Edisi Khusus KKR Badai Pasti Berlalu, 5 Okt 13

October 4, 2013 - Buletin Bait

KKR “YESUS BERKATA: IKUTLAH AKU”

A. PENDAHULUAN
Pada era millennium baru ini, dunia dihadapkan kepada suatu tatanan kehidupan masyarakat yang cepat berubah. Pergeseran nilai-nilai moral dan budaya tak lepas dari pengaruh perkembangan IPTEK(Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan media Informasi lewat media massa dan elektronik melalui radio-televisi dan akses internet serta kemajuan cara berkomunikasi secara mudah lewat telepon selluler berupa panggilan telpon, sms, mms, chating dan browsing lewat internet, lewat akun fb dan twitter, baik secara domestik maupunsecara internasional. Sehingga dengan kemajuan ini terus berdampak pada tingkatan dancara berpikir serta ruang lingkup pergaulan sosial yang mempengaruhi dan merobah nilai-nilai moral dan budaya masyarakat. Akibat negatif karena penggunaan yang salah terhadap akses informasi lewat media massa dan media elektronika serta internet di dalam bidang telekomunikasi yang menggunakan jasa satelit ini adalah telah timbulnya berbagai macam krisis moral dalam rumah tangga dan pergaulan remaja dan orang-orang mudayang merupakan unit terkecil di dalam tatanan masyarakat di suatu bangsa. Krisis dapat menyerang sendi-sendi kehidupan tidak pandang bulu, bangsa kita Indonesia karena akses informasi yang tak terkendali dari media internet yang menyulut dan memprovokasi beberapa orang untuk melakukan berbagai macam tindakan anarkis dan kejahatan.Di sisi lain dampak kemajuan di bidang akses internet ini telah melanda berbagai bidang termasuk termasuk timbulnyakejahatan terhadap keuangan negara dan pembobolan dana nasabah di bidang perbankan. Bahkan timbulnya tindak pidana korupsi di kalangan para pelaku dan penyelenggara negara yang mana tidak pandang bulu sedang memerosotkan kehidupan moral bangsa.
Memang bagi beberapa orang bahwa tindakan-tindakan itu adalah tindakan yang wajar, hal yang biasa dan tidak memalukan bagi berbagai kalangan dan strata, jabatan termasuk pejabat hukum negara ini. Sementara itu segala bencana alam berupa tanah longsor, banjir, gempa bumi serta tsunami serta peperangan di berbagai belahan dunia telah menjadi pemandangan yang lazim bagi penduduk dunia padahal hal-hal itu menjadi pertanda awas dan amaran bagi semua orang bahwa dunia ini sudah tua dan riwayatnya tidak lama lagi akan tamat.
Kehidupan Kristen pada prinsipnya mendorong manusia untuk memperbaiki tatanan dan kondisi moral dunia.Keberadaan dunia pada dasarnya tidak jahat karena diciptakan Tuhan.Tetapi dunia ciptaan Tuhan yang baik ini telah dinodai dosa.Namun demikian ciptaan-Nya itu masih berharga dan perlu diperbaiki. Dunia yang terus-menerus dilanda berbagai badai krisis multi dimensi ini sepertinya akan terus menjadi pemandangan yang lumrah bagi penduduk dunia yang sedang sekarat ini. Untuk itu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh lewat Panitia Pelaksana Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Jemaat Nanasi Pioneer, Nanasi Timur dan Poigar Minahasa Selatan dengan Tema “Yesus Berkata: Ikutlah Aku”telah mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani yang telah berlangsung pada tanggal 16 -22 Juni 2012 di gedung balai desa Nanasi Timur, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondouw.
Dengan ini maka melalui pelaksanaan KKR ini maka Panitia KKR “Yesus Berkata: Ikutlah Aku”ini telah berusaha memberikan penghiburan, dorongan dan nasihat-nasihat firman Tuhan kepada para pengunjung dan p-pendengar di acara KKR melalui pembicaraanberupa khotbah Firman Allah dan penyampaian seminar kesehatan dan rumah tangga yakni Pdt. Marthinus Roring, MPH, M. Min dan Mrs. Roring-Mendeuntuk memberikan satu informasi, masukan, nasihat, perbaikan serta saran-saran dan ajakan tentang Firman Tuhan, Kesehatan dan Rumah Tangga kepada masyarakat desa Nanasi Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan KKR tersebut dan warga masyarakat Nanasi dan sekitarnya beserta segenap warga jemaat MAHK tiga jemaat yakni Nanasi Pioneer, Nanasi Timur dan Poigar Minahasa beserta undangan dari jemaat-jemaat Wilayah Ongkaw-Boyong Pante serta yang ada di wilayah Wineru dan Gogaluman Tiberias agar lebih bersungguh-sungguh menciptakan satu tatanan, gaya hidup kesehatan dan perkembangan nilai-nilai moral di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan pertumbuhan iman dan kerohanian anggota-anggota jemaat di tiga jemaat ini agar menghidupkan Firman Tuhan lebih bersungguh-sungguh dan bermartabat. Sehingga pada gilirannya kehidupan warga masyarakat dan warga jemaat ini akan lebih sesuai dengan kehendak Allah pada era millennium baru ini dengan suatu penghargaan, jaminan kekuatan, penghiburan kasih sayang dan kuasa dari Kristus yang dinyatakan dalam Amanat Agungnya, “Aku menyertai kamu sampai kesudahan zaman” (Matius 28:20b).

1. Dasar Firman Tuhan Untuk Kegiatan KKR Tiga Jemaat
a. Injil Matius 5:16
“ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan semua orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
• Amanat Agung Tuhan Yesus ini merupakan tugas utama Gereja (orang yang percaya ) yang hadir di tengah-tengah dunia untuk menjadikan terang yang dimilikinya bercahaya di depan semua orang melalui KKR.

b. Injil Matius 25:35, 36
“ Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian;ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”
• Amanat ini merupakan tugas yang harus diemban untuk membangun, memelihara persekutuan dalam kesaksian dan pelayanan serta menyaksikan Injil yang menyentuh seluruh totalitas kehidupan, melayani dengan persembahan yang nyata dalam berbagai bentuk pelayanan.

c. Injil Matius 28: 18-20
“ KepadaKu telah diberikan kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
• Amanat ini juga membawa implikasi bahwa orang-orang Kristen pada generasi ini bertanggung jawab terhadap orang segenerasinya agar mendapat kesempatan mendengar Injil Tuhan Yesus Kristus.

d. Injil Markus 16:15
“Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk’”
• Amanat ini bahkan memerintahkan semua orang percaya agar pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil ke segala makhluk. Kata keterangan tempat “seluruh dunia” di dalam konteks tempat pemberitaan Injil secara lokal adalah di tempat di mana kita berada.

e. 2 Timotius 4:2, 3
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.”Perintah dari rasul Paulus kepada Timotius ini adalah juga perintah yang mendesak kepada setiap orang percaya untuk memberitakan firman Allah selagi orang masih suka menerima ajaran sehat. Setiap orang percaya yang terpanggil untuk memberitakan firman Tuhan ini adalah sau kewajaran dan keniscayaan sebagai satu panggilan moral untuk menasihati dan menegor dengan firman Tuhan segenap warga masyarakat, warga gereja bahkan setiap manusia ciptaan Tuhan untuk menghidupkan satu kehidupan bermoral yang sesuai dengan kehendak Allah.

2. Rencana Pelaksanaan dan Pembentukan Panitia KKR
Rencana Pelaksanaan KKR.Kegiatan KKR adalah salah satu program rutin dari tiga jemaat yang dilayani oleh hamba Tuhan, Pdt. Kalvein R. Mongkau, S.Ag. Rencana awal tahun dari pendeta ini adalah bahwa akan ada KKR di bulan Juni 2013 yang akan mendatangkan pembicara yakni bapak Ev.Ir. Tjak Latumahina, tetapi tiga jemaat yang dilayani oleh hamba Tuhan ini belum mendapatkan kepastian tanggal pelaksanaan KKR dari pembicara dari kaum yang lagi naik daun ini, tiba-tiba hanya berselang dua harid sebelum bapak yang punya karunia khusus dari Tuhan untuk mengadakan KKR di mana-mana saat ini menelpon pendeta Kalvein Mongkau, maka pada hari Sabat pagi, yakni tanggal 18 Mei 2013, pendeta yang sedang penasaran menantikan kepastian tanggal KKR bulan Juni ini, tiba-tiba mendapatkan telpon dari salah seorang staf konfrens Minahasa yakni Pdt. Marthinus Roring, M.Min, MPH selaku direktur Kesehatan GMAHK Daerah Konfrens Minahasa dengan pembicaraan menawarkan KKR di Nanasi yang akan dibiayai oleh kantor Uni Konfrens Indonesia Timuratas permintaan dari Global Outreach Fellowship dari Loma Linda, California di bawah koordinator, Dr. Daniel Inyo dan istri dari Amerika Serikat.. Entah bagaimana maka Pendeta Kalvein Mongkau langsung menyetujui tawaran dari hamba Tuhan, pendeta Marthinus Roring dimana Sabat itu dia langsung menentukan tanggal KKR yakni tanggal 16-22 Juni 2013 dan akan dipusatkan di balai desa Nanasi Timur. Dua hari kemudian maka bapak Ir. Tjak Latumahina menelpon pendeta Kalvein Mongkau, dan menyampaikan rencananya untuk menunda rencana KKR di Nanasi yang sebelumnya dia rencanakan akan dipaketkan dengan KKR di Toraja di sekitar liburan bulan Juni dimana direncanakan anak-anak beliau akan hadir juga di KKR itu yakni Christofer dan Griselda Latumahina. Namun, harapan sebelumnya dari tiga jemaat bahwa KKR pak Tjak Latumahina akan dibuat di bulan Juni ternyata tidak jadi sebab pada hari Senin pagi sekitar jam 11 bapak Tjak Latumahina akhirnya memutuskan untuk memindahkan KKRnya ke bulan Agustus di Nanasi. Sehingga saat itu keputusan dari beliau menjadi dilematis bagi pendeta Kalvein Mongkau karena sudah ada lagi tawaran KKR dari pendeta Roring di bulan Juni. Hamba Tuhan ini akhirnya berdoa dan puasa pada Sabat berikutnya yakni tanggal 25 Mei dan memutuskan untuk tetap menerima tawaran KKR dari pendeta Marthinus Roring di balai desa Nanasi Timur dari lorong jalan pasar kel arah sebelah Timur Jl. Trans Sulawesi dan tetap menerima keputusan KKR bulan Agustus dari bapak Ir. Tjak Latumahina dan diatur akan dilaksanakan di balai desa Nanasi Induk di dekat lapangan dekat lapangan sebelah kanan Jl. Trans Sulawesi.
Kegiatan KKR adalah salah satu program rutin dari tiga jemaat yang dilayani oleh hamba Tuhan, Pdt. Kalvein R. Mongkau, S.Ag. Adapun rencana pelaksanaan KKR ini sudah tercetus pada awal tahun 2013 dengan harapan ini akan menuai jiwa-jiwa yang sudah digembleng di dalam kegiatan penginjilan perorangan oleh pendeta jemaat dan anggota-anggota jemaat secara perorangan (kegiatan ground work). Rencana ini sempat tertunda beberapa bulan karena ketiga jemaat ini (Nanasi Pioneer, Nanasi Timur dan Poigar Minahasa Selatan) sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan di jemaat masing-masing. Jemaat Nanasi Pioneer sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan Pastori dan Lambsheter, jemaat Nanasi Timur sedang memasang atap gereja, jemaat Poigar Minahasa sedang memasang dinding-tembok gereja sehingga sebagian dana dalam kas jemaat tersedot ke dalam pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

Pembentukan Panitia KKR. Adapun rencana pelaksanaan KKR bulan Juni ini sudah tercetus di rapat majelis dari dua jemaat (jemaat Nanasi Pioneer dan Nanasi Timur) pada awal tahun yang mana ketika itu keputusan KKR akan dibuat pada bulan Juni 2013, dengan harapan KKR itu akan menuai jiwa-jiwa yang sudah digembleng di dalam kegiatan penginjilan perorangan oleh pendeta jemaat dan anggota-anggota jemaat secara perorangan (kegiatan ground work). Berhubung jemaat Poigar Minahasa nanti ditambahkan kepada pelayanan Pdt. Kalvein Mongkau pada akhir bulan Februari 2013 maka jemaat ini akhirnya dilibatkan juga dalam susunan kepanitiaan. Rencana pembentukan panitia KKR ini sempat tertunda beberapa bulan karena ketiga jemaat ini (Nanasi Pioneer, Nanasi Timur dan Poigar Minahasa Selatan) sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan di jemaat masing-masing. Jemaat Nanasi Pioneer sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan Pastori dan Lambshetdarer, jemaat Nanasi Timur sedang memasang atap gereja, jemaat Poigar Minahasa sedang memasang dinding-tembok gereja sehingga sebagian dana dalam kas jemaat tersedot ke dalam pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

Untuk itu oleh karena rencana kegiatan KKR ini memerlukan topangan dana maka sebagai gembala jemaat di tiga jemaat ini, hamba Tuhan, Pdt. Kalvein Mongkau sudah berusaha menghubungi pembicara dari luar daerah yakni bapak Ir. Tjak Latumahina, sebagai pembicara dari kaum awam asal Makassar, Sulawesi Selatan dan beliau setuju KKR akan dilaksanakan pada bulan Juni. Tetapi, seiring berjalannya waktu, rencana dari bapak Tjak Latumahina ini tiba-tiba ia tunda ke beberapa bulan sesudah bulan Juni. Pada kesempatan ini, hamba Tuhan, Pdt. Marthinus Roring menelepon pendeta Kalvein Mongkau untuk menawarkan diri untuk mengadakan KKR di Nanasi, maka tawaran ini langsung direspon dengan catatan pendeta Marthinus Roring, MPH, M. Min menghubungi donatur untuk mendanai KKR ini karena jemaat-jemaat yang sedang dilayani pendeta Kalvein Mongkau belum memiliki dana yang cukup. Tiba-tiba pada tanggal 7 Mei 2013 yang lalu, Pdt. Kalvein Mongkau turut diundang untuk hadir pada rapat dengan beberapa pendeta wilayah dan officers GMAHK Konfrens Minahasa yang dilaksanakan di Tomohon untuk membahas rencana pelaksanaan KKR Lima Titik di Konfrens Minahasa yang didanai oleh akan berlangsung tanggal 15 sampai dengan 21 September 2013 dengan rencana Tema: “Knowing God”yang akan disponsori oleh Global Outreach Fellowship dari Loma Linda, California di bawah koordinator, Dr. Daniel Inyo dan istri dari Amerika Serikat. Dalam rapat itu sudah dibahasrencana dan kesiapan dari para pendeta wilayah dan offficers GMAHK Konfrens Minahasa untuk menyambut KKR lima titik pada bulan September nanti. Tetapi dalam rapat itu tadinya Wilayah Nanasi akan mendapatkan 1 titik KKR dari Global Outreach Fellowship tersebut tetapi sang pembicara, pendeta DR. J. Sangari yang sebenarnya akan berkhotbah di KKR Nanasi 15-21 September 2013 nanti telah merelokasi kegiatan khotbahnya ke tempat lain yakni di kecamatan Belang, dekat tempat tinggal asalnya yakni desa Ratatotok.
Untuk itu setelah tatap muka tanggal 7 Mei 2013 antara para pendeta, officers GMAHK Konfrens Minahasa dan Dr. Daniel Inyo dan istri dari Amerika Serikat yang diadakan di kantor Konfrens Tomohon itu berakhir maka pendeta Marthinus Roring, MPH, M. Min dan Pdt. Kalvein Mongkau, S. Ag mengadakan kontak pribadi denganhamba Tuhan, Dr. Daniel Inyo dan istri untuk memaparkan rencana KKR di Nanasi yang sudah direncanakan sejak bulan Januari. Pada saat itu pendeta Kalvein Mongkau menyampaikan permohonan bantuan dana untuk rencana KKR di wilayah Nanasi sekaligus sebagai KKR pendahuluan (KKR satelit) untuk menghadapi KKR lima titik pada bulan September nanti. Pada akhirnya permohonan bantuan dana untuk KKR itu disetujui oleh Dr. Daniel Inyo, dimana pembicaranya adalah Pdt. Marthinus Roring,MPH, M. Min. Sesaat sebelum Dr. Daniel Inyo dan istri hendak naik pesawat untuk kembali ke Amerika Serikat, maka beliau menelpon Pdt. Marthinus Roring,MPH, M. Min dan Pdt. Kalvein Mongkau, S.Ag bahwa beliau sudah berkoordinasi dengan Mr. Herry Sumanti, MBA selaku bendahara Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur dan menyatakan kesediaannya untuk mengucurkan dana bantuan pada pelaksanaan KKR di Wilayah Nanasi nanti.
Tadinya tawaran KKR dari Pdt. Marthinus Roring di Nanasi ini belum langsung ditanggapi oleh tua-tua jemaat di jemaat Nanasi dan Nanasi Timur karena khawatir akan dana dan jiwa-jiwa yang akan menjadi calon baptisan. Malahan tuan rumah hampir saja membatalkan lokasi dan sempat menunda waktu pelaksanaan KKR tetapi berkat doa-doa dan puasa dari hambaTuhan, pendeta Kalvein Mongkau selaku pendeta wilayah maka pada akhirnya rencana tanggal pelaksanaan dan rencana pembentukan panitia dan lokasi KKR dapat disetujui oleh majelis dan anggota-anggota jemaat. Pada malam Sabtu, tanggal 1 Juni 2013 telah diadakan rapat gabungan majelis tiga jemaat (jemaat Nanasi Pioneer, Nanasi Timur dan jemaat Poigar Minahasa) berlangsung di gereja darurat Nanasi Timur (susunan panitia lihat Appendiks). Rapat pembentukan panitia KKR akhirnya berlangsung dengan lancar dan langsung membahas rencana anggaran panitia KKR pada malam Sabtu itu telah ditentukan bahwa malam Rabu, tanggal 5 Juni 2013 akan menjadi malam pergumulan doa selama satu malam (doa semalam suntuk) untuk mendoakan rencana pelaksanaan KKR yang akhirnya menghadirkan pembicara, Pdt. Marthinus Roring, MPH. M. Min dengan tema: “Yesus Berkata-Ikutlah Aku.”KKR itu telah dirumuskan akan berlangsung di Balai Desa Nanasi Timur dan akan berlangsung tanggal 16 – 22 Juni 2013.Pada kesempatan sudah diumumkan usulan rapat kedua panitia tanggal 5 Juni bahkan usulan doa semalam suntuk sudah direspons oleh panitia KKR yang terbentuk dan rencana doa bersama ini mengundang seluruh anggota panitia KKR. Namun rapat kedua dan rencana doa semalam suntuk untuk mendoakan kegiatan KKR tak sempat dilaksanakan karena pada malam Rabut tanggal 5 Juni itu itu hujan lebat mengguyur sepanjang malam di Nanasi Timur dan sekitarnya sehingga tidak dapat mengumpulkan anggota panitia KKR. Bahkan pada malam itu pendeta Kalvein Mongkau sempat kehujanan dan kedinginan di atas sepeda motor saat menjemput dana dari bendahara kantor Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur (jarak Manado-Nanasi Timur sekitar 150 KM) jadi tak sempat hadir dalam rapat hari Rabu malam itu. Jadi akhirnya rapat kedua Panitia KKR dan doa semalam suntukdapat dilaksanakan pada malam Sabtu tanggal 8 Juni 2013.

3. Doa Penyerahan Semalam Suntuk Untuk Pelaksanaan KKR
Pada malam Sabtu tanggal 8 Juni 2013 sempat diadakan rapat kedua panitia KKR “Yesus Berkata-Ikutlah Aku.” Malam itu juga telah diadakan doa semalam suntuk mulai jam 11 malam dan berakhir jam 4 subuh tanggal 9 Juni 2013. Jumlah yang hadir dalam rapat panitia KKR sudah tidak sama dengan jumlah yang hadir pada doa semalam suntuk. Pada saat itu hamba Tuhan, pendeta Kalvein Mongkau sempat memberikan dorongan dan semangat berdoa untuk mendoakan pelaksanaan KKR itu dari ayat-ayat Kitab Suci tentang doa penyerahan dan beberapa pernyataan dari tulisan-tulisan roh nubuat tentang sikap dan pentingnya doa-doa berasing. Ada beberapa hal yang didoakan selama doa semalam suntu k yakni:
– Mendoakan pembicara KKR (agar tetap sehat, semangat dan tetap segar selama berbicara)
– Mendoakan cuaca selama KKR (agar tetap cerah, tidak hujan)
– Mendoakan kebersamaan anggota panitia KKR
– Mendoakan jiwa-jiwa yang nanti Tuhan akan sediakan untuk dituai nanti
– Mendoakan agar Roh Kudus menuntun pendeta dan anggota panitia KKR
– Mendoakan agar Roh Kudus menggerakkan undangan KKR
– Mendoakan agar calon-calon baptisan dapat mengambil keputusan
– Mendoakan agar jemaat-jemaat di dua wilayah dapat hadir rutin untuk menopang kehadiran di KKR walaupun hanya tiga jemaat yang terlibat dalam pengurusan panitia KKR.
– Mendoakan keluarga hamba Tuhan, Dr. Daniel Inyo di Amerika Serikat.
– Mendoakan pengurusan surat ijin dan keamanan selama KKR
– Mendoakan seluruh anggota jemaat agar diberikan berkat untuk menopang konsumsi para pengunjung KKR setiap malam.
– Mendoakan pekerjaan pembangunan gereja di tiga jemaat yang masih sedang berlangsung
– Mendoakan pekerjaan penginjilan sebelum, selama KKR dan follow up sesudah KKR.

Pada malam doa semalam suntuk itu hamba Tuhan., pendeta Kalvein Mongkau sempat menghitung kehadiran malam itu dan menyatakan dengan ungkapan yang tegas bahwa jumlah peserta atau partisipan dalam doa semalam suntuk itu adalah menyatakan berapa jumlah baptisan yang akan dibaptiskan pada hari Sabat tanggal 22 Juni 2013 nanti. Dan setelah dihitung makaternyata jumlah anggota panitia yang datang berdoa sebanyak 11 orang. Sebenarnya yang datang di awal doa sebanyak 12 orang tetapi ada satu yang pulang. Selama berdoa, semua yang hadir diliputi kuasa dan kesungguh-sungguhan.

II. PELAKSANAAN DAN KEGIATAN-KEGIATAN SELAMA KKR

A. Pelaksanaan Malam Pembukaan
Malam pembukaan KKR telah berlangsung dengan cukup meriah dan khidmat. Pada malam pembukaan, dihadiri oleh kepala desa Nanasi Timur (bapak Egel Walangitan dan Nanasi Induk (bapak Nicolas Koropit). Acara pembukaan, sambutan mewakili pemerintah telah diadakan oleh bapak Egel Walangitan sekaligus membuka kegiatan KKR “Yesus Berkata-Ikutlah Aku” tersebut dan pada malam pembukaan ini telah dihadiri oleh para undangan dari aparat desa Nanasi Timur dan masyarakat dari dua desa dari denominasi lain bahkan anggota jemaat dari dua wilayah turut hadiri pada KKR ini. Malam itu hamba Tuhan, Pdt. Marthinus Roring, MPH, M. Min telah membahas satu topik tentang Alkitab dengan judul “Surat Cinta Dari Yesus Untuk Umat-Nya.” Cuaca pada malam pembukaan tidak hujan dan ini menunjukkan Tuhan sedang menjawab doa-doa panitia KKR pada tanggal 8 Juni sebelum KKR ini berlangsung. Lagu-lagu pujian dan doa sudah dinaikkan kepada Tuhan selama malam pembukaan dan nama Tuhan sudah ditinggikan, para undangan KKR mendengar dengan serius dan sungguh-sungguh KKR tersebut.

B. Kegiatan-Kegiatan Selama KKR
Selama KKR berlangsung, dari malam pertama sampai malam terakhir langit selalu cerah dan tidak pernah turun hujan lebat yang bisa saja menghalangi orang untuk datang di lokasi KKR yakni Balai Desa Nanasi Timur. Pada malam kedua, Seminar Kesehatan oleh Pdt. Marthinus Roring, MPH, M. Mindengan topik tentangHipertensi.Pada malam ketigaseminar Membahas Makanan Tidak Sehat dan Gangguan-Gangguan TentangPencernaan Dalam Tubuh. Malam keempat dan kelima adalah seminar keluarga oleh Mrs. Roring Mende, S. Pd yang membahas topik rumah tangga tentang 10hal yang disukai dan tidak istri yang harus diketahui setiap suami. Pada malam kelima adalah seminar kesehatan dari Pendeta Marthinus Roring dengan Topik tentang Makanan Kelas I, Makanan Kelas II dan Makanan kelas III Menurut Alkitab dan Piramida Makanan Menurut Ilmu Kesehatan Masyarakat. Untuk khotbah pembahasan Firman Allah dari malam kedua sampai ke-enam membahas topik-topik sebagai berikut:
– Bagaimana Cara dan Tanda-Tanda Mendahului Kedatangan Kristus Kedua Kali
– Hukum-Hukum Upacara Bagi Israel dan Hukum Moral Allah
– Hari Yang Tuhan Jadikan Untuk Disucikan
– Rahasia Umur Panjang Melalui Makanan Yang Tidak Dilarang Allah
– Kelahiran Baru Di Dalam Yesus (baptisan)

Seri pembahasan firman Tuhan di KKR ini disampaikan dengan lugas, jelas dan berkuasa sehingga membuat para pendengar tidak pernah bergeming dari tempat duduk masing-masing dan setiap malam di akhir khotbah ada doa-doa penyerahan khusus dari pengkhotbah. Malam keempat, pada saat khotbah tentang Sabat, kegiatan KKR itu sempat dihadiri oleh salah satu public figur selaku anggota DPRD kabuptan Bolaang Mongondow, yakni bapak Lexi Lengkong dimana istrinya sudah menjadi anggota gereja. Sebelumnya keluarga Lengkong-Lumangkun sudah dikunjungi dan didoakan di rumah mereka oleh tim perlawatan yang dikoordinasikan langsung oleh Pdt. Kalvein Mongkau, S. Ag danPdt. Marthinus Roring, MPH, M.Min. Atas kunjungan dan doa tersebut maka bapak yang sudah terdaftar sebagai calon anggota dewan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini dapat hadir di KKR ini. Dan ada doa-doa khusus agar pada KKR follow up dari tiga jemaat kedua pada tanggal 11 sampai 17 Agustus 2013 yang akan mendatangkan kehadiran darijemaat-jemaat di wilayah Nanasi dan Wineru juga akan mendatangkan kehadiran dari keluarga simpatisan ini (khususnya sang suami karena ibu Lengkong Lumangkun sudah jadi Advent).
Selama KKR berlangsung kegiatan APTA (Acara Pembentukan Tabiat Anak), berlangsung dari jam 07.00 sampai jam 08.00 sore Waktu Indonesia Tengah (WITA). Acara KKR berlangsung rata-rata dari jam 19.00-21.30 setiap malam dimulai dengan acara lagu-lagu pendahuluan, lagu-lagu pujian, seminar kesehatan/keluarga, ruang informasi dan ruang persahabatan (penyerahan hadiah KKR kepada para tamu non-Advent) dan selama khotbah ada yang berdoa di bilik doa untuk pengkhotbah yang sedang berkhotbah. Rata-rata tamu non Advent yang hadir tiap malam sebanyak 30 sampai 60 orang dan oleh karena tamu terus bertambah setiap malam maka hadiah buku Kemenangan Akhir tetap dibagikan kepada para tamu yang baru malam itu. Dua dos buku Kemenangan Akhir hampir seluruhnya dibagi kepada para tamu. Secara keseluruhan walaupun KKR ini barulah merupakan KKR satelit untuk KKR 5 titik pada bulan September ini tetapi dapat dihadiri rata-rata pengunjung setiap malam sebanyak rata-rata 200-300 orang pengunjung dari anak-anak sampai orang dewasa dan orang tua.
Adapun undangan penyanyi jemaat dari jauh yang sempat hadir yakni Vocal Group dari jemaat Sentrum Kakas dan Paduan Suara dari jemaat Walewangko, Langowan, Vocal Group asal jemaat Tombatu, dipimpin bapak Kapolsek Rugian, Vocal Group “The Blessing” dari jemaat Eris, dekat danau Tondano dan Penyanyi dan Instrumen dari Jemaat Borgo, Tanawangko, dekat Manado. Kehadiran para penyanyi dari beberapa tempat walaupun cukup jauh jaraknya dari lokasi KKR tapi sudah menyemangati dan menopang animo kehadiran para pengunjung KKR.

Setiap pagi ada kegiatan perlawatan untuk menindak-lanjuti para tamu yang hadir kartu-kartu hadir yang sudah diisi oleh para tamu non-Advent yang sempat mengisi untuk minta dikunjungi dan didoakan di rumah-rumah mereka. Pembicara KKR juga turut hadir mendoakan anggota jemaat yang sakit dan para pengunjung KKR dan penyanyi tetap KKR yakni keluarga Hendrik Tompunu-Neman dengan setia menggadakan perlawatan bahkan sempat 1 kali mengadakan sereneide di satu keluarga non-Advent simpatisan kepada kebenaran dan keluarga Hendrik Tompunu-Neman sempat mempersembahkan lagu-lagu pujian di acara perlawatan pagi dan ibadah KKR setiap malam sampai pada hari Sabat siang.
Satu hal yang patut dicatat adalah sebelum KKR ini berlangsung, hamba Tuhan pendeta Kalvein Mongkau sudah mengadakan kegiatan Bible Study khususnya kepada kepada bapak Christian dan ibu Fadhilla yang sebelumnya sudah menikah secara sah menurut pemerintah melalui departeman agama dimana keduanya memiliki bukti berupa buku kecil seukuran passport sebagai salinan dari daftar kutipan Akta Nikahversi Islam.Sebelumnya hamba Tuhan pendeta Kalvein Mongkau sudah berkonsultasi dengan Sekretaris Assiosiasi Kependetaan, GMAHK Daerah Konfrens Minahasa yakni Pdt. Youke Welan bahwa keduanya tidak perlu lagi dinikahkan secara Kristen karena memang keduanya sudah resmi pernah menikah di dalam agama Islam dan mereka bukanlah pasangan kumpul kebo (cohabitation) melainkan pasangan suami istri yang resmi maka memungkinkan mereka untuk dibaptiskan dan tidak perlu lagi dinikahkan secara Kristen. Itu berarti mereka tinggal menjalani upacara baptisan. Setelah diberikan pelajaran tetang Islamologi dalam konteks bahkan membahas sejarah dan budaya yang melatar-bekangi kemunculan agama Islam sebelum ada Muhammad dan pada masa pelayanan nabi Muhammad di Mekkah dan Maddinah di dalam dialog perorangan selama dua minggu sebelum KKR berlangsung oleh Pdt. Kalvein Mongkau maka kedua jiwa ini akhirnya diajarkan oleh paham KeAllahan dari Isa-Almasih (Yesus Kristus) di dalam konteks Allah Tritunggal yang memperbandingkan konsep KeAllahan Isa-Almasih di dalam Alkitab dan Alquran. Lalu dilanjutkan dengan konsep Ketuhanan Isa-Almasih Atas Hari Sabat baik dalam Alquran maupun dalam Alkitab. Dan sesudah itu maka pasangan suami istri ini diajarkan dengan doktrin-doktrin Alkitab tentang makanan dan minuman yang diperbandingkan dengan hal-hal yang tidak ditekankan dan diperdalam oleh nabi Muhamad dalam Alquran karena motif menyebarkan ajaran Islam dengan tidak membebankan aturan-aturan yang memberatkan orang masuk Islam (menjadi Islam mualaf). Pada dasarnya nabi Muhamad ingin lebih populer dari rasul Paulus dan Isa-Almasih dalam membangun dan membentuk identitas dan agamanya sendiri di tanah Arab untuk meimbangi bahkan bermotif hendak melebihi atau melewati kekuatan penyebaran agama Kristen. Hal ini dia dengan mudah dapat lakukan dengan mengizinkan kekerasan dan poligami (menglalalkan cara) untuk memudahkan perkembangan Islam dimana pada saat yang sama kualitas ajaran-ajaran Kristen pada tahun-tahun dan abad kemunculan Islam (tahun 622an TM) sudah mengalami kemerosotan rohani terutama dengan ajaran Theotokos di gereja Katholik Orthodoks.

Puji Tuhan, selama KKR berlangsung pasangan suami istri yang muslim ini sudah hadir rutin dan akhirnya dibaptiskan pada hari Sabat bersama-sama dengan nona Intan dari Gogaluman yang juga sempat diminta oleh Pdt. Dikson Tumarar (pendeta jemaat Gogaluman) untuk diajarkan oleh Pdt. Kalvein Mongkau tentang Islamologi terkait paham tentang Keilahian Yesus Kristus dalam Alquran, aturan pembedaaan halal-haram dalam Alkitab dan Alquran, dan Ketuhanan Yesus Kristus Atas hari Sabat dalam Alkitab dan Alquran.

C. Penutupan dan Malam Panggilan KKR
Pada penutupan KKR, hamba Tuhan pendeta Marthinus Roring mengundang para calon baptisan ke depan dan menyerahkan hadiah berupa buku berjudul “Ketika Sang Pencipta Berkata, Ingatlah!” yang diterjemahkan dari buku yang ditulis oleh Pdt. Mark Finley dangan judul asli “When God Said Remember.” Pada malam Jumat tanggal 21 Juni 2013,pendeta Marhinus Roring selaku pembicara tunggal KKR ini mengadakan khotbah terakhir dengan topik Kelahiran Baru Di Dalam Yesus (baptisan) dan sebagaimana malam-malam sebelumnya, pembahasan disampaikan dengan gambalang dan mendalam membuat para pendengar terkesimak dan antusias untuk mendengarkan dengan serius dan seksama. Pada malam terakhir ini kata-kata, kalimat-kalimat ajakan dan panggilan Tuhan disampaikan Roh Kudus lewat dari pengkhotbah di akhir khotbahnya serta doa-doa penyerahan diri dari calon-calon baptisan telah disampaikan dan ada 10 jiwa yang sudah berdiri untuk dibaptiskan.

Keesokkan harinya yakni pada hari Sabat, ada 11 jiwa yang telah diambil sumpah baptisan. Dari ke 11 jiwa itu ada 1 jiwa anak Advent anggota jemaat GMAHK Nanasi Timur dan ada 2 jiwa anak Advent anggota jemaat GMAHK Poigar Minahasa Selatan; ada 2 jiwa beragama Kristen Protestan Protestan asal desa Poigar Minahasa Selatan. Lalu ada 2 jiwa beragama Islam dan 1 jiwa beragama Kristen Protestan asal desa Nanasi timur, 1 jiwa beragama Kristen Protestan asal Nanasi Induk; ada 1 jiwa beragama Islam asal desa Gogaluman dan 1 jiwa asal desa Wineru beragama Kristen Protestan Protestan

D. Ibadah Sabat Siang dan Baptisan
Pada acara acara kebaktian Sabat siang dimulaikan dengan acara keluarga, lalu berlanjut dengan acara Sekolah Sabat, acara khotbah dan acara baptisan dan pada sore hari ada acara konser lagu-lagu rohani dan acara seminar penatalayanan oleh Pdt. Marthinus Roring. Acara Khotbah berlangsung sangat khidmad diselingi lagu-lagu pujian dan doa disampaikan, dan dalam khotbahnya pembicara memberikan tantangan kepada setiap anggota jemaat agar selalu menjalankan dengan setia pekerjaan penginjilan dan menerima dengan senang hati panggilan tugas tugas pelayanan di jemaat, jangan pernah menolak karena Tuhan bisa mengambil tugas yang Ia percayakan itu untuk diberikan kepada orang lain yang lebih setia untuk menjalankannya. Ada kesaksian yang sempat dibagikan oleh pembicara saat bertugas di Papua khususnya di Merauke, keluarga hamba Tuhan ini sempat terancam untuk mati karena nyaris tertembak dalam perjalanan pulang ke kota Merauke setelah mengadakan KKR di luar kota tetapi puji Tuhan bisa luput dari terjangan peluru atas pertolongan Tuhan. Setelah pengambilan sumpah baptisan dari calon-calon baptisan oleh Pdt. Kalvein Mongkau maka acara baptisan diadakan di sungai Poigar, kira-kira 1 Km dari Balai Desa Nanasi Timur.

Mujizat Tuhan juga sempat berlaku selama KKR “Yesus Berkata-Ikutlah Aku” yakni bahwa selama 1 mingguKKR dari tanggal16-22 Juni 2013 cuaca baik dan tidak pernah turun hujan deras dan selama KKR tidak ada gangguan keamaman dan ketertiban walaupun ada yang coba-coba berupaya untuk menghalangi kegiatan KKR karena merasa tersinggung dengan pembahasan firman Tuhan. Cuaca yang baik dan keamanan ini sudah didoakan selama doa semalam suntuk dari panitia KKR pada tanggal 5 Juni 2013 yang lalu. Dan kendaraan dapat diparkir dengan aman di jalan depan lokasi Balai Desa Nanasi Timur. Bahkan yang menarik adalah bahwa sebagaimana pada malam doa semalam suntuk tanggal 8 Juni yang diadakan di tempat perbaktian sementara jemaat Nanasi Timur, seorang hamba Tuhan, yakni pendeta Kalvein Mongkau sempat menyatakan dengan iman bahwa sebagaimana jumlah peserta atau partisipan dalam doa semalam suntuk adalah berjumlah 11 orang maka demikianlah jumlah baptisan nanti di akhir KKR “Yesus Berkata-Ikutlah Aku”itu. Benar, dua minggu kemudian, Tuhan sudah menggenapi pernyataan yang keluar dari mulut pendeta Kalvein Mongkau dimana jumlah baptisan yang telah dibaptiskan pada penutupan KKR di hari Sabat tanggal 22 Juni 2013 adalah benar-benar nyata yakni sejumlah yang hadir dalam doa semalaman dua minggu sebelumnya itu. Sungguh iman dan doa-doa penyerahan itu penting dan amat di dalam penginjilan berupa persiapan pra-KKR dan kegiatan-kegiatan peralawatan sebelum, selama KKR. Dan memang diakui oleh para pendoa tanggal 8 Juni itu, setelah diingat kembali maka ternyata jumlah anggota panitia yang datang berdoa sebanyak 11 orang sebenarnya ada 12 yang hadir di pada jam 10 malam tetapi yang bertahan berdoa sampai pagi dini hari cuma 11 orang bersama yang memimpin lingkaran doa bersama satu malam yakni pendeta Kalvein Mongkau. Sebenarnya 12 orang yang dibaptiskan tetapi opa Abubakar, seorang bapak tua asal desa Durian, dekat desa Poigar Minahasa Selatan adalah lawatan dari keluarga pendeta Kalvein Mongkau karena tinggal berdekatan dengan opa yang berasal dari agama Islam yang pernah dibaptiskan di gereja Pantekosta di Tumpaan. Namun bapak Abubakar, ini sempat tidak sempat hadir di malam terakhir karena dia sempat ditelpon oleh keluarga untuk mengunjungi salah satu keluarganya yang sakit di salah satu Rumah Sakit di Manado. Bapak tua (opa Abubakar) ini sudah sempat maju pada malam panggilan di hari Kamis malam didoakan di depan oleh Pdt. Marthinus Roring, tetapi dia tidak berada di rumahnya pada hari Jumat sampai Sabat siang. Dan Sabat sore dia sudah pulang ke tempat tinggalnya dari Manado dan akhirnya dia belum sempat dibaptiskan. Sampai berita ini dibuat, dia dan beberapa jiwa lainnya masih bergumul dan memperdalam firman Tuhan, mereka akan dipersiapkan untuk KKR tiga jemaat yang kedua pada tanggal 11-17 Agustus 2013 dan salah satu KKR 5 titik untuk tanggal 15-21 September 2013 yang mana paling dekat dengan tiga jemaat ini adalah KKR di titik desa Lopana.

III. Harapan-Harapan Penginjilan dan Follow Up (Tindak Lanjut)
Selama kegiatan-kegiatan tindak lanjut yakni penginjilan perorangan pasca KKR “Yesus Berkata-Ikutlah Aku”tetap dilaksanakan, selain untuk menguatkan jiwa-jiwa yang baru dibaptiskan tanggal 22 Juni 2013, hamba Tuhan pendeta Kalveindibantu oleh dua orang tenang misionaris sekaligus mahasiswa Universitas Klabat, Aldi Mirah dan Audi Walagare. Bahkan kegiatan-kegiatan follow up ini akan dibantu oleh para anggota jemaat terutama para diakon dan diakones dari jemaat-jemaat, Nanasi Pioneer, Nanasi Timur, Poigar Minahasa (jemaat-jemaat yang dilayani oleh Pdt.Kalvein Mongkau. Kegiatan-kegiatan penginjilan pasca KKR ini adalah memberikan pelajaran Alkitab kepada jiwa-jiwa yang belum sempat dibaptiskan untuk tetapi diberikan semangat iman dan mengipas nyala api kerinduan mereka untuk dibaptiskan dan akan memberikan pelajaran Alkitab lanjutan kepada mereka yang mau memperdalam Alkitab dan dipersiapkan untuk KKR satelit tanggal 11 -17 Agustus 2013. Rencana KKR satelit kedua nanti akan melibatkan dua wilayah dimana akan menghadirkan pembicara asal Titawai, Ambon yakni bapak Ev. Ir. Tjak Latumahina. KKR ini akan mengambil tempat di balai desa Nanasi Induk.

Dengan harapan bahwa mereka yang tidak sempat dibaptiskan juga pada KKR satelit kedua tanggal 04-10 Agustus Km dari desa Nanasi dan sekitarnya. Untuk itu pada kesempatan ini hamba Tuhan, yakni Pdt. Kalvein Mongkau, sangat mengharapkan topangan doa, dari jemaat-jemaat yang ada di Amerika Serikat khususnya di Lomalinda dan sekitarnya. Pada KKR bulan Agustus nanti Tuhan sudah siapkan pembicara dengan menggunakan dananya sendiri karena Tuhan sangat memahahi kondisi pekerjaan Tuhan di Wilayah Nanasi, yakni ketiga jemaat ini masih sedang melaksakanan pekerjaan pembangunan gereja. Harapan dari Pdt. Kalvein Mongkau bahwa kalau seandainya Tuhan dapat menggerakkan donatur dari Amerika Serikat (di bawah koordinasi dari Dr. Daniel Inyo) untuk membantu kami dalam proses penyelesaian pembangunan infrastruktur di tiga jemaat yang dilayani oleh hamba Tuhan ini maka pasti pekerjaan penginjilan akan dapat berjalan lebih leluasa. Bukan tidak mungkin bahwa dengan berakhirnya pekerjaan pembangunan infrastruktur di tiga jemaat ini maka jemaat-jemaat ini akan memiliki dana-dana cadangan untuk pekerjaan penginjilan di masa yang akan datang.

Pada saat ini sebenarnya masih banyak desa di kecamatan Poigar Mongondow dan Minahasa Selatan yang belum dimasuki oleh pekabaran lewat pengiriman TSPM dan misionari di ladang-ladang baru. Desa-desa ini memerlukan komitmen penginjilan dan topangan dana dari semua anggota jemaat,namun apa mau dikata, ketiga jemaat ini masih sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan infrastruktur di jemaat masing-masing. Jemaat Nanasi Pioneer sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan Pastori dan Lambsheter, jemaat Nanasi Timur sedang memasang atap gereja, jemaat Poigar Minahasa sedang memasang dinding-tembok gereja sehingga sebagian dana dalam kas jemaat tersedot ke dalam pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung. Bahkan khusus jemaat Nanasi Pioneer sedang mengasuh Sekolah Dasar yang mana pada dasarnya selama ini sejak itu didirikan 34 tahun lalu dikelola dengan susah payah dan tidak pernah mendatangkan income untuk jemaat tetapi semata-mata hanya dijadikan saran pengingjilan. Pada saat ini juga sedang diupayakan untuk mendirikan SMP (Sekolah Menengah Pertama) atas prakarsa dari Pdt. Kalvein Mongkau, S. Ag. Sementara itu tiga jemaat ini merencanakan untuk membuka ladang baru di desa Durian, yang akan dimulaikan dengan menempatkan tenaga pelayanan sukarela berupa dua orang misionaris medis yang mana rencananya akan bekerja mulai akhir bulan Juli 2013 di desa yang sama sekali belum memiliki anggota jemaat ini. Dan ketiga jemaat ini sudah merencanakan KKR perdana di desa Durian pada bulan Nopember 2013 yang akan datang dengan menghadirkan pembicara kaum Awam juga dari luar daerah.

Panitia KKR

Penasihat/Pelindung :
1. Officers GMAHK Daerah Konfrens Minahasa
2. Direktur Kesehatan GMAHK Daerah Konfrens Minahasa
3. Pendeta Wilayah (Pdt. Kalvein Mongkau, S.Ag)

Pembicara : Pdt.Marthinus Roring, MPH, M. Min

Ketua Umum : Lexi Paslah
Wakil Ketua : Felix Waroka
Sekretaris : Bobby Karu
Bendahara : Anita Runturambi

Koordinator Per Seksi:
1. Seksi Surat Ijin/Undangan : Sonny Supit
2. Seksi Acara/Musik : Linda Rengkung dan Jimmy Pasla
3. Seksi Doa : Max Lanes, Jeffri Sarwan Benny Ngantung
4. Seksi Konsumsi : Stien Monare, Sintje Lanes, Sintje
Wongkar, Ake Rantung Kumendong.
5. Seksi Dekorasi : Giska Lumenta dan seluruh Pemuda
dan Remaja
6. Seksi Anak-anak: Feigi Koropit, Vone Monigir, Martha
Manuhuruapon, YusanaKalamu, Yulan Wongkar,
Laura Waroka
7. Seksi Perlengkapan/Kebersihan : Marthen Lumenta,
Fentje Lanes, Yanes Noya.
8. Seksi Transportasi : Adolof Mongkau
9. Seksi Perlawatan : Imanuel Mongkau (dan para diakon
dan diakones tiga jemaat).
10. Seksi Baptisan: Pdt. K. Mongkau dan Pdt. S. Pongoh
11. Seksi Keamanan : Hein Monigir
12. Seksi Penerima Tamu/K. Hadir : Jeffry Turangan dan
Feren Robot
13. Seksi Hadiah : Yenny Lumingkewas
14. Seksi Dokumentasi : Youtje Monigir
15. Seksi Dana/Persembahan : Gerson Pasla
16. Seksi Listrik dan Sound System : Randi Manuhuruapon
dan Jhony Mokoagow

KKR TIGA JEMAAT:
KKR “BADAI PASTI BERLALU”

A. Pembentukan Panitia KKR Setelah mendapatkan kepastian kembali dari pembicara yakni bapak Ir. Tjak Latumahina, yakni saat beliau menelpon Pdt. Kalvein Mongkau, pada hari minggu tanggal 28 Juli 2013 maka telah ditetapkan tanggal pelaksanaan KKR “Badai Pasti Berlalu” akan diadakan pada tanggal 11-17 Agustus 2013 di balai desa Nanasi Induk. Sebelumnya pada awal Juli ada tawaran lokasi KKR di depan rumah dari salah anggota dewan kabupaten Bolaang Mongondow yakni dari Fraksi PDKB periode yakni bapak Lexi Lengkong, SE yang masih beragama Kristen-Pantekosta setelah pendekatan telah dibuat sebelumnya oleh Pdt. Kalvein Mongkau. Namun oleh karena baleho dan undangan KKR sudah dicetak maka pembicara tetap memutuskan diadakan di balai desa Nanasi Induk. Dan kalau tidak ada halangan atas permintaan dari keluarga Lengkong pembicara tertarik meaungadakan KKR di halaman depan rumah keluarga ini pada pertengahan tahun 2014. Tadinya KKR “Badai Pasti Berlalu”ini akan ditangani oleh jemaat-jemaat di wilayah Nanasi dan Wineru tetapi oleh karena tua-tua jemaat di dua wilayah ini sudah mengadakan rapat pembentukan panitia dua wilayah dan telah disahkan di sela-sela seminar dari Pdt. Marthinus Roring pada hari Sabat sore, di jemaat Gogaluman tanggal 29 Juni 2013 maka di hadapan jemaat-jemaat yang hadir pada pertemuan dua wilayah itu semua anggota jemaat yang hadir dari dua wilayah telah menyetujui untuk mengadakan KKR di desa Ongkaw Satu akhir bulan Agustus dan akhirnya ditunda ke akhir bulan Oktober 2013, dengan demikian tua-tua jemaat dari dua wilayah tidak menerima usulan rencana KKR “Badai Pasti Berlalu yang akan diadakan pada minggu ketiga bulan Agustus 2013.

Setelah terbentuk panitia KKR “Badai Pasti Berlalu” malam Sabtu, tanggal 20 Juli 2013maka panitia yang hanya melibatkan tiga jemaat ini (jemaat Nanasi Pioneer, jemaat Nanasi Timur dan jemaat Poigar Minahasa) segera membahas dalam rapat perdana malam itu juga rencana anggaran belanja KKR dan kegiatan pelaksanaan KKR. Puji Tuhan, hampir semua anggaran ditanggung oleh pembicara KKR oleh karena memang beliau maklum, walaupun hanya melalui pembicaraan lewat telpon kepada Pdt. Kalvein Mongkau bahwa ketiga jemaat ini sama-sama masih sedang mengerjakan pembangunan gereja masing-masing jadi kas jemaat selalu tersedot ke pembangunan gereja. Dan pada rapat itu juga telah dibahas rencana untuk pengobatan cuma-cumadari Rumah Sakit Advent Manado dan rencana seminar kesehatan dari hamba Tjak Latumahina. Bahkan pada kesempatan itu membicarakan rencana untuk mengundang penyanyi tetap setiap malam yakni keluarga Henry Tompunu-Neman. Tidak kalah pentingnya malam itu sudah diputuskan untuk rencana doa semalam suntuk yang akan diadakan pada hari Sabtu malam tanggal 3 Agustus 2013 bertempat di SD Advent Nanasi. Rapat perdana malam itu berlangsung sampai jam 11.30 malam (WITA).

B. Doa Semalam Suntuk dan KKR Satelit dari Pdt. Kalvein Mongkau di Poigar Minahasa
Adapun doa semalam suntuk diadakan pada hari Sabtu malam tanggal 3 Agustus 2013 salah satu ruangan kelas di SD Advent Nanasi dihadiri oleh anggota panitia KKR dan beberapa anggota jemaat dan yang menarik ada dua oma yang hadir dalam acara doa semalaman itu. Pada hari Rabu malam tanggal 7 Agustus 2013 juga telah diadakan doa semalam suntuk khusus jemaat Poigar Minahasa. Sepanjang satu minggu yakni tanggal4-9 Agustus 2013 telah diadakan KKR satelit di GMAHK Poigar Minahasa dengan tema Revival dan Reformasi yang mgenekankan kepada satu kebangunan rohani pendalaman Alkitab bagi anggota jemaat dari tiga jemaat dan juga pelajaran dokrinal khusus tamu yakni 1 pasang calon baptisan yang akan dibaptiskan di KKR “Badai Pasti Berlalu.” KKR satelit ini juga sebagai persiapan rohani menghadapi KKR “Badai Pasti Berlalu” dari ketiga jemaat tersebut. Pada KKR satelit itu pendeta Kalvein Mongkau sudah membahas topik-topik penting seperti: “Janganlah Kamu Menjadi Serupa Dengan Dunia Ini”didasarkan pada Roma 12:2 yang dibahas pada malam pertama hari Minggu, 04 Agustus, lalu topik “Pembaharuan Yang Dikerjakan Oleh Roh Kudus”yang dibahas pada malam kedua hari Senin, 05 Agustus yang didasarkan pada Titus 3:5, kemudian topik tentang “Mengamalkan Iman Menurut Standar Allah: Iman Yang Bekerja Oleh Kasih (Bagian I)” telah dibahas pada malam ketiga, Selasa tanggal 06 Agustus yang didasarkan pada Galatia 5:6b, lalu topik pada malam keempat hari Rabu tanggal 07 Agustus adalah tentang “Mengamalkan Iman Menurut Standar Allah: Iman Yang Bekerja Oleh Kasih (Bagian II), dan pada hari kelima, Kamis 08 Agustus telah dibahas tentang “Keseimbangan Antara Iman dan Penurutan,” lalu pada malam keenam hari Jumat 09 Agustus telah dibahas topik yakni “Aku Sudah Mengakhiri Pertandingan Yang Baik, Aku Sudah Mencapai Garis Akhir, Dan Aku Sudah Memelihara Iman” didasarkan pada 2 Timotius 4:7. Pembicara mencoba membahas konsep iman dan penurutan di dalam kehidupan praktis sehari-hari dan itu dapat dipahami dengan mudah. Bahkan dalam doa-doa semalaman pada tanggal 03 dan tanggal 07 Agustus sudah diadakan selingan renungan terkait pentingnya doa-doa berasingdan cara berdoa yang menuntut janji-janji Tuhan termasuk janji kuasa untuk mengadakan penginjilan secara perorangan dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Bahkan selama doa-doa semalaman, sudah mendoakan juga cuaca agar tidak turun hujan selama KKR nanti sehingga tidak mengghalangi para tamu dan penungunjung KKR untuk hadir selama satu minggu.

C. Pelaksanaan KKR “Badai Pasti Berlalu” Tanggal 11-17 Agustus 2013
Pada akhirnya, jadwal KKR yang sudah ditentukan oleh pembicara dapat direalisasikan juga di balai desa Nanasi Induk. Setelah mengadakan persiapan termasuk pengurusan surat ijin oleh seksi surat ijin, Sdr. Joutje Monigir (jabatan sehari-hari sebagai sekdes desa Nanasi Induk) beberapa hari sebelum KKR serta setelah diadakan penataan dan pendekorasian ruang yang turut dihadiri juga oleh pembicara di balai desa maka KKR malam pertama pada hari Minggu siang tanggal11 Agustus 2013.
Pembicara sudah tiba di jemaat Nanasi pada hari Sabat tanggal 10 Agustus dmean sudah menyampaikan khotbah yang memberikan semangat untuk mengadakan kegiatan penginjilan yang akan berlangsung mulai besok malamnya. Bahkan menyadari bahwa panitia KKR “Badai Pasti Berlalu” ini hanya beranggotakan 3 jemaat maka satu Sabat sebelum KKR ini berlangsung beberapa anggota panitia tua-tua jemaat di Nanasi sudah mengadakan kunjungan ke jemaat-jemaat di wilayah Wineru dan jemaat Boyong Pante untuk mengadakan undangan secara lisan. Bahkan rencana kehadiran dari keluarga Pdt. Marthinus Roring nanti untuk membawakan seminar kesehatan di KKR ini akan turut menggerakkan kehadiran anggota-anggota jemaat di dua wilayah. Oleh karena itu kehadiran pendeta Marthinus Roring selaku staf dari daerah konfrens Minahasa memang sangat penting juga di KKR ini walaupun awalnya hampir disalah-mengerti oleh pembicara. Tetapi setelah dikomunikasikan rencana kehadiran beliau kepada pembicara oleh Pdt. Kalvein Mongkau terkait perlawatan dan rencana antisipasi pemberkatan nikah jika nanti ada pasangan yang mau menikah pada penutupan KKR maka kehadiran beliau akan turut memperlancar KKR ini dapat berjalan lancar. Dan pada akhirnya kehadiran pendeta Roring sudah mempromosikan pembicara ini ke pimpinan dan staf dari GMAHK Daerah Konfrens Minahasa yang memiliki pimpinan yang baru yakni Pdt. Jantje Gerungan, M.Min yang mana pada hari Kamis malam di KKR “Badai Pasti Berlalu” pimpinan dan staf konfrens Minahasa sudah turut hadir memberi dukungan moril di KKR itu. Dan direncanakan bahwa atas pendekatan yang sudah dibuat oleh Pdt. M. Roring melalui Pdt. Kalvein Mongkau walaupun baru wacana,maka pembicara KKR “Badai Pasti Berlalu” ini akan mengadakan KKR di Minahasa babagian tengah khususnya di wilayah Kakas dan sekitarnya pada tahun 2014 yang akan datang.

Tuhan itu sungguh baik, apa yang didoakan di doa-doa semalaman benar-benar terjawab KKR (yakni doa-doa semalam suntuk yang dibuat oleh panitia satu minggu sebelum KKR berlangsung), sebab pada malam pertama cuaca memang amat baik, tidak turun hujan demikian pula pada malam-malam sesudahnya. Para pendengar KKR berdatangan dari dua wilayah walaupun panitia KKR yang terbentuk hanya berasal dari tiga jemaat (yakni jemaat Nanasi Pioneer, jemaat Nanasi Timur, jemaat Poigar Minahasa Selatan). Bahkan sesuai dengan pengamatan para tua-tua jemaat dari tiga jemaat ini bahwa kehadiran para pengunjung dan tamu KKR dari malam ke malam adalah luar biasa, tidak seperti KKR-KKR pembicara lain sebelumnya. Bahkan di balai desa yang sama pernah diadakan KKR dua wilayah dari beberapa pembicara yang berlatar belakang pendeta tetapi tidak bisa menyamai kehadiran para tamu di KKR “Badai Pasti Berlalu.” Buku-buku hadiah dari malam kemalam tidak lagi diserahkan di panggung KKR tetapi langsung di antar di kursi-kursi dan tempat duduk para pendengar selama 6 malam KKR. Menurut kesaksian panitia KKR bahwa rata-rata tamu yang hadir tiap malam sudah termasuk para tamu yang tidak menuliskan di kartu hadir sebanyak 50 orang. Dan kebanyakan tamu ini hanya berasal dari tiga yang menjadi pelaksana KKR ini khususnya tamu yang datang berjalan kaki untuk hadir di balai desa Nanasi Induk yang masih di dalam tahap penyelesaiannya pembuatannya. Semangat dari pengkhotbah dalam berkhotbah yang disertai penyajian materi khotbah yang menarik dan penuh kuasa adalah daya magnet yang kuat bagi kehadiran yang makin bertambah tiap malam. Bahkan ada oma yang bernama Lien Massie yang datang tidak jauh dari lokasi KKR walaupun harus dibopong dengan kursi roda mau saja datang ke KKR dan kalau tidak ada yang membawa dia ke KKR ia menangis tersedu-sedu karena ia amat rindu untuk hadir mendengarkan firman Allah yang dibahas dengan gambalang dari malam ke malam oleh pembicara. Pada malam pertama sempat molor waktu acara pembukaan karena panitia harus menunggu kedatangan bapak camat, yakni bapak Derrek Rompas,SE, MM untuk menyampaikan sambutan di malam pembukaan mewakili pemerintah sekaligus membuka kegiatan KKR selama satu minggu. Walaupun dalam keadaan sakit influenza tetapi bapak camat ini tetap hadir di KKR dan membawakan sambutan dengan penuh semangat. Malam pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Desa atau Sangadi Nanasi Induk yakni bapak Nicolas Koropit diwakili dan sangadi desa Nanasi Timur, yakni bapak Egel Walangitan. Pada malam pertama ini turut hadir penyanyi dari jemaat Tumpaan dipimpin ketua jemaatnya, bapak Johny Kaligis yang merasa terkesan dengan khotbah pembicara dan rindu mendapatkan materi khotbahnya. Penyanyi lagu pujian di acara pendahuluan khotbah adalah keluarga H. Tompunu-Neman yang akhirnya menjadi penyanyi tetap setiap malam dan menjadi dekat dengan pembicara yang ditemani sang istri tercinta, ibu Ria Latumahina Damanhasan.

D. Pembahasan Alkitab Di KKR dan Reaksi Masyarat Desa Nanasi dan Sekitarnya
Pembahasan Alkitab dalam KKR “Badai Pasti Berlalu” sungguh menggugah sekaligus menusuk dengan tajam ke dalam pikiran para pendengar. Sudah cukup lama masyarakat Nanasi dan sekitarnya tidak lagi mendengarkan khotbah-khotbah KKR yang keras dan berkualitas seperti yang mereka dengarkan dari pembicara KKR ini. Malam pertama memang belum menggunakan toa (loud speaker untuk luar balai desa) sampai itu digunnakan di malam ketiga yang sudah membahas kebenaran makanan dan minuman yakni aturan perbedaan daging dan makanan halal dan haram menurut Alkitab. Apalagi saat pembicara menguraikan tentang perkataan firman Tuhan dalam Kejadian 9:3, “Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu.” Menyadari bahwa kebanyakan gereja Kristen menanggapi dan mengartikan ayat itu sebagai sesuatu yang membolehkan semua binatang yang bergerak boleh dimakan, tidak ada yang terkecuali. Padahal justru umumnya diakui oleh orang Kristen bahwaada binatang yang memang tidak dapat dimakan oleh manusia termasuk lalat, lipan, kecoak dan segala jenis serangga yang merayap di tanah karena menjijikkan sehingga dengan jelas adalah haram bagi manusia. Tetapi anehnya ada binatang yang sudah dinyatakan halal oleh kebanyakan orang Kristen hanya untuk menuruti kemauan dan kata hati di dalam membenarkan anggapan mereka terkait makanan-makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan karena sudah diharamkan oleh Tuhan di dalam Alkitab seperti dalam Imamat 11 dan Ulangan 14 bahkan juga dalam Yesaya 66:15-17 antara lain binatang haramseperti babi, anjing, tikus dan lain-lain. Untuk membenarkan ajaran mereka maka mereka mempertahankan anggapan salah mereka dengan mendasarkan pada Kejadian 9:3 bahwa “segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makanan mereka. Pembicara KKR “Badai Pasti Berlalu” sudah menjelaskan dengan gamblang dan mudah untuk dipahami oleh para pendengar bahwa kebanyakan orang Kristen tidak membaca dan memperhatikan bunyi keseluruhan dari ayat itu. Secara lengkap ayat itu mengatakan sebagai berikut:“Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.” (Kejadian 9:3). Ayat itu sudah dipotong oleh kebanyakan orang Kristen dimana tidak lagi memperhatikan kalimat selanjutnya yakni “Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.” Sebenarnya kalimat yang sengaja diabaikan ini justru menjelaskan kalimat pertama di ayat itu. Jadi menurut pembicara, harus dipahami bahwa dua kalimat itu adalah kalimat perbandingan secara langsung. Bahwa sama seperti ada binatang yang diharamkan oleh Allah dari antara segala jenis binatang yang bergerak yang Ia telah ciptakan dimana tidak semua binatang bergerak yang boleh dimakan. Ada di antara binatang yang bergerak sudah perintahkan oleh Tuhan tidak boleh dimakan itulah sebabnya disebut haram dan hanya 1 pasang yang Tuhan ijinkan dimasukkan oleh nabi Nuh ke dalam bahtera sedangkan ada 7 pasang binatang halal yang harus dimasukkan ke dalam bahtera karena di saat keadaan darurat, tidak ada lagi tanaman yang hidup karena sudah lenyap oleh air bah maka binatang halal itu dapat disembelih untuk dimakan. Demikian pula bahwa dari antara segala jenis tumbuh-tumbuhan hijau, ada yang boleh dimakan dan ada yang tidak boleh dimakan. Ev. Ir. Tjak Latumahina telah mengundang ke depan beberapa tamu non Advent yang hadir pada malam Selasa, tanggal 13 Agustus 2013 untuk membantu dalam peragaan dan illustrasi beberapa tanaman yang sengaja telah disediakan pembicara untuk ditanyakan kepada mereka di hadapan para pendengar dan masyarakat yang bisa mendengarkan lewat toa (pengeras suara) di luar balai desa terkait manakah di antara tanaman yang sudah tersedia di panggung KKR yang dapat dimasak dan dimakan dan mana tanaman yang tidak dapat dimakan. Ada beberapa tanaman yang boleh dimakan seperti sayur gedi, sayur pepaya dan sayur kangkung tetapi ada yang tanaman yang takbisa dimakan seperti segala jenis rumput dan daun-daunan pohon.

Ketika para pendengar lewat toa (loud speaker) yang ditaruh di atas tiang balai desa di malam ketiga maka masyarakat umum yang tidak datang mendengarkan langsung di balai desa merasa tersinggung dengan penjelasan itu lalu mereka berusaha mengintimidasi masyakat untuk tidak lagi hadir di KKR itu. Apalagi ketika pembicara menjelaskan tentang segala jenis binatang yang masih dimakan oleh orang-orang Kristen di Nanasi seperti Babi, Anjing, Kucing dan tikus akan dilenyapkan oleh api Tuhan dalam Yesaya 66:15-17 maka telinga mereka mulai bergerak dan memanas. Dan ketika pembahasan tentang Sabat di malam ke-5 maka pada saat pembicara menjelaskan tentang kekudusan hari Sabat sudah digantikan oleh gereja yang didukung oleh kutipan tentang pernyataan Kardinal Gibbons dari bukunya the Faith of Our Fathers telinga para pendengar di luar balai desa semakin lama-semakin memanas. Sebetulnya seandainya para pendengar yang fanatik itu mau mendekati balai desa dan mendengarkan langsung dari sambil melihat penjelasan Alkitab yang dijelaskan lewat slide-slide powerpoint maka mereka dapat melihat bukti-bukti penemuan ilmu pengetahuan di bidang medis hasil tes labotarium tentang segala macam penyakit yang timbul karena disebabkan memakan daging-daging haram. Bahkan ada cacing-cacing yang tidak dapat mati walaupun sudah dimasak yang masih terdapat pada daging babi yang siap saji. Bahkan kalau mereka mendengarkan langsung pernyataan dan tudingan dari pihak muslim bahwa memang aturan dan larangan Tuhan tentang binatang haram sebetulnya tertulis di Alkitab tetapi tidak ditaati dan dijalankan secara agama Krisen termasuk hari Sabat sengaja telah dilanggar oleh orang Kristen pada itu dalah salah satu hukum yang tertulis dalam Ten Commandments di Alkitab (Keluaran 20:3-17).

Jadi banyak pemimpin golongan agama, para majelis gereja di GMIBM, KGPM, Pantekosta yang sudah merasa tersinggung dengan penjelasan-penjelasan itu akhirnya mengutus mata-mata ke balai desa tempat KKR berlangsung dari malam ke malam hanya untuk melihat siapa yang rajin hadir setiap malam dan siapa yang bakal menyerahkan diri untuk dibaptiskan. Sebab mereka khawatir sekali terhadap pembicara yang setiap malam mengadakan doa panggilan kepan, mereka pikir akan banyak yang diyakinkan dan akan dibaptiskan. Itulah sebabnya sepanjang KKR berlangsung di Nanasi maka setiap malam ibadah-ibadah kolom dan ibadah unit dan ibadah rayon di rumah-rumah serta ibadah di gereja langsung diaktifkan di setiap gereja dan juga kunjungan-kunjungan para majelis gereja ke anggota jemaat mereka tidak henti-hentinya diadakan. Walaupun demikian kebenaran Alkitab harus disampaikan kepada masyarakat, sebab suatu saat KKR-KKR dari GMAHK akan dibatasi bahkan akan dilarang untuk diadakan. Jadi sekaranglah waktunya, Injil harus disampaikan dengan jelas dan terang-terangan. Benarlah perkataan rasul Paulus, seperti yang disebutkannya dalam surat 2 Timotius 4:2, 3, bahwa“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabangaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” Ada beberapa anggota masyarakat yang merasa tidak senang dengan pekabaran firman Tuhan telah mengalami tekanan dan stress. Ada di antara mereka selaku anggota badan pekerja majelis jemaat GMIBM yang mengeluarkankomentar kepada anggota jemaat Advent Nanasi sebagai berikut: “Sapa tu ja ba khotbah di KKR itu, orang Papua dia atau Ambon, kiapa kwak dia ba ba singgung pa torang, dia itu cuma mo datang kase rusak torang pe hubungan oikumene yang so bajalang bagus selama ini.”

Kenapa sampai ada komentar seperti itu? Komentar seperti itu wajar karena memang itu yang adalah satu reaksi alami masyarakat terhadap penyampaian firman Allah dengan argumen yang kuat dan tajam dimana juga menggenapi perkataan dalam Ibrani 4:12, 13, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” Bagaimanapun Injil harus disampaikan sekalipun ada yang harus merasa tersinggung tetapi untuk memanggil orang-orang berdosa datang kepada kebenaran dan keselamatan maka segala sesuatu menyangkut keselamatan manusia terkait pilihan antara menerima kematian dan kehidipan harus terbuka di hadapan Allah dan manusia karena kalau tidak disampaikan kepada masyarakat maka pengkhotbah KKR sekalipun akan mempertanggung jawabkan itu kepada Allah di akhirat apakah dia sudah sampaikan dengan benar dan jelas atau tidak. Allah akan menuntut pertanggung jawaban dari umat-Nya termasuk dari pembicara KKR seperti yang dikutip oleh Ev. Ir. Tjak Latumahina dalam Yehezkiel 3:18tentang kematian sia-sia dari seseorang hanya karena ia tidak pernah diamarkan dan diperingatkan tentang kebenaran firman Allah oleh pembicara KKR. Jadi dengan dasar ayat ini maka pembicara telah merasa terbeban dan harus dengan berani dan terang-terangan untuk menyampaikan pembahasan firman Allah selama KKR “Badai Pasti Berlalu” dan memang telah membuat satu badai dalam pikiran setiap anggota masyarakat Nanasi dan sekitarnyat Dan memang itu turut mempengaruhi keputusan jiwa-jiwa yang akan menyerahkan diri di akhir KKR ini.

E. Kegiatan Perlawatan Selama KKR
Selama KKR berlangsung kegiatan-kegiatan telah diadakan mulai pada hari Senin pagi di tiga jemaat selaku pelaksana KKR “Badai Pasti Berlalu” yang juga diikuti langsung oleh pembicara KKR. Tim perlawatan dipimpin langsung oleh Pdt. Kalvein Mongkau dan dibantu seksi perlawatan yakni bapak Max Lanes (salah satu ketua jemaat Nanasi Pioneer). Memang ada jiwa-jiwa yang sudah dilawat sebelum KKR tetapi ada juga lawatan baru yang hadir di KKR saat mengisi kartu-kartu hadir. Salah satu jiwa yang sudah pernah dilawat oleh pembicara Pdt. Marthinus Roring, M.Min, MPH di KKR “Yesus Berkata-Ikutlah Aku” 16-22 Juni 2013 adalah oma AdeleidaFice Gosalyang sudah berumur 81 tahun 5 bulan, namun belum sempat mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi melalui baptisan yang suci.Akan tetapi pada perlawatan diadakan oleh pembicara KKR “Badai Pasti Berlalu” bapak Ev. Ir. Tjak Latumahina pada hari ketiga maka pada akhirnya oma ini mengambil keputusan untuk dibaptiskan pada hari Sabat, 17 Agustus 2013. Tadinya oma Adeleida FiceGosal beragama Kristen GMIM selaku orang tua dari ibu Nouvy Gerung, yang dulunya ketika dia dibaptiskan telah dianiaya oleh oma Gosal ini selaku ibunya sendiri karena menjadi orang Advent. Selaku anak dari oma Gosal dengan suaminya, almarhum opa Gerung, ibu Nouvy Gerung ini sudah dibaptiskan saat dia masih berumur 17 tahun saat dia tinggal di rumah pamannya di desa Ibolian.

Perlawatan selama KKR sudah diupayakan secara maksimal, bahkan ada jiwa-jiwa yang harus dikunjungi karena mengisi kartu-kartu hadir setiap malam yang rindu didoakan langsung oleh sang pembicara ada yang tak sempat dikunjungi karena begitu padatnya jadwal dari pembicara untuk melayani permintaan kunjungan baik ke Kotamobagu (atas undangan officers dan staf kantor GMAHK Field Bolaang Mongondow dipimpin Pdt. Novri Kaumpungan selaku ketua) juga ke Elusan atas undangan keluarga bapak Ir. Frans Tilaar. Sehingga itu telah menjadi “pekerjaan rumah” dan komitmen bagi tim perlawatan untuk menindak-lanjuti setelah KKR berakhir. Ada dua oma yang sudah berusia lanjut juga telah dikunjungi di rumah-rumah mereka oleh pembicara KKR dan mereka telah diberikan pelajaran Alkitab secara marathon oleh pembicara dan setelah didoakan dan diadakan panggilan untuk mengikuti Tuhan mereka langsung menanggapinya untuk dibaptiskan btermasuk oma dari hamba Tuhan, Pdt. Kalvein Mongkau, oma Juliana Rembet. Sekalipun sang suami, yakni opa Johan Pangaila berserikeras untuk tidak menerima kunjungan tim perlawatan tetapi akhirnya pembicara tetap bisa menyakinkan beliau akan pentingnya berserah kepada Tuhan dan dia pun luluh hatinya dan bersedia untuk didoakan bersama-sama dengan istrinya oma Juliana Rembet yang sudah menderita sakit lama di wajahnya karena luka yang infeksi semakin lama semakin membesar yakni luka bekas tahi lalat yang dilihat orang amat mengerikan dan menjijikkan. Tapi itu tidak menyurutkan tim perlawatan untuk mendoakan dia.

Perlawatan ke desa Nanasi Timur sudah diadakan dan salah satu diantaranya adalah melawat calon baptisan bernama Juwita Kagiling dan sudah mencoba mengunjungi simpatisan lainnya yakni seorang pemuda yang sudah kumpul kebo bersama gadis bernama Giska Lumenta, tetapi sayang sekali keduanya tidak sempat ditemui karena keduanya sudah berencana untuk menikah di gereja Protestan. Kuasa kegelapan sangat sibuk untuk bekerja keras di minggu KKR itu, untuk menghalangi jiwa-jiwa yang mau dikunjungi oleh tim perlawatan. Salah satu tantangan terbesar minggu itu adalah pendeta jemaat Nanasi sudah diundang oleh keluarga Lumenta Runturambi untuk hadir diacara peminangan dari pasangan Giska Lumenta (salah satu pemudi Advent jemaat Nanasi Timur) dan pacarnya non Advent untuk mengadakan khotbah di acara peminangan yang notabenenya keduanya akan menikah di gereja GMIBM-Protestan. Oleh ketidak-hadiran dari pendeta jemaat yang disibukkan dengan kegiatan perlawatan telah menimbulkan kejengkelan keluarga Lumenta-Runturambi padahal bapak Marthen Lumenta selaku ayah dari Giska adalah wakil ketua panitia di KKR “Badai Pasti Berlalu.” Memang ini adalah satu tantangan pengalaman pahit secara internal dari tim perlawatan menghadapi keadaan seperti itu.
Perlawatan khusus di desa Poigar Minahasa Selatan juga sudah diadakan pada hari Rabu, Kamis malam dan Jumat baik oleh Pdt. Marthinus Roring dan pembicara, Ev. Ir. Tjak Latumahina. Pada hari Rabu malam, Pdt. Marthinus Roring, M. Min, MPH, keluarga M. Tompunu-Neman dan tim perlawatan dari Panitia KKR dipimpin oleh Pdt. Kalvein Mongkau, dan Ibu Jenny Lumingkewas, telah mengadakan kunjungan terhadap beberapa tamu yang mengisi kartu hadir di desa Poigar II, kec. Sinonsayang, kabupaten Minahasa Selatan. Tim perlawatan mendapatkan sambutan hangat dari para tuan rumah yang rajin hadir dari malam ke malam dan telah diberikan pelajaran Alkitab dan dorongan untuk tetap hadir di KKR dan sebelum meninggalkan rumah-rumah itu doa-doa sudah dilayangkan kepada Tuhan untuk jiwa-jiwa yang lapar dan haus akan kebenaran.
Pada hari Kamis malam dan Jumat Pagi, pembicara KKR sudah turut mengadakan kunjungan lawatan ke beberapa simpatisan yang hadir dari malam ke malam di KKR “Badai Pasti Berlalu” yang mengisi kartu-kartu hadir khususnya yang berdomisili di desa Poigar I, kecamatan Sinonsayang, kabupaten Minahasa Selatan. Satu seri pelajaran Alkitab telah disampaikan dengan ringkas oleh pembicara KKR, bapak Ev. Ir. Tjak Latumahina. Dan hasilnya, pada malam hari Jumat kebanyakan yang mendapatkan pelajaran Alkitab dari pembicara lewat KKR selama seminggu itu telah berdiri mengambil keputusan untuk dibaptiskan. KKR ini juga mendapatkan partisipasi kehadiran tamu-tamu non Advent yang hadir yang telah dibawah oleh jemaat-jemaat yang berada di wilayah Wineru khususnya dari desa Wineru, Nonapan, Gogaluman dan Tiberias. Memang tak dapat disangkal bahwa kehadiran para tamu ada yang tidak tetap sebab kondisi di dua wilayah ini adalah begitu ada KKR Advent maka para pemimpin denominasi lainnya yang non Advent tiba-tiba langsung menggiatkan setiap anggota jemaat untuk menghadiri acara-acara ibadat di gereja-gereja dan di rumah-rumah mereka masing-masing.

\
F. Acara Malam Penutupan KKR
Pada malam penutupan hari Jumat malam, seminar Kesehatan tetap diadakan oleh Pdt. Marthinus Roring, M.Min, MPH di mana seperti biasanya dari malam ke malam diawali dengan menyanyikan Lagu Kesehatan sebagai pengantar seminar. Lagu-lagu pujian tetap dibawakan oleh keluarga Tompunu-Neman dan penyerahan hadiah melalui buku Hari Yang Hampir Dilupakan dan Buku Kemenangan Akhir tetap diadakan kepada para tamu yang baru kali itu hadir di KKR.
Pada malam penutupan KKR “Badai Pasti Berlalu, yakni hari Jumat malam telah berlangsung dengan khidmat. Memang pada malam-malam sebelumnya, KKR ini mengadakan satu panggilan dari malam ke malam untuk berdoa di depan, tetapi panggilan pada malam terakhir adalah paling khidmat dan paling yang menentukan. Pembicara sangat bersemangat mengadakan khotbah malam terakhir mengenai kelahiran baru lewat baptisan menurut Alkitab. Dan pada malam itu banyak yang sudah berdiri di depan untuk mengadakan pertobatan dan sudah mengisi kartu-kartu hadir untuk dibaptiskan. Total yang sudah mengambil keputusan untuk dibaptiskan baik yang berdiri di panggung untuk didoakan pada malam itu oleh pembicara maupun yang belum berdiri malam itu adalah kurang lebih 20 jiwa. Umumnya yang sudah mengambil keputusan itu berasal dari lawatan tiga jemaat pelaksana KKR “Badai Pasti Berlalu” yakni jemaat Nanasi Pioneer, jemaat Nanasi Timur dan jemaat Poigar Minahasa, kecuali ada dua jiwa lainnya yakni 2 jiwa dari desa Wineru dan 2 jiwa dari desa Tiberias,dimana ada satu jiwa yang berasal dari Nanasi dan Tiberias sudah didoakan secara khusus oleh pembicara pada malam Jumat selesainya khotbah. Bahkan oma Lien Massie (85 tahun), setelah merasa telah disembuhkan oleh Tuhan dari penyakitnya yang sudah di rumahnya dan di balai desa sebelum khotbah KKR oleh pembicara, sudah turut mengambil keputusan untuk dibaptisan, tetapi telah dihalangi oleh pihak keluarga pada hari Sabat pagi sebelum acara ibadah di balai desa dimulaikan. Pada hari subu pagi sebelum fajar menyingsing, oma Lien ini sudah dilarikan secara diam-diam oleh keluarga ke rumah yang agak jauh dari rumahnya berhubung dia sendiri tidak bisa berjalan lagi sendiri karena harus dituntun di kursi roda. Namun kerinduannya untuk dibaptiskan tetap ada dalam pikirannya terbukti kesaksian dari oma Lea Monigir yang tinggal berdekatan dengan rumah dimana oma Lien telah dikarantina oleh keluarganya bahwa oma Lien Massie selalu bercakap-cakap dengannya akan kerinduannya untuk menuju tempat baptisan tetapi telah dijaga ketat oleh keluarganya sendiri.
Demikian pula, oma Juliana Rembet, pada hari Sabat itu telah dijaga oleh opa Johan Pangaila (sang suami) untuk tidak dibawa tempat baptisan. Pdt. Kalvein Mongkau sudah berupaya secara maksimal dua kali, pertama yakni tahun 2012 pada saat KKR dari pemuda Advent Nanasi dari jemaat Nanasi Pioneer mengadakan KKR di balai desa, pembicara saat itu adalah Pdt. Nelson Neno dari kampus 1000 Misionari, Tompaso II, melalui tim perlawatan yang memiliki ketrampilan di bidang medis telah mengadakan pengobatan secara gratis kepada oma Juliana Pangaila-Rembet. Tetapi upaya terapi yakni pengobatan lewat arang pohon dari Korea sudah mengadakan perobahan terhadap penyakit di bagian wajah oma ini dan pada minggu ketiga Agustus, pihak anak-anak dari oma yang sudah Advent ini telah mengatur perjalanan ke kampus Misionari untuk mengadakan pengobatan lanjutan sekaligus untuk mengajak dan memanggil oma dan opa ini kepada jalan keselamatan lewat baptisan ini akhirnya belum membuahkan hasil. Sampai-sampai pembicara KKR “Badai Pasti Berlalu,” bapak Evangelist Ir. Tjak Latumahina sudah diundang oleh pihak orang tua dari Pdt. Kalvein Mongkau untuk mengadakan perlawatan dan doa kepada oma Juliana, tetap rasanya opa Johan Pangaila sudah mengeraskan hati untuk menolak panggilan Tuhan lewat baptisan yang diadakan oleh pembicara pada hari Rabu pagi, 15 Agustus 2013.

G. Khotbah Sabat Siang dan Acara Baptisan
Acara khotbah Sabat siang telah diadakan di balai desa Nanasi dihadiri oleh pengunjung dan tamu termasuk calon-calon baptisan. Tetapi acara baptisan nanti diadakan sesudah khotbah mengingat padatnya acara di Sabat tanggal 17 Agustus 2013 itu. Pada acara sebelum khotbah telah diadakan acara penyerahan ada 2 bayi dari dua pasang nikah yang muda yakni 1 pasang yang akan di baptiskan sesudah khotbah yakni anak dari Steven Manuhuruapon dan anak dari APDS Komisi di GMAHK Daerah Misi Sulawesi Tengah yakni, Sdr. Jembris Pangaila. Setelah acara diskusi Sekolah Sabat yang disatukan di depan oleh Pdt. Marthinus Roring, M.Min, MPH maka telah diselingi oleh lagu-lagu pujian dari “The Serve Him” dipimpin Sdr. Ricky Rumambi, SE, lalu dianjutkan dengan acara khotbah. Khotbah Sabat siang disampaikan oleh pembicara KKR. Sesudah acara khotbah yang begitu berapi-api dari pembicara KKR maka dilanjutkan dengan acara makan siang dan sesudah makan siang bersama di balai desa dilanjutkan dengan acara baptisan di sungai Poigar. Sementara acara baptisan berlangsung, di balai desa acara tetap dilanjutkan dengan acara konser lagu-lagu pujian dari The Serve Him dan penyanyi, keluarga Tompunu-Neman dan para penyanyi Vg. local dari wilayah Nanasi dan Wineru.
Ada 8 jiwa yang dibaptiskan pertama di sungai Poigar dan ada dua jiwa lagi yang ddiibaptiskan menyusul baik hari Rabu tanggal 21 dan hari Sabat tanggal 24 Agustus 2013. Di catatan dari tim perlawatan ada 20 jiwa calon baptisan tetapi sebagian besar telah dihalangi oleh pihak keluarga dan anggota masyarakat dari Nanasi, Poigar Minahasa Selatan dan Tiberias. Mereka tidak jadi datang ke balai desa di hari Sabat pagi itu bukan karena mereka takut tetapi karena memang mereka dihalangi, tidak bisa hadir di acara ibadah bersama di balai desa itu sebagai pengantara kepada acara baptisan bagi diri mereka sendiri. Sehingga, sampai berita ini diturunkan, masih ada jiwa-jiwa lainnya yang masih bergumul, dan di antara mereka, rencananya akan dibawa ke KKR 5 titik di Konfrens Minahasa khususnya di titik KKR desa Lopana dimana yang menjadi pembicara adalah Pdt. Marthinus Roring dengan sponsor adalah dari Global Outreach Fellowship dari Amerika Serikat.

Baptisan susulan terjadi pada hari Rabu dan hari Sabat. Hari Rabu sore tanggal 21 Agustus telah dibaptiskan David Waroka oleh Pdt. Stenly Pongoh, S.Ag di sungai Poigar belakang SD Advent Nanasi dimana calon pasangan nikah dari David yakni Juwita Kagiling sudah dibaptiskan sebelumnya yakni pada hari Sabat, di penutupan KKR. Pada hari Rabu malam keduanya sudah menjalani upacara pemberkatan nikah kudus di GMAHK Nanasi Pioneer dan pencatatan sipil telah diadakan di kantor Capil Lolak keesokkan harinya. Sementara itu pada hari Sabat, tanggal 24 Agustus sudah dibaptiskan juga seorang ibu bernama Suryani Uming Potabuga,seorang muslim asal desa Mondatong,yang tinggal tidak jauh dari desa Nanasi tempat KKR “Badai Pasti Berlalu, dimana ia sudah dibaptiskan oleh Pdt. Sammy Moniung, S.Th di pantai Sidate, dekat desa Pakuweru.
Dalam waktu dekat ada KKR di desa Ongkaw Satu, pembicara adalah Ev. Pdt. Marthinus Roring, MPH, M.Min, akan dilaksanakan di Balai Desa dan diharapkan KKR yang akan dilaksanakan mulai tanggal 27 Oktober ini setelah acara Bible Confrence di Toraja akan menindaklanjuti KKR “Badai Pasti Berlalu.” Ada jiwa-jiwa yang masih bergumul yang ada di wilayah Nanasi dan Wineru, khususnya masih menunda untuk dibaptiskan di KKR “Badai Pasti Berlau” yakni yang berasal dri desa Tiberias, Nanasi dan Poigar Minahasa. Saat ini ada salah satu jiwa, calon suami dari Anggraeni Barakati, yakni Denny Massie sudah membukakan hatinya kepada bisikan Roh Kudus, karena tadinya dia yang beragamaKGPM tadinya bersikeras untuk tidak mau menika di gereja Advent tetapi puji Tuhan sudah ada dua pertemuan ibadah dia hadir di tengah-tengah kumpulan berjemaat di jemaat Nanasi Timur. Puji Tuhan, berkat doa-doa dari para pembaca bulletin BAIT maka saudara Denny Massie telah dapat dibaptiskan di pantaidesa Boyong Pante pada hari Selasa, 1 Oktober 2013 dan diterima menjadi anggota gereja Advent Nanasi Timur. Acara baptisan berlangsung pada jam 9 pagi dan sesudah itu pada hari yang sama sekitar jam 10.00 – jam 11.00 siang, Denny Massie telah dipersatukan dengan Anggreini Barakati secara resmi di dalam acara pemberkatan nikah yang kudus di gereja MAHK jemaat Nanasi Timur yang dipimpin oleh Pdt. Marthinus Roring, MPH, M. Min . Orang tua dari Denny Massie sudah tidak mau ambil pusing lagi untuk mengurus pernikahnya hanya karena dia mau menikah di gereja Advent.Sehingga beliau dinikahkan tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Jadi walaupun oma Lien Massie tidak jadi dibaptiskan dipenutupan KKR karena dihalangi pihak keluarganya, tetapi ada pemuda Denny Massie yang masih terhitung cucunya dari gereja KGPM yang menggantikannya. Puji Tuhan!!!

Puji Tuhan, atas kuasa dan anugerah-Nya lewat Roh Kudus sudah dinyatakan tengah-tengah pembicara KKR, Ev. Ir. Tjak Latumahina, istri pembicara, para anggota panitia KKR dan seluruh anggota jemaat di tiga jemaat bahkan ditopang oleh kehadiran para pendeta, tua-tua jemaat dan para undangan dari jemaat-jemaat wilayah Nanasi dan Wineru sehingga acara KKR “Badai Pasti Berlalu” bisa terselenggara. Atas kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk pemerintah desa dan kecamatan telah berperan serta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan KKR tersebut. Kuasa Tuhan selalu menyertai Ev. Ir. Tjak Latumahina di dalam tugas-tugas penginjilan yang Tuhan sudah embankan kepadanya sekalipun beliau tidak memiliki latar belakang pendidikan teologia yang mempelajari metode-metode penginjilan umum (public evangelism). Beliau adalah salah satu autodidak di dalam mengembangkan kemampuan dirinya untuk berkhotbah dan makin-lama gayanya berkhotbah makin diberkati dengan kuasa hikmat sorgawi dari Allah Bapa di sorga sehingga nama Tuhan dapat dimuliakan di setiap kegiatan KKR yang dia adakan oleh menggunakan dananya sendiri karena menyadari berkat-berkat Tuhan itu hanya dipercayakan kepadanya untuk digunakan dalam penginjilan.

Leave a Reply