Edisi 29 Nov

Keberhasilan yang Perlu Diwaspadai
Oleh Pdt. D. Politon

Terkadang dan bahkan sering saya termenung dan memikirkan betapa sering setiap kali kita merayakan suatu perayaan khusus dan istimewa, apakah itu ulang tahun kita, anak kita, rumah tangga kita, gereja kita dan bahkan organisasi serta pelayanan kita, …. kita tergoda untuk lebih memberikan apresiasi terhadap kemampuan dan kesanggupan kita atau orang lain, serta mengukur semua keberhasilan dan pencapaian dalam konteks yg,… jika dibandingkan akan lebih banyak presentasinya kepada diri kita masing-masing, mengapa? Karena secara nyata, kita sendiri yang merasakan, melihat, mengupayakan, memikirkan, mempertimbangkan, mengatur, merencanakan, melibatkan diri, dan lain-lain….dalam hal apapun!! Meski kita sudah awali dengan ‘Doa dan Penyerahan’…meninggikan Kristus dalam kata-kata yg mengesankan,…serta memotivasi orang untuk meyakini bahwa ‘Bersama Tuhan’ maka segala sesuatu yg tidak mungkin akan menjadi mungkin!!! Tidak ada dana? Tuhan akan sediakan…Tidak ada jiwa? Tuhan akan sediakan!… Tidak ada Tempat?… Tuhan akan tunjukkan dan lain-lain… Dan ini akan mengancam kita pada titik dan moment yang perlu diwaspadai!!! KESOMBONGAN DIRI!

Siapa yang tidak suka mendengar namanya disebut-sebut dengan pencapaian yg luarbiasa, hasil yang luar biasa, kesanggupan yg luarbiasa, kemampuan yang luar biasa, … dan namanya, organisasinya, pelayanannya, … termasuk dalam jajaran nama-nama yg sering dibicarakan orang..

Perhatikan ini!
Daniel 4:20 Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, 4:21 yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara — 4:22 tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi!
Mari kita introspeksi diri kita masing-masing..apakah kita BERTAMBAH BESAR DAN KUAT, apakah pengaruh kita sampai ke LANGIT dan sampai KE SELURUH BUMI?…apakah hasil kita BERLIMPAH?…dan kita MEMBANTU semua yang hidup?… orang BERGANTUNG PADA KITA serta kita BERTAMBAH SUKSES, KEBESARAN KITA MEMUNCAK…dan… SIAPA YANG PALING “SERING DIBICARAKAN”? SANG PEMBERI SUKSES? Atau KITA?

Di daftar, kita memiliki banyak orang-orang yang memiliki kemampuan, karunia, talenta, pengetahuan, pengalaman, jabatan, kekayaan materi dan intelek serta pengaruh yg luarbisa… namun jika KITA TIDAK BERHATI-HATI MENJAGA HATI DAN MENGONTROL DIRI, maka KESOMBONGAN akan secara perlahan menggerogoti kita dan akhirnya NAMA TUHAN hanya digunakan sebagai pelengkap dan pemoles keberhasilan yang didasari pada kemampuan dan pengalaman serta apa yg kita miliki (yang sebenarnya juga di anugerahkan oleh Tuhan)…..

Ellen White sudah mengamarkan dalam Manuscript 164, 1902: ”Biarlah mereka yang Tuhan telah percayakan dengan kekayaan karunia dan talenta bermawas diri dan berhati-hati, jika tidak kesombongan dan merasa-diri-cukup akan mengambil alih control. … biarlah mereka berdoa agar dijauhkan dari kesombongan dan meninggikan diri.”

Agar pengalaman Raja Nebukadnezar tidak terulang.. perhatikan hal berikut: “Daniel 4:30 berkatalah raja: “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?…

Jika kita mulai mengungkapkan unsur kesombongan dengan kata dan kalimat seperti di atas yang semuanya mengarah kepada DIRI SENDIRI!… maka…apapun yg kita miliki telah beralih dari kita tidak hanya itu (perlahan tapi pasti…) TUHAN akan mendidik kita dengan cara yang tidak bisa kita duga… IA MERENDAHKAN KITA yang berusaha MENINGGIKAN DIRI!…(anda tahu ceritanya.. ) Daniel 4:25.

Langkah pertama yg kita dapat lakukan setelah kita belajar di sekolah Kerendahan Hati, maka lihatlah apa yg Nebukadnezar lakukan!..” aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.
“Pandanglah ke Atas/Langit,… maka AKAL BUDI anda akan dikembalikan …dan hasil akhirnya anda hanya melakukan 3 hal berikut:
1. MEMUJI YANG MAHA TINGGI
2. MEMBESARKAN YANG HIDUP KEKAL
3. MEMULIAKAN YANG HIDUP KEAL
Saya berharap, setelah berjalan selama 6 tahun khusus untuk BAIT MINISTRY, sementara pada saat yg sama sedang MEMBAGIKAN KABAR BAIK DI MANADO… TETAPLAH BERDOA agar TERHINDAR DARI KESOMBONGAN DALAM PENCAPAIAN DAN HASIL PELAYANAN… lalu JANGAN kita tergoda MENEMPATKAN SELURUH ANGGOTA TIM DI POSISI ALLAH yang selayaknya menerima KREDIT dan RASA SYUKUR YG MURNI… karena DILUAR YESUS, KITA TIDAK DAPAT MELAKUKAN APA2..bahkan dalam mempertahankan eksistensi BAIT SELAMA 6 TAHUN INI!… Memang benar kerjasama tim begitu solid, membangun kerjasama, mengganti yang kosong, mengorbankan waktu dan tenaga, memasak di dapur untuk terbitan, mengedit, mendesign dan lain sebagainya… hal tersebutpun… adalah KARUNIA TUHAN dalam diri kita!

Tetaplah berkarya, gunakan semua karunia yg Tuhan berikan untuk menjadi berkat bagi orang lain lewat Media BAIT ini, namun sekali lagi..jangan pernah melupakan apa yang TUHAN SUDAH LAKUKAN DI MASA YANG LALU.. karena HANYA KARENA KASIH KARUNIANYA…BAIT MASIH TETAP EKSIS SAMPAI USIA 6 THN. Tidak pernah berhenti melayani setiap minggu dengan berita-berita, artikel, renungan, rubrik dsb… bahkan melayani umat lewat berbagai KKR dan bantuan-bantuan yang mendukung pelayanan terhadap sesama… Semoga Tuhan senantiasa menjaga keutuhan dan kemurnian HATI dari setiap INDIVIDU yang melayani Tuhan lewat BAIT MINISTRY… HAPPY 6TH ANNIVERSARY…

Selamat SABAT

Dipanggil Keluar Dari Babel
Oleh : Pdt. J. Salaga – Distrik Luwu, Tanah Toraja

Wahyu 18 : 4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetanya…”

Pekabaran malaikat kedua dalam wahyu 14 : 8 yang merupakan sebuah pengumuman tentang jatuhnya Babel, kota besar itu, diulangi dan dipertegas dengan kesungguhan, kuasa dan lebih lengkap dalam wahyu 18 : 1 – 4. Pengumuman ini adalah sebagian dari pekabaran yang disampaikan kepada dunia ini sebelum Yesus datang kembali. Suatu pekabaran yang memanggil umat Tuhan keluar dari Babel. Kenapa mesti dari babel, bukan dari tempat yang lain? Contoh: kita orang indonesia, mestinya keluar dari indonesia, bukan dari babel. Untuk dapat memahaminya perlu dimengerti terlebih dahulu apa sebenarnya arti babel itu. Karena kota Babel atau Babylon itu sendiri sudah tidak ada sekarang. Babel dari kata kerja balal = to confuse, mengacaukan. Babel = confusion = kekacauan. Yang merujuk kepada kejadian 11 : 9 dimana Tuhan mengacaukan bahasa manusia. Sehingga benar-benar keadaan itu kacau balau.

Makna rohani babel disini adalah sebuah bentuk system keagamaan. Agama atau gereja dalam arti spesifik. Adalah sebuah wadah dimana umat mendapat bimbingan serta dukungan rohani dan menuntun umat untuk datang kepada Yesus Kristus melalui ajaran alkitab dan mengesampingkan Fisafat-filsafat dunia. System keagamaan “Babel” tidaklah demikian. Ada percampuran doktrin atau ajaran, terjadi sebuah kekacauan yang begitu hebat.

Kembali kepada kejadian 11 : 9 Kenapa Tuhan mengacaukan bahasa mereka? Bukankah Tuhan tidak senang dengan keadaan kacau balau? Beberapa alasan:

1. Tuhan berkenan agar bumi ini dipenuhi dengan umat manusia, bukan hanya berada pada satu tempat. Kejadian 9 : 1
Manusia membuat kota dan menara agar tidak terserak keseluruh bumi. Kej. 11 : 4

2. Tuhan telah berjanji bahwa tidak akan ada air bah lagi yang akan membinasakan segala mahluk, janji itu dimetraikan dengan munculnya pelangi di awan. Kej. 9 : 13 Alfa & Omega Jilid 1 hal. 131 “Satu tujuan yang ada dihadapan mereka dalam membangun menara ini ialah untuk menjaga keselamatan mereka seandainya air bah yang lain datang melanda”.

Kacau balau oleh karena mereka tidak percaya dengan firman Tuhan, Babel adalah semua badan agama apapun namanya yang mewarisi tabiat dan menjalankan kehendak dan cita-cita ibu mereka. Ini juga berlaku secara perorangan yang menerima atau menyerah pada ajaran dan cita-cita babel modern. “Gereja-gereja mengasihi dunia pada zaman akhir”. Tuhan memanggil umat-Nya keluar dari suatu system agama yang tidak sepenuhnya percaya dan melakukan firman Tuhan. Babel bukanlah gambaran peralihan kekuasaan politik atau kekuasaan militer, tetapi menunjuk kepada kemerosotan moral dan spiritual, penyimpangan dari iman yang benar. Apakah artinya keluar dari Babel? 2 Korintus 6 : 14 -18 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya… keluarlah kamu dari antara mereka dan pisahkanlah dirimu dari mereka. Keluar dari babel artinya memutuskan hubungan dengan setiap ajaran dengan kebiasaan yang tidak berlandaskan Alkitab. Umat kristen yang mula-mula itu menerima panggilan Allah untuk keluar dengan sungguh-sungguh sampai mereka membakar jampi-jampi kemurtadan mereka. Kisah 19 : 18, 19.

Setelah keluar dari Babel kemana kita akan pergi? Kita bersyukur kepada Allah karena tidak meninggalkan kita mengembara dipadang belantara kebimbangan. Ia telah menyediakan rumah rohani yang aman bagi kita, kandang gembala yang baik itu yaitu gereja yang sisa. Dalam Wahyu 12 : 17. Suatu gereja yang olehnya naga marah, gereja yang menuruti hukum-hukum Allah, gereja yang memiliki kesaksian Yesus.

Untuk apa kita dipanggil keluar dari Babel? Wahyu 18 : 4 agar kita tidak mengambil bagian dalam dosa-dosanya dan supaya tidak ditimpa malapetaka-malapetakanya. 1 Petrus 2 : 9 dipanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar dan ajaib dari Sang Khalik. Percayalah kepada panggilan-Nya, Berbahagialah karena engkau turut dipanggil.***

Amaran Terhadap Kepura-puraan
Kisah Para Rasul – Ellen G. White

Allah telah menjadikan pemasyhuran Injil itu bergantung kepada pekerjaan dan pemberian umat-Nya. Persembahan sukarela dan persepuluhan membentuk penghasilan dari pekerjaan Allah. Dari harta yang dipercayakan kepada manusia, Allah menuntut sebagian yang tertentu,–persepuluhan. Ia membiarkan semuanya bebas untuk mengatakan apakah mereka akan memberikan lebih daripada ini. Tetapi bila hati digerakkan oleh pengaruh Roh Kudus, dan suatu janji telah diadakan untuk memberi suatu jumlah yang tertentu, seorang yang berjanji tidak lagi mempunyai hak untuk bagian yang telah diserahkan itu. Janji seperti ini yang diadakan kepada manusia akan dipandang sebagai mengikat; tidakkah itu lebih mengikat lagi yang diadakan kepada Allah? Apakah perjanjian-perjanjian yang telah dicoba dalam pengadilan angan-angan hati, kurang mengikat daripada perjanjian yang tertulis oleh manusia?
Sementara terang Ilahi bersinar ke dalam hati dengan terang dan kuasa yang luar biasa, kebiasaan mementingkan diri mengurangi genggamannya, dan ada kecenderungan untuk memberi kepada pekerjaan Allah. Tetapi tak seorang pun yang perlu memikirkan bahwa mereka akan diizinkan memenuhi tuntutan yang diadakan pada waktu itu, tanpa sesuatu protes pada pihak Setan. Ia tidak senang melihat kerajaan Penebus didirikan di dunia ini. Ia menganjurkan bahwa janji yang diadakan terlalu banyak, sehingga hal itu melumpuhkan mereka dalam usaha mereka untuk mendapat harta atau memuaskan keinginan keluarga mereka.
Tuhanlah yang memberkati mereka dengan harta, dan Ia melakukannya supaya mereka boleh memberi demi kemajuan pekerjaan-Nya. Ia memberikan cahaya matahari dan hujan. Ia menyebabkan tumbuh-tumbuhan bertumbuh dengan subur. Ia memberikan kesehatan dan kesanggupan untuk memperoleh kekayaan. Segala berkat kita berasal dari tangan-Nya yang berlimpah-limpah. Sebaliknya, Ia mau pria dan wanita menunjukkan terima kasih mereka oleh mengembalikan kepada-Nya sebagian berupa persepuluhan dan persembahan–dalam persembahan syukur, dalam persembahan suka hati, dalam persembahan karena melanggar. Sekiranya harta akan mengalir ke dalam perbendaharaan sesuai dengan rencana yang ditentukan Ilahi,–sepersepuluh dari segala pertambahan, dan persembahan sukarela,–akan ada kelimpahan untuk memajukan pekerjaan Tuhan.
Tetapi hati manusia menjadi keras oleh sifat cinta diri, dan seperti Ananias dan Safira, mereka tergoda untuk menahan sebagian dari harganya, sementara berpura-pura memenuhi tuntutan Allah. Banyak orang yang menggunakan uang dengan borosnya dalam pemuasan diri sendiri. Pria dan wanita mempertimbangkan kesenangan mereka sendiri dan memuaskan citarasa mereka sendiri, sementara mereka membawa kepada Allah suatu persembahan yang tak rela dan terpaksa. Mereka lupa bahwa Allah pada suatu hari akan menuntut suatu perhitungan yang keras bagaimana kekayaan-Nya telah digunakan, dan Ia tidak lagi akan menerima jumlah yang sedikit sekali yang mereka berikan ke dalam perbendaharaan dari pada Ia menerima persembahan Ananias dan Safira.

Dari hukuman yang kejam yang diberikan Allah kepada orang-orang yang bersumpah palsu, Allah mau kita mempelajari juga berapa dalamnya kebencian dan kejijikan-Nya untuk semua kepura-puraan dan penipuan. Dalam berpura-pura bahwa mereka telah memberikan semuanya, Ananias dan Safira berdusta kepada Roh Kudus, dan sebagai akibatnya, mereka kehilangan hidup kini dan hidup yang akan datang. Allah yang sama yang menghukum mereka, pada dewasa ini mempersalahkan semua kepalsuan. Bibir yang berdusta adalah kebencian kepada-Nya. Ia menyatakan bahwa ke dalam Kota yang Suci “tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta.” Wahyu 21:27. Biarlah menceritakan kebenaran dipegang teguh dan tidak menggenggam ketidakpastian. Biarlah itu menjadi sebagian dari pada kehidupan. Bermain cepat dan hilang dari kebenaran, dan berpura-pura melindungi rencana-rencana yang mementingkan diri sendiri bagaikan iman yang telah kandas. “Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan.” Efesus 6:14. Ia yang mengungkapkan yang tidak benar menjual murah jiwanya di pasar. Kepalsuan mungkin kelihatan bagaikan melayani keadaan yang darurat; dengan demikian ia tampaknya mengadakan kemajuan dalam usaha yang tidak dapat diperolehnya dengan cara yang adil; tetapi akhirnya ia tiba pada tempat di mana ia tidak mempercayai seorang pun. Dirinya sendiri seorang pendusta, ia tidak lagi mempunyai keyakinan pada orang lain.

Dalam kasus Ananias dan Safira, dosa penipuan terhadap Allah dihukum dengan cepatnya. Dosa yang sama sering terulang kemudian dalam sejarah sidang kita dan dilakukan oleh banyak orang di zaman kita. Tetapi meskipun hal itu tidaklah disertai dengan manifestasi yang dapat dilihat dari ketidaksenangan Allah, tidaklah lebih mengerikan pada pemandangan-Nya sekarang daripada zaman rasul-rasul. Amaran itu telah diberikan; Allah dengan jelas telah menyatakan kebencian terhadap dosa ini; dan semua orang yang menyerahkan diri sendiri kepada kepura-puraan dan ketamakan dapat merasa pasti bahwa mereka sedang membinasakan jiwa mereka sendiri.

Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

Paham Pemeliharaan Hari Minggu
lanjutan ….

Sejarah Penganiayaan Di Masa Lalu Akan Berulang. Sudah jelas bahwa masa kesukaran yang akan terjadi mendahului kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman identik dengan penganiayaan. Sejarah pencobaan berupa penganiayaan di masa lalu baik di jaman Alkitab maupun pada Zaman Kegelapan sudah pasti akan terulang di akhir zaman.Tidak ada catatan dalam Alkitab dan tulisan-tulisan roh nubuat yang menyatakan waktu kapan masa kesukaran akan dimulai. Elleh G. White menulis: “Kita tidak akan sanggup untuk menghadapi pencobaan dari masa ini tanpa Allah. Kita tidak harus memiliki keberanian danketabahan para syuhada di masa kuno sampai kita dibawa ke dalam kedudukan yang mereka alami. . . . Kita harus menerima pemberian anugerah untuk hari-hari darurat. Sehingga kita bertumbuh di dalam anugerah dan di dalam pengetahuan akan Tuhan kita Yesus Kristus, dan jikalau penganiayaan itu datang ke atas kita, jikalau kita harus dikurung di dalam tembok-tembok penjara demi iman dan pemeliharaan akan hukum Allah yang suci, “Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.” Ulangan 33:25. Haruskah akan ada kembalinya penganiayaansehingga akan ada anugerah untuk diberikan untuk membangkitkan setiap energi jiwa untuk menunjukkan satu kepahlawanan yang sejati…. {Ellen G. White, Our High Calling, hlm. 125,parag. 4}

Lebih lanjut White menulis: “Perkara pertama tercatat di dalam sejarah Kitab Suci sesudah kejatuhan dalam dosa adalah penganiayaan terhadap Habel. Dan perkara terakhir di dalam nubuatan Kitab Suci adalah penganiayaan terhadap mereka yang menolak untuk menerima tanda binatang binatang. Kita haruslah menjadi umat terakhir di atas bumi untuk membiarkan diri sendiriberada di dalam tingkatan yang paling menganggap sepi roh penganiayaan terhadap mereka yang sedang mengemban pekabaran Allah kepada dunia. Inilah fitur paling mengerikan dari ketidakserupaan dengan Kristus yang sudah mewujudkan dirinya sendiri di antara kita sejak rapat di Minneapolis. Suatu saat itu akan terlihat di dalam pikulan yang benar, dengan semua beban dari kesengsaraan yangsudah dihasilkan darinya . . . .” {Ellen G, White, dikutip dalam The Paulsen Collections, hlm. 146, parag. 4}
Ellen G. White bahkan menulis, “Ada satu pertanyaan lain dan lebih penting yang seharusnya menjadi perhatian utama dari gereja-gereja dewasa ini. Rasul Paulus menyatakan bahwa ‘semua yang hendak hidup secara saleh di dalam Kristus akan menderita penganiayaan’ (2 Timotius 3:12). Lalu kalau demikian, mengapa penganiayaan yang nampaknya di dalam tingkatan hebat itu sedang tidur?—Satu-satunya alasan adalah, bahwa gereja sudah berkompromi dengan standar dunia, dan oleh karena itu tidak membangkitkan perlawanan.Agama pada masa kita sekarang ini tidak menampilkan karakter yang murni dan suci seperti yang menandai iman Kristen pada zaman Kristus dan para rasul. Satu-satunya sebab adalah roh berkompromi dengan dosa, sebab kebenaran-kebenaran hebat dari Firman Allah dianut secara acuh tak acuh, sebab ada begitu sedikit kesalehan vital di dalam gereja, sehingga Kekristenan secara jelas kelihatannya menjadi begitu populer dengan dunia. Biarlah ada satu kebangunan iman dan kuasa gereja mula-mula, dan roh penganiayaan dibangkitkan, dan api penganiayaan dinyalakan. [Lihat Ellen G. White, The Great Controversy Between Christ and Satan (Mountain View, CA: Pacific Press Publishing Ass., 1911-1950), hlm. 48, parag. 2].

Namun pada kesempatan lain Ellen G. White menulis: “Ketika Kristus menghentikan pekerjaan-Nya sebagai pengantara demi manusia, kemudian masa kesukaran ini akan dimulai. Kemudian kasus dari setiap jiwa akan diputuskan, dan tidak akan ada lagi darah pendamaian yang membersihkan dari dosa. Ketika Yesus meninggalkan kedudukan-Nya sebagai Pengantara manusia di hadapan Allah maka pengumuman khidmat akan dibuat, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” (Wahyu 22:11). Kemudian Roh Alah yang mengendalikan itu ditarik dari bumi.”—Patriarch and Prophets,hlm. 201 (1890). {Dikutip dalam Ellen G. White, Last Days Events, hlm. 253, parag. 1}. Jadi jelas bahwa di dalam pernyataan roh nubuat, tidak ada keterangan yang menjelaskan kapan Yesus berhenti menjadi pengantara manusia di hadapan Allah. Seandainya ada keterangan untuk itu maka akan diketahui kapan pastinya masa kesukaran itu akan, sebab jelas itu akan terjadi sesudah Kristus menghentikan pelayanannya di bilik maha kudus di sorga sebagai Imam Besar, Pengantara antara manusia dengan Allah.

Umat Allah Menerima Meterai Allah Yang Hidup Sebelum Pintu Kasihan Tertutup. Masa kesukaran besar akan terjadi setelah umat Allah menerima meterai Allah yang hidup. Tetapi harus menjadi jelas bagi mereka yang mengakui umat Allah bahwa itu akan terjadi sesudah Kristus mengakhiri pelayanan-Nya di sorga sebagai Pengantara.Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah kapan Roh Hujan akhir akan dicurahkan setelah umat-umat Allah memilih untuk tetap setia menurut kehendak Allah lewat hukum-hukum-Nya?Untuk pertanyaan ini dapat ditemukan jawabannya dalam roh nubuat. Ellen G. White menulis: “Ketika malaikat ketiga menutup pekabarannya, permohonan-permohonan untuk rahmat bagi kesalahan para penduduk bumi tidak akan ada lagi. Umat Allah sudah menyelesaikan pekerjaan mereka.Mereka sudah menerima “hujan akhir,” “penyegaran dari hadirat Tuhan,” dan mereka disediakan untuk jam pencobaan di hadapan mereka. {Ellen G. White, Last Days Events, hlm. 253, parag.2}. Bahkan Ellen G.White juga menulis: “Sebelum pekerjaan itu ditutup dan pemeteraian terhadap umat Allah diselesaikan, kita akan menerima pencurahan Roh Allah. MalaIkat-malaikat dari sorga akan berada di tengah-tengah kita.” Ellen G. White, Maranatha: The Lord is Coming, hlm. 212

Itu artinya bahwa setelah kecurahan Roh Kudus berakhir maka itu akan memastikan umat-umat Allah sudah berada pada tahap akhir dalam menyelesaikan pekerjaan mereka yakni mengamarkan dunia dengan pekabaran malaikat ketiga, dan mereka akan segera bersedia menghadapi masa kesukaran besar. Jadi tanda atau bukti bahwa umat-umat Allah sudah menerima kecurahan Roh Kudus yang disebut juga “hujan akhir” ialah mereka menerima meterai Allah yang hidup. Untuk hal ini White menulis: “Malaikat-malaikat sedang bergegas-gegas ke sana ke mari di sorga. Seorang malaikat kembali dari bumi yang mengumumkan bahwa pekerjaannya sudah dilakukan; ujian akhir sudah dibawakan ke atas dunia, dan semua yang sudah membuktikan diri mereka sendiri taat kepada aturan-aturan ilahi sudah menerima “meterai Allah yang hidup.” Kemudian Yesus menghentikan pengantaraan-Nya di kaabah di atas . . . . Kristus sudah membuat pendamaian bagi umat-Nya, menghapuskan dosa-dosa mereka.Jumlah hamba-hamba-Nya telah diputuskan; “Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.” Daniel 7:27.—The Great Controversy. hlm. 613, 614 (1911). {Ellen G. White, Last Days Events, 254, parag.1}. Sejauh ini dapat dipahami hujan akhir adalah pra-syarat untuk umat Allah mendapatkan pemeteraian untuk menentukan bahwa mereka adalah milik Allah 100 % sehingga mereka siap menghadapi masa kesukaran besar adalah harus menerima pencurahan Roh Kudus yang dikenal dengan hujan akhir.

Lalu pertanyaan berikut adalah, kapan roh hujan akhir itu akan dicurahkan menggenapi nubuatan Yoel 2:28, 28 secara klimaks? Ellen G. White menulis bahwa dia tidak pernah mendapatkan petunjuk kapan Roh Kudus akan tercurah di akhir zaman. Seperti kutipan di atas bahwa White hanya sempat menyentil bahwa pencurahan Roh Kudus itu akan terjadi menjelang pekerjaan Tuhan yakni pekabaran malaikat ketiga ditutup. Bahkan Ellen G. White menulis, “Anda tidak akan sanggup mengatakan Ia akan datang satu, dua atau lima tahun lagi, bahkan anda tidak harus menetapkan dengan menyatakan bahwa itu tidak akan mungkin terjadi dalam waktu 10 atau 20 tahun . . Kita tidak mengetahui waktu yang pasti kapan pencurahan Roh Kudus atau kedatangan Kristus.–Review and Herald,22 Maret 1892 {Ellen G. White, Evangelism,hlm. 221, parag. 1}. Lebih lanjut White menulis: “Saya tidak memiliki waktu yang spesifik dari mana untuk membicarakan kapan pencurahan Roh Kudus akan terjadi, kapan malaikat agung akan turun dari sorga, dan bersatu dengan malaikat ketiga di dalam menutup pekerjaan di dunia ini; pekabaran saya yaitu bahwa satu-satunya keamanan kita di dalam bersedia bagi penyegaran surgawi, adalah memelihara kondisi lampu-lampu kita dan tetap menyala. Kristus sudah mengatakan kepada kita, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.“ (Matius 24:44) “Berjaga-jagalah dan berdoalah” adalah tugas yang diberikan oleh Penebus kita. {Ellen G. White, Miscellaneous, 1888, hlm. 960, parag. 5}.

Dengan kata lain bahwa jawaban terbaik terhadap pertanyaan kapan terjadinya pencurahan Roh Kudus yang disebut Roh Hujan Akhir adalah bahwa itu akan terjadi setelah umat-umat Allah sudah mengadakan reformasi dan revival secara global. Karena syarat utama penggenapan janji pencurahan Roh Hujan akhir adalah adanya revival dan reformasi yang berlangsungsecara sungguh-sungguh di antara umat Allah secara global. Revival akan terjadi apabila ada doa-doa dan puasa secara individu dalam satu komunitas pendoa di akhir zaman. Karakterisitik revival dan reformasi telah ditunjukkan oleh konteks apokaliptis dalam Yoel 2:12, 13. Tidak ada cara lain lagi dari pada mengadakan doa-doa dan puasa untuk penyangkalan diri dari berbagai hawa nafsu dunia yang membuat pikiran umat-umat Allah tidak peka terhadap kebutuhan akan Roh Kudus. Tidak ada kebutuhan lebih besar yang dapat dirasakan umat-umat Allah saat terpanggil mengadakan revival dan reformasi dari pada kebutuhanterhadap kepenuhan kuasa Roh Kudus di dalam kehidupan praktis mereka sehari-hari (Lukas 11:1-13; Yohanes 14:26, 27; 16:8). Itulah kebutuhan mendesak untuk memurnikan tabiat mereka secara sempurna dan terus-menerus.

Ellen G. White mengingatkan para penganut kebenaran Kristus bahwa, “Satu kebangunan dan reformasi harus mengambil tempatnya, di bawah pelayanan Roh Kudus. Reformasi dan kebangunan adalah dua perkara berbeda[namun terikat secara tak terpisahkan].Kebangunan menunjukkan satu pembaharuan kehidupan rohani, satu percepatan terhadap kuasa-kuasa pikiran dan hati, satu kebangkitan dari kematian rohani. Reformasi menunjukkan satu pengorganisiran kemali, satu perobahan di dalam gagasan dan teori-teoir [cara berpikir], kebiasaan-kebiasaan dan praktek-praktek [cara bertindak]. Reformasi tidak akan membuahkan buah yang baik dari kebenaran kecuali itu terhubung dengan kebangunan Roh. Kebangunan dan reformasi harus dilakukan untuk pekerjaan mereka yang menentukan, di dalam melakukan pekerjaan ini mereka harus berpadu.” (Ellen G. White, Review and Herald,25 Februari 1902).

Pertobatan adalah langkah pertama yang mana harus diambil oleh semua yang hendak kembali kepada Allah. Tidak ada yang dapat melakukan pekerjaan ini bagi kita. Jita harus melakukannya secara individu merendahkan jiwa-jiwa kita di hadapan Allah, dan menanggalkan berhala-berhala kita. Ketika kitaharus melakukan semua yang kita dapat lakukan, Tuhan akan mewujudkan kiepada kita keselamatan-Nya.” {Ellen G. WhiteSigns of the Times, 26 Januari 1882 par. 19}

Ellen G. White menulis bahwa kebangunan harus dilakukan melalui doa yang sungguh-sungguh dan mengadakan pertobatan guna membersihkan kaabah hati: “Allah harus disembah di dalam roh dan kebenaran. Tidak ada penyembahan lain yang Ia terima.Ada satu kebutuhan dewasa ini untuk satu kebangunan sedemikian rupa terhadap agama hati yang benar seperti yang dialami Israel kuno. Kita perlu, seperti mereka, untuk membawa ke depan buah yang memenuhi pertobatan,–menanggalkan dosa-dosa kita, membersihkan kaabah hati yang cemar sehingga Yesus boleh memerintah di dalam. Ada satu kebutuhan doa—doa sungguh-sungguh, doa yang menang. Juruselamat Kita sudah meninggalkan janji-janji berharga untuk si pemohon yang benar-benar mengakui menyesal. Sehingga tidak akan mencari wajah-Nya dengan sia-sia. Ia juga sudah oleh teladan-Nya Sendiri mengajarkan kita keperluan akan doa.” {Signs of the Times, 25 Januari 1882, parag. 18}

Ellen G. White menulis: “Ada di dalam gereja kita yang menganut kebenaran hanya halangan-halangan terhadap pekerjaan reformasi. Mereka adalah penyumbat kepada roda-roda mobil terhadap keselamatan. Kelas ini sering berada di dalam kesukaran. Keragu-raguan, kecemburuan, dan kecurigaan, adalah buah-buah dari kepentingan diri, dan nampaknya terjalin dengan sifat-sifat amat alami mereka. Saya akan menamai kelas ini para penggerutu yang kronis terhadap gereja. Mereka melakukan lebih merugikandi dalam satu gereja dari pada yang dua pendeta dapat lakukan. Mereka adalah pajak bagi gereja dan satu beban berat yang besar bagi para pendeta untuk Kristus. Mereka hidup di dalam atmosfir keragu-raguan, kecemburuan, dan wasangka-wasangka.” {Signs of the Times, 4 September 1879, parag. 13}

Saat Roh Kudus sudah menguasai hati maka umat Allah akan diberanikan untuk menghadapi masa kesukaran besar termasuk penganiayaan-penganiayaan yang akan terulang kembali di akhir zaman. Ellen G. White memberikan keterangan sedikit tentang kapan roh hujan akhir itu akan tercurah: “Sementara pekerjaan penutupan terhadap keselamatan ditutup, kesukaran akan datang ke atas bumi, dan bangsa-bangsa akan menjadi marah, namun itu masih berada di bawah pengawasan sehingga tidak mencegah pekerjaan malaikat ketiga. Pada waktu itu “hujan akhir,” atau penyegaran dari hadirat Tuhan, akan datang, untuk memberikan kekuatan kepada suara nyaring dari malaikat ketiga, dan menyediakan orang-orang kudus untuk berdiri di periode ketika tujuh malapetaka akan dicurahkan” {Ellen G. White, Maranatha: The Lord is Coming, hlm. 259.1}.

Untuk itu ada satu pertanyaan yang dapat ditanyakan ialah kapan bangsa-bangsa akan marah yang menyebabkan kesukaran awal bagi umat Allah?Ellen G. White menulis: “Saya melihat bahwa amarah bangsa-bangsa,murka Allah dan waktu untuk mengadili orang mati, adalah peristiwa-peristiwa terpisah , satu mengikuti yang lainnya. Saya melihat bahwa Mikhael belum berdiri, dan bahwa masa kesukaran, seperti yang belum pernah terjadi, belum dimulai. Bangsa-bangsa sekarang sedang marah, tetapi ketika Imam Besar kita sudah menyelesaikan pekerjaan-Nya di kaabah, Ia akan berdiri, mengenakan jubah pembalasan, dan kemudian tujuh malapetaka akan dicurahkan. Saya melihat bahwa empat malaikat hendak menahanan empat mata angin sampai pekerjaan Yesus sudah dilakukan di Kaabah, dan kemudian akan mendatangkan tujuh malapetaka terakhir.”{Ellen G. White, Review and Herald,1 Agustus 1849, parag. 14}. Pelajaran penting yang harus diingat baik baik berdasarkan pernyataan roh nubuat ini adalah bahwa rupanya amarah bangsa-bangsa akan terjadi sebelum tujuh malapetaka terakhir akan dicurahkan, dan itu akan dicurahkan bagi mereka yang menolak kehendak Allah, menerima tanda binatang (Wahyu 13:12-18; 14:9-11) dan menolak menerima meterai Allah (Wahyu 7:2-3; 14:1-5).

bersambung …..

Inpirational Story

Salib Yang Kita Pikul
Oleh : Bredly Sampouw

Saat putus asa, aku berlutut dan berdoa. “Tuhan, aku tidak sanggup lagi untuk terus hidup,” seruku, “Salib yang kutanggung terlalu berat.” Lalu, Tuhan menjawab, “Anak-Ku, bila kau tak sanggup menaggung beban salibmu, letakkanlah salib tersebut dan bukalah pintu yang kau lihat di sana, masuklah ke dalam ruangannya dan pilihlah salib mana pun yang kau inginkan.”

Aku merasa lega dan menjawab, “Terima kasih Tuhan.” Kemudian, aku melakukan hal yang Tuhan katakan padaku. Saat memasuki ruangan yang ditunjukkan, kulihat banyak salib, beberapa di antaranya sangat besar sehingga ujung-ujung salib tersebut tidak terlihat. Maka kutunjuk sebuah salib kecil yang bersandar di jendela yang berjarak agak jauh. Aku berbisik, “Aku memilih salib itu, Tuhan. Tuhan menjawab, “Anak-Ku, itulah salib yang baru saja kau bawa masuk.”

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Kapan terakhir kali anda membandingkan diri Anda dengan orang lain dan merasa bahwa orang lain jauh lebih beruntung daripada Anda? Jika sering melakukan itu, Anda mengalami sakit yang disebut iri dan dengki. Seberapa sering Anda merasa beban Anda jauh lebih berat dari pada orang lain? Coba tanyakan kepada orang itu, jangan-jangan jawabnya justru berkata bahwa mereka iri dengan Anda.

Untuk Dilakukan : “Barangsiapa tidak memikul salib-Nya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10 : 38

Jika kita selalu melihat keberuntungan orang lain dan kemalangan kita sendiri, jangan terlalu cepat percaya. Jangan-jangan kita rabun dekat. Ketika kita membiasakan selalu melihat kekurangan diri dan melihat kelebihan orang lain, saat itu jiwa kita akan berada pada suasana yang tidak damai, tidak tenang dan tidak bahagia, dimana pada akhirnya itu membawa rasa dengki, iri hati serta amarah, jiwa yang selalu diliputi suasana demikian tidak akan ada pengharapan di dunia ini apalagi di akhirat, karena seakan-akan orang itu tidak menerima, mensyukuri pemberian Tuhan. Mari belajar melihat jauh kedepan atas semua apa yang dihadapi niscaya kita diberi pencerahan dan arti hidup itu sendiri oleh Tuhan. Jangan membandingkan salib yang Anda pikul dengan salib orang lain, karena sapa tau salib anda lebih kecil daripada orang lain. Seperti kisah cerita diatas. “Hendaklah kau iring Yesus pikul salib”.

Semua Karena Cinta
KKR Terpadu BAIT Ministry-Jemaat Gritma-Voice of Hope
Dari Gritma Menjangkau Pelosok Dunia
Oleh Ellen Mangkey, BAIT Manado

Manado [BAIT]. Ada yang berbeda dari acara kegiatan kebaktian kebangunan rohani hasil kerjasama GMAHK Jemaat Gritma dengan Voice of Hope dan BAIT Ministry. Perbedaan ini ada pada jangkauan pekabarannya. Dilangsungkan di kompleks perumahan, dengan menggunakan teknologi, pekabaran yang disampaikan bisa menjangkau sekitar lokasi gedung gereja hingga dunia.

“Ini KKR yang berbeda. Unik dan istimewa. Biasanya KKR mengandalkan masa lokal tanpa bisa dinikmati dari tempat lain. Tapi, KKR yang diselenggarakan di Jemaat Gritma menjangkau perumahan sekitar hingga seluruh dunia,” ungkap pengunjung dari Tobelo yang juga penghuni perumahan Gritma, Altin Lalamentik saat ditemui Jumat (29/11) siang. Pria parubaya ini memuji kemasan acara yang dibuat secara terpadu oleh GMAHK Jemaat Gritma bekerjasama dengan BAIT Ministry dan Voice of Hope. Dirinya sangat terkesan mendengar bahwa acara di Gritma disaksikan oleh pemirsa dari Jawa, Kalimantan, Korea hingga Amerika Serikat.

Kedatangan Voice of Hope dari Jakarta semakin membawa suasana sejuk bagaikan air di tengah panas teriknya matahari.
“Voice of hope, sudah dinanti selama empat hari. Kehadiran mereka sangat menyejukkan acara KKR. Kehadiran mereka juga semakin meneguhkan keistimewaan KKR ini,” ungkap Kedy Malonda, tim BAIT yang juga bertindak sebagai pembawa acara di malam ke empat.

“Ada keunikan dari KKR ini. Pembicaranya datang dari berbagai lokasi di nusantara dengan berbagai latar belakang. Dalam merencakan kegiatan ini, kami hanya berkomunikasi lewat internet,” ungkap Lucky Mangkey, ketua jemaat Gritma yang juga ketua Panita KKR.

Dari malam ke malam, sejumlah kelompok nyanyi lokal juga antusias mendukung kegiatan acara, mulai dari tuan rumah Gita Gritma, Gema Pengharapan, duet Narwastu dan Voice of Hope sendiri.
Di puncak acara, yakni penutupan KKR yang akan diselenggarakan selama satu hari penuh di Hotel Sutanraja, para penyanyi bahkan akan berkolaborasi bersama iringan music ansambel Gita Gritma, akan membawakan lagu Hallelujah Handel untuk menutup Sabat, di samping sejumlah lagu lainya.
“Sudah beberapa kelompok nyanyi yang mengkonfirmasi kesediaan menyanyi di hari Sabat nanti, yakni Serve Him Music Ministry, Paaldua Adventist Youth Choir, Gita Gritma, The Faith Tondano, VG Narwastu serta Voice of Hope sendiri serta koor jemaat Gritma. Kolaborasi yang akan mereka tampilkan benar-benar memberikan suasana baru dalam kemasan musik di gereja Advent saat ini,” ungkap Ellen Manueke, bagian pelayanan musik panitia.

Disiarkan secara Live lewat situs BAIT www.TV.baitonline.org

Jeinner Rawung Master of Ceremony di KKR BAIT

Di malam hari, tepat setelah buka Sabat, Voice of Hope akan menggelar konser mereka selama sekitar dua jam. Mereka akan menunjukkan atraksi lagu dan gerak dengan arahan koreografer professional dari Jakarta. “Akan ada narasi selama konser berlangsung dengan urut-urutan lagu-lagu rohani di sesi pertama, lagu Natal di sesi kedua dan lagu budaya di sesi ketiga,” ungkap Jenny Tambunan, director Voice of Hope.

Salah seorang pembicara KKR, Yance Pua mengakui kehadiran Voice of Hope semakin meneguhkan kebahagiaan yang ditawarkan dalam KKR Semua Karena Cinta. “Dengan lagu saja kita sudah dikuatkan,” ungkap tokoh masyarakat Kawanua Kalimantan yang juga bendahara BAIT Ministry ini.

Pembaca yang belum pernah mengunjungi KKR ini, silakan mendatangi Gedung GMAHK Jemaat Gritma di bilangan Tugu Adipura malam ini.

VOICE OF HOPE
Profile

Dipelopori oleh AUP-IC Alumni Association Jakarta – Indonesia, pada tanggal 29 Maret 2003 dibentuklah sebuah chamber chorale.

“Voice of Hope” (VOH). Diawali dengan 12 orang anggota yang terdiri dari alumni-alumni “Singing Group” institusi pendidikan Advent di AUP, UNAI dan UNKLAB. Dengan berkat Tuhan jumlah anggota telah berkembang menjadi 26 orang dari berbagai Jemaat di Jakarta & sekitarnya.

Dengan misi “ Tell The World” VOH berkomitment untuk melakukan misi penginjilan menjangkau orang – orang di dalam dan di luar denominasi, dengan cara memberitakan kabar baik melalui talenta musik yang kami miliki. Adapun kegiatan voh antara lain:

1. Melakukan Pelayanan di gereja-gereja baik di Jakarta dan di luar Jakarta utk pelayanan KKR maupun acara gereja. (In reach). (2003- Sampe Sekarang).
2. Merilis Album “The Prayer” (2003), yang keuntungan nya sebagian di gunakan untuk penggalangan dana beberapa gereja diantaranya gereja Kemang Pratama dan Gereja Palem Semi Jakarta.
3. Charity Concert untuk menggalang dana pembangunan gereja Agape (Balikpapan) October 2003.
4. Konser dengan tema “Maha Mulia dan Agung Nama Mu” di Bandung (2004), dengan tujuan memperkenalkan pekabaran Advent ke pada non – Advent. (Outreach).
5. Finalis Lomba Paduan Suara yang diadakan di Blok M Plaza di Jakarta (Desember 2005).
6. Sebagai Koor Tamu yang digunakan sebagai Choir Model (koor Percontohan) dalam acara Seminar Musik yang diadakan Universitas Advent Indonesia, Bandung (April 2006).
7. Konser penggalangan dana pendirian gereja Bogor (Maret 2007).
8. Melakukan malam penggalangan dana dengan tema “Man for Others” untuk kelompok 1000 Missionary Desember 2007.
9. Melayani beberapa persekutuan doa yang diadakan oleh beberapa perusahaan seperti Chevron, Holcim, Freeport, KADIN, Motorola dan lain-lain yang mengadakan acara Paskah maupun Natal. (Outreach).
10. Pada tahun 2008 dengan berkat Tuhan VOH berhasil merilis album ke 2 yang berjudul “Doxology of Praise”.
11. Pada tahun 2009 menjadi koor tulang punggung diacara akbar KKR Mark Finley yang diadakan di Jakarta Fair Kemayoran.
12. Melakukan pagelaran rohani dalam pembukaan KKR pdt.Jonathan Kuntaraf di Lampung Juni 2010.
13. Konser penggalangan dana November 2010 untuk pembangunan rumah doa di gereja Agape di Balikpapan
14. Sebagai Koor Tamu dalam IC Alumny Home Coming di Yamaha Center, Jakarta Desember 2011
15. Melayani dalam acara Kebaktian Kebangunan Rohani Pdtm Wison Aritonang dengan tema “Un-sung Heroes of Christ” pada tanggal 29 Oktober – 03 November 2012 yang bertempat di Trinity International Church, Bangkok, Thailand.

Dalam kesempatan ini, sesuai misi untuk menjalankan perintah Tuhan, maka Voice of Hope berencana untuk berkunjung ke Manado untuk bergandengan tangan menyampaikan kabar baik ke seluruh dunia dan siap untuk melayani dalam pelayananacara Kebaktian Kebangunan Rohani dan juga penggalangan dana pembangunan gereja yang akan dilaksanakan pada 24-30 November 2013.
VoVoice of Hope Members:
Pianist: Patricia Silalah
Music Conductor:
Jeannie Tambunan Hutahaean

Sopranos:
Jenny Purba, Kathreene Sitanggang,
Jessica Manueke, Gabrielle Thomas,
Lensi Rianis Jais, Cathelyne Lumbangaol
Trevi Maulany, Rachel Situmorang, Yuun Hasibuan,
Janice Kindangen

Altos
Maurine Onsoe, Ellen Carolina Situmorang
Grace Perangin-angin, Auryn Sihotang
Meidy Rumondor

Basses
Barry James Christopher, Abednego Santoso
Edward Ginting,

Tenors
Fritz Bobby, Victor Mogogibung
Febri Yamashita, Terry Polii, Henry Siregar
Oliver Simanjuntak, Ruben Nainggolan

Seminar BWA dan Keluarga-DKM
Oleh: Jenice Losung, BAIT Minahasa

Manado [BAIT]. Puncak acara seminar BWA dan Keluarga Daerah Konfrens Minahasa di Minahasa room hotel Tateli Beach Manado. Kegiatan yang dibuat selama tiga hari sejak Rabu, 27 – 29 November 2013, diisi dengan seminar, pelatihan dan pembekalan kepada para Bhakti Wanita Advent yang mengacu pada thema ” Pola Hidup Wanita Dalam Keluarga dan Penginjilan”.

Acara ini sudah dibuka dengan ibadah dan selebrasi yang dipimpin oleh ibu Jeane Sakul Metusala, Direktur Bhakti Wanita Advent dan Kordinator Sheperdess International Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur. Ibu Ellen Sumanti Sumaraw, Direktur pelayanan Rumah Tangga Advent dan Anak-anak Uni Konfrens Indonesia kawasan timur, bersama juga hadir dan memberikan sambutan. Acara ini dibuat oleh departemen Bhakti Wanita Advent Daerah Konfrens Minahasa yang dipimpin oleh Ibu Hetty Gerungan Pinontoan dan bersama ibu Sientje Mambo Lendo direktur Rumah Tangga dan pelayanan anak-anak Daerah Konfrens Minahasa.

Dalam acara ini ditekankan bahwa, para wanita memegang peranan penting dalam pembentukan keluarga yang kuat dan menjadikan penginjilan sebagai pola hidup kita. Materi-materi seminar diberikan mulai dari cara bersikap, pengelolaan sumber daya yang ada dan cara berhadapan dengan masyarakat sekitar.

Leave a Reply