Edisi 30 Agustus 2013

September 5, 2013 - Buletin Bait

“Hati-Hati Mulut Bocor”
Oleh: Pdt. Dr. Moldy Mambu

Apa kabar saudara dan saudari. Ada banyak info yang beredar di sekliling kita. Info berupa berita dari luar ataupun kabar dari dalam. Ada yang penting namun banyak pula yang numpang lewat. Ada yang perlu di kritisi tapi banyak pula yang tak perlu ditanggapi dan akan lenyap bagai angin lalu. Tergantung pada setiap anggota jemaat untuk memilah-milah. Banyak persoalan muncul di jemaat karena kita tak bersikap bijak terhadap informasi. Hal-hal berupa rahasia dengan gampang kita sampai sampaikan. Rahasia komite di bocorkan.

Apakah ada yang tersisa setelah komite pemilih menyelesaikan pekerjaannya?. Idealnya setelah semua jajaran dipilih, lalu dikemukakan kepada floor di Jemaat dan disetujui maka seluruh proses pemilihan berakhir. Sukacita pemilihan majelis jemaat telah usai yang akan disambung dengan serah terima jabatan para pelayan Jemaat. Kemudian pegawai jemaat yang baru menyiapkan rencana kerja mengisi masa bakti yang dipercayakan kepada mereka. Komite pertama pegawai jemaat yang baru akan membahas program tahun berikutnya.

Hal tidak menyenangkan kalau ada tersisa cerita dibalik pemilihan yang di tiup tiupkan oleh anggota pemilih. Bila cerita positif yang muncul, menjalarnya perlahan. Menyesal sekali umumnya yang beredar adalah cerita miring yang rambatannya cepat. Alih-alih hanya sebagai madu penyedap cerita kenapa seseorang terpilih, malah berakibat sebaliknya, menjadi racun. Karena “perbincangan” dalam komite melebar secara bisik-bisik dengan embel-embel “dari sumber yang sangat dipercaya”. Keadaan seperti ini haruslah diperbaiki. Para pegawai jemaat dan tua-tua jemaat perlu mengetahui pentingnya menjaga rahasia komite. Mereka yang bocor mulut mesti mendapat teguran agar jiwanya ditolong untuk bertumbuh menjadi dewasa bukannya tetap kerdil. (Amsal 20:19). Agar kemudian nanti menjadi pantas bertugas diwaktu mendatang.

Mendapat banyak informasi mengenai jemaat maupun sesama anggota adalah baik. Kita turut bersyukur dengan mereka yang bergembira, dan bersimpati dengan yang berkemalangan. Namun dibanyak peristiwa hal ini oleh kita dijadikan senjata bahkan bom waktu. Lalu secara manis terencana bahkan terarah, bom itu diledakkan dengan muka dibuat sedih ketika komite jemaat berlangsung.

“Adalah pelanggaran etika kekristenan dan roh peraturan emas jika seorang anggota panita pemilih mengulangi tiap laporan komite, diskusi atau percakapan diluar komite mengenai anggota manapun yang namanya mungkin dipertimbangkan untuk tugas tertentu jemaat. Melanggar hal ini merupakan alasan cukup untuk mengeluarkan anggota itu dari partisipasinya dalam tugas panitia pemilih. Semua pertanyaan dan diskusi mengenai kelayakan anggota untuk memegang tutgas jemaat haruslah bersifat rahasia.” Peraturan Jemaat hal. 130.

Sebagai umat Tuhan kita rindu menjadi berkat bagi orang lain. Menyikapi berita yang kita ketahui dan ingin kita sampaikan kepada orang lain, sebelumnya tanyakan dahulu beberapa pertanyaan ini. Adakah berita yang kita akan sampaikan itu benar , di back-up oleh data yang sudah di cek kebenarannya? Kalaupun berita itu benar, apakah baik disampaikan? Kalaupun berita itu benar, baik disampaikan apakah penyampaiannya kepada orang dan forum yang tepat? Kalaupun berita itu benar, baik, orangnya tepat, apakah waktunya pas? Kalaupun berita itu benar, baik, orang yang tepat, waktunya pas, apakah kita adalah orang yang pantas dan bijaksana menyampaikannya? Kalaupun berita itu benar, baik, orang / forum yang tepat, waktunya pas, disampaikan oleh orang yang pantas, bijaksana, pertanyaan berikutnya adalah: Apakah berita tersebut akan membawa mamfaat kepada semua pihak terkait dan membawa kemuliaan kepada Tuhan?

Manusia bagaikan teko, tempat menyimpan air. Begitu dituang terlihat isinya. Ketika seorang bicara maka langsung nyata sejati dirinya. Agar jiwa kita bersih serta mengeluarkan air segar melalui kata kata, perlulah kita mendepositnya dengan hal-hal surgawi. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Pilipi 4:8).

Redaksi

Selamat berjumpa lagi sahabat-sahabatku pembaca setia Bait. Saya berharap, renungan-renungan yang selalu dipaparkan dan diungkapkan lewat tulisan kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabat benar-benar menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya, dan mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang Pengenalan kita akan Allah kita dan karakter kita semakin dibentuk untuk menjadi serupa dengan Dia dalam kapasitas kita masing-masing dengan hasil yang tidak berbeda tentunya dan senantiasa bersedia untuk membagikannya pada orang lain dan tidak berdiam diri menikmatinya dan merasa puas sendiri.

Mudah-mudahan renungan kali ini semakin menambah pemahaman kita tentang FirmanNya.

Akhir-akhir ini saya mengamati dengan seksama bagaimana perkembangan dan pertumbuhan iman saudara-saudara mulai dari masalah-masalah yang sepele dalam keseharian, seperti kebersihan, hingga masalah-masalah emosi yang menyangkut hubungan antar satu dengan yang lain, seperti dendam dan sakit hati, apakah itu antar keluarga maupun jemaat.

Seberapa kuat keyakinan kita terhadap setiap Firman Tuhan yang senantiasa kita baca dan renungkan setiap hari, kita pelajari dan diskusikan dalam kelas-kelas sekolah Sabat, bahkan di milis dan social network.. namun kita tidak sepenuhnya mau mendengar dan menurutinya?

Saya percaya, kita semua tahu apa yang BAIK bukan? Kita telah tahu banyak tentang hal yang baik dalam seluruh Alkitab, PL dan PB. Kita telah mendengarkannya berulang-ulang, dari orang tua, hamba-hamba Tuhan, guru Injil, missionaris, dll. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa apabila kita telah melakukannya, kita perlu meyakini bahwa kita benar-benar telah melakukannya dengan maksimal dan sempurna dalam arti yang seutuhnya?

Begini maksud saya :
Pernahkah anda berpikir saat membaca I Korintus 13:4-7, kemudian ingin menurutinya anda tidak bisa hanya menuruti satu dari unsur kasih tersebut? Misalnya hanya mempraktekkan KESABARAN tapi SOMBONG, MURAH HATI tapi TIDAK SOPAN? TIDAK PEMARAH, tapi MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN, dan lain sebaginya.

Sama halnya dengan Buah Roh dalam Galatia 5: 22, 23: Anda tidak bisa hanya memilih salah satunya dengan mempratekkan KESABARAN namun TIDAK LEMAH LEMBUT, menunjukkan SUKACITA namun TIDAK MENGUASAI DIRI!…

Dalam Gatia 5:19-21 telah diungkapkan Perbuatan Daging, SATU SAJA anda praktekkan, sudah cukup membuat anda tidak mendapat bagian dalam KERAJAAN ALLAH Bukankah itu fatal? Berselisih saja itu sudah membuat anda mempraktekkan perbuatan Daging! Iri hati saja sudah membuat anda melakukan hal yang sama! Rasul Paulus tidak mengungkapkan dan menyarankan hal yang TIDAK MASUK AKAL! Ia tidak mengatakan bahwa jika anda SABAR pada saat yang sama anda diperbolehkan memiliki ROH PEMECAH, dst….

Pikirkan hal ini, Rasul Paulus menegaskan dalam ayat 24 masih dalam buku Galatia 5, “Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”, saya ingin ingatkan kembali, “MENYALIBKAN DAGING (dengan segala embel-embel yang diungkapkannya di ayat-ayat sebelumnya dalam list PERBUATAN DAGING), DENGAN SEGALA HAWA NAFSU DAN KEINGINANNYA,…. SEGALA,… bukan SALAH SATU!!!… dan Galatia 5:25 mengatakan, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,” Artinya kita hidup oleh semua BUAH ROH, tanpa terkecuali,… maka HIDUP KITA HARUS DIPIMPIN OLEH HAL-HAL TERSEBUT…BUAH ROH TERSEBUT yang harus DIDEPAN (memimpin dan menuntun kita) dalam setiap TINDAKAN DAN PEMIKIRAN! “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri, hal-hal tersebut harus menuntun dan mengarahkan perilaku anda! Anda tetap harus MENGASIHI meski difitnah, anda harus tetap BERSUKACITA meski dalam kondisi sulit, anda harus tetap merasakan dan menciptakan DAMAI SEJAHTERA meski dalam kondisi yang tidak memungkinkan, andaharusmenunjukkan KESABARAN meski orang lain membuat anda tersinggung dan memfitnah anda, meski anda belum mendapatkan posisi yang anda idam-idamkan, meski Tuhan belum menjawab doa anda sesuai dengan keingingan anda, meski anda kehilangan pekerjaan, pasangan, orangtua, anak-anak ,. Kendaraan lecet dan diserempet orang lain, barang anda hilang dicuri atau dipinjam tidak dikembalikan, meski orang lain berjanji untuk membayar dan melunasi ternyata mereka lupa membayarnya, meski Yesus belum datang-datang, meski ide anda tidak diterima dan disetujui, meski orang lain lebih menghargai dan menghormati teman anda dari pada anda…apapun, KESABARAN merupakan reaksi yang anda tunjukkan saat menanti kedatangan Tuhan dalam kondisi apapun, ,anda harus mempratekkan KEMURAHAN meski anda dalam kekurangan, anda harus melakukan KEBAIKAN meski orang lain melakukan hal yang sebaliknya pada anda, anda harus tetap SETIA meski peristiwa buruk membuat anda merasa sulit untuk membuktikkannya, anda harus LEMAH LEMBUT meski orang lain bersikap kasar dalam tindakan dan kata-kata,dan apapun yang terjadi, respon anda terhadap segala kejahatan dan ketidakadilan harus menunjukkan bahwa anda benar-benar telah MENGUASAI DIRI dalam banyak hal!…percayalah, jika anda melakukan hal-hal tersebut, TIDAK ADA HUKUM YANG MENENTANG HAL-HAL TERSEBUT! … (kecuali orang yang tidak menyukai anda.. dan membenci anda karena melakukan kebaikan!)

Saya hanya ingin menyarankan anda melakukan KEBAIKAN yang diungkapkan oleh ayat-ayat tersebut diatas tanpa berdebat dan berpikir tentang kondisi dan kemampuan anda (aduh, saya belum sanggup, masih sulit, saya tidak bisa..dll)..karena jika anda tidak melakukannya, saya ragu jika anda bilang pada saya : ”I TRUST IN THE LORD tapi TIDAK MELAKUKAN YANG BAIK SETIAP HARI!” saya TEGASKAN KEMBALI, MELAKUKAN SEMUANYA, SEGALANYA, SATU PAKET, BUKAN MEMILIH SALAH SATU! KARENA PERCAYA KEPADA ALLAH HARUS DENGAN SEGENAP HATI, PIKIRAN DAN JIWA, SAMA HALNYA DENGAN MELAKUKAN KEBAIKAN SEUTUHNYA, SELENGKAPNYA TANPA MENGABAIKAN YG LAIN!.. Semoga anda mengerti maksud saya dan dapat menikmati keseharian anda dengan pertolongan Tuhan yang menyanggupkan anda melakukan kebaikan. Filipi 4:13… ”Segala Perkara… (kalau Cuma masalah melakukan kebaikan ? saya rasa tidak sulit bukan, jika TUHAN YG KITA PERCAYA YG MEMBERI KEKUATAN PADA KITA. Jangan lupa LAKUKAN DENGAN SETIA! Tuhan memberkati.

(Silahkan menghubungi saya di japri untuk pertanyaan seputar tulisan ini: 081319688893 – Pdt. D Jones Politon, Makassar. PIN: 234FECC3)

Preterisme
Oleh: Sam Kamuh, Bait New England, US

Mari kita bacaayat-ayat berikut ini:
Yakub 5:8“Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!”
1 Petrus 4:7“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”
Ibrani 10:37”Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya”
Wahyu 1:3“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat”
Wahyu 22:20“Lalu ia berkata kepadaku: ”Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat”

Perhatikan kata-kata “dekat”, “sedikit waktu lagi”, “segera”, dalam ayat-ayat di atas? Pernahkah saudara memikirkan seberapa“dekatkah”pengertian kata-kata tersebut? Banyak orang yang tadinya adalah orang Kristen yang sangat setia namun sekarang malah mengolok-olok mereka yang tetap percaya bahwa kedatangan Kristus sudah dekat. Kata mereka, sejak dahulu dikhotbahkan di KKR, gereja, dll bahwa Yesus akan segera datang, namun hingga sekarang (mereka sudah menjadi tua), Yesus tidak juga datang. Jadi arti kata “dekat”, “segera”, “sedikit waktu lagi” adalah masalah yang aktual, penting dan sangat perlu untuk kita mengerti. Karena ada pandangan yang mengartikan kata-kata tersebut secara literal, artinya waktu penggenapannya benar-benar sangat dekat sesuai dengan pengertian semantik kata-kata tersebut dalam satuan waktu. Pandangan ini mengatakan bahwa nubuatan kedatangan Yesus Kristus dalam Alkitab, sudah digenapi pada tahun 70 AD. Kalau kita selidiki sejarah, pada tahun tersebut, Jenderal Titus dari kerajaan Roma, menyerang, mengalahkan dan menghancurkan kota Yerusalem serta membunuh hingga 1 juta orang Yahudi. Pandangan inilah yang popular disebut sebagai Preterisme. Kata mereka, Yesus Kristus sudah datang pada tahun tersebut, maka tidak adalagi pengharapan bagi manusia saat ini untuk diselamatkan. Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda yang dapat dilihat saat ini yang menunjuk kepada kedatangan Yesus. Jadi ayat-ayat yang menubuatkankedatanganKristussepertiMatius 24, Lukas 17, Markus 13, 2 Tesalonika 2 dan buku Wahyu, menurut doktrin Preterisme ini, semuanya sudah terjadi pada tahun 70 AD. Matius 24:6 diartikan sebagai akhir dari bangsa Yahudi.Matius 24:27 diartikan sebagai penghakiman Allah terhadap Yerusalem. Saudara bisa google dan baca buku“The Last Days Madness” karangan Gary Demar bila ingin mencari tahu lebih jauh tentang doktrin Preterisme ini.

Pertanyaannya sekarang, apakah benar seperti itu pengertian kata-kata dekat, segera dan sedikit waktu lagi dalam ayat-ayat diatas? Mari kita mulai, buka Hagai 2:7 “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat”

Buku Hagai ditulis pada waktu pemerintahan Raja Darius, sekitar tahun 520 BC, yaitu setelah penjajahan bangsa Babilon. Saat itu orang Yahudi sudah pulang ke Yerusalem dan Kaabah akan segera dibangun. Perhatikan frase “sedikit waktu lagi”, ini berbicara tentang kedatangan Yesus Kristus. Coba sekarang kita buka Ibrani 12:26 “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: ”Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. ”Coba bandingkan kedua ayat ini, bukankah ayat ini adalah kutipan langsung dari ayat yang pertama (Hagai 2:7)? Paulus menuliskan ayat ini sekitar tahun 80 AD, jadi kalau kita hitung selisih waktu penulisan antara kedua ayat, maka ada sekitar 600 (520+80) tahun. Sampai saat ini (saat tulisan ini di buat), Yesus belum juga datang, jadi periode waktu sejak Nabi Hagai menuliskan ayat diatas hingga saat ini ada sekitar 2533 tahun. Jadi boleh saya simpulkan bahwa pengertian kata-kata “segera”, “dekat”, “sedikit waktu lagi” bukan berarti literal. Kesimpulan ini juga selaras dengan apa yang dituliskan Rasul Petrus dalam 2 Petrus 3:3,4,7-10:
Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”
3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
3:7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Jelas sekali ayat 8 membantah pengertian literal dari kata-kata “dekat”, “segera”, “sedikit waktu lagi”. Pikiran manusia bukanlah pemikiran Allah. Ayat 9 mengingatkan kembali konteksnya tetap sejalan dengan tulisan Nabi Hagai yaitu tentang Kedatangan Yesus yang kedua kali. Ayat 10 kembali mengulangi dan menegaskan amaran sentral yang diberikan oleh Hagai 2:7 dan Ibrani 12:26.

Doktrin Preterisme salah dalam mengartikan ayat-ayat Alkitab. Kedatangan Kristus bukan pada tahun 70 AD, melainkan belum terjadi hingga kini, tapi pasti akan terjadi di masa depan. Sebagai penutup, mari kita baca 2 Petrus 3:13-14: “3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
” . Kiranya kita semua, baik penulis maupun pembaca, bisa kedapatan setia pada waktu kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali nanti.***

DI BELANDA DAN SKANDINAVIA — 13
Kemenangan Akhir – Ellen G. White

Di Negeri Belanda, kelaliman kepausan lekas menimbulkan protes. Tujuh ratus tahun sebelum zaman Luther, paus Roma, tanpa takut, dituduh oleh dua orang uskup, yang telah pernah dikirim sebagai duta ke Roma. Mereka telah mengetahui tabiat sebenarnya “Sri Paus” : Allah “telah menjadikan gereja permaisuri-Nya, isterinya, untuk menjadi pemelihara yang agung selama-lamanya bagi keluarganya, dengan maskawin yang tidak akan luntur atau binasa, dan memberikan kepadanya mahkota kekal dan tongkat kekuasaan, . . . yang kesemuanya memberikan keuntungan kepadamu seperti pencuri yang tercegat. Engkau menempatkan dirimu di kaabah seperti Allah; gantinya sebagai gembala engkau telah menjadi serigala kepada domba-domba ; . . . engkau membuat kami percaya bahwa engkau adalah uskup tertinggi, tetapi engkau bahkan bertindak bagaikan seorang lalim. . . . Yang sebenarnya engkau harus menjadi hamba kepada hamba-hamba seperti yang engkau katakan, namun engkau telah berusaha menjadi tuan segala tuan . . . . Engkau membuat perintah-perintah Allah jatuh kepada kehinaan . . . . Roh Kudus adalah pembangun semua gereja sejauh dunia masih terbentang. . . . Kota Allah kita, dimana kita menjadi warganya, meliputi seluruh alam semesta. Kota Allah itu lebih besar dari kota yang disebut nabi-nabi kudus Babylon yang berpura-pura bersifat ilahi, mengangkat dirinya ke langit dan menyombongkan diri bahwa hikmatnya kekal. Dan akhirnya, walaupun tanpa alasan, ia mengaku bahwa ia tidak pernah salah, atau tidak akan pernah salah.” — Brandt, “History of the Reformation in and about the Low Countries,” b. 1, p. 6.
\
Yang lain bangkit menggemakan protes ini dari abad ke abad. Dan guru-guru pada zaman itu, yang menjelajahi berbagai negeri dan dikenal dengan berbagai nama, memenghidupkan tabiat misionaris Vaudois, dan menyebarkan kemana-mana pengetahuan Injil itu, memasuki Negeri Belanda. Ajaran (doktrin) mereka menyebar dengan cepat. Alkitab Waldenses mereka terjemahkan dalam bentuk ayat-ayat kedalam bahasa Belanda. Mereka menyatakan “bahwa ada keuntungan besar di dalamnya. Tak ada lelucon, tidak ada cerita dongeng, tidak ada hal yang sepele, tidak ada kekurangan, tetapi semuanya adalah perkataan kebenaran. Memang benar, di sana sini ada kerak-kerak yang mengeras, tetapi sumsum dan manisnya apa yang baik dan suci dengan mudah bisa ditemukan di dalamnya.” — Brandt, b. 1, p. 14. Demikianlah dituliskan oleh sahabat-sahabat iman zaman kuno pada abad kedua belas.

Sekarang mulailah penganiayaan Romawi. Tetapi di tengah-tengah tumpukan kayu bakar dan penganiayaan, orang-orang percaya terus bertambah. Mereka dengan teguh menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya pedoman agama yang tidak bisa salah, dan bahwa “tak seorangpun harus dipaksa untuk mempercayainya, tetapi harus dimenangkan dengan khotbah.” — Martyn, Vol. II, p. 87.

Ajaran Luther mendapat tanah subur di Negeri Belanda. Orang-orang yang sungguh-sungguh dan setia bangkit untuk mengkhotbahkan Injil. Dari salah satu propinsi Negeri Belanda muncullah Menno Simons. Seorang Katolik Roma yang terdidik, dan yang diurapi kepada keimamatan, ia sama sekali masih buta mengenai Alkitab, dan ia tidak akan membacanya, karena takut tertipu menjadi bida’ah. Pada waktu keragu-raguan mengenai doktrin penjelmaan roti dan air anggur menjadi daging dan darah Kristus (“transubstantiation”) mengganggu pikirannya, ia menganggapnya sebagai godaan Setan, dan oleh doa dan pengakuan ia berusaha membebaskan diri dari gangguan itu, tetapi sia-sia. Dengan hidup boros ia berusaha untuk mendiamkan suara hati nuraninya yang mengganggunya. Namun tanpa hasil apa-apa. Setelah beberapa waktu lamanya ia dituntun untuk mempelajari buku Perjanjian Baru. Dan buku ini bersama-sama dengan tulisan-tulisan Luther membuat ia menerima iman yang diperbaharui. Segera sesudah itu ia menyaksikan di kampung yang berdekatan pemenggalan kepala seseorang yang dihukum mati oleh karena dibaptiskan ulang. Hal ini menuntunnya mempelajari mengenai baptisan bayi. Ia sama sekali tidak menemukan bukti-bukti di dalam Alkitab mengenai hal ini, tetapi menemukan bahwa pertobatan dan imanlah sebagai syarat untuk menerima baptisan.

Menno mengundurkan diri dari Gereja Roma, dan membaktikan hidupnya kepada pengajaran kebenaran yang telah diterimanya. Suatu golongan orang-orang fanatik telah bangkit, baik di Negeri Belanda maupun di Jerman, yang menganjurkan ajaran-ajaran yang tidak masuk akal dan yang menghasut, melanggar hukum dan kesopanan, dan menimbulkan kekerasan dan pemberontakan serta huruhara. Menno melihat akibat yang mengerikan yang diakibatkan oleh gerakan ini, dan dengan keras ia menentang ajaran-ajaran yang salah dan rencana-rencana liar golongan fanatik itu. Namun, banyak orang yang telah disesatkan oleh kaum fanatik ini, telah meninggalkan ajaran-ajaran sesatnya. Masih ada tinggal beberapa keturunan orang Kristen purba, buah-buah dari pengajaran Waldenses. Menno bekerja dengan bersemangat dan berhasil di antara golongan-golongan ini. Selama dua puluh lima tahun ia bersama isterinya dan anak-anaknya mengembara menanggung kesulitan besar, pengucilan, dan sering yang membahayakan nyawanya. Ia menjelajahi Negeri Belanda dan Jerman bagian Utara, terutama bekerja di antara golongan-golongan rakyat biasa, namun berusaha menyebar-luaskan pengaruhnya. Secara alamiah ia pandai berbicara. Meskipun mempunyai pendidikan yang terbatas, ia mempunyai integritas yang tidak goyang, mempunyai kerendahan hati dan tabiat yang lemah lembut, dan seorang yang tulus dan saleh yang sungguh-sungguh, sehingga nyata dalam hidupnya semua jaran-ajaran yang diajarkannya, dan membawa rasa keyakinan orang orang banyak. Pengikut-pengikutnya tersebar, berpencar dimana-mana, dan ditindas. Mereka sangat menderita oleh karena disamakan dengan pengikut-pengikut Munster yang fanatik. Tetapi banyak sekali yang bertobat atas usahanya.

Doktrin yang dibaharui itu lebih banyak diterima di Negeri Belanda daripada dimanapun. Di beberapa negara pengikut-pengikutnya mengalami penganiayaan yang mengerikan. Di Jerman, Charles V telah melarang Pembaharuan, dan dengan gembira membunuh pengikut-pengikutnya di tiang pembakaran. Tetapi para pangeran berdiri sebagai penghalang melawan kelalimannya. Di Negeri Belanda kuasanya lebih besar lagi, dan dekrit penganiayaan dikeluarkan susul menyusul dengan cepat. Membaca Alkitab, mendengarkannya atau mengajarkannya, atau bahkan berbicara mengenai itu akan mendatangkan hukuman mati di atas tiang pembakaran. Berdoa kepada Allah di tempat tersembunyi, tidak menyembah patung, atau menyanyikan nyanyian Mazmur juga bisa dihukum mati. Bahkan mereka yang menyangkal kesalahannya juga dipersalahkan. Jika laki-laki, dibunuh dengan pedang, dan jika wanita, dikubur hidup-hidup. Ribuan orang binasa dibawah pemerintahan Charles dan Philip II.

Pada suatu waktu seluruh anggota suatu keluarga dibawa kehadapan pemeriksa, dituduh menghindari upacara misa, dan berbakti di rumah. Pada pemeriksaan ini, yang biasanya dilakukan dengan rahasia, anak yang paling muda menjawab, “Kami bertelut berdoa, kiranya Allah menerangi pikiran kami dan mengampuni dosa-dosa kami. Kami berdoa bagi pemerintah kami, kiranya pemerintahannya makmur, sejahtera dan hidupnya berbahagia. Kami berdoa bagi hakim-hakim kami, semoga Allah melindunginya.” — Wylie, b. 18, ch. 6. Sebagian dari para hakim yang mendengarnya sangat terkesan, namun sang ayah dan seorang dari anak-anaknya dihukum mati di tiang pembakaran.
Kemarahan para penganiaya diimbangi iman para syuhada. Bukan hanya para lelaki, tetapi jga perempuan cantik yang lemah lembut dan wanita-wanita muda menunjukkan keberanian yang pantang mundur. “Para isteri berdiri di samping tiang pembakaran suaminya, dan sementara suami menahan api yang membakarnya, mereka membisikkan kata-kata penghiburan, atau menyanyikan lagu-lagu pujian untuk memberi semangat.” “Wanita-wanita muda memasuki lubang kubur mereka seolah-olah mereka memasuki kamar mereka pada waktu mau tidur malam, atau pergi ke tempat pembakaran dengan memakai pakaian terbagusnya seolah-olah mereka mau pergi ke pesta pernikahannya.” — Wylie, b. 18, ch. 6.

Seperti pada waktu kekafiran berusaha membinasakan Injil, darah orang-orang Kristen itu menjadi benih kabar Injil.” — Lihat Tertullian’s “Apology,” par. 50. Penganiayaan menambah jumlah orang-orang yang bersaksi bagi kebenaran. Tahun demi tahun raja semakin gusar oleh tekad orang-orang yang tak terdundukkan itu, lalu berusaha meningkatkan usaha-usaha kejamnya, tetapi hasilnya sia-sia. Di bawah William dari Orange, akhirnya Revolusi membawa kebebasan beribadat kepada Allah bagi Negeri Belanda.

Di pegunungan Piedmont, di dataran Perancis dan pantai-pantai Negeri Belanda, kemajuan pekabaran Injil ditandai dengan pertumpahan-pertumpahan darah murid-murid Injil. Tetapi di negeri-negeri di sebelah Utara, Injil itu masuk dengan aman. Mahasiswa-mahasiswa dari Wittenberg, yang kembali ke kampung halamannya, membawa iman yang dibaharui itu ke Skandinavia. Penerbitan tulisan-tulisan Luther juga menyebarkan terang kebenaran itu. Orang-orang Utara yang sederhana dan keras berbalik dari kebejatan, kemegahan dan ketakhyulan Roma, dan menyambut kemurnian, kesederhanaan dan kebenaran yang memberi kehidupan Alkitab.

Tausen, “Sang Pembaharu Denmark,” adalah anak seorang petani. Sejak kecil ia sudah menunjukkan intelektual yang keras. Ia haus akan pendidikan, tetapi keinginannya ini tidak bisa terpenuhi oleh karena keadaan orang tuanya. Kemudian ia memasuki sebuah biara. Di sini, kemurnian hidupnya bersama-sama dengan kemajuannya dan kesetiaannya menjadikannya disenangi oleh atasannya. Ujian menunjukkan bahwa ia mempunyai bakat yang menjanjikan pelayanan yang baik bagi gereja di masa yang akan datang. Diputuskan untuk menyekolahkannya di salah satu universitas di Jerman atau di Nederland. Pemuda ini diizinkan memilih sendiri sekolah yang ia sukai dengan satu syarat, bahwa ia tidak boleh pergi ke Wittenberg. Sarjana-sarjana gereja tidak boleh dipengaruhi dengan racun bida’ah. Demikianlah kata para biarawan itu.

Bersambung ….

Artikel Rohani I

Oleh: Pdt. Drs Reinhold Kesaulya, MPH

RANJAU DOSA BERKOMPROMI

lanjutan ……

3 hal yang Tuhan mau agar kita selalu ingat.
Pertama: Ingat akan hari Sabat. Keluaran 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
Kedua: Roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus menjadi peringatan. Ingat akan pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus. (Baca: 1 Korintus 11:23-26).
Ketiga: Lukas 17:32 Ingatlah akan isteri Lot! Mengapa? Agar jangan kita kehilangan nyawa dan kehilangan keselamatan seperti isteri Lot. Ia sudah ditarik keluar dari Sodom tetapi Sodom belum ditarik keluar dari hatinya. Tubuhnya sudah berada di luar kota Sodom, tetapi hatinya masih berkompromi dengan kehidupan bejat warga Sodom. Inilah yang terjadi kepada isteri Lot yang menoleh ke belakang. Bila Roh Tuhan sudah mengajak untuk berlepas diri dari Sodom, jangan berlambatan, segera lari berlepas diri dan jangan menoleh ke belakang. Kalau sudah bertobat, jangan lagi berbalik kepada dosa semula. Isteri Lot sudah ditarik keluar dari kota Sodom, tetapi Sodom belum ditarik keluar dari hatinya. Ia teringat akan hartanya, rumahnya, pakaiannya, perhiasannya, sepatunya, lipstick dan minyak wanginya, dan sahabat-sahabatnya warga Sodom di kota yang sementara dibongkar-balik oleh api dari Surga.

Bayangkan. Malaikat menarik dia keluar. Tuhan bekerja keras untuk menyelamatkan dia, namun wanita ini binasa (menjadi tiang garam). Kalau pernah ada cerita yang mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak dapat merangkul Kristus dan dosa itu bersama-sama. Inilah ceritanya. Akibat melihat ke belakang inilah yang membuat nyonya Lot sama dengan penduduk Sodom yang sementara dibakar. Dia sudah berada di dekat kota Zoar di luar kota Sodom. Tinggal beberapa langkah lagi dia selamat dari kejaran api pemusnah kota Sodom. Namun Nyonya Lot binasa setelah keluar dari Sodom mendekati pintu gerbang kota Zoar. Kalau ada orang jahat yang mati karena dosa homosex atau kehidupan yang a-moral, kita tidak akan terkejut. Tetapi bila seseorang yang sudah dekat berada di pintu Surga tetapi mengakhiri hidupnya di naraka, ini adalah suatu hal yang menyakitkan. Suatu malapetaka besar yang memilukan.

Yesaya 3:9 Air muka mereka menyatakan kejahatan mereka, dan seperti orang Sodom, mereka dengan terang-terangan menyebut-nyebut dosanya, tidak lagi disembunyikannya. Celakalah orang-orang itu! Sebab mereka mendatangkan malapetaka kepada dirinya sendiri.

Yudas 1:7 sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

2 Petrus 2:6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, 2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, — 2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa — 2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

Robert Ingersoll, seorang atheist terkenal abad lalu sementara mengadakan perjalanan dengan kereta api bersama pembantunya, Lew Wallace. Sementara mereka mendekati kota St. Louis, Missouri, mereka mendiskusikan tulisan Ingersoll dalam tour terakhir mengenai bagaimana Ingersoll menyerang habis-habisan semua orang yang percaya kepada Yesus.

“Wallace, coba lihat semua bangunan gereja di St. Louis ini. Mereka hanya menghambur-hamburkan uang! Kita berdua kan tau bahwa Yesus itu tidak ada. Harus ada seseorang yang menulis buku untuk disebarkan kepada semua orang Kristen bahwa betapa bodohnya mereka berbhakti kepada uknum yang tidak ada.”
“Itu sangat memalukan,” kata Wallace.
“Lew, bagaimana kalau kamu menulis buku dan membuktikan kepada dunia untuk terakhir kalinya bahwa Yesus Kristus itu hanya sebuah figur mistik, bukan Anak Allah,” Ingersoll mengusulkan.
“Baik,” jawab Wallace, “Saya yakin dapat mengarang buku tersebut.”

Setelah percakapan itu Lew Wallace menggunakan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan penulisan buku bahwa Kristus itu tidak ada. Ia mengeluarkan banyak uang, menyelidiki setiap lembaran bukti yang ia dapat mengenai Yesus. Ia membaca sejumlah besar buku dan memeriksa manuskrip-manuskrip purbakala. Ia mengunjungi Israel dan seluruh tanah suci. Ia membaca Alkitab dengan teliti mencari bukti-bukti untuk menentang Yesus.

Sesuatu yang aneh terjadi dalam kehidupan Lew Wallace. Lebih banyak ia belajar, lebih banyak bukti ia temukan yang mendukung eksistensi Kristus. Ia menyelidik dengan bersungguh-sungguh dan dengan lebih besar rasa hormat. Bukti-bukti yang ia temukan mengenai Kristus tidak dapat dibantah lagi. Pada akhirnya ia mengambil kesimpulan bahwa Yesus Kristus adalah figur terbaik yang didokumentasikan oleh sejarah. Lebih dari itu, Wallace juga percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Lew Wallace pada akhirnya menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya. Ia memang menulis buku mengenai Yesus tetapi pekabarannya jauh berbeda dari rencana semula. Semua orang yang telah membaca buku “Ben Hur” oleh Lew Wallace tahun 1880, akan menghargai hasil penelitian yang lengkap, penuh dengan roh rasa hormat dalam pencariannya akan Yesus Kristus. Buku ini juga telah difilmkan di tahun 1959 dengan judul “Ben Hur”yang dibintangi Charlston Heston. —Encyclopedia of 15,000 Illustrations

Kalau Lew Wallace si Atheist itu bisa menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya dan dia juga rajin menyelidik Alkitab, bagaimana posisi kita sebagai umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di akhir jaman ini? Apakah kita lebih rajin lagi menyelidiki Alkitab melebihi Lew Wallace? Sekaranglah waktunya untuk lebih mendekat kepada Yesus.

Suatu bujukan kecil dapat terlihat sebagai sesuatu yang tidak berarti, tetapi sebagaimana setiap perajurit (tentara) mengatakan kepada kita bahwa langkah yang salah pada tempat yang salah akan meledakkan ranjau yang mematikan. Mengkompromikan prinsip-prinsip Ilahi bukanlah suatu hal kecil bagi umat percaya. Itu bagaikan arus bawah laut yang dapat menarik kita semakin jauh dari daratan pantai sampai kita kehabisan tenaga dan terlalu lemah untuk berenang pulang. Peganglah dengan erat Kebenaran Tuhan yang menuntut resolusi besar. Lambat atau cepat setiap pengikut Kristus akan diuji untuk mempertahankan iman mereka. Jika tidak maka mereka akan dijatuhkan oleh tipu muslihat Iblis. Tuhan rindu memberikan kedamaian, sukacita dan rasa puas menggantikan semua perbudakan, frustrasi dan kecemasan karena mau menyenangkan dunia. Itulah sebabnya bila kita menolak untuk berkompromi dengan dosa dan memilih Kristus, kita yakin telah mengalami kemenangan dalam setiap bidang kehidupan. ***

Artikel Rohani II

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

lanjutan …..

Menurut Walter A. Elwell, bahwa tidak ada satupun dari perkataan ini yang mengatakan kita seperti apa tubuh kita yang sementara ini, tetapi itu mengatakan kita bahwa satu eksistensi yang disadari, berkelanjutan secara moral dengan kehidupan ini menanti kita—yakni Firdaus atau pangkuan Abraham untuk orang benar, dan siksaan bagi mereka yang menolak tawaran rahmat Allah. Paham keadaan intermediate ini berupaya didukung oleh ayat-ayat Alkitab baik di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sengaja dibuat untuk melawan dokrin Purgatori dari Roma Katholik namun menurut seorang Jesuit bernama Frater John H. Hardon S.J berkata bahwa jikalau doktrin dari Katholik ini kurang dilawan secara kuat oleh para penganut non Katholik dari pada seorang pun di neraka, sehingga dengan demikian, sepanjang berabad-abad itu sudah menjadi suatu lambang dari gereja Roma. Secara historis, Reformasi kadang-kadang melewati satu perselisihan berkisar pada ajaran indulgensia, denganpenekanan pada indulgensia-indulgensia bagi jiwa-jiwa di dalam Purgatori. Sejak waktu itu, eksistensi dariintermediatestate (keadaan intermediate) antara bumi dan sorga sudah tetap berlangsung menjadi satu batu sandungan untuk persekutuan kembali (antara Katholik dan Protestan) dan penerimaan akhir oleh gereja-gereja Protestan akan mengartikan satu pembalikan dari empat ratus tahun perbedaan tersebut. Luther sendiri tidak konsisten dalam mengemukan pandangannya tentang “jiwa yang tidur” pada saat dia menjelaskan tentang paham keadaan orang mati versi Reformasi untuk mendobrak paham terkait doad-doa orang hidup bagi jiwa-jiwa yang ada di dalam Purgatori di dalam konteks kebakaan jiwadi mana dia selalu dipengaruhi oleh paham “intermediate state”(keadaan intermediate), yang berakar dari paham Hellenistis yang dualistik seputar pemisahan antara jiwa dan tubuh,namun dalam hal ini nampaknya ia mendapatkan tekanan dari kontra-Reformasi khususnya dari ordo Jesuit yang menyerang Protestan seputar doktrin Predestinasi. Oleh sebab pada saatia berupaya menjelaskan ayat-ayat yang sukar di dalam Alkitab terkait keadaan jiwa yang tidur pada waktu orang sudah mati, sayang ia telah menyarankan bahwa jiwa-jiwa tersebut dapat “mengalami khayal-khayal dan mendengarkan Allah dan malaikat-malaikat berbicara.”
Walaupun Luther nampaknya tidak selalu konsisten, betapapun,catatan utama mengacu pada semua tulisannya seputar keadaan seseorang sesudah mati yaitu jiwa-jiwa orang yang yang sudah mati itu telah tidur di dalam damai, tanpa kesadaran atau penderitaan adalah satu bagian yang dapat diterima. Menurut Luther bahwa orang Kristen tidak lagi menyadari sesuatu—tidak melihat, tidak merasakan, tidak memahami, dan tidak menyadari peristiwa-peristiwa yang lewat. Luther meanggap dan secara berkala menyatakan bahwa di dalam tidur kematian, sebagaimana di dalam tidur fisik normal, ada ketidak-sadaran yang lengkap, ketidak sadaran dan ketidak waspadaan dari kondisi kematian atau penggalan uraian waktu.† Kematian adalah satu tidur yang mendalam, sehat dan manis.‡ Dan orang mati akan tetap tertidur.
Di dalam satu ulasan di bawah sub-judul Jesuit Theology of Purgatory in the Counter of Reformation, disebutkan bahwa di dalam Gereja Katholik sendiri disinyalir ada pelemahan-pelemahan revolusioner dan kelanjutan-kelanjutan yang bercampur ke dalam doktrin dari Catherine dari Genoa yang masih belum terefleksi di dalam keputusan di Tridentine tentang Purgatori. Sehingga konsili Trente menegaskan kembali pengajaran-pengajaran yang diputuskan di konsili Lyons (1274), dan konsili di Florence (1439), melarang semua elaborasi-elaborasi fantastis, khususnya di dalam khotbah-khotbah di umum. Itu melarang bahwa “pertanyaan-pertanyaan yang semakin sulit dan halus . . . yang mana tidak condong kepada kemajuan rohani, dan dari mana dari bagian yang paling utama tidak ada ketambahan di dalam kesalehan, dikecualikan dari wacana-wacana populer di hadapan khayalak ramai yang tidak terpelajar.” (Schaff, 1931, 2:198-199). Di atas segala-segalanya, konsili itu mendesak bahwa “doa-doa syafaat dari orang-orang setia” menolong jiwa-jiwa yang sedang tertawan di dalam Purgatori, dan bahwa “persembahan-persembahan Misa, doa-doa, dan amal sedekah, dan perbuatan-perbuatan kesalehan lainnya” harus diselenggarakan secara saleh dan secara rajin oleh imam-imam Gereja—sesuai dengan keinginan-keinginan yang diungkapkan di dalam hasrat-hasrat dan perjanjian-perjanjian dan bukan di dalam cara yang acuh tak acuh: sebuah keputusan yang digemakan dengan setia di dalam tindakan 1 dari Cervante’s El rufián dichoso (lihat 18-19).
Penegasan kembali ajaran Purgatori di dalam konsili Trente menghentarkan gereja Roma kepada apa yang disebut Zaman Keemasan berkisar pada tulisan tentang ajaran itu. Pengaruh mengemuka yang mutakhir di dalam suatu pertahanan intensip dan elaborasi dari dotkrin-doktrin Purgatori berasal dari Jesuit di Spanyol, Portugis dan seluruh Eropa. Untuk menamai, atau beberapa, ada risalah-risalah atau pertanyaan-pertanyaan pada pokok tersebut melalui tulisan berjudul Carlmelite of Saint John of the Cross (kira-kira 1582 TM); oleh Cardinal Robert Bellarmine, S. J. (1588); P. Jerolnimo de Martinez de Ripalda, S. J. (1591); Manuel de Sa, S. J (1599); the Sardinian Fransiscan Fray dimas Serpi (1600); Martin Carrillo (1601); thePortuguese Franciscan Jacques Suarez de Santa Maria (1603); Francisco Suarez, S. J (1603); the French Jesuit Guillaume Baille (1610); P. Luis de la Puente (1612); the expatriate English Jesuit John Floyd (1613); the Italian divine Tomaso Vandini (1615); P. Martin de Roa, S. J. (1619); the Carthusian P. Antonio de Molina (1622); Fray Francisco Felipe de la Cruz (1631); the English recusant Catholic Jane Owen (1634); dan the French Jesuit Etienne Binet, S. J. (1635).
Mengapa pengaruh mengemuka itu justru berasal dari Ordo Jesuit? Ini jelas menunjukkan adanya satu motif dan agenda terselubung yang bekerja di balik itu, dimana itu tidak lain adalah bermaksud untuk mengalihkan isyu bahwa paham Purgatori adalah paham Alkitabiah sebagai salah satu doktrin pillar yang dapat membentengi anggota-anggota gereja Katholik untuk tidak menerima pekabnaran tiga malaikat yang diserukan oleh MAHK. Pengalihan isyu ini biasa diadakan oleh Ordo Jesuit di dalam misi Kontra-Reformasinya untuk mematahkan pergerakan Reformasi. Paham Purgatori ini terus dikembangkan oleh Ordo Jesuit dan ini tidak lepas dari paham kebakaan jiwa yang tidak berbeda dengan paham “the intermediate state”yang masih tumbuh subur di gereja-gereja Protestan hingga dewasa ini.Ini menunjukkan bahwa seekor udang dan seekor ketam yang masih segar kalau dibakar pasti akan tetap berubah warna yang sama yakni berwarna merah.Hal ini membenarkan satu tulisan Ellen G. White bahwa paham kebakaan jiwa sama-sama diajarkan baik di dunia Protestan dan Katholik yang sama-sama memelihara hari Minggu sebagai hari peribadatan.Untuk itu Ellen G. White menulis, “Melalui dua kesalahan besar, yaitu kebakaan jiwa dan kesucian hari Minggu,Setan akan menjerumuskan orang-orang ke bawah penipuannya. Sementara yang pertama tadi (kebakaan jiwa) meletakkan dasar-dasarspiritisme, yang kedua menciptakan ikatan simpatidengan Roma.Protestan di Amerika akan paling jauh merentangkan tangannya melampaui jurang pemisah untuk berjabatan tangan dengan kuasa Roma; dan di bawah tiga serangkai ini, negara ini akan mengikuti jejak Roma dalam menginjak-injak hak azasi keyakinan.”(Ellen G. White, Maranatha: Tuhan Datang, terj., Hans Manembu (Bandung: Indonesia Publishing House, 1981), hlm. 187, parag. 5).
Kristen Protestan terus mengajarkan paham kebakaan jiwa dalam konteks keadaan intermediate sedangkan Kristen Roma Katholik hingga hari ini terus mengajarkan paham Purgatori, di mana kedua agama ini sama-sama mengajarkan bahwa jiwa akan terpisah dari tubuh sesudah kematian fisik seseorang. Kalau pihak Protestan menekankan bahwa sesudah mati jiwa berada di dalam periode waktu Intermediate State sedangkan pihak Katholik percaya bahwa sesudah mati jiwa masuk ke Purgatori (api penyucian).

bersambung …..

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh Max Kaway

Surga, Rumah Tuhan yang Indah
Yohanes 14:2, Korintus 5; Wahyu 4, 21, 22

Saat Yesus tinggal di dalam dunia Dia mengatakan kepada murid-muridNya mengenai Surga. Dia menyebutnya “Rumah Bapaku”, dan mengatakan bahwa di sana banyak rumah tinggal. Sebuah rumah yang besar, rumah yang indah. Suraga itu lebih indah dari pada rumah di bumi.

Yesus berkata, “ Aku pergi untuk menyediakan temapt bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tampatKu.”

Yesus pergi ke surga, sesudah Dia bangkit dari kematian. Sesudah itu terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupiNya dari pandangan mereka.

Sejak saat itu, orang-orang Kristen mengingat janji Yesus untuk datang kembali dan menjemput mereka. Yesus berkata Dia akan datang segera, pada saat yang tidak disangka-sangka. Tetapi apa yang terjadi dengan orang Kristen yang mati sebelum Dia datang? Mereka akan dibangkitkan untuk bersama-sama dengan Yesus.

Wahyu, buku terakhir dalam Alkitab, mengatakan kepada kita bahwa luar biasanya Surga itu. Sesuatu yang lebih dari luar biasa, dalam satu cara yang sangat khusus. Surga adalah rumah Tuhan. Tuhan ada dimana-mana, tetapi takhtaNya adalah di dalam Surga.

Malaikat-malaikat dan penghuni surga lainnya menjadi pemuji Tuhan di surga. Begitu juga semua umat Tuhan yang sudah mati dan pergi ke surga. Mereka menyanyikan lagu-lagu pujian khusus untuk memuji Tuhan.

Inilah beberapa kata dari satu nyanyian yang mereka nyanyikan : Karena Engkau telah disemblih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (Wahyu 5:9)

Pada halaman yang paling akhir dari Alkitab menjelaskan tentang Surga “Yerusalem Baru” Tempat ini sangat, sangat besar, dengan dinding yang sangat tinggi di luar. Dindingnya terbuat dari permata yaspis, jernih seperti Kristal. Dasar tembok kota itu ditutupi dengan permata yaspis dan batu-batu permata, bersinar-sinar dengan indah. Masing-masing dari pintu gerbangnya terdiri dari satu mutiara

Pintu gerbang mutiara yang hebat itu tidak pernah tertutup. Mari kita masuk ke dalam dan melihat-lihat sekeliling….Wah…! Surga kelihatan lebih indah di dalam. Kotanya terbuat dari emas tulen, bagaikan kaca murni. Jalannya juga terbuat dari emas murni.

Sungai air kehidupan yang jernih bagiakan Kristal, mengalir keluar dari takhta Allah. Di seberang menyeberang sungai itu tumbuh pohon-pohon kehidupan yang ditemukan pertama kali di Taman Eden. Pohon ini sangat istimewa. Pohon ini menghasilkan dua belas macam buah, setiap bulan berbeda-beda jenisnya. Daun-daun dari pohon kehidupan ini dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Surga tidak memerlukan matahari atau bulan untuk meneranginya. Kemuliaan Allah sendiri menyinarinya dengan terang yang luar biasa. Sebab malam tidak akan ada lagi di sana.

Termasuk binatang-binatang juga berbeda di Surga. Mereka sangat jinak dan bersahabat. Serigala dan domba-domba makan rumput bersama-sama. Termasuk singa-singa yang hebat makan jerami seperti lembu jantan. Tuhan berkata, “Tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunungKu yang kudus.”

Di sana tidak ada pintu-pintu yang terkunci, karena di sana, di Surga tidak ada pencuri. Tidak ada pembohong-pembohong, pembunuh-pembunuh, tukang-tukang sihir, atau orang-orang jahat lainnya.

Di dalam Surga bersama Tuhan tidak ada lagi air mata. Kadang-kadang umat Tuhan menangis karena penderitaan hebat yang dialami dalam hidup ini. Di Surga, Tuhan akan menghapus semua air mata.
Di sana tidak ada lagi kematian juga. Umat Tuhan akan selalu bersama-sama dengan Tuhan. Di sana tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi tangisan, tidak ada lagi penderitaan. Tidak ada lagi kesakitan, tidak ada lagi perpisahan, tidak ada penguburan. Setiap orang di dalam Surga bahagia selamanya bersama Tuhan.

Yang terbaik dari semuanya, Surga adalah untuk anak-anak laki-laki dan perempuan yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan menaati Dia sebagai Tuhan mereka.

Di Surga ada sebuah buku yang disebut dengan kitab kehipdupan Anak Domba. Buku ini penuh dengan nama-nama orang. Apakah kalian tahu nama-nama siapa yang tertulis di sana? Benar! Nama semua orang yang menaruh kepercayaan mereka di dalam Yesus. Apakah namamu juga ada di sana?

Kata terkahir dalam Alkitab tentang Surga adalah undangan yang luar biasa. “Roh dan pengantin perempuan itu berkata “ Marilah” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata : “Marilah” dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma!***

Inpirational Story

Filosofi Pohon
OLeh : Bredly Sampouw

Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon. Ada tiga yang kita bisa belajar tentang pohon.
1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri. Buah adalah hasil dari pohon. Lalu, dari mana pohon memperoleh makan? Pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, semakin banyak nutrisi yang ia isap. Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai sumber kehidupan kita. Ada cerita menarik..dikatakan bahwa buah kurma itu manis sekali..Mengapa bisa begitu? Menurut ceritanya, pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya, ditanam di kedalaman dua meter, kemudian ditutup dengan empat lapisan. Sebelum tumbuh, pohon kurma itu berakar begitu dalam sampai kemudian menembus empat lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir. Ada proses tekanan yang begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa, seperti perumpamaan pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan.
2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang. Kadang kita protes karena kita yang bekerja keras, mengapa orang lain yang menikmati! Ini berbicara tentang prinsip memberi. Kita ini bukan bekerja untuk hidup, melainkan bekerja untuk memberi buah. Artinya apa? Kita bekerja keras supaya dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan. Jadi, bukan untuk kenikmatan sendiri. Cukupkan dirimu dengan yang ada padamu, tetapi tidak pernah ada kata cukup untuk menjadi berkat bagi orang lain dengan pemberian kita.
3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi. Ini berbicara tentang bagaimana hidup kita memberi pengaruh terhadap orang lain. Katanya, pemimpin itu bukan masalah posisi atau jabatan, melainkan pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Jika Anda merenungkan diri anda saat ini, apakah Anda merasa lebih tepat disebut pohon yang berbuah lebat atau benalu yang mengisap sari makanan pohon lain? Mengapa anda bisa mengatakan begitu? Hal-hal baik apa yang bisa anda kembangkan dan hal-hal buruk apa yang harus anda lepaskan? Apakah keberhasilan anda saat ini menjadi berkat bagi orang lain atau orang lain iri kepada anda karena anda jarang atau tidak pernah berbagi? Ketika anda dipanggil Tuhan nanti, siapa kira-kira yang menangis karena kontribusi Anda terhadap hidup mereka?

Untuk Dilakukan : “ Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.” Kisah Para Rasul 9 : 39

Kita mengerti sekarang mengapa pohon tidak mengeluh saat buahnya diambil? Karena justru saat memberikan sesuatu, ia percaya bahwa dirinya dimultiplikasi karena itu. Dengan memberi, ia menerima. Berapa seringkahkah anda menjadi berkat buat orang lain? Atau berapa seringkah anda menghitung pemberian kepada orang lain? Ketika kita berpeluh karena kerja keras kita, dan kita menerima hasilnya, disaat kita memberi atau berbagi kepada orang lain, maka disaat itu berkat dimultiplikasikan kepada kita. Orang disekitar kita mudah saja melupakan apa yang kita sudah berikan kepada mereka, tetapi ingat ketika kita dengan ikhlas memberi dan seolah tanpa mengharapkan imbalannya maka saat itulah hati kita merasa puas. Karena ketika kita mengharapkan orang yang kita beri memberi juga kepada kita dan kita tidak kita pernah menerima, kita jadi stres dan antipati dengan orang itu, dan mungkin saja orang itu tidak ingat. Jadi, dalam hidup ini pakailah prinsip Alkitabiah yaitu, “ Lebih berkat memberi daripada menerima” ***

Ekologi (Ecology)

1. Susun diagram dari sebuah ekosistim kolam
air bersih dengan gambar guntingan binatang
yang ditempelkan.

2. Ambil seekor binatang mamalia, burung, reptil dan amphibi dari lingkungan rumahmu dan untuk masing-masing binatang itu susun sebuah diagram piramid ekologinya.

3. Ketahui arti dari istilah-istilah berikut:
a. Ekologi
b. Komunitas
c. Rantai makanan
d. Komensalisme (Commensalism)
e. Rangkaian ekologi (Ecological succession)
f. Plankton
g. Konservasi
h. Komunitas puncak (Climax community)
i. Eutrofikasi (Eutrophication)
j. Zona hidup utama (Biome)

4. Buat sebuah pengamatan lapangan yang rinci dan pelajari buku diperpustakaan dengan teliti tentang habitat dari beberapa binatang kecil di lingkunganmu sendiri. Tulis sebuah laporan berisi sekitar 700 kata, setengah dari pengamatan lapanganmu dan setengah dari penyelidikanmu terhadap buku-buku di perpustakaan.
5. Berikan definisi sebuah ekosistim dan tetapkan faktor-faktor dasar biologis dan ilmu alam yang menjaga sistim itu tetap seimbang.

6. Periksa selama satu minggu surat kabar harian dari kota besar terdekat tentang tingkat pencemaran udara. Buat grafik tentang hal ini pada kertas grafik. Temukan apa yang menyebabkan adanya puncak pada grafikmu.

7. Daftarkan sepuluh cara dalam mana engkau dapat bekerja secara aktif untuk memperkembang lingkungan di mana engkau tinggal. Praktekkan empat dari yang ada dalam daftar tersebut.

8. Temukan kutipan Roh Nubuat dan ayat Alkitab yang berhubungan dengan ekologi, dan sanggup menerangkan hubungan dan penerapannya kepada jaman kita sekarang ini.

Referensi:
Field Biology and Ecology, Allen H. Benton and William A. Werner, 2nd ed., McGraw-Hill Book Company, New York. NY 1966 (teks lapangan dan referensi).
Concepts of Ecology, Edward S. Kormondy, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, NJ. 1969, sampul kertar (buku referensi dan teks dasar yang baik).
Fundamentals of Ecology, Eugene P. Odum, 2nd ed., W. B. Saunders, Philadelphia, 1969 (dasar teks standard dalam ekologi).
Our Vanishing Wilderness, Grossman and John N. Hamlet.
Silent Spring, Rachel Carson, paper. 1969.
Ecology, Peter Farb, Time-Life Nature Library, New York, NY.
Ekologi, Lanjutan
(Ecology, Advanced)

1. Tetapkan hukum pertama dan kedua dari
thermodinamika dan terangkan bagaimana
itu penting bagi ekologi.

2. Terangkan tiga dasar tingkat makanan dan berikan contoh yang baik dari tanaman atau hewan untuk masing-masing tingkat.

3. Terangkan atau buat diagram tiga jenis piramid ekologi dalam jaring makanan. Berikan contoh untuk masing-masing lapisan dari piramid tersebut.

4. Berikan definisi siklus biogeochemical dan terangkan atau buat diagram semua komponen dasar yang dilalui oleh siklus itu.

5. Buat diagram atau terangkan langkah-langkah dasar dalam aliran energi melalui lingkungan (unsur) biotik dari sebuah ekosistim. Mulai dari matahari.

6. Terangkan Hukum Minimum Liebig’s (Liebig’s Law of Minimum) dan Hukum Toleransi Shelford’s (Shelford’s Law of Tolerance) dan tetapkan bagaimana hukum-hukum itu memberitahukan kepada kita bagaimana dan mengapa tanaman atau hewan tertentu menjadi terancam atau punah ketika habitat atau komunitas mereka terganggu atau tidak seimbang.

7. Pilih sebuah komunitas biologis di wilayahmu, seperti hutan; rawa, danau atau kolam, padang rumput; ngarai atau sungai kecil dengan hutan yang rusak atau dalam beberapa hal tidak seimbang secara ekologi. Buatlah uraiannya, termasuk bagaimana dan sejauh mana itu terganggu. Kemudian buat anjuran seperti bagaimana komunitas itu dapat diperkembang dan, jika memungkinkan, tindak lanjuti dan bantulah untuk memperkembangnya dalam beberapa cara.

8. Gunakan paling kurang 20 jam untuk melakukan kegiatan aktif, pekerjaan yang bermanfaat pada proyek ekologi di wilayahmu. Ini dapat dilakukan secara perorangan atau dalam sebuah kelompok. Uraikan proyek itu secara umum, tetapi laporkan didalamnya peran anda secara rinci.

9. Terangkan istilah-istilah berikut:

a. Komunitas (Community)
b. Bahan dasar (Raw materials)
c. Photosintesa (Photosynthesis)
d. Chemosyntesis
e. Autotrophy
f. Heterotrophy
g. Keseimbangan ekologi
h. Saprobe
i. Pembusuk (Decomposer)
j. Penghasil (Producer)
k. Pemakai (Consumer)
l. Faktor terbatas (Limited factor)

10. Temukan kutipan Roh Nubuat dan ayat Alkitab yang berkaitan dengan ekologi dan terangkan hubungan dan penerapannya untuk jaman kita sekarang.

*CATATAN: Tuntutan-tuntutan ini dapat dinyatakan baik secara langsung atau dalam tulisan kepada pemimpin orang muda. Seorang pengajar dianjurkan tetapi tidak dituntut untuk kepahaman ini. Konsultasikan dengan pemimpin orang mudamu atau instruktur sebelum mulai tuntutan nomor tujuh dan delapan.

Pdt. Jacky Runtu
Gembala Jemaat Zhen Li
GPA Lt 3, Jl. MT Haryono
Pancoran, Jakarta Selatan.

Kuliah Perdana STT Advent Papua
Dilaporkan oleh: Max Kaway – BAIT Papua

BAIT Jayapura. Satu lagi kemajuan pendidikan Advent di Tanah Papua, Pada tanggal 26 Agustus 2013 secara resmi telah dibukanya Sekolah Tinggi Teologia Advent Papua (STTAP). Persemian tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, Bapak Wakil Bupati yang diwakili oleh Assisten III bidang Administrasi Umum, DR. Wyclif Yarisetouw, Msc yang ditandai dengan Pembukaan Kuliah Perdana. Dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura sangat berterima kasih kepada Yayasan Gereja Masehi Advent Heri ke 7 yang telah memberikan kontribusi yang baik dalam kemajuan di bidang pendidikan di Tanah Papua. Tantangan masa depan diberikan kepada para mahasiswa STTAP yang merupakan pionir nantinya untuk belajar dengan sungguh-sungguh menjadi mahasiswa yang berkualitas untuk meraih masa depan dalam pelayanan kepada masyarakat terutama untuk kemuliaan nama Tuhan.

Laporan singkat berdirinya STTAP dibawakan oleh Direktur STTAP, Pdt. Desmon Sirami, turut hadir dalam acara peresmian tersebut Direktur Pendidikan Daerah Misi Papua Bapak Mesak Waramori dan Sekretaris eksekutif DMP. Pdt. John L. Umbora.
STTAP telah mendapat ijin dari Kementrian Agama Republik Indonesia pada bulan December 2012 merupakan Sekolah Tinggi urutan ke 192 di Indonesia dan di Tanah Papua STTAP adalah urutan ke 13.

STTAP memulai dengan 25 Mahasiswa jurusan Teologia dan 5 Mahasiswa dengan jurusan Pendidikan Agama yang masih berkampus di SLA Doyobaru – Jayapura. Para dosen dan staff pengajar merupakan tamatan-tamatan yang berkualitas yang telah menyelesaikan pendidikan di Philippines dalam bidang Teologi dan Education.

Mari kita mendoakan perkembangan pendidikan Advent di Tanah Papua yang baru mulai melangkah untuk meraih cita-cita masa depan dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.

KKR Misionary Angkatan 16 di Dagho – Nusa Utara
Di laporkan oleh : Pdt. Jeferhar Karel S.Ag

Para missionary angkatan ke 16 yang masih dalam pelatihan ini tiba di Tahuna sebanyak 16 orang di tambah 3 orang staf 1000MM yaitu Pst Maxi Nelson Nene, Miki Tupelu dan Friska. Pada hari kamis, 8 agustus 2013 jam 5 sore dengan menggunakan kapal cepat. Setelah itu masih harus menempuh perjalanan selama tiga jam ke kampong Dagho. Walau pun hanya tidur 3 jam saja dan bangun jam 4 subuh untuk melakukan prayer marching, meditasi Alkitab. Sesudah itu melakukan perlawatan di semua rumah-rumah berdua-dua.

Adapun pelayanan kesehatan yang di buat selama perlawatan dengan masyarakat kampong Dagho adalah dengan memberikan pengobatan dengan jus-jus dari sayur-sayuran dan buah-buahan serta menggunakan carkol. Puji Tuhan ada seorang ibu yang tadi menggunakan tongkat bisa berjalan lagi.
Kebaktian Kebangunan Rohani di laksanakan di gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Dagho di mulai dari hari minggu 11-16 agustus 2013 dengan tema “KEAJAIBAN KASIH KARUNIA”. Pembicara malam pertama dan malam kedua Misionari Miki Tupelu, Malam ke tiga Misionary Friska, dan malam ke empat sampai selesai Pst Maxi Nelson Neno. Walaupun di tempat ini dalam tahun 2013 ini sudah tiga kali di adakan KKR jemaat tetap yakin akan tuntunan Tuhan dalam setiap pekerjaan-Nya, memang ada sedikit keraguan untuk kehadiran para tamu yang hadir namun diluar dari dugaan ternyata Tuhan telah mengirim tamu yang banyak untuk hadir dari malam ke malam. Adapun acara untuk anak-anak yang di kenal dengan APTA (Acara Pembangunan Tabiat Anak) yang di mulai jam 5:30 sampai selesai dan ada seminar kesehatan dari Dr. Shandy, missionary Santi dan missionary Friska.

Dengan hanya sedikit tidur dan lebih banyak doa para missionary ini menjalankan pelayanan mereka di kampong Dagho. Sampaisatu kali oleh warga kampung Dagho melihat ada barisan putih berjalan di kampong Dagho oleh karena penasaran seseorang di utus dengan menggunakan motor dia menuju ke arah barisan putih tersebut dan di temukan ada missionary yang sedang berdoa disana. Selama KKR berlangsung para missionary ini tetap berdoa dan melawat. Sambutan awalnya sangat baik dengan pelayanan yang di berikan seperti ketika di adakan Bible Study awalnya mereka masih tetap menerima tapi kemudian akhirnya mereka sudah tidak mau lagi. Hanya ada tiga Keluarga dan 28 orang saja yang mendapat nilai B yang artinya mereka sangat menyambut baik dan mau belajar Alkitab dari jumlah penduduk dagho ada 1500 jiwa.

Pada hari sabat sore 17 Agustus 2013 diadakan Babtisan untuk 3 jiwa yang bertobat oleh Pdt. Hartje Sandil S.Th yaitu Om Alter Harman,Yenny Liunsambe dan adik Melisa Manikome. Adik Melisa satu- satunya orang muda yang berani mengambil keputusan untuk ikut Tuhan walau diatahu ada banyak tantangan yang akan dia hadapi dan dia bertekat pada tahun yang akan datang akan ikut menjadi Misionary.

KKR BWA & AMR “Pengharapan Ditengah Krisis”
Oleh Tim Bait Balikpapan

Pada tanggal 18-24 Agustus departemen BWA & AMR jemaat Agape melaksanakan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani, Seminar Kesehatan & Rumah Tangga yang bertempat di rumah kediaman Kel. S. Maromon di Komp. Perumahan Balikpapan II. Tempat ini adalah perumahan yang masih sementara dibangun dengan harapan agar tamu-tamu baik tukang-tukang bangunan dan penghuni sekitar bisa ikut hadir dalam acara ini.
Karena tempat terbatas jadi anggota jemaat yang hadir dibatasi hanya 2 UKSS setiap malam. Adapun pembicara KKR ini adalah para BWA antara lain : Ibu Lita Kapahang, Ibu A. Pakpahan (Ketua Sheperdess & BWA DKKT), Ibu Beverly Nangon, Ibu N. Purba, Ibu Yuvie Roring, Ibu Agustina Wilar dan Ibu. Youla Butarbutar.

Dalam acara ini sebagian besar tamu mengungkapkan bahwa mereka terkesan mendengar seminar Rumah tangga dan kesehatan, namun untuk pembahasan Firman Tuhan banyak dari antara mereka yang masih ragu-ragu karena memang baru kali ini mendengar ajaran Firman Tuhan. Puji Tuhan diakhir acara KKR ini ada satu anak Tuhan yakni Sdr. Harky Karundeng yang bersedia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Project Hope Channel Indonesia Di GMAHK Jemaat Kemang Pratama – Jakarta
Oleh: Willy U. Wuisan – BAIT Jakarta

Pada hari Sabat tanggal 24 Agustus, 2013 dari pagi acara Sekolah Sabat hingga Khotbah, Talkshow, Kelas Kemajuan, Parade Lagu-Lagu, Drama Ratu Esther di Acara PA hingga tutup Sabat diliput oleh Crew Hope Channel Indonesia dibawah pimpinan Pendeta Michael Palar & Evangelis Bruce Sumendap, dengan Anggota Crewnya antara lain: Sdr.Donald Weley sebagai Production Stage & Cameraman bersama sdr.Andreas, sdr. Steven dan sdr. Vicky dibantu oleh sdri Eva Retor serta Pengarah Acara oleh sdr. Harisbat Haminudin, membuat program acara sepanjang Sabat untuk menjadi Paket Tayangan Siaran Rohani ke beberapa saluran TV di Indonesia antara lain di channel Life – Indovision dan First Media.

Acara Sekolah Sabat di pimpin oleh Ketua Mulana Simanjuntak dengan Doa Buka oleh sdr. Viertin Tobing. Selingan lagu dibawakan oleh The Ladies Praise dengan judul Thy Word.

Pada Tayangan Keuangan Keluarga bagian ke 1: Judul “Peran Hikmat Di Dalam Karir”. Sebagai hostnya adalah Ev.Bruce Sumendap dengan narasumber yaitu ibu Lies Purnama, sdr. Robert Rihi hina dan sdr. Ridwan Sihombing. Yang dibahas antara lain yaitu: Mengapa hikmat dibutuhkan di dalam berkarir. Apakah hikmat itu ada landasannya atau sekedar datang secara bebas ke dalam pikiran sewaktu-waktu dibutuhkan?. Seperti di dalam Alkitab, Daniel adalah orang yang berhikmat, apa dia seorang yang istimewa?. Kapan hikmat berperan di dalam kehidupan Daniel. Dalam pengalaman narasumber, kapan hikmat itu dibutuhkan, apa hanya menghadapi kasus-kasus yang besar saja?. Apakah kata orang setelah melihat hikmat yang ada dalam kehidupan pada bapak2 dan ibu lalu mengakui kebesaran Tuhan, apakah mereka memuji Tuhan kita?.

Pada Tayangan Pelajaran Sekolah Sabat: Judul “Kearifan: Pelindung Pembangunan”. Sebagai hostnya adalah Pendeta Michael Palar dengan narasumber dan pendiskusi yaitu Pendeta Sonny Kapitan, ibu pendeta Sitimey Kapitan dan Ketua Jemaat Sontani Purnama. Yang dibahas antara lain yaitu: Mempelajari indikator-indikator rohani dari kebangunan sejati dan membandingkannya dengan tanda-tanda yang jelas dari yang palsu. Mengetahui perbedaan di antara keduanya akan menolong menyelamatkan kita dari angan-angan musuh. Kehendak Allah dan FirmanNya, Kasih Allah dan HukumNya, Formalisme, Fanatisme, dan Iman, Pelayanan dan Mukjizat-Mukjizat, Buah-buah dan Karunia-Karunia. Kemudian lagu Give Thanks di nyanyikan oleh Kemang Pratama Choir dibawah pimpinan ibu Donna Manurung dengan conductor oleh Ketua Munas Tambunan.

Pada Tayangan Keuangan Keluarga bagian ke 2: Judul “Mukjizat Di Dalam Karir Anda”. Sebagai hostnya adalah Ev. Bruce Sumendap dengan narasumber yaitu bapak David Tampubolon, ibu Sri Hariani Annie dan sdr. Jamesson Silitonga. Yang dibahas antara lain yaitu: Apakah mukjizat masih ada?, ada hubungan mukjizat dengan karir?, Apakah mukjizat itu berasal dari Tuhan?. Bagaimana caranya memastikan bahwa suatu mukjizat benar-benar berasal dari Tuhan?. Pernahkah bapak2 dan ibu mengalami mukjizat di dalam karir?, apakah ada hubungan antara pekerjaan bapak2 dan ibu dengan karunia rohani?. Bagaimana buah roh berperan di dalam karir yang positif atau negatif?, apakah menguatkan karir atau justru melemahkan?. Apakah bapak2 dan ibu setuju dengan mereka yang mengatakan: “Jangan bawa-bawa agama ke dalam bisnis, itu hanya akan melemahkan bisnis atau karir kita”. The Kemang Pratama Youth membawakan lagu spesial dan Doa Tutup Acara Sekolah Sabat oleh sdr. Ramli Manurung.

Pada Acara Khotbah dibawakan oleh Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat yaitu Pendeta Doctor J. S. Peranginangin dengan judul khotbah: “Tiada Nama Lain Selain Yesus”. Ayat inti terdapat dalam Yohanes 3 : 16 dan ayat bersahutan terdapat di Filipi 2 : 5 – 8. Inti dari isi khotbah yaitu: Hendaklah jiwa kita seperti Yesus Kristus. Pada dasarnya Ia sama dengan Allah yang tetap mempertahankan keadaan IlahiNya. Ia tidak egois dan hidup seperti manusia dan menjadi hamba, merendahkan diriNya rela mati di kayu salib karena ketaatanNya kepada Allah. Dan ini semua dilakukanNya karena betapa besarnya kasih dan cintaNya kepada kita umat manusia yang berdosa, supaya bisa mendapatkan hidup sejati dan kekal di dalam kerajaanNya. Lagu-lagu Spesial sebelum acara Khotbah yaitu pada waktu pungut persembahan oleh Kemang Pratama Choir menyanyikan lagu God And God’s Alone dan disambung dengan More Love To Thee O Christ oleh Kemang Pratama Male Quartet. Untuk menyambut khotbah sebuah lagu spesial merdu sekalian dengan iringan piano oleh Olga Situmorang.

Setelah Potluck dilanjutkan dengan acara Talkshow/Kesaksian – Church Alive bagian 1 bertempat di halaman depan gereja. Sebagai hostnya adalah Pendeta Michael Palar dengan narasumber ibu Yunita Wuisan dan Ketua Munas Tambunan. Kemudian acara Talkshow/Kesaksian – Church Alive bagian 2 bertempat di dalam gereja dengan narasumber yaitu sdr. Ramli Manurung, sdr. Ramlan Sormin, ibu Ully Tambunan dan sdr. Willy U. Wuisan. Yang disaksikan adalah Sejarah Jemaat Kemang Pratama: Bagaimana gereja ini dimulai yaitu berasal dari UKSS (Unit Kerja Sekolah Sabat) Pekayon-Galaxi-Kemang Pratama dari jemaat Jakasampurna, Bekasi yang kemudian menjadi Sekolah Sabat Cabang Kemang Pratama yang pertama terbentuk dan bergereja pada hari Sabat tgl. 26 Juni 1998 di Gereja Persatuan Oikumene Umat Kristiani Kemang Pratama yang berada di Perumahan Kemang Pratama 2. Pada tanggal 2 April 1999 dengan jumlah sekitar 20 anggota keluarga di organiser menjadi jemaat ke 80 di Konferens DKI Jakarta & Sekitarnya. Karena acara Potluck, acara Kelas Kemajuan, PA serta Rabu malam serta malam Vesper hanya di buat dari rumah ke rumah dan di alam luar sekitarnya, maka pada awal tahun 2000 dapat membeli sebuah ruko dengan secara cicil selama 2 tahun tanpa bunga. Pada tgl. 24 April 2004 peletakan batu pertama gedung GMAHK Kemang Pratama di kompleks Kemang Pratama 5 dan acara pentahbisan gereja pada tgl. 24 September 2005, pengguntingan pita peresmian gedung gereja bersama sebuah rumah gembala oleh Ketua Divisi SSD dari Philippines yaitu Pastor Alberto C Gulfan, Jr.

Moto dari gereja kami Kemang Pratama yaitu: “Dengan Kasih Kristus Kita Bersatu Memuji dan Menginjil”. Banyak mukjizat yang terjadi di jemaat ini yaitu karena adanya persatuan persaudaraan yang erat dalam kerendahan hati sehingga kami dengan mudahnya memiliki ruko seperti yang sudah di saksikan tadi. Mukjizat yang terbesar dari Tuhan yaitu kami mendapatkan dan membeli 1/3 bagian tanah atau sekitar 1700 meter dari developer untuk membangun gereja. Kami berjalan dengan iman sehingga banyak berkat yang mengalir seperti air yang mengalir terus baik dari dalam gereja maupun dari luar gereja, beberapa donatur yang Kristen maupun yang Non-Kristen sehingga kami dapat menyelesaikan gedung gereja sekitar 1.5 tahun, Puji Tuhan. Kami mengadakan penginjilan selain pembentukan KPA-KPA dan melakukan KKR, yaitu dengan penginjilan keluar lewat Program PelMas Charity Clinic, Kelas-kelas Bahasa Inggris dan senam pagi di beberapa kampung tetangga oleh Departemen BWA dan Pathfinder, rutin mengunjungi Rumah-rumah Jompo dan Yatim Piatu serta Orang-orang Cacat Phisik dan Mental. Memperhatikan anggota-anggota Lansia dan justru terbukti dari merekalah banyak jiwa yang datang menyerahkan jiwa raganya kepada Tuhan.

Pada Tayangan Acara Pathfinder dan Adventurer. Sebagai hostnya adalah sdri Eva Retor dengan Personil Pathfinder dan Adventurer Kemang Pratama di bawah Pimpinan Master Guide Chandra Peranginangin. Programnya adalah Membuat Tali Temali yaitu berupa Tungku dan Menara juga membuat gerakan Smaphore dan PPPK serta membuat Aquarium.

Pada Tayangan Acara Parade Lagu-Lagu. Sebagai hostnya adalah sdr. Harisbat Haminudin dengan beberapa group penyanyi antara lain: Beberapa buah lagu dari Voice of Hope. Group dari Kemang Pratama yaitu Male Quartet, Pathfinder Singer, dan Youth Ladies, serta Miss Sarah dari Mindanau, Philippines, 2 buah lagu dari Gema Klabat, serta solo dari Olga Situmorang dan spesial number dari Harisbat Haminudin.

Pada Tayangan Acara Pemuda Advent. Adalah Drama Ratu Esther, yang sebagai Sutradara adalah ibu Lynda Karman dan ibu Lies Purnama dengan dibantu oleh bapak Karman. Para pemain adalah anggota jemaat Kemang Pratama dari yang kecil, remaja, dewasa hingga lansia yaitu opung2/opa2 dan oma2. Nantikanlah waktu siaran oleh Hope Channel Indonesia di beberapa saluran TV, antara lain Channel Life di Indovision dan di First Media.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Hope Channel Indonesia yaitu Pendeta Michael Palar dan Ev.Bruce Sumendap serta semua crew yang sudah meliput seluruh program acara dari Sabat pagi hingga malam hari dengan lengkap dan sempurna. Tuhan Yesus memberkati, amin.

Pelayanan Bendahara KJKT ke Jemaat Kalasan Madiun
Oleh : Dept. Komunikasi Jemaat Kalasan Madiun

Sabat 24 Agustus 2013 Jemaat Jln. Kalasan No. 9-11 Madiun kedatangan tamu istimewa dari Kantor Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT) Bpk. Peter Nabut dan keluarga. Datang dari Surabaya sejak hari Jumat (23 Agustus 2013) untuk melayani Jemaat Kalasan. Ini adalah kunjungan Bendahara KJKT yang pertama dalam pelayanan di Jemaat Kalasan.

Dalam pelayanan Kotbah Bpk. Peter Nabut didampingi oleh Ibu Suprihatin, Ketua Jemaat Kalasan dan beberapa Ibu-Ibu. Jemaat bersukacita atas kunjungan ini karena dikuatkan dengan pelayanan Firman yang sudah dibawakan dalam kotbah dengan mengambil tema “Bercahaya seperti Bintang” dibahas dengan menarik dan berapi-api oleh Bpk. Peter Nabut yang asli dari NTT. Sebelumnya istri, Ibu Ivon Antou juga sudah membawakan cerita anak-anak.

Setelah kebaktian kotbah selesai dilanjutkan dengan potluck bersama seluruh jemaat yang hadir pada hari Sabat tersebut dengan menu makanan vegetarian yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian Bpk. Peter Nabut dan keluarga kembali ke Surabaya sedangkan Jemaat tetap tinggal latihan koor Jemaat dalam rangka persiapan untuk menyanyi di KKR Pdt. JS. Perangin-angin, Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) di Kota Madiun pada tanggal 15-21 September 2013.

PLANNING DIRECTOR ADVENTIST MISSION OF GENERAL CONFERENCE BERKUNJUNG KE NEW JERSEY
Oleh: Jufrie Wantah, BAIT – USA

Planning Director Adventist Mission of General Conference (GC), Delbert Pearman, MBA, berkunjung ke New Jersey. Antara lain dengan ditemani oleh sang isteri Curdell Pearman dan kedua puteri mereka yaitu Cierra Pearman dan Lidelte Pearman. Juga anak mantu, suami dari Cierra yaitu Jamal Revolus dan cucu mereka yaitu Cason Revolus. Ini merupakan kunjungan mereka yang pertama pada Sabat (24/8) ke First Indonesian Seventh-Day Adventist Church (FISDAC), New Jersey.

Diskusi Pelajaran Sekolah Sabat dipimpin oleh Pdt. Steven Rantung, PhD, gembala FISDAC, dan dilanjutkan dengan Personal Ministry oleh Delbert Pearman, MBA, alumni Oakwood University ini menceritakan pengalaman beliau sebagai missionary baik di Timur Tengah maupun di Afrika. “Four Living Faces” merupakan judul khotbah beliau yang didasarkan pada kitab Wahyu 4 : 6-8 sebagai ayat inti beliau. Sebuah lagu pujian sebagai ministry in music sebelum khotbah berupa duet oleh Delbert Pearman, MBA, dan Cierra Revolus.

Delbert Pearman, MBA, merujuk pada Yehezkiel 1 : 10 di mana jauh sebelumnya nabi Yehezkiel telah menubuatkan tentang penglihatan bentuk yang aneh yang dimiliki oleh ke-empat mahluk tersebut yaitu mukanya mirip seperti 1) Lion (Singa), 2) Ox (Lembu), 3) Man (Manusia), 4) Eagle (Elang) yang menjurus kepada Yesus yang memiliki ke-empat karakter tersebut, kemudian beliau menghubungkan dengan ke-empat Injil yaitu 1) Matthew (Matius), 2) Mark (Markus), 3) Luke (Lukas), 4) John (Yohanes) yang cocok dengan karakter Yesus selama mengemban misi pelayanan di dunia ini.

Pada petang harinya di mana sebagian anggota Indonesian Pioneer Seventh-Day Adventist Church (IPSDAC), New Jersey nampak hadir pula, dalam acara seminar misi global antara lain Delbert Pearman, MBA, mengatakan bahwa menurut statistik secara umum pertumbuhan GMAHK se dunia kini pesat terutama divisi selain North American Division (NAD). Secara khusus beliau menceritakan pengalaman waktu bertugas sebagai missionary di negara-negara seperti Djibouti, China, South Korea, Srilanka, Mongolia. Doa tutup oleh Pdt. Adrie Legoh, DMin, selaku gembala IPSDAC.

Musibah Menimpa Mahasiswa AUP
Dikirim Oleh : Yane Sinaga

Disadur bebas dari Laporan yang ditulis Pr. Cadalig (AUP Theology Teacher) untuk AUP Face Book Group

Beberapa hari seusai perayaan hari kemerdekaan RI yang ke 68, kami di Silang Cavita, Manila dan Laguna dilanda typhoon yang tak kunjung reda, dimulai dengan typhoon Labuyo, kemudian Maring dan diakhiri Nando yang diselang selingi dengan Habagat atau hujan deras yang tidak ada hentinya. Praktis selama satu minggu pemerintah mengeluarkan amaran untuk meliburkan anak-anak mulai dari TK sampai Universitas. Sebelum ada release berita dari pemerintah tidak diperkenankan anak-anak sekolah atau berjalan-jalan di alam bebas.

Minggu pagi tanggal 25 Augustus, cuaca masih mendung, diiringi hujan rintik-rintik sebanyak 18 orang mahasiswa AUP, 10 wanita dan 8 pria, yang tergabung dalam Small Group berniat untuk merayakan ulang tahun ketiga teman mereka. Ke 14 mahasiswa ini yang tinggal di asrama tanpa sepengetahun Guru ataupun sponsor, mereka neggunakan gate Pass dengan tujuan berbeda dan bertemu di suatu tempat. Sasaran mereka adalah menuju Gua Peninggalan Jepang di Casile, Cabuyao, dengan menyewa Jeepney, kendaraan khas Philippines. Sebetulnya lokasi ini tidak begitu jauh hanya sekitar 2km dari AUP, tetapi mereka harus memutar dari jalan besar dan melintasi sungai Dismo. Sekitar jam 10 pagi mereka dengan kecerian para remaja berangkat menuju tempat yang dituju, sebetulnya telah terjadi beberapa kecelakaan yang membuat tempat ini tidak boleh dikunjungi oleh para pelajar, tetapi semangat jiwa muda mereka membuat mereka pantang menyerah untuk tiba ditujuan, bahkan warning pemerintah karena masih dalam situasi Typhoon signal I juga tak diindahkan. Jam 3.30 sore ketika mereka sudah dalam perjalanan pulang, hujan turun dengan derasnya. Jam 5 sore mereka tiba di Sungai Dismo, yang harus mereka sebrangi dengan kedalaman sepinggang orang dewas dan lebar kurang lebih 15 meter, sebetulanya ada jalan lain yang lebih aman tapi akan lebih jauh dan memutar. Tetapi karena hari sudah menjelang senja mereka harus tiba kembali di campus sebelum gelap, ditambah semangat ornag muda yang pantang menyerah, mereka nekad menyebrangi sungai tersebut, walaupun airnya sudah keruh dan berkumpur. Kelompok pertama terdiri dari 3 orang sudah menyebrang dengan selamat, tetapi ketika kelompok kedua mencapai bagian tengah sungai datanglah banjir bandang menyapu sehingga dalam hitungan detik air meninggi dengan cepat disertai gemuruh suara yang dashyat, mereka mencoba naik ke batu yang lebih tinggi berharap air segera surut, tetapi air bukannya surut bahkan menyapu tubuh mereka satu persatu. Sekitar 10-15 menit mereka coba bertahan, mencoba mencari pertolongan, tetapi peralatan yang dibawapun hanya sepotong tali jemuran yang tidak layak pakai. Mereka lari kesana kemari mencari pertolongan, tetapi teriakan mereka ditelan oleh gemuruh air sungai yang menelan tubuh kelima mahasia tersebut. Dua diantara mahasiswa itu terbawa arus ketepi dan segera seorang terjun menyelamatkan, dia kaget setelah menyadari yang diselamatkan adalah adiknya sendiri, tetapi yang 3 orang, tergulung oleh arus air yang maha dashyat. Sebetulnya pada saat mereka sedang mencoba melintasi sungai beberapa anak kecil yang tinggal di bukit bantaran sungai sudah berteriak-teriak mengamarkan mereka untuk tidak menyebrang, tetapi mereka tidak memahami bahaya yang mereka hadapi. Para korban yang hanyut adalah Cathrine Taroquin dari San Pedro Laguna (Wanita), Kimberly Guardias dari Palawan (wanita) dan Jay Malapis dari Mindoro (pria).
Para mahasiswa yang sudah menyebrang kemudia segera memberitahu Staff guru dan clinic untuk segera memberikan pertolongan. Segera Dr. Ini Parez, Pembantu Reltor bagian kesiswaan, Mr. Mel Maalihan ketua keamanan dan beberapa mahasiswa AUP bergegas menuju tepian sungai dan membawa sisa Mahasiswa yang belum sempat menyebrang. Pencarian dilanjutkan kembali dari mulai jam 10 sampai jam 3.30, AUP team bergabung dengan Phillipine National Police, SAF, Ambassador Mountaineering Club (AMC) volunteers, Philippine Life Saving (PLS) – AUP volunteers bergabung untuk mencari korban yang hilang tetapi mereka pulang dengan tangan kosong. Upaya terus dilakukan keesokan harinya, lelah, kedinginan, putus asa mewarnai usaha pencarian, tetapi pada akhirnya semua menyatukan mereka untuk membuahkan harapan dapat menemukan korban dalam keaadan selamat.Sementara doa-doa terus dilayangkan di PIC (Philipines International Church) dan diseluruh Gereja-gereja khususnya di Silang Cavite. Kampus AUP pun berkabut duka. Ungkapan harapan dan doa untuk kaum keluarga membajiri AUP face book group.

Semangat dan kebersamaan pada akhirnya membuahkan hasil pada hari selasa pagi, Agustus 26, 2013, jam 9.49 pagi, dua mayat gadis yaitu Chatrine Taroquin dan Kimberly Guradians diketemukan mengambang di Sungai, Baranggay Looc, Calamba dan tubuh Jay Malapis berikutnya diketemukan jam 10.28 di branggay San Cristobal Laguna, puluhan kilometer dari tempat kejadian. Mereka diketemukan dengan kondisi yang mengenaskan, karena benturan dengan batu-batu dan benda-benda tajam, dan digerus air sungai yang menggulung mereka dan sekarang dalam keadaan yang sudah membengkak, bayangkan terendam selama 46 jam dalam air kotor yang meluluhlantakkan mereka, bahkan salah satu mayat (Cat), sudah tidak utuh lagi. Karena alasan kesehatan hanya mayat Kim dari Laguna yang dikirimkan kepada keluarganya dalam keaadaan utuh (laguna relatif dekat). Sedangkan mayat Cat (Palawan) dan Jay, dikirim kepada keluarganya setalah dikremasi.

AUP larut dalam duka, ketiga mahasiswa berdikari ini datang dari berbagai tempat untuk menempuh pendidikan demi meraih masa depan yang cerah, masalah ekonomi tidak menghalangi mereka dalam menempuh pendidikan karena AUP memberikan keringanan, mereka boleh belajar sambil bekerja, mereka tergabung dalam AUP working Students yang kurang lebih berjumalah 600 orang ( lebih 10% dari total jumlah mahasiswa). Kim dengan senyumnya yang manis bekerja di store dan Cathrine yang ramah dan cekatan bekerja di bagian pendaftaran. Jay adalah mahasiswa jurusan kependetaan yang sangat aktif dan mahir bermain basket (beberapa kali bermain bersama anak saya Isaac), setahun dia sempat berhenti sekolah karena sempat mengidap tumor di kepala, tetapi setelah sembuh dia kembali lagi melanjutkan pendidikannya. Ketiganya ada pelajar yang gigih dan giat belajar, mereka ingin mengangkat derajat keluarganya untuk menamatkan pendidikan dari Universitas dengan usahanya sendiri. Tetapi segala cita-cita itu luluh lantak digerus gelombang arus Sungai Desmo yang mengakhiri hidup mereka.

Ajal bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja tanpa pandang bulu, tetapi dari kejadian itu tanpa menyalahkan siapapun kita dapati satu pelajaran, pentingnya mengikuti kaidah keselamatan. Selama kurang lebih 7 tahun saya berada di Philippines setiap tahun lebih dari 20 Thyphoon akan menyambangi negara ini. Lengkap dengan nama-namanya yang konon dinamai sesuai dengan panggilan untuk perempuan. Typhoon umumnya datang pada akhir-akhir tahun. Setiap kali Typhoon datang pemerintah akan mengumumkan amaran jika signal I, tingkat Taman Kanak-kanan dan Sekolah Dasar tidak diperbolehkan sekolah. Signal II Mulai dari TK sampai sekolah Menengah tidak diperbolehkan Sekolah. Signal III, Mulai TK sampai Universitas diliburkan. Tetapi bila Signal IV semua level sekolah, Kantor dan Pusat Ibadah harus tutup. Mulanya saya kurang paham untuk apa larangan ini dikeluarkan, tapi kejadian tragis yang menimpa ketiga Mahasiswa AUP menyadarkan kita perlunya mengikuti amaran dan larangan yang diberikan karena semua bertujuan untuk keselamatan kita semua.

Allah kita yang Maha Kasihpun memberikan kita 10 hukum adalah untuk keselamatan kita di dunia sekarang dan di dunia yang akan datang.

Leave a Reply