Falsafah Truk Sampah

January 30, 2014 - Maxwel Kapitan

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada
jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari
tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem
dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari
mobil tersebut.Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & mulai menjerit ke
arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut.
Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya,
“Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat
saja mengirim kita ke rumah sakit!” Saat itulah saya belajar dari supir taxi
tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut : “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah… Mereka berjalan
keliling  membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring
dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk
membuangnya, &  seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil
hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan
hidup.

*Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang
anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan*. Intinya, orang
yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih
hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:
*Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang
tidak.*
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana
kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu,tapi tentang bagaimana
belajarmenari dalam hujan.

Leave a Reply