Gereja Adalah Keluarga atau Keluarga Adalah Gereja?

September 27, 2015 - Rumah Tangga

Oleh Pdt. DR. Praban B. Saputro (Lim Tjin Tek)

Pada saat ini saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air di mana pun berada di dunia ini untuk merenungkan judul tersebut di atas?

 

Definisi gereja berdasarkan 1 Petrus 2:9-10 adalah orang-orang yang dipanggil oleh Allah keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib untuk memberitakan perbuatan yang besar dari Dia.

 

Pertanyaan yang timbul dalam benak saya pada saat membaca ayat tersebut adalah siapakah orang-orang ini yang dipanggil keluar dari dalam gelap masuk ke dalam terang Tuhan yang ajaib?  Bilamana kita mencari tahu bagaimana orang-orang ini menjadi anggota gereja Advent, maka riset yang dilakukan di Amerika, Asia dan Afrika akan menunjukkan bahwa 80-90 percent dari mereka menjadi anggota gereja Advent karena teman dan keluarga.  Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya orang-orang ini adalah anggota-anggota keluarga kita atau teman-teman kita yang menerima Yesus Kristus dan Kebenaran-Nya.

 

Karena itu gereja bisa diartikan kumpulan keluarga-keluarga yang dipanggil Allah keluar dari dalam gelap masuk dalam terang-Nya yang ajaib.

 

Jika gereja adalah kumpulan keluarga-keluarga maka ada hubungan yang berarti antara gereja dan keluarga.  Para ahli gereja dan keluarga menyebutkan dua jenis hubungan tersebut: pertama, gereja adalah keluarga; kedua, keluarga adalah gereja (Chap Clark, Family Ministry, 15-19).

 

G e r e j a   a d a l a h   K e l u a r g a

Pengertian gereja adalah keluarga didasarkan atas Matius 12:48-50: Yesus bertanya “Siapakah ibuKu dan siapakah saudara-saudariKu?”……”Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga adalah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dan dialah ibu-Ku.”

 

Di samping Matius 12: 48-50 ada lagi ayat-ayat di Perjanjian Baru yang mendukung pengertian gereja adalah keluarga. Efesus 2:19 menunjukkan anggota-anggota gereja  adalah anggota-anggota keluarga Allah.   1 Timotius 5:1-2 juga menunjukkan bahwa anggota-anggota gereja adalah saudara-saudara dalam Yesus, dan anggota-anggota yang lebih tua di gereja harus menjadi orang tua bagi yang masih muda.

 

Pengertian gereja adalah keluarga sering kita dengar di kelas sekolah sabat atau di khotbah.  Bahkan pada saat saya menjadi anggota GMAHK  di Jakarta melalui baptisan di tahun 1979 saya sudah merasakan aplikasi dari pengertian tersebut. Pendeta M.D. Siagian (alm) yang membaptis saya telah mengangkat saya menjadi “anaknya.”  Sdr. J. Pupella (alm) juga menjadikan saya bagian dari “keluarganya.”

 

Pengertian gereja adalah keluarga juga mendasari banyak program-program gereja dalam rangka meningkatkan kekeluargaan di gereja.  Hasilnya adalah keakraban dan perhatian sesama anggota-anggota gereja dan pertumbuhan  gereja yang pesat.

 

Namun pengertian ini juga bisa menimbulkan “potential problem” seperti kerenggangan hubungan antara orang tua dan anak atau kekurangan harmonis antara suami dan istri sampai kepada perceraian jika mengabaikan sistem keutuhan keluarga.

 

Sistem keutuhan keluarga berupaya menjaga keutuhan hubungan orang-tua dan anak serta suami-istri melalui penggunaan waktu bersama, penggunaan uang, tenaga dan pikiran untuk kepentingan keluarga.

 

Bayangkan skenario satu keluarga Advent biasa yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak.  Ayah dan ibu bekerja.  Anak-anak bersekolah dan berkuliah. Pada hari-hari kerja mereka jarang bertemu.  Pada hari Sabat mereka dari rumah pergi ke gereja bersama-sama. Namun begitu sampai di gereja mereka berpisah.  Sang ayah duduk di kelas SS, sang ibu menjadi guru SS anak-anak. Anak-anak mereka memasuki kelas SS remaja dan pemuda.  Sesudah acara SS, mereka duduk berbakti. Ayah dan ibu duduk bersama-sama.  Anak-anak mereka duduk sama teman-temannya. Setelah acara kebaktian, mereka mengikuti acara Potluck. Mereka masing-masing ber”fellowship” dengan teman-teman. Lalu sang ayah ikut rapat majelis, sang ibu ikut latihan koor, anak-anak ikut acara PA sampai tutup Sabat.  Lalu mereka pulang ke rumah. Hal seperti ini rutin dari tahun ke tahun.  Apa yang akan terjadi dengan keluarga Advent ini?  Dalam skenario ini program gereja yang mementingkan kekeluargaan dalam gereja mungkin bisa menarik anak-anak jauh dari orang tua, atau istri jauh dari suami atau sebaliknya.

 

Itulah sebabnya pengertian gereja adalah keluarga perlu diimbangi dengan pengertian kedua yaitu keluarga adalah gereja.

 

K e l u a r g a    a d a l a h    G e r e j a

Pengertian keluarga adalah gereja  banyak di jumpai di ayat-ayat Perjanjian Lama. Pengertian ini menggaris bawahi peranan ayah sebagai imam dalam keluarga, ibu sebagai pendamping imam, dan anak-anak serta yang orang lain yang diam di rumah mereka sebagai anggota-anggota gereja dalam keluarga. Pengertian ini menekankan bahwa pendidikan rohani adalah tanggung jawab orang tua. Slogan yang menyatakan “Every family who prays together stays together” didasarkan atas pengertian ini.

 

Keluarga Adam, keluarga Nuh, keluarga Abraham, keluarga Ishak dan keluarga Yakub adalah contoh-contoh Alkitab yang mendasari pengertian keluarga adalah gereja.

 

Ellen G. White juga menulis bahwa setiap keluarga adalah gereja. “Every family is a church” (Child Guidance, 549). Lebih lanjut dia menulis tentang pentingnya pengaruh keluarga untuk suatu gereja, masyarakat dan bangsa. “…the heart of the community, of the church, and of the nation is the household.  The well being of society, the success of the church, the prosperity of the nation, depend upon home influences.” (The Ministry of Healing, 349).

 

Pengertian keluarga adalah gereja sering kita jumpai pada orang tua yang melakukan kebaktian pagi dan kebaktian malam bersama dengan anak-ananya, Pengertian ini juga yang mendasari perkembangan gereja di wilayah-wilayah baru di mana anggota –anggota keluarga membentuk gereja mereka sendiri.

 

Namun pengertian ini juga bisa menimbulkan “possible problem” jika keluarga membatasi gereja hanya untuk anggota-anggota keluarga mereka saja. Pertumbuhan gereja akan terhambat karena membatasi “orang luar” untuk masuk dalam lingkaran mereka. Lebih jauh banyak orang tua yang merasa bersalah karena tidak mampu memberikan pendidikan rohani yang menuntun anak-anak mereka kepada Yesus Kristus.

 

K e s i m p u l a n

Dalam rumus matematika, jika a=b maka b=a.  Jika setiap keluarga adalah gereja maka gereja adalah keluarga.  Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara gereja dan keluarga.  Gereja dan keluarga adalah hal yang tidak dapat dipisahkan.  Gereja akan sehat dan kuat jika keluarga juga sehat dan kuat. Sebaliknya juga akan terjadi bahwa gereja akan sakit kalau keluarga sakit. Itulah sebabnya gereja perlu memperhatikan secara serious kebutuhan dan isu-isu dalam keluarga-keluarga. Lebih dari itu tiap-tiap keluarga perlu melihat bahwa mereka adalah kepunyaan keluarga besar Allah.  Sehingga keluarga-keluarga tersebut bukan hanya memperhatikan kebutuhan keluarga mereka sendiri tapi kebutuhan keluarga lain juga dalam gereja Allah.  Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada kita semua untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan gereja dan keluarga.

 

› tags: gereja / keluarga /

Comments

  1. Bobby Temmar says:

    Sangat menginspirasi..Thx so much Pstr..Gbu aleays

  2. ully simamora says:

    Shalom, terima kasih buat pengajaran dan pencerahannya mengenai hubungan antara greja dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply