HARAPAN pada Bahtera Nuh

Oleh Pst. DR. Jonathan Kuntaraf   

 

 

Minggu lalu penulis berada di Lexington, Kentucky, dan salah satu tempat yang dikunjungi disebut: “Ark Encounter,” satu tempat yang jaraknya 50 mil dari Cincinnati. “Ark Encounter,” adalah pengalaman yang mengtakjubkan, untuk dapat membuat Alkitab menjadi hidup, atau kita dapat lebih mengerti akan Alkitab; khususnya sehubungan dengan bahtera Nuh.

 

Mengapa mengtagjubkan? Sebab pengunjung dapat melihat bahtera Nuh, dan masuk kedalamnya, seperti memasuki bahtera Nuh yang terjadi pada tahun 2304 Sebelum Kristus atau sekitar 4304 tahun yang lalu tersebut.  Bahtera yang dibangun di Williamstown, Kentucky, tersebut mempunyai panjang 510 kaki atau sekitar 155 meter, lebar 85 kaki dan tinggi 51 kaki, sesuai dengan ukuran yang diberikan Alkitab. Alkitab juga menyebutkan bahwa , maka bahtera tersebut terdiri dari 3 tingkat, dan kita bisa membayangkan bagaimana binatang-binatang tersebut berada, bagaimana Nuh menyediakan persiapan makanan dan minuman untuk waktu yang lama.  Pengalaman memasuki bahtera Nuh di Williamtown, KY,  menunjukkan bagaimana Nuh telah kerja keras untuk membangun bahtera yang menggunakan 3,1 juta kaki persegi kayu, satu bangunan yang dibangun dengan kayu yang terbesar di dunia.  Dengan peralatan yang masih sangat minim pada waktu itu, dengan jumlah pembangun yang terbatas, menyebabkan Nuh memerlukan waktu 120 tahun untuk membangunnya.

 

Sementara berjalan di dalam bahtera Nuh, penulis melihat sejarah penciptaan, bagaimana manusia berdosa, dan terus melanggar kehendak Tuhan, sampai kejahatan manusia telah sangat  meningkat; dan Tuhan mengambil langkah penting untuk memusnahkan manusia dengan air bah. Namun dalam dosa yang demikian besar sebab mereka kawin mawin sesukanya, melakukan kejahatan yang tak terkendali; namun masih ada harapan untuk mereka. Harapan dari bahtera Nuh kita dapat sebutkan sebagai berikut:

  1. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk hidup. Tuhan tidak langsung menghukum mereka, diberikan waktu untuk 120 tahun; ini adalah waktu yang cukup lama. Namun mereka telah mengabaikan kesempatan yang diberikan Tuhan. Sampai akhirnya mereka dimusnahkan. Setiap kesempatan untuk mencari Tuhan harus digunakan untuk kebahagiaan kita sendiri.

 

 

  1. Dalam setiap jaman, selalu ada harapan adanya kelompok “remnant,” atau umat yang sisa; yang setia kepada Tuhan. Waktu jaman Nuh yang sisa adalah 8 orang.  Abraham dan keluarganya adalah yang setia diantara begitu banyak orang di Mesopotamia. Lot dan dua anaknya adalah yang sisa dari Sodom. Dalam dunia yang secular ini, diharapkan agar kita semua adalah yang sisa yang tetap mempunyai kesaksian Yesus dan penurut akan hukumNya. Kita boleh mempunyai harapan untuk menjadi umat Tuhan yang setia.
  2. Ada lebih dari 200 cerita air bah di seluruh dunia. Apakah dengan cerita Gilgamesh Epic dari Babylonia, Deucalion dari Grika, Manu Matsya dari India, cerita Nuwa dari Tiongkok, sampai cerita Naga Padoha dari tanah Batak, menunjukkan bahwa dunia ini pernah ditutupi oleh air bah, namun ada yang selamat. Dengan sendirinya kita percaya bahwa ini menunjukkan cerita Alkitab adalah yang benar dan murni, dan dari kisah Nuh ini, setelah manusia tersebar setelah gagalnya menara Babil, membawa kisah tersebut kemana-mana. Banyaknya kisah air bah di seluruh dunia menunjukkan benarnya kisah tersebut, dan kita dapat lebih mempercayai Alkitab.
  3. Adanya harapan kepada penjagaan Tuhan. Pengalaman dari Nuh dan keluarganya menunjukkan bahwa kita mempunyai Tuhan yang memelihara kita. Sebelum masuk dalam bahtera, telah diperintahkan binatang halal dan haram ke dalam bahtera. Mengapa binatang halal jumlahnya 7 pasang? Sebab binatang halal bisa jadi makanan untuk mereka. Sesungguhnya kita punya Tuhan yang menyediakan makanan untuk kita.
  4. Satu hal yang menarik bahwa Ark Encounter menyebutkan bahwa usia dunia ini hanya 6000, sementara banyak teori manusia mengatakan dunia ini berusia jutaan tahun. Ini berarti Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh bukan satu-satunya gereja yang mempercayai “creationism,” Kita bersyukur sebab di dunia ini masih ada kelompok-kelompok yang mempercayai Alkitab sehubungan dengan usia dunia ini.
  5. Ark Encounter sesuai dengan Alkitab menunjukkan penyebaran bangsa dan bahasa dari tiga anak Nuh, Shem, Ham, dan Yaphet. Kalau begitu kita semua bersaudara. Maka kita diingatkan kembali bahwa kita adalh satu tubuh dan bersaudara. Abraham berkata kepada Lot, “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.” (Kejadian 13:8). Kalau begitu, selama kita ingat bahwa kita ini kerabat, maka ada pengharapan untuk bersatu, dan tidak perlu harus ada pertikaian.

Banyak lagi yang  kita dapat pelajari mengenai pengharapan dari bahtera Nuh. Namun satu pelajaran penting ialah Yesus sendiri telah menghubungkan keadaan manusia sebelum kedatangan Yesus dengan keadaan manusia waktu jaman Nuh.  Dalam Matius 24:37-39, Yesus berkata, “Apabila Anak Manusia datang nanti, keadaannya seperti pada zaman Nuh dahulu. Pada hari-hari sebelum banjir besar itu, orang-orang makan minum, dan kawin. Begitulah terus-menerus sampai pada hari Nuh masuk ke dalam kapal. Pada waktu banjir itu melanda mereka semua, barulah mereka sadar akan apa yang sedang terjadi. Begitulah juga keadaannya nanti kalau Anak Manusia datang.” Ini menunjukkan keadaan dunia sekarang. Bukankah ini adalah jeman dimana terjadi kawin mawin, berbagai pesta pora, dan tidak menyadari bahwa kedatangan Yesus sudah berada di muka pintu. Kita tidak tahu kapan Yesus datang, namun tanda-tandanya telah menunjukkan Yesus akan datang segra. Kiranya harapan itu akan jadi menjadi kenyataan segera. Bersedia adalah pilihan kita sekarang ini.

 

Leave a Reply