Penginjil Literatur sangatlah mulia, berani dan penuh tantangan. Pekerjaan yang berada di pos terdepan dalam serangan penginjilan. Namun, dalam kunjungan ke setiap rumah, diyakini bahwa malaikat telah lebih dahulu berkunjung ke rumah-rumah target.

Pekerjaan awal misi pelayanan gereja Advent ini memang memerlukan orang-orang yang berkomitmen dan sungguh-sungguh dalam tugas pelayanan. Demikian khotbah renungan yang dibawakan oleh Pdt J. Lotulung sekretaris Daerah Konfrens Minahasa dalam ibadah pertemuan akhir tahun para Penginjil Literatur Daerah Konfrens Minahasa di kantor Advent Tomohon, hari Senin 23 Desember 2013.

Berterima kasih juga kepada pimpinan Daerah Konfrens Minahasa Pdt. J Gerungan, ketua yang selalu memberikan motivasi dan semangat, demikian juga Mr Mardy Rattu yang selalu memberikan dorongan dan himbauan agar tetap memiliki semangat dalam penginjilan. Hadir dalam acara tersebut pimpinan penerbitan Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur, Pdt J. Selah yang setiap saat memberikan nasihat dan tuntunan. Kegiatan akhir tahun ini diisi juga dengan pemberian penghargaan bagi Penginjil Literatur berprestasi yang telah bekerja dengan penuh dedikasi tinggi. Pdt J Rumalag menyerahkan hadiah bagi PL yang rajin, rapih, setia, mencapai target penjualan, penarikan jiwa dan dari Balai Buku Advent diberikan hadiah-hadiah penghargaan untuk sejumlah kategori serta kuiz seputaran penerbitan, diantaranya kuiz “Apa yang harus dilakukan bila sudah 15 rumah yang dikunjungi namun belum Ådå hasil buku yang terjual?” Jawabannya “Berdoa, lalu lanjut bekerja lagi” artinya terus berusaha pantang menyerah dengan penuh iman. Puji Tuhan dalam pekerjaan ini walau banyak rintangan namun tetap eksis dan terus membawakan berita keselamatan bagi warga Minahasa dalam pelayanan literatur.

Hari Ibu di RSA Manado
Oleh : Tim BAIT

“Kasih ibu kepada saya tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia” penggalan kata menggambarkan Kasih seorang ibu yang luar biasa. Bagaimana respek anda kepada sang ibu? Maryam seorang wanita dari kalangan biasa menjadi contoh biblikal mengenai peran seorang ibu yang melahirkan, merawat dan membesarkan seorang anak. Anak itu kemudian ternyata adalah Juruselamat dunia. Pekabaran Firman Tuhan berkenan dengan acara Hari Ibu yang dirayakan pada Sabat 21 Desember 2013 sangat menyentuh hati hadirin. Mrs. Helda Bakulu Pandeiroth mengajak jemaat untuk mengenangkan kasih seorang ibu dan juga kasih ajaib yang dilakukan oleh Yesus Kristus.

Acara Sabat seluruhnya ditangani oleh ibu-ibu dilingkungan RSA Manado. Nampak kostum istimewa yang digunakan yaitu kebaya yang memberi nuansa akrab antara ibu dan anak, ibu dan bapa juga sesama jemaat. Ibu adalah sosok yang tak kenal lelah, tidak kenal menyerah, penuh kasih sayang dalam rumah tangga. Terimakasih Tuhan karena ada seorang ibu yang kecintaan dan pengorbanannya tak dapat saya balas.

Serba-Serbi Dari Makasar

Oleh : pdt. Davy Politon – BAIT Makasar

Komite Akhir Tahun kali ini menghasilkan beberapa keputusan yg cukup memberikan pengharapan bagi perkembangan pekerjaan Tuhan di Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara umumnya dan Makassar secara khusus, mengingat fokus KKR Besar tahun depan thn 2014 akan terfokus di kota Makassar sehingga banyak yg harus dipersiapkan untuk pelaksanaan KKR tsb mengingat juga Pimpinan Sulselbara, Ketua Konferens Pdt. H. Sibilang telah diberikan tugas baru oleh Organisasi tertinggi di Divisi yaitu Direktur Penatalayanan Divisi Asia Pasifik Selatan yang berkantor pusat di Silang, Cavite sehingga tempat beliau harus segera diisi secepat mungkin karena beliau juga memegang Dir. Pendidikan pada saat yg sama selama menjabat menjadi Ketua Konferens di wilayah ini. Berikut hasil keputusan Komite Akhir Tahun Konferens Sulselbara yg dipimpin langsung oleh Ketua UKIKT Pdt. N. Sakul yang didampingi oleh Sek. Eksekutif UKIKT Pdt. S.Y Bindosano dan Bendahara, Bpk. H. Sumanti.

Ketua : Pdt. A. Inaray
Sekretaris : Pdt. W Runturambi
Bendahara : B. Kaumpungan
Sek. Ass. Kependetaan : Pdt. D. Sumajow (Dir. Misi
Global/Komunikasi)
Dir. SS/PP/PA : Pdt. M. Palangan
Dir. Penatalayanan/TS/Phil : Pdt. P. Sanjaya
(Gembala Jemaat Rong Guang)
Dir. BWA : Ibu. M. Kaumpungan
Dir. Shepherdess Inter. : dr. N. Inaray
Dir. Anak2/RT : Pdtm. D. Rampalodji (Gembala
Jemaat Hertasning)
Dir. Kesehatan : dr. L.K. Djimesha

Mutasi Pengerja Sbb:
Jemaat Durian : Pdt. D. Politon (Sebelumnya
Jemaat SUNU)
Jemaat Sunu : Pdtm. Glen Sakul (Sebelumnya
Jemaat Maranatha Mamuju)
Jemaat Hertasning : Pdtm. D. Rampalodji (Saat yg
sama Dir. Anak2 & RT)
Jemaat Mamuju : Pdt. R. Singon (Sebelumnya dari
Kendari)

Selebihnya tidak ada perpindahan.

Kemudian berdasarkan Pengesahan dari Komite Kependetaan Konferens Sulselbara tanggal 4 Juli 2013. No. 13-2013 dan Rekomendasi dari Unai tgl. 23 Juli 2013 dengan no. 846/FAK-FIL/UNAI/VI/2013 dan dari UNI KONFERENS INDONESIA KAWASAN TIMUR dengan no. 096/SKP/11/2013 Pdtm. Davy Jones M Politon telah diurapi menjadi Pendeta Penuh pada tanggal 7 Desember 2013 bertempat di GMAHK Jemaat SUNU tempat beliau melayani sebagai Gembala Jemaat. Pada saat yg sama juga Ibu. Rieneke Rolos Politonpun masuk menjadi anggota Shepherdess International..Mohon didoakan kedua hamba Tuhan ini dalam pelayanan mereka. Pdt. D. Politon juga mendapatkan tempat tugas yg baru efektif Januari di GMAHK Jemaat Durian menggantikan Pdt. D. Sumajow yg diangkat menjadi Sek. Ass. Kependetaan/Misi Global/Komunikasi KSSBT..

Pdt. M. Tandilangi, Sek. Ass. Kependetaan/Global Misi/Komunikasi KSSBT telah mengakhiri pelayanan resmi beliau di GMAHK yang efektif Pensiun pada tanggal 5 November 2013. Terimakasih atas pelayanan dan dedikasi beliau kepada Tuhan melalui Organisasi GMAHK selama ini.

Satu lagi yg menarik kami laporkan dari makassar adalah Kunjungan Puteri Indonesia 2013 ke Yayasan Perguruan Advent Durian atas kerjasama Sdr. Ruben Lomo, trainer untuk Puteri Indonesia yg juga adalah Anggota GMAHK Jemaat Sunu. Kesan sang Puteri Indonesia terhadap sekolah ini luarbiasa. Beliau bersama dengan 3 Puteri lainnya yaitu Puteri Sulsel, Runner Up I dan II.

Demikian berita2 yg dapat kami sampaikan dari Makassar. Semoga informasi ini menolong dan membantu.

ORANG KECIL YANG BERBICARA PELAN, TAPI YAKINKAN 2 ORANG ROKO TOBELO
Oleh ; Jeiner Rawung – BAIT Manado

Pdt. Djuan Sampouw ketika membaptis di KKR Gritma

Pdt. Djuan Sampouw yang berperawakan kecil dan dikenal berbicara lembut, dipakai Tuhan untuk meyakinkan 2 Orang Roko (Penduduk Asli) Tobelo Maluku Utara (Malut), yang menyerahkan diri dibabtiskan kepada Tuhan pada Pertemuan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Distrik Tobelo Malut, Sabat (21/12) pekan lalu.

Dalam pembicaraan khotbahnya,pria yang hadir langsung di puncak acara HUT BAIT Ministry Ke-6 belum lama berselang,mengupas Ibrani 13:20, 21. “Berjalan bersama-Nya, berinvestasi dengan Dia, memandang kepada-Nya, Mengasihi Dia dan umatNya”, kata hamba Tuhan yang sebelumnya menggembalakan GMAHK Jemaat Gritma Paniki Mapanget Manado, di akhir pembicaraanya, menyimpulkan dengan nada sangat berpengaruh.

Selanjutnya, pada sore harinya, gilirang Bakti Wanita Advent (BWA) Distrik Tobelo yang mengambil peran acara, berkenaan dengan peringatan Hari Ibu. Mrs. H. Sampouw-Bataren memilih tema ‘Ibuku, Pahlawanku’. Kaum suami dan anak-anak diajak untuk tanpa sungkan memberikan bunga sebagai tanda cinta kasih kepada setiap Istri/Ibu.

“Puji Tuhan Sabatini dua Jiwa di Desa Roko menyerahkan diri untuk dibabtiskan. Tolong doakan jiwa-jiwayang sudah dibabtis “ tulis salah seorang anggota GMAHK di Tobelo yang mengaku bernama Rafles, melalui SMS dari nomor HP miliknya.

SARONGSONG TOMOHON SYUKURI HARI IBU, MELKY SAKUL DI KALVARI TEMBAGA PURA
Oleh : Jeiner Rawung – BAIT Manado

Anggota-anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di Jemaat Sarongsong Tomohon Sulawesi Utara mensyukuri kasih ibu yang dikaruniakan Tuhan Pencipta manusia, lewat kegiatan Hari Ibu pada Sabat (21/12) di Kota ‘Kembang Dingin’ Tomohon.

Jerry Pangkey

Mrs. Novlin Polii lantas berucap yang sangat puitis. Alumni SMP Advent Sonder itu menyatakan “Tuhan berkatilah saya menjadi tegar dan kuat seperti Debora, Cantik dan berani seperti Esther, Sabar dan Bertanggung Jawab seperti Hana, Setia dan Penyayang seperti Rut, Taat dan Patuh seperti Maria, dan Bijak seperti Abigail. Tolong pelihara aku dalam kasihMu. Amin”.

Jika di jemaat- jemaat lainnya kaum Ibu yang melayani khotbah kebaktian Sabat siang, berbeda di GMAHK Jemaat Kalvari Tembagapura Provinsi Papua. Pdt. Melky Sakul menjadi saluran berkat Firman Tuhan. “Kiranya Tuhan memberkati kita semua yan menyembah Dia, teristimewa kaum Ibu yang memegang peranan besar bagi kemajuan Gereja melalui generasi yang terbina di dalam Kristus”, sebut pria asal Tincep Sonder Jerry Pangkey.

Leave a Reply