HARAPAN BEBAS KANKER SELAMANYA

June 17, 2017 - Jonathan Kuntaraf

BAGIAN – 101
OLEH PST. DR. JONATHAN KUNTARAF

Tahun ini, saat artikel ini ditulis, tahun 2017, merupakan tahun yang menyedihkan bagi penulis. Mengapa? Penulis kehilangan seorang sahabat dekat. Seorang yang baik, selalu menolong orang lain, selalu bergurau; sahabat untuk 49 tahun; teman sekamar di asrama di UNAI; namun dia telah tiada. Penulis terbang sejauh 5000 km untuk menghadiri penguburannya. Kami lihat ia terkujur tidak lagi bernyawa. Ia tidak lagi bergeming; Alasannya? Kanker!

Mungkin ini pengalaman Anda juga, kehilangan
seorang yang Anda cintai oleh sebab kanker. Mungkin juga Anda salah satu penderita kanker. Apakah mungkin kita hidup bebas dari kanker? Apakah mungkin segala penderitaan dari penyakit ini hilang untuk selamanya? Rahasianya telah diberikan Tuhan pada saat penciptaan manusia yang pertama,

“Berfirmanlah Allah:’Lihatlah Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itu akan menjadi makananmu.” (Kejadian 1:29).

Bahkan setelah manusia berdosa, Tuhan telah memberikan kepada manusia tambahan makanan yaitu sayur-sayuran. Tuhan memberikan yang terbaik bagi manusia. Tuhan tidak pernah merencanakan manusia untuk makan daging atau sumber lain dari hewan. Selama manusia mengikuti rencana Tuhan, maka kita bisa hidup bebas dari kanker selamanya.
Nah sementara kita menghadapi berbagai tantangan hidup dengan munculnya berbagai penyakit kanker, kita harus kembali kepada rencana Allah, untuk makan makanan yang terbaik, makanan yang paling sehat, hingga kita dapat menghindarkan kanker, atau sembuh dari kanker.

Phytotherapy

Ini merupakan satu pemecahan dari berbagai masalah kanker. Apakah maksudnya phytotherapy? Phyto berasal dari bahasa Grika yang berarti tumbuhan. Sebab itu kita bisa sebutkan phytotherapi adalah terapi nabati, atau kita sebut saja fitoterapi. Yang dimaksudkan dengan fito terapi ialah pengobatan dengan penggunaan makanan yang belum di proses agar dapat hidup sehat, dan juga sebagai pengobatan penyakit kanker. Sungguh suatu terobosan untuk menghentikan kanker. Dengan cara ini, kita memberikan gizi kepada sel, jaringan dan organ yang kelaparan; dan memperkuat sistim kekebalan tubuh hingga kanker dapat dikalahkan.
Kita mengetahui bahwa kanker adalah penyakit yang kompleks, namun ilmuwan telah mendapatkan adanya unsur dalam makanan yang dapat mempengaruhi penyembuhan, ataupun menggangu penyembuhan dari penyakit kanker. Ini semua tergantung dengan apa yang kita makan. Beberapa pembahasan sebelumnya kita telah belajar bahwa sebagian makanan akan menghambat penyembuhan; yaitu makanan asal hewan, gula yang diproses, biji-bijian yang diproses, lemak dan minyak yang diproses. Makanan tersebut bukan hanya menghalangi penyembuhan; malah mendorong perkembangan kanker. Marilah kita lihat bagaimana pengaruh dari pengobatan nabati akan dapat menghentikan kanker. Faktor yang sangat penting dari fitoterapi adalah fitokimia.

Fitokimia

Apakah yang dimaksudkan dengan fitokimia? Kata yang disebut dalam bahasa Inggris “phytochemicals” tersebut berarti unsur-unsur kimiawi dari tumbuhan segar yang diperoleh dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Semua tumbuhan menghasilkan fitokimia untuk melindungi dirinya dari lingkungan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa unsur kimiawi dari tumbuhan itu akan dapat melindungi manusia dalam menghadapi berbagai penyakit.
Bagaimana cara bekerjanya fitokimia ini? Ben Lau menyebutkan bahwa fitokimia melindungi tubuh kita dari berbagai kerusakan melalui tindakan berikut:

1. Bertindak sebagai antioksidan dalam menghadapi kerusakan sel akibat radikal bebas dan mengurangi resiko terbentuknya kanker tertentu.
2. Menghasilkan tindakan seperti hormone dengan meniru estrogen manusia (phytoestrogens) dan menolong untuk mengurangi penyakit.
3. Mengstimulasi enzim yang akan dapat menekan kegiatan yang tidak dikehendaki dan mengurangi resiko dari kanker tertentu.
4. Bekerja sama dengan DNA untuk menghindarkan multiplikasi sel kanker.
5. Menciptakan suatu suasana anti mikroba efek yang akan melindungi kita dalam menghadapi penyakit. (3).

Kita melihat bahwa berbagai peranan dari fitokimia sangat penting hingga dapat dengan sangat efektip dalam menentang kanker. Dalam pasal sebelumnya kita bisa melihat mekanisme dari fitokimia untuk menolong kita dengan dua cara yang sangat penting:
1. Menyebabkan sel kanker untuk bunuh diri atau diprogramkan untuk mati.
2. Memberikan makanan gizi kepada sel kekebalan untuk menguatkan potensi serta fungsinya dalam menghadapi serangan musuh (kanker.)

Dapatkan Fitokimia merugikan sel yang normal dan sehat? Mungkin ini adalah pertanyaan yang dapat timbul. Jawabannya adalah tegas, “tidak.”

Fitokimia tidak akan membahayakan sel yang normal sebab mereka mempuinyai toksisitas yang selektip. Jadi, fitokimia ini hanya akan menghancurkan sel kanker dan dapat menguatkan sel yang normal. Lain dengan kemoterapi yang merupakan pengobatan konvensional, dimana disamping sel – sel kanker dihancurkan, juga sel –sel normal akan mengalami kerusakan. Terapi nabati adalah sama dengan kemoterapi, tetapi tidak ada efek sampingan. Untuk banyak orang, pengobatan dengan makanan mungkin merupakan suatu lelucon. Namun banyak orang yang telah melihat peranan penting dari makanan dalam penyembuhan kanker.
Salah satu adalah Dr. Joel Fuhman, yang mempunyai keyakinan dari peranan fitoterapi mengatakan “Resiko mendapatkan kanker dapat dihindarkan, 60-80% melalui makanan saja.” Lebih lanjut, Dr. Richard Beliveau juga mengatakan, “Semua penelitian mengenai kanker dan nutrisi menunjuk kepada makanan nabati untuk mendapatkan fitonutrisi dan senyawa yang khusus.”

Kisah nyata
Salah satu contoh yang diberikan oleh Dr. David Servan-Schreiber, adalah pengalaman dari Dr. Bil Fair, spesialis kanker prostat dan ginjal, dan ketua department Urology dari rumah sakit ternama, Memorial Sloan-Kettring Hospital di New York. Dia menderita kanker kolon pada stadium lanjut. Setelah operasi dua kali, dan juga menjalani kemoterapi, ia masih dapat mengadakan pembedahan beberapa kali sehari untuk pasiennya. Sayangnya, kankernya kambuh kembali, malah sekarang kankernya lebih progresip, dan ganas sehingga teman sejawatnya mengatakan kepadanya, “ini tidak dapat disembuhkan.” “Engkau hanya punya beberapa bulan lagi untuk hidup.”
Dalam keadaan demikian, istrinya seorang perawat, mengatakan, “sudah waktunya Anda mengurus hidupmu sendiri.” Maka Dr Bill Fair, seorang pekerja keras (workoholik), yang selama ini bekerja 7 hari per minggu dan kadang-kadang kerja sampai 36 jam terus tanpa berhenti; mulai belajar relaksasi dan belajar meditasi. Ia berhenti makan makanan “fastfood,” dan mulai makan makanan nabati. Diapun mulai dengan berbagai kegiatan sosial. Makin lama dia makin yakin, bahwa cara pengobatan kanker bukan hanya konvensional, tetapi menghidupkan pola hidup sehat, termasuk memakan makanan nabati. Para dokter tidak menyangka bahwa seorang yang diramalkan hanya hidup beberapa bulan lagi, akhirnya bisa bertahan sampai 5 tahun. Rahasianya? Perubahan gaya hidup.

Khasiat makanan nabati

Berdasarkan pengalaman tersebut, dan berbagai pengalaman lainnya, kita melihat bahwa makanan nabati merupakan terapi dalam menghentikan kanker. Bagaimana caranya?

Makanan nabati mempunyai khasiat untuk menolong kita dalam menghadapi kanker dengan cara berikut:
1. Makanan nabati memiliki ribuan fitokimia yang perkasa.
2. Makanan nabati umumnya rendah dalam lemak.
3. Makanan nabati umumnya bersifat alkaline (basa).
4. Makanan nabati dapat melakukan detoksifikasi

Kita coba lihat satu persatu dari ke empat perkara tersebut:

Makanan nabati memiliki ribuan fitokimia

Sementara waktu berjalan, dan para ilmuwan mengadakan lebih banyak penelitian, maka lebih banyak yang kita tahu mengenai fito kimia; namun masih ribuan lagi yang masih belum diketahui. Makan makanan nabati adalah maha penting oleh sebab banyak kegiatan yang akan dibuat oleh fitokimia. Hal yang kita sudah ketahui ialah bahwa makanan yang belum diproses lebih banyak memberikan keuntungan sintetik daripada unsur nabati yang telah diproses menjadi makanan suplimen. Jadi pekerjaan kita yang utama ialah untuk memakan makanan yang belum diproses untuk mendukung kesehatan tubuh kita.
Ribuan fitokmia terdapat pada semua buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian dan kacang-kacangan. Kita mempunyai cukup bukti bahwa makanan nabati menurunkan resiko penyakit kanker dan jantung. Tidak heran, American Cancer Society pada tahun 2012 memberikan rekomendasi untuk makan makanan yang seimbang dan bervariasi, disamping olahraga dan berhenti merokok.
Fitokimia dari makanan nabati yang utuh adalah obat yang tidak beracun dan menyediakan kegiatan penyembuhan sebagai berikut:
1. Mengblokir karsinogen sebelum dapat merusak tubuh.
2. Mengsuplai enzim pelindung.
3. Mengnetralisasi molekul yang merusak.
4. Mematahkan hormone yang tidak diinginkan dengan mengblokir reseptornya.
5. Menyediakan gizi dan zat yang lain untuk memerangi kanker.
Dengan kata lain, ribuan zat alamiah dari nabati yang utuh akan memberi makan, menguatkan dan menyegarkan sel kekebalan untuk memerangi kanker. Sebagai contoh, Para peneliti telah mendapatkan bahwa lebih banyak memakan sayuran dan buah-buah, diassosiasikan dengan menurunnya resiko untuk menderita kanker. Mereka mendapatkan bahwa makan sayuran hijau yang berwarna gelap, sayuran kol, worter, tomat, pisang, melon, papaya, cantaloupe (sejenis belewa), mengurangi resiko menderita kanker payudara secara signifikan.

Makanan nabati seutuhnya rendah dalam lemak
Secara alamiah, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buah dan sayuran rendah dalam lemak. Semua makanan ini memiliki gizi yang penting seperti protein, kompleks karbohidrat, lemak alamiah, vitamin, mineral, fiber, antioksidan dan fitokimia.
Pengeculian hanya pada adfokat, zaitun, kelapa, kacang dan jenis bijian tertentu. Semua makanan berlemak tinggi ini bagus dalam daftar makanan, tetapi yang terbaik adalah dalam bentuk mentah; yang dimaksudkan, tanpa dimasak. Tubuh kita memerlukan lemak alamiah, dan ini terpenuhi dengan memakan makanan nabati yang utuh. Lemak dan minyak yang telah diproses perlu dihindarkan. Sebagaimana sudah dibahas sebelumnya, makakan yang telah diproses harus dihindarkan, apakah itu dalam bentuk tepung putih, biji-bijian dan kacang-an lain yang telah diproses, ataupun gula dan lemak yang telah diproses.

Makanan nabati umumnya bersifat basa (alkaline).
Apa yang kita makan mempengaruhi darah kita apakah akan membuat lebih asam atau lebih basa (alkalin) yg diukur dari pH-nya. Untuk darah normal, agar bersifat alkaline, maka pHnya harus berada antara 7.35-7.45. PH darah yg demikian menyebabkan kita memiliki kesehatan yang optimal dan sel-sel tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Umumnya makanan nabati menyebabkan darah kita jadi alkaline. Bila pH dalam darah seimbang oleh sebab mendapatkan suplai yang limpah dari alkalin mineral yang berasal dari buah-buahan, sayur-sayuran, maka tubuh akan dapat memperbaiki kerusakan sel, menambah produksi energy, detoksifikasi, yang semuanya dibutuhkan untuk menghentikan perkembangan kanker. Namun kalau kita memakan makanan yang tidak tepat, kita justru akan mengalami masalah.

Makanan pembentuk keasalam menimbulkan programa.
Makanan yang tinggi dalam protein hewan, gula, makanan yang diproses, alcohol, kafein dan soda, akan mengubah pH darah menjadi asam. Makanan Barat cenderung untuk mengasamkan darah. Banyak makanan diseluruh duniapun menciptakan suasana darah yang menjadi asam, selagi mereka makan lebih banyak hewan, atau makanan yang telah diproses. Nah makanan yang membuat darah menjadi asam cenderung untuk memberikan resiko yang lebih tinggi untuk menderita osteoporosis, patah tulang, batu ginjal, serta menyebabkan kesehatan yang negatip. Kecuali tubuh berada pada tingkatan pH yang alkaline, sangat sukar bagi tubuh untuk sembuh dari berbagai penyakit kronis, khususnya kanker.

Sel kanker lebih menyenangi lingkungan yang asam.
Sel kanker berkembang dalam suasana darah yg bersifat asam. Semua makanan dari hewan, makanan yang diproses, minuman manis, menyebabkan darah jadi asam. Tetapi kita dapat rubah agar darah mempunyai lingkungan yang lebih alkalin supaya sel kanker tidak bisa hidup. Nah cara yang terbaik ialah dengan makan lebih banyak makanan yg dapat membuat darah jadi basa daripada memakan makanan yg membuat darah jadi asam. Itu berarti makanan kita perlu 80% makanan pembentuk alkalin (umumnya buah-buah dan sayuran) dan 20% makanan pembentuk asam (umumnya biji-bijian dan kacangan utuh). Dengan senantiasa mengsuplai makanan yg dapat membuat darah kita jadi alkalin, maka kita akan mengubah sel yang sakit menjadi sel yang normal dan sehat.

Makanan nabati yang utuh mengdetoksifikasi
Makanan nabati seutuhnya adalah alat detoksifikasi yang ampuh. Umumnya makanan nabati yang belum diproses mengandung serat/fiber dan mineral alkalin yang mempunyai kesanggupan untuk mengnetralisasi dan meninggikan pembuangan yang zat yang beracun dari tubuh kita. Fiber/serat dari makanan adalah pelindung untuk kanker kolon. Sebagai tambahan fiber menolong untuk mengnormalisasi gula darah dan mengurangi kolesterol di dalam darah; dan keduanya adalah makanan kanker. Kita harus ingat bahwa sel kanker senang dengan makanan yang manis dan makanan yang berlemak. Makanan nabati juga mempunyai kadar cairan yang tinggi yang dapat menolong untuk melarutkan racun dan mengurasnya keluar dari tubuh kita. Makanan dari hewan tidak mempunyai fiber hingga bisa menyebabkan sembelit dan menambah toksifikasi dalam tubuh.

Menggabungkan fitoterapi
Untuk mereka yang telah menjadi penderita kanker, tidak peduli perawatan atau pengobatan apapun yang dipilih, apakah kemoterapi, radiasi, pembedahan ataupun terapi yang lain; perubahan makanan adalah hal yang mutlak perlu di jalankan. Tanpa mengubah kebiasaan makan dari “promotor kanker,” kepada makanan “pemerang kanker,” akan diragukan seseorang dapat mencapai penyembuhan kanker secara permanen.
Sebab itu berbicara mengenai fitoterapi, kita akan perlu meringkaskan kembali dua langkah penting:
1. Hentikan semua promotor kanker dalam tubuh, dengan meninggalkan makanan asal hewan, makanan olahan, segala yang meracuni (seperti pemanis buatan, yang membuat kita kecanduan dan GMO) dan gula yang diproses.
2. Kita perlu makan makanan pemerang kanker, ini adalah Buah-buahan, Sayuran, kacang-kacangan dan bijian-bijian; tetapi ingat yang utuh, jangan yang sudah diproses.
Kita perlu selalu mengingat bahwa hanya makanan nabati yang akan memerangi kanker, sebab makanan nabati akan memberikan ribuan gizi yang dapat menyembuhkan sel-sel ditubuh kita. Jadi pengobatan berdasarkan nutrisi, merupakan suatu pengobatan yang berkhasiat. Tidak peduli langkah pengobatan apapun yang Anda pilih, fitoterapi tidak bisa ditinggalkan.

Sesungguhnya, TUHAN ALLAH itu luar biasa! Ia mengetahui makanan yang sehat hingga kita bisa bebas dari kanker. Sebab itu, ikutilah firmanNya, maka Anda akan bebas dari kanker untuk selamanya!

Comments

  1. elia says:

    Amazing.. thank you so much

Leave a Reply