Edisi 5 Okt 13

October 4, 2013 - Buletin Bait

Puja-Puji Parfum
Pdt. M. Mambu

Dalam keseharian mau pilih mana, dapat sanjungan atau kritikan? Kalau boleh memilih tentu akan senang menerima sanjung. Pujian adalah hal positip dan menjadi sesuatu komoditi murah meriah asal disampaikan dengan tulus dan benar. Ada banyak hal yang pantas untuk seorang mendapat pujian atau menerima penghargaan. Bisa saja itu didapat karena prestasi yang mencengangkan, pencapaian yang spektakuler, keberhasilan dalam karir, pengaturan yang mantap di jemaat ataupun ketika membawa jiwa kepada Tuhan. Ada pula sebagian orang yang senang mengejar pujian. Mereka dibagian ini suka bekerja hanya oleh karena pamrih. Ada maksud dibalik sibuk. Akan menjadi sangat giat kalau diperhatikan dan menjadi begitu rajin bila di ekspose. Disamping itu bagi mereka yang jeli akanlah gampang membedakan, mana yang murni pujian dan mana yang diberikan karena ada maunya.

Bagaimana reaksi anda bila mendapat sapaan basa-basi seperti “luar biasa, kamu kelihatan cantik dengan kombinasi kain kebaya” atau “kamu nampak gagah dengan potongan rambut cepak”. Juga ketika menerima pujian entertainment seperti ini “sudah lama tak jumpa, tapi koq tetap muda saja”? Banyak reaksi yang muncul. Ada yang menyambut ringan karena ucapan itu sudah umum sekedar pembuka bicara. Ada yang gembira ria menerima ungkapan tulus seperti itu “Oh really? Is that so?” Ada yang pintar menyembunyikan perasaan sehingga ucapan pujian diterima secara dingin. Namun, walau ekspresi wajah tanpa reaksi bahkan seperti menolak namun bukan tidak mungkin pada sudut hatinya ada perasaan nyaman yang menggelitik. Memang, ada banyak hal positif yang menjadi strength seseorang untuk boleh diangkat menjadi komendasi. Disini memerlukan kejelian untuk melihatnya.

Tapi kadang kita terkejut melihat sesuatu perubahan yang terjadi kepada seseorang dari waktu ke waktu. Dulu ketika baru menjabat, bicaranya begitu lembut tetapi setelah waktu berlalu nampak perubahan. Dalam perjalanan kepemimimpinannya diwaktu berbicara masih nampak senyum tersungging dibibir tapi dalam hati tersinggung. Masih ramah tapi dalam hatinya menyimpan marah kalau tidak mendapat puja dan puji.

Banyak orang tahan menerima kritikan tapi gagal menyikapi sanjungan. Mendapat penghormatan, penghargaan, pujian bagi para pemimpin adalah sesuatu yang wajar bahkan perlu mendapat porsi dua kali. Tetapi bagi para penerima yang umumnya lagi menjabat posisi di suatu jenjang, perlu berhati-hati. Pujian itu ibarat perfume, cocoknya dihirup bukan ditelan. Seperti layaknya minyak wangi, setelah waktu beselang harumnya akan hilang. Tersanjung, boleh saja tapi awas! jangan dimakan, karena akan membesarkan ego dan sombong.

Dari keseringan dihormati dan terbiasa duduk dikepala meja kemudian berobah manja ingin didahulukan. Kalau bapak Ketua belum hadir, acara malam sembahyang jangan dulu dimulai, kalau pendeta belum tiba jangan dulu berdoa makan. Keadaan seperti ini sangat mungkin akan berpengaruh pada perangai si pejabat tersebut. Sebenarnya walau nama kita tidak lagi dipanggil Sdr. Polan sebab sudah punya nama baru sesuai jabatan sebagai seorang pimpinan namun perlu untuk tetap menyadari bahwa diposisi apapun, sejatinya kita adalah seorang pelayan. Dengan demikian tidak perlu kecewa atau menjadi kurang hati apalagi menyimpan perasaan dendam kalau dalam suatu event acara secara tak disengaja kita seperti terlupakan, terdahulukan, terpinggirkan. Juga tidak perlu bersusah hati kalau tidak lagi disapa dengan panggilan kehormatan Sdr. Ketua karena telah terjadi transfer of responsibility yang menjadi aturan setiap tahun
.
Sukacita berlebihan menyikapi ucapan “Selamat and congratulation” dapat mengantar seseorang pada keangkuhan sekaligus kejatuhan. Ada buktinya di perjanjian lama. Tentang seorang raja yang khilaf mencari puja-puji bagi diri sendiri gantinya kepada Tuhan. Namanya Raja Hiskia. Sang raja akhirnya tergelincir menjadi alpa menjaga rahasia sebab tersanjung oleh ucapan selamat sembuh dari sakit, kepujian karena kekuatan mengusir Raja Sanherib dari Asyur dan oleh berlimpahnya harta permata. Sayang seribu sayang, kalau ada pujian yang kecil-kecil, itu di teruskannya kepada Tuhan tapi pujian tingkat internasional seperti yang disampaikan utusan Raja Merodakh Baladan dari Babilon, ai ai ai mana tahan! Dan pujian itu direngkuh jadi miliknya. (2 Raja-raja 20 :12-18)

Sangat menggembirakan bila menerima ucapan terimakasih, appreciation maupun penghargaan karena banyaknya jiwa yang dibawa kepada Tuhan bukannya karena kita mempunyai kelebihan lahiriah, materi maupun uang. (Ulangan 8:18)

Dalam pelayanan, menerima pujian, mengapa tidak! Tetapi lanjutkanlah itu kepada Tuhan yang memberi kekuatan, kekayaan, kejayaan dan akal budi. Kalaupun ada yang tertinggal, itu hanyalah perfume. ***

Mazmur 119:93 “Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku”… Sebagaimana kita pasti tahu, ayat-ayat didalam Mazmur 119, pasal yang terpanjang didalam Alkitab dengan jumlah 178 ayat seluruhnya adalah hanya satu temanya: Keunggulan, dan kedahsyatan dari Sabda Tuhan yang diulang-ulang terus selama 178 X dalam setiap bait atau kalimat disetiap ayatnya, dengan berbeda dan menggunakan subject yang berbeda istilahnya selalu tapi maksudnya hanya satu:

Firman/Hukum/Perintah/Kesaksian/Taurat/Ketetapan/Janji/Ajaran, semuanya itu tidak lain adalah FIRMAN ALLAH yang hidup, kekal, sempurna, baik, bermanfaat, berguna,tidak akan pernah berubah, membahagiakan, memberikan hidup! Tidak heran mengapa bangsa Israel walaupun sudah begitu jahat, murtad, keji dan kejam, menolak Tuhan mereka sendiri dan menyalibkanNya, masih tetap dicintai dan ditoleransi oleh Tuhan sampai sekarang. Mengapa? Karena walaupun mereka itu kebanyakan sudah murtad dan hanyut tapi masih ada diantara mereka yang setia kepadaNya.

Semua penulis Alkitab adalah orang Yahudi. 12 murid Yesus tidak ada kecualinya, semua adalah orang Yahudi.

12 Gerbang Yerusalem Baru ada dituliskan dengan nama-nama 12 orang Yahudi. Dan pada 12 pondasi tembok Kota Allah itu akan terbuat dari 12 macam batu permata dan semuanya akan terukir dengan 12 nama orang-orang Yahudi yang menjadi murid Yesus!

Perhatikan ayat-ayat berikut ini (ayat 97 dan 98):
“Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” Bahasa Inggrisnya:
“Oh, how I love Your law! It is my meditation all the day.”

Dan ayat 98: “Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.”

Perhatikan bahasa Inggrisnya yang jauh lebih bermakna dan indah: “You, through Your commandments, make me wiser than my enemies; For they [are] ever with me.” Jadi terjemahan yang tepat seharusnya berbunyi:
“Engkau, melalui hukum-hukumMu, telah menjadikan aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, Karena mereka itu selalu bersamaku.”

Bagaimanakah Tuhan melalui hukum-hukumNya, (Commandments) menjadikan kita lebih bijaksana dari musuh-musuh kita? Lihat saja didunia ini, siapakah orang yang bijaksana, yang melanggar hukumkah, atau undang-undang Negara, atau yang mematuhinya?

Tentu saja yang mematuhinya, bukan? Yang melanggar harus berada di penjara, menderita sebagai orang yang kehilangan kemerdekaannya dan membayar denda dan ongkos perkara.

Siapa yang meperbodoh kita? Apakah mungkin itu Tuhan Allah atau Roh Suci? Tentu saja tidak, itu adalah ulah dari si bapa Pembohong. Jadi sebab itu jangan mau diperbodoh, jadilah orang bijaksana.

Dalam Daniel 12:10 dikatakan: “Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.”

Ini berbicara mengenai sikon pada akhir zaman. Mengapa sampai kejahatan bertambah dan memuncak? Sebab semakin banyak orang yang mendengarkan ajaran bahwa tidak perlu lagi kita memeliharakan hukum. Apalagi nanti sesudah keluar UUHM yang dipaksakan semua orang harus menurutnya. Ini akan menyebabkan bencana alam tambah memuncak. Orang banyak tambah sekarat, kelaparan makin merajalela, yang tentu akan berakibat juga dengan kejahatan makin melangit, akibat rakyat dimana-mana di seluruh dunia akan menjadi sekarat.

Ini semuanya memang rencana setan. Emangnya dia pikirin? Ya jelas dia sangat pikirin dan ngotot usahakan ini terjadi. Tapi bagi kita yang bijaksana, marilah kita bertekad lebih setia lagi. Akhir dunia sudah sangat dekat. Tuhan memberkati kita.

Yes, “berbahagialah orang yang melakukan hukum-hukumNya. Blessed are those who keep His commandments! “ Mazmur 119:1

Misalnya ada undang-undang di Indonesia yang melarang mencuri dengan hukuman denda dan penjara. Bagi orang-orang yang baik hukum atau undang-undang itu adalah baik, karena itu melindungi kita supaya orang tidak mencuri barang milik kita. Tapi bagi orang jahat atau pencuri itu adalah tidak baik karena menghalangi perbuatan mereka untuk mencuri.

Bagi orang yang mau menurut perintah Tuhan untuk memeliharakan hari Sabat hari ketujuh, alias Sabtu, Sabti, Sabato, Sabado, Sabbath, Sabat, Sabt, Shabbath, dan lain-lain nama yang semuanya menunjukkan hari yang sama yaitu hari ketujuh sebelum hari Minggu, hari pertama dalam minggu, hari kebangkitan Yesus, itu tidak menjadi urusan, dan tidak merepotkan. Tapi bagi orang yang berkeras memeliharakan hari Minggu, hari pertama dalam minggu, hari sesudah Sabat hari ketujuh pada saat mana Yesus istirahat di kuburNya, begitu juga dengan murid-muridNya semua, ya tentu ada sedikit kerepotan untuk memaksakan sesuatu yang tidak ada keabsahannya, beta pun itu mereka usahakan.

Mereka akan bersikeras mengatakan kita sudah tidak perlu menurut hukum Taurat karena Yesus sudah menebus kita dengan kematiannya di kayu salib.

OK. Jadi kalau begitu apakah kita sekarang sudah boleh menyembah ilah atau berhala, boleh menyia-nyiakan nama Tuhan, boleh mendurhaka kepada ibu bapa, boleh membunuh, boleh berzinah, boleh mencuri, boleh berdusta, menipu dan menginginkan bini atau harta milik orang lain? Begitukah?

Oh, tidak, kata mereka. Kita sekarang diatur oleh hukum kasih, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Itu adalah hukum yang baru.

Wait a minute! Kalau itu adalah hukum yang baru, kenapa itu sudah ada sejak zamannya Musa dulu. Hukum itu sudah disebutkan dalam Ulangan 6:5

“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Dan yang kedua: (Imamat 19:18)

“Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI; Akulah TUHAN.”

Kalau kita katakan perintah ke 4 dari Sepuluh Perintah Hukum Taurat, The Ten Commandments itu, yang berbunyi : “Ingatlah kamu akan menguduskan hari ketujuh, hari Sabat Tuhan Allahmu”, sudah tidak berlaku tapi yang lainnya masih berlaku, berarti Tuhan itu tidak konsisten dan berubah-ubah sifatnya. Selain itu, mungkinkah tanda yang sejak dari permulaan zaman sampai selamanya sebagai bukti kekuasaannya sebagai pencipta dan penguasa alam semesta dihapuskan dan diganti dengan hukum yang lain bunyinya dan hari yang lain juga?

Puji Tuhan kalau pada permulaan tahun 1800-an hanya ada satu dua gereja atau denominasi saja di dunia ini yang percaya dan mengajarkan bahwa hukum Taurat Sepuluh Perintah termasuk perintah keempat itu masih berlaku, maka sekarang ternyata sudah ada lebih dari 540 denominasi yang mengakuinya dan memeliharakan Sabat hari ketujuh. Silahkan lihat sendiri pada website ini: http://www.the-ten-commandments.org/sabbathkeepingchurches.html

Sebagai konklusi yang tidak dapat dibantah karena ini adalah firman Allah sendiri: Hanya ada dua golongan pada akhir zaman dan permulaan Era Dunia Baru, yaitu orang yang menurut perintah Tuhan yang akan kekal nama mereka dan keturunan mereka, dan yang memberontak melawan perintahNya yang akan hilang lenyap dari permukaan bumi karena akan dilebur menjadi abu tanah asal mereka. Yesaya 66:22-24.

“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan kujdikan itu tinggal tetap dihadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.

Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.

Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepadaKu…”

Saudara dan saya diberikan kesempatan untuk memilih untuk menjadi orang-orang fasik yang menjadi bangkai yang akan dilebur menjadi abu alias pupuk organic atau menjadi waris Kerajaan Allah yang kekal, yang telah menang dari segala pencobaan Setan yang membenci dan melanggar Hukum Allah dari awalnya! (Yesaya 14:12-14; Maleakhi 4:1-3; Wahyu 3:21)

Pentakosta
Kemenangan Akhir – Ellen G. White

Ketika murid-murid pulang dari Bukit Zaitun ke Yerusalem, orang-orang melihat kepada mereka, mengharapkan untuk melihat pada wajah mereka pernyataan kesusahan, kekacauan, dan kekalahan; tetapi mereka melihat di sana wajah kesenangan dan kemenangan. Murid-murid tidak bersusah atas harapan mereka yang dikecewakan. Mereka telah melihat Juruselamat yang telah bangkit, dan perkataan perjanjian perpisahan-Nya tetap bergema di telinga mereka.

Dalam penurutan kepada perintah Kristus, mereka menunggu di Yerusalem untuk janji Bapa–kecurahan Roh Kudus. Mereka tidak menunggu dengan sia-sia. Catatan mengatakan bahwa mereka “senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.” Lukas 24:53. Mereka juga sama-sama mempersatukan permohonan mereka kepada Bapa dalam nama Yesus. Mereka tahu bahwa mereka mempunyai Wakil dalam surga, seorang Penganjur dalam takhta Allah. Dalam perasaan yang penuh hikmat mereka bertelut dalam doa, mengulangi jaminan, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” Yohanes 16:23, 24. Lebih tinggi dan tetap lebih tinggi mereka menunjang tangan iman dengan alasan yang berkuasa, “Kristus Yesus yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita.” Roma 8:34.

Sementara murid-murid menunggu kegenapan perjanjian itu, mereka merendahkan hati dalam pertobatan yang sebenarnya dan mengaku kekurangpercayaan mereka. Sementara mereka teringat akan perkataan yang diucapkan oleh Kristus kepada mereka sebelum kematian-Nya, mereka pun lebih mengerti akan maksud yang sebenarnya. Kebenaran yang telah berlalu dari ingatan mereka dibawa sekali lagi kepada pikiran mereka, dan ini mereka ulangi satu sama lain. Mereka sendiri menyesal karena salah mengerti akan Juruselamat. Bagai suatu prosesi, pemandangan demi pemandangan tentang hidup-Nya yang luar biasa lewat di hadapan mereka. Sementara mereka merenungkan tentang kehidupan-Nya yang suci, mereka merasa bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu sukar, tidak ada pengorbanan yang terlampau besar, kalau saja mereka dapat bersaksi dalam kehidupan mereka kepada keindahan tabiat Kristus. Oh, jika seandainya mereka bisa mengulangi lagi masa tiga tahun hidup bersama-sama, pikir mereka, alangkah berbedanya tindakan mereka! Jika mereka dapat melihat Tuhan sekali lagi, betapa sungguh-sungguh mereka berusaha untuk menunjukkan kepada-Nya akan dalamnya mereka mengasihi Dia, dan betapa mereka menunjukkan rasa berdukanya mereka karena telah menyusahkan Dia dengan suatu perkataan atau perbuatan yang kurang percaya! Tetapi mereka telah dihiburkan oleh pikiran bahwa mereka telah diampuni. Dan sejauh mungkin mereka memutuskan, mereka akan tebus ketidakpercayaan mereka dengan berani mengakui Dia di hadapan dunia.

Murid-murid berdoa dengan penuh kesungguh-sungguhan untuk satu kelayakan bertemu dengan manusia dan dalam pergaulan mereka setiap hari untuk mengucapkan perkataan yang akan memimpin orang-orang berdosa kepada Kristus. Menyisihkan segala perbedaan, segala keinginan untuk keunggulan, mereka datang bersama-sama dalam persahabatan Kristen. Mereka datang lebih dekat dan lebih dekat kepada Allah, dan sementara berbuat hal ini mereka sadari satu kesukaan apakah yang telah dimiliki bila diizinkan bersekutu begitu dekat dengan Kristus. Kesusahan memenuhi hati mereka sementara memikirkan tentang berapa banyak kali mereka telah menyusahkan Dia karena lambatnya pengertian mereka, kegagalan mereka untuk mengerti pelajaran yang demi kebaikan mereka, Ia sedang mencoba untuk mengajarkan mereka.

Hari-hari persiapan ini adalah hari-hari penyelidikan hati yang mendalam. Murid-murid merasa keperluan rohani mereka dan berseru kepada Tuhan dengan perbuatan dan kesungguh-sungguhan kudus yang akan menyanggupkan mereka untuk pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa. Mereka tidak minta untuk suatu berkat bagi mereka saja. Mereka ditanggungkan beban keselamatan jiwa. Mereka menyadari bahwa Injil harus disampaikan ke seluruh dunia, dan mereka menuntut kuasa yang Kristus telah janjikan.

Sepanjang zaman para bapa, pengaruh Roh Kudus telah sering dinyatakan dalam cara yang nyata, tetapi tidak pernah sepenuhnya. Sekarang, dalam penurutan kepada sabda Juruselamat, murid-murid mempersembahkan permohonan mereka untuk pemberian ini, dan di dalam surga Kristus menambahkan pengantaraan-Nya. Ia menuntut pemberian Roh, supaya Ia dapat mencurahkannya ke atas umat-Nya.

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk.”

Roh itu datang kepada murid-murid yang sedang menunggu dan berdoa dengan sungguh-sungguh sehingga mencapai setiap hati. Yang Mahakuasa menyatakan diri-Nya dalam kuasa kepada sidang-Nya. Hal itu seakan-akan selama berabad-abad pengaruh telah dikendalikan, dan sekarang surga bersuka-suka karena dapat mencurahkan kepada sidangnya kekayaan Roh yang penuh rahmat. Dan di bawah pengaruh Roh itu, perkataan penyesalan dan pertobatan bercampur dengan nyanyian puji-pujian untuk dosa-dosa yang diampuni. Kata-kata ucapan terima kasih dan nubuatan terdengar. Segenap surga tunduk memandang dan memuja kebijaksanaan dari kasih yang tiada taranya dan tidak dapat dipahami. Hilang dalam keheranan, rasul-rasul berseru “Di sini adalah kasih.” Mereka meraih kuasa yang diberikan. Dan apa yang mengikutinya? Pedang Roh, yang baru saja ditajamkan dengan kuasa dan dicelupkan dalam terang surga, memotong jalannya melalui kurang percaya. Beribu-ribu orang ditobatkan dalam sehari.

“Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi,” Kristus telah mengatakan kepada murid-murid-Nya: “Sebab jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.” “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Yohanes 16:7, 13.

Kenaikan Kristus ke surga adalah tanda bahwa pengikut-Nya harus menerima berkat yang dijanjikan. Untuk itu mereka harus menunggu sebelum mereka memasuki pekerjaan mereka. Bila Kristus melewati gerbang-gerbang surga, Ia dimahkotai di tengah pemujaan malaikat-malaikat. Segera sesudah upacara ini selesai, Roh Kudus turun ke atas murid-murid-Nya dalam kelimpahan dan Kristus sesungguhnya sudah dimuliakan, bahkan dengan kemuliaan yang dipunyai-Nya dengan Bapa-Nya dari segenap kekekalan. Kecurahan di waktu Pentakosta adalah komunikasi surga sehingga pengurapan Juruselamat telah dilaksanakan. Sesuai dengan janji-Nya Ia telah mengutus Roh Kudus-Nya dari surga kepada para pengikut-Nya Sebagai tanda bahwa Ia, Sebagai imam dan raja, menerima segala kekuasaan di surga dan di atas bumi ini, dan telah diurapi menjadi seorang dari umat-Nya.

“Dan tampaklah kepada mereka seperti lidah-lidah nyala api yang bertebaran dan hingga pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Roh Kudus yang mengambil bentuk lidah-lidah api, hinggap pada mereka yang berkumpul. Inilah suatu tanda pemberian yang dikaruniakan kepada murid-murid, yang memungkinkan mereka berbicara dengan bahasa yang lancar yang belum mereka kenal sampai pada waktu itu. Munculnya api ditandai semangat yang berapi-api dengan mana rasul-rasul akan bekerja dan kuasa yang akan menyertai pekerjaan mereka.

“Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.” Selama pembubaran orang-orang Yahudi telah tersebar hampir di segala bagian dunia yang didiami, dan dalam pembuangan mereka, mereka telah belajar berbicara berbagai-bagai bahasa. Banyak dari orang-orang Yahudi di Yerusalem yang pada kesempatan ini mengunjungi pesta rohani yang sedang berlangsung. Setiap bahasa yang diketahui dikemukakan oleh mereka yang berkumpul. Perbedaan bahasa-bahasa ini akan menjadi halangan yang besar kepada pemasyhuran Injil itu; sebab itu Allah dengan cara yang ajaib menunjang kekurangan murid-murid itu. Roh Kudus berbuat bagi mereka sesuatu yang mereka tidak dapat laksanakan sendiri seumur hidup mereka. Mereka sekarang dapat memasyhurkan kebenaran Injil dengan luas, berbicara dengan bahasa-bahasa mereka untuk siapa mereka sedang bekerja. Pemberian yang ajaib ini adalah bukti yang kuat kepada dunia bahwa misi mereka mendapat restu dari surga. Sejak waktu itu bahasa murid-murid adalah suci, sederhana, dan tepat, apakah mereka berbicara dalam bahasanya sendiri atau bahasa asing.

“Ketika keadaan itu disebarluaskan, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: Bukankah yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita?”

bersambung …..

Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

Lanjutan….

Mengapa Inkuisisi benar-benar muncul? Itu semua bermaksud untuk mengendalikan dan uang. Untuk memahami hal ini, kita harus memahami doktrin Katholik Roma. Para penganut Katholik dikendalikan sejak kelahiran hingga kematian oleh sistem Sakramen Katholik Roma. Mereka harus menerima sakramen-sakramen untuk diselamatkan, satu sakramen dijadikan satu saluran melalui mana seseorang menerima anugerah Allah. Ada tujuh sakramen di dalam Gereja Roma Katholik, yakni Baptisan, Konfirmasi, Penitensia, Eukharisti, Peraturan-Peraturan Kudus (Hostia), Matrimoni (Nikah Kudus), danPengurapan Penghabisan (Upacara Terakhir), tetapi banyak penganut Katholik dapat mengharapkan untuk memperoleh hanya enam, sebab Peraturan-Peraturan Kudus diberikan kepadapara imam untuk memasuki keimamatan, dan oleh karena para imam dilarang untuk kawin, mereka tidak dapat menerima sakramen matrimoni. Jika seseorang percaya bahwa ada lebih atau kurang dari tujuh sakramen, atau bahwa semua sakramen tidak Alkitabiah, mereka dikutuk sebagai para bidat: “Jikalau seseorang mengatakan bahwa sakramen-sakramen dari Hukum Baru sama sekali tidak dilembagakan oleh Tuhan Yesus Kristus, atau ada kurang atau lebih dari pada tujuh Baptisan, Konfirmasi, Penitensia, Eukharisti, Peraturan-Peraturan Kudus (Hostia), Matrimoni (Nikah Kudus), dan Pengurapan Penghabisan (Upacara Terakhir), atau bahwa seseorang dari tujuh (sakramen atau alat keselamatan) ini tidak benar dan satu sakramen secara alamiah, biarlah dia menjadi anathema [terkutuk]. – The Council of Trent Cannons and Decrees, trans. J. Waterworth, Session 7, Cannon I.

Menurut Charles ChiniquyGereja Katholik mengajarkan umat bahwa mereka memerlukan sakramen untuk diselamatkan, yakni membuatnya masuk ke dalam sorga. Betapapun, seluruh konsep dari satu `sakramen’ sama sekali tidak disebutkan di dalam Alkitab. Jikalau anda mau mempercayai bahwa sakramen-sakramen itu tidak dibutuhkan, anda juga diberi label seorang bidat – (Lihat Council of Trente Session VII, Canon IV). Sakramen-sakramen menjadi alat efektif dari Gereja untuk mengendalikan misa-misa kudus. Gereja Katholik juga mengajarkan bahwa orang-orang percaya harus mempercayai semua dogmanya sehingga akan diselamatkan (lihat Charles Chiniquy,Fifty Years in the `Church’ of Rome: The Conversion of a PriestAbr.,hlm. 234).

Jikalau seseorang penganut Katholik menyimpang dari dogma apapun, mereka dianathema, atau dicap sebagai seorang bidat, dan dikucilkan (dikeluarkan) dari Gereja. Oleh karena orang-orang yang sudah dikucilkan dilarang untuk menerima sakramen-sakramen, dan olek karena mereka percaya bahwa mereka memerlukan sakramen-sakramenuntuk diselamatkan, satu hukuman pengucilan adalah, mengakibatkan, hukuman kutukan kekal. Hukuman pengucilan hanya dapat dihapuskan jikalau individu yang telah dikucilkan itu menyangkail kepercayaan-kepercayaannya yang mereka pegang itu bertentangan dengan doktrin resmi dari Gereka Roma Katholik. Gereka Katholik juga mengkleim otoritas (berwewenang) terhadap para raja dan para penguasa sekuler, dan berupaya mengendalikan mereka untuk menggunakan sakramen-sakramen. Jikalau raja tertentu menolak untukmenurut, dan tidak dapat diyakinkan dengan cara yang lain, maka Gereja akan mengeluarkan sebuah larangan. Sebuah larangan peradilan melarang semua imam dan uskup di kerajaan itu menyelenggarakan sakramen-sakramen kepada rakyat. Para rakyat jelata, takut akan api neraka, akan menekan raja untuk menyerah saja sehingga putusan peradilan akan dicabut. Raja itu, tidak meninginkan pembangkangan sipil, sehingga akan dipaksa untuk berdamai kembali dengan Gereja. Cara lain adalah Gereja mengembalikan raja-raja itu ke dalam jalur semula oleh mengatakan kepada para bangsawan yang berada di bawah raja bahwa mereka tidak lagi harus menuruti sumpah kesetiaan mereka kepada raja. Oleh karena ini biasanya berarti perlawanan terhadap raja, maka raja akan segera berdamai dengan Gereja. Malahan sakramen Penitensia dan dogma of Purgatori jugadigunakan untuk mengendalikan umat, yang juga sebagai sumber pendapatan yang sangat baik. Penganut Katholik setia dituntut untuk mengakui dosa-dosa mereka kepada imam di dalam satu upacara ritual yang disebut `mendengar pengakuan.’ Mereka tidak dapat memperoleh pengampunan karena dosa-dosa mereka di dalam cara yang lain. Agar supaya memperoleh pengampunan karena dosa-dosa mereka, maka mereka harus menyelenggarakan sakramen Penitensia (penebusan dosa) yang diberikan kepada mereka oleh imam pada pengakuan dosa. Penitensia yang akan diberikan sesuatu dari mengatakan 50 kali “Mengelu-elukan Maria” berjalan dengan lutut mengelilingi sekitar bangunan gereja, atau memberikan gereja sejumlah besar uang. Penitensia diberikan dapat juga menuntut mereka untuk membunuh para bidat atau orang-orang lain yang mengingkari agama. Paus Gregory VIII bahkan pernah menyatakan bahwa “membunuh seorang murtad [bidat] . . . bukanlah pembunuh; malahitu adalah satu kebaikan, satu tindakan Kristen,” dan hukum kanon Katholik menyetujuinya (CharlesChiniquy,Fifty Years in the `Church’ of Rome: The Conversion of a PriestAbr.,hlm. 293}. [Ya, waktunya akan datang, bahwa barang siapa membunuh akan berpikir bahwa ia melakukan pelayanan Allah.

Jadi, walaupun ada paham Purgatori sebagai api penyucian bagi jiwa-jiwa tetapi Alkitab sebenarnya sudah mencatat bahwa secara eskatologis akan ada api neraka yang akan membakar habis mereka yang bersalah karena menerima tanda binatang, termasuk kesalahan yang bertentangan dengan hukum pertama dan kedua dari 10 Hukum Allah (Keluaran 20:3-6) yakni penyembahan kepada benda dalam rupa apapun termasuk penyembahan kepada orang-orang kudus, berdoa kepada orang-orang kudus dan berdoa kepada patung bunda Maria. Ellen G. White menulis: “Jalan telah disediakan kepada perkenalan maksud lain dari kekafiran, yang mana Roma namai Purgatori, dan digunakan untukmenakut-nakuti orang yang mudah percaya dan yang berpegang kepada kerumunan tahyul. Oleh mana bidaah diteguhkan eksistensi terhadap tempat siksaan, di dalam mana jiwa-jiwatersebut tidak memiliki pahala kutukan kekal harus menderita hukuman demi dosa-dosa mereka, dan dari mana, ketika dibebaskan dari ketidak sucian, mereka diakui ke Sorga.” {The Spirit of Prophecy, hlm. 62, parag. 2}.

Para Reformis masyur yang menolak paham Purgatori itu diantaranya John Tyndale dan Martin Luther. Keduanya sempat divonis mati dan khusus Martin Luther sudah dijatuhi hukuman mati oleh Bulla Paus Leo X tetapi masih sempat melarikan diri tetapi John Tyndale dibakar hidup-hidup. Ellen White menulis,“Sang syuhada Tyndale, mempertahankan doktrin bahwa orang mati itu tidur, mendeklarasikan perlawanannya kepada Paus: ‘Kamu, di dalam meletakkan mereka [jiwa-jiwa yang sudah meninggal] di Sorga, neraka, dan purgatori, menghancurkan argumen yang diperlukan Kristus dan Paulus membuktikan kebangkitan.” “Jika jiwa-jiwa berada di Sorga, ceritakan kepadaku mengapa mereka tidak berada di dalam kasus yang baik sebagai malaikat-malaikat? Kemudian apakah sebab ada kebangkitan?’{The Great Controversy, 1888, hlm. 547, parag. 2}

bersambung ….

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh Max Kaway

Kado Terakhir dari Ayah

Di sebuah perumahan terkenal di sebuah kota besar tinggallah seorang anak yang bernama Susi bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. .

Susi adalah seorang gadis kecil yang rajin dan penurut. Ayahnya sangat sayang kepadanya sehingga ia menginginkan Susi akan menjadi seorang yang berhasil di kemuidan hari. Susi pun disekolahkan dari sekolah anak-anak hingga kini dia sudah siap untuk di wisuda di sebuah perguruan tinggi, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya, ketekunan belajar selama beberapa tahun di bangku pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom atau tempat jual mobil-mobil mahal, dan saat itu mata tertuju kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.

Diapun ber’angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya, Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.

Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan putrinya, dan betapa dia mencintai anak itu.

Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa Susi membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Jaket kulit Terkenal, di belakangnya terukir indah namanya dengan sutra emas.

Gadis itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan jaket ini untukku?”

Lalu dia membuang Jaket itu dan lari meninggalkan ayahnya.
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia hanya berdiri mematung, tak tahu apa yang harus di lakukannya ..
Tahun demi tahun berlalu,

Susi telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang wanita karir. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, Susi pergi meninggalkan ayahnya dan tak pernah menghubungi dia. Ayahnya berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa sayangnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap buruk terhadap ayahnya.

Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka lemari pakaian ayahnya, dia menemukan Jaket itu, masih terbungkus dengan kertas kado yang sama beberapa tahun yang lalu.

sesuatu jatuh dari bagian kantong Jaket itu. Dia memungutnya.. sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama toko penjual mobil, sama dengan nama toko mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia merogoh kantong sebelahnya dan menemukan sesuatu,, di situ terselip surat-surat mobil, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga.

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, ia menangis. air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang takan mungkin bisa terobati…

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”. Yakobus 1:12
Inpirational Story

Sekrup Yesus
Oleh : Bredly Sampouw

Satu kali, sebuah butik Hotel mengundang Bpk. Xavier untuk memberi seminar motivasi bagi seluruh karyawannya. Semua karyawan dengan menyisahkan orang-orang yang sedang on duty mengikuti seminat etos kerja yang Bpk. Xavier bawakan. Sebelum seminar dia diajak mengobrol oleh General Managernya yang ternyata adalah orang Indonesia. Sebelumnya, GM hotel ini dipegang oleh orang Jerman. Obrolan itu justru memberi dia amunisi baru untuk membekali karyawan hotel yang indah itu.

Hotel yang di bangun dengan nuansa etnik dan tradisional itu banyak menerima tamu dari luar negeri. Bukan hanya karena pricenya yang termasuk tinggi, melainkan orang-orang barat memang suka dengan hotel-hotel yang berbau tradisional. Suatu kali, ada seorang tamu dari Jerman yang meskipun membayar mahal untuk kamarnya, tidak menempati kamar itu. Sebaliknya, ia memilih tidur di tepi kolam renang yang ada di halaman tengah hotel itu. “Saya sampai heran, Pak Xavier, dengan prilaku tamu-tamu asing saya” ujar GM itu sambil tertawah renyah.

Berbekal amunisi baru itu yang senapas dengan tema seminar Bpk. Xavier dia mengingatkan bahwa setiap karyawan di bagian yang paling bawah sekalipun memiliki peran. Seperti halnya sebuah mesin raksasa, setiap sekrup memberi kontribusi nyata bagi perjalanan mesin itu. Sesuatu yang menarik. Bpk. Xavier pernah membaca di sebuah artikel bahwa di atas baling-baling helikopter, ada sebuah sekrup yang mengikat baling-baling itu agar tidak lepas. Mau tahu nama sekrup itu? The Yesus Nut alias sekrup Yesus.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Apakah Anda merasa jenuh dengan pekerjaan Anda saat ini? Apakah anda bekerja di tempat yang menurut anda bahkan pandangan umum posisi yang membosankan? Apakah karena itu, lalu Anda merasa bahwa kontribusi Anda sangat kecil sehingga anda tidak bersemangat untuk bekerja? Kalau kita membaca kisah di atas, seandainya petugas cleaning servbice yang bertugas membersihkan tepi kolam rnang tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, apakah ada tamu yang mau tidur di sana?

Untuk Dilakukan :
“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi” Pengkhotbah 9 : 10

Tidak ada pekerjaan yang hina dan kecil, yang ada adalah pekerjaan kecil yang kita lakukan dengan perasaan hina. Karena itu jangan menanggap enteng atau hina pekerjaan yang diberikan kepada kita, karena tidak ada pekerjaan yang hina tetapi yang ada adalah pekerjaan kecil yang kita kerjakan dengan perasaan hina. Jikalau mau sukses belajarlah mencintai pekerjaan kita sekecil apapun itu. Sekecil apapun tugas atau pekerjaan yang kita kerjakan pasti mempunyai peran dalam kelangsungan operasional kantor. Seperti cerita diatas, bayangkan saja kalau petugas cleaning service merasa hina tugasnya dan ogah-ogahan bekerja membersihkan halaman kolam renang hotel, mungkin saja tamu hotel tidak akan tertarik tidur di tepi kolam. Karena tugas cleaning service dijalankannya dengan baik serta penuh rasa tanggung jawab membuat hasil kerjaan indah dilihat orang lain. Karena itu janganlah kita bersungut-sungut atas pekerjaan yang diberikan kepada kita, berpikirlah bahwa Anda orang penting yang memiliki peran untuk kemajuan bersama. Ingat masing-masing peran pasti mempunyai manfaat sekecil apapun itu. “Spirit, go forward”

RSA Manado Menyokong Program Jaminan Kesehatan Nasional
Oleh Tim Bait

Pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia sekarang ini menjadi tujuan pemerintah untuk dilaksanakan pada 1 Januari 2014. Waktu itu seluruh peserta akanmemperoleh mamfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan pada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar pemerintah.

Untuk itu persiapan pelayanan yang lebih luas untuk masyarakat sementara disiapkan oleh Rumah Sakit Advent Manado. Pengaturan tata ruang untuk pelayanan Kelas III, II dan I lagi disiapkan dengan memodifikasi beberapa ruang besar untuk siap sebelum tanggal 1 January 2014 bersama furniture serta equipment yang diperlukan.

Pembenahan dibagian Sumber Daya Manusia pula mendapat perhatian dengan mengkalkulasi kembali kesediaan tempat tidur dan jumlah perawat, meningkatkan lisensi para perawat menjadi ners. Diharapkan keikut sertaan RSA Manado dalam program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminas Sosial (BPJS) akan turut meningkatkan kesehatan masyarakat luas di Sulawesi Utara.

Dr. Denny Rumambi Apresiasi RSA Manado
Oleh Tim Bait

Dulu Indonesia menjadi wilayah tujuan misionari dari Eropah dan Amerika yang datang dengan berbagai keahlian dan disiplin ilmu. Sekarang ini giliran Indonesia mengirim misionari kenegeri seberang. Misionari kita yang berada di Afrika adalah Mr. Max Langi Ph.D, Mr. Stanny Nangoy Ph.D dan Mr. Denny Rumambi Ph.D. Mulai September 2013 Dr. Max Langi telah menduduki pos baru sebagai Wakil Bendahara di Divisi Asia Pasifik Selatan menggantikan Dr. Moldy R Mambu yang telah menempati pos baru di Rumah Sakit Advent Manado.

Beberapa waktu lalu telah berkunjung ke Rumah Sakit Advent Manado Mr. Denny Rumambi Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomi Middle East University (Universitas Timur Tengah) di Beirut, Libanon. DR Rumambi yang adalah tamatan dari AIIAS/PCU Manila selama beberapa tahun ini memimpin jurusan Ekonomi di Universitas yang terkenal di Timur Tengah.

Kemajuan yang dicapai selama 5 tahun ini di RSA Manado termasuk spektakuler dan diharapkan untuk semakin meningkat lagi dalam pelayanan. RSA Manado tidak berada dibawah dari Rumah Sakit yang berada di luar negeri, katanya. Bisnis Rumah Sakit dimana-mana akan maju kalau pengelola ingin itu maju dengan memperhatikan kenyamanan pasien. Bila pasien merasa convenient, diperhatikan, dihormati ditempat ini maka sukses sudah ditangan ungkap Bro. Epi panggilan akrab untuk Dr. Rumambi.

Salemba Adventist Academy Youth Falsetto Raih Silver Medal
Oleh : Damar Haposan

Panas kota Jakarta pada tanggal 13 September 2013 tak sanggup mengalahkan semangat dua puluh tujuh siswa SMA Advent Salemba yang tergabung dalam “Salemba Adventist Academy Youth Falsetto” berangkat menuju sekolah Penabur International di kawasan Kelapa Gading. Dengan penuh semangat dan percaya diri mereka berkonvoi mengendarai tiga unit mobil membelah jalanan. Dibenak siswa petuah dari Irvan Juliant Kainama yang bertindak sebagai conductor sekaligus guru bidang Seni Budaya “ …kita menyanyi untuk memuji Tuhan bukan untuk menang, dan menunjukkan seperti apa kita Advent itu” terngiang terus.

Tepat pukul 12.30 rombongan tiba. Dengan penuh ramah Lidya mewakili dari Bandung Choral Society sebagai panitia pelaksana menyambut rombongan dan mengarahkan ke salah satu ruang kelas. “ bapak dan rombongan dipersilahkan menuju room 1 untuk rehearsal..” perintahnya sambil menunjuk ke salah satu ruang kelas. Tanpa buang waktu, Kainama dibantu oleh John Retor sebagai guru pendamping langsung mengarahkan siswa untuk latihan ulang.

Tidak banyak waktu yang tersedia. Panitia hanya mempersilahkan tiap choir melakukan rehearsal cuma sepuluh menit. Tidak lebih. Setelah itu panitia mengarahkan Salemba Adventist Academy Youth Falsetto bergerak menuju belakang panggung untuk persiapan performance. “..pak, seragam kita biasa bangat. Sedangkan seragam mereka ada batik-batiknya” kata beberapa anak-anak membandingkan seragam kaos hitam yang mereka kenakan dengan kelompok choir dari sekolah lain. Karena, didepan Salemba pada nomor urut 5 tampil dari tuan rumah, SMA Penabur International School (PIS) yang terlihat gagah dengan jubah putihnya. Bukan hanya itu, dibelakang Salemba, pada nomor urut 7 juga dari Penabur, tepatnya SMAK 3 Penabur tampil berwibawa dengan jubah putihnya.

Langkah semangat percaya diri Dinda Ayu Astrie mengawali derap Salemba Adventist Academy Youth Falsetto memasuki panggung. Satu persatu anggota menempati formasi. Sopran 1 dan Sopran 2 dibaris depan, sedangkan belakang ada 10 anak dari Alto dan Tenor di belakang. “ Manseren Nanggi Ryama Be Aya” pun dinyanyikan. Syair demi syair mengikuti alunan nada berkumandang memuji Khalik di Auditorium yang mampu menampung hingga 500 audiens ini. Semuanya terkesima termasuk pejabat yang hadir diantara penonton seperti Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata juga Ketua Yayasan Penabur.

Tuntas lagu pertama dari Papua yang menceritakan tentang Tuhan Yang Maha Kuasa berada di atas sana dilanjutkan dengan “Ain’t-a That Good News”. Lagu yang bercerita tentang kita yang punya rumah dan mahkota disorga ini juga membuat penonton terkesima. Seakan tak mau kehilangan makna dari tiap syair tak seorangpun penonton yang beranjak dari bangkunya.

Kedua lagu yang telah dilatih sejak April ini berhasil menyihir penonton dan lima juri yang dua dari Indonesia dan tiga lainnya dari mancanegara seperti Monica Hwang Hwa Sook (South Korea), Anna Abeleda Tabita Piquero (Philippines) dan Professor Andre de Quadros (USA). Seakan merasa diberkati lewat alunan lagu tadi kontan penonton dan juri memberi sambutan berupa tepuk tangan penuh sukacita. “Selamat ya… kata salah seorang panitia ketika Salemba turun dari panggung. Atas keharmonisan Salemba, dewan juri mengganjar mereka dengan Silver Medal dengan skor 77,75. Suatu hasil yang patut disyukuri tentunya. Pasalnya lomba tingkat nasional ini diikuti oleh 13 SMA dari seluruh Indonesia atau 74 peserta mulai TK hingga Umum.

“Selamat kepada semua peserta paduan suara, semoga hasil ini bisa memotivasi seluruh siswa agar lebih maju lagi” puji Lis Indriastuti Hardiningsih, MA selaku kepala SMA PAS ketika seluruh peserta telab tiba di sekolah

MASTER GUIDE WORKSHOP DMPB WILAYAH 1 SORONG
Oleh : Pdt. Jimmy Samber

Daerah Misi Papua Barat melalui Dir Pemuda Pdt MG Tony Mayai, telah menggagaskan sebuah acara kusus bagi pengembangan Kepanduan GMAHK yakni Master Guide di Tanah papua terlebih kusus di Tanah Malamoi kota Sorong. Dengan mengadakan sebuah acara yang disebut MASTER GUIDE WORKSHOP dengan Tema: ” HIDUP SEPERTI YESUS” dan Sub Tema: Pemantapan dan Pembinaan Tenaga Instruktur Kelas Kepahaman pada setiap Jenjang Kepanduan.”

Work shop yang dilaksanankan selama dua hari dengan berbagai materi yang dapat di berikan dari beberapa Narasumber seperti Kepemimpinan Kristiani berdasarkan Alkitabiah, Visi dan Misi Kepanduan, Kurikulum, & Seragam yang merupakan Informasi yang baik bagi setiap Master Guide diWilayah ini, guna menopang akan pengembangan kemajuan pathfindering di DMPB.

Dalam pengembangan pekerjaan Tuhan diladang bagi DMPB yang relative masi sangat muda, namun pertumbuhan pekerjaan Tuhan di daerah ini sudah sangatlah pesat dalam berbagai segi penginjilan. Hal itu dapat kami rasakan terlebih kusus di Tanah Malamoi kota Sorong ini.

Master Guide Workshop yang diadakan selama dua hari Tgl 16-17 September 2013, yang di buka langsung oleh Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh DMPB Pdt MG. Thed J. Windewani dengan memberikan Amanat pada upacara pembukaan yang meniti beratkan bagi setiap Master Guide yang merupakan pemimpin utama, mampu untuk bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi, bagi Jemaat sebagai pemimpin Kristiani yang meneladani kehidupan Master Guide Agung Yesus Kristus.

Work Shop yang berlangsung dua hari ini akhirnya di Tutup secara Resmi oleh Dir. Pemuda DMPB, MG Tony Mayai yang diakhiri dengan komitmen bagi kurang lebih 30 peserta Workshop yang mengikuti akan acara tersebut.

Ahkir kata Maju Terus Master Guide Papua Barat dalam pengembangan kepanduan terlebih kusus dalam mengambil bagian untuk menjalankan Amanat Agung yang di tinggalkan oleh Master Guide Agung Yesus Kristus. Kiranya Tuhan menolong saya agar menjadi seorang Master Guide yang baik dan Manusiawi sesuai dengan Kode Etik Master Guide.

7 Jiwa Bagi Kristus Pada KKR Pengharapan di Tengah Krisis
Oleh : Pdt. Jimmi Samber

KKR “Pengharapan Ditengah Krisis” yang di bawakan oleh Hamba Tuhan Pdt. Jimmy Samber, S Ag, selama, 16 – 22 Juni 2013, yang di laksanakan oleh Jemaat Tempat Garam. Sorong Daerah Misi Papua Barat. KKR yang berlokasi di Pekarangan dari Rumah Kel. E. Kayoi, RT V – RW VI, Kelurahan Klawasi, yang di buka secara resmi oleh Lurah Klawasi Bapak Zamos Maran Duwith, SE, Seusai membawakan sambutan mewakili Pemerintah Kota Sorong.

KKR ini Dihadiri oleh Anggota GMAHK, Simpatisan dan Warga setempat terlihat dengan tidak ada bangku yang kosong.

KKR ini pula berjalan aman serta tertib dari permulaan hingga akhir dengan pemaparan Firman Tuhan yang begitu indah disampaikan oleh Hamba Tuhan Pdt. Jimmy Samber. S.Ag, dan di dukung Pula oleh cuaca yang bersahabat.

Kejutuh Jiwa dibabtiskan oleh Pdt. Roy Manoppo, Pendeta Wilayah Sorong Dibabtiskan di Suprauw, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat.

Mari kita doakan terus ketujuh Anak Tuhan yang sudah menyerahkan diri Untuk menerimah Tuhan Sebagai Juruselamat mereka lewat air Baptisan. Biar mereka tetap setia sampai Tuhan Datang.

Leave a Reply