Edisi Sept. 21, 2013

MENYAMPAIKAN INJIL DENGAN KATA-KATA HIKMAT YANG MEYAKINKAN

I Korintus 2:4 “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.”

Paulus adalah seorang yang pintar dan terpelajar. Di awal pelayanannya, dia menunjukkan kepintarannya dan setelah dia evaluasi ternyata hasilnya tidak baik.

“Paulus adalah seorang pembicara yang fasih. Sebelum pertobatannya ia sering mencoba mengesankan para pendengarnya tentang fasihnya ia berpidato.” 7 A&O 212

“Paulus telah mencoba menyesuaikan gayanya dengan tabiat orang banyak. Ia telah menemui logika dengan logika, ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan, filsafat dengan filsafat … Ia menyadari bahwa pengajarannya di Atena sangat berhasil, tetapi sedikit sekali buahnya.” 7 A&O 206

Akhirnya Paulus mengambil keputusan, ia tidak lagi menggunakan “kata-kata hikmat yang meyakinkan” tetapi akan mengandalkan “keyakinan akan kekuatan Roh”.

Berapa banyak dari kitapun terjebak dengan hal yang sama. Lebih mengandalkan ilmu yang kita milki. Percaya diri yang tinggi karena terpelajar dan terhormat sehingga tidak mengandalkan Tuhan. Memang menurut kita berhasil. Kita berkhotbah atau mengajar sangat meyakinkan dan dapat menjawab setiap pertanyaan dengan fasih. Banyak perdebatan dapat dimenangkan. Tetapi catatannya ialah “sedikit sekali buahnya”

Adalah sepatutnya bagi kita yang menjalankan pekerjaan milik Tuhan ini dengan mengandalkan “keyakinan akan kekuatan Roh” disini iman kita sendiripun diuji. Iman yang membuat keyakinan dalam diri bahwa Roh itu Kuat dan hanya mengandalkan hal itu dalam menjalankan pemberitaan Injil. Berapa banyak penolakan yang terjadi terhadap panggilan melayani, juga disebabkan karena mereka mau mengandalkan kekuatan, kepintaran dan hikmat manusia. Sehingga saat mereka merasa diri tidak bisa, mereka menolak melayani. Dengan demikian di dalam diri mereka tidak terdapat “keyakinan akan kekuatan Roh”.

Bukankah ini juga yang terjadi di antara murid-murid Yesus sebelum penyaliban dimana mereka membanding-bandingkan kemampuan masing-masing dan merasa bahwa mereka lebih tinggi dari yang lainnya sehingga mereka berebut posisi atau jabatan yang lebih tinggi. Sehingga standar untuk kepimimpinan adalah siapa yang lebih pintar ataupun lebih dari yang lainnya. Janga-jangan ada juga yang berusaha untuk meraih gelar pendidikan lebih tinggi supaya mendapat jabatan yang lebih tinggi.

Benar Tuhan membutuhkan orang seperti Paulus yang pintar, terpelajar dan terhormat. Tetapi dari pengalaman Paulus, bukan itu yang jadi ukuran keberhasilannya tetapi bagaimana dia lebih mengandalkan kekuatan Roh” dan itu harus menjadi “keyakinannya”. Pekerjaan Tuhan sekarangpun membutuhkan orang-orang pintar, terpelajar, dan terhormat. Tetapi biarlah sama seperti Paulus yang mau mengabaikan semua itu, dan mulai mengembangkan “keyakinan akan kekuatan Roh” hidup dalam pelayanannya sehingga tidak lagi “sedikit buahnya” melainkan akan “menuai banyak buah” yang akan dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan.
“Usaha-usaha Paulus di Korintus tidaklah sia-sia. Banyak yang berbalik dari perbaktian ilah-ilah untuk menyembah Allah yang benar, dan sidang yang besar terdaftar di bawah panji Kristus.” 7 A&O 213

“Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” I Korintus 2:5

PDT. JACKY RUNTU BERSAMA ISTRI

KELUAR DARI BABYLON

“Gereja MAHK sudah jadi Babylon!” “Kita harus keluar dari Babylon!” Demikianlah hal yang telah didengungkan oleh sebagian orang yang telah melihat kelemahan gereja MAHK. Sementara gereja MAHK bukanlah gereja yang sempurna; sebab dibentuk oleh manusia. Namun organisasi GMAHK telah dibentuk atas instruksi Tuhan. Bila kita mengikuti petunjuk Tuhan,maka kita berada di jalan yang aman.

Kita dapat menyadari adanya ketidak puasan dari sebagian orang terhadap organisasi GMAHK. Ada yang merasa organisasi tidak adil! GMAHK telah terpengaruh oleh keduniawian! Banyak kesalahan pemimpin! Pertanyaannya ialah, apakah kelemahan organisasi atau orang dalam organisasi, telah menjadikan GMAHK sebagai Babylon, sebab itu kita harus keluar dari Babylon? Pada tahun 1890-an, GMAHK mengalami masalah besar. Ketua GC yang tidak punya wakil, belum adanya sistim Divisi seperti sekarang ini, dan belum adanya berbagai department; menyebabkan ketua GC yang sering keluar kantor, dan pekerjaan kantor menjadi terbengkalai. Tidak heran adanya seruan untuk “reorganisasi” yang dilaksanakan pada tahun 1901. Nah, pada tahun 1890-an tersebut, disaat banyak kelemahan organisasi GMAHK, maka ada yang mengatakan bahwa GMAHK sudah Babylon. Namun apakah tanggapan dari Ellen G. White?

Walaupun adanya kelemahan gereja, berulang-ulang tulisan Ellen G. White mengatakan bahwa GMAHK bukanlah Babylon. Beberapa yang ditulisnya adalah sebagai berikut:

1. “Saudaraku, jikalau engkau mengajarkan bahwa Gereja MAHK adalah Babylon, engkau salah.” TM 50, 59 (1893)
2. “Tuhan memimpin suatu umat. Dia mempunyai umat pilihan, gereja di dunia ini. . . Adapun ajaran bahwa Gereja Masehi Advent hari Ketujuh adalah Babylon dan memanggil umat Tuhan keluar dari padanya, bukan datang dari utusan surga, atau satu agen manusia yang diinspirasikan oleh Roh Tuhan” 2 SM 66.
3. “Mereka yang mengajarkan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah Babylon atau sebagian dari Babylon, lebih bagus tinggal di rumah saja.” Biarlah mereka berhenti dan mempertimbangkan pekabaran yang seharusnya dikabarkan sekarang ini.” TM 362
4. Mengatakan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah Babylon adalah sama dengan mengikuti kata-kata Setan, yaitu penuduh dari saudara-saudara kita, yang menuduh mereka dihadapan Tuhan siang dan malam. TM 42.

Jelas bukan bahwa GMAHK bukanlah Babylon sesuai dengan tulisan Ellen G. White? Namun perlu juga diketahui adanya kelompok yang coba memisahkan diri gereja GMAH. Amaran ini telah diberikan oleh Roh Nubuat: “Beberapa orang telah memunculkan pikiran bahwa, di saat kita mendekati ditutupnya waktu, setiap anak ALLAH akan bertindak sendiri-sendiri terlepas dari organisasi apapun. Namun saya telah diinstruksikan oleh TUHAN bahwa dalam pekerjaan ini tidak boleh terjadi setiap orang bertindak sendiri-sendiri.
Di saat kita mendekati krisis akhir, gantinya timbul perasaan semakin berkurangnya kebutuhan untuk tata tertib dan keharmonisan dalam bertindak, kita harus bekerja lebih sistimatis dari sebelumnya.”
AG 110.
Bagaimana dengan adanya manusia yang punya masalah. Bahkan kita sebutkan kelompok lalang di tengah gandum? Roh Nubuat memberikan jawabannya. “Kembali saya katakan, Allah tidak pernah berbicara melalui utusannya yang menyebutkankan gereja yang memelihara hukum Allah sebagai Babylon. Benar, ada lalang-lalang bersama gandum, tetapi Kristus telah berkata bahwa Dia akan mengutus malaikat-malaikatNya untuk lebih dahulu mengumpulkan lalang-lalang, mengikatnya dalam ikatan dan membakarnya; tetapi mereka akan mengumpulkan gandum. Saya mengetahui Allah mencintai gerejaNya. Bukan untuk tidak terorganisasi atau tercerai berai dalam bentuk atom-atom yang berdiri sendiri. {2SM 68.3}

Sementara kita hidup makin dekat kepada kedatangan Yesus, berbagai bergerakan akan banyak terjadi, termasuk pergerakan independent, dan menghindar untuk dipimpin dari organisasi resmi yang telah ditunjuk oleh Tuhan. Untuk itu, satu hiburan datang kepada kita, salah satu tulisan Ellen G. White sebelum kematiannya:

Saya mendapatkan semangat dan diberkati saat menyadari bahwa Allah orang Israel masih tetap memimpin umatNya, dan Dia akan terus memimpin mereka, bahkan sampai kesudahan. -2SM 406 (1913).

Puji Tuhan! Dia akan memimpin kita sampai kesudahan! Marilah kita berjalan terus bersama Yesus sampai Maranatha!

DIKUASAI OLEH ROH
OLEH: SAM KAMUH, TK NEW ENGLAND

Oleh: Sam Kamuh, TK New England, US

Banyak sekali orang-orang Kristen dewasa ini yang mengaku telah dikuasai oleh Roh sehingga bisa menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, berbicara dalam bahasa lain, dll. Mari kita lihat lebih jauh apa yang dikatakan Alkitab tentang hal ini. Buka Kisah 2:17 “Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikianlah firman Allah- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi”.

Jelas dikatakan pada hari-hari terakhir, yaitu pada zaman kita ini, jadi ini adalah pekabaran Rasul Petrus bagi kita yang hidup saat ini. Saya percaya Roh akan dicurahkan dan orang-orang akan bernubuat, karena ini adalah Firman Allah. Tapi kita juga harus bijaksana, membandingkan ayat yang satu dengan yang lain, agar kita bisa mendapatkan pengertian yang seutuhnya.

Apakah setiap roh berasal dari Allah? 1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Jadi kita harus hati-hati, tidak semua pendeta/evangelist/pembicara/pengkhotbah Alkitab memiliki roh yang berasal dari Allah, karena Matius 7:21-23 mengatakan: (21) “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Bukan main! Ini adalah konfirmasi yang paling keras dan tegas kepada kita. Bukan setiap orang yang berseru kepada Tuhan!? Lalu, apa ketentuannya? Melakukan kehendak Bapa!! Percuma buat mujizat, usir Setan, berdoa panjang lebar, menyembuhkan orang sakit, dll, semua akan diusir oleh Allah bila tidak ada penurutan! Hati-hati, Wahyu 13:13 bahkan lebih dahsyat lagi menegaskan bahwa kuasa binatang itu dapat menurunkan api dari langit! Jadi, jangan latah percaya orang yang sanggup berbuat hal-hal yang dahsyat! Bukan jaminan!

Saudara akan bertanya, bagaimana mengetahui kehendak Bapa? Bagaimana mengenal kebenaran? Yohanes 17:17 “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran”. Artinya kalau kita membaca/mempelajari akan Alkitab, maka pikiran kita akan diarahkan oleh Roh Kebenaran, karena Firman itu sendirilah kebenaran. Kalau kita benar-benar ingin belajar Alkitab, maka kita tidak usah khawatir, Roh akan memimpin kita kepada kebenaran. Yohanes 16:13 “Roh yang benar akan memimpin kepada kebenaran.” Kehendak Allah yaitu ajaran murid-murid Yesus, baca 1 Yohanes 4:6 “Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan”. Dengan kata lain, ada dua roh disini, roh yang benar dan roh yang menyesatkan, kalau saudara mendengarkan murid-murid Yesus, maka saudara dan saya memiliki roh kebenaran, kalau tidak mendengarkan, maka dalam kita sebetulnya ada roh yang menyesatkan.

Lalu, bagaimana caranya mengetahui kita telah menerima Roh yang benar dan bukan roh yang meyesatkan? Baca Kisah 2:38 “Jawab Petrus kepada mereka: ”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Sekali lagi, syarat dikaruniakan Roh yang benar adalah taat, baca Kisah 5:32 “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia”. Ada benang merah yang bisa kita tarik dari ayat-ayat diatas, yakni: penurutan/ketaatan kepada kehendak Allah, adalah faktor yang sangat mendasar! Tentunya Roh bekerja di seluruh dunia untuk membawa manusia kepada Yesus. Tapi Roh akan hanya akan diam didalam hati orang-orang yang percaya dan melakukan kehendak-Nya.

Sehubungan dengan topik “dikuasai oleh Roh”, ada yang menarik dari prosesi ibadah “dikuasai oleh roh” dalam gereja Kristen teristimewa dalam gereja-gereja karismatik. Pada klimaks prosesi tersebut, tampak jemaat berjatuhan kebelakang ketika “dikuasai oleh roh.” Kalau kita melihat kisah-kisah dalam Alkitab tentang ‘dikuasai oleh Roh’, kita akan terkejut oleh karena apa yang terjadi bertolak belakang dengan apa yang kita lihat saat ini. Coba kita baca Keluaran 34:8 “Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah.” Joshua 5:13,14 “Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: ”Kawankah engkau atau lawan?” (14) Jawabnya: ”Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” Daniel 10:9 “Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah.” 1 Korintus 14:25 “segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: ”Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.” Bukankah tampak bahwa bila seseorang dikuasai oleh Roh Kebenaran, maka mereka akan jatuh kedepan seraya menyembah Allah? Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, tidak terkecuali, keduanya menuliskan hal yang sama. Ingin tahu kisah-kisah orang-orang yang jatuh kebelakang dalam Alkitab? Semua berakhir buruk, coba baca Johanes 18:5,6: “Jawab mereka: ”Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: ”Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. (6) Ketika Ia berkata kepada mereka: ”Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.”
Ujilah roh yang ada, jangan hanya sekedar percaya kepada pengkhotbah-pengkhotbah populer, baik di televisi, digereja, maupun ditempat umum dimana ribuan atau jutaan umat berkumpul dan ketika dipanggil kedepan, diawasi oleh kamera televisi, merekapun jatuh kebelakang. Pada hari-hari terakhir akan ada kecurahan Roh Kebenaran, namun untuk mendapatkannya kita harus bertobat, percaya kepada Yesus, taat pada firman-Nya agar Roh Kebenaran akan kita terima dan tinggal dalam kita sehingga kita boleh mendapatkan karunia-karunia untuk menyelesaikan tugas penginjilan diseluruh dunia dan Yesus akan segera datang untuk menjemput kita masuk dalam kerajaan-Nya dan hidup kekal selama-lamanya.

Kesuksesan bukanlah segalanya, kegagalan hanya proses semata, berbuat yang terbaik adalah yang terutama.

Mereka yg bahagia bukan mereka yg memiliki segalanya. Tapi mereka yg tak pernah mengeluh dan selalu mensyukuri yg telah dimiliki

Berhenti tuk terus mengingat masa lalu, terutama hal buruk yg telah terjadi. Fokuslah hari ini tuk masa depan yg lebih baik.

Jangan biarkan rasa takut menemani pagimu. Jadilah pribadi yang berani, karena keberhasilan hanyalah milik mereka yang berani.

BELAJARLAH MENERIMA PASANGAN ANDA
[BAGIAN – 1]

Ada seseorang yang ketika berpacaran, dia yakin benar bahwa pasangannya adalah seorang yang sempurna dalam pemandangan matanya. Namun segera sesudah mereka intim dalam pernikahan maka tersingkaplah kesalahan-kesalahan dan kebiasaan dalam diri pasangannya yang “sempurna” itu yang membuat dia sakit hati. Orang tadi berusaha untuk menolong pasangannya untuk mengatasi kekurangannya dan agar lebih berterima kepadanya, kepada keluarganya dan orang-orang lain. Usahanya itu berlanjut selama beberapa tahun namun tidak berhasil. Dia tidak berhasil merubah pasangannya.

Perlu kita ingat bahwa perselisihan yang hebat akan timbul bila salah satu pasangan berusaha untuk mengubah pasangan lain. Kenapa?. Karena masing-masing merasa bahagia bila seseorang merasa dihargai, disukai dan diterima seperti APA ADANYA.
Kita merasa tidak nyaman bila berada di bawah tekanan dari seseorang untuk mengubah kebiasaan, kepribadian atau kesenangan kita. Khususnya dalam rumah tangga, adalah mutlak agar kita belajar untuk menerima perbedaan, bertoleransi terhadap kejanggalan karakter, dan menghormati kemandirian orang lain.

Apa artinya menerima pasangan Anda?

Apa artinya menerima pasangan Anda?. Itu artinya Anda menyukai dia seperti apa adanya dan dapat menghargai haknya untuk BERBEDA dari Anda. Itu berarti Anda membiarkan dia memiliki perasaannya sendiri mengenai berbagai hal. Itu artinya Anda menerima sikapnya pada suatu saat, tidak peduli itu berbeda dari sikap Anda.
Meskipun sangat terpuji untuk menerima orang lain seperti apa adanya, namun hal itu memang tidak mudah dilakukan. Untuk itu, Anda perlu bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan yang berikut ini:
-Bisakah saya menerima dia apabila dia memandang permasalahan hidup ini berbeda dari pandangan saya?. Dapatkah saya menerima dia bila dia memilih metode yang berbeda untuk mengatasi persoalan?. Dapatkah saya menerima dia ketika dia marah terhadap saya?. Bisakah saya menerima haknya untuk memilih keyakinannya sendiri dan menumbuhkan nilai-nilanya sendiri?.

Menerima artinya bahwa Anda mengakui ketidaksempurnaan tetapi Anda tidak akan menyusahkan diri dalam soal-soal itu. Sebaliknya, Anda bertekad untuk menerima pasangan Anda seperti apa adanya -KESALAHAN DAN SEGALANYA.
Jika Anda mulai dapat mengendalikan kata-kata cercaan yang tadinya biasa Anda lontarkan semaunya, berarti Anda sudah mengambil langkah pertama menuju KEBERTERIMAAN sepenuhnya terhadap orang lain. Perlu kita ingat bahwa PRA SYARAT penting untuk menerima orang lain apa adanya ialah kemampuan seseorang untuk menerima dirinya seperti apa adanya. Penerimaan diri menyanggupkan kita menjadi lebih jeli terhadap kebutuhan-kebutuhan orang lain dan kurang merasakan adanya desakan untuk memperbaiki orang lain. KITA AKAN JADI BERTAMBAH PUAS MENJADI DIRI SENDIRI DAN MEMBIARKAN ORANG LAIN JUGA MENJADI DIRI MEREKA SENDIRI.

BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB KEBERTERIMAAN

Bagaimana Anda menerima dia sebagai satu pribadi, sebagian berkaitan dengan watak.
Sebagian orang mempunyai kemampuan yang besar untuk menerima orang lain karena secara alami mungkin mereka itu berperilaku tenang dan santai saja serta secara alamiah mereka memiliki rasa aman dalam batin mereka, mempunyai tingkat toleransi yang tinggi dan memiliki rasa harga diri.

Semua kita menyenangi kepribadian yang mudah menerima orang lain. Kenapa?. Karena kita merasa NYAMAN berada dekat dengan orang itu. Kita bisa bebas mencurahkan isi hati tanpa khawatir diejek.
Sedangkan orang lain sama sekali tidak bisa menerima karena sering menemukan perilaku orang lain itu menjengkelkan, kaku dan keras. Kita merasa kurang nyaman berada di dekat orang-orang seperti itu sebab kita khawatir jangan-jangan kita jadi ikut-ikutan nanti dengan “STANDAR” mereka. Cukup menyedihkan kalau ada orang-orang yang rohani dan saleh bersikap seperti itu terhadap kita.

Tingkat keberterimaan juga tidak hanya dipengaruhi oleh watak seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh keadaan PIKIRAN. Sebagai contoh: Jika perasaan kita sedang senang, hampir tidak ada hal yang membuat kita marah. Tetapi kalau kita sedang lelah dan suntuk, merasa pusing, atau kecewa dengan apa yang kita alami sepanjang hari itu, maka hal-hal sepele saja bisa membuat kita kesal dan marah.

Keberterimaan dalam kelompok keluarga jauh lebih sulit dicapai ketimbang di lingkungan teman-teman. Kalau ada sesuatu mengenai seorang teman yang menyinggung perasaan kita maka kita bisa mengabaikannya atau CARI TEMAN LAIN, tetapi kita tidak bisa mencoret kakek (oppung) dari daftar hanya karena dia mulai pikun, bukan?. Bibi(namboru) masih tetap akan menghadiri semua acara keluarga meskipun orangnya kita kenal sebagai orang yang suka rewel dan suka menonjolkan diri.
Keberterimaan di antara suami dan istri akan menjadi lebih sulit lagi jika salah satu -atau keduanya-TIDAK MEMILIKI SIFAT YANG MENYENANGKAN. Cukup sulit untuk bertoleransi dengan kakek yang sudah pikun dan bibi yang menyebalkan, walaupun hanya sekali-sekali bertemu, tetapi bagaimana dengan suami dan istri yang harus tetap saling berinteraksi dari hari ke hari?.

Ilustrasi:
Seorang istri telah bersaksi bahwa hal yang paling sulit untuk diterima dalam diri suaminya ialah kebiasaan suaminya yang sama sekali tidak ingat WAKTU. Suatu kali suaminya bergegas ke rumah tetangga untuk meminjam sebuah alat namun dia bisa bertahan sampai begitu lama di rumah tetangga tersebut. Rasanya istri tersebut mau menggugat cerai karena suaminya telah meninggalkan istrinya terlalu lama di rumah. Ternyata sang istri dari sejak lahir dia sudah terlatih untuk menghargai setiap menit .
Namun KEBERTERIMAAN telah memberikan pelajaran bagi sang istri untuk menghargai sifat suaminya yang suka santai dan tenang-tenang saja. Sang istri bertanya dalam hatinya: Haruskah saya memaksa suami saya untuk mengikuti kegesitan saya sementara kepribadiannya sama sekali dirancang dengan kecepatan yang berbeda?. Keberterimaan telah mengajarkan kepada sang istri tersebut bahwa PERBEDAAN tidak harus berarti SALAH. Akhirnya menurut kesaksian sang istri bahwa sekarang dia bisa menerima perilaku suaminya yang SANTAI sebagai suatu sifat yang melengkapi dorongan dalam dirinya sendiri untuk selalu BEKERJA DAN MENGHASILKAN. Selanjutnya menurut kesaksian sang istri mengatakan demikian: “Dan beruntung karena kami berdua tidak memiliki watak yang sama, kalau tidak maka kami berdua bisa terjebak dalam persaingan untuk terus menghasilkan sesuatu, atau kami sama-sama begitu santai sehingga kami tidak menghasilkan apa-apa.

Tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa merasa selalu harus menerima pasangan kita. Ada beberapa perilaku yang mungkin tidak berterima, seperti kebiasaan minum-minuman keras, merokok, berjudi, bersumpah serapah, kemalasan, tidak jujur, atau kasar. Lebih jauh lagi, keberterimaan tidak harus berarti “MENYUKAI,” tapi kita bisa melihat situasi tanpa disertai permusuhan terbuka.
Dalam pernikahan ada beberapa perbedaan manusiawi yang harus kita biasakan diri untuk menghadapinya. Apakah itu soal waktu, beribadah, cara bicara, atau sikap pribadi apa pun, dengan berdoa dan berlatih, kita dapat belajar meningkatkan TOLERANSI kita dan MENERIMA perbedaan-perbedaan hakiki dalam diri setiap pribadi.

BENTUK-BENTUK PENOLAKAN (KETIDAKBERTERIMAAN) YANG UMUM:

MENGOMEL :

Bagaimanakah seseorang memperlihatkan sikap yang tidak menerima (Penolakan?).
Untuk menyampaikan pesan tidak perlu harus dengan kata-kata. Muka masam, cibiran, atau menarik nafas panjang-semua itu memperlihatkan sikap yang tidak menerima.
Salah satu bentuk ketidakberterimaan yang paling umum adalah mengomel.
Raja Salomo yang bijaksana berkata, “Seorang istri yang suka mengomel itu sama dengan tetesan air di kala hujan! Lebih gampang menahan hembusan angin daripada menahan omelannya, sama seperti berusaha memegang sesuatu dengan tangan berminyak.”
Omelan-omelan yang lazim dilontarkan kaum wanita adalah seperti berikut: Suami tidak pernah membereskan rumah, tidak pernah mengajak jalan-jalan, tidak mau bangun pagi, menonton TV sampai larut malam, bangun kesiangan, memboroskan uang, hidup lebih besar pasak daripada tiang, tidak suka mengobrol dengan saya, tidak mengerti perasaan saya, tidak peduli pada anak-anak, tidak ingat pada hari ulang tahun atau hari peringatan, tidak cukup lama berada di rumah, lebih banyak diam, menaruh pakaian sembarangan, tidak sopan di meja makan, kebut-kebutan waktu menyetir, suka melontarkan sumpah serapah di depan anak-anak, tidak suka olahraga, terlalu banyak makan, terlalu lama di lapangan GOLF, terlambat membayar rekening listrik/air/telpon, terlalu menguasai atau terlalu cuek.

Mengomel tentu saja bukan hanya kebiasaan kaum perempuan. Tetapi omelan laki-laki biasanya terpusat pada soal rumah yang kurang rapi, istri yang cengeng, istri terlalu bergantung pada orangtuanya, cemburu, tidak mau bicara, boros, dan sebagainya.

AKIBAT-AKIBAT SIFAT MENGOMEL DALAM RUMAH TANGGA:

Mengomel dan mencela menciptakan ketegangan dalam rumah tangga. Pasangan Anda bisa menjadi tertekan atau membantah. Seringkali komunikasi bisa jadi terputus. Anak-anak juga bisa menderita karena cemas akibat ketegangan di dalam rumah. Ada beberapa akibat sifat mengomel, antara lain:

1. MEMATIKAN RASA CINTA:
Sukar bagi seorang pria untuk mencintai wanita yang suka mengomel, sebab omelan itu mungkin bisa mengingatkan dia pada masa kanak-kanaknya ketika ibunya menyuruh dia “memakai sepatu, mengancing bajunya, dan jangan bicara waktu makan.”

Kaum wanita juga merasa tertekan di bawah CELAAN. Mereka merasa kurang bersemangat untuk memberesi rumah, mengurus anak-anak, atau menyediakan makan bagi laki-laki yang mencela pekerjaan mereka.

2. MEMBANGKITAKAN PERBANTAHAN:
Kebutuhan dasar manusia adalah diterima seperti apa adanya dan untuk hal ini kita akan mencarinya sampai ketemu. Penolakan melukai harga diri, menyakiti martabat, dan membangkitkan kebencian. Semakin orang lain mengomel, mengeluh, atau mencela, semakin bertambah kebencian di pihak yang diomeli. Sudah tentu seorang yang merasa tidak diterima akan mulai menghabiskan waktu di luar rumah mencari orang lain yang mau menerima dirinya dan mencintainya seperti apa adanya. Orang yang kesal secara diam-diam bersumpah untuk membalas dendam.

OMELAN TIDAK AKAN BERHASIL

Dalam sebuah seminar rumah tangga seorang wanita mengaku bahwa dia sudah berusaha untuk mengubah suaminya selama 35 tahun, tapi dia gagal atau tidak berhasil.
Masalah-masalah yang terjadi akibat upaya untuk mengubah perilaku pasangan adalah ketegangan, kurangnya komunikasi, dan akibatnya kepada anak-anak. Nah,..layakkah itu?. Apakah mengubah pasangan hidup Anda demi menyelaraskan pandangan-pandangan Anda itu lebih penting daripada sebuah rumah tangga yang bahagia, pasangan yang menyayangi, dan rasa aman dalam diri anak-anak?. Inti dari pelajaran kita disini adalah sekitar PERUBAHAN DIRI SENDIRI, bukan kemampuan kita untuk mengubah orang lain. Sebagai umat beriman kita harus mengingat bahwa Tuhan menerima diri kita seutuhnya —SEBAGAI ORANG BERDOSA. Kalau kita tidak perlu harus membuktikan kelayakan diri kita di hadapan-Nya, mengapa kita harus membuktikan kelayakan diri kita di hadapan orang lain?. Kesadaran akan hal ini seyogianya membuat kita BEBAS. Seseorang bisa menumbuhkan penghargaan yang lebih besar bagi dirinya sendiri dan orang lain sementara dia lebih mengakui sepenuhnya kasih penerimaan Tuhan.

[Bersambung]

ADVENTIST WORLD RADIO – DISKUSI KOMUNIKASI DALAM KELUARGA – NO 135
Oleh Nico J.J. Koroh

(Ayura) Selamat bertemu kembali sdr pendengar tercinta dari Radio Suara Pengharapan sekalian dalam ruangan komunikasi keluarga dari studio radio kami ini, mudah-mudahan saudara sekalian berada dalam keadaan sehat walafiat, dan senantiasa diberkati Tuhan. Kembali kami berdua saya Ayura dan Bpk Nico J.J.Koroh nara sumber kami dalam acara ini telah berada dalam studio ini.Apa kabar pak Nico?

(Nico) Terima kasih Ayura, saya berada dalam keadaan sehat walafiat, harapan kami juga kiranya semua pendengar siaran ini juga berada dalam keadaan sehat walafiat semuanya bukan?”

(Ayura) Ya tentu pak Nico, itu yang senantiasa kita harapkan selalu. Rupanya kita masih melanjutkan apa yang sudah kita bahas waktu yang lalu tentu “Menyintai Disiplin dalam Komunikasi Keluarga, bagian II atau yg terakhir mengenai disiplin ini. Rupanya pak, hal yang menyangkut disiplin dalam komunikasi keluarga ini begitu penting sehingga pak Nico ingin melanjutkan lagi diskusi kita mengenai topik ini, barangkali ada alasan khusu tentang hal ini pak?

(Nico) Ya Ayura, memang mengenai masalah disiplin dalam komunikasi keluarga merupakan hal yang sangat mendasar, oleh karena itu saya rasa perlu untuk melanjutkan mengenai apa yang sudah kita bahas waktu yang lalu.

(Ayura) Kembali saya lihat pak Nico lagi salah satu ayat dalam kitab Amsal, boleh saya baca pak?
(Nico) Oh tentu sebaiknya begitu.

(Ayura)Ya bapak kaitkan diskusi kita dengan Amsal 13:1 yang bunyinya:”Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan” Wah memang tentu ayat ini menyinggung mengenai disiplin dalam rumah tangga, tapi apa rupanya kaitan ayat ini dengan komunikasi dalam keluarga atau rumah tangga kita pak?

(Ayura) Wah sebuah pertanyaan yang tajam sekali, Apabila kita melihat latar belakang penulis Amsal ini yakni Raja Salomo, yang tentu kita tahu bahwa dia adalah anak dari Raja Daud yang sangat terkenal di zamannya itu. Dan ini sebenarnya merupakan pengalaman pribadi Raja Salomo ketika dia masih dalam didikan ayahnya itu. Beberapa saudara dari Salomo mencemoohkan nasihat ayah mereka yakni Raja Daud, akhirnya jatuh kedalam dosa. Berdasarkan pengalaman inilah kemudian Salomo menulis ayat ini. Begitu pula dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana sering kita menganggap nasihat orang tua hanya sebagai angin lalu saja bukan?

(Ayura) Wah itu betul pak. Tetapi masalahnya Pak Nico, bagaimana sih kita sebagai orang tua benar-benar dapat menanamkan disiplin kepada anak-anak kita, teristimewa dalam komunikasi keluarga di mana munculnya sarana hiburan dalam rumah tangga seperti tv, hp, internet dan berbagai jenis hiburan elektronik dewasa ini rasanya semakin sulit bagi orang tua untuk mengarahkan atau menarik perhatian anak-anak didik kita untuk mendengarkan nasihat orang tua pak?

(Nico) Memang itu merupakan kenyataan dalam kehidupan keluarga di abad ke 21 ini, bahkan tantangan ini semakin berat, namun menurut hemat saya, penanaman disiplin dalam komunikasi keluarga itu harus merupakan sebuah komitmen dalam rumah tangga, sebab apabila tidak demikian, wah sulit dibayangkan apa yang akan terjadi.

(Ayura) Namun sebelum kita lanjutkan, sebaiknya kita dengarkan dulu lagu selingan berikut ini, selamat mendengarkan.

(Ayura) Tapi tentu pak Nico kita sebagai orang tua tentu harus punya jurus-jurus tertentu untuk menerapkan disiplin dalam komunikasi keluarga, khususnya agar anak-anak kita menyintai disiplin dalam rumah tangga, barangkali pengalaman hidup bapak, barangkali boleh dibagikan kepada kita semua, dan pasti pendengar kita ingin mendengarkan itu semua , bagaimana pak?

(Nico) Wah sulit juga bagi saya ini Ayura, tapi begini, mungkin yang pertama-tama harus orangtua lakukan (hal ini barangkali sudah pernah kita diskusikan) yakni memberikan teladan atau contoh yang baik dalam rumah tangga. Nah kalau mau dikatakan “jurus” (kaya cerita silat aja) atau kiat-kiat penting, saya kira dari pengalaman saya, hal yang sudah saya sebutkan tadi merupakan salah satu unsur yang sangat penting.

(Ayura) Mengapa memberikan contoh itu merupakan unsur yang sangat penting pak Nico?

(Nico) Sebab pada umumnya, anak-anak apalagi kalau masih dibawah umur, mereka akan lebih cepat belajar dari contoh-contoh yang dilakukan oleh ayah dan ibunya di dalam keluarga. Pasti Ayura masih ingat pepatah populer yang mengatakan “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Disamping itu, beberapa ahli dalam bidang ini mengemukakan bahwa contoh yang baik dari gaya orang tua dalam menanamkan disiplin dalam rumah tangga dapat memampukan anak untuk gigih dalam melakukan suatu pekerjaan. Saya kira hal ini merupakan pernyataan yang benar.

(Ayura) Wah, barangkali keterangan yang dikemukakan tadi perlu dielaborasi atau dirinci lebih lanjut pak.

(Nico) Begini Ayura, komunikasi di dalam rumah tangga apalagi komunikasi orang tua dalam menanamkan disiplin itu, sangat berkaitan dengan hubungan emosional antara orang tua dan anak-anak. Oleh karena penanaman disiplin melalui pemaksaan selalu akan mengakibatkan kontra produktif karena mewujudkan distorsi dalam hubungan emosional bukan? Sebaliknya orang tua yang memberikan contoh yang baik misalnya membelajarkan disiplin dengan cara-cara yang baik atau dengan sukacita (fun) dalam berkomunikasi, misalnya melalui bermain bersama atau berpiknik bersama misalnya, kemudian menghargai mereka atau memberikan apresiasi bilamana mereka berhasil melakukan suatu tugas, baik dalam rumah tangga ataupun disekolah mereka. Pasti hasilnya akan berbeda.

(Ayura) Jadi dengan kata lain, mendengarkan didikan melalui contoh yang baik dari orang tua itu, akan membuahkan anak yang bijak di masa depannya tentu, Terimakasih pak Nico, atas diskusi yang sangat menarik ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi seluruh pendengar kita dimanapun mereka berada, karena waktu juga yang memisahkan kita, maka dari studio kami ucapkan “selamat berpisah” kiranya Tuhan memberkati kita semua, sampai bertemu lagi dalam kesempatan berikut, terimakasih.

“SUDAHKAH KITA MEMILIKI KEDISIPLINAN ROHANI?”

Selama mengikut Tuhan, sudahkan kita memiliki kedisiplinan rohani? Ataukah kita hanya menjadi orang Kristen yang ala kadarnya atau sekedar menjalankan ibadah sebagai kegiatan rutin belaka? Tanda seseorang memiliki kedisiplinan rohani adalah memiliki roh yang menyala-nyala bagi Tuhan. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11).

Kedisiplinan selalu dimulai dengan roh yang selalu berkobar untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Ia tidak kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan! Banyak orang Kristen yang akhir-akhir ini telah kehilangan kasih mula-mula seperti yang terjadi pada jemaat di Efesus, sehingga Tuhan pun menegurnya dengan keras, “…Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” (Wahyu 2:4-5a).

Filipi 3:14″dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Memiliki roh yang berkobar bukan hanya saat-saat di mana segala sesuatunya lancar dan menyenangkan, namun di segala musim hidup kita. Semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dalam perlombaan rohani ini harus benar-benar kita tanggalkan, dan arahkan pandangan kita kepada Tuhan!

Tuhan memberkati ktia.

LORAN NAPITUPULU

LORD,
WHAT IS YOUR MESSAGE? (4)
OLEH JOHN A. SIREGAR, PHD, MPH

In the world today there is an effort by some Christians and Christian groups to create a World Christian Church, called the “Emerging Church”. The scope of this “unity” is to take away all the differences among the various Christian denominations and just focus on Jesus Christ, the Savior of the world.

Is this type of unity between Christ followers biblical or just human effort? And what has the Bible to say about this issue?

The effort to unite believers in Jesus Christ in one church is based on the believe in Jesus Christ and therefore be one in the body of Christ. Do you believe this and is this true?

Let us look what the Scriptures have to say about this. In the New Testaments there are three texts which define who Jesus is.
1. Matthew 12:8 – For the Son of Man is Lord even[a] of the Sabbath.”

2. Mark 2:28 – Therefore the Son of Man is also Lord of the Sabbath.”

3. Luke 6:5 – And He said to them, “The Son of Man is also Lord of the Sabbath.”

In the Scriptures Jesus is the Son of God and He also is the Son of Man.

Acts 9:20 immediately he preached the Christ] in the synagogues, that He is the Son of God.

Matthew 8:20 And Jesus said to him, “Foxes have holes and birds of the air have nests, but the Son of Man has nowhere to lay His head.”

Question: Is the Jesus we Seventh-day Adventists worship and serve the same as the Jesus the Sunday-keeping Christians worship and serve? The issue is not the people, but the Jesus.

Answer: Based on the above three NT texts, how it is possible that Sabbath-keeping SDAs worship the same Jesus as the Sunday-keeping Christians? The latter people must worship and serve a different Jesus, because they do not worship and serve the Lord of the Sabbath.
Many Christians including some SDAs believe that other Christians worship the true Jesus. How do you proof that?

John 10:16 And other sheep I have which are not of this fold; them also I must bring, and they will hear My voice; and there will be one flock and one shepherd.

These words are from Jesus directly. Jesus has other sheep, other God’s people in other denominations. Unless they know the true Jesus, they will stay in Babylon and you and I are responsible to share the truth to these wayward Christians. Please listen to what Jesus said: “them also I must bring”. This statement is not a recommendation, but it is a command. You and I, we as SDAs have a great responsibility to share the true Gospel with these people.

What happen, if we do not follow Jesus’ instructions?

Ezekiel 33:8 When I say to the wicked, ‘O wicked man, you shall surely die!’ and you do not speak to warn the wicked from his way, that wicked man shall die in his iniquity; but his blood I will require at your hand.

What else did Jesus say in the book of John?

John 10:27 My sheep hear My voice, and I know them, and they follow Me.

What else did Jesus say about the Sunday-keeping Christians?
Luke 6:46 But why do you call Me ‘Lord, Lord,’ and not do the things which I say?
What other message Christians have to be aware of, including we as SDAs?

Matthew 7:21-23 “Not everyone who says to Me, ‘Lord, Lord,’ shall enter the kingdom of heaven, but he who does the will of My Father in heaven. 22 Many will say to Me in that day, ‘Lord, Lord, have we not prophesied in Your name, cast out demons in Your name, and done many wonders in Your name?’ 23 And then I will declare to them, ‘I never knew you; depart from Me, you who practice lawlessness
My dear brothers and sisters in Christ, how well do you know your Jesus and are you willing to follow Him?

PENGORGANISASIAN JEMAAT KE-70 DI KONFERENS
JAWA TIMUR

DILAPORKAN OLEH: PDTM. DALE D. SOMPOTAN

MAGETAN, JAWA TIMUR [KADNET] – Jemaat Gracia yang berkedudukan di Jln. Raya Patihan 116 Karangrejo Kabupaten Magetan menjadi Jemaat ke-70 di Konferens Jawa Kawasan Timur baru saja diorganisasikan pada hari senin 16 September 2013. Menggunakan nama Gracia karna hanya oleh kemurahan Tuhan sajalah sehingga Cabang Sekolah Sabat yang sudah berdiri selama 40 tahun ini bisa diorganisasikan di tahun 2013 ini. Kebaktian Pengorganisasian diadakan Pukul 15.00 WIB dihadiri oleh Officers dan Staff Departemen KJKT. Tamu Undangan dari 7 Jemaat di Distrik Madiun serta Majelis Jemaat Induk Kalasan Jln. Kalasan 9-11 Madiun dan mantan-mantan Pendeta yang pernah melayani jemaat yang yang baru ini, anggota Excom KJKT dan tetangga sekitar Gereja.
Acara dipandu oleh Ibu Endang Sukesi, doa pembukaan oleh Bpk. Tjahjono Djinarwan, kemudian acara dipandu oleh Pdt. Abri Santosa, direktur Departement SS/PP KJKT, untuk pengulangan Doktrin, lalu pemilihan anggota inti dan pengurus jemaat dipandu oleh Pdt. Leonard Mamentu, Direktur Pemuda Advent KJKT, dilanjutkan kemudian dengan lagu-lagu Pujian yang dibawakan berturut-turut oleh Abigail VG dan Mawar Sharon VG, tetapi sebelumnya dibacakan sejarah mulainya Cabang Sekolah Sabat Karangrejo lebih kurang 40 tahun yang lalu oleh Bpk. Gudiarso.

Disela-sela acara datang hadir AKBP. Anom Wibowo, Kapolres Madiun Kota yang merupakan undangan khusus di Kebaktian Pengorganisasian tersebut. Selanjutnya kemudian penyerahan dan penandatangan berkas-berkas surat serta bantuan keuangan untuk Jemaat baru yang dipandu oleh Pdt. Albert Saroinsong, Sekretaris KJKT. Adapun hasil pemilihan pengurus jemaat inti langsung disampaikan kepada hadirin sebagai Ketua Jemaat Bpk. Gudiarso, Pemimpin Diakon : Bpk. Sumardi, Pemimpin Diakones: Ibu Eliyanawati, Sekretaris : Sdr. Ivan, Bendahara Ibu Winih. Dilanjutkan dengan pengurapan ketua jemaat dan diakon serta diakones oleh Pdt. Henky Wijaya, Ketua KJKT.

Dalam kotbah pengorganisasian Pdt. Henky yang didampingi oleh Pdt. Ranap Situmeang, Sekretaris Kependetaan, dan Pdt. A. Saroinsong dan Pdtm. Dale D. Sompotan, Gembala Jemaat, mengatakan akan pentingnya pemeliharaan untuk ke-31 anggota jemaat baru di Jemaat Gracia. Setelah itu dipimpin oleh Pdt. Saroinsong diadakan acara janji pentahbisan dan doa pentahbisan bangunan gereja.

Berikutnya sambutan dibawakan oleh AKBP. Anom Wibowo yang menyampaikan syukur bisa bersama –sama dengan Umat Advent dalam kegiatan Pengorganisasian, memaparkan pentingnya kebersamaan dalam masyarakat sebagai umat Tuhan, sambutan yang dibawakan dalam suasana yang hangat memberikan kesan mendalam bagi seluruh anggota Jemaat yang hadir, betapi tidak disela-sela kesibukan yang sangat padat beliau bisa datang ke Acara Pengorganisasian ini.

Setelah itu Pdt. Joseph Sianipar (Ass. Roh Nubuat dan Strategic Planning) Uni Indonesia Kawasan Barat yang datang mewakili Ketua UIKB Pdt. Dr. JS. Peranginangin yang berhalangan datang akibat sakit mendoakan khusus AKBP. Anom Wibowo dan memberikan kenang-kenangan dari Jemaat, dilanjutkan dengan foto bersama dan pembukaan tirai papan nama depan GMAHK Gracia yang disumbangkan oleh Kel. Bambang. Pembukaan papan nama ini dilakukan oleh Pdt. J. Sianipar dan AKBP. Anom Wibowo dihalaman depan Gereja.

Kemudian hadirin kembali masuk kedalam Gedung Gereja lalu acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Pengorganisasian dan Peresmian oleh Pdt. Henky Wijaya dan ucapan terima kasih oleh Ketua Jemaat Induk yaitu Jemaat Kalasan Ibu Suprihatin, diakhir dari acara dipanggil maju ke depan mantan-mantan Pendeta yang hadir, dari 9 orang mantan Pendeta yang pernah melayani SSC Karangrejo hadir 4 orang yaitu Pdt. Djoko Sukatno, Pdt. Eko Darmanto, Ibu Suwandi Wibowo dan Kel. Ari mewakili Pendeta Pertama yang membuka dan merintis SSC Karangrejo sekitar tahun 1970-an yaitu Alm. Pdt. Slamet DS.

Dan kemudian doa tutup sekaligus doa makan oleh Pdt. Kuswindarto Ketua Distrik Madiun, sebelum pulang semua yang hadir menikmati hidangan yang sudah disediakan disamping kanan Gereja meminjam pekarangan dari tetangga Gereja, dan diberikan kenangan-kenangan souvenir dari Jemaat Gracia sebagai ucapan terima kasih atas kedatangannya dan doa restu kepada semua yang hadir.

Mohon doanya dari pembaca sekalian untuk Jemaat Gracia akan dapat terus bertumbuh menjadi Jemaat yang maju dan sukses mempertahankan iman dan menginjil sampai Tuhan datang kedua kali.

FISDAC DIKUNJUNGI OLEH KETUA HMKI WASHINGTON

DILAPORKAN OLEH: FREDERIKWANTAH, TK NEW JERSEY

NEW JERSEY [KADNET] – First Indonesian Seventh- Day Adventist Church (FISDAC), New Jersey pada Sabat (14/9) dikunjungi oleh Ketua Himpunan Masyarakat Kristen Indonesia (HMKI), Washington. Pdt. Eddy Saerang, walaupun sudah pensiun pendeta dari organisasi GMAHK, namun beliau masih piawai dalam berkhotbah. Jebolan masteral dari theological seminary yang dulu berkampus di Philippine Union College (PUC), kini dikenal dengan Adventist International Institute of Advanced Studies (AIIAS), Philippines. Beliau adalah salah satu pendiri Everett Indonesian American Seventh-Day Adventist Church (EIASDAC), Washington. Kedatangan beliau bersama sang isteri Anna Saerang ke wilayah East Coast dalam rangka mengantar puteri mereka Renny Saerang yang melanjutkan pendidikan di Hartland College, Virginia.
Sebagai guest speaker di FISDAC beliau selain berkhotbah, juga memimpin diskusi Sekolah Sabat yang bertajuk “Pembaruan: Memikirkan Gagasan-gagasan Baru.” Bersama Pdt. Steven Rantung, PhD, gembala FISDAC telah memberikan kesaksian pada acara Personal Ministry serta bercerita dalam acara Children’s Homily. Lagu pilihan berupa solo dipersembahkan oleh Meylinda Walanda dan Elder Julia Sulu. Pdt. Eddy Saerang memilih judul khotbahnya “Revival and Reformation” merujuk pada tema Sekolah Sabat kwartal ini.

Khotbahnya yang merupakan kesaksian beliau masa lalu (past) dan masa kini (present) telah memberikan inspirasi hadirin. Pada pendahuluan khotbahnya, beliau menceritakan pengalamannya sebagai ketua HMKI di negara bagian Washington antara lain banyak berurusan dengan petugas AS seperti tentang masalah keimigrasian. Dalam khotbahnya beliau mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang menjadi inti pada “Revival and Reformation” seperti tema dalam pelajaran Sekolah Sabat kwartal ini yaitu: 1) Berdoa, 2) Belajar Alkitab, 3) Bersaksi.
Kita selaku umat Tuhan sering melakukan hal yang pertama dan kedua, namun kita kurang dalam hal yang ketiga yaitu bersaksi. Olehnya, dikantongnya beliau sering membawa buku kecil “Bible Handbook” yang dapat dibeli toko buku Advent, yang dipakai untuk bersaksi kepada siapa saja, yang merupakan buku pinter beliau berisi doktrin GMAHK secara ringkas. Pada penghujung kotbahnya antara lain beliau mengutip kitab Filipi 3 : 13, 14 dan mengajak agar jemaat tetap setia dalam gereja dan biarlah kita bertumbuh dalam Yesus.

Hadir pula tamu dari Indonesia yaitu Jimmy Dopas berasal dari jemaat To Mou Tou, Jakarta yang sedang berkujung ke ibukota AS, Washington, DC, dalam rangka urusan kantor World Vision International. Sabat ini merupakan bacaan pertama pegawai jemaat FISDAC 2014, yang dibacakan oleh Silvanna Massie, setelah komite pemilih yang beranggotakan 13 orang yang diketuai oleh Arie Wullur telah duduk kurang lebih 3 jam untuk memilih pegawai jemaat yang baru.

KKR PENCERAGAN HIDUP DI HOTEL MERDEKA MADIUN

DILAPORKAN OLEH: PDTM. DALE D. SOMPOTAN

MADIUN [KADNET] – Mohon didoakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pencerahan Kehidupan malam ke-4 dengan pembicara Pdt. Dr. J. Sianipar dari UIKB, di Hotel Merdeka Madiun Jawa Timur.

[Pembicara KKR]

Mohon didoakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pencerahan Kehidupan malam ke-4 dengan pembicara Pdt. Dr. J. Sianipar dari UIKB, di Hotel Merdeka Madiun Jawa Timur.
Setelah sekian lama belum ada KKR Penuaian baru kali ini diadakan lagi KKR Penuaian, maka diadakanlah KKR Pencerahan Kehidupan sejak tanggal 14 – 21 September 2013. KKR ini semakin semarak didukung oleh Tim Healing Way yang memberikan pemeriksaan Kesehatan gratis setiap sore didepan Aula KKR. Sementara itu pembicara Kesehatan dari malam ke Malam dilayani oleh Pdt. Henky Wijaya dan Tim Healing Way. Dari malam ke malam total ada sekitar 500 tamu dan anggota memadati Aula Utama Hotel Merdeka Madiun.

[Foto bersama setelah mendoakan Dandim Madiun]

Anggota jemaat dan tamu juga disegarkan dan dikuatkan oleh perlawatan pembicara dan gembala jemaat dari rumah ke rumah setiap hari, bahkan Tim perlawatan Pdt. Sianipar pada hari rabu sempat melawat dan mendoakan Dandim Kota Madiun Letkol Inf. Tamba Tua Panjaitan, Bpk. Jerry Herman, pemilik Hotel Merdeka, dan AKPB. Anom Wibowo, kapolres madiun kota, masing – masing dikantor mereka. Bukan hanya mendoakan tapi juga membagikan buku kemenangan akhir, khusus untuk Kapolres diberikan Cinderamata foto Pengorganisasian dan Peresmian GMAHK Gracia sebagai Jemaat ke 70 di Konferens Jawa Kawasan Timur pada hari Senin yang lalu dimana beliau turut hadir.

[Pdt. Sianipar melawat dan medoakan serta memberikan cindera mata kepada Kapolres Madiun Kota]

Pada malam keempat pembicara sudah mulai mengadakan panggilan dan kurang lebih ada 100 tamu dan calon baptisan yang menyambut panggilan yang disampaikan. Mohon didoakan agar jiwa jiwa yang sudah menyambut panggilan boleh tetap pada keputusan mereka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka.

[Jiwa-jiwa yang siap menerima Yesus Kristus] [Mendoakan Pemilik Hotel Merdeka]

Rencananya baptisan akan dilaksanakan pada hari sabat tanggal 21 September 2013 di kolam renang Hotel Merdeka Madiun. KKR ini didukung penuh oleh 8 Jemaat yang ada di Distrik Madiun yang dilayani oleh 4 orang Gembala Jemaat yaitu Pdt. Kuswindarto, Pdt. Yohanes Ngatino, Pdtm. Otie Sinus dan Pdtm. Dale D. Sompotan

Leave a Reply