Hamba yang Tidak Setia

August 4, 2017 - Stevanus S. Widjaja

_RENUNGAN MALAM_

*KAMIS*, 3 Agustus, 2017

Salam *SUKSES* dan Shalom…..

” Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: *Aku tidak pernah mengenal kamu* ! *Enyahlah dari pada-Ku* , *kamu sekalian pembuat kejahatan* !” Matius 7:23

*HAMBA YANG TIDAK SETIA*

Begitu saya mendarat di Hongkong dan sementara menunggu antrian di Imigrasi, hati saya sedih dan kecewa membaca berita ” *hampir terjadi perkelahian di lapangan badminton Jatiasih* ” ; dan di lapangan itu terlihat juga 3 orang direktur departement DKI Konferens yang (mungkin) ikut bermain badminton di saat jam kantor.

Timbul banyak pertanyaan dalam benak saya, namun saya berharap mudah-mudahan perbuatan mereka itu tidak akan menjadi sebuah polemik baru di medsos oleh kaum awam yang setia ( membayar perpuluhan ) dan dikalangan para pengerja lainnya.

Dan sejujurnya hari ini para pengerja yang diurapi sudah banyak melupakan ” _*panggilan suci*_ ” *mereka memelihara jiwa* , sehingga tidak heran lagi sering mereka menabrak kode etik, dan melakukan pelanggaran-pelanggaran lainnya yang seyogyanya *mereka dituntut memiliki standar yang paling tinggi oleh Allah* , sebagaimana nasehat yang ditulis oleh Pena Inspirasi dibawah ini :

” *Para pendeta di konferens-konferens kita perlu berjalan dengan berhati-hati di hadapan Allah*.

_Anjuran rasul itu_ adalah, ” *Berlakulah sopan* ,” _benar-benar diperlukan ketika mereka melayani_ , *ketika menjaga jiwa-jiwa* _sebagaimana mereka yang harus memberikan pertanggungan jawab_, *dalam usaha menyelamatkan yang bersalah*.

*Engkau mungkin benar terhadap prinsip* , *engkau mungkin adil, jujur, dan beragama* ; *tetapi dengan itu semua kalian harus menumbuhkan kelemahlembutan hati*, *keramahan, dan kesopanan yang sejati*.

*Jikalau seorang berada dalam kesalahan, berlakulah lebih ramah padanya; jika engkau tidak sopan, engkau dapat mengusirnya dari Kristus*.

_Biarlah setiap perkataan yang kauucapkan_, _bahkan nada suaramu_, _menyatakan perhatianmu pada_, dan *simpati untuk jiwa-jiwa yang berada dalam bahaya*.

_*Jikalau engkau kasar, suka mencela, dan kurang sabar terhadap mereka, maka engkau sedang melakukan pekerjaan musuh*_ .

_Engkau sedang membuka pintu pencobaan untuk mereka_, dan *Setan akan mewakili engkau bagi mereka* , *sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus*…..

*Mereka dapat mengetahui kesalehan yang tulen*, *yang dinyatakan dengan kata-kata dan tabiat*.

_Jikalau engkau hendak mengajarkan pertobatan_, _iman, dan kerendahan hati_, *maka engkau harus memiliki kasih Yesus di dalam hatimu sendiri*…. ” TM, 150.3

Dan terus terang, _hampir-hampir saja saya mempunyai firasat buruk meragukan para pengerja yang diurapi itu_ yaitu *apakah masih ada kesetiaan mereka mengadakan renungan pagi dan malam dan mendalami Firman Tuhan bersama anak-anak mereka atau tidak* ?

_*Mengapa*_ ?

*Karena sudah banyak bukti atas perbuatan mereka yang sudah tidak tahu malu dan tidak peka pada kata hati nurani* ; dan *peristiwa tadi pagi itu menambah bukti baru lagi bahwa mereka memang tidak pernah bersungguh-sungguh dalam mempelajari dan atau menghidupkan Firman Tuhan itu*, sehingga akibatnya perbuatan daging mereka lebih kuat daripada perbuatan Roh, makanya *terjadi hasrat mau berkelahi di lapangan badminton dan menggunakan waktu jam kantor berolahraga dan ngobrol-ngobrol di lapangan badminton* seperti berita hari ini.

_Perlahan dan pasti kepandaian mereka mengkhotbahkan Firman Tuhan itu hanyalah dijadikan sebagai sebuah profesi_ ( _peluang_ ) _untuk mata pencaharian_ atau tak ubahnya *sebuah pekerjaan profesi dan bukan lagi sebuah panggilan Tuhan untuk menjadi seorang Gembala yang baik*, seperti yang sedang dilakukan oleh para Hamba2 Tuhan dari Gereja-gereja lain.

Namun, doa dan harapan saya serta anggota group ini … _*biarlah para pendeta lebih banyak meluangkan waktu belajar Firman Tuhan daripada membuang waktu setengah atau sehari penuh di lapangan badminton*_.

Dan *gantilah olahraga para pendeta dari bermain badminton dengan jalan pagi* ( *jalan cepat* ) *setiap hari* , _sebab sudah bukan zamannya lagi para pendeta me-lobby pimpinan dan gossip2 di lapangan badminton seperti tahun 1980 an_ karena *Jesus is coming soon* ….

_*Hormatilah diri dan profesi panggilan sucimu sebagai pendeta yang diurapi, sehingga umat akan menghargai dan mengasihi anda sebagai wakil Kristus*_

Kiranya Tuhan memberkati para pengerja dan kita semua menjadi penatalayan yang setia…. 🙏🙏🙏

—————arti dan makna kata Salam SUKSES—————

Arti dan makna renungan _*Salam SUKSES*_ setiap sore/malam hari, adalah sebagai berikut :

*S* elalu mengucapkan perasaan _syukur_ kepada Tuhan melalui renungan dan doa sore/malam hari bersama Keluarga sehabis melakukan aktifitas hari ini.

*U* sahakan _kumpul_ dan membagi _waktu_ pribadi dan ber-komunikasi dengan setiap orang dalam keluarga setiap habis pulang kantor atau aktiftitas hari ini.

*K* ekang _mulut_ untuk makan buah-buahan atau makanan ringan saja setiap malam hari.

*S* enyum dan _tawa_ jangan sampai terlewatkan dengan keluarga setiap malam hari sebelum tidur.

*E* mpati dan tunjukan sikap _KASIH_ sayang kepada seisi rumah, khususnya kepada anak-anak di rumah.

*S* iapkan _hati dan pikiran_ melalui doa pribadi dan berbicaralah dengan Yesus dari hati ke hati sebelum anda tidur, agar esok hari dan atau (sekalipun) di saat fajar pagi menyingsing tiba, kita dibangunkanNya.

Leave a Reply