Harapan untuk Dewasa

kun

Semua anak ingin untuk cepat dewasa, namun kedewasaan tidak tergantung kepada usia. Sebagian yang berusia 40 tahun belum tentu menunjukkan kedewasaan dalam sikapnya; namun banyak yang berusia 20 tahun menunjukkan kedewasaan. Dalam pemilihan president Amerika sekarang ini, masalah kedewasakan menjadi topik yang cukup hangat. Sebagian mengatakan bahwa salah satu calon kurang dewasa di bandingkan dengan yang lain. Padahal kedua calon ini adalah orang yang berusia 68 dan 70 tahun. Kalau kedewasaan tidak tergantung kepada usia, sebenarnya apakah yang menjadi ukuran kedewasaan? Kapankah seorang disebut dewasa?

Sangat menarik sekali bahwa Alkitab memberikan berbagai ajakan supaya kita bertumbuh atau menjadi dewasa. Kita lihat beberapa diantaranya:
1 Petrus 2:1,2, “ Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafkan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan. “ Kita melihat bagaimana Petrus menyebutkan bahwa kehidupan kekristenan harus ditandai dengan pertumbuhan dan kemajuan, untuk menuju kepada kedewasaan.

Paulus juga menyebutkan di dalam Efesus 4:15,”tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalan Yasus kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala.“ Dengan demikian kita melihat bahwa pengembangan tabiat Kekristenan adalah pekerjaan seumur hidup, dan setiap orang Kristen diharapkan untuk senantiasa mempunyai pertumbuhan, makin lama seperti Yesus. Yesus adalah teladan dalam kedewasaan.
Satu dilemma yang telah terjadi ialah, mungkin saja seorang itu bertumbuh dan berhasil dalam satu segi, tetapi mungkin tidak bertumbuh dalam kedewasaan. Baru-baru ini, seorang politisi Indonesia yang sudah tua, dengan rambut dan halisnya sudah putih, dikritik oleh Gubernur Ahok. Politisi ini marah, dan berkata, “Sontoloyo!” Kemudian diterus dengan kata-kata yang emotional. Hal ini mengingatkan penulis kepada masa Perang Dunia II, dimana Jenderal Omar Bradley memberikan komentar, “We are living in an age of intellectual giants, and ethical infants.” Satu hal yang menarik, secara intelek seperti raksasa, tetapi secara etika, masih bayi.

Nah, untuk melihat apakah kita cukup dewasa atau tidak, penulis mengambil dari file mengenai kriteria kedewasaan; yang penulis pernah dapat dan susun waktu jaman tempo doeloe.
1. Apakan engkau menerima kritik sebagai satu kesempatan untuk memelihara keseimbangan? Atau Anda merasa terancam? Orang yang tidak dewasa adalah orang yang membenci kritik, sedangkan orang yang dewasa menggunakan kritik sebagi batu loncatan untuk kehidupan yang lebih baik.
2. Dapatkah engkau melihat kegagalan seseorang dengan tanpa merasa diri lebih benar? Orang yang tidak dewasa mencoba untuk naik keatas dengan mendorong orang ke bawah. Orang dewasa akan ikut merasa sedih atas kegagalan orang lain.
3. Dapatkan engkau menerima seseorang yang tidak sependapat dengan Anda, dengan tanpa merasa kesal? Seorang dewasa dapat melihat bahwa kita bisa berbeda pendapat, namun dia dapat meihat bahwa mungkin saja dia yang salah. Dia tidak merasa bahwa dia selalu benar, namun dia mempunyai pandangan yang kokoh sesuai dengan keyakinannya.
4. Dapatkah engkau menerima ejekan dan tetap memilih roh mengasihi? Seorang dewasa tidak akan membenci orang yang mengoloknya; bahkan merasa kasihan kepada orang yang mengejeknya.
5. Dapatkah engkau menerima kesempatan untuk pelayanan tanpa pemikiran untuk mendapatkan “pengakuan?”Orang yang tidak dewasa senantiasa haus akan perhatian, namun orang dewasa tidak merasa perlu untuk mendapatkan pengakuan dari pelayanan yang diberikannya. Dia melayani oleh sebab prinsip kasih telah tertanam dalam hatinya.
6. Dapatkan engkau menerima bahwa setiap orang sebagai penerima dari Kasih Allah? Ini adalah perintah yang diberikan oleh Kristus. Apakah kasih kepada Allah dan kepada sesama manusaia merupakan motivasi yang kuat dalam hidupmu? Apakah engkau menurut Tuhan oleh sebab kasihmu kepadaNya?
7. Apakah Anda menghidupkan, dan berusaha untuk terus menghidupkan apa yang Anda katakan atau ajarkan? Orang dewasa adalah orang yang mengajarkan apa yang dia sudah hidupkan.
Ini merupakan satu daftar ujian yang bagus untuk direnungkan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita bertumbuh setiap hari di dalam Yesus? Kita perlu untuk mempunyai pengharapan untuk dewasa.

OLEH PST. DR. JONATHAN KUNTARAF

Leave a Reply