Edisi 7 Des

December 8, 2013 - Buletin Bait

Semua Karena Cinta
By, M. Mambu

Sepanjang kehidupan seorang manusia akan ada banyak peristiwa yang dilaluinya. Ia akan mengalami keadaan yang memberi kegembiraan, kesenangan, sukacita maupun silih berganti dengan kesukaran dan kesusahan. Kehidupan manusia yang kadan sulit diduga disebut juga suka duka kehidupan. Ada pula yang mengandaikan kehidupan ini seperti bola roda. Suatu ketika berada diatas kadang dibawah. Sering kita berada diposisi Zenith dengan kulminasi kesenangan, namun kadang kita justru berda di titik nadir dipaling bawah. Ketika kita berada dititik ini sering kita hanya berada sendirian dan merasa ditinggalkan. Itulah kehidupan manusia didunia yang fana ini. Ada banyak faktor yang membuat seseorang gembira,dan membuat ia merasa dihargai.

Disiang yang panas mungkin ada orang yang mengeluh karena keringat tapi banyak orang yang senang melakukan aktifitas dibanding kalau saja terjadi hujan deras. Sebaliknya bila turun hujan, bagi para petani hal ini merupakan jawaban doa setelah sekian lama kemarau melanda negeri. Bilamana mendapat kabar dari keluarga ada yang mengucurkan airmata senang namun bila sekian lama tidak ada kabar beritanya sering orang menjadi susah memikirkan keadaan sanak saudara tersebut. Selanjutnya kalau dollar menguat terhadap rupiah sehingga nilai tukar yang dikantongi menjadi sedikit orang bersedih hati karena ditangannya ia memegang mata uang Amerika itu, namun bilamana sebaliknya dollar melemah dan nilai tukar membesar ia akan bersenang hati.

Itulah manusia yang soal suka dan duka sangat dipengaruhi oleh faktor luar. Faktor luar ini ada yang berlangsung lama dan adapula yang datang hanya sekilas meninggalkan suka dan duka pada seseorang. Itu sebabnya kadang seseorang dipagi hari berpenampilan mantap tapi dipetang hari nampak kusut. Faktor luar kadang datang tidak terduga dan tergantung kitalah yang menentukan apakah akan larut ditelan situasi itu. Faktor luar tersebut adalah temporary, sementara, situasional terkadang semu yang mempengaruhi perasaan seseorang sehingga merasa senang (happy) ataupun susah.

Alkitab lebih sering menggunakan kata sukacita (rejoice) untuk menggambarkan kegembiraan dengan Tuhan. Karena kehidupan dengan Tuhan itu tidak dipengaruhi oleh faktor luar senang atau susah. Dengan Tuhan kita akan selalu mempunyai sukacita yang tak dipengaruhi oleh keadaan manapun sebab mata kita melihat lebih jauh kepada negeri yang Tuhan sediakan bagi kita (Pil 3:30, Pil. 4:4, 1 Tes 5:16, Ibr 11:10) dimana tidak ada lagi duka dan airmata.

BAIT Ministry sebagai Multiform Ministry pada awalnya merintis ministry ini melalui cyber ministry. Berjalannya waktu ministry ini terus memperlebar sayapnya, sesuai dengan visi, misi dan ADRT. Pada ulang tahun pertama BAIT menyatakan cintanya kepada para orang tua dipanti jompo di Bogor, Jawa Barat. Berikutnya Panti Asuhan YAPI di SLA Tompaso II. BAIT Ministry kemudian menyatakan cintanya ke SLA Tanah Toraja, selanjutnya Sekolah di Palu, Kotamobagu dan terakhir di Pandu, Manado. BAIT Ministry juga mengadakan KKR di Tondano, Kotamobagu dan Gritma Manado. BAIT juga menyatakan cintaNYA kepada sahabat dan keluarga yang perlu dibantu. Anak-anak yang bertalenta dalam bidang musik pun ikut di support.

Minggu (1/1/13) kemarin nampak suatu pemandangan mengharukan diantara TIM BAIT yang mengadakan rapat tahunan di Airmadidi ketika di akhir rapat, Tim BAIT menyatakan cintanya kepada tim BAIT dengan memberikan bantuan kemanusiaan. Sesuai dengan KKR di Gritma bahwa “Semua Karena Cinta”. Cinta Kristus yang dirasakan oleh tim BAIT biarlah ikut dirasakan oleh yang lainnya.

Tim BAIT pun berharap bagi para BAITers yang telah merasakan cinta Tuhan untuk ikut membagikan cinta itu kepada sesama. Jangan segan untuk membagikan cinta itu. Jangan segan untuk menjadi berkat bagi sesama. Semoga semua itu menjadi sukacita bagi Saudara dan bagi orang lain. Tuhan memberkati selalu Saudara dan keluarga.

Pdt. Dr. Moldy Mambu
Redaksi

Mengapa Melayani Anak-anak?
1. Alkitab mengatakan bahwa Yesus memanggil anak-anak datang kepadaNya (Matius 18:1-14; 19:13-15. Kepada orang dewasa Yesus berkata dalam Lukas 14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Tetapi kepada anak-anak Matius 19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
2. Tanah hati yang paling mendukung dan baik untuk menerima bibit Firman Tuhan adalah hati yang lentur, mudah terpengaruh dari anak-anak.
3. Iman alamiah dan ketergantungan segera akan hilang dalam proses kedewasaan. Iman itu sesautu yang umum bagi anak-anak, karena kedewasaan dan mengandalkan diri selalu menyertai keyakinan emosi.
4. Kebiasaan atau tabiat dibentuk dan tak terhapuskan lagi di usia 7 tahun pertama.
5. Diperlukan hanya sedikit waktu dan usaha untuk memenangkan anak-anak daripada orang tua.
6. Anak-anak masih mempunyai kehidupan yang panjang untuk melayani. Paulus dipanggil di umur 25 tahun, bukan 70. Musa dipersiapkan sejak 12 tahun pertama. Yesus baru berumur 12 tahun sudah bersoal-jawab di Kaabah. Ellen Gould Harmon berumur 17 tahun saat dipanggil.
7. Anak-anak mudah masuk keluar rumah untuk penginjilan. Pendekatan alamiah dari anak-anak.
8. Kehidupan kerohanian seorang guru kelas anak-anak akan semakin dewasa bila ia sendiri menyaksikan anak-anak didiknya menerima Yesus.

Lois E. Lebar, Children in the Bible School (Old Tappan, NJ; Fleming H. Revell Co., 1912, p.26: D. L. Moody setelah kembali dari mengadakan KKR, ditanya berapa yang dibaptis? Jawabanya: “Dua setengah.” Apakah itu 2 orang dewasa dan seorang anak kecil? “Bukan”, jawab Moody, “dua anak dan seorang dewasa.”

Ibu Yokhebed mendidik Musa selama 12 tahun pertama hidupnya. E.G.White ”Pendidikan” 193,194: ”Pola hidup anak sebagian besar ditentukan saat berumur 7 tahun. (The fabric of his character is well woven, the color of his soul is vividly dyed, and only the miracle of God’s grace can bring any change as the years go on.) Struktur kharakternya telah ditenun dengan baik, warna jiwanya telah dengan jelas dicelup/diwarnai, dan hanya oleh mujizat kasih karunia Tuhan dapat membuat setiap perubahan ketika tahun-tahun berlalu.”

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Damai adalah hal yang banyak dicari namun juga sukar dimengerti, Kebutuhan terbesar dunia ialah kedamaian. Para pemimpin, politikus dan diplomat mencurahkan seluruh usaha mereka untuk kedamaian. Tetapi sejarah membuktikan kesia-siaan mereka. Seorang ahli sejarah Perancis memperkirakan bahwa 15 abad sebelum Kristus sampai AD telah terjadi 3.130 tahun peperangan sedangkan tahun-tahun damai hanya 227 tahun. Berarti dunia mengalami 13 tahun perang berbanding 1 tahun damai.

Lukas 2:13,14 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Profesor Nick Stinnett, Ketua Dept. Human Development and the Family, University of Nebraska mengadakan penelitian di Amerika Selatan, Swis, Austria, Jerman, Afrika Selatan & USA. Dia dapati bahwa keluarga yang kuat memiliki kualitas-kualitas berikut ini:
1. Anggota keluarga memiliki komitmen terhadap satu sama lain.
2. Mereka menggunakan waktu bersama-sama.
3. Mereka memiliki komunikasi keluarga yang baik.
4. Mereka mengungkapkan penghargaan terhadap satu sama lain.
5. Mereka memiliki komitmen rohani.
6. Mereka sanggup menangani masalah dalam saat kritis. (Ikatan keluarga yang kuat bukan jadi dengan sendirinya, tetapi memerlukan waktu untuk mencapainya.

Untuk hal ini peran ibu atau wanita sangat besar. Tidak ada orang yang tidak penting. Tidak ada pekerjaan yang tidak penting. Tidak ada tindakan-tindakan kebaikan yang tidak penting. Anda diciptakan untuk menjadi orang penting, bukan pembesar.

Amos 5:18 Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang!
5:19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!
5:20 Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?
“Mirror on the wall; Discovering Your True Self through Spiritual Gifts, Ken Hemphill, 1992, p. 145. Di jaman sukar, Yates memiliki peternakan domba di pegunungan Texas Barat. Uangnya tidak cukup untuk membayar pajak dll. Dan ia hidup atas bantuan pemerintah. Keluarganya hidup dengan stress dan kekurangan financial. Mereka hidup, berpakaian dan makan sebagai orang miskin.

PEREMPUAN MELUPAKAN BAYINYA?
Oleh Pdt. Dr. Moldy R Mambu

Dulu banyak orang menyanyikan sebuah lagu yang kadang merupakan sindiran maupun sebagai lelucon “ingat-ingat itu remember, jangan lupa itu don’t forget, aku cinta engkau I love you, hanya engkau only you” menitik beratkan agar menghindari lupa. Tapi lupa telah menjadi bagian dari kehidupan ini baik muda maupun tua.

Apa yang terjadi kemarin barangkali dapat kita uraikan secara runtut. Bagaimana kalau peristiwa itu terjadi bulan lalu apakah kita dapat mengingat keseluruhan ayat dan point penting ulasan firman Tuhan yang disampaikan pembicara di Jemaat? Amat sering kita ketemu seseorang, wajahnya masih sangat diingat tapi siapa ya namanya, mengapa namanya seperti sudah dimulut tapi nama itu menghilang lagi dari memory, siapa ya?

Orang lupa karena dia tidak ingat. Itulah yang selalu terjadi pada umumnya manusia sehingga soal lupa telah menjadi bagian dari kehidupan yang berulang dari hari kehari. Baru saja kemarin diingat, eh sekarang sudah lupa lagi. Hal ini sangat menjengkelkan tapi apa mau dikata barangkali diketawain saja, ya menertawakan diri sendiri. Kalau mau dibilang penyakit maka inilah penyakit yang paling menyebalkan, kronis, kambuhan dan tak pernah sembuh. Penyakit ini tidak saja menyerang secara individu, melainkan juga organisasi dan institusi itu sebabnya diperlukan minutes atau notulen. Disisi lain, penyakit lupa ini menimbulkan kebutuhan mengatasinya yang dilain sisi kebutuhan ini menciptakan bisnis lumayan besar.

Kita melihat orang melengkapi diri dengan beker, diary, Ipad, hingga alarm. Hal ini semuanya sekedar untuk mengingatkan bersangkutan agar semua agenda tidak ada yang terlewatkan. Sama halnya pula bila melihat orang mempekerjakan seorang sekretaris, selain melakukan hal-hal menyangkut kesekretariatan juga agar ada orang yang mengingatkan. Semakin kita sibuk, semakin besar pula biaya yang dikeluarkan untuk menyiasati soal lupa ini.

Tapi itulah manusia, secara alamiah kemampuan daya ingat kita terbatas. Ada peristiwa yang terekam lebih lama, ada yang menancap sulit dilupakan, ada yang hanya numpang lewat berlalu dan tak diingat lagi. Kita mengenang pengorbanan para pahlawan bangsa yang telah mendahului, kita menghormati para pahlawan iman, mengingat perjuangan para pelopor pendidikan melalui acara mengheningkan cipta. Hal ini mengarahkan kita pada ujar bijak “Bila anda berbuat baik kepada orang lain tulislah itu di atas pasir tapi bila anda menerima perbuatan baik orang lain, tulislah itu di hati”. Tulisan di atas pasir akan cepat terhapus namun yang tertulis dihati akan menjadi pengalaman, jadi sejarah dan bagian dari kehidupan. Dengan demikian kita tidak menjadi sombong dan terjerat kepongahan ketika menolong orang sehingga terbiasa pamrih. Sebaliknya bila menerima kebaikan, ingatlah juga untuk mengulurkan kebaikkan kepada orang lain.

Untuk menyiasati soal lupa ini, ADEAR Center (Alzheimer’ Disease Education and Referral) – memberi beberapa tip melatih dan mempertahankan daya ingat seperti: 1. Rencanakan pekerjaan, buatlah “to do lists”, gunakan memory aids seperti catatan dan kalender. 2. Kembangkan minat dan hobi secara aktif, cari hobi yang dapat melepas stress, anxiety, depression. 3. Tetap melakukan aktivitas tubuh dan exercise seperti jalan kaki. 4. Hindari alkohol.

Siapa yang datang berkunjung, apa pekerjaannya, dijenjang mana jabatannya, dia datang dengan siapa dan bagaimana keadaannya adalah pertanyaan yang seringkali mempengaruhi penerimaan seseorang didalam jemaat. Atribut dan hal-hal yang nampak secara kasat mata dalam soal materi sangat sering masih sangat berpengaruh dalam penerimaan membuat kita melupakan esensi persaudaraan dalam jemaat. Bahwa haruslah kita menolong satu sama lain, membantu satu sama lain, rendah hati satu sama lain, lemah lembut satu satu lain, sabar satu sama lain, kasih satu sama lain, setia satu sama lain, mengampuni satu sama lain, menerima satu sama lain, bersalaman satu sama lain, rukun satu sama lain.

Mempunyai pendidikan atau tinggal diluar negeri yang berbeda kultur bukan menjadi pembenaran bahwa dia lebih mengetahui segala sesuatu dari orang lain sehingga lupa bahkan abai pada tata krama lokal dan alpa memberi apresiasi kepada mereka yang senior serta penyapaan kepada orang yang lebih tua. Kadang kita terkejut melihat mereka yang melupakan sopan santun ataupun ada pimpinan yang lupa kepada program yang telah dicanangkannya.

Pernakah kita mendengar sindiran bahwa semua kebenaran ada di gereja Advent tapi sayang sekali orangnya yang tidak benar. Dibeberapa tempat hal ini mungkin saja menjadi stigma kepada sebagian kita, kenapa? Karena merasa menerima dan mempunyai kebenaran sehingga kita cenderung ekslusif. Dalam evangelisasi cepat mengedepankan kebenaran doktrin dengan konsekwensi surga atau neraka tapi pada keseharian kehidupan nyatanya “jauh panggang dari api” perilaku kita jauh dari yang diajarkan. Lupa bahwa action berbicara lebih keras dari pekabaran manapun.

Tapi itulah kita manusia, ingin diingat dan tidak dilupa tapi maukah juga kita mengingat orang lain. Mengingat hal yang baik bukan memperbesar minusnya supaya saling menerima satu sama lain, saling mengangkat, saling mendoakan sebagaimana Tuhan tak pernah melupakan kita walaupun “… seorang perempuan melupakan bayinya sehingga ia tidak menyanyangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” Yesaya 49:15. ***

Penginjilan Dunia Maya
Oleh : Pdt. Bayu Kaumpungan

Internet merupakan fenomena dunia yang telah merubah manusia dalam hal berkomunikasi dan berhubungan dengan manusia lainnya. Tidak pernah dalam sejarah manusia sebelumnya, informasi dapat bergerak begitu cepat seperti yang terjadi dalam era internet seperti sekarang ini. Setiap berita dan peristiwa yang terjadi di belahan dunia mana saja akan segera diketahui oleh orang dibelahan dunia yang lain hanya dalam hitungan jam bahkan menit.

Contohnya saja bencana Taifun Haiyan yang baru-baru ini terjadi di Filipina. Dalam hitungan jam sejak taifun menyerang kota Tacloban, hampir setiap penjuru dunia segera mengalihkan perhatian mereka kepada Filipina. Video-video amatir yang menangkap saat taifun menyerang, bahkan peristiwa-peristiwa dramatis segera di munculkan di website jejaring social seperti Facebook dan Twitter. Alhasil, berita taifun segera menyebar ke seantero dunia dan tidak berselang beberapa hari bantuan segera mengalir ke Filipina oleh karena cepatnya informasi yang dapat disebarkan melalui internet.

Jaringan komunikasi antar daerah pun tidaklah sesulit masa yang lampau. Saya masih teringat masa dimana surat menyurat dengan tulisan tangan adalah satu-satunya cara berkomunikasi yang paling umum. Saya masih mengingat sewaktu di bangku sekolah dasar, salah satu pelajaran yang harus saya mengerti adalah bagaimana menulis telegram kepada orang di luar daerah saya. Telegram Indah merupakan alat pemberi ucapan termutakhir di jaman itu. Kalau dibandingkan dengan jaman sekarang ini, telegram indah terlihat seperti produk dari zaman prasejarah. Dengan teknologi VOI (Voice Over the Internet) yang berkembang dengan pesat, penyedia fasilitas komunikasi via internet seperti Skype atau Facetime merupakan barang yang sudah sangat umum dipakai oleh orang-orang modern zaman sekarang ini.

Begitu pun dengan jejaring social seperti Facebook, Twitter, dan masih banyak yang lainnya.Orang-orang semakin mudah berhubungan dengan orang lainnya. Teman-teman yang sebelumnya tidak dapat saya jangkau dengan cara apapun, sekarang sangat mudah untuk saya temui secara virtual melalu Facebook dan jejaring social lainnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi internet, merupakan sebuah kesempatan sekaligus tantangan bagi pekabaran 3 Malaikat untuk disampaikan melalui media internet. Di dalam artikel ini saya ingin membagikan pandangan saya akan kesempatan sekaligus tantangan yang kita dapat perhatikan bersama sehubungan dengan dunia Internet.

Saya ingin memulai dengan kesempatan yang dapat kita gunakan untuk penginjilan melalui media internet:
1. Internet dapat menjangkau orang yang tidak dapat kita jangkau secara fisik: Salah satu kesempatan yang paling besar adalah Internet dapat menjangkau banyak orang secara masal khususnya orang orang yang secara fisik tidak dapat kita jangkau oleh karena halangan tertentu. Untuk media Facebook sendiri, diperkirakan ada 1.2 milyar pengguna aktif jaringan ini di seluruh dunia. Kemudian ada sekitar 2.4 milyar pengguna aktif internet di seluruh dunia. Artinya, pengguna internet sudah dapat menjadi “ladang penginjilan” yang sangat luas. Tidak menutup kemungkinan sebagian besar dari mereka tidak pernah menginjakkan kaki di Gereja, atau bahkan mendengar nama Kristus. Media internet merupakan salah satu perpanjangan tangan penginjilan yang dapat menjangkau ke banyak pihak dengan biaya yang relative lebih efisien dan dengan kecepatan yang lebih cepat.
2. Internet membantu percepatan pembagian informasi dan pengetahuan: Salah satu keuntungan dari kecepatan pembagian informasi yang dapat kita gunakan untuk Gereja adalah internet dapat menjadi sebuah sarana yang sangat baik untuk membagikan pengetahuan kepada anggota gereja di seluruh dunia. Di masa yang lalu, tidaklah mudah untuk dapat memanggil ahli-ahli Teologia atau praktisi Kesehatan yang popular untuk datang ke setiap gereja dan institusi untuk membagikan ilmu yang mereka miliki. Bilamana gereja kita kebetulan berada di tempat yang strategis, maka sangatlah beruntung bagi anggota gereja itu untuk dapat menerima ilmu dan pengetahuan Alkitab dan kesehatan saat para pemimpin gereja kita menyempatkan diri berkunjung. Akan tetapi dengan fasilitas internet seperti saat sekarang ini, pengetahuan dapat segera dibagikan melalui fasilitas di dunia maya. Kesempatan buat para pengerja kita untuk dapat menempuh pendidikan di luar negeri pun semakin terbuka, sebab tidaklah lagi merupakan sesuatu yang wajib bagi mereka untuk meninggalkan tempat bekerja mereka untuk mengejar jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagian universitas kita telah menerapkan system pendidikan Online yang sangat membantu percepatan pengalihan pengetahuan bagi para pengerja kita untuk dapat menjadikan mereka orang orang yang mumpuni di dalam pelayanan mereka.

Akan tetapi internet, dan khususnya internet ministry dapat juga menjadi sesuatu yang tidak baik bila mana kita yang terlibat di dalamnya tidak waspada terhadap beberapa tantangan yang saya amati terjadi atau bisa terjadi
1. Internet dapat menjadi sarana Forum bagi agenda pribadi yang tidak selalu sejalan dengan Gereja: Internet merupakan sebuah dunia yang sangat luas dan tidaklah dapat dikontrol. Kita dapat menemukan apa saja di dalam internet. Namun tidaklah semua yang ada di internet merupakan berita kebenaran. Oleh karena kebebasan yang sangat luas ini, tidak sedikit individu maupun kelompok tertentu yang menggunakan media internet untuk menyebarkan ajaran tertentu yang tidak sepenuhnya sejalan dengan apa yang gereja Advent percayai. Sebagian dari orang orang ini merupakan mereka yang tidak sependapat dengan gereja, atau pun meninggalkan gereja oleh karena alasan alasan tertentu. Saat mereka merasa bahwa suara mereka tidaklah mendapat perhatian, atau mereka tidak diizinkan untuk berkhothbah di gereja Advent maka media internetlah yang menjadi sarana ungkapan ketidak setujuan mereka tersebut. Sebagian malah menjadikan internet sebagai sarana untuk menyerang pemimpin Gereja, mendiskreditkan ajaran tertentu, bahkan menyebut Gereja Advent sebagai gereja yang sudah murtad. Tantangan ini bilamana tidak diantisipasi, dapat menyebabkan perpecahan di dalam gereja. Banyak anggota baru saat mendengar berita ini akan segera men ”google” nya di internet dan tidaklah semua website di sana dapat dipercaya. Akan tetapi, saat mereka mulai merasa ragu dengan pemimpin mereka, maka tidak sedikit yang meninggalkan gereja bahkan bergabung untuk menyerang gereja.
2. Internet dapat menjadi sarana untuk memuliakan diri sendiri gantinya Tuhan: Satu tantangan lain yang dapat terjadi adalah internet dapat dijadikan forum untuk gratifikasi diri sendiri. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku sebagai “ministry” lebih menekankan popularitas pribadi dibandingkan mengenalkan Kristus. Internet merupakan satu jalur yang sangat cepat untuk mencari popularitas. Saya sering mempertanyakan “ministry” yang saya temukan di internet sebab ada lebih banyak hal yang menyanjung kualitas dari penyanyi, pengkhotbah, atau penulis tertentu dibandingkan Kristus yang sepatunya menjadi alasan sang pemilik/pendiri ministry itu memulai pelayanananya. Tidak sedikit berita yang muncul adalah lebih kepada penekanan prestasi dari individu tertentu, atau kelompok tertentu, gantinya tentang Kristus dan kasihNya. Oleh karena kecepatan dan luasnya jangkauan internet dalam membagikan informasi, tidak sedikit kita yang tergoda untuk mencari popularitas pribadi melalui ministry di Internet. Sangatlah disayangkan bilamana itu terjadi. Dan saya merasa adalah penting bagi kita untuk mengingat bahwa bukanlah kita tapi Kristus yang sepatutnya hadir di dalam setiap pemberitaan kita.

Saya percaya ada banyak lagi contoh dan hal hal yang dapat kita refleksikan sehubungan dengan pelayanan kita di dunia maya. Apa yang saya bagikan di atas hanyalah sebagian kecil dari pengamatan saya sendiri tentang pelayanan Internet. Di akhir dari segala, saya hanya ingin mengembalikan pemikiran kita kepada pesan Kristus yang mengatakan “dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Mat 24:14) Saya percaya di dalam konteks modern seperti saat sekarang ini, salah satu dunia yang harus menyaksikan akan Kristus adalah dunia maya. Kerajaan Sorga haruslah juga menjangkau mereka yang aktif baik secara fisik, tetapi juga di dalam dunia maya (Cyberspace) Internet ministry merupakan salah satu alat evangelisasi yang kalau digunakan secara bijak, dapat memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk mengenal Kristus. Oleh karena itu, biarlah kiranya kita yang terlibat di dalam pelayanan Internet dapat menggunakan wadah ini sebagai jalan yang dapat menuntun banyak orang kepada sang Juruselamat. ***

Amaran Terhadap Kepura-puraan
Kisah Para Rasul – Ellen G. White

A
llah telah menjadikan pemasyhuran Injil itu bergantung kepada pekerjaan dan pemberian umat-Nya. Persembahan sukarela dan persepuluhan membentuk penghasilan dari pekerjaan Allah. Dari harta yang dipercayakan kepada manusia, Allah menuntut sebagian yang tertentu,–persepuluhan. Ia membiarkan semuanya bebas untuk mengatakan apakah mereka akan memberikan lebih daripada ini. Tetapi bila hati digerakkan oleh pengaruh Roh Kudus, dan suatu janji telah diadakan untuk memberi suatu jumlah yang tertentu, seorang yang berjanji tidak lagi mempunyai hak untuk bagian yang telah diserahkan itu. Janji seperti ini yang diadakan kepada manusia akan dipandang sebagai mengikat; tidakkah itu lebih mengikat lagi yang diadakan kepada Allah? Apakah perjanjian-perjanjian yang telah dicoba dalam pengadilan angan-angan hati, kurang mengikat daripada perjanjian yang tertulis oleh manusia?

Sementara terang Ilahi bersinar ke dalam hati dengan terang dan kuasa yang luar biasa, kebiasaan mementingkan diri mengurangi genggamannya, dan ada kecenderungan untuk memberi kepada pekerjaan Allah. Tetapi tak seorang pun yang perlu memikirkan bahwa mereka akan diizinkan memenuhi tuntutan yang diadakan pada waktu itu, tanpa sesuatu protes pada pihak Setan. Ia tidak senang melihat kerajaan Penebus didirikan di dunia ini. Ia menganjurkan bahwa janji yang diadakan terlalu banyak, sehingga hal itu melumpuhkan mereka dalam usaha mereka untuk mendapat harta atau memuaskan keinginan keluarga mereka.

Tuhanlah yang memberkati mereka dengan harta, dan Ia melakukannya supaya mereka boleh memberi demi kemajuan pekerjaan-Nya. Ia memberikan cahaya matahari dan hujan. Ia menyebabkan tumbuh-tumbuhan bertumbuh dengan subur. Ia memberikan kesehatan dan kesanggupan untuk memperoleh kekayaan. Segala berkat kita berasal dari tangan-Nya yang berlimpah-limpah. Sebaliknya, Ia mau pria dan wanita menunjukkan terima kasih mereka oleh mengembalikan kepada-Nya sebagian berupa persepuluhan dan persembahan–dalam persembahan syukur, dalam persembahan suka hati, dalam persembahan karena melanggar. Sekiranya harta akan mengalir ke dalam perbendaharaan sesuai dengan rencana yang ditentukan Ilahi,–sepersepuluh dari segala pertambahan, dan persembahan sukarela,–akan ada kelimpahan untuk memajukan pekerjaan Tuhan.

Tetapi hati manusia menjadi keras oleh sifat cinta diri, dan seperti Ananias dan Safira, mereka tergoda untuk menahan sebagian dari harganya, sementara berpura-pura memenuhi tuntutan Allah. Banyak orang yang menggunakan uang dengan borosnya dalam pemuasan diri sendiri. Pria dan wanita mempertimbangkan kesenangan mereka sendiri dan memuaskan citarasa mereka sendiri, sementara mereka membawa kepada Allah suatu persembahan yang tak rela dan terpaksa. Mereka lupa bahwa Allah pada suatu hari akan menuntut suatu perhitungan yang keras bagaimana kekayaan-Nya telah digunakan, dan Ia tidak lagi akan menerima jumlah yang sedikit sekali yang mereka berikan ke dalam perbendaharaan dari pada Ia menerima persembahan Ananias dan Safira.

Dari hukuman yang kejam yang diberikan Allah kepada orang-orang yang bersumpah palsu, Allah mau kita mempelajari juga berapa dalamnya kebencian dan kejijikan-Nya untuk semua kepura-puraan dan penipuan. Dalam berpura-pura bahwa mereka telah memberikan semuanya, Ananias dan Safira berdusta kepada Roh Kudus, dan sebagai akibatnya, mereka kehilangan hidup kini dan hidup yang akan datang. Allah yang sama yang menghukum mereka, pada dewasa ini mempersalahkan semua kepalsuan. Bibir yang berdusta adalah kebencian kepada-Nya. Ia menyatakan bahwa ke dalam Kota yang Suci “tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta.” Wahyu 21:27. Biarlah menceritakan kebenaran dipegang teguh dan tidak menggenggam ketidakpastian. Biarlah itu menjadi sebagian dari pada kehidupan. Bermain cepat dan hilang dari kebenaran, dan berpura-pura melindungi rencana-rencana yang mementingkan diri sendiri bagaikan iman yang telah kandas. “Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan.” Efesus 6:14. Ia yang mengungkapkan yang tidak benar menjual murah jiwanya di pasar. Kepalsuan mungkin kelihatan bagaikan melayani keadaan yang darurat; dengan demikian ia tampaknya mengadakan kemajuan dalam usaha yang tidak dapat diperolehnya dengan cara yang adil; tetapi akhirnya ia tiba pada tempat di mana ia tidak mempercayai seorang pun. Dirinya sendiri seorang pendusta, ia tidak lagi mempunyai keyakinan pada orang lain.

Dalam kasus Ananias dan Safira, dosa penipuan terhadap Allah dihukum dengan cepatnya. Dosa yang sama sering terulang kemudian dalam sejarah sidang kita dan dilakukan oleh banyak orang di zaman kita. Tetapi meskipun hal itu tidaklah disertai dengan manifestasi yang dapat dilihat dari ketidaksenangan Allah, tidaklah lebih mengerikan pada pemandangan-Nya sekarang daripada zaman rasul-rasul. Amaran itu telah diberikan; Allah dengan jelas telah menyatakan kebencian terhadap dosa ini; dan semua orang yang menyerahkan diri sendiri kepada kepura-puraan dan ketamakan dapat merasa pasti bahwa mereka sedang membinasakan jiwa mereka sendiri.
***

Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

Paham Pemeliharaan Hari Minggu
lanjutan ….

Sejarah Penganiayaan Di Masa Lalu Akan Berulang. Sudah jelas bahwa masa kesukaran yang akan terjadi mendahului kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman identik dengan penganiayaan. Sejarah pencobaan berupa penganiayaan di masa lalu baik di jaman Alkitab maupun pada Zaman Kegelapan sudah pasti akan terulang di akhir zaman.Tidak ada catatan dalam Alkitab dan tulisan-tulisan roh nubuat yang menyatakan waktu kapan masa kesukaran akan dimulai. Elleh G. White menulis: “Kita tidak akan sanggup untuk menghadapi pencobaan dari masa ini tanpa Allah. Kita tidak harus memiliki keberanian danketabahan para syuhada di masa kuno sampai kita dibawa ke dalam kedudukan yang mereka alami. . . . Kita harus menerima pemberian anugerah untuk hari-hari darurat. Sehingga kita bertumbuh di dalam anugerah dan di dalam pengetahuan akan Tuhan kita Yesus Kristus, dan jikalau penganiayaan itu datang ke atas kita, jikalau kita harus dikurung di dalam tembok-tembok penjara demi iman dan pemeliharaan akan hukum Allah yang suci, “Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.” Ulangan 33:25. Haruskah akan ada kembalinya penganiayaansehingga akan ada anugerah untuk diberikan untuk membangkitkan setiap energi jiwa untuk menunjukkan satu kepahlawanan yang sejati…. {Ellen G. White, Our High Calling, hlm. 125,parag. 4}
Lebih lanjut White menulis: “Perkara pertama tercatat di dalam sejarah Kitab Suci sesudah kejatuhan dalam dosa adalah penganiayaan terhadap Habel. Dan perkara terakhir di dalam nubuatan Kitab Suci adalah penganiayaan terhadap mereka yang menolak untuk menerima tanda binatang binatang. Kita haruslah menjadi umat terakhir di atas bumi untuk membiarkan diri sendiriberada di dalam tingkatan yang paling menganggap sepi roh penganiayaan terhadap mereka yang sedang mengemban pekabaran Allah kepada dunia. Inilah fitur paling mengerikan dari ketidakserupaan dengan Kristus yang sudah mewujudkan dirinya sendiri di antara kita sejak rapat di Minneapolis. Suatu saat itu akan terlihat di dalam pikulan yang benar, dengan semua beban dari kesengsaraan yangsudah dihasilkan darinya . . . .” {Ellen G, White, dikutip dalam The Paulsen Collections, hlm. 146, parag. 4}
Ellen G. White bahkan menulis, “Ada satu pertanyaan lain dan lebih penting yang seharusnya menjadi perhatian utama dari gereja-gereja dewasa ini. Rasul Paulus menyatakan bahwa ‘semua yang hendak hidup secara saleh di dalam Kristus akan menderita penganiayaan’ (2 Timotius 3:12). Lalu kalau demikian, mengapa penganiayaan yang nampaknya di dalam tingkatan hebat itu sedang tidur?—Satu-satunya alasan adalah, bahwa gereja sudah berkompromi dengan standar dunia, dan oleh karena itu tidak membangkitkan perlawanan.Agama pada masa kita sekarang ini tidak menampilkan karakter yang murni dan suci seperti yang menandai iman Kristen pada zaman Kristus dan para rasul. Satu-satunya sebab adalah roh berkompromi dengan dosa, sebab kebenaran-kebenaran hebat dari Firman Allah dianut secara acuh tak acuh, sebab ada begitu sedikit kesalehan vital di dalam gereja, sehingga Kekristenan secara jelas kelihatannya menjadi begitu populer dengan dunia. Biarlah ada satu kebangunan iman dan kuasa gereja mula-mula, dan roh penganiayaan dibangkitkan, dan api penganiayaan dinyalakan. [Lihat Ellen G. White, The Great Controversy Between Christ and Satan (Mountain View, CA: Pacific Press Publishing Ass., 1911-1950), hlm. 48, parag. 2].
Namun pada kesempatan lain Ellen G. White menulis: “Ketika Kristus menghentikan pekerjaan-Nya sebagai pengantara demi manusia, kemudian masa kesukaran ini akan dimulai. Kemudian kasus dari setiap jiwa akan diputuskan, dan tidak akan ada lagi darah pendamaian yang membersihkan dari dosa. Ketika Yesus meninggalkan kedudukan-Nya sebagai Pengantara manusia di hadapan Allah maka pengumuman khidmat akan dibuat, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” (Wahyu 22:11). Kemudian Roh Alah yang mengendalikan itu ditarik dari bumi.”—Patriarch and Prophets,hlm. 201 (1890). {Dikutip dalam Ellen G. White, Last Days Events, hlm. 253, parag. 1}. Jadi jelas bahwa di dalam pernyataan roh nubuat, tidak ada keterangan yang menjelaskan kapan Yesus berhenti menjadi pengantara manusia di hadapan Allah. Seandainya ada keterangan untuk itu maka akan diketahui kapan pastinya masa kesukaran itu akan, sebab jelas itu akan terjadi sesudah Kristus menghentikan pelayanannya di bilik maha kudus di sorga sebagai Imam Besar, Pengantara antara manusia dengan Allah.
Umat Allah Menerima Meterai Allah Yang Hidup Sebelum Pintu Kasihan Tertutup. Masa kesukaran besar akan terjadi setelah umat Allah menerima meterai Allah yang hidup. Tetapi harus menjadi jelas bagi mereka yang mengakui umat Allah bahwa itu akan terjadi sesudah Kristus mengakhiri pelayanan-Nya di sorga sebagai Pengantara.Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah kapan Roh Hujan akhir akan dicurahkan setelah umat-umat Allah memilih untuk tetap setia menurut kehendak Allah lewat hukum-hukum-Nya?Untuk pertanyaan ini dapat ditemukan jawabannya dalam roh nubuat. Ellen G. White menulis: “Ketika malaikat ketiga menutup pekabarannya, permohonan-permohonan untuk rahmat bagi kesalahan para penduduk bumi tidak akan ada lagi. Umat Allah sudah menyelesaikan pekerjaan mereka.Mereka sudah menerima “hujan akhir,” “penyegaran dari hadirat Tuhan,” dan mereka disediakan untuk jam pencobaan di hadapan mereka. {Ellen G. White, Last Days Events, hlm. 253, parag.2}. Bahkan Ellen G.White juga menulis: “Sebelum pekerjaan itu ditutup dan pemeteraian terhadap umat Allah diselesaikan, kita akan menerima pencurahan Roh Allah. MalaIkat-malaikat dari sorga akan berada di tengah-tengah kita.” Ellen G. White, Maranatha: The Lord is Coming, hlm. 212
Itu artinya bahwa setelah kecurahan Roh Kudus berakhir maka itu akan memastikan umat-umat Allah sudah berada pada tahap akhir dalam menyelesaikan pekerjaan mereka yakni mengamarkan dunia dengan pekabaran malaikat ketiga, dan mereka akan segera bersedia menghadapi masa kesukaran besar. Jadi tanda atau bukti bahwa umat-umat Allah sudah menerima kecurahan Roh Kudus yang disebut juga “hujan akhir” ialah mereka menerima meterai Allah yang hidup. Untuk hal ini White menulis: “Malaikat-malaikat sedang bergegas-gegas ke sana ke mari di sorga. Seorang malaikat kembali dari bumi yang mengumumkan bahwa pekerjaannya sudah dilakukan; ujian akhir sudah dibawakan ke atas dunia, dan semua yang sudah membuktikan diri mereka sendiri taat kepada aturan-aturan ilahi sudah menerima “meterai Allah yang hidup.” Kemudian Yesus menghentikan pengantaraan-Nya di kaabah di atas . . . . Kristus sudah membuat pendamaian bagi umat-Nya, menghapuskan dosa-dosa mereka.Jumlah hamba-hamba-Nya telah diputuskan; “Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.” Daniel 7:27.—The Great Controversy. hlm. 613, 614 (1911). {Ellen G. White, Last Days Events, 254, parag.1}. Sejauh ini dapat dipahami hujan akhir adalah pra-syarat untuk umat Allah mendapatkan pemeteraian untuk menentukan bahwa mereka adalah milik Allah 100 % sehingga mereka siap menghadapi masa kesukaran besar adalah harus menerima pencurahan Roh Kudus yang dikenal dengan hujan akhir.
Lalu pertanyaan berikut adalah, kapan roh hujan akhir itu akan dicurahkan menggenapi nubuatan Yoel 2:28, 28 secara klimaks? Ellen G. White menulis bahwa dia tidak pernah mendapatkan petunjuk kapan Roh Kudus akan tercurah di akhir zaman. Seperti kutipan di atas bahwa White hanya sempat menyentil bahwa pencurahan Roh Kudus itu akan terjadi menjelang pekerjaan Tuhan yakni pekabaran malaikat ketiga ditutup. Bahkan Ellen G. White menulis, “Anda tidak akan sanggup mengatakan Ia akan datang satu, dua atau lima tahun lagi, bahkan anda tidak harus menetapkan dengan menyatakan bahwa itu tidak akan mungkin terjadi dalam waktu 10 atau 20 tahun . . Kita tidak mengetahui waktu yang pasti kapan pencurahan Roh Kudus atau kedatangan Kristus.–Review and Herald,22 Maret 1892 {Ellen G. White, Evangelism,hlm. 221, parag. 1}. Lebih lanjut White menulis: “Saya tidak memiliki waktu yang spesifik dari mana untuk membicarakan kapan pencurahan Roh Kudus akan terjadi, kapan malaikat agung akan turun dari sorga, dan bersatu dengan malaikat ketiga di dalam menutup pekerjaan di dunia ini; pekabaran saya yaitu bahwa satu-satunya keamanan kita di dalam bersedia bagi penyegaran surgawi, adalah memelihara kondisi lampu-lampu kita dan tetap menyala. Kristus sudah mengatakan kepada kita, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.“ (Matius 24:44) “Berjaga-jagalah dan berdoalah” adalah tugas yang diberikan oleh Penebus kita. {Ellen G. White, Miscellaneous, 1888, hlm. 960, parag. 5}.
Dengan kata lain bahwa jawaban terbaik terhadap pertanyaan kapan terjadinya pencurahan Roh Kudus yang disebut Roh Hujan Akhir adalah bahwa itu akan terjadi setelah umat-umat Allah sudah mengadakan reformasi dan revival secara global. Karena syarat utama penggenapan janji pencurahan Roh Hujan akhir adalah adanya revival dan reformasi yang berlangsungsecara sungguh-sungguh di antara umat Allah secara global. Revival akan terjadi apabila ada doa-doa dan puasa secara individu dalam satu komunitas pendoa di akhir zaman. Karakterisitik revival dan reformasi telah ditunjukkan oleh konteks apokaliptis dalam Yoel 2:12, 13. Tidak ada cara lain lagi dari pada mengadakan doa-doa dan puasa untuk penyangkalan diri dari berbagai hawa nafsu dunia yang membuat pikiran umat-umat Allah tidak peka terhadap kebutuhan akan Roh Kudus. Tidak ada kebutuhan lebih besar yang dapat dirasakan umat-umat Allah saat terpanggil mengadakan revival dan reformasi dari pada kebutuhanterhadap kepenuhan kuasa Roh Kudus di dalam kehidupan praktis mereka sehari-hari (Lukas 11:1-13; Yohanes 14:26, 27; 16:8). Itulah kebutuhan mendesak untuk memurnikan tabiat mereka secara sempurna dan terus-menerus.

bersambung …..

Inpirational Story

1000 Cermin
Oleh : Bredly Sampouw

Dikisahkan dalam cerita rakyat Jepang, ada sebuah rumah yang di dalamnya terdapat 1000 cermin. Suatu hari, seekor anjing kecil yang periang dan selalu berbahagia melewati rumah itu dan memutuskan untuk masuk. Ia berlari gembira menuju pintu rumah itu. Saat anjing riang itu masuk, ia terkejut karena ia mendapati bahwa di dalam rumah itu terdapat banyak sekali anjing yang mirip dirinya dan menyambutnya dengan ekor yang bergoyang-goyang dan kuping yang terangkat pula.

Anjing kecil itu tersenyum senang dan sekali lagi ia melihat semua “Teman barunya” juga membalas senyumannya dengan senyum yang sama bersahabat dengan senyumannya. Saat anjing kecil itu meninggalkan rumah tersebut, dalam hati ia berkata, “Tempat yang sangat menyenangkan, ada banyak teman baru yang baik dan ramah. Aku akan sering bermain ke tempat itu.”

Lalu suatu waktu, ada seekor anjing lain yang kurang bahagia dan tidak seriang anjing pertama. Anjing itu juga memutuskan untuk mampir ke rumah tersebut. Dengan perlahan dan tampak waspada, ia berjalan menuju pintu rumah tersebut. Saat anjing itu masuk, ia terkejut dan waspada karena mendapati bahwa di rumah tersebut ada banyak anjing yang tidak bersahabat. Lalu, anjing itu mencoba menggertakannya dengan mengeluarkan taring dan geraman kecil. Namun,, lagi-lagi ia terkejut bahwa semua anjing itu melakukan hal yang sama. Dengan ketakutan, anjing itu berlari keluar rumah dan berkata dalam hatinya, “Tempat yang menakutkan, aku tak akan pernah mau masuk lagi.”

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Kehidupan memang menjadi cermin bagi kita. Jika kita ramah terhadap bumi, bumi pun akan ramah terhadap kita. Coba kita pikirkan, mengapa terjadi banjir di mana-mana setelah kita menggunduli hutan? Jawabannya ada pada pertanyaan kita sendirikan? Saya pernah menerima T-Shirt yang ada tulisannya : “Smile and the world will smile with you!”

Untuk Dilakukan : “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kita para nabi.” Matius 7 : 12

Keadaan kita sering kali merupakan gema dari pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. Karena itu berpikirkalah selalu positif maka yang positif juga yang kita hadapi. Jauhkan prasangka yang buruk terhadap keadaan dan lingkungan bahkan sesama kita agar hidup itu selalu indah dan menjadi berkat. Peraturan emas tidak pernah salah yaitu ketika kita berbuat, berkata, berpikir yang positif tentang orang lain, maka sebagai imbalannya kita klak akan menerimanya. Mari ciptakan suasana yang penuh riang, senyum disekitar kita niscaya kita dan orang lain akan bahagia dan selamat. “Perbuatlah kepada orang lain, apa yang kau suka mereka perbuat kepadamu.”

Artikel

Kaum KATOLIK Tradisional
dan PAUS FRANSISKUS
Oleh : Jerry Mamahit

Bernard Fellay, Bishop Roma Katolik Traditionalis, mengatakan bahwa, “The situation in the Catholic Church is a real disaster and the present pope is making it 10,000 times worse.” Dia juga menyatakan pada kesempatan yang sama tentang Paus Fransiskus , “We have in front of us a genuine Modernist.”

http://www.cfnews.org/page88/files/14e8cf27a431ca52105cf70b45567b82-149.html Pernyataan terhadap Paus Fransiskus ini di katakan oleh Bishop Fellay tanggal 12 Oktober 2013 di Angelus Press Conference di Kansas City. Pernyataan yang keras ini mengundang pertanyaan tentang apa sebenarnya yang terjadi di dalam Gereja Katolik sekarang ini dan apakah ada indikasi bahwa hal tersebut merupakan penggenapan dari nubuatan tertentu. Oleh karena Bishop Fellay adalah termasuk Kaum Katolik Tradisional maka pertanyaan disini apa itu ajaran modern di Gereja Katolik sehingga Bishop Fellay, seorang tradisionalis, menuduh Paus Fransiskus adalah seorang modernis sejati. Yang penulis ingin ungkapkan pada kesempatan ini ialah, apakah ada nubuatan tertentu yang digenapi di seputar isu tradisionalis dan modernis didalam tubuh Gereja Katolik.

Perbedaan yang sangat mendasar dari kelompok tradisionalis dan modernis adalah tentang apa yang dimaksud dengan “Kebenaran.”

“Kebenaran” menurut kelompok kaum modernis tergantung pada persepi subyektivitas setiap individu dan keyakinannya, dan bukan pada obyek tertentu, atau perintah yang diturunkan dari Allah. Karena itu kebenaran berubah-ubah dari orang per orang, dari usia ke usia, dari tempat ke tempat dan kaum modernis menekankan yang nalar manusia saja yang menetapkan apa yang salah dan benar, baik dan buruk. Yang terpenting ialah setiap individu mempunyai hak oleh karena keberadaannya untuk melakukan pemilihan sendiri yang menurutnya adalah yang terbaik untuk menyenangkan dirinya, sepanjang tidak mengganggu hak dari individu lain. Oleh karena itu kaum modernis terutama sangat peduli tentang menjaga dan mempromosikan kemajuan kondisi manusia melalui keadilan alami, kemajuan teknologi, toleransi agama, perdamaian, dan kemakmuran materi. Manusia adalah ukuran dan tujuan dari semuanya, dan tiada tujuan lain yang nyata yang lebih penting dari keberadaannya disini dan sekarang ini.

“Kebenaran” menurut ajaran Katolik, menekankan yang ada tujuan dari kebenaran universal dan adanya realita yang lebih besar terbuka bagi semua orang yang melebihi keterbatasan kita, ketidak sempurnaan kita dan kehidupan kita. Kebenaran ini adalah Allah, dan kenyataan yang besar ini adalah kebahagiaan kekal di surga. Yang utama Katolik percaya yang Allah dapat dan sanggup dengan sempurna mengungkapkan hal yang kekal ini, keindahan, keajaiban kebenaran, yang kaum modernis percaya yang manusia harus mendapat seluruh kebenaran oleh dirinya sendiri. Allah menurut ajaran Katolik menciptakan dan secara tetap memelihara seluruh alam semesta dan setiap individu. Selanjutnya Dia telah mengungkapkan kebenaran yang mendalam tentang diri-Nya, kebenaran yang melampaui pikiran manusia, dan seringkali ajaib, dan berhubungan dengan kenyataan super natural. Allah mengajar dan melalui satu-satunya Gereja-Nya, terus menerus mengajar keilahian-Nya, yang sangat penting, kebenaran yang tak berubah, supaya semua orang pada satu hari akan memperoleh kebahagian kekal di taman eden.

http://sspx.org/en/about/major-concerns/modernism
Diantara hal-hal yang menjadi pokok perbedaan antara kelompok tradisional dan kelompok modernis didalam Gereja Katolik diantaranya adalah; kebebasan beragama, oikumene, kolegialitas dan pelanggaran liturgi.
http://sspx.org/en/about/major-concerns/modernism
KEBEBASAN BERAGAMA. Menurut kelompok modernis suara hati manusia – setiap individu, adalah dasar tertinggi yang menyatakan tentang baik dan jahat, dengan demikian setiap orang dapat berbuat sesuai yang disenanginya kecuali tindakannya itu membahayakan hak orang lain. Ajaran Katolik menekankan yang kebebasan adalah pemberian yang besar dari Allah dan dapat dihidupkan dengan baik atau buruk. Memilih apa yang baik dan yang sesuai dengan kehendak Allah, adalah penggunaan kebebasan yang sesuai dan tepat, dan membuat manusia sesungguhnya merdeka. Sebaliknya, memilih apa yang jahat dan bertentangan dengan kehendak Allah adalah pelanggaran. Tidak seorangpun mempunyai hak melanggar kebebasan ini, walaupun kelihatannya tidak secara langsung menyakiti orang lain, oleh karena pelanggaran selalu melawan dan menentang Allah, yang adalah, kebenaran tertinggi.

Itu sebabnya ajaran kelompok modern mengajarkan yang manusia, sesuai dengan keyakinannya dan sesuai dengan kebebasan alaminya, dapat memilih agama apapun yang menyenangkannya, sedangkan ajaran Katolik menegaskan yang menusia mempunyai kewajiban untuk memilih agama yang paling sejalan dengan tujuan kebenaran dan rencana Allah untuk semesta alam. Seseorang tidak bisa mengabaikan tugas ini dan memilih agama yang tidak benar, perbuatan itu adalah kejahatan, pelanggaran dari kebebasan, bukan suatu pernyataan dari kebebasan. Manusia menurut ajaran Katolik hanya bebas memilih apa yang baik dan percaya apa sesungguhnya yang benar.

OIKUMENE. Oikumene menunjukkan usaha sedunia untuk kesatuan agama. Dalam hal kebebasan beragama, ajaran Katolik dan ajaran modern masing-masing melihat oikumene secara berbeda, berdasarkan atas perbedaan pengertian mereka tentang kebenaran.

Kaum modern meyakini bahwa pengetahuan agama berasal dari individu yang bersangkutan. Pengetahuan ini datang dari dalam sebagai suatu desakan hati subjektif dari alam sadar dan dibawah sadar. Oleh karena itu semua agama, kurang lebih baik dan layak dipuji, sebab semuanya, dalam cara yang berbeda, memanifestasikan dan menunjukkan naluri agama bawaan lahiriah. Karena itu banyaknya pengertian tentang Allah adalah sebanyaknya manusia itu. Melalui dialog antara sesama, perbedaan agama akan menuju kepada pengertian dan saling menghormati, dan seterusnya akan mendorong perdamaian yang sehat dan kompromi.

Ajaran Katolik, pada pihak yang lain, mengajarkan bahwa Katolik adalah satu-satunya agama yang dinyatakan oleh Allah. Hanya iman Katolik yang membawa kepada kebahagiaan kekal dan damai yang sesungguhnya, bukan hanya antara manusia pada kehidupan sekarang, tetapi juga antara manusia dan Allah sampai kekekalan di surga. Oleh karena Allah menghendaki setiap manusia memiliki kebenaran dan kebahagiaan ini, Gereja Katolik mempunyai tugas untuk membagikan ajaran-ajaran ini dan menyatakannya sejauh dan seluas mungkin. Ajaran ini datangnya langsung dari Allah sendiri dan karenanya bebas dari cacat, dan Gereja karenanya, dengan kasih harus mendorong semua jiwa, untuk kebaikan mereka, meninggalkan kesalahan dan mengikut kebenaran. Ajaran Katolik, melalui oikumene, meninggikan kebenaran Allah dan mendorong pertobatan sementara ajaran modern mengutamakan dialog dan kompromi.

KOLEGIALITAS. Ajaran Katolik mengajarkan yang Allah menciptakan alam semesta dalam jenjang struktural, dimana Dia adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Demikian juga Yesus Kristus dalam ke ilahian kemanusiaannya mendirikan satu-satunya Gereja-Nya yang benar dimana Dia mengangkat Rasul Petrus dan penerusnya sebagai pemimpin tertinggi. Secara tradisionil, para paus, telah melaksanakan hak hukumnya atas setiap lembaga dalam Gereja. Secara moral, doktrinal dan hal-hal ketertiban, apa yang dikatakan paus adalah final karena dia berbicara dengan kuasa langsung dari Kristus.

Ajaran kelompok modern tentang kolegialitas religi, beranjak dari pengertian tentang kebebasan dan hak individu yang salah. Ajaran ini menekankan bahwa penyelenggaraan Gereja dalam setiap waktu harus melalui proses demokrasi yang ketat. Paus mempunyai kebebasan untuk mengatakan sesuatu, tetapi para kardinal dan bishop-nya selalu harus diizinkan untuk menyatakan pendapatnya. Demikian juga para bishop didaerahnya dengan para imamnya dan para imam paroki dengan parokinya. Ini adalah satu-satunya jalan, menurut penganut ajaran modern, yang hak individu tidak bisa diganggu gugat dan kebebasan akan dilindungi. Setiap orang karenanya harus belajar bagaimana berkomunikasi, berkompromi, juga bagi paus.

PELANGGARAN LITURGI. Perubahan yang paling mengejutkan dilakukan pada Misa, yang merupakan satu diantara banyak perubahan pada liturgi, yaitu re-orientasi dari mimbar, yang diputar 180 derajat sehingga sekarang menghadap ke umat, sebagai akibatnya imam juga menghadap ke umat. Misa yang baru berfokus ke jemaat sementara misa traditional berfokus pada penyembahan kepada Allah. http://sspx.org/en/about/major-concerns/modernism

Bilamana dipelajari dengan saksama perbedaan antara ajaran kaum Katolik tradisional dan ajaran modern, dengan jelas dapat dimengerti bahwa ajaran modern sangat berbeda dengan ajaran tradisional Gereja Katolik, dan Bishop Fellay mengatakan seperti di kutip diatas yang Paus Fransiskus adalah modernis sejati. Pertanyaan kemudian, mengapa Bishop Fellay berani mengatakan bahwa Pope Fransiskus adalah modernis sejati? Salah satu alasan mengapa Bishop Fellay mengatakan demikian adalah pernyataan Paus Fransiskus , ketika diwawancarai oleh jurnalis Eugenio Scalfari dari “La Repubblica” yang hampir sama dengan ciri-ciri ajaran kamu modernis yang disebutkankan diatas, yaitu sebagai berikut; “Each of us has a vision of good and of evil. We have to encourage people to move towards what they think is Good.” Dan selanjutnya Paus Fransiskus menyatakan; “And I repeat it here. Everyone has his own idea of good and evil and must choose to follow the good and fight evil as he conceives them. That would be enough to make the world a better place.”
http://www.cfnews.org/page88/files/14e8cf27a431ca52105cf70b45567b82-149.html
Bishop Bernard Fellay adalah Superior General dari “Society of Saint Pius X” atau “SSPX,” dan termasuk Kaum Katolik Tradisional. Setelah Bishop Marcel Lefebvre, Superior General pertama dan pendiri SSPX meninggal dunia, Bishop Bernard Fellay menggantikannya. Lahir tanggal 29 Nopember 1905 Bishop Marcel Lefebvre memulai pelayanan keimamatannya di Gereja Katolik pada tahun 1929, dia diurapi sebagai imam Katolik dan ditahun 1947 sebagai uskup Dakkar dan ditahun 1948 dia diangkat menjadi uskup agung dan mencapai puncak karir sebagai Superior General dari Holy Ghost Fathers 1962-1965.

Sama seperti Paus sebelumnya, demikian juga Paus John XXIII, yakin akan keahlian teologia dari uskup agung Lefebvre, dan pengalaman misionarinya, dan juga latar belakang pendidikan yang jarang setinggi dia kwalikasinya, maka paus mengangkat dia sebagai anggota Komite Pusat Persiapan untuk Konsili Vatikan II (1962-1965). Satu kelompok yang bernama Holy Ghost Fathers juga mengangkat uskup agung Lefebvre sebagai superior general ditahun 1962 oleh karena terkesan dengan pelayanannya. Pada posisi ini, uskup agung Lefebvre berada pada tingkat tertinggi di dalam karirnya di birokrasi Roma Katolik. Walaupun demikian Konsili Vatican II baginya merupakan pengalaman kekecewaan yang pahit. Hampir semua risalah yang dia siapkan untuk Konsili Vatican II ditolak dan diganti dengan risalah baru yang lebih liberal dan dengan versi modern. Sebagai reaksinya, uskup agung Levebvre bersama-sama wakil gereja yang sejalan dengannya membentuk kelompok yang diberi nama Coetus Internationalis Patrum, dan uskup agung Lefebvre ditunjuk sebagai ketuanya, yang beranggotakan 200 bishop. Tujuan utama dari kelompok ini adalah menolak kecenderungan ajaran modern di dalam teks konsili. Dan sepanjang Konsili Vatikan II dia memimpin kelompok Coetus Internationalis Patrum ini dalam perlawanannya terhadap kelompok liberal tetapi gagal, dan karenanya dengan hati yang hancur uskup agung Lefebvre meninggalkan Konsili Vatican II. Setelah didesak oleh kelompok liberalis di dalam Holy Ghost Fathers dia juga meninggalkan jabatannya sebagai superior general dari Holy Ghost Fathers tahun 1968 dan kemudian dia pensiun.

Pada tahun 1969 setelah didekati oleh para seminaris, orang tua, imam-imam dan uskup-uskup, dan setelah mendapat tanda bahwa Allah menyetujuinya, dan setelah disetujui oleh Uskup Francois Charriere, maka uskup agung Marcel Levebvre mendirikan Keimamatan SSPX. 1 Nopember 1970 SSPX mendapat persetujuan dari uskup lokal Adam Nestor dan kemudian dari Congregation of the Clergy of the Vatican. Tanggal 25 Maret 1991 uskup agung Marcel Lefebvre meninggal dunia. http://sspx.org/en/about/major-concerns/modernism Baca juga di
http://katolisitas.org/3389/tentang-sspx
SSPX adalah satu dari dua kelompok utama dalam Kaum Katolik Tradisional dan bersama kelompok Kaum Katolik Tradisionalis lainnya tidak menerima keputusan-keputusan dari Konsili Vatican II, oleh karena perubahan-perubahan yang ditetapkan Konsili Vatican II ini menurut mereka bertentangan dengan ajaran-ajaran dalam tradisi Gereja Katolik. Diantara hal-hal yang menjadi pokok perbedaan antara kelompok tradisional dan kelompok modern adalah; kebebasan beragama, gerakan oikumene, kolegialitas dan pelanggaran liturgy, yang sudah diterangkan diatas

Ajaran modern di Gereja Katolik mulai berkembang diakhir abad ke 19 dan permulaan abad ke 20. Mempertimbangkan bahayanya terhadap Gereja Katolik maka pada tahun 1907 Paus Pius X mengeluarkan peraturan untuk bersumpah Melawan Modernism bagi para bishop Katolik, para imam dan guru. Sumpah ini dihapuskan tahun 1967 oleh Paus Paul VI. Ajaran ini bangkit kembali pada tahun-tahun menjelang Konsili Vatican II.

Hal-hal berikut sangat menarik untuk dipelajari, pertama yaitu pernyataan Bishop Fellay di Kansas City, yang menyatakan “Paus Francis mempercepat kemunduran gereja dan dapat merupakan seruan yang dunia sedang masuk ke masa antikristus.” http://www.wnd.com/2013/10/bishop-pope-leading-church-to-disaster/. Yang kedua Bishop Fellay juga mengutip Kardinal Luigi Ciapi, theologian paus mulai dari Paus Pius XII sampai Paus John Paul II, yang mengatakan “third Secret” mengamarkan yang kemurtadan dalam gereja mulai dari puncak, http://www.wnd.com/2013/10/bishop-pope-leading-church-to-disaster/. Dan Yang ketiga Bishop Fellay juga mencatat yang menurut Sister Lucia “third secret of Fatima” menunjuk kepada Wahyu 8 sampai 13, yaitu tentang antikristus, http://www.wnd.com/2013/10/bishop-pope-leading-church-to-disaster/ dan keempat yaitu nubuatan dari Santo Malachy yang menubuatkan bahwa Paus yang sekarang adalah paus yang terakhir, memberi tahukan kepada kita bahwa, didalam Gereja Katolik ada kelompok umat yang walaupun jumlahnya yang nyata mungkin tidak sampai dua persen dari total umat seluruhnya, meyakini bahwa antikristus seperti yang dimaksud di Matius 24 dan Wahyu 13 sudah ada, dengan demikian dunia sangat dekat dengan kesudahannya.

Karena itu, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia,” Lukas 21:36

yang bergabung karena pertemanan. Doa minta jiwa rutin dilakukan jemaat dan hasilnya, jiwa datang dengan sendirinya,” ungkap Lucky Mangkey, ketua Jemaat Gritma.

Ada tiga komponen penting dalam meminta janji Tuhan. Yang pertama, kita meminta; kedua kita musti yakin bahwa TUhan sudah menjawab permohonan kita; dan ketiga kita bersyukur dan berterima kasih karena jawabannya. Demikian diulang-ulangi Pendeta Jantje Tumalun yang secara rutin memimpin doa penyerahan dalam bentuk Doa Plus, yakni doa dan meditasi di jemaat Gritma. Program doa jemaat Gritma tidak saja akan berlangsung selama KKR namun akan dijadikan sebagai pola hidup. “Pagi-pagi benar, sebelum fajar menyingsing, Yesus berdoa kepada Bapanya dalam mazmur dan kidung pujian,” demikian Pdt. Jantje Tumalun mengingatkan pola hidup yang seharusnya dijalani umat TUhan yang menanti kedatangan Yesus Yang Kedua Kali. “Berdoa supaya kita boleh bawa jiwa bagi Tuhan,” ingatnya.

Meski terpisah-pisah di berbagai jemaat, tetapi kerukunan umat Advent di perumahan Gritma tetap terpelihara . Dibentuknya Rukun Advent Gritma (RAG) yang juga menjadi penyokong utama KKR “Semua Karena Cinta” nanti membuktikannya. Mari doakan agar kerukunan ini akan terpelihara terus, menjadi terang yang menyinari masyarakat sekitar. Doakan pula KKR
“Semua Karena Cinta” yang akan digelar bersama BAIT Ministry dan Voice of Hope selama satu minggu ke depan agar terlaksana sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan.

Kiprah Gita Gritma
Dari Pianika kepada Jiwa-jiwa
Dilaporkan oleh: Departemen Komunikasi Jemaat Gritma

Masa depan sungguh tak dapat diduga. Awal tahun ini, kegiatan Gita Gritma hanyalah sebuah upaya memanfaatkan waktu nongkrong empat orang anggota kelas Anak- Remaja Gritma. Sembilan bulan kemudian, Gita Gritma telah mekar menjadi wadah latihan sekitar 40 anak untuk bermain musik gereja. Uniknya, anggota paling banyak justru datang dari luar jemaat Gritma bahkan sebagian datang dari jemaat tetangga di sekitar perumahan. Sanggar musik binaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Gritma di bawah Departemen Musik ini, telah berubah menjadi wadah pelayanan anak-anak dari berbagai denominasi tanpa dipungut bayaran .

Sebuah kisah yang menunjukkan besarnya pimpinan Tuhan dalam kegiatan ini terjadi pada pertengahan tahun, ketika penggagas kelompok ini, Ellen Manueke, mendatangi rumah seorang tukang jahit di komplek perumahan untuk keperluan pengadaan kostum. Dalam pertemuan tak terduga itu, penjahit

yang baru beberapa bulan pindah di perumahan Gritma tersebut ternyata langganan yang dulunya bermarkas di Teling. Pertemuan itupun menjadi ajang reuni. Penjahit Melly, itulah nama sang penjahit yang cukup dikenal di kalangan Advent Indonesia Timur dan komunitas Nyong dan Noni Sulawesi Utara (seperti abang-none Jakarta) merupakan seorang simpatisan Advent karena suaminya anak seorang pendeta. Pada pertemuan itu Melly beserta suami dan anak semata wayang, Intan, tercatat sebagai anggota di salah satu gereja di perumahan Griya Tugu Mapanget Asri (Gritma).

Meski tidak jadi menerima order jahitan karena padat, anak semata wayang yang baru taman SD itu tak menolak saat diajak Ellen untuk bergabung dalam kelompok musik ansambel binaanya. Sang ibu yakin bahwa musik yang tepat dapat membentuk karakter anaknya menjadi baik dan bahkan memberi dorongan kepada si anak. Pendek cerita, tiga bulan menjalani latihan, orang tua terkesan dengan kegiatan musik yang dilakoni si anak dan meminta agar sang anak diajak masuk gereja – Gita Gritma memang rutin mengiringi lagu-lagu dalam ibadah Sabat di jemaat Gritma. Beberapa waktu berlalu, giliran si anak meminta ditemani sang ibu ke gereja.

Kuasa Tuhan bekerja di luar jangkauan manusia. Dalam waktu dan caraNya, di tempat lain, berdasarkan kesaksian dari salah seorang personil VOH, kelompok paduan suara Voice of Hope (VOH) di Jakarta mencari-cari vokalis tambahan untuk kunjungan ke Manado. Didapatilah personil yang punya hubungan keluarga dekat suami Melly. Di Gritma, dalam waktu kurang lebih sama, meski belum menginzinkan anaknya dibaptis, namun Ibu Melly rutin menemani anaknya masuk gereja. Hal ini berlangsung beberapa waktu hingga terdengar kabar bahwa salah seorang sanak keluarga sang ayah, anggota penyanyi Voice of Hope Jakarta akan berkunjung ke jemaat Gritma bersama kelompoknya dalam rangkaian Kebaktian Kebangunan Rohani “Semua Karena Cinta”, kerjasama Jemaat Gritma dengan BAIT Ministry. Awalnya anak, lalu kemudian ibu, kini giliran sang ayah begitu rindu bergabung bersama jemaat.; rindu melihat permainan musik anaknya, rindu pula bertemu saudaranya.

Selama KKR berlangsung, tak semalampun dilewatkan oleh keluarga ini. Sang anak yang duduk di depan untuk bermain musik bersama Gita Gritma setiap malam, terlihat senang didampingi kedua orang tua yang duduk di bagian tengah. Kuasa Tuhan nyata melalui perlawatan dari tim perlawatan jemaat hingga ketika malam panggilan tiba, sang ibu mengajak anaknya untuk berdiri dan menerima baptisan bersama dua pengunjung lainnya.

Dari pianika, menjadi jiwa-jiwa. Gita Gritma yang semula bertujuan mewadahi anak-anak memanfaatkan waktu luang telah berkembang menjadi sarana penginjilan yang membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Bukan secara kebetulan pertemuan demi pertemuan yang tak terduga terjadi. Bukan secara kebetulan pula kelompok VOH Jakarta berkunjung ke Gritma. Ini benar-benar rencana Tuhan yang di luar akal manusia.

Ada banyak lagi anak di luar sana yang perlu disentuh, dijamah hatinya dan dituntun ke dalam suasana ibadah kepada Tuhan. Beberapa dari mereka mungkin sedang menanti untuk diajak bergabung dalam Gita Gritma. Doakan agar Roh Kudus menuntun jiwa-jiwa tersebut untuk dibawa kepadaNya melalui pelayanan musik Gita Gritma.

BAIT Ministry Sumbang Pianika Untuk Gita Gritma Pianika

Terkesan dengan kiprah Gita Gritma yang menuntun anak-anak kepada peribadatan, BAIT Ministry dalam rapat tahunan 1 Desember 2013 memutuskan menambah bantuan kepada Gita Gritma dari semula Rp. 1,5 juta menjadi 3 juta rupiah. Penambahan dua kali lipat ini tentu saja tidak datang tanpa alasan. Alat-alat yang membutuhkan jamahan orang-orang ini diharapkan dapat membawa berlipat-lipat ganda anak-anak untuk dibawa kepada Yesus melalui permainan pianika.

“Ada banyak anak yang hanya menonton saat teman-temannya berlatih, karena mereka belum punya pianika,” ungkap ketua jemaat Gritma, Lucky Mangkey tentang antusiasme anak-anak di perumahan Gritma melihat kegiatan musik Gita Gritma. Menurutnya bantuan penambahan ini akan dapat mengisi kekosongan mereka-mereka itu. Tidak itu saja, penambahan personil juga akan semakin menambah bobot Gita Gritma ke depan.

Tim BAIT Ministry melalui Dewan Pembina dan Pengurus berharap agar bantuan alat-alat musik yang baru kelak digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan penginjilan bagi anak-anak sekitar. “Semoga bantuan ini boleh membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan,” harap Handry Sigar, pimpinan BAIT Ministry saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Gita Gritma, Leony Mangkey, disaksikan pimpinan lainnya.

“Penambahan dua puluh alat pianika sungguh sangat menggembirakan dan membahagiakan. Hal ini menunjukkan semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya penginjilan lewat pendidikan musik seperti ini. Namun begitu, tanggungjawab untuk membagikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan memang harus diusahakan semampu mungkin, demikian pula untuk mengajarkan mereka nanti. Biasanya anak yang mau, justru belum pernah tahu musik, jadi pasti butuh usaha keras dan pengorbanan. Namun, sebagai orang yang bergantung kepada Tuhan, rasanya tidak mungkin kekuatan serta hikmat tidak akan Ia anugerahkan kepada mereka yang meminta kepadaNya, apalagi semuanya ini adalah bagian dari pekerjaanNya,” ungkap Ellen Manueke, director Gita Gritma.

Ellen mengisahkan, bahwa selalu saja ada pihak-pihak yang datang membantu dirinya menggerakkan kegiatan musik Gita Gritma. Awalnya, kisahnya, ketika anggota Gita Gritma masih empat orang lalu bertambah dua kali lipat, dirinya dan keluarga masih leluasa memfasilitasi keperluan kelompok itu. Namun ketika anggota terus bertambah dan dirinya sudah tak mampu lagi, datanglah pribadi-pribadi yang bersedia membantu, baik membantu untuk mengakomodasi, memotivasi bahkan memfasilitasi hingga melatih. Dan kini, ada lagi bantuan peralatan dari BAIT Ministry. “Kami hanya mencoba menjalani saja pekerjaan penginjilan lewat kelompok musik pianika ini, selebihnya Tuhan yang akan menyediakan semua keperluan melalui orang-orang yang tak pernah diduga,” ungkapnya. Ditambahkannya pula bahwa kegiatan ini sudah menjadi perhatian Konfrens setempat dan dalam waktu dekat sudah diundang untuk mengadakan konser di kota Balikpapan.

Semakin banyak lidah memuji Tuhan, semakin nyaring suara yang pergi ke tahtaNya, karena semua hati disatukan di dalam doa kepada dan pujian kepadaNya. Doakan agar kiprah Gita Gritma akan bergema ke mana saja Dia menuntun kelompok ini untuk pergi dan kabarkan. It’s all for Him.

KKR Unik, Tuai Empat Jiwa di Tahun Keempat

KKR “Semua Karena Cinta” yang digelar GMAHK jemaat Gritma bekerjasama dengan BAIT Ministry dan Voice of Hope pada 24 hingga 30 November 2013 telah sukses digelar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KKR ini terbilang unik karena tidak saja disaksikan oleh penduduk perumahan di seputaran gereja, tetapi juga dapat dinikmati dari seluruh penjuru dunia. Tak kurang dari penonton di Kalimantan, Jawa, Filipina, Korea hingga Amerika turut menikmati acara yang dipancarkan langsung melalui TV BAIT langsung dari gedung gereja Gritma ini.

“Ini KKR yang istimewa, berbeda dengan acara-acara serupa. Dapat disaksikan tidak saja di lokasi penyelenggarakan tetapi juga di berbagai lokasi lainnya di dunia. Luar biasa,” demikian komentar salah seorang pengunjung dari Tobelo, Altin Lalamentik, minggu lalu.

Meski kehadiran pengunjung setiap malam belumlah membuat gereja Gritma penuh sesak, namun di malam terakhir dan di puncak acara badah Sabat, ruangan benar-benar penuh. Kursi tak dapat menampung jemaat yang hadir. “Hebat ,” ungkap Sjane Tanjung Tani, ketua jemaat Paaldua yang juga menjadi donator setia pembangunan gedung gereja Gritma, Sabtu (30/11). Bersama suami, Andre Tanjung, Sjane hadir bersama jemaat dan Koor Pemuda Jemaat Paaldua untuk mengisi nyanyian pujian di Sabat sore.

Memang, KKR ini terbilang unik. Selain penggarapannya yang disiarkan langsung, persiapan acaranya juga hanya melalui komunikasi cyber. Pembicara dan panitia, mulai dari Gritma hingga Bait Ministry mempersiapkan acara melalui komunikasi internet. Ketua Jemaat Gritma yang juga Ketua Panitia KKR, Lucky Mangkey sangat mengapresiasi kegiatan yang bisa dilangsungkan di jemaatnya. “KKR ini semakin menambah harum jemaat Gritma di tengah-tengah pemukiman Gritma,” ungkapnya.

KKR “SEMUA KARENA CINTA” Sukses Karena Kerjasama Semua Pihak
Redaksi BAIT

Manado [BAIT]. Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) “Semua Karena Cinta” yang digelar akhir November kemarin di gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh jemaat Gritma kelurahan Paniki Bawah kecamatan Mapanget kota Manado, kerjasama GMAHK Gritma dengan BAIT Ministry dan Voice of Hope telah berlangsung sukses. Meski beberapa halangan timbul sejak awal acara, namun rangkaian seri kebangunan rohani itu telah berlangsung sebagaimana yang direncanakan hingga ditutup di hotel Sutanraja kecamatan Kalawat Airmadidi Minahasa Utara.

Halangan yang paling terasa ketika pembawa ruang Saat Teduh yang dijadwalkan setiap malamnya, yaitu Pendeta Jantje Tumalun terkena musibah tertusuk paku, Minggu pagi (24/11). Tepat di saat KKR dimulai, pembicara Rabu malam tersebut harus dirawat darurat di UGC RSA Manado, di Teling. Di Rabu malam, selain pembicara berhalangan, halangan juga datang dari pembawa seminar, yakni Jimmy Pinangkaan yang tiba-tiba ditugaskan mendadak ke Jakarta. Meski demikian, kondisi tersebut sudah diantisipasi oleh panitia dengan menggantikan keduanya. Acarapun berlangsung dengan baik apalagi setelah kemunculan paduan Suara Voice of Hope di Rabu malam. Puncaknya berlangsung Sabtu sore hingga konser budaya VOH di malam hari.

Satu hal yang paling sering didoakan oleh Sie Doa jemaat Gritma dipimpin Lisa Sakul Tappy dan Joice Kumajas Ante yakni curah hujan yang lebat semoga tidak terjadi di saat KKR, menjadi kenyataan. Tidak semalampun hujan menghalangi kegiatan KKR. Hasilnya, suara dari dalam greja dapat didengar dengan jelas tidak saja di lokasi perumahan namun juga hingga ke pelosok dunia dengan siaran live streaming TV BAIT. Empat jiwa menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dalam KKR ini. Puji Tuhan.

Hari Pertama, Pembukaan
Pembukaan KKR dihadiri oleh Lurah Paniki Bawah, Trintje Amik didampingi perwakilan Danramil, Oldi Tuwaidan. Acara yang dimulai tepat pukul setengah delapan malam ini menampilkan pembawa Seminar Keluarga Handry Sigar, MBA dan pengkhotbah Pdt. Warouw T. Polii, MA, MEd.

Dalam sambutannya, Lurah Amik menyatakan apresiasi yang mendalam karena jemaat Gritma memelihara kerukunan di dalam lingkungan perumahan juga menjaga toleransi hubungan antar umat beragama dengan jemaat lain di sekitar perumahan.
Ketua Panitia, Lucky Mangkey, MKom dalam sambutannya mengatakan bahwa KKR dilangsungkan berdasarkan amanat Yesus Kristus yakni The Great Commission kepada seluruh pengikutnya untuk pergi dan kabarkan injil. KKR dilaksanakan murni dengan dana jemaat serta sumbangan sukarela dari penyumbang secara spontan. Adapun pelaksana acara bukan hanya jemaat Gritma namun juga Rukun Advent Gritma, yakni para penduduk anggota Gereja Advent yang tinggal di Gritma namun berjemaat di lain tempat dikarenakan tugas pelayanan; juga BAIT Ministry dan Voice of Hope dari Jakarta.

Mewakili Konfrens, Pdt. Ronny Neman menyatakan bahwa keberadaan manusia di atas dunia ini disebabkan Karena Cinta Allah kepada manusia. Ketika manusia jatuh dalam dosapun, Allah mengirimkan anakNya Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia, agar barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Acara yang dipandu Lorsye Polii Muntuan diikuti ruang persahabatan oleh Lisna Megawe berlangsung hingga pukul Sembilan tiga puluh malam. Terlihat hadir para tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Lingkungan X dan XI kelurahan Paniki Bawah kecamatan Mapanget Kota Manado. Turut hadir dan menyemarakkan acara, kelompok vocal Gema Pengharapan pimpinan Handry Sigar, Gita Gritma dan duet Narwastu.

Malam Kedua, Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga
Meski kehadiran pengunjung di malam kedua terbilang minim, namun semangat untuk membentangkan Firman Tuhan tetap menyala. Pengkhotbah Pdt. Ronny Neman, dengan semangat menguraikan betapa kejamnya akibat yang dibawa oleh dosa kepada dunia ini. Demikian pula pembawa seminar keluarga yang hadir lebih dulu, Jeinner Rawung, memberikan nuansa segar kepada pengunjung karena pemaparannya yang menarik tentang psikologi kejiwaan manusia. Acara yang dipandu MC Royke Kasenda tersebut diselingi dengan lagu-lagu pujian dari Gita Gritma.

Malam Ketiga, Berkorban Demi Cinta
Pengunjung di malam ketiga terlihat lebih banyak dari malam sebelumnya. Meski belum memenuhi ruangan, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh oleh karena siaran live streaming telah mulai lancar dipancarkan dari lokasi acara. Tampil sebagai pembawa seminar, Kontributor rubric Biblical dan Theological Bulletin BAIT, Pdt. Robert Siby, MDiv yang mengangkat tema “Bahasa Cinta”. Siby mengulas dengan rinci sinyal-sinyal cinta dari berbagai sudut, termasuk ungkapan cinta dalam keluarga dan untuk lawan jenis. Siby mengungkapkan tentang cinta agape merupakan cinta tanpa syarat. Pengkhotbah Pdt. Yotam Bindosano, MA yang juga Sekretaris Eksekutif GMAHK Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur mengangkat tema Berkorban Demi Cinta. Ayah dari RJ Bindosano itu memaparkan begitu besarnya kasih Allah kepada manusia yang hina sehingga Dia bersedia berkorban untuk mereka. Acara yang dipandu oleh Janice Losung tersebut berlangsung hingga tepat pukul 9 malam.

Malam Keempat, Tanda Cinta
Sebagaimana di KKR-KKR lainnya, pengunjung di hari Rabu malam terbilang mendekati malam pembukaan. Selain para tamu perumahan, hadirin juga datang dari jemaat sekitar, seperti Jemaat Griya Paniki Indah, Jemaat Perumnas, Jemaat Lapangan, Jemaat Tamara dan Jemaat Mapanget Barat. Pengkhotbah Pdt. Warouw Polii yang menggantikan Pdt. Jantje Tumalun mengurai tentang hukum Allah termasuk dalam hal makanan. Dikatakannya, penurutan akan hukum merupakan tanda cinta manusia kepada Allah. Sebelumnya, Pdt. Frans Sanger hadir membawakan seminar keluarga. Acara yang dipandu Keddy Malonda tersebut diawali dengan dua lagu istimewa secara berturut-turut oleh Voice of Hope sebelum mereka berpindah ke KKR Airmadidi dan kelompok vokal SD Advent Pandu dan berlangsung hingga pukul setengah sepuluh malam.

Malam Kelima, Menyongsong Mempelai Datang
Suasana di malam kelima lebih semarak dari biasanya, begitu paduan suara Voice of Hope Jakarta tiba dan menyanyi dari awal hingga akhir acara. Kelompok yang terdiri atas 29 orang itu memberikan nuansa yang berbeda selama acara dengan menyanyikan lagu-lagu mereka. Kelompok vocal dengan president Bobby Barus dan director Jeanie Tambunan Hutahaen serta pianis Patricia Silalahi malam itu menyanyikan sekitar lima buah lagu pujian. Keddy Malonda, Tim Kreatif BAIT membawakan materi seminar “Nebula Cinta” dan diikuti khotbah oleh Yance Pua, MBA, Bendahara BAIT Ministry yang datang jauh-jauh dari kota Balikpapan. Dalam pemaparannya, YP, panggilan akrabnya memberikan banyak data tentang fakta-fakta Alkitab menjelang kedatangan Yesus KEdua kali. Acarda yang bubar pukul setengah sepuluh malam itu dipandu dengan apik oleh Jeinner Rawung Togalami.

Malam Keenam, Janji Setia dan Panggilan
Malam keenam yang merupakan malam terakhir pelaksanaan KKR di gedung gereja terbilang dipenuhi pengunjung. Selain Voice of Hope, hadir juga membawakan pujian, VG SD Advent Pandu. Pengurus teras BAIT Ministry, Willy Wuisan memberikan materi seminar yang cukup padat dan menarik, tentang pola hidup yang seharusnya dihayati oleh umat-umat Tuhan. Meski terbilang pendek, namun materi yang dibawakan Pengkhotbah Pdt. Moldy Mambu yang juga pimpinan BAIT Ministry berhasil dituntaskan dengan Panggilan yang menghasilkan jiwa-jiwa untuk dibaptiskan. Puji Tuhan. Meski padat, namun acara malam terakhir yang dipandu kembali oleh Jeinner Rawung ini selesai tepat waktu.

Enam Tahun BAIT Ministry
Oleh Tim Bait

Kebaktian Kebangunan Rohani:
Dalam usia muda, bahkan terbilang belia Bait Ministry terus berkiprah dibelantara cyber menyebarkan informasi Kristiani kepada semua pembaca diseluruh dunia. Perayaan ulang tahun keenam yang dipusatkan di kota Manado mengikuti tata cara perayaan tahun sebelumnya. Sejak ulang tahun pertama yang diselenggarakan di Mega Mendung, Bogor Jawa Barat yang ketika itu beracara dan membantu Panti Jompo demikian pula perayaan ulang tahun ini. Perayaan kali ini dipusatkan di Jemaat GRITMA, Manado dalam suatu program KKR dan BAIT Peduli. Gritma sendiri adalah singkatan dari Garam Rica Ikan Tempat Masak untuk Allah yang mengartikan berbagai strata serta etnik masyarakat bertama menjadi enak didalam Tuhan. Jemaat ini berlokasi di dekat Airport Sam Ratulangi, Manado.

Program selama satu minggu 23-30 November 2013 merupakan paduan dari acara Kebaktian Kebangunan Rohani, Pelayanan Masyarakat dan diakhiri dengan acara Puncak Hari Ulang Tahun Bait Ministry pada hari minggu tanggal 1 December 2013.

Acara Kebaktian Kebangunan Rohani mengambil tajuk “Semua Karena Cinta” diselenggarakan di Jemaat Gritma yang sangat aktip dari malam ke malam. Sebagai pembicara KKR adalah Pdt. Warouw Polii MA, Pdt. Ronny Neman MA, Pdt. Dr. Mody R Mambu, Ev. Yunita Wuisan MBA, Ev. Yance Pua MBA dan Pdt. Dr. Tumalun. Sepanjang satu minggu itu diadakan juga acara Seminar Keluarga, Musik dan Ekonomi dengan pembicara Mr. Willy Wuisan MBA, Mrs. Ellen Egy Manueke MSc. Mr. Handry Sigar, Mr. Jeinner Rawung SPsy, Mr. Lucky Mangkey MCom, Pdt. Roby Siby Mdiv. dan Dr. Frans Sanger.

Acara Sabat 30 Nopember di Sutan Raja Hotel

Sebagai acara puncak KKR, kebaktian Sabat diselenggarakan di Hotel Sutan Raja, Kolongan Manado dihadiri oleh umumnya orang muda dari berbagai Jemaat di Manado dan Minahasa Utara. Nampak Rektor Unklab Pdt. Dr. Tommy Mambu dan Pdt. Herry Sutomo MA, ketua Distrik Maluku Utara dan Bitung. Disamping itu nampak tamu-tamu dari Balikpapan seperti Ev. Yanche Pua, Ms. Meilin Langi Kahekung sedangkan dari Jakarta nampak Ms. Janet Sepang, Kel. Willy Wuisan.

Pengkhotbah Ev. Yunita Wuisan menyampaikan khotbah yang sangat berkesan dan memberikan inspirasi kepada seluruh hadirin mengenai tempat yang disediakan Tuhan untuk kita semua di Surga. Tidak ada rumah didunia yang dapat menyaingi rumah kita Di Surga. Walaupun San Diego Hills begitu mewah, namun bangunan kuburan ini tidak dapat memberi jaminan bahwa ketika Tuhan datang akan diselamatkan. Itu sebabnya, bersedialah.

Pesta Lagu pada Sabat Sore
Hari Sabat Sore berbagai lagu merdu diperdengarkan oleh penyanyi kesayangan kalangan GMAHK di Sulawesi utara.

Para penyanyi yang muncul adalah The Serve Him VG, Solo dari Pdt. Eddy Kumayas, Solo dari Mr. Jeinner Rawung, Kwartet dari Jordan, Koor Pemuda advent Paal Dua, Koor SMA Labor Unklab, Instrumentalia dari The Sibi’s, Koor dari Alumnus Fekon dan Raja instrumen yang dibawakan oleh Mr. Paulus Heydemans yang memainkan 5 Instrument dalam sekali penampilan.

Voice of Hope Jakarta
Sejak KKR yang berlangsung di Gritma, koor Voice of Hope membuat hadirin terkesima dengan lagu-lagu yang luar biasa. Penampilan prima koor VOH memberi rasa damai kepada seluruh pengunjung KKR. Pada acara Sabat sore di Hotel Sutan Raja, koor VOH menyampaikan lagu-lagi istimewa termasuk lagu Haleluya Chorus. Grup ini pula setelah tutup Sabat mementaskan drama lagu yang sangat berkesan mengenai Jalan Salib Yesus Kristus dan ditutup denan bagian kedua berupa lagu-lagu daerah yang amat memukau. “Memang mantap ini koor dari Ibu kota Jakarta” kata para hadirin.

Tidak heran karena para anggota koor ini adalah alumnus penyanyi dari Indonesian Coral Manila, Voice of Indonesia Manila, Fekon Choir Unklab dan Unai Choir. Nampak puas pimpinan Voice of Hope Ms. Jennie Tambunan.

HUT BAIT ke 6
Rangkaian acara HUT Bait ditutup pada hari minggu dalam sebuah acara khusus yang diadakan di rumah kediaman Pemimpin Umum Buletin Bait Mr. Handry Sigar, Kanaan Airmadidi. Disaat itu pengurus Bait dilengkapkan dan disempurnakan.
Juga telah diserahkan sumbangan Komputer kepada SMP Pandu dan bantuan 15 alat Musik kepada Pemuda Advent Gritma. Disamping itu telah menyerahkan sumbangan sebuah sepeda motor dan sejumlah uang kepada salah satu anggota Bait Ministry yang memerlukannya. Tahun depan direncanakan peluncuran resmi secara legal TV BAIT yang akan mengudara secara online.

REAL CAMP, KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI DAN
HARI ULANG TAHUN JEMAAT PIONEER TIMIKA YANG KE 27
Dilaporkan oleh Ketua Jemaat Pioneer Timika Sdr. Maxy Manueke.
GMAHK Jemaat Pioneer Timika adalah Jemaat yang pertama di Timika, diorganisir pada Tanggal 22 November 1986 dan sampai berita ini ditulis sudah ada 14 Jemaat di Wilayah Timika dalam kurun waktu 27 tahun. Hampir bersamaan dengan Gereja Khatolik (Tiga Raja), Gereja Ebenhaezer (GKI) dan Gereja Kingmi (Kemah Injil) juga sudah ada. Gereja Advent Pioneer letaknya sangat dekat dengan Pusat Kota dan + 2 km jarak menuju Aiport Internasional Mosez Kilangin Timika, walaupun status bandara tersebut adalah milik Perusahaan terbesar di Indonesia yaitu PT. Freeport Indonesia, tapi lajunya perkembangan di Timika sebagian besar harus melalui Bandara Mozes Kilangin.

Walaupun masih dalam proses membangun, tetapi semangat melayani lewat persatuan yang sangat kental sehingga semua anggota jemaat dari orang tua sampai anak-anak terlihat begitu akrab didalam menunjang pekerjaan Tuhan. Sampai saat ini Jemaat Pioneer Timika secara keseluruhan beranggotakan + 350 orang

Mengakhiri Tahun Pelayanan 2013 Jemaat Pioneer Timika melaksanakan 3 acara berturut-turut di bulan November ini.

1. Tanggal 15 – 17 November 2013, Pathfinder Pioneer Timika dengan nama clubnya Gold Eagle mengadakan acara Real Camp di Bumi Perkemahan LANAL – LANUD Timika. Para peserta terbagi dalam 2 bagian.
1. Yang mengambil Baret sebanyak 14 orang
2. Yang mengambil Wing sebanyak 14 orang.
Totalnya ada 28 peserta belum termasuk Pembina dan Instruktur. Diseputar lokasi perkemahan, ada juga perkemahan dari Pramuka SAKA BAHARI (dari pemerintah), yang dipimpin oleh Sdr. Herson Mandiri(Anggota Jemaat Pioneer Timika yang juga adalah anggota kesatuan angkatan laut di Timika). Di dalam pelaksanaan kegiatan, keamanannya di bantu oleh beberapa anggota Angkatan Laut.

Menurut kesaksian dari salah satu peserta Real Camp, mengatakan bahwa kami berkemah tidak pakai tenda, cuma pakai Ponco. Jadi setiap peserta membawa Ponco masing-masing. Makanan sayur-sayuran dicari dalam hutan kalaupun mau masak nasi 1 genggam beras dimasak dan dimakan bersama 5-7 orang. Lalu seorang anggota keamanan berkomentar: “Ini baru berkemah, tidak seperti kebiasaan yang lain, bawah kasur, bantal, koper dan peralatan masak-memasak lainnya.”

Tapi kesemuanya ini tidak menyurutkan semangat dari Anak-anak kita. Mereka punya tekat maju terus pantang menyerah.

Acara ini sudah 2 kali dilaksanakan selama tahun 2013, yang pertama dilokasi perkemahan Kebun Eden, Mile 32. Acara penutupan real camp Gold Eagle 2013 dihalaman Gereja Pioneer dengan komandan Upacara MG. Ronald Kussoy.

Dan acara pemberian baret dan wing dilaksanakan dalam gereja sesudah makan siang, banyak kesan-kesan yang mereka dapat dari acara Real Camp ini karena sebagian pesertanya baru duduk di kelas 4 SD.

Mudah-mudahan kegiatan seperti ini atau kegiatan-kegiatan sejenisnya akan terus dilaksanakan di waktu mendatang, untuk melatih anak-anak kita menjadi pemimpin hari ini dan pemimpin hari esok.

2. Malam harinya pada hari Minggu 17 November 2013, setelah penutupan Acara Real Camp, Acara kebakitan kebangunan Rohani (KKR) dimulai. KKR yang berthemakan: “Dia Datang Segera” dengan pembicara tunggal adalah: Pdt. Frangki Ratulangi, sebagai Pendeta Jemaat Pioneer Timika dimulai dari tanggal 17 – 23 November 2013.
3.
Sesuai dengan keputusan Majelis Jemaat bahwa: Susunan kepanitiaannya diserahkan ke Departemen Pemuda Advent. Dan dari rapat Pemuda maka terpililah Ketua Panitia: Sdr. Rizel Legoh. Dalam sambutannya pada malam pertama KKR, dia menekankan bagaimana pentingnya hubungan vertikal dan horisontal atau hubungan sesama anggota dan hubungan kita dengan Tuhan harus lebih kuat dan lebih erat, dan melalui KKR ini hubungan itu akan semakin kuat.

Satu hal yang sangat unik yang dilakukan oleh panitia yaitu setiap malam seminggu sebelum KKR dimulai, pada jam 7 Malam, semua orang-orang muda datang berdoa digereja. Dan terbukti setiap malam sepanjang KKR berlangsung, tidak pernah hujan. Lebih daripada itu hasil akhir dari pada KKR setelah malam Panggilan dua Jiwa telah mengambil keputusan untuk mengikut Yesus. Sabat, 23 November 2013 acara baptisan dilaksanakan dikolam renang belakang Jamsostek. Yang dibabtiskan pertama Sdr. Rio Seroy dan Sdri. Anita Moniaga keduanya adalah suami istri, semoga kedua jiwa yang baru dibaptiskan tetap bertahan dalam imannya selagi menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali.

4. Hut Jemaat Pioneer Timika jatuh pada hari Jumat 22 November 2013 tapi perayaannya dilaksanakan pada hari sabat 23 november 2013 dan puncaknya hari minggu 24 november 2013 dengan tema ‘BERSATU UNTUK MELAYANI’

Ibadah sabat dikemas sedemikian rupa tetapi tidak mengurangi penyembahan kita kepada Tuhan, seluruh anggota jemaat dan orang tua sampai anak-anak bahkan para tamu dan undangan lainnya hadir pada acara ibadah.
Sebelum acara khotbah dimulai diselingi dengan pemasangan lilin dan pemotongan kue ulang tahun, dalam khotbahnya Pdt. Frangki Ratulangi menekankan dua hal:
1. Persatuan: ketika ada persatuan disana ada kekuatan, dan kemenangan.
2. Selagi kita menantikan Tuhan datang mari kita bersatu untuk melayani Tuhan sehingga banyak jiwa yang diselamatkan.

Acara sorenya dibuat acara yang menarik ialah tanya jawab kepada keluaraga umat Tuhan yang menjadi pioneer-pioner jemaat Timika antara lain keluarga Lintuuran-Pojoh, Keluarga Pangemanan- Chiaw, dan keluarga Motang Liud.

Puncak perayaan HUT yang Ke 27 diadakan pada Minggu, 24 november 2013 dengan berbagai acara yang telah disiapkan panitia:
1. Lari kelereng
2. Lomba makan kerupuk
3. Bola kami mini
4. Lari karung
5. Lomba lari jepit balon
6. Lomba minum air mineral
7. Lomba mengendarai sepeda lambat
8. Lomba mengendarai motor lambat
9. Mis pioneer
10. Door Price

Tepat pukul 13.00 WIT. Semua permainan/kegiatan dihentikan sementara waktunya untuk makan. Panitia dan seluruh keluarga umat Tuhan sudah menyiapkan menu spesial untuk santap siang bersama. Sesudah makan, kegitan kembali dimulai dan yang paling menarik perhatian adalah Miss Pioneer dengan pesertanya semua pria. Dari anak-anak sampai orang dewasa bahkan sampai pada Oma dan Opa semuanya tertawa sampai mengeluarkan air mata. Bahkan ada satu ibu yang hampir pingsan, bahkan sampai wartawan lokal “SALAM PAPUA” yang meliput acara ini tertawa terbahak-bahak. Sebagai pemenang Miss Pioneer ialah Findy Pungus, dan pemenang kedua Mujiono Markus.

Ditengah-tengah acara lomba ada pemberian bantuan kepada para janda dan duda, ini semuanya menandakan kepedulian Jemaat kepada mereka.

Acara yang paling terakhir adalah door price, menurut MC. Ibu Elitha Kosasih Manueke untuk mendapatkan hadiah ini, seluruh anggota jemaat yang punya HP supaya dicek di HP masing-masing, bagi siapa yang punya pulsa paling sedikit akan mendapatkan hadiah door price 1 set blender akhirnya ada seorang anak bernama Patricia Sumual dengan total pulsa Rp. 2.

Dengan bertambahnya usia Jemaat Pioneer yang ke 27, Jemaat dapat terus memperkokoh iman percaya dan persaudaraan satu dengan yang lain, dan terus terlibat dengan masalah kemasyarakatan dalam kepedulian terhadap pengentasan kemiskinan, penghentian miras, yang mengganggu lingkungan serta hal-hal yang lain yang mengarah kepada kriminalitas agar Timika yang kita cintai menjadi daerah yang aman, agar semua orang yang datang akan menjadi rukun damai. Demikian yang sampaikan oleh salah satu pendiri Gereja Advent Pioneer Timika Sdr. Lexy Lintuuran.

Mengakhiri semua rangkaian kegiatan ketua panitia Sdr. Ronald Kussoy menekankan tidak ada gading yang tidak ada retaknya artinya tidak ada manusia yang sempurna, banyak kekurangan dalam pelaksanaan acara ini tapi initinya biarlah persatuan dan kesatuan tetap kita jalani sesuai dengan tema tahun ini “Bersatu Untuk Melayani” sampai Tuhan datang.

Pelayanan Jemaat Tombatu 3 di Boltim
Dilaporkan oleh Beverly Runturambi BAIT-Balikpapan

Sabat, 30 November 2013 tepat pukul 04.30 Wita sekitar 50 orang anggota jemaat Tombatu 3 yang terdiri dari anak kecil sampai orang tua berangkat menuju derah kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang merupakan pemekaran dari kabupaten Bolaang Mongondow. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2.5 jam akhirnya rombonganpun tiba di jemaat Padang Baru Boltim.

Setelah melakukan persiapan, acara kebaktian dimulai dengan kebaktian rumah tangga yang dipimpin oleh Sdr. Douglas Munaisehe lalu dilanjutkan dengan acara sekolah sabat yang dipimpin oleh Sdr. Aris Tumewan. Suasana ketika berada di dalam gereja yang masih sementara dibangun ini memang didominasi oleh anggota jemaat Tombatu 3, karena jemaat Padang Baru sendiri hanya memiliki kurang lebih lima keluarga namun begitu saat ini mereka sedang membangun gereja yang besar dengan harapan gereja itu nanti akan dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang mau diselamatkan.

Koor Jemaat dan VG. Tombatu 3 membawakan lagu pujian untuk Tuhan. Khotbah siang itu dibawakan oleh Sdr. Hein Runturambi ketua jemaat Tombatu 3 dengan judul “Hati yang disucikan” dengan mengambil ayat dalam Filipi 2:5.

Acara sabat sore dipimpin oleh Pdt. F. Tumbal gembala jemaat Tombatu dimulai dengan nasihat rumah tangga dan anak dilanjutkan dengan fragmen yang diperankan oleh Ibu Eflin Arikalang, Ibu Meylan Mosey dan ibu2 Bakti Wanita Advent lainnya. Tidak ketinggalan Pria Advent juga membawakan fragmen tentang anak yang hilang yang diperankan oleh Sdr. Denny Wawo dkk. Acarapun lalu ditutup dengan renungan tutup sabat yang dibawakan oleh Sdr. Aris Sucipto ketua jemaat Tombatu 3.

Sebelum pulang, jemaat Tombatu 3 kembali dilayani oleh jemaat Padang Baru lewat jamuan kasih dirumah ketua jemaat Sdr. Poneke. Dan sekitar pukul 8 malam, rombonganpun akhirnya meninggalkan Padang Baru. Semoga pelayanan ini menjadi berkat bagi sesama anggota jemaat dan kemuliaan bagi nama Tuhan.

EV BILLY KUMOLONTANG MENGUNJUNGI FISDAC
Oleh: Jufrie Wantah, BAIT USA

Ketika almahum Pdt. Johnnie Kohdong, pendeta pertama FISDAC masih hidup, almarhum pernah mengundang Ev. Billy Kumolontang untuk berkhotbah di FISDAC, peristiwa tersebut terjadi kira-kira 10 tahun yang lampau, namun niat tersebut tak dapat diwujudkan karna satu dan lain hal. Kali ini kedatangan Ev. Billy Kumolontang bersama isteri tercinta Fionne Kumolontang walaupun hanya memberikan dorongan dalam acara Personal Ministry telah memenuhi kerinduan FISDAC. Dengan dijemput oleh Elder Charles Dien , beliau beserta isteri boleh datang ke FISDAC pada Sabat (30/11), walaupun kedua anak beliau Andri dan Charlene lebih senang bersabat di New York City. Bagi penulis Ev. Billy Kumolontang selain sama-sama alumni Unklab, juga penulis kenal dekat dengan kedua orang tua beliau, ayahnya almahum Butje Kumolontang adalah mantan ketua (elder) di Taman Harapan dan boleh dikata salah satu pendiri GMAHK Taman Harapan, Jakarta dan penulis pernah menjadi anggota gereja ini.

Diskusi sekolah sabat dengan tajuk “The Pre-Advent Judgment” dipersatukan oleh Dr. Steven Rantung, PhD, dan dilanjutkan dengan Personal Ministry oleh Ev. Billy Kumolontang. Pemilik (owner) Manado International School antara lain mengatakan bahwa kita sebagai umat-Nya mempunyai komitmen untuk melakukan amanat agung Yesus merujuk pada Matius 28:19,20. Beliau menceritakan tentang pemilik penginapan yang menutup penginapannya karena pelayan pekerjaan Tuhan, namun Tuhan memberikan tamu orang asing yang dapat menutupi kerugian karna melayani pekerjaan Tuhan. Supaya menjadi berkat gantinya kutuk, Ev. Billy Kumolontang yang juga membantu pembangunan Rumah Sakit Advent (RSA) Manado menghimbau agar kita mengutamakan Tuhan.

Khotbah dibawakan oleh Pdt. Hiskia Missah, DMin, dengan judul “Jalan Bersama Allah” dan Children’s Homily oleh Ellen Missah, PhD. Lagu-lagu pilihan dipersembahkan duet panampilan perdana dari Tiffany (suling) dan Timothy (piano) serta tamu berupa paduan suara Gema Sangkakala dari Manado, Indonesia. Pada petang harinya Pdt. Hiskia Missah, DMin, melanjutkan seminar sesudah makan bersama dengan topik “Glossolalia.” Malam sebelumnya beliau juga berbicara pada acara vesper di hadapan orang muda. Nampak hadir tamu seperti Drg. Patricia Rampangilei, isteri dari Willem Rampangilei, Deputi Menko Kesrah, Indonesia beserta ibunya Christine Paago.

Leave a Reply