Edisi 6 Sept 2013

“Reformation”

Reformation dalam The Free Dictionary (Google) is the act of reforming or the state of being reformed. Sedang menurut Ellen G. White dalam bukunya “True Revival” (2010) bahwa reformation signifies a reorganization, a change in ideas and theories, habits and practices.

Ketika Barack Obama menjadi Presiden AS, maka sejarah mencatat bahwa AS telah merubah tradisi dengan memilih presiden pertama berkulit hitam. Bukankah ini merupakan impian yang menjadi kenyataan dari almarhum Dr. Martin Luther King, Jr.? Dalam pidatonya kepada rakyat Amerika pada tanggal , 25 Januari 2011, Presiden Barack Obama antara lain mengatakan “we must build a 21st century infrastructure for our country, putting millions of Americans to work rebuilding roads and bridges, expanding high speed internet and high speed rail; we must reform government, making it learner, smarter, and more transparent. Guna mengimplementasi visi tersebut agar AS tetap menjadi negara adi daya baik dalam bidang politik maupun ekonomi, maka AS menitik beratkan pada inovasi, pendidikan dan reformasi.

Pada awal pemerintahan Indonesia sejarah mencatat dua presiden yang berbeda. Soekarno yang dikenal bapak proklamator, salah satu slogannya yang menarik adalah “Berdikari” (Berdiri Diatas Kaki Sendiri). Maksudnya setelah kita merdeka dari penjajahan, kita harus bisa mandiri dan era ini dikenal dengan era “Orla” (Orde Lama). Soeharto selaku presiden kedua yang boleh disebut bapak pembangunan, salah satu slogannya yang menarik ialah “Repelita” (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Maksudnya untuk bisa bersaing dengan negara-negara tetangga, kita harus membangun secara bertahap dan terencana dan era ini dikenal dengan “Orba” (Orde Baru).

Banyak anggota GMAHK mengadakan reformasi dalam hal gaya hidup dari non-vegetarian (pemakan daging) menjadi vegetarian (tidak pemakan daging). Di mana kebiasaan ini sudah lama dipraktekkan oleh sebagian besar orang India umumnya.

Di organisasi gereja di Indonesia desakan reformasi makin sering saja terdengar. Pengelolaan keuangan yang konon kurang terkontrol sampai ke telinga kaum awam dan tidak sedikit yang mengatakan “so musti direformasi”. Pelayanan pendeta sebagai gembala di jemaat tidak jarang di complain, konon pendeta terlihat aktif hanya di acara ibadah sabat, rabu malam, ulang tahun dan acara kematian. Perlawatan terasa kurang bila dibandingkan dengan era 20 tahunan yang lalu di mana satu pendeta masih melayani satu wilayah namun perlawatan terasa masih lebih baik. Gembala jemaat yang seharusnya tugasnya adalah sebagai pelayan di jemaat, ada yang aktif membantu bisnis istrinya bahkan ada juga yang aktif berbisnis. Ketika di complain anggota jemaat konon ada pendeta yang memberikan jawaban “penghasilan ini kan juga untuk membantu pekerjaan Tuhan”. Sebagian anggota jemaat yang pernah melanglang buana ke daerah lain tidak jarang berkomentar “dulu torang bangga, pelayanan pendeta di daerah dan mendorong terjadinya reformasi di daerah DKI, sekarang ini “virus DKI” berpindah ke daerah dan DKI justru menunjukkan peningkatan pelayanan dari para gembala. “Torang so musti reformasi juga daerah-daerah supaya pekerjaan Tuhan makin maju”, demikian komentar sebagian kaum awam yang menyatakan peduli dengan pekerjaan Tuhan. Benarkah demikian ?

Yang pasti bila terjadi dalam setiap sendi kehidupan sesuatu tidak lagi berjalan di “rel”nya, maka itu perlu dilakukan perubahan. Harus ada usaha untuk dikembalikan pada “rel” yang seharusnya. Dasar “rel” kita adalah Alkitab. Segala sesuatu yang sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip Alkitab, itu artinya perlu direformasi. Bagaimana dengan pribadi anda ?
Redaksi

Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Daniel dan teman-temannya meskipun masih muda, tapi sudah menjadi tawanan di Babel, tentunya dia bingung menghadapi situasi yang baru di negeri yang asing. Meskipun Daniel seorang tawanan yang mungkin bagi tawanan yang lain seperti tinggal dalam kegelapan, tapi Daniel tidak tinggal di dalam kegelapan. Apalagi setelah dia berhasil dalam pendidikannya dan setelah diuji ternyata sepuluh kali lebih cerdas dari semua orang berilmu di seluruh kerajaan Babel.

Kehidupannya menjadi lebih baik di negeri orang, bahkan kehidupannya dikelilingi oleh kekayaan dan kemewahan di dalam istana Babel.

Tanpa kita sadari setan melakukan hal-hal yang membingungkan pikiran kita, melemahkan kehidupan kerohanian kita sampai kita tidak sanggup untuk melawan bujukan si jahat. Kesenangan-kesenangan dalam dosa kelihatannya membawa kenyamanan, menarik dan mengasyikkan, menguntungkan. Dosa-dosa itu dapat memelihara ego kita, sampai kita merasa penting di wilayah musuh.

Uang, penampilan, intelektual dan kecerdasan bahkan kepribadian kita membuat kita populer, dan kita bersukaria atas segala kesanggupan kita, sampai tiba harinya, hari perhitungan yang menunjukkan semuanya itu hanya kekosongan belaka.

Daniel tidak mau membuat tindakan semaunya oleh pesona dan daya tarik kehidupan mewah istana Babel di sekelilingnya, Keputusannya mau melakukan yang benar di mata Tuhan dan Daniel diberkati oleh keputusannya itu.

Dalam Daniel 2, Nebukadnezar yang telah menjadi orang yang paling berkuasa di bumi saat itu, mempunyai segalanya, kemasyuran, kekuasaan, kekayaan, pengaruh yang luar biasa, tapi tidak ada damai di dalam hatinya, karena pikirannya sudah ditetapkan oleh standar duniawi. Dia marah dan frustasi, bahkan karena marahnya dia tidak sanggup mengontrol dirinya dan mau membunuh semua orang pintar di seluruh negeri itu.

Ada suatu pelajaran disini yang saya mau katakan, saudara tidak perlu menjadi pemimpin dari sebuah bangsa kafir yang sangat berkuasa seperti Nebukadnezar untuk mendapatkan masalah Nebukadnezar. Mungkin saudara adalah seorang pendeta atau mahasiswa di seminari yang tidak lama lagi tamat dan bekerja sebagai pendeta, atau saudara berperan aktif di jemaat bahkan seorang ketua jemaat yang berpengaruh, tapi hati dan pikiran secara mendasar masih di batasi oleh hal-hal dari kehidupan ini, cara pandang yang duniawi dan masih menjadi tawanan musuh. Inilah bahaya dari hati yang tidak mempunyai damai bersama Allah.

Daniel dan teman-temannya sepuluh kali lebih cerdas dari semua orang berilmu dan ahli nujum, Itu tidak datang dengan sendirinya. Ini adalah buah dari mengetahui firman Allah dan menghidupkan firman itu dalam kehidupan mereka. Kadang kita pikir oh dia semakin bijaksana sejalan dengan umurnya yang bertambah. Tapi dalam kehidupan Daniel, kebijaksanaan dan pengertian telah ada padanya pada usia yang masih muda belia dan dia tahu firman Allah dan dia hidupkan itu. Lebih dari itu dia bukan saja orang yang berhikmat dan bijaksana tapi dia adalah orang yang hidupnya tekun berdoa.

Untungnya, Daniel tidak sendiri, dia diberkati oleh teman-temannya yang juga selalu berdoa bersama, dalam “persekutuan doa”/ “small group”. Inilah pentingnya bersekutu dalam doa bersama, saling menguatkan satu dengan yang lain, dan oleh karena itu Roh kudus menuntun hidup mereka sementara mereka menghadapi ujian-ujian yang berbahaya. Lewat doa-doa mereka, Tuhan menyiapkan jalan kelepasan, dan mereka dapat memuliakan Allah dalam kehidupan mereka.

“…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak. 5:16)….. “ Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. (Mat. 18;19)”

Daniel menunjukkan dirinya adalah orang yang tekun berdoa, bijaksana, penuh ucapan syukur di waktu krisis.

Sekarang ini kita hidup di Babylon modern, apakah kita merespons dengan bijaksana, tekun berdoa, pujian dan ucapan syukur kepada Allah di saat-saat krisis?

Sebagai orang Kristen, khususnya yang menantikan kedatanganNya yang kedua kali, kita harus mengerti pengharapan dan jaminan yang kita miliki di dalam firman Allah, kita dapat menghadapi tantangan dan kesukaran dengan cara yang sama yang Daniel lakukan. “…Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh (II Pet. 3:17)”

Oleh sebab itu jangan biarkan penjagaan dirimu jatuh di hadapan orang yang atraktif, di dalam lingkungan yang gemerlap dan kemegahan dunia ini, atau sebuah kesempatan yang menyenangkan tapi menyesatkan.

“Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!”. (Daniel 10:19) Ingat, jangan takut dan jadilah kuat sebab hanya Allahlah sumber segala pengertian, kebijaksanaan, dan hikmat. Jadilah kuat di dalam Tuhan. ***

Crisis in Syria (Suriah) mencuat di mass media AS setelah Presiden Barack Obama (AS) mengatakan pada Sabtu (31/8) di Gedung Putih bahwa dia siap mengambil keputusan aksi militer melawan Presiden Bashar Assad (Suriah) namun dia akan meminta persetujuan dari kongres sebelum melangkah lebih lanjut. Berikut ini adalah cuplikan dari mass media di AS yang penulis ikuti.

Para Senator Republik Lindsey Graham dan John McCain setelah meninggalkan pertemuan Labor Day/Hari Buruh (2/9) di Gedung Putih mengatakan bahwa mereka memiliki keyakinan yang lebih besar dalam strategi Presiden Obama di Suriah. Keduanya mengatakan bahwa mereka akan mendukung resolusi Presiden Obama untuk aksi militer, jika presiden bisa menjelaskan rencananya untuk memperkuat pasukan oposisi Suriah.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Le Figaro, Presiden Suriah Bashar Assad menyebut Timur Tengah sebagai “tong bubuk” dan memperingatkan bahwa serangan militer Barat terhadap negaranya dapat memicu perang regional. Presiden Assad juga menantang AS dan Perancis untuk menyajikan bukti bahwa pemerintahnya bertanggung jawab atas serangan (21/8) kimia di Damaskus.
Sebuah laporan pemerintah Perancis yang diterbitkan Senin (26/8) tentang program senjata kimia Suriah yang menemukan bahwa setidaknya 281 kematian dapat dikaitkan dengan serangan di daerah-daerah di luar Damaskus. Sebuah perkiraan intelijen Perancis menuduh bahwa rezim Suriah melancarkan serangan 21 Agustus yang melibatkan “penggunaan besar bahan kimia,” lapor AP.

Kesepakatan dari komite kecil Hubungan Luar Negeri pada Selasa malam (3/9) akan menetapkan batas waktu 60 hari untuk aksi militer di Suriah dengan perpanjangan waktu 30 hari demikian menurut rancangan resolusi yang dibuat. Usulan tersebut disusun oleh para senator Robert Menendez dari partai Demokrat New Jersey selaku ketua komite dan Bob Corker dari partai Republik Tennessee mewakili partainya. Resolusi ini akan dihadapkan pada kongres Rabu nanti.

Senat Komite Hubungan Luar Negeri mengotorisasi Presiden Barack Obama untuk menggunakan kekuatan yang terbatas terhadap Suriah Rabu (4/9), setelah mengadopsi amandemen dari Senator John McCain dirancang untuk mendesak Presiden Obama untuk “mengubah persamaan militer di medan perang.” Resolusi Senat akan membatasi permusuhan untuk 60 atau 90 hari, aksi militer terbatas untuk perbatasan Suriah dan melarang pasukan AS di tanah Suriah. Proposal McCain tidak mengubah ruang lingkup itu tapi mendesak bahwa tujuan akhir harus “kesepakatan negosiasi yang berakhir konflik dan mengarah ke pemerintahan yang demokratis di Suriah.” Pemungutan suara adalah 10-7. Lima dari partai Republik dan dua dari partai Demokrat sebagai menentangnya.

Dalam kitab Wahyu sedikitnya ada tiga peperangan sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali yang dicatat oleh Rasul Yohanes. Yang pertama adalah Wahyu 12 : 7 yang berbunyi “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.” Perang Inilah yang dikenal dengan permulaan pertentangan yang besar (great controversy) antara Yesus dengan Setan. Yang kedua terdapat dalam Wahyu 12 : 1-5 yaitu antara Perempuan dan Naga atau antara Yesus dan Setan. Yesus lahir ke dunia ini untuk menebus umat manusia yang jatuh dalam dosa. Yesus rela menderita dan mati di kayu salib, darahNya tercurah guna menghapus dosa-dosa kita. Dan Yesus bangkit dari antara orang mati demi untuk umat manusia dan juga demi untuk kemenanganNya terhadap Setan.

Yang ketiga terdapat dalam Wahyu 12 : 17 berbunyi demikian “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Umat Allah yang sisa yang hidup pada akhir zaman akan menjadi sasaran Setan. Pandangan GMAHK akhir zaman dalam doktrin kaabah dimulai sejak Yesus berpindah dari bilik yang suci ke bilik yang maha suci. Jadi peperangan yang ketiga ini yang disebut oleh Ellen G. White sebagai peperangan yang terakhir yang harus kita waspadai. ***

DI BELANDA DAN SKANDINAVIA — 13
Kemenangan Akhir – Ellen G. White

lanjutan ….

Tausen pergi ke Cologne, yang kemudian, sebagaimana sekarang, menjadi salah satu benteng pertahanan Romanisme. Di sini ia segera muak dengan ilmu mistik para pengajar. Kira-kira pada waktu yang sama ia mendapat tulisan-tulisan Luther. Ia membacanya dengan kagum dan dengan senang. Dan dengan kerinduan yang besar ingin menikmati pengajaran pribadi Pembaharu itu. Tetapi dengan berbuat demikian ia harus siap menanggung risiko melawan atasan biaranya, dan kehilangan dukungannya. Ia segera membuat keputusan. Dan tidak lama sesudah itu ia mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di Wittenberg.

Sekembalinya ke Denmark, kembali ia pergi ke biaranya. Tak seorangpun yang menduga bahwa ia adalah pengikut Lutheranisme.

Ia tidak membukakan rahasianya, tetapi berusaha menuntun orang-orang kepada iman yang lebih murni dan kehidupan yang lebih suci tanpa menimbulkan prasangka buruk teman-temannya. Ia membuka Alkitab, dan menjelaskan artinya yang sebenarnya; dan akhirnya mengajarkan Kristus kepada mereka sebagai kebenaran bagi orang-orang berdosa, dan satu-satunya harapan keselamatan. Kepala biara sangat marah kepadanya. Ia telah mengharapkannya sebagai seorang pembela Roma yang berani. Ia segera dipindahkan dari biaranya ke biara yang lain, dan dimasukkan ke dalam kamar tahanan dengan pengawasan ketat.

Para pengawalnya yang baru ketakutan karena beberapa biarawan segera menyatakan mereka bertobat kepada Protestantisme. Melalui terali-terali ruang tahanannya Tausen berkomunikasi kepada teman-temannya mengenai pengetahuan kebenaran.

Seandainya para pater Denmark cakap dalam perencanaan gereja mengenai penanganan para bida’ah, maka suara Tausen tidak akan pernah lagi kedengaran.Tetapi sebagai gantinya mengirim dia kedalam penjara di bawah tanah, mereka mengeluarkannya dari biara. Sekarang mereka menjadi tidak berdaya. Dekrit kerajaan baru saja dikeluarkan, yang memberi perlindungan kepada guru-guru doktrin baru. Tausen mulai berkhotbah. Gereja-gereja terbuka baginya, dan orang-orangpun berduyun-duyun datang mendengarkannya. Yang lain juga mengkhotbahkan firman Allah. Alkitab Perjanjian Baru yang diterjemahkan kedalam bahasa Denmark, diedarkan secara luas. Usaha-usaha yang dilakukan oleh para pengikut paus untuk menghancurkan pekerjaan itu, justru meluaskannya. Tidak berapa lama kemudian Denmark menyatakan menerima iman yang dibaharui itu.

Juga di Swedia, para pemuda yang telah meminum air dari sumur Wittenberg membawa air hidup itu ke negeri mereka dan memberikannya kepada orang-orang di negerinya. Dua orang pemimpin Pembaharuan Swedia, Olaf dan Laurentius Petri, anak-anak seorang pandai besi dari Orebro, belajar dari Luther dan Melanchthon. Dan kebenaran yang mereka telah plajari, mereka ajarkan dengan rajin. Sebagaimana Pembaharu besar itu, Olaf membangunkan orang-orang oleh semangatnya dan kemahirannya berbicara, sementara Lurentius, seperti Melanchthon, adalah orang yang terpelajar, penuh pikiran dan tenang. Keduanya adalah orang-orang saleh yang giat, yang mempunyai pencapaian teologi yang tinggi, dan yang mempunyai keberanian yang sangat, dalam memajukan kebenaran. Oposisi para pengikut paus tidak berkurang. Imam-imam Katolik menggerakkan orang-orang bodoh dan penganut ketakhyulan. Olaf Petri sering diserang oleh orang banyak, dan dalam beberapa kejadian hampir-hampir tidak dapat menyelamatkan jiwanya. Akan tetapi para Pembaharu itu sebenarnya disukai dan dilindungi oleh raja.

Dibawah kekuasaan Gereja Roma, rakyat tenggelam dalam kemiskinan, dan dihempas oleh penindasan. Mereka buta akan Alkitab, dan agama mereka hanya sekedar tanda-tanda dan upacara-upacara yang tidak membawa terang ke dalam pikiran. Mereka kembali kepada kepercayaan ketakhyulan dan praktek-praktek kekafiran nenek moyang mereka. Bangsa ini terbagi kedalam dua bagian yang bersaing satu sma lain. Dan permusuhan mereka itu menambah penderitaan semua orang. Raja bermaksud untuk mengadakan pembaharuan di dalam negara dan gereja, dan ia menyambut para pembantu yang berkemampuan ini dalam melawan Roma.

Di hadapan raja dan orang-orang terkemuka Swedia, Olaf Petri dengan kemampuan besar mempertahnkan ajaran-ajaran iman yang diperbaharui itu melawan jago-jago Romawi. Ia menyatakan bahwa pengajaran para Pater (Padri) diterima hanya kalau itu sesuai dengan Alkitab. Bahwa doktrin-doktrin penting mengenai iman disajikan di dalam Alkitab dengan cara yang jelas dan sederhana, sehingga semua orang bisa mengerti. Kristus berkata, “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.” ( Yohanes 7:16). Dan Rasul Paulus menyatakan bahwa kalau ia memberitakan Injil yang lain selain dari yang ia sudah terima, terkutuklah dia (Galatia 1:8).

“Jadi, bagaimana sekarang,” kata Pembaharu itu, “orang-orang lain harus menganggap menampilkan dogma dengan sesuka hati, dan memberlakukannya sebagai sesuatu yang perlu bagi keselamatan?” — Wylie, b. 10, ch. 4. Ia menunjukkan bahwa dekrit gereja tidak berwenang jikalau bertentangan dengan perinta-perintah Allah, dan mempertahankan prinsip-prinsip Protestan yang utama, bahwa “hanya Alkitab saja satu-satunya” peraturan dan ukuran iman dan perbuatan.

Kontes ini, walaupun dilakukan dengan keadaan yang samar-samar, menunjukkan kepada kita “jenis orang-orang yang membentuk lapisan dan barisan prajurit para Pembaharu. Mereka tidak buta huruf, tidak pendukung sesuatu sekte, dan bukan penentang-penentang yang suka ribut — jauh dari itu. Mereka adalah orang-orang yang telah mempelajari firman Allah, dan mengetahui benar bagaimana menggunakan senjata yang diberikan oleh Alkitab. Dalam hal pengetahuan, mereka telah mendahului zamannya. Bilamana kita memusatkan perhatian kita kepada pusat-pusat mengagumkan seperti Wittenberg dan Zurich, dan kepada nama-nama seperti Luther dan Melanchthon, Zwingle dan Oecolampadius, kita cenderung mengetahui bahwa mereka-mereka inilah pemimpin pergerakan itu, dan sewajarnyalah kita mengharapkan adanya kuasa luar biasa dan kemahiran yang luas pada mereka. Tetapi tidak demikian dengan bawahan mereka. Baiklah kita memandang kepada gedung kesenian yang tidak terkenal di Swedia, dengan nama-nama sederhana Olaf dan Laurentius Petri — mulai dari guru-guru sampai kepada murid-murid — apakah yang kita dapati? . . . . Para sarjana dan pakar-pakar teologia. Orang-orang yang telah menguasai seluruh sistem kebenaran Injil, dan yang telah memperoleh kemenangan dengan mudah atas orang-orang yang pandai memutar-balikkan argumentasi di sekolah-sekolah dan pemuka-pemuka Roma.” — Wylie, b. 10, ch. 4.

Sebagai akibat dari perdebatan ini, raja Swedia menerima iman Protestan, dan tidak lama kemudian majelis nasional menyatakan dukungannya. Alkitab Perjanjian Baru diterjenahkan ke dalam bahasa Swedia oleh Olaf Petri, dan raja ingin kedua bersaudara itu menerjemahkan seluruh Alkitab. Dengan demikian untuk pertama kalinya rakyat Swedia menerima firman Allah dalam bahasa mereka sendiri. Dewan Perwakilan Rakyat memerintahkan agar diseluruh kerajaan itu para pendeta menerangkan Alkitab, dan agar anak-anak di sekolah-sekolah di ajar untuk membaca Alkitab.

Dengan tetap dan pasti kegelapan kebodohan dan ketakhyulan diusir oleh terang Injil. Bangsa itu mengalami kemajuan dan kebesaran yang belum pernah dialami sebelumnya, setelah dibebaskan dari penindasan Romawi. Swedia menjadi salah satu benteng pertahanan Protestanisme. Seabad kemudian, pada waktu bahaya yang paling sengit, bangsa yang kecil dan lemah ini — satu-satunya di Eropa yang berani memberikan pertolongan — membantu melepaskan Jerman dari Perang Tigapuluh Tahun yang sengit. Tampaknya semua negara Eropa bagian Utara akan kembali berada di bawah kelaliman Roma. Tentara Swedialah yang menyanggupkan Jerman untuk mengalahkan kepausan, untuk memenangkan toleransi bagi kaum Protestan — pengikut-pengikut Calvin maupun Luther — dan mengembalikan kebebasan hati nurani Pembaharuan.

Artikel Rohani -1

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

lanjutan …..

Walaupun itu hendak dipertahankan sebagai satu kebenaran yang dianggap Alkitabiah oleh para Reformis Protestan, namun secara eksplisit, ajaran Intermediate State memiliki asal usul yang sama yakni berasal dari kekafiran yang melanggengkan paham kebakaan jiwa yang alamiah. Sebab dalam satu blog situs resmi dari salah satu oknum penganut Katholik bahwa secara tegas ia menyatakan bahwa Alkitab tidak mengatakan banyak hal tentang apa yang terjadi dengan jiwa seseorang yang mati, ada pertimbangan membingungkan dan perdebatan seputar pertanyaan tentang satu keadaan intermediate. Keadaan intermediate didefinisikan sebagai waktu antara kematian fisik seseorang dan kebangkitan. Apakah ada tempat bahwa jiwa orang Kristen untuk satu periode waktu sebelum pergi ke sorga?

Menurutnya bahwa kepercayaan yang sangat umum dari keadaan intermediate adalah Purgatori. Purgatori (dari istilah Latin “purgare”) berarti “membuat bersih atau memurnikan.” Menurut tradisi Gereja Roma Katholik, ini adalah tempat di mana jiwa-jiwa dari orang-orang Percaya pergi untuk secara lebih lebih lanjut dimurnikan dari dosa. Keharusan dipertimbangkan bagi para penganut Katholik Roma sebagai bagian dari proses penyucian, maksud ini adalah untuk menyucikan seseorang dan berterima bagi Tuhan untuk memasuki sorga. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, itu adalah satu keharusan untuk mengakui bahwa pengajaran Gereja Roma membagi konsep dosa ke dalam dua kategori: dosa-dosa lebih besar (dosa-dosa fana) dan dosa-dosa lebih kecil (dosa-dosa ringan). Dosa-dosa yang fana (venial sins) adalah dosa-dosa yang menghilangkan seseorang dari kehidupan rohani dan memiliki konsekwensi kutukan kekal terhadap jiwa. Pengampunan terhadap tipe dosa ini mungkin melalui sakramen penebusan dosa (Penitensia); betapapun, di dalam kegagalan melakukan demikian, jiwa seorang dihempaskan ke dalam kutukan kekal dari Allah. Dosa-dosa ringan adalah bahwa seseorang melakukan dosa tanpa bermaksud sungguh-sungguh atau tanpa perlawanan kuat terhadap Allah dan tidak memiliki konsekwensi terhadap seseorang yang kehilangan kehidupan rohani.

Sementara di dalam gereja Katholik, tidak ada kewajiban untuk mengakui dosa-dosa ringan, pengampunan dapat dicari melalui penebusan dosa, missa atau purgatori. Sakramen penebusan dosa (Penitensia), “pelunasan hutang dosa,”adalah penuntutan hukuman yang ditentukan oleh imam yang diurapi pada masa pengampunan. Seluruh proses pertobatan dan penerimaan sakramen Penitensia secara umum dikenal sebagai “pengakuan”; itu adalah dimana seorang Percaya Katholik Roma mempersembahkan dirinya sendiri kepada imam yang diurapi, menuduh dirinya sendiri akan dosa-dosanya dan bertobat dengan kesusahan atau dukacita hati yang benar. Imam, yang memiliki kekuatan untuk menghapuskan dosa-dosa, membebaskan atau mengampuni kesalahan kekal dan hukuman dari dosa tertentu, tetapi menentukan hukuman semawi (pelunasan hutang dosa).Maksud pelunasan hutang dosa adalah mengambil sesuatu dari seorang yang berdosa penganut Katholik Roma yang bertobat untuk kehormatan Allah. Sakramen Penitensia secara tipikal datang di dalam tiga bentuk: (1) finansial (menghilangkan diri sendiri dari kebaikan beruntung), (2) berpuasa(menghilangkan diri sendiri dari kebaikan tubuh) atau(3) doa(menghilangkan diri sendiri dari kebaikan jiwa). Para penganut Katholik mengetahui persis bahwa gagal untuk melakukan sakramen di dalam kehidupan sekarang ini berarti bahwa pelunasan hutang dosa akan dipenuhi di dalam Purgatori. Missa, dikenal juga sebagai “perayaan terhadap Eukharisti” atau “persekutuan,” itu bukan hanya satu persembahan korban pujian, dan ucapan syukur, tetapi juga permohonan dan penenteraman. Selama Missa, orang-orang percaya Roma Katholik boleh mencari rahmat Allah dan untuk menenteramkan Dia dengan hukuman-hukuman semawi mereka. Di dalam cara yang sama ini, seorang percaya Roma Katholik boleh memohon satu Missa Peringatan bagi orang Mati, yang mana adalah Missa untuk keuntungan terhadap seseorang yang berada di dalam Purgatori (inilah motif utama bagi pratek Roma Katholik berdoa bagi orang mati). Purgatori adalah tahapan akhir dari penyucian, dan orang percaya Roma Katholik percaya bahwa itu mencakup penderitaan.Sementara itu diperdebatkan, banyak melihat purgatori sebagai satu api nyata, dan penghukuman yang boleh berakhir selama ribuan tahun. Itudipahami untuk menjadikan Kristus menggunakan penebusan yang memurnikan yang Ia sudah genapi di kayu salib. Sakramen penebusan dosa (Penitensia) yang tak cukup atau dosa-dosa ringan dari seorang yang tak diakui mengotori seorang percaya Roma Katholik, yang mana adalah rintangan-rintangan yang mencegah jiwa dari datangnya hadirat Allah; sehingga ia menuntut Purgatori. Dengan pengecualian terhadap orang-orang kudus yang agung, semua orang percaya Roma Katholikakan menggunakan waktunya di dalam Purgatori.

Henry W. Sullivanmelontarkan satu pertanyaaanbahwa apakah zaman keemasan tulisan Katholik seputar doktrin Purgatorihanyalah sekedar kumpulan karya tulis dari tanggapan-tanggapan teknis terhadap doktrin yang sekarang ini adalah bersifat tradional?Atau adakah kombinasi dari motif-motif lebih kuat di belakang pertahanan yang giat ini? Satu stimulus utama, di sini, tak diragukan lagi adalah pentingnya Purgatori sebagai jawaban terhadap doktrin-doktrin Predestinasi pesimistis dari kaum Protestan, menurut mana jiwa-jiwa dibebaskan dari dosa hanya oleh iman di dalam Kristus tanpa pekerjaan atau perbuatan apa pun, oleh karena itu jiwa-jiwa itu, jika diselamatkan, akan langsung ke Sorga. Tanpa perbuatan-perbuatan baik atau perbuatan-perbuatan jahat, sebagai faktor-faktor di dalam keselamatan, kebutuhan atau raisen d’être untuk Purgatori sebagai tempat pemurnian mengkoreksi bagi tindakan-tindakan jahat dan sebagai pengantar ke Sorga, akan dihalau daripercobaan itu.

Robert Bellarmine adalah salah satu pengemuka ordo Jesuit yang mengembangkan paham Purgatori. Di dalam bukunya berjudul De Ecclesia quae ist in Purgatorio(Berkenaan dengan Gereja yang mana di dalam Purgatori), memaparkan bukan hanya penegasan ulang ajaran tradisional dari gereja tentang Purgatori tetap sebaliknya pada pasal pasal 15 buku 2 yang berjudul Suffragia Ecclesia decuntis prodesse(Doa-doa Gereja terhadap kepentingan orang mati), ia menulis: “Bukanlah suatu hal yang tak dapat dipercaya, malah, jiwa-jiwa di dalam Purgatori berdoa memohonkan demi kita, lantaran mujizat-mujizat telah diselenggarakan oleh jiwa-jiwa dari Paschasius dan St. Severinus.” Sokongan anjuran baru terhadap doa-doa yang dialamatkan untuk orang-orang Kudus yang memohonkan doa syafaat demi mereka di dunia dijelaskan lebih lanjut oleh Bellarmine di dalam istilah-istilahnya yang membiarkan pemahaman bahwa seorang penganut Katholik dapat berdoa untuk mereka yang sudah berada di Purgatori yang lebih tinggi kesuciannya dari dia yang masih hidup (sebagai contoh para Paus). Robert Bellarmine menulis:
“Meskipun jiwa-jiwa di dalam Purgatori lebih rendah dari kita berhubung karena siksaan-siksaan, meskipun demikian, mereka adalah lebih tinggi, berhubung karena anugerah dan amal derma di dalam mana mereka sudah diteguhkan. Oleh karena itu, doa-doa, yang mana pendapatan dari amal derma, mengharapkan superioritas ini secara khusus, jika itu mengharapkan sesuatu; oleh karena itu jiwa-jiwa itu pun mungkin berdoa untuk kita.”

Berdasarkan uraian ini maka Bellarmine telah meletakkan satu pemahaman baru di dalam risalatnya ini terkait Purgatori yakni bahwa jarak antara dua dunia yakni dunia orang hidup dan dunia orang mati dapat dikurangi di dalam satu pengertian ada suatu komunikasi bersama yang saling menguntungkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa ada satu pertambahan pengertian terjadap keintiman antara dunia saat ini dan dunia berikutnya yang membawa kedua dunia ini lebih dekat satu sama lain. Jiwa-jiwa di Purgatori diuntungkan oleh doa-doa mereka yang masih hidup, dan sebaliknya, mereka yang masih hidup diuntungkan oleh doa-doa dari mereka yang sudah berada di dalam Purgatori. Dan menurut Sullivan bahwa seseorang dapat ingin untuk melihat bagaimana ordo Jesuit ini cenderung menunjukkan satu jenis penghumanisasian ajaran Purgatori di abad ke-16 yang membuat akan sulit baginya untuk menolaknya.

Dan memang setelah pengembangan paham ini disahkan dan ditegaskan kembali dalam konsili Trente (1545-1563) maka setiap penganut Katholik tidak dapat menghindarkannya. Betapapun ada seorang yang termuat dalam catatan sejarah yang berusaha menolak paham ini sempat ditangkap dan telah dibakar hidup-hidup. Pada tanggal 19 Desember1513, di dalam hubungannya dengan sesi ke-5 Konsili Lateran, Paus Leo X mengeluarkan satu Bulla(Apostolici regimis)menyatakan, “Kami mengutuk dan mencela semua yang menegaskan bahwa jiwa yang cerdas adalah fana” (Latin: Damnamus et reprobamus omnes assertentes animam intellectivam mortalem esse). Ini diarahkan melawan “bidaah” yang sedang bertumbuh dari mereka yang menolak kebakaan alamiah dari jiwa, dan mengakui kebakaan bersyarat dari manusia. Bulla itu juga mendekritkan bahwa “semua yang taat kepada penegasan-penegasan salah tersebut akan dijauhkan dan dihukum sebagai para bidat.” Dekrit-dektrit Konsili ini, harus diperhatikan, semuanya dikeluarkan di dalam bentuk Bulla atau konstitusi-konstitusi (lihat H. J. Schroeder, Disciplinary Decreesof the General Councils, 1937, hlm. 483, 487).Pada tahun 1516 Pietro Pomponatius dari Mantua, tercatat selaku profesordan pemimpin Italia di antara para the Averroris (yang menolak kebakaan jiwa), mengeluarkan satu buku berlawanan dengan posisinya ini disebut Treatise on the Immortality of the Soul(Risalat Tentang Kebakaan Jiwa). Ini secara luas dibaca, secara khusus di universitas-universitas Italia. Sebagai akibatnya, ia diseret di hadapan pengadilan Inkuisisi, dan bukunya dibakar di Venesia.
Namun kalau dicermati, padangan Paus Leo X dalam Bulla(Apostolici regimis)di atas secara lebih lanjut menyarankan bahwa pada kebangkitan orang benar, tubuh dan jiwa dipersatukan kembali dan keselamatan sekarang lengkap di dalam keadaan yang dimuliakan. Pengajaran Katholik secara eksplisit meneguhkan kebakaan jiwa. Posisi alternatif kadang-kadang disebut jiwa tidur, menegaskan bahwa jiwa tidak terpisah secara keseluruhan dari tubuh. Tubuh adalah sebuah jiwa. Kita semua adalah jiwa-jiwa yang hidip. Pada kematian tidak ada yang bertahan secara menyeluruh disebut jiwa. Jiwa mati; itu tidak baka. Dengan kata kata lain, jiwa itu secara sederhana, bukanlah bagian dari satu pribadi. Itu tidak dan tidak dapat bertahan dari kematian. Seseorang atau pribadi di dalam keadaan ini secara total tidak menyadari sesuatu; Alkitab sebut itu tidur. Jiwa itu tidak berada di neraka, di sorga atau di Purgatori sebab jiwa itu tidak lagi eksis. Pada kebangkitan seseorang dibangkitkan lagi dari antara orang mati dan menjadi jiwa yang hidup.
Ellen G. White mencatat bahwa “sebelum terbentuknya kepausan, pengajaran para filsuf kafir telah mendapat perhatian dan telah menanamkan pengaruhnya di dalam gereja. Banyak orang yang mengaku bertobat masih tetap bergantung pada paham falsafah kekafiran mereka. Dan bukan saja mereka terus mempelajari, bahkan menganjurkannya kepada orang lain sebagai sarana untuk memperluas pengaruh mereka di antara orang kafir. Dengan demikian, kesalahan yang serius telah dimasukkan ke dalam kepercayaan Kristen. Salah satu yang menonjol ialahkepercayaan mengenai kebakaan alamaiah manusia dan kesadarannya di dalam kematian. Doktrin inilah yang menjadi dasar Gereja Roma yang memanggil di dalam doa orang-orang kudus yang telah meninggal dunia dan pemujaan kepada Perawan bagi orang-orang yang tidak mengakui dosa-dosanya, suatu kepercayaan yang pada mulanya telah digabungkan kepada kepercayaan kepausan… Kemudian, jalan telah dipersiapkan bagi masuknya penemuan kekafiran yang lain, yang mana kerajaan Roma namaiPurgatori (api penyucian), dan digunakan untuk menakut-nakuti orang-orang yang mudah percaya dan berpegang kepada tahyul. Dengan ajaran kepercayaan yang menyuimpang ini memperkuat adanya tempat siksaan, di tempat mana jiwa-jiwa yang belum tergolong ke dalam kutukan kekal harus menderita hukuman atas dosa-dosanya, dan dari tempat ini juga, setelah dibersihkan dari kekotoran, mereka diterima masuk ke surga.”

Artikel Rohani -2

Dekrit Pintu Kasihan Tertutup
Oleh: Sam Kamuh, Bait New England, US

Banyak orang yang kurang mengerti dan tidak berusaha untuk mengertiakan nubuatan Alkitab tentang akhir zaman. Banyak pandangan-pandangan popular saat ini yang telah mengacaukan pengertian nubuatan Alkitab yang sebenarnya. Rasul Yohanes menekankan betapa pentingnya bagi kita untuk mengerti akan nubuatan Alkitab, coba kita baca Wahyu 22:7 ”Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” Apalagi nubuatan tentang waktu kedatangan Yesus Kristus yang sudah dekat, Wahyu 22:10 “Lalu ia berkata kepadaku: ”Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat”

Ayat inti kita pada saat ini, menyoroti suatu waktu sebelum kedatangan-Nya, dimana pada saat itu, nasib manusia diputuskan.Mari kita baca Wahyu 22:11 “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barang siapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”. Inilah dekrit yang Yesus sendiri kumandangkan, bukan di dunia ini tapi di Sorga, jadi penduduk dunia tidak akan mendengarnya. Kapankah itu? Baca ayat berikutnya, Wahyu 22:12 ”Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya”. Jadi pada saat kedatangan-Nya, Dia hanya akan membawa upah, artinya keputusan selamat tidaknya seseorang sudah ditentukan sebelum itu. Jadi sebelum kedatangan-Nya, tidak tau kapan, Allah sudah menetapkan adanya dua kelompok manusia, yang jahat dan cemar versus yang benar dan kudus.
Sejak kenaikan-Nya ke Surga, Yesus melayani di Bait Suci sebagai Imam Besar (Ibrani 8:1,2). Baca Wahyu 15:5 dan Wahyu11:19 yang menegaskan keberadaan Bait Suci di Sorga. Sama seperti peran Imam pada Bait Suci duniawi, Yesus sebagai Imam Besar, mengantarai manusia berdosa dengan Bapa Surgawi yang Kudus, mengampuni, menyucikan dan melayakkan mereka bagi kerajaan Sorga. Tentunya pelayanan ini akan berhenti pada saat pengumuman ini dikumandangkan. Ini adalah keputusan yang tetap, tidak dapat berubah, kita tidak bisa berpindah kelompok lagi sesaat setelah dekrit ini diumumkan. Tidak ada lagi kesempatan kedua, tidak ada lagi pertobatan, semuanya telah selesai.

Peristiwa tertutupnya pintu kasihan Allah ini sudah didemonstrasikan sebelumnya untuk menjadi amaran bagi kita. Baca Kejadian 6: 5,13,kita bisa melihat bahwa kecendrungan hati manusia pada zaman Nuh hanyalah kejahatan semata, sehingga kekerasan terjadi di mana-mana. Nuh telah berkhotbah selama 120 tahun, setiap palu yang jatuh adalah kesaksian dan panggilan untuk bertobat dan klimaksnya adalah demonstrasi masuknya hewan-hewan yang berpasang-pasangan, Nuh dan Istrinya, Anak Laki-Laki dan Perempuan ke dalam bahtera. Mayoritas penduduk dunia pada saat itu hanya tertawa, tidak perduli, bahkan malah mengolok Nuh. Matius 24:37 mengamarkan kita yang hidup pada saat ini: ”Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia”. Lihatlah sekarang ini, hal yang sama sedang terjadi. Peristiwa tertutupnya pintu Bahtera (Kej. 7:16) analog dengan dekrit Yesus Kristus. Tujuh hari setelah pintu Bahtera tertutup, air bah pun datang; segera setelah dekrit dikumandangkan, muncullah 7 kutuk (Wahyu 16).

Kita tidak tau kapan dekrit itu dikumandangkan, yang jelas semua tanda-tanda kedatangan-Nya telah, sementara dan akan terjadi di waktu dekat, mengingat kedatangan-Nya sudah di ambang pintu. Kapan saja itu bisa terjadi saat ini.

Di kelompok manakah kita pada saat dekrit diumumkan? Bila kita merasa belum benar, adil, suci, masih cemar, sekaranglah waktunya untuk berpindah kepada kelompok yang benar dan kudus agar dosa-dosa kita bisa dibersihkan, disucikan oleh darah Yesus Kristus yang telah tertumpah di kayu salib untuk tujuan itu. Jangan tunggu hingga pintu kasihan telah tertutup, belajarlah dari peristiwa tertutupnya pintu bahtera Nuh.

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh Max Kaway

MANUSIA API
1 Raja-Raja 18-19, 2 Raja-Raja 2

Segala sesuatu tampak buruk untuk Israel. Sang Raja dan Ratu membenci Tuhan, Sungguh suatu contoh yang buruk! Segera orang-orang juga membenci Tuhan dan menyembah illah-illah palsu. Apakah ada seseorang yang mencintai Tuhan? Yeah, ada beberapa orang penyembah yang penuh iman. Suatu hari, Tuhan berbicara kepada salah satu dari mereka, namanya Elia.

Elia berkata kepada raja Ahab yang jahat, “ Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel yang kulanyani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau ku katakan. “Ini berarti kelaparan! Tuhan tidak menginginkan umatNya, Israel tinggal dalam kejahatan.

Setelah mempertimbangkan sang raja, Tuhan mengirim Elia ke tempat sunyi di negeri itu. Disana, di pinggir sungai. Elia menunggu. Tuhan mengirimkan burung gagak untuk memberi makan dia. Mereka membawa roti dan daging, pagi dan petang. Dan Elia meminum air sungai.

Segera sungai itu menjadi kering, karena tidak ada hujan turun di negeri itu. Firman Tuhan menjadi kenyataan. Seluruh negeri mengalami kekeringan. Jagung-jagung tidak tumbuh. Semua orang kelaparan. Mungkin Elia mengira itu akan terjadi padanya sekarang karena air sudah kering.

Tuhan berkata kepada Elia. “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan. Tuhan mengetahui kebutuhan-kebutuhan hambaNya. Tetapi ini adalah cara yang aneh untuk memberi makan. Dengan rendah hati Elia menanti Tuhan. Saat dia sampai di Sarfat, janda itu berada di gerbang kota mengumpulkan kayu bakar. “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, “ Elia meminta kepada wanita itu. “ Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti bundar.” “Sesungguhnya tidak ada roti sedikitpun bagiku,” janda itu menjawab. “Hanya segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli.” Dengan sedih, wanita itu berkata kepada sang nabi bahwa setelah habis, dia dan anaknya akan mati kelaparan. “ Jangan takut. Buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil, kemudian barulah kau buat bagimu dan bagi anakmu.” “ Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai waktu Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi.” Tuhan akan mengerjakan satu mujizat. Dan Dia melakukannya! Wanita dan anaknya mendapat makan selama beberapa waktu, tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak kering.

Elia tinggal bersama mereka. Suatu hari, hal yang menyedihkan terjadi. Anak janda itu mati. Elia membawa mayat anak laki-laki itu ke atas ke kamarnya. Dia berseru kepada Tuhan, katanya, “Ya Tuhan, Allahku aku berdoa, pulangkanlah kiranya nyawanya anak ini ke dalam tubuhnya.” Suatu doa yang sangat mustahil!

Tuhan mendengarkan permitaan Elia dan nyawa anak itu pulang kedalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali. Saat Elia membawa anak itu dan memberikannya kepada ibunya dia berkata, “ Sekarang aku tahu, bahwa Firman Tuhan yang kau ucapkan itu adalah benar.”

Tiga tahun kemudian, Tuhan kembali mengirimkan Elia kepada raja dan berkata, “ Aku akan mengirimkan hujan ke atas muka bumi.” Pergi menemui Ahab? Isteri Ahab Izebel sudah membunuh seratus nambi Tuhan. Tetapi Elia tidak berdebat dengan Tuhan . Dia pergi menemui Raja Ahab.

Ketika dua orang ini bertemu, Elia menantang Ahab untuk mengumpulkan semua orang Israel dan 850 nabi-nabi palsu. Di suatu tempat yang bernama Gunung Karmel, Elia berbicara kepada semua orang. “Kalau Tuhan itu Allah, ikutlah Dia.”

Elia mempersiapkan dua ekor lembu jantan sebagai persembahan. Tetapi tidak ada api yang bisa digunakan untuk membakarnya. “Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama Tuhan.” Dia berkata. “Maka allah yang akan menjawab dengan api, dialah Allah!” “Baiklah demikian,” seluruh rakyat menyahut.

Dari pagi sampai petang nabi-nabi palsu itu memanggil allah palsu mereka. Mereka melompat dan menari dan menorah-noreh dirinya dengan pisau sampai berdarah. Tetapi api tidak juga datang.

Kemudian Elia mambasahi kayu dan korban persembahan itu dengan air sehingga basah kuyup, dan berdoa. “Ya Tuhan, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel….” Kemudian api dari Tuhan turun membakar lembu jantan dan kayu. Kemudian membakar juga altar batu itu.
Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, mereka berseru, “Tuhan. Dialah Allah!” Dan Elia berkata, “Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorangpun dari mereka tidak boleh luput!”

Elia melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh Raja Ahab bertahun-tahun sebelumnya. Dia membunuh nabi-nabi palsu itu.

Kemudian hamba Tuhan itu berkata kepada Ahab bahwa hujan akan segera turun. Segera segumpal awan kecil muncul. Apakah hujan akan segera turun? Sesudah lebih dari tiga tahun masa kekeringan yang hebat?

Dalam sekejap mata, langit berubah menjadi gelap karena awan hitam dan angin, dan turunlah hujan lebat. Tuhan mengirimkan hujan. Tuhan menunjukkan kepada seluruh rakyat bahwa apa yang dikatakan oleh Elia itu benar. Tuhan menunjukkan bahwa Dia sendiri adalah Tuhan yang sebenarnya.

Apakah kalian berpikir bahwa Raja ahab akan menghormati Tuhan dan Elia hambaNya? Tidak! Pada kenyataannya, Izebel mencoba untuk membuhuh Elia, tetapi Elia melarikan diri. Pada akhirnya Ahab mati dalam peperangan dan hamba-hamba mendorong Izebel dari tembok istana yang tinggi. Dia jatuh menimpa sebuah batu di bawahnya dan mati.

Apa yang terjadi dengan Elia? Suatu hari Tuhan mengirim kereta berapi dengan kuda berapi; dan Elia, Manusia Api Allah terangkat ke surga dalam angin badai**

Inpirational Story

BENIH YANG MATI
OLeh : Bredly Sampouw

Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya. Untuk itu, ia memanggil seluruh karyawannya. Ia memberikan kepada setiap karyawannya tersebut sebutir benih di tangannya dan berkata, “Sirami dengan teratur, rawat, dan kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yang terbaik, pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini.”

Seorang karyawan, Joko pulang kerumah. Setiap hari benih yang dia terima disiraminya dengan air dan diberi pupuk. Setelah 6 bulan, eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka di kantor, sedangkan Joko melihat tida ada perubahan yang terjadi pada benih miliknya. Ia merasa gagal.
Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO, memperlihatkan hasil benih tersebut. Joko berkata pada isterinya bahwa ia tidak akan membawa pot yang kosong, tetapi istrinya mendorongnya untuk menyatakan yang sebenarnya. Joko menyadari bahwa istrinya menyarankan hal yang benar. Memasuki ruangan meeting, Joko membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan. Ketika Sang CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman itu, hingga akhirnya, berhenti di depan Joko yang tertunduk malu. Sang CEO memintanya ke depan dan menceritakan tragedi yang menimpanya.

Ketika ia selesai bercerita, Sang CEO berkata, “Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Joko, CEO yang baru.” Ia berkata, “Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yang sebelumnya telah kurebus di air panas hingga mati dan tidak mungkin untuk tumbuh. Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh, kalian menukarnya dengan berbohong kepadaku. Lain halnya dengan Joko, ia bersedia jujur atas hal yang sebenarnya terjadi.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Apakah anda pernah merasa untuk hidup jujur pada zaman sekarang begitu sukar? Mengapa? Apakah anda merasa bahwa ketika jujur, anda akan hancur? Apa benar nilai luhur ini tidak bisa menciptakan kehidupan yang makmur?
Untuk Dilakukan : “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” Amsal 11 : 3

Orang yang mati nuraninya tidak akan menghasilkan buah yang menghidupkan. Tetapi orang yang mempunyai hati nurani menghasilkan buah pada waktunya. Kejujuran akan nyata klak bila kita sabar dan memiliki nurani yang baik. Waktu yang menentukan nurani seseorang apakah jujur atau tidak! Karena hati nurani yang baik atau jujur sering kali tidak dipandang orang lain, tetapi hasilnya akan nyata dikemudian hari. Saudara apa yang anda tanam sekarang? Sesuatu yang kita tanam didalam rumah tangga, pekerjaan, hubungan kerja bawahan atau atasan yang benar atau jujur klak kelihatan jelas dikemudian hari. Karena itu berbuatlah jujur karena hanya Tuhan dan andalah yang tau. Kejujuran tidak dinilai oleh status, pangkat, jabatan, harta yang kita miliki tetapi dinilai orang lain dan Tuhan. Jangan curang kepada sesama berlakukah jujur dan terus terang. Apalah arti semua nama kalau kita tidak jujur. Jujur kepada orang lain dan kepada Tuhan. “Be Honesty”

7 JIWA – KKR RSA MANADO “KEBAHAGIAAN SEJATI”
Dilaporkan oleh: TIM BAIT

Tujuh jiwa menerima kebenaran dibaptiskan di Kolam Renang Hotel Sahid Manado Sabat kemarin 31 Agustus 2013. Baptisan ini adalah hasil pemberian Tuhan
melalui Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan oleh Jemaat Rumah Sakit Advent Manado yang diselenggarakan pada tanggal 25-31 Agustus 2013.
KKR yang mengambil judul Kebahagian Sejati mengambil tempat di Auditorium RSA Jl. 14 February, Teling, Manado merupakan kegiatan Kelompok Peduli Petrus dengan pembicara Ev. dr. Eddy Antou dan Ev. DR. Moldy R Mambu. Jemaat RSA Manado mempunyai tiga Kelompok Peduli yaitu Yohanes, Yakobus dan Petrus.
Kelompok Peduli Yohanes telah mengadakan KKR pada awal Agustus lalu dan nantinya pada bulan Oktober 2013 Kelompok Peduli Yakobus akan mengadakan KKR di Teling Atas.
Terimakasih untuk semua grup penyanyi yang telah datang meramaikan acara ini seperti: The Serve Him VG, Gladness VG, Tondano VG, Disciples VG.

UPLIFTING JESUS IN PEOPLE AND PLANS
PERTEMUAN PIMPINAN RUMAH SAKIT ADVENT ASIA-PACIFIK
Dilaporkan oleh : Tim BAIT

Sejak Rumah Sakit Advent Penang didirikan 1924 persaingan rumah sakit sudah dimulai di Asia. Berbagai perusahan ikut masuk dalam bisnis rumah sakit membuat pengelolaan usaha ini perlu ditangani dengan hati-hati. Pengalaman tutupnya Youngberg Hospital di Singapore ditahun 90 an menjadi pelajaran penting perlunya perubahan dan antisipasi akan persaingan keras di bisnis ini. “For lack of guidance a nation falls, but victory is won through many advisers” terang Dr. John Lee akan pentingnya visi kearah
mana perjalanan setiap Rumah Sakit.
Rumah Sakit Advent dimanapun berada perlu membuka mata lebar-lebar akan keadaan sekeliling yang terjadi lalu berbenah diri mencari jalan untuk berubah kepada kemajuan, katanya selanjutnya.
President’s Council yang merupakan pertemuan para pimpinan Rumah Sakit Advent yang ada di Asia Pacifik membagi pengalaman dan merumuskan terobosan baru yang diadakan di Bangkok, 3-5 September 2013, dengan tema Uplifting Jesus in People and Plans dihadiri oleh pimpinan 19 Rumah Sakit yang ada di kawasan ini.
Edisi 254 06 September 2013
Philippines, Calbayog Sanitarium Hospital-Philippines, Cebu
Adventist Hospital-Philippines, Bacolod Adventist Medical
Center-Philippines, Davao Adventist Hospital-Philippines,
Gingoog Sanitarium and Hospital-Philippines, Iligan Adventist
Hospital-Philippines, Valencia Sanitarium Hospital-Philippines.
Hadir sebagai pembawa seminar adalah: Mr. Ed Hodge, Senior Executive Officer and Chief People Officer for Florida Hospital; Mr. John Lee yang pernah bekerja diParkway Healthcare (IHH), Gleneagles International, Intan Medical Center, Bangkok Dusit Medical Services, Samitivej Group of Hospita dll; Mr. Sergie Ferrer, Bendahara Divisi Asia Pasifik Selatan.
Dari Indonesia nampak hadir: Dr. Ronald Lisal, Dr. Henry Suak, Dr. Charles Suoth, Dr. Eddy Antou, DR. Moldy Mambu, Mr. Erick Rantung, Mr. Thomas Trisno, Dr. Rudy Sitepu, Mr. Richard Panjaitan, Mr. Enos Pinem, Mr. Johan Hutapea.

PRESIDEN SSD BEROBAT DI RSA MANADO
Dilaporkan oleh : Tim BAIT

19 Rumah Sakit yang ada di kawasan ini adalah : Bangkok Adventist Hospital, Mission Hospital Phuket- Thailand, Penang Adventist Hospital- Malaysia, Karachi Adventist Hospital- Pakistan, Lakeside Adventist Hospital-Srilanka, Bandar Lampung Adventist Hospital, Bandung Adventist Hospital, Medan Adventist Hospital, Manado Adventist Hospital, Santiago Adventist Hospital-Philippines, Manila Adventist Medical Center-Philippines, Palawan Adventist Hospital-
Dalam perjalanan ke Indonesia Timur bulan kemarin, 6 Agustus 2013 Ketua Divisi Pdt. Alberto Gulfan sempat mampir di RSA Manado untuk memeriksakan kesehatannya. Beliau langsung mampir dari airport didampingi Pdt Noldy Sakul, Ketua Uni GMAHK Indonesia Timur. Hanya pilek dan dilayani oleh dr. Marthinson Tombeng yang selanjutnya memberikan obat karena beliau akan mengunjungi tiga wilayah yaitu Papua, Sulawesi Tengah dan Nusa Utara.
Pada kesempatan itu ketua Divisi sempat bergambar dengan para perawat di Unit Gawat Darurat dan selanjutnya menikmati lunch di Cafeteria. Walau singkat, Ketua Divisi sempat memberikan beberapa petunjuk kepada Pdt. Moldy Mambu, wakil direktur RSA Manado mengenai beberapa fasilitas di UGD yang perlu mendapat perhatian.

RSA MANADO BERSAMA PERSI
Dilaporkan oleh : Tim BAIT

Hidup di bumi Indonesia bagi sebuah Rumah Sakit yang terjun melayani masyarakat luas sangat perlu mempunyai hubungan baik dengan Rumah Sakit
lainnya dan Pemerintah. Saling kenal untuk kepentingan rujukan antar Rumah Sakit sangat diperlukan. Di Indonesia seluruh Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta mempunyai sebuah wadah yaitu Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia disingkat PERSI.
Pada 26-28 Agustus 2013 kemarin, di Manado diselenggarakan Rapat Kerja Nasional PERSI yang diadakan di Hotel Peninsula yang dihadiri lebih dari 200 peserta dari seluruh Indonesia. RSA Manado ikut menjadi Panitia termasuk dr. Eddy Antou yang menjadi Wakil Ketua Panitia. Dalam rapat tersebut dilantik Dr. Moldy Ruddy Mambu sebagai Sekretaris MAKERSI Sulawesi Utara. (Majelis Kode Etik Rumah Sakit Seluruh Indonesia). Juga dilantik dr. Intan Pandelaki Sp. Anastesi salah satu tenaga dokter di RSA Manado menjadi anggota Komite Medik PERSI Sulawesi Utara.
Banyak hal yang dibicarakan dalam Rakernas ini termasuk persiapan Rumah Sakit menyambut program Pemerintah untuk tahun 2014 bagi seluruh masyarakat Indonesia masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Sebagai Informasi, sekarang ini RSA Manado menjadi salah satu rujukan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yaitu bilamana warga kota Manado yang mempunyai KTP dan KK sakit ataupun opname maka pengobatan akan dibayar oleh pemerintah melalui Askes.
Pada kesempatan istimewa itu para perawat RSA Manado pimpinan dr. Marthinson Tombeng dan Keddy Malonda telah menyumbangkan sebuah lagu yaitu Mars PERSI yang mendapat applaus seluruh peserta.

KUNJUNGAN ISTIMEWA PDT. JOHNNY LUBIS & IBU POPPY LUBIS
DI JEMAAT KEMANG PRATAMA
Dilaporkan oleh : Willy U. Wuisan – BAIT Jakarta

Kami jemaat Kemang Pratama pada Sabat 31 Agustus 2013 mendapatkan kunjungan istimewa dari Wakil Ketua Divisi SSD dari Silang Cavite Philippines yaitu
Pendeta Johnny Lubis bersama istri ibu Poppy Lubis.

“Revival & Christian Life SDA” –
Khotbah dari Pdt. Johnny Lubis

Dalam perjalanannya ke kota Kupang untuk membuat KKR disana, maka beliau ambil waktu Sabat tersebut untuk membawakan khotbah di jemaat kami.
Foto bersama Gembala Jemaat Pdt.Sonny Kapitan serta Kel. Jeff Eman & Kel. Willy U. Wuisan
Cerita untuk anak-anak di bawakan oleh ibu Poppy Lubis dan Khotbah Sabat di bawakan oleh Pendeta Johnny Lubis yang berjudul “Revival & Christian Life SDA”. Ayat bersahutan terdapat di Mazmur 1 : 1-6 dan ayat inti dalam Matius 24 : 14. Pada inti khotbah yaitu kabar baik dari Tuhan harus diberitakan ke seluruh dunia supaya orang mengetahuinya dan setelah itu baru datang kiamat. Seluruh dunia di sini artinya di mulai dari keluarga sekitar kita, apakah istri, suami, dan anak-anak dan family, itulah yang terutama. “biar jo torang samua baku-baku bae, baku-baku sayang dan saling memaafkan satu dengan yang lain sambil menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali”, amin.

IBADAH BERSAMA KETUA GMAHK DIVISI ASIA PASIFIK SELATAN DI TAHUNA
Dilaporkan oleh : Pdt. Jeferhar Karel S.Ag
Pendeta Wilayah Tamako

Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Divi Asia Pasifik Selatan Pdt. Alberto C. Gulfan tiba di Tahuna kamis, 8 Agustus 2013 bersama dengan Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Timur Pdt. Noldi Sakul MA dan Ketua GMAHK Daerah Misi Nusa Utara Pdt. Edison Takasanakeng MPH.
Kedatangan mereka di sambut dengan meriah pada saat pesawat yang mereka tumpangi mendarat di bandara Naha Tabukan Utara jam 7:45 WIT pagi. Terlihat para hamba- hamba Tuhan DMNU Pdt. W. suleh, Bpk. S. Kairupan MBA, Pdt. H. Sandil, Pdt. R. Pelafu dan Pdt. J. Karel bersama dengan pemerintah kepulauan sangihe Bpk. Heronimus Rompas Makagansa MSE yang adalah Bupati kepulauan Sangihe bersama dengan rombongan serta para anggota jemaat dan warga masyarakat yang menggunakan pakaian adat sangihe dan alat music bambu siap untuk menyambut tamu istimewa itu.
Penyambutan di mulai dengan menyambut secara adat sangihe kepada Pdt. A. Gulfan dan Pdt. N. Sakul dengan menggunakan bahasa Sangihe setelah itu alat music bambu di mainkan dengan sangat bagus terlihat sekali para tamu yang datang ini sangat menyukai akan alat music tradisional khas masyarakat Sangihe. Setelah makan pagi di salah satu rumah Jemaat Advent Kalurae di lanjutkan makan pagi di kediaman Bupati Kepulauan Sangihe. Pdt. A. Gulfan dalam komentarnya di makan siang di kediaman Bpk. S. Kairupan mengatakan : “this morning I have 2 breakfast”.
Ibadah bersama di mulai jam 15:00 di gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Tahuna I yang di hadiri oleh seluruh Jemaat Kepulauan sangihe. Di pimpin oleh Pdt Ronny Pelafu adalah pedeta distrik tahuna lagu buka lagu sion 203, doa buka oleh Pdt. W. Suleh adalah sekretaris eksekutif Daerah Misi Nusa Utara. Sambutan dari pimpinan Daereh Misi Nusa Utara Pdt E. Takasanakeng MPH sekiligus memperkenalkan ketua uni Pdt. N. Sakul MA dan officer Daerah Misi Nusa Utara dan hamba-hamba Tuhan yang ada di kepulaun Sangihe. Perkenalan Pdt. Alberto C. Gulfan Jr. di pandu oleh Ketua Uni. Dalam khotbahnya Pdt. Alberto Gulfan mengatakan: “It is time to go home”. Ada 4 hal yang harus di lakukan umat Tuhan yang ada di kepulauan sangihe: 1. Pray everyday, 2. Read your Bible
everyday, 3. Listen to Jesus, 4. Madita Jesus Life.
Lagu tutup lagu sion 246, ucapan terimakasih di sampaikan oleh Bpk. Steven Kairupan MBA adalah bendahara Daerah Misi Nusa Utara.

PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT (PELKESMAS) DI
KARANGREJO-MAGETAN
Dilaporkan oleh : Pdtm. Dale D. Sompotan
Gembala Jemaat SSC Karangrejo

Pelayanan Kesehatan Masyarakat diselenggarakan oleh Sekolah Sabat Cabang (SSC) Karangrejo untuk masyarakat di wilayah Karangrejo dan Barat, khusus
ditujukan untuk warga sekitar Gereja Advent Karangrejo dan sahabat, keluarga, tetangga dan kenalan dari Warga Gereja.

Hari Minggu Pagi 1 September 2013 kegiatan ini dimulai oleh Sdr. Oki Vitson yang bertindak sebagai pembawa acara pada hari itu didalam Gereja, dimana hampir sebagian peserta yang diundang sudah datang, Sdr. Oki menerangkan semua acara yang akan dilaksanakan sampai dengan siang hari nanti, yaitu diawali dengan kesehatan untuk 4 materi, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi serta makan bersama siang hari.
Setelah pembukaan, acara langsung dimulai dengan pemaparan 4 materi yaitu Tekanan Darah Tinggi, Kolesterol, Asam Urat, dan Diabetes. Dengan menggunakan tampilan layar LCD dipaparkan penyebab-penyebabnya, gejala-gejala yang ditimbul bagi penderita, dan solusi atau cara menanganinya, sudah tentu secara alami. Dalam setiap sesi 4 bagian tersebut diselingi dengan menyanyi lagu mars kesehatan, pijat sehat, yel yel WIN Wellness, Hidup sehat, umur panjang. Hidup benar, hidup kekal. Dan semua diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias.
Sekitar pukul 11 siang seluruh rangkaian seminar selesai untuk 4 topik, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, yang
diperiksa tak lepas dari 4 pembahasan yang sudah dipaparkan yaitu tensi, gula darah, asam urat, kolesterol, semua dilakukan secara gratis untuk semua peserta. Tenaga-tenaga medis yang bertugas diantara, Sdr. Yohan, Ibu Eko dan kawan-kawan.
Lalu setelah pemeriksaan kesehatan, konsultasi bagi yang didapati agak tinggi tensinya, atau asam urat dll, lalu didoakan, dalam konsultasi diulangi lagi pemaparan yang sudah diberikan dalam seminar awal acara, tetapi kali ini lebih menyorot soal solusinya, yaitu merubah gaya hidup, bagi yang sudah selesai langsung diberikan kesempatan menikmati makanan sehat yang sudah disiapkan oleh Kel. Ari Santoso, yang juga sebagai sponsor acara ini. Ibu Ibu Karangrejo yaitu Ibu Mardi, Ibu Tuk, Ibu Hari, Ibu Gud, dan Ibu Topo, yang membawa cukup banyak tamu pada hari itu, dengan sigap melayani tamu tamu untuk makan siang sambil melihat video kesehatan yang diputar untuk disaksikan secara bersama sambil menunggu antrean pemeriksaan dan sambil menikmati makanan yang sudah disediakan bagi yang sudah selesai periksa.

Leave a Reply